Hakekat Puasa Menurut Pj Walikota Bima HM Rum

jpn

Bimantika.net -Berpuasa di bulan suci Ramadhan menurut Pj Walikota Bima Ir. H. Mohammad Rum, MT memiliki nilai Hakekat dalam menjalankannya

HM Rum uraikan bahwa Puasa itu adalah Shaum atau Shiyam, pengertiannya secara etimologis adalah al-Imsaku Anis Syai’i, yaitu mengekang atau menahan diri dari sesuatu yang membatalkannya.

“Menahan diri dari makan, minum, bercampur dengan istri di siang hari, berbicara yang tidak memiliki manfaat sam sekali” demikian HM Rum mencontohkannya Senin 18 Maret 2024.

HM Rum juga sampaikan bahwa pada prinsipnya Puasa melatih kesabaran sehingga seseorang bersikap sabar dan menahan diri dari segala yang membatalkan puasa.

Dalam Al-Qur’an di sebutkan Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang beriman. bertakwalah kepada Tuhanmu”. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas. (QS. Azzumar, 39:10).

Secara terminologis atau pengertian secara istilah, puasa adalah meninggalkan makan, minum, hubungan seksual di siang hari dan segala yang membatalkannya, mulai terbit fajar sampai terbenam matahari.

Menurut HM Rum bahwa Puasa secara lahiriyah terletak pada tiga hal yakni meninggalkan makan, minum, dan hubungan seksual di siang hari.

Disi lainnya HM Rum Juga menjabarkan bahwa Puasa bathiniyah atau ruhaniyah, terdiri dari berbagai macam hal yang dapat merusak puasa.

“Diantaranya adalah menghindari dusta, berkata palsu, bersaksi palsu, meninggalkan perbuatan keji dan mungkar” ujar HM Rum.

HM Rum mengajak semua warga masyarakat Kota Bima agar mampu memaknai Puasa Ramadhan secara mendalam.

“Paling tidak merubah karakter kita dan menghindari sikap angkuh, dan merasa paling taat, riya’ atau kebaikannya ingin dilihat orang lain, hasad atau dengki, dan berbagai macam perbuatan tercela lainnya yang dilarang oleh agama, hal itulah yang harus kita hindari untuk menuju Puncak Ketaqwaan” ungkap HM Rum.

Pada prinsipnya, HM Rum Ungkapkan bahwa Puasa yang di lakukan oleh Ummat Islam Se Dunia hendaklah menjalankan dua jenis puasa lahiriyah dan puasa batiniah menuju titel Taqwa kepada Allah SWT.

“Sepenuh hati kita melaksanakan puasa lahiriyah dan batiniah sesuai tuntunan al-Qur’an dan al-Sunnah tentu akan memperoleh hikmah yang sangat tinggi menuju manusia yang bertaqwa kepada Allah SWT” ujar HM Rum.

Beberapa Hikmah Puasa Ramadhan yang dijalankan oleh Umat Islam se Dunia diantaranya :

Pertama Meningkatkan ketaqwaan. Dengan taqwa itu seorang akan memiliki bekal yang lengkap dalam segala kehidupannya.

Dengan predikat taqwa, maka seseorang akan memperoleh Rizki yang banyak yang tidak terduga, Memperoleh jalan keluar dari segala kesulitannya, Dicukupkan kebutuhannya, Urusannya dipermudah, Mempu membedakan mana yang baik dan buruk, Mendapatkan ampunan.

Kedua, Doanya akan dikabulkan

Disebutkan dalam hadits ada tiga kelompok orang yang doanya tidak tertolak, antata lain ; Orang yang berpuasa sampai ia berbuka,, Pemimpin yang adil, dan Orang yang teraniaya.

Ketiga, Adalah sebagai perisai dari siksa neraka. Hikmah, Ke empat Sebagai penghapus dosa.

Ke Lima, Dapat syafaat, disebutkan dalam hadits: Puasa dan Al-Qur’an memberikan syafaat bagi seorang hamba di hari kiamat (HR. Ahmad). (****)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *