Bimantika.net -Agama Islam itu pada intinya adalah agama yang mudah, kalimat tersebut diungkap oleh Habib Rizieq dalam satu kajian sebagaimana yang dikutip oleh Media Online Bimantika.
Dalam Uraiannya, Habib Rizieq mengemukakannya sesuai dengan salah satu hadits yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim dan juga sesuai dengan firman Allah SWT yang tertulis dalam QS Al-Baqarah ayat 185.
Yang artinya Allah menghendaki kalian kemudahan dan tidak menghendaki kesulitan.
“Agama Islam itu Sangat Mudah dipahami, sangat mudah dicerna, sangat mudah diterima, dan sangat mudah untuk diamalkan, tidak memberatkan Umatnta,” jelas Habib Riziek di hadapan para jamaah.
Habib Rizieq pun menyampaikan kemudahan tersebut itulah yang kemudian dibawa oleh Baginda Rasulullah SAW untuk segenap umatnya.
Habib Rizieq memberikan contoh bahwa Sholat 5 waktu sudah mudah dilaksanakan.
“coba kalau diberikan 50 kali sebagaimana pertama kali diperintahkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW?” kata Habib
Menurut Habib Rizieq bahwa Perintah untuk melakukan ibadah puasa juga hal yang mudah dilaksanakan oleh Umat Nabi Muhammad SAW.
“Ibadah Puasa itu sangat mudah dilaksanakan sebab diawali dengan bersantap sahur dan disunnahkan untuk segera berbuka saat waktunya tiba” ungkap Habib Rizieq.
Habib Rizieq dalam dakwahnya di Kanal Youtube tersebut membandingkan dengan Umat terdahulu.
“Jika dibandingkan umat terdahulu, kemudahan Islam yang dibawa oleh Baginda Rasulullah SAW juga terlihat dalam pemberlakuan syariat” demikian ujarnya.
Habib Rizieq memberi contoh dengan syariat yang diberlakukan kepada umat terdahulu, jika pakaian terkena najis maka harus dipotong atau dibuang.
“Sementara umat Nabi Muhammad SAW, najis besar sekalipun tetap bisa dibersihkan dan diberikan caranya,” terang Habib.
Contoh lain tentang syariat yang memudahkan bagi umat Nabi Muhammad SAW adalah bagaimana melakukan pertaubatan.
“Umat terdahulu, kalau punya dosa besar taubatnya itu bunuh diri, perintah Allah untuk membunuh dirinya sebagai tanda bertaubat,” terang Habib.
Sementara bagi umat Baginda Rasulullah SAW, pertobatan dilakukan dengan cara beristiqfar, menyesali perbuatan dan bertekad tidak mengulangi.
“Tapi umat nabi Muhammad SAW, sebesar apapun dosa yang dibuat, bunuh diri bukan jalan keluar,” tambahnya. (//***//Sumber: Youtube Qolbu Aswaja)

