Gabungan LSM Desak Direktur Perumda Bima Aneka Mundur dan Ditangkap

Bimantika.net hari ini Kamis 23 September 2021 sejumlah Tokoh Muda yang tergabung dalam Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) melakukan aksi pressure terhadap Perusahan Umum Daerah (Perumda) Bima Aneka Kota Bima.

Akbar, S. Ikom salah seorang Direktur LSM menyebutkan bahwa dirinya bersama gabungan LSM lainnya melakukan pressure pada Pihak Direktur Perumda Bima Aneka untuk mundur dari jabatannya karena dinilai gagal menjadikan perusahaan daerah yang sehat dan mandiri dalam bidang usahanya.

“Segera saudara Rangga mundur dari Direktur Perumda Bima Aneka karena anda tidak layak menjadi direktur Perumda dan sudah gagal menjalankan bisnis Perumda” ungkap Akbar.

Liputan langsung wartawan media Online Bimantika bahwa Aksi Demontrasi yang langsung di kantor Perumda Bima Aneka itu dikawal oleh puluhan aparat Kepolsian dari Polres Bima Kota.

Sepanjang Aksi tidak melakukan anarkis, hanya sedikit bersitegang antara pendemo dengan aparat kepolisian disaat para pendemo ingin lakukan penyegelan kantor Perumda.

Namun berkat kesigapan secara persuasif pihak pendemo hanya melakukan orasi bebas di depan kantor Perumda Bima Aneka dan mereka tidak bisa menemui Direktur Perumda yang sedang tidak ada di kantor.

Organ yang melalukan gerakan hasil pantauan media Bimantika adalah Gabungan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) antara lain LSM LPPK NTB, LP-KPK BIMA NTB , BIMPAR NTB..

Dalam orasi yang bergantian para LSM jelas dan terang benderang bahwa ada sejumlah kejanggalan yang dilakukan oleh pihak Perumda Bima Aneka sehingga mereka pun lakukan pressur.

Tuntutan Gabungan LSM itu antara lain ; Pecat Direktur Perumda “Aneka” Kota bima, Secara Tidak Hormat karena Indikasi Kuat Melakukan Penyalahgunaan Penyertaan modal sebesar 2 Miliar.

Tuntutan lainnya adalah Segera Tangkap dan Adili Direktur Perumda Bima Aneka Kota Bima untuk mempertanggung jawabkan Atas Pengelolaan Penyertaan Moda sebesar 2 miliar

Dalam orasi nya juga, Massa Aksi mengemukakan bahwa akan melakukan gerakan pressure yang secara terus menerus jika tuntutan mereka tidak diindahkan.

“Jika tuntutan kami tidak Diindahkan maka kami terus melakukan Aksi Tampa Spasi” ujar Akbar. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *