Lagi, Bupati IDP Gelar ‘Trauma Healing’ di Pela

Bimantika.net Agenda Trauma Healing, Bupati Bima, Hj Indah Dhamayanti Putri SE, kembali dilakukan di Desa Pela, Kecamatan Monta, Jumat 9 April 2021.

Selain menyemangati dan menghibur ratusan anak-anak sekolah, Bupati Umi Dinda, pagi hari Jumat itu, juga menyerahkan ratusan bingkisan tanggap darurat, bagi warga terdampak. Kegiatan dipusatkan di Lapangan olah raga Desa Pela.

Bupati Umi Dinda, mengatakan, Desa Pela, yang pertama kali menerima luapan air banjir. Oleh karena itu, kita harus memastikan anak-anak dapat menkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi. Sehingga bisa berakftivitas dan dijauhkan dari beban fikiran yang macam-macam. Anak-anak harus bisa menerima pelajaran dengan baik.

‘’Terima kasih. Kita sudah bisa bertemu, bertatap muka dengan seluruh anak-anak, ibu guru dan keluarga yang ada di Desa Pela, korban bencana banjir. Mohon maaf, tidak bisa sering menyambangi keluarga di Desa Pela. Karena kita berkeliling juga, untuk memberikan semangat yang sama bagi masyarakat yang ada di desa-desa yang lain,’’kata Bupati Umi Dinda.

Selain menyemangati anak-anak sekolah, Bupati Bima dua periode ini juga bertemu dengan orang tua murid dan warga korban banjir.

Didampingi Camat Monta Drs. Nurdin, anggota Dewan dari Partai Golkar, asisten Setda dan sejumlah pejabat di lingkup Pemkab Bima, Bupati Bima mengatakan, berterima kasih dapat bersama Bank BRI Bima, untuk memberikan bantuan sembako bagi keluarga terdampak banjir.

Bupati mengaku, sehari setelah banjir, sudah datang di RT 09 bersama Gubernur NTB, meninjau langsung keluarga yang kena musibah.

‘’Saya berharap keluarga di Pela bersabar menghadapi musibah banjir. Tidak saling menyalahkan. Ini adalah ujian, dan kalau kita sabar melaluinya, maka Allah akan meninggikan derajat kita,’’ujar Bupati.

Kepada Kades Pela, Ketua RT, RW, Kadus dan para relawan, Bupati berharap, dapat membagikan ratusan bingkisan secara merata. Sehingga beban keluarga yang berduka dapat berkurang.

Data yang diperoleh sedikitnya 137 KK, di Desa Pela ikut jadi korban saat banjir bandang beberapa hari lalu. Mereka kebanyak berada pada wilayah pemukiman. Selain itu, ratusan hektar lahan pertanian dan ratusan ekor ternak warga ikut jadi korban. (****)

Tim Gabungan Pendirian IAIN Bima Rakor Terakhir Untuk 10 Borang Prodi Dan Institusi

Bimantika.net Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) melalui Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) telah selesai melakukan telaahan akhir dokumen borang institusi dan program studi pendirian Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bima Nusa Tenggara Barat pada hari Senin sampai Rabu, (05-07/04/2021) di Tulungagung, Jawa Timur.

Kegiatan ini telah menghasilkan dokumen borang pendirian IAIN Bima yang memenuhi syarat untuk diajukan melalui aplikasi pendirian Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI).

“Pada rapat gabungan tim pendirian tersebut telah disepakati dan menyelesaikan hal-hal yang substantif, sehingga borang pendirian IAIN Bima sangat layak untuk disubmit di aplikasi,” ujar Direktur Diktis Suyitno saat memberikan pengarahan dan membuka kegiatan yang juga dihadiri oleh Komite dari Kota Bima Nusa Tenggara Barat (NTB).

Selanjutnya, Ketua Komite Pendirian IAIN Bima Prof. Dr. H. Muhammad, M.Pd., M.S. yang hadir pada rapat koordinasi tersebut menyatakan bahwa semua peserta rapat menyisir dan memberikan masukan terhadap semua komponen borang untuk kemudian memberikan masukan-masukan perbaikan akhir sehingga ke 10 borang pendirian IAIN Bima sangat layak untuk disubmit.

Pada rapat tersebut hadir, staf khusus Menteri Agama, Direktur Diktis, beberapa Kasubdit, Kabag, Kasi, dan Staf di Direktorat Diktis, Prof. Dr. H. Ahmad Thib Raya, M.A selaku ketua Dewan Penyantun sekaligus sebagai asesor senior Perguruan Tinggi, Sekda Kota Bima Drs. H. Mukhtar, MH, Prof. Dr. Muhammad, M.Pd., M.S. selaku ketua Komite Pendirian IAIN Bima, Dr. Bahtiar, M.Pd. Si. selaku Sekretaris Komite, Dr. Yudin Citriadin selaku wakil sekretaris Komite, dan beberapa orang asesor Perguruan Tinggi.

Setelah mencermati kualitas 10 borang Pendirian IAIN Bima, Prof. Dr. H. Ahmad Thib Raya, M.A menyatakan bahwa Komite Pendirian IAIN Bima di bawah Pimpinan Prof. Dr. H. Muhammad, M.Pd., M.S. telah bekerja keras sehingga menyajikan profesionalitas akademik yang tinggi dalam pembuatan borang program studi dan institusi. Ini benar-benar kerja akademik yang sangat serius, lanjut Profesor asal Kecamatan Parado Kabupaten Bima tersebut.

Atas nama walikota Bima, Sekda Kota Bima Drs. H. Mukhtar, MH yang juga mengambil bagian secara aktif dalam rapat tersebut menyampaikan apreasiasi yang sangat tinggi kepada Gus Menteri Agama dan seluruh jajarannya yang sangat serius dalam mewujudkan berdirinya IAIN Bima. (BMM//01)

Wakil Bupati Hadiri Safari Gemarikan Di Lariti

Bimantika.net Safari Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) tahun 2021, di gelar di Pantai Lariti, Kecamatan Lambu, Kamis 8 April 2021, pagi. Di hadiri Wakil Bupati Bima, Drs. H Dahlan HM Noer dan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bima, Hj Rostianti H Dahlan, juga sebagai Ketua Forum Peningkatan Kosumsi Ikan (Forikan).

Wakil Bupati mengatakan kegiatan Gemarikan ini penting dikembangkan, karena dapat meningkatkan kecerdasan. Terutama, melalui berbagai kegiatan promosi, safari makan ikan, pemberian makanan tambahan berbahan baku ikan pada anak sekolah. Serta lomba bakar ikan atau masak serba ikan.

‘’Saya harap Gemarikan ini dapat dikembangkan. Karena banyak daerah dengan tingkat konsumsi ikan masih rendah. Mengakibatkan terjadinya kasus gizi buruk (Stunting),’’ujar Wabup.

Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP RI, Erwin Dwiyana, dalam laporannya mengatakan, bahwa kekurangan gizi pada anak harus segera ditangani.

Salah satu penyebabnya ialah beberapa daerah masih ada yang kurang mengkonsumsi ikan. Oleh karena itu, pemerintah pusat dan daerah serta lembaga swasta lainnya, harus terus mengkampanyekan dan memasyarakatkan makan ikan, serta pangan bergizi untuk pencegahan terjadinya stunting.

Sementara itu, anggota DPR RI, H. Muhammad Syafrudin, ST, MT, mengatakan kegiatan Gemarikan tersebut secara tidak langsung diperuntukan bagi anak-anak usia dini.

Selain mengkampanyekan kesehatan, untuk orang banyak dengan mengkonsumsi ikan. Termasuk bagi para orang tua, harus memprioritaskan anaknya mengkonsumsi ikan.

Pada kegiatan tersebut dilakukan penyerahan paket Gemarikan secara simbolis oleh Wakil Bupati Bima dan Dirjen kepada perwakilan masyarakat.

Kegiatan Gemarikan ini, kerja sama anggota DPR-RI H. Syafrudin, ST.,MT dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB. Dihadiri Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP RI, Erwin Dwiyana, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB.

Camat Lambu, Camat Sape, Kaplosek Lambu, Kapolsek Sape, Danramil Lambu, Danramil Sape, Kepala UPT Kelautan dan Perikanan Kecamatan Lambu, dan Kepala UPT Kelautan dan Perikanan Kecamatan Sape. (****)

Pemkab Bima Lakukan Pemulihan Korban Banjir

Bimantika.net Pemerintah Kabupaten Bima menggelar rapat tim komando lapangan tanggap darurat, penanganan bencana Hidrometeorologi, banjir, tanah longsor dan angin puting beliung, di Aula Rapat Utama, Kantor Bupati, Godo-Woha, Kamis, 8 April 2021.

Pembentukan tim komando lapangan tanggap darurat ini, berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati Bima Nomor: 188.45/131 /06.23 Tahun 2021. Tentang penetapan status tanggap darurat penanganan bencana banjir bandang, tanah longsor dan angin puting beliung di wilayah Kabupaten Bima.

Turut hadir pada rapat tersebut, selain Sekretaris Daerah Drs. H Taufik HAK, M.Si, selaku Wakil Komandan Tim Komando, juga hadir, Dandim 1608/Bima, Letnan Kolonel Inf. Teuku Mustafa Kamal (Komandan Tim),
Kapolres Bima, (Wakil Komandan) Kalak BPBD (Wakil Komandan), Asisten Setda dan sejumlah OPD lingkup Pemkab Bima.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Bima, Sekda H. Taufik, mengatakan penanganan dan pemulihan korban dan lingkungan pasca banjir bandang tetap dilakukan. Yang perlu diperhatikan, setelah dilalukan evaluasi, setiap OPD dapat memberikan laporan tentang pelaksanaan tugas-tugas di lapangan.

Sekda berharap, Dandim 1608/Bima selaku Komandan Tim, dapat mengaktifkan pos komando, sebagai pusat pengendalian operasi (Pusdalops) tanggap darurat di tiap titik lokasi bencana.

Membuat rencana operasi mengorganisikan, melaksanakan dan mengendalikan operasi tanggap darurat bencana.

Menempatkan petugas perwakilan instansi/lembaga/organisasi terkait, dalam bidang yang relevan.

Memimpin rapat-rapat posko, untuk memerintahkan, mengkoordinasikan, mensinergikan dan mensinkronisasikan operasi bidang-bidang.

Kemudian terhadap BPBD Kabupaten Bima, Sekda meminta, dapat mencatat dengan baik, semua jenis bantuan yang sudah diterima. Di inventarisasi secara administrasi, agar jelas dan dapat dipertanggung jawabkan.

‘’Bantuan itu jelas datangnya dari mana. Contoh mie instan, obat-obatan dan lain-lain. Bila perlu buatkan buku penerimaan, supaya jelas,’’ujar Taufik.

Dijelaskan Sekda, semua pihak terkait dan juga masyarakat harus membantu menangani bencana yang dihadapi. Terutama ikut menjaga kelestarian hutan di kecamatan-kecamatan yang dinilai rawan banjir.

Sementara itu, Dandim 1608/Bima Letnan Kolonel Inf. Teuku Mustafa Kamal, mengatakan, akses dan penyampaian data ke publik harus jelas dan valid. Data terkait bencana saat –saat ini sangat dibutuhkan oleh media maupun publik.

Menurut Dandim, data yang masuk dapat di release oleh Humas maupun Dinaskominfo. Setiap hari, dapat melakukan rapat evaluasi terkait dengan kegiatan di lapangan. Agar terorganisir dengan baik. Kegiatan apa yang telah dilakukan temen-teman relawan.

Terkait dengan bantuan yang masuk, kata Tengku, di koordinir oleh BPBD.

‘’Harus dicatat dengan jelas. Berapa jumlah yang masuk, kapan masuknya, dari mana masuknya, dan siapa yang menerimanya. Kemudian disalurkan dengan baik. Sehingga dalam penerimaan bantuan itu bisa merata,’’ungkapnya.

Dandim Tengku berharapan bantuan yang disalurkan tepat sasaran, bagi masyarakat yang terdampak. Dan akan dibantu oleh Babinkamtikmas dan Babinsa di masing-masing Desa. (****)

Kades Rade Apresiasi Pada Kepedulian Bupati IDP

Bimantika.net Sejak Desa Rade Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima diterjang banjir ganas pada Jum’at Pekan lalu, sudah banyak para donatur dan dermawan yang sudah menyumbangkan sebahagian hartanya sehingga warga desa rade merasa terbantu oleh aksi kemanusiaan dari berbagai pihak tersebut.

Kepala Desa Rade, Atfah H. Tahir Fattah, S. PdI saat dikonfirmasi Media Cetak dan Online Kamis (8/4/2021) menyebutkan rasa terimakasinya yang sangat dalam tanpa kecuali pada semua pihak yang sudah sumbangkan tenaga, pikiran dan harta benda untuk warganya yang dilanda banjir ganas.

Kepada Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE (IDP), Atfah menyampaikan terimakasih nya yang sangat mendalam atas kepedulian Bupati IDP pada warga Desa Rade yang sudah sempatkan dirinya hadir dua kali pasca Banjir.

“Hari ini Kamis (8/4/) kami selaku Kepala Desa Rade menyampaikan terimakasih pada Bupati Umi Dinda yang sudah memberikan bantuan berupa 150 paket yang isinya sarung, deterjen, kurma, minyak goreng gula, susu” ungkap Kades Atfah.

Lanjut Kades Atfah atas nama pribadi dan selaku Pemerintah Desa Rade Ucapkan Terimakasih kepada bupati Bima sudah berkunjung dua kali untuk desa rade bersama buah tangan, air bersih 2 tengki dari BPBD, dinas sosial kabupaten juga yang ikut hadir.

“Dan saya sampaikan rasa terimakasih pula atas kebaikan hati dari bank mandiri 20 paket dengan isi yang sama bersamaan dengan rombongan bupati Bima” ujar Kades Atfah. (BMM//Zulfikar)

Bupati IDP Beri Bantuan Alat Tulis, Sembako dan Sarung Untuk Korban Banjir

Bimantika.net Bupati Bim Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE (IDP) hari ini Kamis (8/4/2021) menyambangi warga Korban Banjir di beberapa Desa di Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima.

Di Desa Rade Kecamatn Madapangga Bupati IDP menyemangati warga korban banjir sekaligus memberi motivasi pada anak-anak korban banjir dengan memberikan sejumlah bantuan yang mereka perlukan.

Bupati IDP dengan kepedulian sosialnya memberikan bantuan pada sejumlah anak-anak korban banjir ganas di Desa Rade Kecamatan Madapanga Kabupaten Bima berupa alat tulis, susu, dan makanan.

Disamping memberi bantuan alat tulis untuk anak-anak korban banjir, Bupati IDP pemilik wajar Anggun dan Cantik inipun serahkan bantuan Sembako dan sarung 150 buah

Bupati IDP berharap agar bantuan tersebut setidaknya mampu memenuhi kebutuhan mereka selama masa pemulihan pasca bencana banjir yang melindas di wilayah tersebut.

Bahasa ibu dipakai betul oleh Bupati IDP saat menemui puluhan anak anak di Desa Rade tersebut bahkan memberikan semangat bagi anak-ank korban Banjir.

“Untuk seluruh Anak-anak ku tetaplah gembira dan jangan bersedih, dengan bencana banjir ini Insya Allah masih banyak saudara kalian yang memberikan bantuan buat kalian semua, jangan lupa belajar yang rajin ya walau habis kena musibah banjir,” ujar Bupati Bima Dua Periode ini.

Dihadapan Warga Desa Rade, Bupati Pemilik paras Cantik ini berpesan untuk tidak larut dalam kesedihan, karna kalau orang tua nampak kan kesedihan otomatis anak-anaknya pun ikut merasakan kesedihan itu.

Pesan moral lainnya IDP berharap pada Warga, dengan musibah banjir yang melanda kita semua bisa mengambil hikmah dari bencana tersebut.

“Dengan bencana banjir ini mari kita ambil hikmahnya, dan tetaplah sabar dan tabah dalam menghadapai ujian yang datangnya dari Allah SWT” demikian pesan Moral Bupati IDP. (BMM//Zulfikar)

Tim Assesment Kemenkopolhukam RI
Kunjungi Bima

Bimantika.net Enam anggota assesment dari tim Desentralisasi dan Otonomi Daerah, Kemenkopolhukam RI, diterima Sekretaris Daerah, Drs H Taufik HAK, M.Si, di Aula Rapat Sekda (7/4)

Tim berada di Bima hanya sehari, dipimpin asisten Deputi Koordinasi Desentralisasi dan Otonomi Daerah, Drs. Syamsudin, M.Si. Tim Pimpinan Deputi tersebut, akan melakukan assesment terkait dengan Pengelolaan Dana APBD, Dana Desa dan Batas Wilayah Kabupaten Bima dengan wilayah tetangga.

Dihadapan tim assesment, Sekda Taufik memaparkan, bahwa total pendapatan anggaran, Pemerintah Kabupaten Bima pada tahun 2020 setelah perubahan, ditargetkan Rp. 1,77 triliun. Terealisasi sebesar Rp. 1,74 Triliun, atau mencapai 98,30 persen.

Total belanja daerah Tahun Anggaran 2020, setelah perubahan Rp. 1,81 triliun dan terealisasi sebesar Rp. 1,775 triliun atau mencapai 98,58 persen.

Dijelaskan Sekda, terkait penanganan Covid-19, Pemkab Bima telah mengeluarkan kebijakan yakni, Keputusan Bupati Bima, Tentang Status Tanggap Darurat Bencana non Alam Covid – 19. Dan Peraturan Bupati Nomor 37 Tahun 2020, tentang Penerapan Disiplin dan Penegakkan Hukum Protokol Kesehatan Covid-19.

‘’Kemudian dilakukan refocusing anggaran. Semula direncanakan sebesar Rp. 50 milyar. Dibahas di APBD perubahan menjadi sebesar Rp. 19 milyar. Akhirnya realisasi sebesar Rp. 15,9 milyar. Untuk penanganan kesehatan dan penyediaan Jaring Pengaman Sosial (JPS), yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan, BPBD, RSUD dan Dinas Sosial serta instansi terkait lainnya,’’ujar Sekda Bima.

Pemerintah Kabupaten Bima, kata Sekda, telah melaksanakan langkah-langkah teknis dalam penanganan Covid-19.

Terkai dengan penyelesaian sengketa batas daerah kabupaten Bima. Menurut Taufik, terdapat masalah dengan Kota Bima dan Kabupaten Dompu.

Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 33 tahun 2016, tentang Batas Daerah Kabupaten Bima dan Kota Bima, masih terdapat dua titik lokasi yang masih harus difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi.

Yaitu antara Desa Nipa, Kecamatan Ambalawi dengan Kelurahan Kolo, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Dan antara Desa Ntori, Kecamatan Wawo dengan Kelurahan Lampe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima.

Sedangkan, untuk penanganan batas wilayah dengan Kabupaten Dompu. Sesuai Permendagri Nomor 37 tahun 2016, tentang batas Daerah Kabupaten Bima dengan Kabupaten Dompu.

Masih terdapat satu titik lokasi yang harus difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi NTB. Yaitu antara Desa Madawau Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima dengan Desa Mangge Nae, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu.

Sementara itu, asisten Deputi, Drs. Syamsudim, M.si, menyampaikan, terkait batas wilayah masih menjadi persoalan. Terjadi tarik menarik di beberapa wilayah pemekaran di Indonesia.

‘’Dan merupakan salah satu sumber masalah di daerah,’’aku Syamsudin.

Dijelaskan Syamsudin, untuk pelaporan keuangan yang disampuikan oleh Pemerintah Daerah, masih ada daerah yang keliru menyampaikan laporan keuangan mereka, yang disampaikan kepada Dirjen Keuangan RI.

‘’Apa yang disampaikan telah diterima. Tim akan segera memetakkan masalah-masalah yang ada. Mudah-mudahan secepatnya bisa selesai,’’tambah Syamsudin. (tim)

Walikota HML Sebut Titik Fokus Pemkot Adalah Melayani Kebutuhan Arus Bawah

Bimantika.net Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kota Bima tahun Anggarab 2021 menyebutkan bahwa titik fokus Pemerintah Kota Bima adalah bagaimana menyikapi apa yang menjadi kehendak rakyat arus bawah secara utuh dan menyeluruh.

Musrenbang Tingkat Kota ini tentunya membahas penyusunan penggunaan anggaran tahun 2022.

Kegiatan ini dihadiri pula oleh Sekretaris Daerah Kota Bima, Assisten, Ketua DPRD Kota Bima, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kota Bima, Kepala OPD, Camat dan Lurah se-Kota Bima.

Saat Musrenbang, Walikota HML kemukakan 9 Skala prioritas pembangunan LPJMD dari sektor pendidikan, pembangunan, kesehatan, penanggulangan kemiskinan dan pengangguran, pariwisata, peningkatan ekonomi masyarakat reformasi informasi dan pelayanan publik, pemantapan perpu, penanggulangan bencana, budaya kearifan lokal berbasis milineal tertuang dalam LPJMD.

“Titik tolak dan titik beratnya kita berpaku pada 9 pokok, sehingga sasaran-sasaran di tahun pertama kita porsinya pada prioritas. Yang mana ini pun harus ada titik tumpu yang kita berikan sehingga tidak hanya serpihan-serpihan kecil tetapi ada sasaran prioritas yang bisa kita rasakan,“ terangnya.

Walikota HML tekankan bahwasannya Musrenbang yang partisipatif yang mengedepankan program pemerintah Kota Bima yang berbasis dari bawah.

“Musrenbang Harus Partisipatif sehingga titik fokus kita adalah melayani apa yang menjadi kehendak rakyat arus bawah. Itu lah perlunya Musrenbang yang partisipatif” Ungkap Walikota HML.

Terkait dengan urusan khusus Banjir di Kota Bima, Walikota HML pun perlu adanya edukasi secara kontinyu oleh Dinas terkait sehingga penanangananyapun tidak secara tiba tiba atau tiba masa tiba akal.

“Penanganan Banjir misalnya, tidak boleh tiba masa tiba akal, akan tetapi ada design yang luar biasa sehingga ada sinergitas pemerintah dan dukungan masyarakat serta kesadaran yang harus ditumbuhkan kembangkan secara bersama-sama” pesan Walikota HML.

Untuk diketahui bahwa sesungguhnya Kepala Bidang Pemantauan, Evaluasi dan Pengendalian Perencanaan Pembangunan (Evapol) Bappeda Provinsi NTB, Dr. Mahjulan, SP., MP menyampaikan tentang kebijakan dan prioritas pembangunan Provinsi untuk tahun 2022.

“Provinsi NTB telah melakukan perubahan terhadap RPJMD-nya serta Kota Bima juga sudah menyesuaikan revisi dokumen rencana jangka menengah pembangunan daerah periode 2019-2023,” jelasnya.

Ia juga memaparkan dalam RPJMD ada 13 pembangunan Provinsi NTB yang berkaitan dengan Kota Bima salah satunya yakni, pengembangan kawasan Bima sebagai kawasan ekonomi terpadu. Tidak dipungkiri bahwa Kota Bima sebagai sentra Bima Raya terutama dalam hal perniagaan.

“Kita berharap terus mengembangkan diri serta kreatif dengan apa yang menjadi daya dukung sumber dayanya,” tuturnya.

Terakhir Ia menyampaikan strategi yang dirancang oleh Pemerintah Provinsi NTB baik 2021 atau pun tahun selanjutnya yakni bertujuan untuk pembangunan, tangguh bencana, pendidikan pertanian, pariwisata, investasi dan industrialisasi.

“Untuk ketangguhan menghadapi resiko bencana, pembangunan konektivitas dan aksesibilitas wilayah, reformasi birokrasi, pengelolaan kesehatan untuk daya saing SDM. Selain itu, pengelolaan pendidikan untuk daya saing, lingkungan bersih dan berkelanjutan, pertanian/agribisnis dan investasi progresif, pariwisata andalan dan strategis, industrialisasi unggul serta meraih kehidupan yang madani,” tutupnya.(tim)

BPBD – ADRA Helat Pelatihan Kebencanaan

Bimantika.net Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima bekerjasama dengan Yayasan Adventist Development and Relief Agency (ADRA) Indonesia, melalui program Locally Led Disaster Preparedness and Protection (LLDPP) Project (Kepemimpinan Lokal Dalam Kesiapsiagaan dan Perlindungan Bencana), menggelar Pelatihan pemetaan Potensi bencana secara partisipatif (Training And Participatory Hazard Mapping).

Kegiatan ini terlaksana secara konsorsium dengan Muhammadiyah Disaster Management Centre (MDMC), Redr Indonesia, Pujiono Centre, Plan International Indonesia yang didukung penuh oleh European Commission Humanitarian AId (ECHO) Rabu, 7 April 2021 di Aula Kantor Bupati Bima.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bima Aries Munandar ST. MT selaku Wakil Komandan Tim Tanggap Darurat Bencana Hidro Metereologi Kabupaten Bima dalam pengantarnya dihadapan 25 orang peserta pelatihan mengatakan, sesuai arahan Bupati Bima, BPBD kabupaten Bima dengan didukung ADRA Indonesia, menginisiasi adanya pertemuan antara relawan penggiat kebencanaan, Unsur TNI, POLRI, SAR, BMKG, OPD teknis , TRC, Tagana, PMI, NGO, OPD teknis dan tim tanggap darurat bencana hidrometeorologi di kabupaten Bima.

“Pelatihan ditujukan untuk melakukan identifikasi sebaran relawan pada desa desa terdampak dan pemetaan pendistribusian relawan agar lebih berdampak dan saling bersinergi dalam efektivitas pelayanan kebencanaan di masyarakat”. Jelas Aries.

Pada Kesempatan tersebut Dandim 1608/Bima Letkol (Inf) Teuku Mustafa Kamal selaku Komandan Tim Tanggap Darurat Bencana Hidro Metereologi kabupaten Bima yang didampingi Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Muhammad Salahuddin – Bima Satria Topan Primadi. S.Si, Regency Coordinator ADRA Robert D. Saunoah, Kabid Penanganan Bencana dan Kebakaran BPBD Kabupaten Bima M. Gunawan dalam arahannya di hadapan 25 orang relawan mengatakan bahwa Posko harus segera diaktifkan. Evaluasi perlu dilakukan setiap hari unuk mengetahui apa yang sudah dan belum dikerjakan.

Dalam rapat Kamis (8/4/2021) perlu ada perwakilan dari OPD sehingga ada data kerugian dan data lainnya yang valid. Kepada para relawan, Dansatgas meminta agar mendata jumlah relawan dari semua organisasi untuk selanjutnya dibagi pada area yang sudah ditentukan termasuk apa tugasnya. Sehingga seluruh wilayah tercakup. Sebab jika tidak terorganisir dengan baik maka akan ada daerah yang tidak terjamah”. Terang Dandim.

Pada sesi diskusi yang dipandu Gunawan/Kabid Penanganan Bencana dan Kebakaran BPBD Kabupaten Bima tersebut, Regency Coordinator ADRA Robert D.Saunoah mengatakan, berdasarkan pengalaman selama ini, orang-orang yang hadir dalam satu kondisi bencana adalah orang yang mempertaruhkan segalanya dan bahkan meninggalkan keluarga yang berada di tempat lain dalam kondisi terancam untuk menjadi bagian dari perjuangan.

“Kita semua bersama-sama merespon situasi yang tidak diinginkan oleh kita sekalian dan ada dua orang fasilitator ADRA yang hadir untuk membantu bagaimana pemetaan kegiatan penanganan bencana di Kabupaten Bima bisa berjalan dengan baik dan terarah” . Terang Pria yang akrab disapa Robby ini.

Peserta selanjutnya diberikan pembekalan pengisian form aplikasi online pendataan bencana untuk memudahkan distribusi logistik dan penanganan dampak bencana oleh fasilitator Fasilitator ADRA Petrasa Wacana dan Sofyan (ADRA/Sangga Buana)

Patra menjelaskan, “Kaji cepat tanggap darurat bencana kabupaten Bima melalui aplikasi ini bertujuan untuk mengumpulkan data dan informasi bencana untuk memetakan dampak bencana yang terjadi dan memetakan semua sumberdaya dalam melakukan respon kemanusiaan, siapa melakukan apa dimana, kapan kepada siapa dan bagaimana untuk mengkoordinasikan kolaborasi kerjasama semua pihak pentahelix dalam penanggulangan bencana”. Tandasnya. (bmm//tim)

Pasca Banjir, Kades Tonda Galakkan Gotong Royong

Bimantika.net Respon terhadap kondisi lingkungan sekitar akibat dampak banjir terjadi pada jum’at 2 April 2021 lalu yang telah menimpa enam kecamatan di kabupaten bima,

Salah satunya desa tonda kecematan madapangga pun di terjang banjir terjadi yang memporak porandakan persawahan, saluran drainase, rumah warga pun di masuki banjir, Selain banjir yang di alami warga dampak korban banjir,

Banjir itu pun datang, telah melulu lantakan sejumlah infrastruktur jembatan akibat di terjang banjir di kecamatan setempat, Dalam hal ini Pemerintah Desa Tonda Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima (Pemdes Tonda) yang di pimpin oleh Kepala Desa Abdollah Ahmad, SE atas posisi dan kondisi lingkungan saluran drainase dan tempat pemakaman umum kotor melakukan kegiatan gotong royong pada hari rabu pagi (07/042021).

Kades Tonda Abdollah Ahmad, SE yang dikonfirmasi langsung media ini terkait kegiatan yang sedang di lakukan tersebut mengatakan bahwa gotong royong yang kami gelar ini sebagai bentuk respon kami selaku “Pemdes Tonda” terhadap posisi dan kondisi pada bagian saluran drainase dan tempat pemakaman umum desa setempat kotor akibat di kotori hasil limbah banjir yang terjadi pada hari jumat kemarin.

maka dari iitu, kami segenap pemerintah desa turut lakukan kegiatan gotong royong yang turut di hadiri oleh jajaran struktur Pol-PP Camat Madapangga dan Jajaran anggota Kepolisian Polsek Madapangga serta warga masyarakat desa setempat.

Dalam kegiatan gotong royong tersebut Kepala Desa Tonda Abdollah Ahmad, SE di saat berlangsungnya kegiatan dilakukan mengucapkan ucapan apresiasi dengan ucapan terimakasih kepada jajaran Pol-PP Camat Madapangga dan jajaran anggota Kepolisian Polsek Madapangga turut ikut serta dalam rangka kegiatan gotong royong yang kami lakukan ini. (Bmm//yadin)

Hacklink Hacklink Satış бэклинки casibom marsbahis casibom hacklink market marsbahis giriş vdcasino casibom casibom