Dosen STT Bima : Soal Laut Wadumbolo Fenomena Alam “Upwelling”

Bimantika.net Hari ini Rabu 27 April 2022 warga Kota Bima khususnya areal PT. Pertamina Bima di kagetkan dengan adanya tumpahan minyak di pinggir laut di seputaran laut depan kantor PT. Pertamina Bima.

Ada banyak pihak dari kalangan masyarakat menilai bahwa itu adalah tumpahan minyak dan solar maupun limbah PT. Pertamina.

Namun pandangan dan analisa kebanyakan yang melihat secara langsung kejadiannya terbantahkan oleh teori tentang Fenomena Alam.

Dosen Lingkungan Hidup STT Bima, A. Haris Dinata, M. Si menyebutkan bahwa itu adalah fenomena alam.

“Saya sudah langsung melihat dan menelaah Secara fisik tidak berminyak, tidak berbau minyak, tidak ada bercak-bercak minyak” ungkap Haris Dinata.

Haris Dinata yang juga Alumni Perencanaan Lingkungan Hidup Universitas Indonesia ini dengan melihat dan menelaah secara langsung adanya fenomena alam itu.

Ia menyebutkan bahwa
Di laut, dikenal adanya fenomena upwelling. Upwelling merupakan naiknya massa air di lapisan bawah (thermocline) ke permukaan.

Naiknya massa air dikarenakan adanya angin yang bergerak di atas perairan sehingga angin ini akan mendorong massa air di permukaan.

Semakin terdorongnya massa air di permukaan ini maka akan terjadi kekosongan sehingga kekosongan ini lah yang kemudian diisi oleh massa air yang berada di lapisan bawahnya.

Masih menurut Haris Dinata bahwa Oleh karena itu, ketika terjadinya upwelling dan lapisan thermocline naik, maka karakteristik perairan di permukaan pun akan berubah.

Masih menurut Haris Dinata Bahwa pasca Banjir bandang Kota Bima 2016 silam, seluruh material gunung dan sedimdentasi masuk semua ke teluk Bima. Dan ini adalah pemicu akan fenomena alam tersebut.

“Jika pada umumnya karakteristik perairan di permukaan memiliki suhu yang hangat, maka saat terjadi upwelling suhu permukaan laut akan lebih dingin (turun sekitar 2o C di daerah tropis) dari biasanya, salinitas juga bisa mencapai 34 ppt, perairan permukaan juga akan kaya dengan nutrien serta plankton-plankton” demikian ujar Hariss.

Haris menutup wawancaranya dengan menyebut bahwa Keberadaan plankton yang banyak ini juga menjadi faktor akan banyaknya ikan yang nantinya berkumpul di perairan ini. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *