“Rimpu Fashion Week 2022” Event Dekranasda Kota Bima Sukses di Gelar

Bimantika.net Ada suasana yang tidak biasanya pagi ini Sabtu 27 Agustus 2022 di Kota Bima.

Sebuah pancaran kebahagiaan dan keceriaan massal yang bersinar di sepanjang jalan Soekarno Hatta dan Ir. Soetami. Puluhan ribu orang bergerak perlahan dengan yel-yel penuh semangat, menggempur Balai Kota.

Iya, kami sedang berunjuk rasa! Tanpa orasi, nihil caci maki, kami sedang mendemonstrasikan mahakarya kebudayaan Bima, yakni Rimpu dan Sambolo.

Belum lama kita direcoki oleh booming Citayam Fashion Week, event nir-etika yang menampilkan anak-anak jalanan CSBD, dengan penampilan yang katanya fashionable.

Di sini, di Kota Bima, kita perlihatkan bagaimana semestinya event-event fashion itu menjadi pesta tumpahnya kegembiraan masyarakat.

Bukan pesta biasa ! Karena ada legacy kebudayaan yang melekat di dalamnya, setiap kaum perempuan diwajibkan untuk mengenakan “Rimpu”, dan kaum pria bermahkotakan “Sambolo”.

Ada puluhan ribu “tembe nggoli” yang akhirnya keluar dari dalam lemari, juga mungkin ada ribuan sarung yang terbeli seminggu terakhir ini.

Dari sini, betapa moral para penenun tradisional kita terangkat karena keuletan dan kesabaran mereka selalu dihargai.

Fenomena ini tidak serta merta terjadi tanpa cetusan, Gagasan dan ide dari Hj. Ellya M. Lutfi, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Bima.

Umi Elly berhasil berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata lalu mengajak serta kepala-kepala kelurahan, masyarakat pun antusias, berjubel memadati jalan.

Pagi tadi, Kota Bima adalah Kota yang paling berbahagia, karena masyarakatnya larut dalam sukacita pawai moral kebudayaan tahun 2022!

Festival Rimpu dan Sambolo ini adalah sebuah kerja kebudayaan yang harus diapresiasi sekaligus dilestarikan.

Sebab simbol-simbol peradaban Bima tidak boleh tergerus oleh gempuran fashion dan mode yang melalaikan generasi muda kita dari akar kebudayaan mereka sendiri.

Pesan-pesan moral dari pawai rimpu ini harus kita suarakan secara berrantai, agar setiap elemen masyarakat menjadikan adat dan budaya sebagai alas kepribadian mereka. Dan tugas para budayawan untuk mengelaborasikan makna dan nilai-nilai kegiatan ini agar selalu dikenang, dan dicatat agar bisa menjadi event tahunan.

Festival Rimpu ini sekaligus menjawab nyinyiran dan pertanyaan, apa yang dilakukan oleh Dekranasda? Iya. Umi Ellya tidak menggelar acara seremonial yang hanya melibatkan orang-orang terbatas, hura-hura tanpa makna, atau parade-parade yang gersang akan nilai.

Melainkan sebuah kerja kebudayaan yang melibatkan masyarakat luas di semua lapisan, yang memecut hati kita untuk terpanggil dan bangga atas keunggulan kerajinan daerah kita sendiri.

Luar biasa, angkat topi untuk keberanian dan keseriusan Umi Elly menggagas event ini. (***)

Nasir : Peserta Pawai Ribu 40 Ribu Terregistrasi, 50-60 Ribu Riil Lapangan

Bimantika.net _Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Bima di bawah kendali Ketua Dekranasda Kota Bima Hj. Elly Alwaini sukses menggelar Festival Pawai Rimpu Kota Bima 27 Agustus 2022.

Pakaian adat Rimpu adalah salah satu jenis pakaian tradisional yang dimiliki oleh daerah Kabupaten dan Kota Bima, Kabupaten Dompu Nusa Tenggara Barat (NTB).

Bahan dasarnya adalah sarung tenun asli Bima yang dipakai dengan cara bagian atas dililit pada kepala dan terurai ke bagian bawah.

Rimpu umumnya dikenakan oleh perempuan Bima. Ada dua jenis rimpu yang terdapat di daerah itu, pertama Rimpu Mpida atau rimpu kecil yang model pemakaiannya menutupi seluruh bagian muka, hanya mata yang terlihat. Jenis rimpu ini menandakan pemakainya perempuan yang belum menikah atau masih perawan.

pelaksanaan Festival Pawai Budaya pesertanya Terdapat berbagai macan suku,ras dan agama.

Berbagai kalangan ikut pawai budaya bima dari berbagai Suku, Ras dan Agama melebur dalam sebuah kegiatan Pawai Rimpu tersebut

Ketua Dekranasda Kota Bima yang juga Istri Walikota HM Lutfi, Hj. Elly Alwaini berterimakasih pada seluruh jajaran panitia pelaksana dan Pemerintah Kota Bima yang mensupport kegiatan yang melibatkan puluhan Ribu warga Kota Bima.

“Dengan rangkaian acara ini, secara tidak langsung Dekranasda Kota Bima melalukan upaya dan ikhtiar pemulihan ekonomi rakyat Kota Bima” ujar Umi Elly saat di wawancara Media Online Bimantika 27 Agustus 2022.

Efek dari Festival Pawai Rimpu ini adalah laku kerasnya puluhan ribu hasil kerajinan para pengrajin di Kota Bima seperti sarung dan sejumlah aksesoris lainnya.

Kebiasaan warga bima yang terjadi selama ini setiap event dipastikan akan membeli pernak pernik yang baru sehingga geliat kerajinan seperti kerajinan kain tentu akan semakin meningkatkan income dan pendapatan bagi para pengrajin.

“Inilah sejatinya tujuan dari Dekranasda dalam menyelenggarakan Pawai Rimpu di Kota Bima, salah satunya adalah menggerakkan geliat ekonomi arus bawah” ujar Umi Elly.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Bima Muhammad Nasir, M. Pd saat dikonfirmasi media online Bimantika Sabtu 27 Agustus 2022 menyebutkan bahwa untuk Festival Pawai Rimpu 2022 peserta yang mengikutinya sekitar 40 ribu peserta dari berbagai kalangan yang sudah terregistrasi.

“Ini tentunya menjadi sebuah catatan penting peningkatan tajam antusias warga Kota Bima dalam sebuah pagelaran yang menggembirakan” ungkapnya.

Menurut Nasir bahwa Pawai Rimpu adalah ajang “Pesta Rakyat” yang tentunya pesertanya adalah dari warga Kota Bima yang dalam pelaksanaannya peserta merasakan riang gembira.

Sisi lainnya, Masih menurut Nasir bahwa dari kegiatan Festival Pawai Rimpu berdampak positif pada perputaran roda ekonomi rakyat arus bawah.

“Bayangkan saja 40 an ribu membeli pernak pernik Pawai Rimpu, sudah berapa duit yang mengalir di Kota Bima dengan event ini” ujarnya.

Diakhir Wawancara Nasir mengemukakan sangking antusiasnya Warga, yang tercover dalam administrasi 40 ribu Peserta namun Kondisi Riil lapangan dengan keterlibatan para Siswa hingga menembus 50 ribuan hingga 60 ribuan peserta Festival Pawai Rimpu.

Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) yang di wawancara khusus oleh Media Online Bimantika 27 Agustus 2022 mengucapkan terimakasih yang amat sangat dalam atas antusias warga yang begitu besar dalam kegiatan Pawai Rimpu.

“Saya sampaikan ucapan terimakasih pada seluruh lapisan masyarakat Kota Bima yang begitu antusias dalam acara Festival Pawai Rimpu sebagai bentuk melestarikan warisan budaya leluhur” ujar Walikota HML. (//***)

Walid : Beragam Suku, Ras & Agama Meriahkan Pawai Budaya Kota Bima

Bimantika.net _Ketua DPC Partai Gerindra Kota Bima Khalid Bin Walid ikut dalam Festival Pawai Rimpu yang digelar oleh Dekranasda Kota Bima Sabtu 27 Agustus 2022.

Pakaian adat Rimpu adalah salah satu jenis pakaian tradisional yang dimiliki oleh daerah Kabupaten dan Kota Bima, Kabupaten Dompu Nusa Tenggara Barat (NTB).

Bahan dasarnya adalah sarung tenun asli Bima yang dipakai dengan cara bagian atas dililit pada kepala dan terurai ke bagian bawah.

Rimpu umumnya dikenakan oleh perempuan Bima. Ada dua jenis rimpu yang terdapat di daerah itu, pertama Rimpu Mpida atau rimpu kecil yang model pemakaiannya menutupi seluruh bagian muka, hanya mata yang terlihat. Jenis rimpu ini menandakan pemakainya perempuan yang belum menikah atau masih perawan.

Ketua DPC Gerindra Kota Bima yang juga Anggota DPRD Kota Bima Dua Periode Khalid Bin Walid menyampaikan apresiasi yang mendalam pada Dekranasda Kota Bima yang memprakarsai Festival Pawai Rimpu.

Menurut Walid Sapaan Akrabnya Pawai tradisiona budaya rimpu dalam rangka memperingati hut ke 77 warga menenuhi jalan dari timur dan barat sepajang 5 kilo meter.

“Antusias masrakat sangat mengejutkan sekali menikmati pawai budaya, masyarakat sangat senang dan bahagia” ungkap nya.

Walid juga berkomentar bahwa pelaksanaan Festival Pawai Budaya pesertanya Terdapat berbagai macan suku,ras dan agama.

“Berbagai kalangan ikut pawai budaya bima dari berbagai Suku, Ras dan Agama melebur dalam sebuah kegiatan Pawai Budaya Bima” demikian Ungkap Walid. (***)

Walikota HML di Tengah 40 Ribu Peserta Pawai Rimpu Kota Bima

Bimantika.net _Festival Pawai Rimpu yang di Gelar pada Hari Sabtu 27 Agustus 2022 sungguh sangat menggembirakan warga sehingga pesertanya hingga tembus 40 Ribu.

Dan di antara puluhan ribu peserta itu Ada Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) dan istrinya Ketua Dekranasda Kota Bima Hj. Ellya Alwaini selaku penggagas Kegiatan Festival Rimpu tersebut.

Liputan langsung Media Online Bimantika saat berlangsungnya Pawai Rimpu nampak Walikota HML mengenakan Sambolo diatas kepalanya dan Umi Elly mengenakan “Rimpu” semakin nampak cantik Aura Ketua Dekranasda mengenakan Pakaian Adat Bima.

Pakaian adat Rimpu adalah salah satu jenis pakaian tradisional yang dimiliki oleh daerah Kabupaten dan Kota Bima, Kabupaten Dompu Nusa Tenggara Barat (NTB).

Rimpu umumnya dikenakan oleh perempuan Bima. Ada dua jenis rimpu yang terdapat di daerah itu, pertama Rimpu Mpida atau rimpu kecil yang model pemakaiannya menutupi seluruh bagian muka, hanya mata yang terlihat. Jenis rimpu ini menandakan pemakainya perempuan yang belum menikah atau masih perawan.

Kota Bima menorehkan rekor sebanyak 20.165 orang peserta. Lebih banyak dari Kabupaten Dompu yang lebih dulu berhasil pecahkan rekor dunia dengan peserta 13 ribu orang pada tahun 2015 lalu. Dan langsung mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI).

Pelaksanaan Festival Rimpu waktu itu berlangsung pada Sabtu (12/10/2019). Puluhan ribu masyarakat Kota Bima tumpah ruah mengikuti Festival Rimpu yang ditargetkan sebanyak 15 ribu. Jumlah itu membludak diluar dugaan hingga mencapai 20.165 ribu peserta.

Pagelaran yang sama digelar hari ini 27 Agustus 2022 Di masa Kepemimpinan Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) menggelar kegiatan yang sama seperti di tahun 2019 silam.

Yang membedakan hanya Jumlah Peserta saja, di Tahun 2019 Festival Pawai Rimpu dengan Jumlah Peserta 20.165 ribu dengan Mendapatkan Rekor MURI, kini di Tahun 2022 peserta meningkat dua kali lipat yakni dengan Total kupon yang terregistrasi di Dinas Pariwisata Kota Bima sebanyak 40 ribu.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Bima Muhammad Nasir, M. Pd saat dikonfirmasi media online Bimantika Sabtu 27 Agustus 2022 menyebutkan bahwa untuk Festival Pawai Rimpu 2022 peserta yang mengikutinya sekitar 40 ribu peserta dari berbagai kalangan yang sudah terregistrasi.

“Ini tentunya menjadi sebuah catatan penting peningkatan tajam antusias warga Kota Bima dalam sebuah pagelaran yang menggembirakan” ungkapnya.

Nasir menyebutkan bahwa Titik star Peserta Festival Pawai Rimpu 2022 berada pada dua Lokasi yakni untuk peserta dari Kecamatan RasanaE Barat dan Kecamatan Asakota titik starnya dari Lapangan Serasuba, sedangkan untuk peserta Kecamatan Mpunda, Rasanae timur dan Raba titik starnya di Lapangan Pahlawan.

“Bagi peserta dari BUMN, Organisasi Kepemudaan dan Kemahasiswaan serta Pihak lainnya yang ikut serta dalam pawai disesuaikan oleh Pihak Panitia” ungkap Nasir.

Menurutnya Momentum Pawai Rimpu 2022 warga Kota Bima memiliki antusias yang begitu tinggi sehingga pesertanya melebihi dari yang di targetkan.

“Kita targetkan peserta 30 ribu ternyata yang mengikuti lebih dari yang kita targetkan yakni 40 ribu” ujarnya.

Menurut Nasir bahwa Pawai Rimpu adalah ajang “Pesta Rakyat” yang tentunya pesertanya adalah dari warga Kota Bima yang dalam pelaksanaannya peserta merasakan riang gembira.

Sisi lainnya, Masih menurut Nasir bahwa dari kegiatan Festival Pawai Rimpu berdampak positif pada perputaran roda ekonomi rakyat arus bawah.

“Bayangkan saja 40 an ribu membeli pernak pernik Pawai Rimpu, sudah berapa duit yang mengalir di Kota Bima dengan event ini” ujarnya.

Nasir mengemukakan bahwa Festival Pawai Rimpu adalah satu kesatuan dari Momentum perayaan dan memeriahkan HUT RI ke 77.

“Momentum ini sekaligus dalam rangka menggerakkan ekonomi masyarakat arus bawah atau ekonomi rakyat, secara tidak langsung sektor perekonomian dengan sendirinya akan bergerak dalam kegiatan yang melibatkan puluhan ribu warga” demikian ungkap Nasir.

Antusiasme warga yang begitu tinggi menurut Nasir sampai waktu batas pengurusan administrasi KTP masih banyak lagi yang belum mendapatkan Kupon dalam Festival Pawai Rimpu.

“Selesai kita melakukan Pawai Rimpu, kita akan membakar seluruh KTP warga yang terkumpul sekaligus untuk menjawab pertanyaan sebagian kecil warga yang mempertanyakan KTP peserta Pawai Rimpu” Ujar Nasir.

Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) yang di wawancara khusus oleh Media Online Bimantika 27 Agustus 2022 mengucapkan terimakasih yang amat sangat dalam atas antusias warga yang begitu besar dalam kegiatan Pawai Rimpu.

“Saya sampaikan ucapan terimakasih pada seluruh lapisan masyarakat Kota Bima yang begitu antusias dalam acara Festival Pawai Rimpu sebagai bentuk melestarikan warisan budaya leluhur” ujar Walikota HML. (//***)

Dekranasda Kota Bima Sukses Gelar Pawai Rimpu, Geliatkan Ekonomi Rakyat

Bimantika.net _Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Bima di bawah kendali Ketua Dekranasda Kota Bima Hj. Elly Alwaini sukses menggelar Festival Pawai Rimpu Kota Bima 27 Agustus 2022.

Pakaian adat Rimpu adalah salah satu jenis pakaian tradisional yang dimiliki oleh daerah Kabupaten dan Kota Bima, Kabupaten Dompu Nusa Tenggara Barat (NTB).

Bahan dasarnya adalah sarung tenun asli Bima yang dipakai dengan cara bagian atas dililit pada kepala dan terurai ke bagian bawah.

Rimpu umumnya dikenakan oleh perempuan Bima. Ada dua jenis rimpu yang terdapat di daerah itu, pertama Rimpu Mpida atau rimpu kecil yang model pemakaiannya menutupi seluruh bagian muka, hanya mata yang terlihat. Jenis rimpu ini menandakan pemakainya perempuan yang belum menikah atau masih perawan.

Ketua Dekranasda Kota Bima yang juga Istri Walikota HM Lutfi, Hj. Elly Alwaini berterimakasih pada seluruh jajaran panitia pelaksana dan Pemerintah Kota Bima yang mensupport kegiatan yang melibatkan puluhan Ribu warga Kota Bima.

“Dengan rangkaian acara ini, secara tidak langsung Dekranasda Kota Bima melalukan upaya dan ikhtiar pemulihan ekonomi rakyat Kota Bima” ujar Umi Elly saat di wawancara Media Online Bimantika 27 Agustus 2022.

Efek dari Festival Pawai Rimpu ini adalah laku kerasnya puluhan ribu hasil kerajinan para pengrajin di Kota Bima seperti sarung dan sejumlah aksesoris lainnya.

Kebiasaan warga bima yang terjadi selama ini setiap event dipastikan akan membeli pernak pernik yang baru sehingga geliat kerajinan seperti kerajinan kain tentu akan semakin meningkatkan income dan pendapatan bagi para pengrajin.

“Inilah sejatinya tujuan dari Dekranasda dalam menyelenggarakan Pawai Rimpu di Kota Bima, salah satunya adalah menggerakkan geliat ekonomi arus bawah” ujar Umi Elly.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Bima Muhammad Nasir, M. Pd saat dikonfirmasi media online Bimantika Sabtu 27 Agustus 2022 menyebutkan bahwa untuk Festival Pawai Rimpu 2022 peserta yang mengikutinya sekitar 40 ribu peserta dari berbagai kalangan yang sudah terregistrasi.

“Ini tentunya menjadi sebuah catatan penting peningkatan tajam antusias warga Kota Bima dalam sebuah pagelaran yang menggembirakan” ungkapnya.

Menurut Nasir bahwa Pawai Rimpu adalah ajang “Pesta Rakyat” yang tentunya pesertanya adalah dari warga Kota Bima yang dalam pelaksanaannya peserta merasakan riang gembira.

Sisi lainnya, Masih menurut Nasir bahwa dari kegiatan Festival Pawai Rimpu berdampak positif pada perputaran roda ekonomi rakyat arus bawah.

“Bayangkan saja 40 an ribu membeli pernak pernik Pawai Rimpu, sudah berapa duit yang mengalir di Kota Bima dengan event ini” ujarnya.

Diakhir Wawancara Nasir mengemukakan sangking antusiasnya Warga, yang tercover dalam administrasi 40 ribu Peserta namun Kondisi Riil lapangan dengan keterlibatan para Siswa hingga menembus 50 ribuan peserta Festival Pawai Rimpu. (***)

40 Ribu Peserta Pawai Rimpu Kota Bima, Dandim & Wakapolres Bima Kota Ikut Pawai

Bimantika.net _Festival Pawai Rimpu yang di Gelar pada Hari Sabtu 27 Agustus 2022 sungguh sangat menggembirakan warga sehingga pesertanya hingga tembus 40 Ribu.

Festival Pawai Rimpu yang di Gelar pada Hari Sabtu 27 Agustus 2022 sungguh sangat menggembirakan warga sehingga pesertanya hingga tembus 40 Ribu. Dan di antara puluhan ribu peserta itu Ada Dandim Bima dan Wakapolres Bima Kota.

Liputan langsung Media Online Bimantika bahwa ikut dalam Festival Pawai Budaya Wakapolres Bima Kota Kompol Mujahiddin, S. Sos dan Dandim Bima Letkol Inf M. Zia Ulhaq, S. Sos.

Pakaian adat Rimpu adalah salah satu jenis pakaian tradisional yang dimiliki oleh daerah Kabupaten dan Kota Bima, Kabupaten Dompu Nusa Tenggara Barat (NTB).

Rimpu umumnya dikenakan oleh perempuan Bima. Ada dua jenis rimpu yang terdapat di daerah itu, pertama Rimpu Mpida atau rimpu kecil yang model pemakaiannya menutupi seluruh bagian muka, hanya mata yang terlihat. Jenis rimpu ini menandakan pemakainya perempuan yang belum menikah atau masih perawan.

Kota Bima menorehkan rekor sebanyak 20.165 orang peserta. Lebih banyak dari Kabupaten Dompu yang lebih dulu berhasil pecahkan rekor dunia dengan peserta 13 ribu orang pada tahun 2015 lalu. Dan langsung mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI).

Pelaksanaan Festival Rimpu waktu itu berlangsung pada Sabtu (12/10/2019). Puluhan ribu masyarakat Kota Bima tumpah ruah mengikuti Festival Rimpu yang ditargetkan sebanyak 15 ribu. Jumlah itu membludak diluar dugaan hingga mencapai 20.165 ribu peserta.

Pagelaran yang sama digelar hari ini 27 Agustus 2022 Di masa Kepemimpinan Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) menggelar kegiatan yang sama seperti di tahun 2019 silam.

Yang membedakan hanya Jumlah Peserta saja, di Tahun 2019 Festival Pawai Rimpu dengan Jumlah Peserta 20.165 ribu dengan Mendapatkan Rekor MURI, kini di Tahun 2022 peserta meningkat dua kali lipat yakni dengan Total kupon yang terregistrasi di Dinas Pariwisata Kota Bima sebanyak 40 ribu.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Bima Muhammad Nasir, M. Pd saat dikonfirmasi media online Bimantika Sabtu 27 Agustus 2022 menyebutkan bahwa untuk Festival Pawai Rimpu 2022 peserta yang mengikutinya sekitar 40 ribu peserta dari berbagai kalangan yang sudah terregistrasi.

“Ini tentunya menjadi sebuah catatan penting peningkatan tajam antusias warga Kota Bima dalam sebuah pagelaran yang menggembirakan” ungkapnya.

Nasir menyebutkan bahwa Titik star Peserta Festival Pawai Rimpu 2022 berada pada dua Lokasi yakni untuk peserta dari Kecamatan RasanaE Barat dan Kecamatan Asakota titik starnya dari Lapangan Serasuba, sedangkan untuk peserta Kecamatan Mpunda, Rasanae timur dan Raba titik starnya di Lapangan Pahlawan.

“Bagi peserta dari BUMN, Organisasi Kepemudaan dan Kemahasiswaan serta Pihak lainnya yang ikut serta dalam pawai disesuaikan oleh Pihak Panitia” ungkap Nasir.

Menurutnya Momentum Pawai Rimpu 2022 warga Kota Bima memiliki antusias yang begitu tinggi sehingga pesertanya melebihi dari yang di targetkan.

“Kita targetkan peserta 30 ribu ternyata yang mengikuti lebih dari yang kita targetkan yakni 40 ribu” ujarnya.

Menurut Nasir bahwa Pawai Rimpu adalah ajang “Pesta Rakyat” yang tentunya pesertanya adalah dari warga Kota Bima yang dalam pelaksanaannya peserta merasakan riang gembira.

Sisi lainnya, Masih menurut Nasir bahwa dari kegiatan Festival Pawai Rimpu berdampak positif pada perputaran roda ekonomi rakyat arus bawah.

“Bayangkan saja 40 an ribu membeli pernak pernik Pawai Rimpu, sudah berapa duit yang mengalir di Kota Bima dengan event ini” ujarnya.

Nasir mengemukakan bahwa Festival Pawai Rimpu adalah satu kesatuan dari Momentum perayaan dan memeriahkan HUT RI ke 77.

“Momentum ini sekaligus dalam rangka menggerakkan ekonomi masyarakat arus bawah atau ekonomi rakyat, secara tidak langsung sektor perekonomian dengan sendirinya akan bergerak dalam kegiatan yang melibatkan puluhan ribu warga” demikian ungkap Nasir.

Antusiasme warga yang begitu tinggi menurut Nasir sampai waktu batas pengurusan administrasi KTP masih banyak lagi yang belum mendapatkan Kupon dalam Festival Pawai Rimpu.

“Selesai kita melakukan Pawai Rimpu, kita akan membakar seluruh KTP warga yang terkumpul sekaligus untuk menjawab pertanyaan sebagian kecil warga yang mempertanyakan KTP peserta Pawai Rimpu” Ujar Nasir.

Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) yang di wawancara khusus oleh Media Online Bimantika 27 Agustus 2022 mengucapkan terimakasih yang amat sangat dalam atas antusias warga yang begitu besar dalam kegiatan Pawai Rimpu.

“Saya sampaikan ucapan terimakasih pada seluruh lapisan masyarakat Kota Bima yang begitu antusias dalam acara Festival Pawai Rimpu sebagai bentuk melestarikan warisan budaya leluhur” ujar Walikota HML. (//***)

40 Ribu Peserta Pawai Rimpu Kota Bima 2022 Lampaui Rekor MURI 2019, Walikota HML Ucapkan Terimakasih Pada Warga Kota Bima

Bimantika.net _Ditahun 2019 lalu, Kota Bima Propinsi Nusa Tenggara Barat berhasil memecahkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) dengan jumlah peserta terbanyak dalam Festival Pawai Rimpu yang menggunakan busana adat Rimpu dengan jumlah peserta mencapai 20.165 orang.

Pakaian adat Rimpu adalah salah satu jenis pakaian tradisional yang dimiliki oleh daerah Kabupaten dan Kota Bima, Kabupaten Dompu Nusa Tenggara Barat (NTB).

Bahan dasarnya adalah sarung tenun asli Bima yang dipakai dengan cara bagian atas dililit pada kepala dan terurai ke bagian bawah.

Rimpu umumnya dikenakan oleh perempuan Bima. Ada dua jenis rimpu yang terdapat di daerah itu, pertama Rimpu Mpida atau rimpu kecil yang model pemakaiannya menutupi seluruh bagian muka, hanya mata yang terlihat. Jenis rimpu ini menandakan pemakainya perempuan yang belum menikah atau masih perawan.

Kota Bima menorehkan rekor sebanyak 20.165 orang peserta. Lebih banyak dari Kabupaten Dompu yang lebih dulu berhasil pecahkan rekor dunia dengan peserta 13 ribu orang pada tahun 2015 lalu. Dan langsung mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI).

Pelaksanaan Festival Rimpu waktu itu berlangsung pada Sabtu (12/10/2019). Puluhan ribu masyarakat Kota Bima tumpah ruah mengikuti Festival Rimpu yang ditargetkan sebanyak 15 ribu. Jumlah itu membludak diluar dugaan hingga mencapai 20.165 ribu peserta.

Pagelaran yang sama digelar hari ini 27 Agustus 2022 Di masa Kepemimpinan Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) menggelar kegiatan yang sama seperti di tahun 2019 silam.

Yang membedakan hanya Jumlah Peserta saja, di Tahun 2019 Festival Pawai Rimpu dengan Jumlah Peserta 20.165 ribu dengan Mendapatkan Rekor MURI, kini di Tahun 2022 peserta meningkat dua kali lipat yakni dengan Total kupon yang terregistrasi di Dinas Pariwisata Kota Bima sebanyak 40 ribu.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Bima Muhammad Nasir, M. Pd saat dikonfirmasi media online Bimantika Sabtu 27 Agustus 2022 menyebutkan bahwa untuk Festival Pawai Rimpu 2022 peserta yang mengikutinya sekitar 40 ribu peserta dari berbagai kalangan yang sudah terregistrasi.

“Ini tentunya menjadi sebuah catatan penting peningkatan tajam antusias warga Kota Bima dalam sebuah pagelaran yang menggembirakan” ungkapnya.

Nasir menyebutkan bahwa Titik star Peserta Festival Pawai Rimpu 2022 berada pada dua Lokasi yakni untuk peserta dari Kecamatan RasanaE Barat dan Kecamatan Asakota titik starnya dari Lapangan Serasuba, sedangkan untuk peserta Kecamatan Mpunda, Rasanae timur dan Raba titik starnya di Lapangan Pahlawan.

“Bagi peserta dari BUMN, Organisasi Kepemudaan dan Kemahasiswaan serta Pihak lainnya yang ikut serta dalam pawai disesuaikan oleh Pihak Panitia” ungkap Nasir.

Menurutnya Momentum Pawai Rimpu 2022 warga Kota Bima memiliki antusias yang begitu tinggi sehingga pesertanya melebihi dari yang di targetkan.

“Kita targetkan peserta 30 ribu ternyata yang mengikuti lebih dari yang kita targetkan yakni 40 ribu” ujarnya.

Menurut Nasir bahwa Pawai Rimpu adalah ajang “Pesta Rakyat” yang tentunya pesertanya adalah dari warga Kota Bima yang dalam pelaksanaannya peserta merasakan riang gembira.

Sisi lainnya, Masih menurut Nasir bahwa dari kegiatan Festival Pawai Rimpu berdampak positif pada perputaran roda ekonomi rakyat arus bawah.

“Bayangkan saja 40 an ribu membeli pernak pernik Pawai Rimpu, sudah berapa duit yang mengalir di Kota Bima dengan event ini” ujarnya.

Nasir mengemukakan bahwa Festival Pawai Rimpu adalah satu kesatuan dari Momentum perayaan dan memeriahkan HUT RI ke 77.

“Momentum ini sekaligus dalam rangka menggerakkan ekonomi masyarakat arus bawah atau ekonomi rakyat, secara tidak langsung sektor perekonomian dengan sendirinya akan bergerak dalam kegiatan yang melibatkan puluhan ribu warga” demikian ungkap Nasir.

Antusiasme warga yang begitu tinggi menurut Nasir sampai waktu batas pengurusan administrasi KTP masih banyak lagi yang belum mendapatkan Kupon dalam Festival Pawai Rimpu.

“Selesai kita melakukan Pawai Rimpu, kita akan membakar seluruh KTP warga yang terkumpul sekaligus untuk menjawab pertanyaan sebagian kecil warga yang mempertanyakan KTP peserta Pawai Rimpu” Ujar Nasir.

Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) yang di wawancara khusus oleh Media Online Bimantika 27 Agustus 2022 mengucapkan terimakasih yang amat sangat dalam atas antusias warga yang begitu besar dalam kegiatan Pawai Rimpu.

“Saya sampaikan ucapan terimakasih pada seluruh lapisan masyarakat Kota Bima yang begitu antusias dalam acara Festival Pawai Rimpu sebagai bentuk melestarikan warisan budaya leluhur” ujar Walikota HML. (//***)

Sat Reskrim Polres Bima Ikuti Press Release Secara Virtual Terkait Perjudian di Polda NTB

Bimantika.net _Satuan Reskrim Polres Bima Polda NTB mengikuti kegiatan Press Release secara virtual terkait Tindak Pidana (TP) Perjudian di Wilayah Hukum Polda NTB, Kamis (25/9/22) di Ruang Sat Reskrim Polres Bima.

Menurut Kasi Humas Polres Bima, Iptu Adib Widayaka, kegiatan yang dimulai Pukul 15.00 Wita itu, diikuti oleh Dit Reskrimum Polda NTB dan Seluruh Kasat Reskrim dan jajaran Polres se-Pulau Lombok di Mapolda NTB.

Sedangkan untuk Kasat Reskrim dan jajaran se-Pulau Sumbawa mengikuti via Zoom Meeting yang dipimpin langsung oleh Kapolda NTB, Irjenpol Djoko Poerwanto.

Dalam Press Release tersebut, Sat Reskrim Polres Bima yang dipimpin oleh Kasat Reskrim AKP Masdidin, SH, menjelaskan bahwa Polres Bima dalam hal Penanganan Tindak Pidana Perjudian, berdasarkan perintah lisan Kapolri telah mengungkap sebanyak tiga kasus judi jenis togel online dengan mengamankan para pelaku yang bertindak sebagai Bandar Togel beserta Barang Bukti.

Para pelaku dari tiga kasus dimaksud, adalah masing-masing berinisial VS (P/43), seorang IRT warga Desa Cenggu Kecamatan Belo Kabupaten Bima, SB (L/43), seorang Satpam warga Desa Teke Kecamatan Palibelo Kabupaten Bima, dan ABS (L), seorang Wiraswasta warga Desa Runggu Kecamatan Belo Kabupaten Bima.(***)

Wujudkan Kamseltibcar, Sat Lantas Polres Bima Rutin Gelar Kegiatan Rawan Pagi

Bimantika.net _Guna menjaga ketertiban lalu lintas di wilayah hukumnya, khususnya di pagi hari, Satuan Lalu Lintas Polres Bima Polda NTB, rutin melakukan kegiatan yang biasa disebut sebagai Kegiatan Rawan Pagi. Tak terkecuali, Jum’at (26/8/22) yang dimulai setiap Pukul 06.00 Wita.

Dalam kegiatan tersebut, Sat Lantas Polres Bima menyebarkan sejumlah personilnya di titik-titik yang rawan kemacetan dan yang ramai diseberangi pejalan kaki, salah satunya di depan SDN Panda, Palibelo.

Menurut Kasat Lantas Polres Bima, Iptu Niko Herdianto, S.Tr.K, S.I.K., lewat Kasi Humas Iptu Adib Widayaka, kegiatan rawan pagi ini juga merupakan wujud dari pelayanan prima Polri terhadap masyarakat, sehingga masyarakat pengguna jalan saat memulai aktifitasnya di pagi hari menjadi lancar, serta untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat pejalan kaki.

“Mengingat mobilitas kegiatan dan akses jalan oleh masyarakat itu tinggi di pagi hari, seperti ke pasar, sekolah, bekerja dan lain sebagainya jadi lewat kegiatan rawan pagi ini kita berharap terciptanya Kamseltibcar Lantas di Wilayah Hukum Polres Bima,” ujar Niko yang dikutip Adib.

Kamseltibcar Lantas yang dimaksud, paparnya, adalah Keamanan, Keselamatan, Ketertiban dan Kelancaran Lalu Lintas. Yakni situasi dan kondisi dimana penggunaan lalu lintas dirasa baik dengan atau tanpa kendaraan, merasa aman karena terbebas dari rasa ketakutan,adanya ancaman hambatan maupun gangguan.

Salah satu contohnya, dengan menciptakan keamanan dan kenyamanan kepada para siswa-siswi di Depan SDN Panda, saat akan menyeberangi jalan raya menuju sekolah.

Selain masalah Kamseltibcar dan Fatalitas Laka Lantas, dalam kegiatan rawan pagi ini, masih Niko yang diulas Adib, para personil Sat Lantas Polres Bima juga menghimbau masyarakat yang lewat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19, bilapun saat berkendara.(***)

Wakili Kapolres Bima, Kapolsek Madapangga Turut Dampingi Pangdam IX/Udayana dalam Peresmian Pompa Hidram

Bimantika.net _Mewakili Kapolres Bima, AKBP Heru Sasongko, S.I.K., Kapolsek Madapangga, Ipda Kader turut mendampingi Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Sonny Aprianto S.E, M.M, saat meninjau sekaligus meresmikan Pompa Hidram di Desa Monggo Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima, Rabu (24/8/22) Pukul 13.00 Wita.

Kasi Humas Polres Bima, Iptu Adib Widayaka, menyampaikan, turut hadir dan mendampingi Jenderal Bintang Dua dalam kegiatan ini, Asisten Kasdam IX/Udayana, Kolonel Arm Sarkistan Sihaloho, Dandeninteldam IX/Udayana, Letkol Kav Alexander Achmad, Kasmindam IX/Udayana, Mayor Inf Dhavid Nur Hardiansyah, Dandim 1608/Bima Letkol Inf Muhamad Zia Ulhak S.sos, Danyonif 742/SWY Letkol Inf Andhika Baroto C S.I.P., Danramil 1608-04/Donggo, Kapten Inf Rusdin, Danramil 1608-02/Bolo, Kapten Inf Gontang P, Danpos Ramil 1608-02/Madapangga, Peltu Ruslan, serta Seluruh Babinsa Koramil 1608-02/Bolo.

Sementara dari pihak Muspida Kabupaten Bima, Bupati Bim, Hj Indah Damayanti Putri SE, Wakil Bupati Bima, Drs. H. Dahlan M Nor. Kadis Pertanian, Hj. Nurma, Camat Madapangga, Tajudin Noor S.sos, Kepala KUA Madapangga, beserta Kepala Desa se-Kecamatan Madapangga, dan 250 orang tokoh masyarakat Bima.

Umi Dinda, sapaan akrab Bupati Bima, dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang kepada Pangdam IX/Udayana.

“Ijinkan kami atas nama masyarakat Kabupaten Bima dan pemerintah terlebih dahulu menyampaikan ucapan selamat datang kepada bapak Pangdam IX/Udayana dan seluruh rombongan.” Ungkapnya.

Lanjutnya, adanya dua program pompa hidram ini merupakan anugerah bagi seluruh petani dan masyarakat, khususnya di wilayah Desa Monggo dan Desa candi.

Ia mengharapkan, agar masyarakat menjaganya dengan baik untuk dimanfaatkan secara bersama.

“Dan tentunya ini akan tercatat dalam sejarah, ini merupakan bukti nyata kedekatan TNI dengan rakyatnya,’ ujar Umi Dinda.

Sementara itu, Pangdam IX/Udayana, menyebut, bahwa selama kepemimpinannya, telah membuat 11 pompa hidran di wilayah Kabupaten Bima.

“Ini mungkin adalah pompa Hidram yang terbesar di seluruh wilayah Kodam IX Udayana.” Tukasnya.

Dengan tersebarnya pompa hidram ini, Pangdam mengajak masyarakat ntuk menunjukkan kepada dunia bahwa Negara Republik Indonesia bisa menjadi lumbung pangan dunia

“Mari kita Tingkatkan indeks hasil pertanian sehingga kita bisa menjadi lumbung pangan paling tidak lumbung pangan untuk negara kita dan syukur-syukur bisa menjadi lumbung pangan dunia.” Harap Pangdam.

Dibeberkannya, program Pompa Hidram tersebut bisa terwujud berkat adanya donasi dari para donatur yang ada di Jakarta dan Kota Medan.

“Dan disini saya ingin menunjukkan kita perlu meningkatkan atau memupuk nilai toleransi dan nilai toleransi kita sebagai bangsa Indonesia yang memiliki keragaman baik suku agama ras dan golongan supaya bapak-bapak dan ibu tahu bahwa yang menyumbang ini juga dari agama yang berbeda bahwa mereka memiliki kelebihan rezekinya untuk bisa membantu saudara-saudaranya yang jauh bahkan mungkin mereka belum pernah ke sini dan mungkin tidak akan pernah ke sini tapi setidaknya mereka mau menerjemahkan apa yang mereka punya untuk kepentingan masyarakat yang ada di sini,” paparnya.

Ia berharap, adanya pompa hidram yang diresmikannya itu, betul-betul dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Di sini kami hanya berbuat ini supaya tetap selalu di hati rakyat,” tutupnya.

Kegiatan tersebut berakhir Pukul 14.00 Wita di bawah pengamanan dan monitoring anggota Polsek Madapangga dibantu oleh Anggota Sabhara Polres Bima di bawah kendali AKP Danhiel dan Kapolsek Madapangga IPDA Kader. (***)