Bimantika.net Pelaksanaan Posyandu Keluarga dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di Kota Bima Berlangsung selama 3 bulan dari Oktober – November – Desember 2022.
Dalam pelaksanaannya terkadang mengalami kendala terkait minat anak-anak hadir dalam Posyandu dan PMT.
“Atas kendala itu, kami mencoba lakukan upaya hadirkan Odong-odong di lokasi Posyandu dan PMT sehingga anak-anak pun ramai ikut Posyandu” ujar Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Bima, Nurjannah, S. Sos.
Melalui 5 Pilar Percepatan penurunan Stunting, yaitu pada pilar ke 4 Ketahanan Pangan Dan Gizi ,DPPKB KOTA BIMA berinisiatif memberikan batuan makanan tambahan atau PMT pada posyandu keluarga yang merupakan salah satu pelayan dasar yang di manfaatkan untuk memantau tumbuh kembang anak
Dalam Usaha meningkatkan minat anak-anak Balita untuk hadir dalam kegiatan posyandu keluarga,DPPKB KOTA BIMA melakukan inovasi dengan menghadirkan wahana permainan odong-odong
Pantauan langsung Media online Bimantika di beberapa tempat dilaksanakannya Posyandu dsn PMT nampak anak-anak riang gembira sambil ber odong-odong bersama sehingga kegiatan Posyandu dan PMT pun berjalan lancar dan sukses.
Pada Media Online Bimantika Senin 24 Oktober 2022, Kaka Jana sapaan akrab Kadis DPPKB Kota Bima ungkapkan bahwa Masalah gizi dapat terjadi pada setiap siklus kehidupan,
Siklus itu menurutnya dimulai sejak janin. hingga menjadi bayi, anak, dewasa sampai usia lanjut.
Saat ini Indonesia menghadapi masalah gizi ganda yaitu gizi kurang dalam bentuk Kurang energy Protein, kurang vitamin A, Anemia dan gangguan akibat kurang Iodium dan gizi lebih berkaitan dengan timbulnya penyakit degenerative seperti Diabetes Mellitus, jantung,hipertensi,dll.
“Untuk mengatasi semua itu, DPPKB dengan lintas Dinas lainnya memberikan makanan tambahan pada anak berupa beras, telur, biskuit, susu dan lainnya” ungkapnya.
Lanjut Kaka Jana Masalah gizi kurang merupakan salah satu faktor penyebab kematian bayi. Keadaan tersebut secara langsung disebabkan oleh asupan gizi yang kurang mencukupi gizi balita.
Oleh sebab itu untuk membantu mencukupi kebutuhan gizi masyarakat tentang anak balita, pemerintah mengembangkan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT).
Pemberian Makanan Tambahan (PMT) adalah kegiatan pemberian makanan kepada balita dalam bentuk kudapan yang aman dan bermutu beserta kegiatan pendukung lainnya dengan memperhatikan aspek mutu dan keamanan pangan. Serta mengandung nilai gizi yang sesuai dengan kebutuhan sasaran.
Pemberian Makanan Tambahan (PMT) ada dua macam yaitu Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pemulihan dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) penyuluhan. Memiliki tujuan yang sama yaitu untuk memenuhi kebutuhan zat gizi yang dibutuhkan oleh balita.
PMT pemulihan dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan gizi balita sekaligus sebagai pembelajaran bagi ibu dari balita sasaran.
PMT pemulihan diberikan dalam bentuk makanan atau bahan makanan lokal. Hanya dikonsumsi oleh balita gizi buruk dan sebagai tambahan makanan sehari-hari bukan sebagai makanan pengganti makanan utama. (***)

