Bimantika.net Dinas Kesehatan Kabupaten Bima menggelar kegiatan Orientasi tes dan pengobatan HIV Aids dan PIMS di Hotel Mutmainnah Kota Bima.
Kegiatan akan berlangsung mulai hari ini 9 September hingga 11 September dengan menghadirkan nara sumber yang ahli di bidangnya.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bima, Afifuddin, SE, MM saat membuka kegiatan secara resmi berharap pada seluruh peserta pelatihan untuk bersungguh dalam mengikuti pelatihan tersebut.
“Perlunya bersungguh-sungguh Karena ini akan menambah wawasan dan pengetahuan dan setelah selesai kegiatan ini agar bisa menangani pasien HIV dgn baik serta menghilangkan stigma tidak baik di tengah-tengah masyarakat” demikian ungkap Afifuddin.
Pantauan langsung media Bimantika di arena kegiatan menunjukkan bahwa Tim fasilitator propinsi NTB sebanyak 6 orang ,yg terdiri dari Dokter, Perawat, bidan, Farmasi, Laboratorium dan RR(recording dan reporting).
Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Propinsi NTB, Badarudin, S. Kep, Ners, MM menyampaikan materi dalam kegiatan itu sangat lengkap dan komprehensif.
Berikut penyampaian materi oleh Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Propinsi NTB Badarudin, S. Kep, Ners, MM bahwa Program pengendalian HIV/AIDS bertujuan utama untuk menghentikan epidemi AIDS di Indonesia pada tahun 2030, dengan tujuan khusus (`three zeros’) untuk (a) menurunkan hingga meniadakan infeksi HIV baru; (b) menurunkan hingga meniadakan kematian yang disebabkan oleh keadaan yang berkaitan dengan AIDS; dan (c) meniadakan diskriminasi terhadap ODHA.

Untuk mencapai tujuan diterapkan target 90-90-90 yaitu menemukan 90% dari perkiraan Odha yang ada melalui tes HIV, mengobati 90% Odha yang ditemukan dan memastikan 90% dari Odha yang diobati mengalami supresi virus (tidak terdeteksi dengan pemeriksaan `viral load’)
pada tahun 2027 dan target pada tahun 2030 yaitu 95 — 95 — 95 untuk menyatakan akhir AIDS. Penemuan kasus di proSampai dengan bulan Desember tahun 2020, ODHA yang mengetahui status dan masih hidup mencapai 58%, ODHA yang masih dalam pengobatan ARV sebesar 26% dan ODHA yang on ARV, virusnya tersupresi baru mencapai 5%. Oleh karena itu diperlukan langkah percepatan perluasan layanan dan bagaimana membangun jejaring untuk tes dan pengobatan pada tempat yang sama termasuk membangun jejaring untuk menunjang pemeriksaan Viral load pada ODHA.
Di Provinsi NTB Kasus kumulatif HIV sampai dengan tahun 2020 sebanyak 1075 dan Komulatif AIDS sampai dengan Tahun 2020 sebanyak 1167 orang. ODHA yang telah mengetahui statusnya sebesar 2.178 orang dari target estimasi ODHA di NTB sebesar 5.972.
ODHA yang pernah memulai ART 1447 sedangkan yang masih on ART hanya 905 dari 1088 ODHA yang pernah memulai ART dan yang loss to follow up 183. ODHA yang on ARV virusnya tersupresi ada 7 orang dari 7 sampel yang di kirim untuk pemeriksaan Viral Load.
Hal ini dikarenakan jumlah akses layanan pengobatan yang sangat terbatas secara jumlah serta dengan klinik pengobatan yang tidak tersebar di semua kabupaten yang menimbulkan kesulitan dalam mengakses klinik pengobatan.
Terdapat kesenjangan antara ODHA yang ditemukan dengan yang mendapatkan ARV serta masih rendah ODHA yang masih minum ARV tapi setiap tahun belum mengetahui virusnya tersupresi. Pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan akses layanan ARV untuk menekan kesenjangan ODHA yang ditemukan,
ODHA yang mengetahui status namun belum akses ARV serta evaluasi untuk pengobatan ODHA.
Menemukan ODHA sedini mungkin dan kemudian memberikan akses kepada pengobatan ODHA yang telah ditemukan,
diharapkan dapat menurunkan angka infeksi baru HIV, menekan angka kematian yang disebabkan oleh AIDS karena keterlambatan temuan dan pengobatan ODHA tanpa adanya stigma dan diskriminasi.
Mendekatkan layanan tes dan pengobatan kepada masyarakat menjadi tujuan pemerintah untuk mengurangi angka kesakitan dan kematian termasuk untuk HIV AIDS dan PIMS. Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan memberikan dana dekonsentrasi kepada Provinsi untuk mempercepat proses pendekatan akses layanan kepada masyarakat.
Sehubungan hal tersebut kita akan melakukan orientasi Layanan Tes dan Pengobatan HIV AIDS dan PIMS di Provinsi Nusa Tenggara Barat, Layanan diharapkan dapat memberikan layanan tes dan pengobatan HIV AIDS dan P1MS kepada masyarakat yang memiliki risiko terinfeksi.
Tujuan kegiatan Memberikan Orientasi kepada Layanan yang ada di Provinsi NTB, Menguatkan Sistim layanan Kesehatan dengan adanya petugas yang sudah dilatih dan Meningkatkan kapasitas SDM di Prov.NTB
Diharapkan
Tersedia tim HIV AIDS dan PIMS yang memiliki kompetensi dalam memberikan peIayanan tes dan pengobatan HIV dan PIMS pada Masyarakat, tersedianya Layanan Tes dan Pengobatan HIV AIDS dan PIMS sehingga pasien yang di temukan bisa langsung mendapatkan pengobatan.
PESERTA
Peserta Orientasi test dan treat layanan HIV AIDS dan PIMS: bekerja di Layanan HIV AIDS dan PIMS minimal 2 tahun, Bersedia Tidak di pindah tugaskan minimal 3 tahun setelah mengikuti orientasi Tes dan Pengobatan HIV AIDS dan PIMS, peserta memiliki profesi sebagai dokter, perawat,bidan, petugas farmasi, Petugas laboratorium dan petugas RR di tempat layanan HIV AIDS dan PIMS. (***)

