Dari Aktivis, Pengusaha, DPR RI Hingga Mengabdi Jadi Walikota Bima

Bimantika.net Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) sosok dan figur Walikota Terbaik se Nusantara dilihat dari track recordnya sebagai Mantan Aktivis Mahasiswa Pergerakan .

Kakek dan Neneknya Keluarga Besar ulama di Kelurahan Rontu Kecamatan Raba Kota Bima menjadikan sosok HML besar di tengah religiusitas keturunannya.

HML banyak menghabiskan waktu kecil dan remajanya di Rantauan, namun kekentalan darah Bima nya menjadikan dirinya Kembali Mengabdi untuk Kampung Halamannya walau di Tahun 2018 lalu posisinya sebagi Anggota DPR RI Dua Periode, dan tentu hidup nyaman di Pusat Kekuasaan Negara.

HML lahir di Bima 15 Agustus 1971, Meski lahir di Bima, ia besar dan menempuh masa pendidikannya di ibukota Jakarta sejak SD hingga Mahasiswa.

HML sekolah SD Rawa Badak 03 Pagi Jakarta Utara, tamat tahun 1985. SMPN 30 Jakarta Utara, tamat tahun 1987, SMA Pergunas, tamat tahun 1991.

HML menempuh pendidikan tinggi di Akademi Bank Indonesia tahun 1992-1995.

Ia pun menempuh program extension Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia tahun 1996 – 1999.

Terakhir, di STIE Yayasan Administrasi Indonesia, Jakarta pada tahun 2000 – 2008.

HML sejak Masa Mudanta tekuni dunia usaha dan kegiatan sosial kemasyarakatan.

Berbagai organisasi ditekuninya, salah satunya AMPI dimana ia menjadi anggota selama periode 2005 hingga 2010.

Masa-masa mahasiswanya, HML menekuni organisasi intra dan ekstra Kampus dan hingga puncaknya menduduki Jabatan Ketua Komisariat PMII Aba Abi pada tahun 1994.

Latar belakang keluarga yang agamais mendorongnya ikut serta dalam ormas Islam. Ia adalah tokoh kepemudaan berbasis Nadlatul Ulama.

Pada tahun 2012 HML tergabung dalam PP GP Ansor, serta menjadi Sekretaris Badan Wakaf PBNU selama tahun 2010 hingga 2015.

HML bergabung dengan partai Golkar dan menjadi anggota DPP Partai Golkar sejak tahun 2003 hingga sekarang.

Jejak karirnya dalam dunia usaha cukup panjang. Pada tahun 1999 ia telah menjadi Pimpinan Perusahaan Opini Indonesia (Pers), posisi yang dipegangnya hingga tahun 2008. Tahun 2002 hingga 2004 ia menjadi Direktur PT. Messindo Persada Lift.

Pada periode yang sama, ia pun menjabat sebagai Komisaris PT. Rahma Timador, posisi yang dijabatnya hingga tahun 2008.

Pada saat yang nyaris bersamaan, yakni tahun 2007 hingga 2008, ia menjadi Komisaris PT. Wisata Hiburia.

HML selalu belajar dalam kegagalan dan menjadikan Kegagalan adalah Kesuksesan Yang Tertunda.

Tahun 2004 Caleg DPR RI melalui Partai Golkar, saat itu Gagal, dan kegagalan itulah menjdikan dirinya lakukan evaluasi total hingga menang di Pemilu 2009 dan menjadi anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar selama periode 2009 – 2014 mewakili Dapil Nusa Tenggara Barat. Ia terpilih kembali menjadi Anggota DPR-RI periode 2014-2019 dari Partai Golongan Karya setelah memperoleh 59.704 suara.

Prestasi besar disaat DPR RI, H. Muhammad Lutfi, SE, duduk di Komisi VIII yang membidangi agama, sosial, penanggulangan bencana, KPAI, Baznas dan pemberdayaan perempuan.

Kiprahnya di Senayan sangat bermanfaat bagi daerah NTB antara lain:

Mendorong embarkasi NTB menjadi embarkasi penuh pada tahun 2012;
Mendorong divestasi saham PT. Newmont untuk dimiliki oleh nasional dengan porsi kepemilikan 51%.

Pada Pilkada serentak tahun 2018, HML mencalonkan diri dan terpilih sebagai Walikota Bima. Ia bersama pasangannya yakni Wakil Walikota Feri Sofiyan, SH, dilantik oleh Gubernur NTB sebagai Walikota dan Wakil Walikota pada tanggal 26 September 2018 di Mataram.

Diakuinya, masih banyak pekerjaan besar yang harus dilaksanakan di masa-masa yang akan datang.

“Tiada usaha, kekuatan, dan daya upaya selain dengan kehendak Allah. Segala potensi yang dianugerahkan Allah kepada kita harus kita manfaatkan sepenuhnya. Saya mengajak kita semua untuk tetap bekerja keras, memanfaatkan segala kesempatan yang ada, untuk membangun Kota Bima”, demikian tekadnya.(***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *