Bimantika.net-
“Lama saya merenung untuk mengemukakan secara terbuka apa keberhasilan bupati Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE (IDP, red) dalam membangun Bima sehingga Layak untuk melanjutkan 2 periode” Demikian kalimat awal yang dilontarkan oleh DR. Ikhwan, SE, MM, M.Si saat memulai pembicaraan dengan Wartawan Bimantika.net pada hari rabu (31/7/2019) melalui saluran telepon selulernya.
Dosen muda kelahiran Desa Ngali Kecamatan Belo Kabupaten Bima ini mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk
Melihat secara jernih dengan akal sehat kalau memang kita semua memilki Nasionalime kedaerahan yang kuat.
“Berpikirlah dengan idealisme bukan sebaliknya hanya menjual omongan untuk sekedar mendapatkan uang recehan sehingga menjadi penjilat kiri kanan untuk menyuarahkan kepalsuan, Berfikir dan merenunglah supaya terbuka hati nurani anda untuk tidak mengatasnamakaan Rakyat masih menginginkan IDP kembali memimpin Bima” ajaknya.
Lanjut Dosen Yg juga Wakil Rektor Universitas Attahiriyah Jakarta ini bahwa kita
Harus objektif dan apa adanya kita memberikan penilaian apa benefit ( kemanfaatan) yang di dapatkan masyarakat selama kepemimpinan IDP selama 3,5 Tahun ini,
“saya akan mengemukakan satu persatu ukuran dari keberhasilan Bupati sehingga dengan alasan inilah KITA Ambil Sikap Menolak kepemimpinan IDP pada periode berikutnya” demikian ungkap Doktor Ikhwan sembari mengungkapkan puluhan pointer kegagalan Bupati IDP dalam membangun Kabupaten Bima. Dan diantara pointer itu adalah :
1). Tanyakan secara jujur dimanakah keberpihakan Bupati dalam membantu mencarikan solusi Turunya Harga Bawang?
2). Apa tanggung jawab Bupati dalam membantu masyarakat yang tidak mampu Berobat atau tidak punya biaya membayar Rumah sakit? apakah Rakyat dibiarkan mati tidak mampu membayar obat mahal
3). Coba kita bandingkan Bentuk ruma sakit dompu dengan Bima termasuk kelengkapan dan kelayakan sarana dan prasarana RS? Kalau kita datang berobat ke RS Bima bukan kita sehat tapi malahan sakit jauh sekali standar kelayakan RS umum untuk ukuran perawatan pasien?
4) Rendahnya kualitas pendidikan dan akses pemerataan kesempatan pendidikan SD, SMP dan SMA di bima? Apakah bupati berpihak kepada masyarakat miskin untuk mendapatkan pendidikan gratis masyarakat miskin? Adakah beasiswa yang diterima untuk Pendidkan Tinggi?
5). Saya perhatikan dipelosok desa masih banyak masyarakat Miskin, Apakah program pemerintah untuk mengatasi kemiskinan ini? Lalu angka yang disajikan BPS Kab Bima menurun itu apa ukurannya?
6). Apa tanggungjawab bupati untuk mengurangi angka kriminalitas di pedesaan itu? Dimanakah bentul kerjasama Aparat dengan Bupati?
7). Tanyalah masyarakat apakah mereka merasan aman dan nyaman hidup dimasyarakat? Pencuri selalu mengintai setiap saat?
8)Apakah petani gembira dengan kenaikan ongkos produksi ( obat- obatan, pupuk dll) dengan harga menyedihkan dan pembeli selalu memonopoli pasar?
Petani tetap menggarap pertanian dengan cara tradisional karena tidak ada teknologi dan penyuluhan yang memadai akhirnya banyak petani yang sakit seminggu masuk RS meninggal karena mereka menggunakan bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan? saya sedih usia petani saat ini sangat jarang melebihi 80 tahun karena kondisi kesehatan yang tidak terjaga ?
10). Bupati itu bukan hanya duduk dimeja tapi selaku pejabat daerah harus sering turun ke pelosok- pelosok dan dusun- dusun melihat dan berdialog dengan Rakyat?
12). Apakah program bupati untuk mensejahterakan Penambang garam? Adakah proses prodiksi bernilai tambah?
13). Apakah Bupati lihat perilaku kepala desa yang menyalahgunakan dana Desa dan yang jauh lebih buruk Aparat desa memungut biaya tambahan untuk sertifikasi tanah mereka, padahal ini Program nasional secara gratis?
14). Apakah bentuk perlindungan Bupati kepada desa – desa yang rentan kebakaran?
16). Apa program Bupati untuk mengatasi banjir dindesa karena dangkal dan sempitnya sungai- sungai? Banjir sering melanda desa akan merusak infrastruktur jembatan dan jalan dan gagal panen?
15). Apakah Bupati Memiliki Road map dan program dalam menata kawasan pesisir untuk kesejahteraan nelayan?
16). Apakah ada inovasi bupati untuk menaikan potensi Penerimaan Daeran ( PAD) setiap tahun hang nilainya sama dengan Pendapat 1 kelurahan di DKI jakarta?
19). Apakah upaya dan program bupati dalam menarik investasi di BIma?
20). Apa bentuk inovasi bupati dalam memperbaiki pelayanan kepada wisatawan yang berkunjung ke Bima? Datangalah ke Bandara salahuddin betapa buruk nya kualitas pelayanan kepada para turis mancanegara ?
21). Dimanakah letak kemampuan managerial bupati mengkosolodasi kinerja dinas – dinas? adakah bentuk Punishment dan Reward?
22). Apakah bentuk tanggungjawab bupati menciptakan lapangan kerja baru bagi Anak muda yang mengganggur di desa itu?
23). Apakah program bupati dalam memberikan insentif kinerja kepada guru- guru Honorer yang gajinya antara 300- 500 ribu perbulan?
“Dari puluhan pointer itu Lalu Apa Benefitnya atau manfaatnya untuk Rakyat sebagai bentuk tanggungjawab bupati sebagai kepala Daerah” Demikian Ujar Doktor Ikhwan menutup pembicaraannya. (Tim/bn)

