Polsek, Danramil dan Camat RasanaE Barat Terus Pantau Vaksinasi

Bimantika.net Pihak Kepolisan Negera Republik Indonesia bersama TNI dan Pemerintah terus melakukan upaya dan ikhtiar melawan penyebaran Covid-19.

Pemerintah, TNI dan Polri hingga tingkat Kecamatan dan Desa terus menerus galakkan Akselarasi Vaksinasi baik secara massal maupun presisi.

Khusus di wilayah hukum Polsek RasanaE Barat Polres Bima Kota, nampak Kapolsek SananaE Barat (Rasbar), Danramil Rasanae dan Camat RasanaE Barat pada Jumat pagi (5/11/2021) memantau kegiatan percepatan Vaksinasi.

Kegiatan yang dilakukan pihak Polsek Rasbar yang melibatkan Pemerintah Kecamatan RasanaE Barat dan pihak Danramil itu adalah pemeriksaan kartu vaksin pada pengguna jalan.

dan ketika ditemukan yang belum melakukan Vaksin oleh anggota Polsek Rasbar langsung mengarahkan ke gerai vaksinasi yang dilayani oleh tenaga kesehatan Puskesmas Paruga Kecamatan Rasanae Barat Kota Bima.

Tidak hanya itu, Kapolsek, Danramil dan Camat RasanaE Barat juga langsung mendatangi lapak para pedagang untuk mengecek secara langsung kartu vaksin.

Kapolsek Rasanae Barat AKP Suhatta menyebutkan demi menjaga pemaparan Covid-19, warga masyarakat diharapkan untuk memiliki kesadaran melakukan Vaksinasi.

AKP Suhatta juga meyakinkan warga masyarakat ri wilayah hukum Polsek RasanaE Barat untuk tidak ragu-ragu dalam melakukan Vaksinasi.

“Kami berharap agar seluruh lapisan masyarakat tidak takut divaksin karena divaksin kita menjadi kuat dan sehat serta menambah imunitas tubuh” ungkap Kapolsek. (***)

BPJS Kesehatan Beri Penghargaan Polda NTB, Irjen Iqbal Sebut Kolaborasi Bersama TNI dan Pemda

Bimantika.net Kapolda Nusa Tenggara Barat (NTB) Irjen Mohammad Iqbal menerima piagam penghargaan dari BPJS Kesehatan, Kamis (11/11). Irjen Iqbal dan Polda NTB dianggap menjadi dua pihak yang berkontribusi terhadap pendataan vaksin sekaligus mempercepat vaksinasi.

Piagam penghargaan itu diteken oleh Direktur Utama BPJS Kesehatan Prof dr Ali Ghufron Mukti. Kemudian, penghargaan itu diberikan langsung Pengawasan, Pemeriksaan dan hubungan Antar Lembaga (Diswasrikhal) BPJS Kesehatan Mundiharni kepada Iqbal dan Polda NTB.

BPJS Kesehatan, kata Mundiharni, menganggap Kapolda NTB dan jajaran sangat inovatif dengan mendirikan Batalyon P-Care sehingga mempercepat pembaruan data vaksinasi di Bumi Seribu Masjid itu.

“Dengan adanya Batalyon P-Care kecakupan vaksniasi meningkat tajam. Jadi, kami dari BPJS kesehatan memberikan penghargaan. Salam dari seluruh jajaran BPJS se-Indonesia,” kata dia di Mapolda NTB, Kota Mataram.

Selain itu, lanjut Mundiharni, pihaknya juga mengapresiasi Kapolda NTB dan jajarannya yang mampu meningkatkan angka vaksinasi. Hal itu pulalah yang membuat BPJS memberikan penghargaan ini.

“Kami mengucapkan terima kasih dalam hubungan dalam percepatan penanganan Covid-19, terutama dalam vaksinasi,” kata Mundiharni.

Menerima penghargaan itu, Iqbal menyampaikan terima kasih kepada BPJS Kesehatan atas piagam penghargaan yang diberikan. Namun, Iqbal mengingatkan bahwa operasional Batalyon P-Care didukung oleh TNI, Polri, Dinas Kesehatan, Dukcapil, dan pihak-pihak lainnya.

Kolaborasi bersama lintas institusi itu menghasilkan percepatan pendataan vaksinasi masyarakat NTB sekaligus menyinkronkannya ke database pemerintah pusat.

“Kita tahu bahwa untuk geografis alam Nusa Tenggara Barat berbeda dengan yang di kota-kota, sehingga kami melakukan inovasi ini. Alhamdulillah sampai hari ini, kami sudah hampir 2 juta yang memasukan input data,” kata Iqbal.
NTB secara geografis memiliki gugus kepulauan dan di satu sisi lainnya pegunungan. Akses jaringan telekomunikasi pun belum menjangkau seluruh daerah sehingga Batalyon P-Care melakukan input data secara manual.

“Sehingga gab data antara vaksinasi manual dan digital bisa diselesaikan. Kami ingin membantu pemerintah pusat sekaligus menunjukkan Forkopimda di NTB serius dengan program vaksinasi ini,” jelas Iqbal.

Alumnus Akademi Kepolisian 1991 itu juga menyatakan bahwa NTB sedang mempersiapkan diri untuk melaksanakan agenda balap internasional Idemitsu Asia Talent Cup (IATC) dan World Superbike (WSBK). Karena itu, penting bagi NTB untuk melakukan percepatan mengenai vaksinasi sebagai syarat penyelenggaraan event dunia itu, termasuk pendataan masyarakat yang sudah menerima vaksin.

Sementara itu, Kabid Humas Polda NTB Kombes Artanto menambahkan Batalyon P-Care hanya salah satu terobosan dalam mempercepat vaksinasi. Dia menerangkan Kapolda NTB sebelumnya juga sudah membentuk Batalyon Vaksinator dan Satgas Kombes.

Selain itu, Artanto menyatakan personel Polda NTB dan kendaraan operasional juga dikerahkan ke kampung-kampung terpelosok untuk mengantar-jemput masyarakat melakukan vaksinasi.
“Bapak Kapolda memang menargetkan 70 persen masyarakat di Lombok Tengah untuk divaksinasi, begitu juga mengikuti secara keseluruhan di NTB. Kami juga mempersiapkan diri menyambut MotoGP,” jelas Artanto. (***)

Polda NTB Gelar Pasukan Pengamanan IATC-WSBK

Bimantika.net Mataram – Guna mengamankan even internasional Idamitsu Asia Talent Cup (IATC) dan World Superbike (WSBK) 2021, yang akan dihelat mulai 19 November mendatang di Sirkuit Mandalika, Kamis (11/11/2021), Polda NTB melaksanakan gelar pasukan operasi dengan sandi Operasi Mandalika Rinjani 2021, di Lapangan Bhara Daksa Mapolda NTB.

Kapolda NTB Irjen Pol. Mohammad Iqbal, S.I.K., M.H. yang memimpin gelar pasukan menyampaikan, apel gelar pasukan yang dilakukan setelah pelaksanaan simulasi pengamanan dan kontijensi kemarin, untuk melihat kesiapan personel pengamanan sebelum melaksanakan tugas.

“Kita hari ini melaksanakan apel gelar pasukan, untuk menggambarkan kesiapan kita secara utuh di lapangan. Kita harus ikhtiar secara mendetail dalam kesiapan pengamanan, dalam menyelenggarakan even internasional tersebut,” ungkapnya.

Dikatakan, apel gelar pasukan diperlukan untuk menunjukkan kesiapan personel sebagai jaminan keamanan, pelayanan, dan perlindungan masyarakat.

“Kita (TNI-Polri dan Pemerintah Daerah, red) adalah simbol hadirnya negara di tengah-tengah masyarakat. Ini adalah simbol kita tetap solid bersinergi dengan semangat kesuksesan dan kebersamaan,” tegas Kapolda.

Dalam apel gelar pasukan yang dihadiri Danrem 162/Wira Bhakti, Irwasda dan Wakapolda NTB bersama para PJU, Sekda Prov. NTB, Sekwan DPRD Prov. NTB, Ka BNNP NTB, Danlanal Mataram, Danlanud ZAM, Wakajati NTB, Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi NTB, dan pompinan OPD terkait tersebut, Kapolda NTB menyampaikan selamat bertugas kepada segenap pihak yang terlibat.

“Semoga apa yang telah kita persiapkan dapat berjalan dengan lancar, aman, nyaman, dan apa yang dilakukan oleh masing-masing stakeholder, harus dilaksanakan secara profesional sesuai dengan tugas pokok fungsinya masing-masing,” ujarnya. (***/hpb)

Tambang Liar Marak, DPR Dorong Pemerintah Bentuk Ditjen Gakkum

 

Bimantika.net Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat RI, Muhammad Nasir mendorong pemerintah membentuk Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Ditjen Gakkum) di bawah naungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Salah satu tujuannya untuk mengatasi persoalan tambang liar.

Politisi Partai Demokrat asal Daerah Pilih Riau 2 ini mengatakan, penambang liar tidak hanya masuk ke area koridor yang kosong, tetapi juga menggangsir konsesi perusahaan. Bahkan, belakangan ini kerap juga terjadi pencurian batu bara dan bijih mineral.

“Kami dapat laporan banyak penambang liar, termasuk batu (bara) koridor. Saya minta untuk rapat kerja dengan Menteri (ESDM), kita minta dibentuk Ditjen Gakkum untuk menangani pencurian batu,” ujar Nasir dikutip dari kanal DPR RI saat rapat dengan Dirjen Minerba Kementerian ESDM, Kamis (11/11).

Salah satu kasus penggangsiran konsesi dialami oleh PT Anzawara Satria, perusahaan batu bara yang terletak di Angsana, Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Sejak Juni lalu, area tambang Anzawara diganggung oleh penambang liar.

Pihak perusahaan sudah melaporkan kasus tersebut ke Kementerian ESDM, Kapolri, dan Kemenkopolhukam, namun hingga kini belum ada kepastian tindak lanjut.

“Inti dari laporan kita ke Kapolri dan juga Menkopolhukam adalah meminta agar ada penegakan hukum terhadap para pelaku tambang liar yang terkesan tidak tersentuh hukum di Kalimantan Selatan,” ungkap Manager External Relation Anzawara, Emma Rivilla.

Saat ini, penambangan ilegal marak terjadi lantaran dipicu harga komoditas yang tengah melambung. Sebagai gambaran, Harga Batubara Acuan yang dirilis Kementerian ESDM pada November sebesar USD 215 per ton, rekor tertinggi selama puluhan tahun terakhir. (Kontributor Bimantika Jakarta)

2 Pemuda Digelandang Ke Mako Polres Sumbawa, Bobol Toko Tempat Kerjanya

Bimantika.net Sumbawa Besar, NTB – FA (19) dan AS (20) harus digelandang menuju Mako Polres Sumbawa untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya Rabu, (10/11), Dua lelaki tersebut tega membobol toko milik Seven Timbulong yang beralamatkan di Dusun Kali Baru Desa Labuhan Sumbawa Kecamatan Labuhan Badas, atas aksinya korban kehilangan uang tunai senilai 60 juta rupiah. Kejadian tersebut terekam CCTV.

Dari tangan kedua pelaku pihak kepolisian berhasil mengamankan barang bukti berupa uang tunai senilai Rp 45.200.000,- dengan rincian
186 lembar uang pecahan Rp. 50.000,- dan 359 Lembar uang pecahan Rp. 100.000,- , tidak hanya itu polisi juga menyita handphone milik kedua pelaku.

Kasat Reskrim Polres Sumbawa IPTU Ivan Roland Cristofel, S.T.K yang dikonfirmasi melalui Kasi Humas Polres Sumbawa AKP Sumardi, S.Sos. membenarkan penangkapan kedua pelaku pencurian tersebut, “FA merupakan pekerja di toko milik korban dan AD sebelumnya juga pernah bekerja di toko tersebut namun telah di berhentikan, Dari percakapan keduanya via whatsapp AD yang mengajak FA untuk melancarkan aksi.’ bebernya.

“Toko milik korban di bobol pukul 02.00 wita dini hari (10/11), pemilik toko baru mengetahui kejadian tersebut saat sore hari dan melapor, kemudian pelaku berhasil diamankan pukul 21.00 wita. Saat penangkapan kami di bantu oleh anggota intel Kodim 1607 Sumbawa. Dari Rp. 60.000.000,- uang yang dicuri tersisa Rp 45.200.000, Menurut pengakuan keduanya 14.800.000,- telah digunakan untuk berfoya-foya.” tambah kasi humas.

Atas perbuatannya pelaku dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman penjara paling lama tujuh tahun. (***/B99)

Beberapa Menit Bebas, Ditangkap Lagi

Bimantika.net Residevis spesialis pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) berinisial AS baru beberapa menit keluar dari Rumah Tahanan (Rutan) Bima kembali ditangkap Tim Puma Polres Bima Kota.

AS adalah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) dan residivis curanmor yang sudah 4 kali keluar masuk penjara.

Kapolres Bima Kota AKBP Henry Novika Chandra, S.I.K., MH melalui Kasat Reskrim Iptu M Rayendra RAP menyampaikan, penangkapan pelaku dilakukan didepan gerbang Rutan Bima, Kamis (11/11/2021) pukul 12.30 Wita.

Pelaku ditangkap karena berstatus DPO kasus kejahatan pencurian kendaraan bermotor. Penangkapan pelaku setelah sebelumnya mengamankan Barang Bukti hasil kejahatannya berupa Sepeda motor Honda Beat warna hitam.

Sebelumnya juga tim telah melakukan penyelidikan kejahatan dilakukan pelaku, setelah bukti lengkap pelaku kemudian ditangkap saat keluar dari Rutan Bima.

Sebelum penangkapan, tim telah mengetahui pelaku akan bebas, tim kemudian menuju rutan Bima untuk menangkap kembali pelaku, tidak lama kemudian pelaku keluar dari gerbang Rutan,

Tim yang sudah menunggu di depan ternyata diketahui pelaku yang saat itu langsung melarikan diri dengan melompat pagar, tim pun melakukan pengejaran dan sempat mengeluarkan tembakan peringatan untuk menghentikan langkah pelaku, dengan sigap pelaku berhasil diamankan.

“Kini pelaku telah diamankan di Polres Bima- Kota untuk jalani pemeriksaan serta proses hukum lebih lanjut,” pungkasnya.(***)

Bom Meledak, Simulasi Sistem Pengamanan IATC-WSBK di Mataram


 

Bimantika.net Mataram – Tragedi ledakan bom terjadi usai tim gabungan TNI-Polri berhasil menyelamatkan sandera, Rabu (10/11/2021) siang, di eks Bandara Selaparang Kota Mataram Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Ledakan bom yang bertepatan dengan Hari Pahlawan Nasional itu, terjadi beberapa saat setelah Menteri Perhubungan, Dirjen Perhubungan Darat, dan Kakorpolairud Baharkam Polri, mendarat menggunakan helikopter milik Baharkam Polri di lokasi kejadian.
 
Diketahui, sebelum ledakan terjadi dua orang tak dikenal (OTK) pelaku penyanderaan bersenjata api (senpi), berhasil dilumpuhkan Tim Tindak Gabungan dari dua unsur pasukan Pembunuh Senyap TNI, yang melakukan penyergapan dengan seni beladiri khusus dan empat personel Polisi Wanita (Polwan) dari Satuan Brigade Mobi (Brimob) Polri.
 
Beberapa saat setelah proses penyelamatan sandera yang dilakukan dengan cukup alot, personel Tim Tindak Gabungan TNI-Polri mendapatkan adanya bom aktif di salah satu ruangan lokasi penyanderaan.
 
Tim Penjinak Bom (Jibom) pun langsung diterjunkan ke tempat kejadian perkara (TKP). Operator 1 Tim Jibom kemudian bergegas memasuki ruangan untuk melakukan sterilisasi, namun personel Jibom mendapati jam waktu yang tertera di bom menunjukkan kurang dari 20 detik.

Mendapati kondisi yang sangat genting karena bom tidak memungkinkan untuk dijinakkan tersebut, operator 1 Jibom bergegas akan meninggalkan lokasi, namun apa nyana …DUARRRRR… bom meledak dahsyat dan Operator 1 Jibom terpental akibat ledakan tersebut.
 
Beberapa menit kemudian terlihat Operator 1 Jibom Polri bergerak dan bangun. Ternyata Operator 1 Jibom selamat karena terlindung pakaian Body Armoured yang dikenakan.
 
Demikian salah satu atraksi yang ditampilkan dalam simulasi pengamanan IATC dan World Superbike (WSBK), yang digelar Polda NTB bersama Korem 162/Wira Bhakti dan Pemda NTB di eks Bandar Udara (Bandara) Selaparang, yang disaksikan langsung Menhub Budi Karya Sumadi, Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi, dan Kakorpolairud Baharkam Polri Irjen. Pol. Drs. Verdianto I. Bitticaca, M.Hum.
 
Menhub RI Budi Karya Sumadi mengungkapkan apresiasi tinggi terhadap kesiapan Provinsi NTB, khususnya dalam persiapan pengamanan penyelenggaraan Idemitsu Asia Talent Cup (IATC) dan WSBK, di Sirkuit Mandalika Desa Kuta Kabupaten Lombok Tengah.
 
“Satu kata, luar biasa,” ucapnya.
 
Menurut Menhub Budi, kekompakan TNI-Polri dengan Pemda itu sangat luar biasa dan membuat dirinya terharu.
 
“Oleh karenanya saya mengapresiasi upaya dari TNI-Polri dan Pemda, yang mengerahkan lebih dari 3000 personel dan berbagai kendaraan, untuk mengantisipasi kegiatan-kegiatan yang kemungkinan adanya teror ataupun bencana yang akan terjadi,” ungkapnya.
 
Pihaknya berjanji akan melakukan backup penuh, mengingat Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika sebagai lokasi penyelenggaraan IATC dan WSBK pada 19 November 2021.
 
“Saya sebagai Menteri Perhubungan akan melihat bagaimana persiapan-persiapan dukungan dari Pemerintah Pusat, untuk kegiatan yang akan dilaksanakan di Mandalika sebagai tujuan wisata strategis nasional,” katanya.
 
Sementara Kapolda NTB Irjen Pol. Mohammad Iqbal, S.I.K., M.H. mewakili Pemda NTB , menyampaikan terima kasih atas kehadiran Menhub RI dalam rekayasa simulasi pengamanan IATC dan WSBK.
 
“Terima kasih banyak atas kehadiran Bapak Menteri Perhubungan, yang hari khusus untuk memberikan vitamin (suport, red) yang sangat luar biasa bagi kita, untuk melaksanakan seluruh proses manajemen pengamanan, pelayanan, dan hal-hal yang harus kita dedikasikan untuk perhelelatan even akbar (IATC dan WSBK, red) ini,” kata Kapolda NTB.
 
Dalam kesempatan tersebut, perwira tinggi (Pati) Polri bintang dua itu membeberkan beberapa persiapan yang telah dilakukan, mulai tahapan Fucus Group Discution (FGD) dan rapat-rapat dalam menggali data kuantitatif dan kualitatif, hingga tactical floor game (latihan taktik dan strategi mengantisipasi permasalahan terburuk) dan hari ini simulasi pengamanan.
 
“Kemarin alhamdulillah kita sudah melakukan tactical floor game pamungkas beserta final checking pamungkas, yang langsung di-briefing oleh Bapak Gubernur (H. Zulkieflimansyah, red) dan secara perencanaan kita sudah yakin, insya Allah, kita percaya diri untuk melakukan pengamanan yang maksimal,” papar M. Iqbal.
 
Kapolda NTB juga menuturkan bahwa jumlah personel gabungan TNI-Polri dan instansi terkait lainnya, yang akan terlibat dalam pengamanan even IATC dan WABK di Sirkuit Mandalika sebanyak minimal 3000 personel.
 
Turut hadir dalam simulasi pengamanan IATC dan WSBK tersebut, Gubernur NTB, Danrem 162/WB Brigjen TNI A. Rizal Ramdhani, M.Han., Wakapolda NTB bersama para PJU Polda NTB, Bupati Lombok Tengah H. Pathul Bahri, dan pimpinan OPD baik provinsi dan kabupaten/kota.
 
Selain menampilkan simulasi penyelamatan sandera saat bus antar jemput pengunjung ke Sirkuit Mandalika dibajak, disuguhkan pula simulasi penanganan aksi demonstrasi segerombolan massa (warga lokal) yang mendatangi Kantor PT. ITDC, karena tersulut provokasi pihak tidak bertanggung jawab. Dimana dalam simulasi ini ditampilkan kepiawaian Tim Gabungan dalam mengawal, mengurai, dan membubarkan massa aksi.
 
Pada kesempatan yang sama juga disimulasikan pengaturan manajemen lalu lintas berupa sistem transportasi bagi penonton dari bandara dan pelabuhan yang akan ke Sirkuit. Terdapat 5 pintu masuk ke di Pulau Lombok yang telah ditempatkan armada bus untuk penonton, yaitu Bandara BIL, Pelabuhan Kayangan, Pelabuhan Bangsal, Pelabuhan Lembar, dan Terminal bus Mataram.
Setiap penumpang yang akan naik bus akan dicek suhu tubuh, memakai masker, verifikasi vaksin melalui scan barcode aplikasi peduli lindungi sebelum menaiki bus.

Kemudian penonton menuju parkiran barat masjid Nurul Bilad dan parkiran timur pantai Tanjung Aan untuk dicek kembali dengan swab anti gen. Bila negatif akan dilaksanakan penukaran tiket sesuai warna gelang untuk pembagian jalur masuk penonton.

Dalam simulasi juga ditampilkan kegiatan tiga Tim Patroli Gabungan yakni Partoli Gabungan Kamseltibcar Lantas guna mengurai kemacetan lalu lintas, Patroli Gabungan Gangguan Kamtibmas untuk mencegah dan respon cepat terhadap ganguan kamtibmas, dan Patroli Gabungan Prokes terdiri tni/polri dan dinkes guna penerapan protokol kesehatan (prokes) bagi penonton.(***)

Polres Bima Kota Turunkan Personil, Pantau Kontraktor yang Abaikan UU Keselamatan Kerja

Bimantika.net Pekerjaan Gedung Kembar Kantor Sayap Walikota Bima oleh Kontraktor Bima sepertinya tidak mengedepankan Keselamatan Kerja Para Pekerja Bangunan Lantai Dua Tersebut.

Hasil Investigasi langsung media Online Bimantika Selasa 9 November 2021 Bahwa para pekerja yang sedang memasang peralatan untuk pengerjaan plesteran bagian luar gedung tersebut nampak tidak memakai alat pengaman, dan sepertinya dibiarkan bekerja tanpa pengaman yang memadai.

Ketua Komunitas Engineering Peduli Pembangunan Bima ( KEPP ) BIMA, Subhan, ST menyayangkan hal itu karena melanggar regulasi.

“Regulasi sudah ada yang mengatur untuk Kesehatan, Keselamatan, Kerja (K3) dalam setiap pekerjaan, dan bagi masyarakat yang melihat dapat melaporkan Kontraktor Pelaksana…ke onwer” demikian Ungkap Alumni Teknik Sipil Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar ini.

Sesuai dengan UU Ketenagakerjaan tahun 2003, setiap pekerja berhak mendapatkan perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja (UU Keselamatan Kerja) mengatur tentang prinsip-prinsip dasar yang berkaitan dengan pelaksanaan keselamatan kerja.

Sesuai dengan UU Ketenagakerjaan tahun 2003, setiap pekerja berhak mendapatkan perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja (UU Keselamatan Kerja) mengatur tentang prinsip-prinsip dasar yang berkaitan dengan pelaksanaan keselamatan kerja.

Harusnya memakai Scaffolding Bukan bambu yang dirakit seperti ini karena keselamatan pekerja tidak boleh dinabaikan

Direktur PT. Bukit Berlian Sambava (BBS) Herman Effendy, S. Sos, M. Ap sangat menyayangkan Kontraktor pelaksana pembangunan sayap kantor Walikota Bima yang abaikan regulasi keselamatan kerja.

Herman Effendy yang pernah mengikuti pelatihan Pengawasan Operasional Pratama (POP) selama seminggu yang diselenggarakan oleh kementrian ESDM di Bandung tegas menyebutkan bahwa standar keselamatan kerja menjadi atensi pemerintah.

“Ketinggian 1,6 meter dalam UU Pertambangan itu pekerja harus dibekali dengan alat kerja yang memadai berupa Scaffolding, bukan bambu apa adanya, karena dalam kontrak kerja ada item tersendiri tentang alat keselamatan pekerja” demikian ungkap Herman Effendy.

Menurut Herman bahwa alat pengaman kerja berupa Scaffolding ada item anggaran tersendiri dalam kontrak kerja sama sehingga para kontraktor pun harus mentaati itu.

“Dalam kontrak yang ditandatangani sangat jelas bahwa pekerjaan diatas 1,6 meter menggunakan alat pengaman Scaffolding bukan bambu yang di rakit” ujarnya.

Kapolres Bima Kota AKBP Henry Novika Chandra, S.I.K., MH yang dimintai komentarnya terkait dengan urusan kelalaian pihak kontraktor dalam hal UU keselamatan kerja mengarahkan Media Online Bimantika untuk koordinasi dengan Bagian Humas Polres Bima Kota.

“Terimakasih infonya,silahkan adinda konformasi ke humas polres karena saya lagi di polda adinda” demikian ungkap Kapolres melalui saluran WhatsApp nya Rabu 10 November 2021.

Wakapolres Bima Kota Kompol Mujahiddin, S. Sos yang di wawancara langsung media Online Bimantika pada hari Rabu 10 November 2021 menyebutkan bahwa atas berita Media Online Bimantika tersebut akan memerintahkan pasukannya untuk lebih awal memantau kondisi dan keadaan.

“Nanti personil Polres Bima Kota akan kita turunkan langsung ke lokasi untuk memantau secara awal kegiatan itu” ungkap Wakapolres. (***)

Ketua DPC Gerindra Kota Bima : “Selamat Hari Pahlawan 2021

Bimantika.net Ketua DPC Partai Gerindra Kota Bima Khalid Bin Walid mengucapkan selamat Hari Pahlawan 10 November.

Terima kasih kami ucapkan kepada para pahlawan yang rela korbankan harta dan nyawa untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia untuk bangsa.”

Hari Pahlawan sekiranya tidak hanya sekedar diingat setiap tanggal 10 November, tetapi lebih dari pada itu, seperti bagaimana masyarakat dapat mengambil makna yang terkandung di dalamnya.

Masyarakat dapat menanamkan nilai-nilai kepahlawanan kepada generasi sekarang untuk mengisi kemerdekaan.

Pengorbanan dan perjuangan yang dilakukan oleh para pahlawan membuat masyarakat terinspirasi dan termotivasi untuk meneruskan perjuangan mereka. (***)

Dalam Kontrak Scaffolding Bukan Bambu, Kontraktor Pembangunan Sayap Kantor Walikota Bima Abaikan Keselamatan Kerja

Gedung Kantor Sayap Walikota Bima yang dikerjakan dengan alat apa adanya, seharusnya Kontraktor minimal memakai Steger atau Scaffolding

Bimantika.net Banyak Pihak Sesalkan Kontraktor Pembangunan Kantor Sayap Walikota Bima Abaikan Keselamatan Pekerja sehingga mereka pun angkat bicara.

Pekerjaan Gedung Kembar Kantor Sayap Walikota Bima oleh Kontraktor Bima sepertinya tidak mengedepankan Keselamatan Kerja Para Pekerja Bangunan Lantai Dua Tersebut.

Hasil Investigasi langsung media Online Bimantika Selasa 9 November 2021 Bahwa para pekerja yang sedang memasang peralatan untuk pengerjaan plesteran bagian luar gedung tersebut nampak tidak memakai alat pengaman, dan sepertinya dibiarkan bekerja tanpa pengaman yang memadai.

Ketua Komunitas Engineering Peduli Pembangunan Bima ( KEPP ) BIMA, Subhan, ST menyayangkan hal itu karena melanggar regulasi.

“Regulasi sudah ada yang mengatur untuk Kesehatan, Keselamatan, Kerja (K3) dalam setiap pekerjaan, dan bagi masyarakat yang melihat dapat melaporkan Kontraktor Pelaksana…ke onwer” demikian Ungkap Alumni Teknik Sipil Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar ini.

Sesuai dengan UU Ketenagakerjaan tahun 2003, setiap pekerja berhak mendapatkan perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja (UU Keselamatan Kerja) mengatur tentang prinsip-prinsip dasar yang berkaitan dengan pelaksanaan keselamatan kerja.

Sesuai dengan UU Ketenagakerjaan tahun 2003, setiap pekerja berhak mendapatkan perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja (UU Keselamatan Kerja) mengatur tentang prinsip-prinsip dasar yang berkaitan dengan pelaksanaan keselamatan kerja.

Direktur PT. Bukit Berlian Sambava (BBS) Herman Effendy, S. Sos, M. Ap sangat menyayangkan Kontraktor pelaksana pembangunan sayap kantor Walikota Bima yang abaikan regulasi keselamatan kerja.

Herman Effendy yang pernah mengikuti pelatihan Pengawasan Operasional Pratama (POP) selama seminggu yang diselenggarakan oleh kementrian ESDM di Bandung tegas menyebutkan bahwa standar keselamatan kerja menjadi atensi pemerintah.

“Ketinggian 1,6 meter dalam UU Pertambangan itu pekerja harus dibekali dengan alat kerja yang memadai berupa Scaffolding, bukan bambu apa adanya, karena dalam kontrak kerja ada item tersendiri tentang alat keselamatan pekerja” demikian ungkap Herman Effendy.

Menurut Herman bahwa alat pengaman kerja berupa Scaffolding ada item anggaran tersendiri dalam kontrak kerja sama sehingga para kontraktor pun harus mentaati itu.

“Dalam kontrak yang ditandatangani sangat jelas bahwa pekerjaan diatas 1,6 meter menggunakan alat pengaman Scaffolding bukan bambu yang di rakit” ujarnya. (***)