Bimantika.net -Mengutip situs resmi Nahdlatul Ulama (NU), puasa 1 Muharram atau puasa awal tahun Islam merujuk pada hadis yang menganjurkan umat Islam berpuasa di hari-hari bulan Muharram.
مَنْ صَامَ يَوْمًا مِنَ الْمُحَرَّمِ فَلَهُ بِكُلِّ يَوْمٍ ثَلَاثُونَ يَوْمًا. رواه الطبراني في المعجم الصغير. وفي الكبير: ثَلَاثُونَ حَسَنَةً
Artinya: Orang yang berpuasa sehari dari bulan Muharram, maka dengan puasa per harinya ia mendapatkan (pahala puasa) 30 hari. (HR At-Thabarani dalam Al-Mu’jamus Saghir).
Puasa Muharram hukumnya sunah. Bahkan lebih utama dari puasa Sya’ban. Nabi Muhammad SAW bersabda:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللهِ الْمُحَرَّمُ، وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعدَ الفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ. (رواه مسلم)
Artinya: Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, ia berkata: ‘Rasulullah saw bersabda: ‘Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, Muharram, dan shalat yang paling utama setelah shalat fardu adalah shalat malam.” (HR Muslim).
Imam an-Nawawi menjelaskan hadis shahih di atas merupakan dalil sharih atau sangat jelas yang menunjukkan kesimpulan hukum bahwa bulan yang paling utama untuk berpuasa setelah Ramadhan adalah Muharram.
Dari hadis itu diketahui, semakin banyak berpuasa di bulan Muharram maka semakin baik. Bahkan muslim boleh puasa sepanjang Muharram apabila tidak memberatkan.
Kemudian berdasarkan hadis dan penjelasan ulama, 10 hari pertama Muharram dan tanggal 11 Muharram merupakan hari-hari yang lebih utama untuk berpuasa.
Dalam kalender Hijriah yang diterbitkan Kementerian Agama RI, tanggal 1 Muharram 1445 Hijriah jatuh pada hari Rabu, 19 Juli 2023.
Kemudian beberapa waktu lalu, pemerintah juga menetapkan awal bulan Zulhijah 1444 H pada 20 Juni 2023. Maka dari itu, Tahun Baru Islam 2023 atau 1 Muharram 1445 H jatuh pada Rabu, 19 Juli 2023.
Niat Puasa 1 Muharram
Bacaan Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ الْمُحَرَّمِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Bacaan Latin:
Nawaitu shaumal Muharrami lilahi ta’ala.
Artinya:
Saya niat puasa Muharram karena Allah ta’ala.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ
Artinya: “Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah (puasa) di bulan Allah (bulan) Muharram, dan sholat yang paling utama setelah sholat wajib (lima waktu) adalah sholat malam.“
Puasa di bulan Muharram sangatlah dianjurkan. Sebab, Muharram merupakan salah satu bulan mulia yang disebut dalam Al-Qur’an sebagai Asyhurul Hurum bersama Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Rajab.
Disebut bulan Muharram, karena Allah ﷻ mengharamkan peperangan dan konflik di bulan ini. Selain itu, bulan ini juga termasuk salah satu dari bulan-bulan yang mulia, yaitu Muharram, Dzulhijjah, Dzulqa’dah, dan Rajab. Sebagaimana firman Allah dalam surat at-Taubah:36:
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ
Artinya: “Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu (lauhul mahfudz). Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram.” (QS At-Taubah: 36). (***//Berbagai Sumber)

