Bimantika.net India kembali di guncang oleh konflik sosial terkait ramainya isu kebencian terhadap salah satu agama.
Bahkan ada seruan melakukan genosida umat muslim di sana oleh kelompok ekstrimis Hindu.
Pada saat yang sama upaya pemerintah masih minim untuk mencegah hal ini.
Seruan genosida umat muslim terjadi pada satu konferensi di India bulan Desember lalu. Dimana ekstrimis Hindu menggunakan pakaian khas keagamaan menyerukan untuk membunuh muslim dan ‘melindungi’ negaranya.
Namun kata-kata dan seruannya untuk melakukan kekerasan disambut oleh pemimpin agama, disambut dengan tepuk tangan meriah dari banyak penonton, dalam video itu. Meski respon hampir seluruh warga di India marah besar karena seruan itu.
Sebulan berlalu, juga banyak warga yang marah dengan seruan itu, bahkan banyak yang melihat pemerintah kurang menanggapi atau melakukan aksi penangkapan atas seruan itu. Padahal seruan itu memperburuk iklim hubungan umat islam di negara itu.
Atas tindakan Dzolim yang sedang di rasakan oleh Umat Islam India, Membuat para Umat Muslim se Dunia bergerak hati sanubarinya untuk melakukan gerakan Solidaritas.
Liputan langsung Media Online Bimantika bahwa Rabu 2 Maret 2022, Sejumlah Massa Aksi Solidaritas turun jalan di Kota Bima menggelar Aksi Solidaritas untuk Umat Muslim India.
Sebut saja Forum Umat Islam (FUI) Kota Bima dan sejumlah Ormas Islam lainnya mengelar aksi solidaritas untuk Umat Islam India.
“Kami FUI Kota Bima dan sejumlah ormas Islam di Bima NTB bersatu untuk Muslim India yang di tindas dan di Dzolimi” ungkap salah seorang orator.
Masa Aksi juga menyuarakan aspirasi nya agar Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo segera mencopot Mentri Agama Republik Indonesia Yakut Cholil yang dinilai oleh FUI Kota Bima melakukan Penistaan terhadap Agama Islam.
“Segera Presiden Joko Widodo copot dan Proses secara hukum Mentri Agama yang menyamakan suara adzan dengan gonggongan Anjing” ungkap Masa Aksi.
Aksi Berlangsung aman damai dan terkendali sesuai dengan judul Aksi Damai. (***)

