Kapolres Bima Kota Lakukan Gerakan Masif Vaksinasi Presisi Merdeka

Bimantika.net KOTA BIMA_Atas Perintah Kapolda Nusa Tenggara Barat Irjen. Pol. Muhammad Iqbal, S.I.K., M.H. dalam mensukseskan program Vaksinasi, seluruh jajaran Polres se Nusa Tenggara Barat secara massif melakukan hal tersebut. 

Kapolres Bima Kota AKBP Henry Novika Chandra, S.I.K., MH walau baru bertugas di wilayah hukum Kota Bima belum sampai satu bulan, namun sudah memberikan bukti Bhakti nya untuk kemaslahatan warga masyarakat Kota Bima.

Khusus urusan Vaksinasi Covid-19, Kapolres Henry dengan pola edukasi dan pendekatan sosio kemasyarakatan menyadarkan warga Kota Bima untuk melakukan Vaksinasi Massal yang di pusatkan di Pondok Pesantren Al Husainy Kota Bima Senin (6/9/2021).

VAKSINASI PRESISI MERDEKA ini adalah sinergitas Kodim 1608/Bima, Polres Bima Kota dan Pemerintah Kota dan Kabupaten Bima, karena wilayah Hukum Polres Bima Kota sebagian nya ada di Kabupaten Bima.

Kapolres Henry dengan kemampuan garis Komando nya memerintahkan Wakapolres dan seluruh jajaran dibawahnya untuk secara melakukan Vaksinasi dengan melakukan pendekatan-pendekatan yang sangat humanis di rakyat arus bawah.

Atas Komando Kapolres AKBP Henry Novika Chandra pun, terlaksana 11 Gerai Vaksin Wilayah Hukum Polres Bima Kota.

Sementara itu, Wakapolres Bima Kota Kompol Mujahiddin yang ditemui langsung oleh Media Online di tempat Vaksin membeberkan bahwa atas Komando Pak Kapolres Bima Kota AKBP Henry Novika Chandra, S.I.K., MH dirinya dan seluruh jajaran Polres Bima Kota siap sukseskan Program Vaksinasi Massal ini demi untuk menyelamatkan masyarakat Kota Bima dari urusan Covid-19.

Kompol Mujahiddin pun menyampaikan bahwa atas Perintah Pak Kapolres Bima Kota tersebut pihak Polres Bima Kota pada hari senin 6 September 2021 berhasil dan sukses lakukan Vaksinasi dengan Total Vaksinasi 591 Orang.

Wakapolres Kompol Mujahiddin beberkan Rincian nya Yakni Wilayah Kota Bima 375 Orang Dengan Rincian: Polsek Asakota: 69 Orang, Polsek Rasanae Barat: 165Orang, Polsek Rasanae Timur: 31 Orang, Poliklinik Polres Bima Kota: 79 Orang, Klinik TNI: 3 orang

Karena Sebagian juga wikayah hukum Polres Bima Kota ada di Wilayah Kabupaten Bima, Mujahiddin pun membeberkan data antara lain Wilayah Kabupaten Bima : 216 Orang Dengan Rincian: Polsek Wawo: 71 Orang, Polsek Sape: 63 orang, Polsek Lambu: 22 orang, Polsek Langgudu dan Polsek Ambalawi: 28 Orang, Polsek Wera: 32 Orang.

Vaksinasi Massal Presisi Kemerdekaan ini Menggunakan Vaksin Sinovac : Milik Polri sebanyak 375 Dosis, Milik Dinkes Kabupaten Bima sebanyak 216 Dosis. (***)

Kapolres Heru Sasongko Hadiri Vaksinasi Serentak Pesantren dan Rumah Ibadah

Bimantika.net Kabupaten Bima_Kapolres Bima Kabupaten AKBP Heru Sasongko, S.I.K meninjau Pelaksanaan dan Proses Vaksinasi Serentak Pesantren dan Rumah Ibadah Sinergi Polri dan Staf Khusus Presiden yang di laksanakan di Ponpes Al-Wafa’ Dusun Godo Desa Dadibou Kecamatan Woha Kabupaten Bima (6/9/21)

Dalam tinjauannya Kapolres Bima Kabupaten AKBP Heru Sasongko, S.I.K juga menyerahkan sejumlah masker kepada Pimpinan Ponpes untuk dibagikan kepada Santri dan santriwati Guna mengantisipasi penyebaran dan penularan covid-19 diarea Ponpes.

Hadir juga dalam kegiatan tersebut Kasdim 1608 Bima Mayor Infantri Yuda Bakti, Kabag OPS AKP Herman, SH, Camat Woha Irfan, S.Sos, Danramil Woha, Kapten Ibrahim, Kapolsek Woha, Iptu Saiful, S.Sos, Kasi Humas Iptu Adib Widayaka serta pimpinan Ponpes Al-Wafa Ust Khairudin, S.pdi.

Kapolres dalam kesempatannya mengungkapkan bahwa “kunjungan ini dalam rangka mengecek proses Vaksinasi serentak untuk masyarakat dan Vaksinasi tahap pertama Covid – 19 untuk pesantren dan rumah ibadah yang di gelar di Ponpes Al-Wafa.

Tambahnya, vaksinasi Covid-19 mulai masuk Ponpes dengan tujuan untuk membentuk herd immunity (kekebalan kelompok) di kalangan para santri, sehingga terhindar dari penyebaran COVID-19.

“Para santri adalah generasi muda penerus bangsa, sehingga diharapkan dengan penyuntikan vaksin ini menjadi terbentuk herd immunity-nya,” tuturnya.

Kapolres juga menuturkan bahwa pemberian vaksin kepada para santri itu menjadi ikhtiar pemerintah menekan penyebaran khususnya klaster pesantren yang menjadi pencetak para da’i di masa depan.

“Pondok pesantren menjadi ujung tombak para generasi muda dididik untuk aspek religius, kemudian nasionalis dan toleran,” tandasnya.

Selain itu Kapolres juga menghimbau khususnya masyarakat Kabupaten Bima agar tidak mempercayai berita hoax yang beredar mengenai pelaksanaan Vaksinasi Covid – 19.

“Saya himbau agar masyarakat tidak percaya berita hoax mengenai Vaksinasi yang tersebar, Vaksinasi merupakan upaya melindungi diri jika terserang Virus Covid – 19”. Pungkasnya. (***)

Kapolres Heru Sasongko Kunjungi Ponpes Al-Madinah

Bimantika.net Kabupaten Bima_Kepala Kepolisian Resor Bima Kabupaten AKBP Heru Sasongko S.I.K. Menyambangi Pondok Pesantren Al-Madinah Guna Mempererat tali Silaturahmi Antara Para Tokoh, Pemuka Agama Dan Pimpinan Pondok Pesantren Yang Ada di Wilayah Hukum Polres Bima Kabupaten, Setelah Beberapa Hari Kemarin Mengunjungi Kecamatan Parado.Senin, 06/09/21 Sekira pukul 14.20 Wita.

Hadir Dalam Kunjungan itu, Kapolres Bima AKBP Heru Sasongko, S.I.K, Pimpinan Ponpes Al Madinah Ust Bunyamin, S.Pd, Kabag Ops Polres Bima AKP Herman, SH.,Kapolsek Bolo AKP Hanafi,Danramil Bolo Lettu Gontang, Humas Ponpes Al Madinah Ustadz Jabir, Pengajar Ponpes Al Madinah Ustadz Sahrul, Bhabinkamtibmas Desa Kananga Bripka Erwin, Babinsa Desa Kananga Sertu Ibrahim, Ustadz Ismail Serta Para pengajar Dan Masyarakat Setempat.

Kunjungan Kapolres Bima Heru Sasongko S.I.K Yang Di Sertijab Tanggal 14 Agustus ini Yang Menggantikan AKBP Gunawan Tri Hatmoyo S.I.K., Disambut Langsung Oleh Pengasuh ponpes Al-Madinah Ustadz Bunyamin, S. Pd, Beserta Para pengajar Di Pondok Pesantren Al-Madinah Terang Kasi Humas Polres Bima IPTU Adib Widayaka Lewat Laporan Tertulis Resminya.

Dalam Kunjungannya Tersebut Kapolres Menyampaikan Ucapan terima kasihnya kepada Pimpinan Ponpes Al Madinah dan para Pengajar yang sudah menyempatkan Diri menerima kunjungan dan Silaturahmi kami dan ini kunjungan perdana kami dan kami mohon kiranya kami bisa diterima oleh masyarakat Bima Serta Bahu Membahu dalam menjaga Harkamtibmas Kabupaten Bima.

“Apabila ada kendala dan permasalahan agar di sampaikan Kepada Kami Insa Allah saran dari Ustadz akan kami tampung serta kami akan tindak lanjuti” Ujar Pria Yang Dikenal Akrab Dengan Para Tokoh Agama itu.

Sementara itu Pimpinan Ponpes Al-Madinah Ustad Bunyamin Spd, Menyampaikan Rasa Terimakasih nya Kepada Kapolres Bima AKBP Heru Sasongko S.I.K., Beserta Rombongan Yang Sudah Meringankan Langkah Dan Meluangkan Waktu Untuk Mengunjungi Ponpes Yang Diasuhnya Semoga Silaturahmi Ini Akan Tetap Terjalin.

Dikatakannya, Bahwa Ponpes Al Madinah sering sekali dikunjungi oleh Pejabat Negara terutama dari Kepala BNPT yang pada awalnya Pondok kami ini di cap Teroris dan seiring berjalannya waktu Ponpes kami mulai menyatu dengan Pemerintah dan sepenuhnya 100% NKRI.

“Banyak kader kami Yang pergi keluar Daerah dan sukses melanjutkan Dakwah dan Mudah Mudahan Pondok kami sering dikunjungi Dan Kami Siap Membantu Tugas Tugas Kepolisan Demi Terciptanya situasi Kamtibmas Yang Kondusif Di Kabupaten Bima” Papar nya.

Senada Dengan itu Humas Ponpes Al-Madinah Ustad Jubir Menyampaikan ucapan selamat datang kepada Kapolres Bima dan rombongan dan ucapan terima kasih atas kunjungannya di Ponpes Al Madinah.

Dijelaskannya, Bahwa di Bima terkenal dengan Islamnya dan pelaksanaan Syariat Islam itu adalah yang utama dan Peristiwa lampung adalah pemuda Bima termasuk para Mujahid Poso juga ada Pemuda Islam Bima Pungkas Ustad Jabir.

Ditambahkannya,Bahwa dulu antara Aparat dengan Para Ulama jarang berkomunikasi dan sekarang banyak sekali perubahan dimana Aparat berjalan beriringan dengan para Ulama sehingga Harkamtibmas dapat di antisipasi dan Mudah Mudahan kerjasama Dan Silaturahmi ini Tetap Terjalin

Jabir Juga Menyampaikan di Bima ini banyak Konfliknya dan saat ini marak penyebaran Narkoba dan meminta Kepada Pihak Kepolisan Resor Bima agar diberantas sampai tuntas Karena Bahaya’ Laten Narkoba Bisa Merusak Akhlak Para Pemuda Kita.

“Dalam Waktu Dekat Ponpes Al Madinah Diminta tempat oleh MUI Pusat yang akan mengadakan acara pada tanggal 18 September 2021 acara Perdamaian Poso Dengan Mengusung Tema Bedah Buku” Terang Jabir.

Kapolsek Bolo AKP Hanafi Juga Menyampaikan Terimakasih Kepada Kapolres Dan Pimpinan Ponpes Al- Madinah,Terkait masalah kenakalan Remaja Serta siapapun yang berbuat melanggar Hukum Apa pun Motif Dan alasannya akan kami Tindak Dan Diproses Secara Hukum yang Berlaku.

Hanafi Juga Menyatakan Kesiapan nya Mengamankan Rencana Kunjungan Ketua MUI pusat Dirinya akan Berkerja Sama Dengan Polsek Bolo Pungkas Mantan Kasubag Humas polres Bima itu.

Seluruh rangkaian kegiatan Silaturahmi berjalan aman,lancar dan berakhir Sekira pukul.15.00 wita.(***)

Komitmen Walikota HML Tingkatkan Kualitas ASN Pemkot Bima

Oleh Ihya Ghazali Kabag Organisasi Pemkot Bima

Bimantika.net Profesionalisme ASN memiliki banyak indikator
hasil evaluasi PMPRB Kota Bima tahun 2019 yang mana salah satu dari 8 area Reformasi Birokrasi menyangkut profesionalisme ASN Kota Bima yang sangat rendah (hasil Survei dan rekomendasi BKN)

Tentunya harus disikapi secara arif untuk ditindaklanjuti, untuk dipahami bahwa PMPRB Kota Bima sejak beberapa tahun sebelumnya belum pernah dilaporkan ke , baru pada tahun 2020 kita melaporkan ke kemenpan RB RI dan mendapatkan hasil penilaian CC, dari sisi pencapaian nilai CC merupakan hasil sangat relistis dan cukup baik jika dilihat dari kondisi riil yang terjadi, yang mana untuk mendapatkan hasil baik tentunya butuh waktu dan proses yang panjang.

Bahkan beberapa daerah tidak jarang ketika baru melaporkan PMPRB tidak mendapatkan penilaian kalaupun ada rata – rata star dari nila D ( urutan penilaian D,C,CC,B,BB,A,AA).
Hasil survei BKN sebenarnya bukan data baru tapi kondisi yang terjadi selama kota bima terbentuk, hanya saja memang karena kita baru melaporkan PMPRB maka BKN baru bisa menyampaikan rekomendasinya melalui hasil evaluasi PMPRB tahun 2020 yang kesannya seakan – akan capaian profesionalisme yang sangat rendah terjadi tahun 2019.

Untuk mencapai profesionalisme ASN tentunya banyak indikator yang harus dipenuhi diantaranya dimensi kualifikasi pendidikan mulai dari jenjang pendidikan tinggi S3 sampai jenjang terendah, semakin tinggi jenjang pendidikan maka semakin tinggi bobot ASN itu sendiri demikian juga sebaliknya semakin rendah kualifikasi pendidikan maka nilai atau bobot ASN juga rendah, bobot ini tentunya menjadi representasi dari keseluruhan ASN Kota Bima ( kondisi saat ini masih banyak ASN Kota Bima yang jenjang pendidikan SMA kebawah )

Lalu dari sisi kompetensi ASN Kota Bima juga diukur terkait Diklat – diklat yang pernah diikuti oleh ASN , untuk ASN yang menduduki jabatan pimpinan Tinggi jika belum mengikuti Diklat PIM II tentu bobot nilainya nol, demikian juga dengan jabatan administrator dan pengawas.

Jika belum mengikuti diklat PIM III atau sekarang dikenal dengan Diklat PKA dan jabatan pelaksana belum diklat PIM IV bobot nilainya juga rendah ( saat ini masih banyak pejabat – pejabat dari jenjang tersebut belum mengikuti Diklat dimaksud, hal ini tentunya sangat dipahami mengingat keterbatasan anggaran, kondisi ini hampir dialami oleh seluruh pemda lebih – lebih daerah yang minim APBD nya seperti Kota Bima ( gebrakan Walikota Bima saat ini, beberapa waktu yang lalu mengirim 15 peserta Diklat PKA.

ini bagian dari komitmen beliau dalam meningkatkan profesionalisme ASN Kota Bima.

Selain diklat – diklat tersebut daerah juga dituntut untuk menyertakan ASN nya pada Diklat Fungsional,Diklat Teknis, seminar ,workshop/magang atau kursus dan sejenisnya kondisi ini masih belum mampu kita penuhi secara utuh( kembali dibenturkan pada masalah anggaran)
Indikator lain yakni ASN dituntut untuk memiliki integritas,disiplin,netral berkinerja tinggi dan pemenuhan kesejahteraan ASN itu sendiri, indikator – indikator ini sedang berproses,

dimana untuk mencapai indikator dimaksud yakni disiplin,integritas,berkinerja tinggi maupun pemenuhan kesejahteraan pegawai, kota Bima telah menerapkan Tambahan Penghasilan Pegawai ( TPP ) yang diatur melalui Peraturan Walikota Bima,yang tentunya memuat unsur – unsur atau indikator dimaksud.

Penerapan TPP ini merupakan sebuah upaya yang sangat luar biasa dan bentuk komitmen Pemerintah Kota Bima dalam mendorong terwujudnya ASN yang profesional , meski diakui karena baru tahap pertama masih banyak yang harus dibenahi, tetapi penerapan TPP dirasa sangat adil karena menyentuh seluruh ASN Kota Bima, dibanding pada tahun – tahun sebelumnya hanya dirasa sebagian kecil ASN dan dari perangkat Daerah tertentu.

Pada Evaluasi PMPRB tahun 2020 Yang dilaksanakan senin 6 September 2021, pihak Pemerintah kota Bima telah menyampaikan komitemennya untuk menindaklanjuti 8 area perubahan Reformasi birokrasi dan salah satunya adalah tindaklanjut rekomendasi peningkatan profesinalisme ASN Kota Bima,

bahkan kota Bima mendapatkan apresiasi dari tim Evaluator karena mampu melahirkan peraturan Kepala Daerah trekait Reward and Punishment, ini sangat penting karena menjadi salah satu motivator dalam mendoromg lahirnya ASN yang kreatif, inovatif yang pada akhirnya memiliki integritas,displin dan kinerja tinggi.


Terkait dengan pemberitaan kahaba news sebelumnya, sebenarnya bukan terendah se indonesia, tetapi pemenuhan indikator profesionalisme yang sangat rendah, kondisi ini sudah disikapi dengan beberapa langkah nyata dari Pemkot Bima dan semoga hasil Evaluasi tahun ini PMPRB kota bima bisa meraih hasil maksimal.(***)

Azhari : Penggunaan Dana Covid-19 Atas MoU Dengan Kejaksaan, Tidak Ada Celah Untuk Korupsi

Foto : Drs. H. Azhari, M. Si Kepala Dinas Kesehatan Kota Bima

Bimantika.net Adanya desas desus dan issue issue yang menyesatkan warga masyarakat Kota Bima terkait dugaan adanya korupsi di Dinas Kesehatan Kota Bima di bantah oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Bima.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bima, Drs H. Azhari M. Si memberikan keterangan terkait urusan penggunaan dana Covid-19 di Dinas yang ia Pimpin.

Saat dihubungi Media Online Bimantika Senin 6 September 2021, Azhari memberikan klarifikasi bahwa dirinya hanya ingin meluruskan persoalannya bahwasanya penggunaan anggaran Covid-19 sudah sesuai dengan tata aturan keuangan dan peruntukannya.

Ia menjelaskan bahwa penggunaan anggaran covid-19 2020 di Dikes Kota Bima sudah menandatangani Memorandum Of Understanding (MoU) dengan pihak Kejaksaan, sehingga pihak Kejaksaan pun tidak lepas kontrol selama penggunaan anggaran tersebut.

“Karena adanya MoU dengan Pihak Kejaksaan maka pihak Kejaksaan pun ikut mengawasi setiap detail penggunaan anggaran untuk penanganan covid-19 di Kota Bima” demikian tutur Azhari.

Lanjutnya, bahwa sebelum menandatangani Memorandum Of Understanding dengan pihak kejaksaan, pihak Jaksa pun meminta semua OPD pengguna anggaran Covid-19 untuk melakukan proses ekspose langsung dihadapan tim kejaksaan dipimpin langsung oleh Pak Kajari Bima.

“Ingat Dikes dalam hal Penanganan covid-19 tidak bekerja secara sendiri sendiri. Karena dalam penanganan Covid-19 Ada tim gugus tugasnya yang dikomandoi oleh Pak Walikota, Wakil Wali Kota, Sekda, pihak Kejari Bima, Polres Bima Kota, Kodim Bima, Pengadilan Negri Bima, dan BPBD Bima selaku sekretaris gugus tugas Covid-19” terang Azhari.

Ia pun selaku Kepala Dinas Kesehatan Kota Bima juga menerangkan seterang-terangnya bahwa Penggunaan dana covid-19 bukan saja di Dikes. Tetapi ada juga di BPBD, Dinas Sosial, Dinas Perindag, Satpol PP, Kesbanglinmas, lima kecamatan, dan 41 kelurahan yang ada di Kota Bima dalam hal ini pengawasannya pun secara ekstra ketat oleh Kejaksaan.

Dalam Hal posisi keuangan Daerah, Azhari menguraikan sedetail mungkin bahwa realisasi penggunaan anggaran Covid-19 berada di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).

“Karena dana nya tersedia di BPKAD, maka kami Dinas pun tidak serta merta menggunakannya, akan tetapi ada prosedural yang jelas dan terang benderang peruntukannya sehingga kami di Dinas harus mengajukan proposalnya terlebih dahulu” demikian tegas Azhari.

Lantas ia menegaskan bahwa Proposal yang diajukan nya tersebut wajib direkomendasikan oleh pihak Inspektorat, dan pihak inspektorat ini include dalamnya pihak Kepolisian dan kejaksaan sebagai tim gugus tugas Covid-19.

atas prosedural Inspektorat itulah sehingga dinas hanya membuat surat perintah pembayar (SPM) yang akan dikirim ke BPKAD.

“Atas kelengkapan surat dan administrasi itulah akan diverifikasi lebih lanjut, dan setelah lolos verifikasi barulah di diterbitkan surat perintah pencairan dana (SP2D) dan dikirimke BPD setelah itu anggaran baru di cairkan demikian ungkap Azhari memberikan alur proses penggunaan Dana Covid-19.

Lantas bagaimana dengan urusan Insentif para tenag kesehatan (Nakes) yang juga ikut di issukan dengan Tegas Azhari menyebutkan
pembayarannya tidak melalui Dinas Kesehatan Kota Bima melainkan pembayaran secara langsung ke rekening penerima insentif dalam hal ini para Nakes.

’’Pembayaran insentif itupun tidak sembarangan, by name by addres. Jadi masuk ke rekening masing-masing Nakes (tenaga kesehatan) sehingga penyimpangan pun tidak ada celah untuk kami lakukan penyalahgunaan anggaran Covid-19″ demikian ungkap Azhari.

Lebih jauh Azhari menyampaikan pula bahwa Untuk pengadaan alat kesehatan (Alkes) semua dilakukan secara transparan lewat LPSE dan Tender secara online.

Untuk urusan belanja modal di Dinas yang ia Pimpin, Azhari menguraikan juga hal tersebut karna realisasi anggarannya by name perusahan langsung dan seluruh proses tentu prosedural’ katanya.

“Semua barang terkait dengan Covid-19, proses penyerahan nya langsung ke Puskesmas dan rumah sakit dengan berita acara penyerahan serta disaksikan oleh Pak Kajari, lantas dimana dugaan korupsi itu terjadi” ungkapnya dengan nada heran. (***)

Walikota HML Bantu Pembangunan Masjid Jatibaru Timur, Warga Berterimaksih

Bimantika.net Sekitar Seminggu lalu, Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) memberikan bantuan Anggaran sebesar 50 Juta untuk pembangunan Masjid Nur Muhammad Kelurahan Jatibaru Timur Kecamatan Asakota Kota Bima.

Atas bantuan Walikota HML tersebut Warga setempat langsung melakukan proses pekerjaan dengan pola gotong royong.

“Atas bantuan Pak Walikota Aji Lutfi minggu lalu, kami langsung mengerjakan Masjid ini dengan gotong royong dan alhamdulillah nampak hasilnya sekarang” Ujar Ketua Panitia Pembangunan Masjid Nur Muhammad Jatibaru Timur, Muhtar Kasipahu pada Media Online Bimantika Senin 6 September 2021.

Muhtar sangat berterimakasih pada Walikota Bima HML yang telah memberikan bantuan untuk proses pembangunan Masjid tersebut.

“Tidak ada kalimat lain selain ucapan terimakasih yang sangat mendalam pada Pak Wali Aji Lutfi yang sudah memberikan bantuan pembangunan Masjid ini” demikian ujarnya.

Ditanya soal Item pekerjaan dengan anggaran tersebut, Muhtar menjelaskan dengan rinci bahwa uang yang diserahkan oleh Walikota HML dikerjakan beberapa item pekerjaan sehingga Masjid pun mulai nampak keindahannya.

“Anggaran itu kami gunakan Mencakup pekerjaan pagar, Keramik, Tembok, pelamar dan cat total, Toilet dan Tempat Wudhu, atap, sayap dan insyaallah akan di lanjutkan dengan tangga lantai dua kalau ada sisa anggarannya” demikian yang di sampaikan Ketua Panitia Masjid Nur Muhammad Muhtar Kasipahu. (***)

Politeknik Medica Farma Husada Mataram, Kampus Kesehatan Terbaik di Indonesia

Bimantika.net Salah satu Kampus Kesehatan terbaik di Indonesia yang berlokasi di Kota Mataram Propinsi NTB adalah Politeknik Medica Farma Husada (MFH) Mataram. Sudah memproduk alumni-alumni terbaiknya untuk mengabdi baik menjadi Aparat Sipil Negara maupun swasta yang menyebar luas di Negara Kesatuan Republik Indonesia

Direktur Politeknik MFH Mataram, DR. Syamsuriansyah HM Sadakah saat di hubungi Media Online Bimantika pada hari senin 6 September 2021 menyebutkan bahwa Kampus Politeknik Medica Farma Husada (MFH) Mataran sudah 12 Tahun berdiri dan ratusan alumni sudah banyak berbakti di instansi pemerintah dan swasta.

“Ratusan Alumni terbaik kami sudah banyak mengabdi di instansi-instansi Pemerintahan dan swasta karna seluruh alumni tidak diragukan lagi kapasitas keilmuan dan integritas moralnya” ungkap Doktor Muda Asal Kecamatan Madapangga ini.

Menurut Doktor Muma Syam Sapaan akrabnya bahwa Kampus Politeknik MFH Mataram dalam operasional kegiatan belajar mengajarnya didukung oleh Fasilitas Unggulan dan Teknologi Informatika yang memadai.

“Atas dukungan dan fasilitas sarana prasarana canggih itulah sehingga kami mampu memproduk para Alumni Ahli Madya Kesehatan terbaik pada Bidangnya” demikian ungkap Doktor Kesehatan Alumni Universitas Hasanuddin Makassar ini.

Sementara itu, Wakil Direktur MFH Mataram NTB, Sri Rahmawati, S. Farm, M. Pd yang dikonfirmasi Media Online Bimantika menyebutkan bahwa Kampus Politeknik Medica Farma Husada Mataram tempat nya mengabdi saat ini adalah salah satu Kampus Kesehatan Swasta terbaik di Indonesia yang memiliki Memorandum of Understanding (MoU) dengan berbagai pihak baik dalam maupun luar negeri.

“Kampus Politeknik MFH Mataram memiliki reputasi internasional hingga lakukan pertukaran study Mahasiswa dengan Mahasiswa luar Negeri” demikian Ungkap Wakil Direktur Politeknik MFH Mataram.

Ia pun menambahkan bahwa kampus Kesehatan Politeknik MFH Mataram dalam reputasi internasionalnya mengadakan seminar, konferensi dan penelitian-penelitian lintas negara sehingga kualitasnya go International.

Politeknik MFH Mataran memiliki masing-masing labotatorium masing-masing jurusan untuk keperluan pengembangan ilmu pengetahuan kesehatannya.

“Semua laboratorium itu dilengkapi dengan peralatan canggih dan modern” ujar Wakil Direktur Berwajah Cantik dan Anggun ini.(***)

Walikota HML Serahkan Bantuan Para Nelayan Se Kota Bima

Bimantika.net Kota Bima_Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) pagi ini 6 September 2021 sekira pukul 10 : 00 Wita menghadiri acara dan kegiatan penyerahan bantuan pada kelompok kelautan dan perikanan untuk pada Nelayan se kota Bima di Kelurahan Kolo Kecamatan Asakota Kota Bima.

Penyerahan bantuan Kelompok Nelayan dan budi daya ikan air tawar se Kota Bima ini, Walikota HML didampingi oleh Kadis Perikanan Kota Bima, ibu Gina anggota DPRD kota Bima, Kadis Pariwisata, Kadis Pertanian, Camat Asakota, Lurah kolo.

Walikota HML benar-benar peduli pada para nelayan Kota Bima sehingga dalam APBD Kota Bima pun di sisihkan bantuan untuk para Nelayan dalam mempermudah mendapatkan hasil yang maksimal.

Pada momentum penyerahan bantuan tersebut Walikota HML menyerahkan bantuan berupa bubut lipat kepiting jml 1600 buah, Lampu sorot let 190 unit, alat pancing tuna 200 unit, box sterfom 361 unit, budidaya ikan jalan lempar 30 unit, bibit ikan nila 30.000 bibit ikan bandeng 50.000 bibit,ikan lele 20.000 bibit
Serta alat pengolahan ikan lengkap.

Walikota HML dalam pidatonya menyebutkan semoga apa yang dibantu oleh Pemerintahan Kota Bima dapat bermanfaat secara maksimal dan seluas-luasnya oleh para nelayan.

“Ini adalah bentuk perhatian pemerintahan Kota Bima untuk saudara kita para Nelayan se Kota Bima” ungkap Walikota HML.

Dengan adanya bantuan untuk para nelayan ini, Walikota HML menambahkan agar para Nelayan bisa memaksimalkan hasil usahanya untuk kebutuhan keluarga-keluarga mereka dalam usaha dan ikhtiarnya.

“Semoga dengan bantuan ini pula, saudara kita para nelayan dapat meningkatkan taraf kehidupannya yang lebih baik lagi” ungkap Walikota HML.

Salah seorang Nelayan menyatakan bahwa selama ini baru di pemerintahan H. Lutfi mendapatkan bantuan dan sentuhan dari pemerintah.

“Alhamdulillah selama ini kehidupan kami para nelayan jauh dari kata bantuan dan sentuhan pemerintah, namun saat pemimpin Walikota Aji Lutfi kami di bantu dan difasilitasi terimakasih kami yang tiada terhingga pada Pak Walikota Aji Lutfi” ujanya. (***)

Habib Rizieq Shihab Merasa Didzolimi, Akan Lakukan Kasasi

Bimantika.net Kuasa hukum Habib Rizieq Shihab (HRS), Aziz Yanuar berencana akan melakukan pengajuan kasasi atas putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta.

Aziz Yanuar menilai, bahwa putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta yang menolak banding HRS, terkait perkara tes swab RS Ummi Bogor itu sudah zalim.

Pihaknya berencana akan melakukan kasasi terkait kasus Habib Rizieq ke Mahkamah Agung (MA) pada pekan depan.

“Kami akan nyatakan (kasasi), inshaallah dalam pekan depan,” ujar Aziz seperti dikutip mengutip dari Terkini.id.

Aziz Yanuar juga menyebut, putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta yang menolak banding Rizieq Shihab adalah keputusan yang zalim dan pandir.

“Insyaalah pasti kami akan ajukan atas putusan zalim dan pandir itu. Seribu persen pasti, insyaalah,” tegasnya.

Bahkan, kata Aziz, kliennya yakni Habib Rizieq Shihab telah sependapat dengan upaya yang ditempuh tim penasihat hukumnya itu. “Alhamdulillah, HRS sependapat dengan kami,” ujarnya.

Sebelumnya, Aziz Yanuar mengaku menerima dengan sabar terkait putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta yang menolak banding HRS dalam perkara tes swab RS Ummi Bogor.

Putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta tersebut menguatkan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Timur yang sebelumnya memvonis Rizieq Shihab empat tahun penjara.

Terkait putusan itu, Aziz Yanuar pun mengaku akan bersama menerima putusan terhadap kliennya tersebut.

“Bila putusannya sebaliknya, kami alhamdulillah bersabar,” kata Aziz Yanuar, beberapa waktu lalu.

Kendati demikian, dirinya mengaku tidak akan berhenti untuk mendapatkan keadilan bagi Rizieq Shihab.

Menurutnya, mereka akan terus berjuang untuk pembebasan Rizieq Shihab. Sementara soal kliennya dizalimi, pihaknya menilai itu urusan pihak-pihak yang memperkarakan mantan pimpinan FPI tersebut.

“Perjuangan milik kami, kezaliman urusan mereka, kemenangan milik-Nya semata. Siapa yang zalim akan menerimanya nanti di dunia akhirat,” ujarnya.(***//berbagai sumber///Sumber: Terkini.id/Suara.com)

Bupati IDP Harapkan PMII Ciptakan Ide Kreatif

Bimantika.net “Pengurus Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Bima diharapkan dapat melahirkan ide-ide kreatif untuk membawa perubahan dan kemajuan bagi daerah”.

Demikian satu poin sambutan Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE (IDP) saat memberikan sambutan pada Rapat Kerja Cabang dan Pelantikan Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC. PMII) Bima Masa Khidmat 2021-2022 Sabtu (4/9) di Gedung Seni Budaya Kota Bima.

Bupati IDP melalui Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten Bima
Suryadin, S.S, M.Si menyenutkan bahwa Pada prosesi Pelantikan yang dihadiri 100 undangan tersebut, Bupati secara khusus juga mngharapkan agar para pengurus baru yang dilantik dapat membawa kemajuan bagi perkembangan organisasi umumnya.

“dan lebih khususnya dapat menjadi mahasiswa yang produktif memberikan sumbangsih pemikiran dan gagasan bagi pembagunan daerah” ungkap Bupati IDP.

Dihadapan undangan yang juga dihadiri Walikota Bima H.M. Lutfi , Ketua DPRD Kota Bima, Assisten III Setda Kabupaten Bima, Assiten II Setda Kota Bima Majelis Pembina Nasional (MABINAS) PB. PMII, Ketua Umum PB. PMII, Ketua Umum PKC PMII Bali- Nusra, dan pengurus PC. PMII Bima mengungkapkan peran PMII dalam kehiduopan kebangsaan.

Tema pelantikan pengurus pada periode ini adalah Refleksi Gerakan PMII Bima dalam Mengawal Pembangunan di Masa Pandemi. Tema ini tentu saja Selaras dengan sejarah dan peran yang dimainkan oleh PMII di masa lalu dan hari ini sebagai salah satu elemen penting dalam perjalanan bangsa. Jelas Bupati.

Sebelumnya, Ketua Umum PKC PMII Bali – Nusra Azis Muslim berharap agar mahasiswa memanfaatkan media sosial sebagai sumber informasi yang bermanfaat. Untuk itu, seluruh OKB wajib bahu-membahu membangun sinergitas agar cepat keluar dari pandemi covid-19.

Senada dengan Azis Muslim, Ketua Umum PB. PMII Muhammad Abdullah Syukri yang akran disapa Gus Abe, mengungkapkan pentingnya peran mahasiswa pergerakan.

.
“Semua bentuk perubahan harus diinisiasi oleh elemen mahasiswa dengan tidak meninggalkan tradisi yang ada di masyarakat”. Urai Gus Ade.(***)