Bimantika.net Ketua RW 01 Ranggo Kelurahan NaE Kecamatan RasanaE Barat Kota Bima, Muhammad, SH sukses memberikan rasa aman dan nyaman untuk warga setempat dalam bentuk mendirikan Pos Keamanan yang berlokasi di RT 01 dan RT 02 Ranggo.
“Posko RT 001 dan posko RT 002 kita bangun pasca pelantikan 3 bualan lalu, dan 2 posko terbangun atas bersama warga lingkungan RW 001 Ranggo Kelurahan NaE Kota Bima” Ungkap Muhammad yang juga sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Bima ini.
Muhammad Menyampaikan bahwa dirinya dan warga bersama-sama membangun kebersamaan dan gotong rotong membangun Posko Keamanan dengan swadaya warga.
Dirinya selalu mengajak warga untuk saling kerjasama saling bahu membahu satu sama lainnya sehingga terwujud harmonisasi dalam kehidupan bermasyarakat.
“Mari kita bangun komitmen bersama membangun Lingkungan indah, aman dan nyaman segala dimensi perubahan untuk kemaslahatan umat” Ungkap Med Sapaan akrabnya.
Salah seorang Warga, Hidayat, SE merasa aman dan nyaman setelah berdiri nya dua Posko Keamanan di RT 01 dan 02 Ranggo.
“Selama ini kerap terjadi kasus kehilangan motor warga, namun dengan adanya Pos Penjagaan ini warga sudah merasa aman dan nyaman ini harus kita apresiasi kinerja dari Ketua RW kita” ungkap Hidayat. (YM)
Bimantika.net Kantor Samsat Dompu mengkonfirmasi kehilangan Surat Bukti Kepemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB) satu unit Kendaraan roda empat atau Mobil Type R2, pagi ini, Sabtu (24/5/2021), pukul 10.00 wita.
Kanit Regident Satuan Lalu Lintas Polres Dompu Ipda Abyan Mufid, S.Tr.K menjelaskan terkait kehilangan BPKB Kendaraan roda empat yang dimaksud yaitu Mobil Toyota Rush, NF 125 TD (302) model R2, dengan Nomor polisi EA 2038 LA, Nomor Mesin, MH1JB81189K405250, isi silinder 125 CC, warna TNKB Hitam, tahun pembuatan 2009.
Dalam keterangannya, Muhammad Irvan (pelapor) warga Lingkungan Salama, Kelurahan Bada, Kecamatan Dompu, mengaku telah melaporkan terkait kehilangan BPKB Mobil miliknya.
Informasi terkait kehilangan BPKB milik pelapor juga sesuai Laporan Polisi Nomor: SKTKL/623/IV/2021/SPKT Res. Dompu/Sek. Dompu, Tanggal, 17 April 2021. Dengan kepemilikan atas nama Muhammad Irvan, hilang pada hari Rabu, 4 Februari 2021 di wilayah hukum Polres Dompu.
Pihak Satlantas Polres Dompu, berharap ada masyarakat yang menemukan BPKB Motor tersebut agar segera mendatangi Kantor Samsat Terdekat atau mengantarkan langsung ke Kantor Samsat Dompu, Jln. Syech Abdul Gani., Kelurahan Bali Satu, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat. 84212, Indonesia
“Bagi masyarakat yang menemukan, kami sangat mengharapkan bantuannya untuk memberitahukan kepada kami,” harapnya. (*)
Hari kesebelas Puasa Ramadhan’ Pemerintah Kabupaten Bima melaksanakan safari Ramadhan di Masjid Raya Baiturrahman, Desa Bajo, Kecamatan Soromandi, Jum’at, 23 April 2021.
Sekretaris Daerah Drs. H Taufik HAK, M.Si, turut hadir, didampingi Asisten I Setda Bima serta pejabat lingkup pemerintah Kabupaten Bima. Dan menghadirkan Penceramah Ustadz Farhan.
Saat itu, Pemerintah menyerahkan bantuan al-qur’an secara simbolis, oleh asisten I, H Putarman, S.Sos kepada Camat Soromandi Zulkifli SH, MH.
Mewakili Bupati Bima, Sekda Taufik, menyampaikan Ramadhan merupakan bulan pengampunan. Dimana Rahmat diturunkan dan pintu surga dibuka.
Dalam bulan penuh Rahmat dan pengampunan bagi umat manusia ini, Allah akan menghapus dosa-dosa kita.
“Oleh karena itu, mari kita laksanakan ibadah puasa dengan khusu’. Dan mengerjakan sholat tarawih,”ujar Sekda.
Dengan melaksanakan sholat, selain akan menghapus dosa juga akan dibukakan pintu surga oleh Allah swt.
Dijelaskan Sekda, saat ini, kita masih suasana Covid-19. Protokol Kesehatan dengan memakai masker dan jaga jarak tetap dilaksanakan.
Karena Covid-19 ini sangat berbahaya, maka kita harus menjaga kesehatan.
Kemudian terkait dengan musibah banjir. Menurut H. Taufik, Pemerintah berkomitmen tetap membantu dan menanganinya.
Dampak banjir beberapa waktu lalu, membuat infrastruktur dan rumah warga rusak.
Oleh karena itu, Sekda mengajak masyarakat untuk serius menjaga dan mengembalikan fungsi hutan.
Sehingga kehidupan kita jauh dari musibah banjir dan longsor. Kedepannya, jika masih ada masyarakat yang tidak serius, maka Pemerintah akan mengambil sikap.
“Sumber kehidupan utama kita adalah air. Saya berharap Kecamatan Soromandi tetap dalam keadaan baik.
Tingkatkan kerjasama antara semua elemen. Pemerintah maupun masyarakat dan komponen yang ada,”lanjut Sekda.(****)
Bimantika.net Dalam upaya percepatan Gerakan Literasi, Program INOVASI bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Bima dan STKIP Taman Siswa Bima memfasilitasi sekolah sasaran program sebanyak 21 Sekolah Dasar (SD) dan 4 Madrasah Ibtidaiyah (MI) pada sembilan desa di Kecamatan Sape, Monta dan Langgudu.
Sekolah-sekolah tersebut sebelumnya diseleksi oleh Tim terpadu Bappeda, Dikbudpora, DPMD, Dinas Perpustakaan dan pegiat literasi kabupaten Bima yang difasilitasi oleh INOVASI.
Demikian salah satu poin penting yang dipaparkan Tim Gerakan Masyarakat Sadar Literasi (GEMAR) Literasi Kabupaten Bima dihadapan 15 peserta Workshop Lokasi Sasaran Program yang berlangsung Jumat (23/4) di Kantor Bappeda Kabupaten Bima
Koordinator Tim Gemar Literasi STKIP Taman Siswa Dr. Syarifudin, S.Si., M.Pd dalam pemaparannya dihadapan perwakilan Bappeda, Dinas Dikbudpora, Dinas Perpustakaan dan Arsip,
Kantor Kementerian Agama, Dinas Kominfo dan Statistik, Jajaran STKIP Taman Siswa dan fasilitator INOVASI mengungkapkan tahapan kegiatan GEMAR Literasi yang berlangsung 12 bulan tersebut.
Menurutnya sejumlah tahapan Rembuk Pendidikan Kabupaten Bima telah dilakukan, mulai dari eksplorasi, penentuan masalah prioritas dan identifikasi solusi.
“Mengacu pada hasil rembuk tersebut, terdapat kelompok anak yang mengalami kesulitan terberat dalam mengembangkan kecakapan dasar seperti literasi numerasi karakter di Kabupaten Bima”. Kata Dr. Syarif.
Di satu sisi, terdapat 8 kelompok anak-anak yang mengalami kesulitan terberat dalam mengembangkan kecakapan dasar. Siswa tersebut tinggal di wilayah 3T, keluarga ekonomi rentan dan tidak tinggal bersama orang tua.
Disamping adanya siswa berkebutuhan khusus yang masuk SD tanpa melalui pendidikan pra sekolah. Juga faktor kurangnya dukungan keluarga dan masyarakat serta sering diajak orang tua dalam kegiatan ekonomi berladang dan mencari nafkah.
Sementara di sisi lain lanjut Dr. Syarif, fakta didapatkan, sekolah belum memberikan layanan optimal bagi siswa dengan hambatan terberat serta kebijakan belum sepenuhnya berpihak kepada siswa dengan hambatan terberat.
Faktor lainnya yang turut berperan adalah peran masyarakat dan orang tua bagi siswa dengan hambatan terberat masih terbatas dan belum sesuai harapan
Penentuan sasaran program sebanyak 21 Sekolah Dasar (SD) dan 4 Madrasah Ibtidaiyah (MI) tersebut mengacu pada kriteria Desa miskin, daerah dengan kantong anak sebagai pekerja, daerah dengan orang tua bekerja sebagai petani/TKI yang meninggalkan anak serta daerah dengan jumlah peserta didik dan guru tinggi.
“Kita berharap program literasi dasar yang inklusif di tingkat Sekolah Dasar dan desa serta terjadinya proses penguatan kapasitas kelembagaan antara pemerintah dengan lembaga kependidikan dalam kerangka program literasi dapat terlaksana”. Imbuhnya.
Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bappeda Kabupaten Bima H. Fahrudin S.Sos. M.Ap yang membuka workshop tersebut mengungkapkan, strategi pelaksanaan gerakan literasi mencakup program pengelolaan pendidikan, program pendidikan dan tenaga kependidikan serta program pembinaan kepustakaan.
“Strategi tersebut didukung fitur utama yang mencakup literasi berkarakter, pendekatan inklusif untuk anak-anak yang mengalami kesulitan terberat dan memperkuat kepemilikan desa terhadap sekolah sebagai satu kesatuan masyarakat serta ketersediaan data spesifik dari sekolah, desa dan kabupaten.
Disamping elemen tersebut, terdapat fitur lanjutan dimana semua anak SD dan Madrasah di Kabupaten Bima memiliki keterampilan literasi dasar yang berkarakter. Terang H. Fahrudin. (****)
Bimantika.net. Walikota Bima H. Muhammad Muhammad Lutfi SE, (HML) hari ini Jum’at (23/4/2021) menggelar acara Buka Puasa bersama dikediamannya di Pandopo Raba Dompu.
Dalam pidato singkatnya, Walikota HML menyenutkan akan memberdayakan media sebagai partner kerja pemerintahan secara luas.
Dan tak lupa pula Walikota HML menyelipkan kalimat nya untuk membantu kalangan media.
Walikota HML lebih jauh menjelaskan bahwa sesungguhnya media adalah pilar bangsa yang sangat penting dalam berbangsa dan bernegara.
“Keberadaan Media itu sangat penting penting dalam mendukung kinerja pemerintahan kota Bima,” Demikian Ungkap Walikota HML.
Dirinyapun menjelaskan bahwa keberadaan media harus dibantu oleh Pemerintah karena dalam pekerjaannya media bekerja untuk memberikan informasi yang luas pada seluruh lapisan masyarakat kota Bima.
Walikota HML Berkomitmen untuk Tahun 2022 media akan dianggarkan sebesar Rp 2 Milyar. Walikota HML pun mengajak Seluruh Media untuk mengontrol kebijakan publik Pemerinrah Kota Bima.
Untuk saat ini Media yang belum berbadan Hukum Perseroan Terbatas (PT) agar segera memiliki badan hukum PT untuk saling mentaati regulasi.
Dalam regulasinya mendirikan Media baik Cetak maupun Online harus berbadan Hukum Perseroan Terbatas sesuai dengan regulasi di Negara Kesatuan Republik Indonesia. (Effen)
Bimantika.net Luar Biasa Komitmen salah satu Personil Tagana Kota Bima, Ery Irawadin, S. Pd yang menyebutkan bahwa dirinya akan Hibahkan tenaga dan pikirannya untuk Aksi sosial.
Ery Irawadin melalui Saluran WhatsApp nya menyebutkan bahwa Bagi Masyrakat Kota Yang Membutuhkan air bersih tentu disitulah dirinya berada.
Pekerjaan sosial yang dilakukannya Tanpa Mengenal Batas jam dan Waktu, Sesuai Dengan SK yang di Jeluarkan Oleh Setda Kota Bima, Bahwa Dinas sosial Bertanggung Jawab Atas 6 kelurahan, Diantaranya, Kelurahan NTobo, Pena Na,E, Rontu, Panggi dan Sambi NaE.
“Kalaupun Sejumlah Titik ini, bisa Kami Penuhi, Artinya Kami pun akan masuk diwilayah Keluraha Lain yg juga Membutuhkan nya. Kami bekerja tanpa mengenal Lelah Hanya Atas dasar Tugas dan Fungsi kami, yang selalu sigap dan tanggap untuk membantu masyarakat yg membutuhkan” ungkap Ery
Bagi dirinya Personil Tagana Kota Bima, tidak ingin berandai andai dalam persoalan Anggaran, Karena ini sifat nya Pengabdian.
“Prinsip nya, sikat dulu urusan Belakangan. Sesuai dengan prinsip Kami, demi pengabdian kami Terhadap Merah putih dan Demi baktinKami Kepada NKRI, dimana Ada Bencana Alam dan Bencana Sosial, Disitu Tagana Ada” demikian ungkapnya’. (dae)
Bimantika.net Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) dalam memimpin Kota Bima sejak tahun 2018 sangat memahami betul perlunya nilai-nilai Ke-Agamaan Berbangsa dan Bernegara.
Jum’at (23/4/2021) Walikota HML dan sejumlah Kepala Dinas Lingkup Pemerintah Kota Bima melakukan safari Jum’at an di lingkungan Rasalewi kelurahan Jatibaru Barat Kecamatan Asakota Kota Bima.
Walikota HML saat memberikan arahan kepada warga setempat menyebutkan bahwasannya bantuan yang diserahkan kepada Masjid Al-Mardiyah Lingkungan Rasalewi kelurahan Jatibaru Kota Bima akan direalisasikan pada APBD perubahan menjadi Rp. 200 juta. Dan ini sesuai dengan harapan dari pengurus Masjid agar pembangunan lantai dua Masjid Al-Mardiyah dapat terlaksana dengan baik.
Walikota HML tidak hanya memikirkan sarana ibadah saja, juga memikirkan hal hal lainnya terkait dengan urusan kebutuhan sosial kemasyarakatan lainnya.
Atas perhatiannya pada urusan sosial kemasyarakatan lainnya tersebut, Walikota HML akan memenuhi aspirasi warga lingkungan Rasalewi diantaranya pembebasan lahan untuk sarana lapangan olah raga serta kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya.
Bukan hanya itu saja, rupanya Walikota HML sangat peduli pada urusan akses jalan yang baik buat warga setempat, karna Walikota HML dengan bagusnya fasilitas jalan maka bisa dipastikan mempermudah akses sehingga ekomoni warga setempat ikut berproses dengan cepatnya tanpa ada hambatan.
Akses jalan yang diminta oleh warga masyarakat lingkungan Rasalewi adalah akses jalan untuk menuju jalan Datuk Dibanta.(Effen)
Bimantika.net Program Gerakan Masyarakat Sadar Literasi (GEMAR) Literasi Kabupaten Bima, sebuah gagasan program gerakan masyarakat terhadap literasi berkarakter yang inklusif di Kabupaten Bima menggelar Workshop Finalisasi Sekolah dan Desa Sasaran Program Jumat (23/4) di Kantor Bappeda Kabupaten Bima.
Program yang dihelat atas kemitraan antara Program INOVASI, STKIP Taman Siswa Bima dan Pemerintah Kabupaten Bima tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bima Zunaidin HI S.Sos, MM, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bappeda Kabupaten Bima H. Fahrudin S.Sos, M.Ap, dan Ketua STIKP Taman Siswa Bima Dr. Ibnu Khaldun M.Si.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bappeda Kabupaten Bima H. Fahrudin S.Sos. M.Ap yang membuka workshop tersebut mengawali sambutannya dengan memaparkan tahapan penyusunan dokumen perencanaan dan keterkaitan antar dokumen yang ada.
“Tahapan perencanaan di tingkat kabupaten dan provinsi sudah dilaksanakan dan masih menunggu musyawarah perencanaan pembangunan nasional (Musrenbangnas)”. Imbuhnya.
Fahrudin menambahkan, Strategi Pelaksanaan gerakan literasi di Kabupaten Bima mencakup peningkatan kemampuan literasi, numerasi dan inklusi merupakan prioritas pembangunan daerah di bidang pendidikan.
Pada tataran regulasi, mengacu pada Peraturan Bupati Nomor 35 tahun 2019 tentang Gerakan Literasi dan Peraturan Bupati Nomor 2 tahun 2020 tentang Daftar Kewenangan Desa berdasarkan Hak Asal Usul dan Kewenangan Lokal Berskala Desa mencakup gerakan literasi sekolah (GLS), gerakan literasi keluarga (GLK) dan gerakan literasi masyarakat (GLM)”. Terang H. Fahrudin.
Dihadapan 15 peserta yang merupakan pejabat terkait di lingkup Bappeda, Dinas Dikbudpora, Dinas Perpustakaan dan Arsip, Kementerian Agama Dinas Kominfo dan Statistik, Jajaran STKIP Taman Siswa dan fasilitator INOVASI tersebut, Zunaidin dalam sambutannya mengatakan bahwa dalam membangun dunia pendidikan harus dilaksanakan secara simultan.
Dirinya pun memaparkan eksistensi literasi di tengah masyarakat. “Dengan tumbuh kembangnya sejumlah lembaga pendidikan, baik tingkat dasar, menengah maupun perguruan tinggi, menunjukkan adanya budaya literasi yang telah berkembang”. Jelasnya.
Terkait dengan topik yang dibahas pada workshop, Zunaidin mengatakan bahwa dalam hal distribusi pegawai, khususnya tenaga pendidik, ada beberapa aspek yang berpengaruh misalnya pembiayaan yang rendah menyebabkan rendahnya motivasi tenaga pendidik untuk mengabdi di daerah tertinggal, terdepan dan terluar (Daerah 3T) di Kabupaten Bima. “Mohon diperhatikan distribusi tenaga guru di daerah yang termasuk kategori 3T tersebur”. Tandasnya.
Sementara itu, Ketua STIKIP Taman Siswa Bima Dr. Ibnu Khaldun M.Si dalam pengantarnya menekankan pentingnya bergerak bersama dalam gerakan literasi.
“Berbicara tentang literasi, tidak bisa bekerja secara sektoral, tetapi harus komunal dan bersama-sama dan membangun paradigma “kita bisa”. Kata kuncinya adalah kolaborasi dan percepatan”. Ungkap Ibnu Khaldun.
Menyinggung keberadaan instansi yang dipimpinnya dalam program Inovasi, Ibnu menjelaskan, pada Fase I, Program Inovasi bekerjasama dengan Universitas Mataram. Pada Fase II ini, STKIP Taman Siswa diberikan peran lebih luas oleh pemerintah dalam bentuk kemitraan.
“Tahun 2021 STKIP Taman Siswa bekerja di tiga Kecamatan pada 21 Sekolah Dasar (SD)dan 4 Madrasah Ibtidaiyah dan nanti ada usulan sekolah-sekolah mana yang bisa difasilitasi oleh kegiatan GEMAR literasi ini”. Tutupnya.
Workshop kemudian dilanjutkan dengan pemaparan Koordinator Tim Gemar Literasi STKIP Taman Siswa Dr. Syarifudin, S.Si., M.Pd. (****)
Bimantika.net Jum’at (23/4/2021) Majelis Taklim Uswatun Hasanah Kota Bima menggelar kegiatan Keagamaan di Kelurahan SambinaE Kecamatan Mpunda Kota Bima.
ketua Majelis Taklim Uswatun Hasanah Kota Bima Hj. Ellya Alwaini H. Muhammad Lutfi, SE saat di konfirmasi media cetak dan Online Bimantika menyadari betul bahwa sesungguhnya Majelis Taklim yang diketuainya mempunyai tugas melaksanakan kegiatan bimbingan rohani dan kegiatan kajian pendalaman keilmuan Islam secara instensif, yang tentunya terjadwal dengan baik dalam mewujudkan Kota Bima yang religius.
Selain itu, diharapkan dapat mengajak seluruh komponen masyarakat untuk bersama-sama melaksanakan bimbingan rohani dan kajian pendalaman keilmuan Islam secara intensif
Di Kelurahan SambinaE, Jum’at pagi tadi, Umi Elly menyampaikan pada seluruh peserta Majelis Taklim bahwa belajar Qur,an lebih penting untuk modal akhirat kita.
“Insya Allah dengan alquran kita bisa mengenal mana yang baik dan mana yang buruk dan dengan Al-Qur’an lah kita bisa menuju Surga Allah SWT” ungkap Umi Elly.
Umi Elly saat di wawancara menyebutkan bahwa dirinya menitipkan bebera pesan serta harapan khususnya kepada anggota majelis taklim Uswatun Hasanah Kota Bima.
“Agar Majelis Taklim tertanam dalam hatinya bahwa tugas mulia ini sebagai pengabdian suci kita kepada Allah SWT dengan mengedepankan ketulusan” ungkap Umi Elly.
Selanjutnya Umi Elly berharap agar para pengurus Majelis Taklim dalam kesehariannya menjadikan kegiatan Majelis Taklim sebagai wahana untuk dijadikan ladang amal ibdah. (Effen)
Bimantika.net Ketika musim hujan rumah tempat tinggal Abakar warga masyarakat dari RT 18 Dusun 04 Desa Dena Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima mengalami bocor 90 porsen.
Dikarenakan kondisi dan keadaan atap rumahnya rusak (bocor) , sehingga semua posisi dalam rumah terkena air ketika musim hujan, sungguh ini adalah kisah pilu Abakar beserta anak dan istrinya.
Dalam hal ini tentunya Siapapun yang mengetahui atau melihatnya pasti terenyuh dan tentunya ikut merasa sedih dengan kondisi yang dialami Abakar.
Perabotan rumah tangga mulai dari Piring, kompor, pakaian, beras semua dipindahkan ke sudut ruang kamar tamu karena atap rumah bocor dan tempat dapurnya roboh, Demikian pantauan langsung media ini pada hari Kamis sore (22/4/2021).
Abakar yang merupakan salah satu warga masyarakat desa tersebut saat di wawancarai media ini, mengatakan bahwa sekian lama rumah yang di tempati dengan istri dan anaknya.
Atap rumah bocor akibat dari bentuk genteng di atap rumah banyak yang pecah karena genteng dan kayu pembuatan atap rusak, karena sudah puluhan tahun tidak di ganti.”Ujarnya
“Melihat dan merasa sulit dengan kondisi dan keadaan dengan usia umur cukup tua serta kondisi penglihatan mata sering terganggu, sangatlah sulit di sela sela kondisi saya ini ketika ingin mencari sumber untuk perbaiki atau rehab atap rumah yang bocor.
“Walaupun ada satu petak sawah untuk lahan pemasukan kebutuhan pokok rumah tangga guna menafkahi istri dan anak saya, Namun sumber dari hasil satu petak sawah tersebut tidak mampu untuk memperbaiki atap rumah tersebut,”Pintanya.
Sembari mengucapkan kondisi dan keadaan tersebut Abakar yang dikenal sebagai kategori warga masyarakat miskin, berharap kepada pemerintah ketika ada program kegiatan bantuan semacam beda rumah.
“Saya sangat mengharapkan bentuk perhatian dari bantuan bedah rumah walaupun itu untuk diperbaiki atapnya saja.”Harap Abakar. (Yadin)