Jeff : Ada Upaya H. Gawis Adu Domba Walikota Bima dengan FUI Bima

Bimantika.net _Adanya pernyataan Asisten l Pemerintah Kota Bima Drs. H. Abdul Gawis yang katakan bahwa Walikota Bima melarang Suara Toa di Masjid dan Musholla sebagaimana yang beredar di jagad maya dan media online menjadi polemik karena Walikota Bima tidak pernah melarang soal Toa.

Ketua RW 01 Kelurahan Pane Kecamatan RasanaE Barat Kota Bima yang juga pemerhati Sosial Kebudayaan Rafiuddin, SH menilai bahwa penyataan Asisten 1 Pemkot Bima adalah berpotensi untuk adu domba Walikota Bima dengan Forum Ummat Islam (FUI) Bima.

Jeff sapaan akrab Ketua RW atas berita itu langsung kros chek ke Pak Walikota Bima.

“Pqk Wali sudah sangat tegas katakan bahwa soal sambutan asisten 1 itu tidak terkonsep hanya improvisasi asisten 1 sendiri” ujar Jeff.

Jeff mengusulkan agar asisten 1 segera minta maaf secar terbuka pada publik agar tidak menjadi bluner.

“Saya minta sebagai warga Kota Bima agar asisten 1 segera minta maaf dan klarifikasi pada ummat Islam Bima secara menyeluruh” ujar Jeff melalui saluran WhatsApp nya Rabu malam 20 Juli 2022.

Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) pada media online Bimantika Rabu malam 20 Juli 2022 menyebutkan bahwa dirinya yang berlatar belakang mantan aktivis Mahasiswa berbasiskan Islam tidak pernah terlintas dalam pikirannya untuk melarang suara Toa di Masjid dan Musholla.

‘,Justru saya harapkan Toa tetap kita berdayakan dalam fungsi sosial kemasyarakatan dan keagamaan secara maksimal” Ujar Walikota HML.

Walikota HML menjelaskan pula bahwa dirinya selama menjadi Anggota DPR RI Dua Periode dari Fraksi Partai Golkar dan Dilantik menjadi Walikota Bima Sejak 2018 lalu akan tetap melestarikan dan memfungsikan secara maksimal soal Suara Toa di Masjid dan Musholla.

“Kita akan maksimalkan fungsi Toa untuk sosial kemasyarakatan dan Keagamaan seperti adanya Gotong Royong, adanya bencana, adanya imunisasi, adanya MTQ dan lainnya sangat membutuhkan pengeras suara” demikian ujar Walikota HML.

Baginya fungsi Toa tetap dilestarikan untuk kelangsungan hidup dan kehidupan baik untuk soal sosial kemasyarakatan lebih-lebih lagi soal ke Agamaan.

“Asisten satu itu ngawur, tidak ada konsep saya yang saya bacakan justru itu improvisasi asisten satu sendiri, bagi saya secara pribadi dan selaku Walikota Bima tegas saya katakan fungsi Toa tetap di fungsikan secara maksimal untuk urusan sosial kemasyarakatan dan Ke Agamaan” demikian ujar Walikota HML menutup wawancaranya. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *