Walikota HML : 2023 Kota Bima Tuan Rumah Penyelenggaraan Kota Inovatif Se-Indonesia

jpn

Bimantika.net _Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) menghadiri acara Pelantikan Ketua RT dan RW Kelurahan Lewirato periode 2023-2026, Kamis 19 Januari 2023.

Acara pelantikan pengurus RT/RW terpilih yang dipusatkan di Aula SMK Negeri 3 Kota Bima tersebut dirangkaikan dengan Sosialisasi P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika oleh BNNK Cabang Bima.

Walikota HML di momentum tersebut menyebutkan bahwa pemilihan Ketua RW dan RT sudah diatur dalam Peraturan Walikota (Perwali).

“Hanya saja masa periodenya diperpanjang, dari 3 tahun menjadi 5 tahun” ungkap Walikota HML.

HML berharap, untuk membantu kinerja perangkat kelurahan, perlu dibentuk Badan Usaha Milik Kelurahan (BUMKEL), Lembaga Adat, serta Tim Siaga Bencana.

“Ini menjadi instrumen penting, dengan adanya lembaga adat, persoalan di tengah-tengah masyarakat tidak serta merta berlanjut ke proses hukum, tapi hanya diselesaikan oleh Lembaga Adat dan RT/RW setempat, sehingga menjadi peraturan yang ada di tingkat kelurahan,” tuturnya.

HML yang juga mantan Anggota DPR RI Dua Periode ini menyampaikan, sejumlah penghargaan di tingkat regional dan nasional yang dicapai oleh Kota Bima selama masa kepemimpinannya.

Seperti yang belum hilang dari ingatan kita yaitu Kota Bima mendapat penghargaan pelayanan publik terbaik urutan 3 nasional.

“Hal ini menandakan pelayanan yang sesungguhnya yang dilakukan pemerintah kepada masyarakat, pemerintah benar-benar hadir ditengah masyarakat, inilah pelayanan yang sesungguhnya” cetusnya.

Walikota HML berharap doa dan dukungan dari masyarakat, karena pada tahun 2023 ini, Kota Bima mendapat kepercayaan sebagai tuan rumah penyelenggaran Kepala Daerah Inovatif yang dihadiri para gubernur, bupati, dan walikota se Indonesia.

“Ini bukan tanpa alasan, artinya kita dipercayakan menyelenggarakan acara besar ini, padahal masih banyak kota-kota lain yang dipilih, seperti Medan, Makasar, Surabaya, dan lainnya, namun Kota Bima mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah, kepercayaan ini harus benar-benar kita siapkan dengan maksimal nantinya,” paparnya.

Di akhir arahannya, Wali Kota Bima menyampaikan terima kasih kepada ketua RW dan RT yang telah mengabdi sebelumnya, karena telah memberikan pengabdiannya ditengah masyarakat.

“Untuk RT/RW terpilih, bekerjalah dengan baik, dan dapat mengabdikan diri melayani masyarakat selama 5 tahun kedepan,” tutupnya.

Lurah Lewirato, A. Munir Hariaddin, S.Pd dalam laporannya menyampaikan, masa bakti berakhir RW dan RT Kelurahan Lewirato sebelumnya pada bulan November 2022, kemudian ditindaklanjuti dengan pelaksanaan pemilihan secara demokrasi pada Bulan Desember.

“Jumlah RW di Kelurahan Lewirato sebanyak 4, kemudian RT sebanyak 10, dan kami telah melalui proses pemilihan secara demokrasi di TPS yang disediakan oleh panitia,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, A. Munir menyampaikan, selamat dan sukses kepada Ketua RW dan RT terpilih, semoga kedepannya dapat berlaku adil, bijaksana dan memegang amanah yang diberikan oleh masyarakat melalui proses pemilihan secara demokrasi beberapa hari lalu.

Peran RW, RT, dan LPM sambungnya, sangat signifikan untuk memajukan pembangunan dan mensejahterakan masyarakat. Pihaknya tidak dapat bekerja sendiri, tanpa peran dan bantuan RW/RT, LPM, Karang Taruna dan masyarakat.

“Harapan besarnya, kita semua bisa bekerjasama dengan baik, saling mengingatkan, berkontribusi dengan baik, sehingga dapat membawa Lewirato kearah perubahan, maju dan sejahtera,” ungkap Munir.

Kegiatan ini bisa terlaksana dengan baik berkat dukungan penuh semua pihak, terutama SMKN 3 Kota Bima yang terus memberikan support penuh untuk setiap kegiatan Kelurahan Lewirato, lebih khusus ucapan terima kasih kepada bapak Wali Kota Bima yang berkenan hadir pada kesempatan pagi ini.

“Jujur Pak Wali, hari ini adalah hari sejarah bagi saya pribadi, karena ini adalah kali pertama saya berbicara didepan pak Wali, ada rasa campur haru, bangga, dan ini menjadi spirit semangat bagi saya membawa Lewirato jauh lebih baik kedepan,” tutupnya disambut senyum oleh pak Wali dan tepuk tangan hadirin.

Walikota Bima didampingi Asisten I Setda Kota Bima, Kabag Pemerintahan Setda Kota Bima, Kabag Prokopim Kota Bima, Camat beserta Sekcam Mpunda, dan Lurah Lewirato, dan dihadiri oleh Kepala BNNK Cabang Bima, Kepala SMKN 3 Kota Bima, Babinsa, Bhabinkamtibmas, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dsn tokoh wanita kelurahan setempat. (//Midun//kominfo//***)

Tim Puma 1 Polres Bima Kota Tangkap Pelaku Curi HP

jpn

Bimantika.net _Tim Puma I Satuan Reskrim Polres Bima Kota berhasil ungkap terduga pelaku pencurian HP di Kecamatan Lambu Kabupaten Bima (Wilayah hukum Polres Bima Kota, red).

Tim Puma 1 berhasil menangkap seorang pria berinisial DB warga Desa Lambu, Rabu malam (18/1) sekitar pukul 21.30 wita.

Kapolres Bima Kota AKBP Rohadi, S.I.K melalui Kasi Humas Polres Bima Kota IPTU Jufrin menyampaikan, kejadian itu terjadi pada tanggal 12 Januari lalu di So Kampo Loka Desa Lambu.

Terduga pelaku diduga mencuri satu unit HP milik Miftahudin asal Desa Rato. Atas kejadian itu, korban melaporkan ke Polres Bima Kota.

Usai menerima laporan korban, Tim Puma yang dipimpin Katim Puma I Aipda Abdul Hafid menyelidiki keberadaan barang bukti dan terduga pelaku.

“Hasil penyelidikan, tim Puma I mengetahui lokasi keberadaan HP dan terduga pelaku,” Ujarnya, Kamis (19/1).

Mengetahui lokasi terduga pelaku kata Jufrin, tim langsung bergegas menuju Desa Lambu dan berhasil mengamankan DB bersama barang bukti.

Guna penyelidikan lebih lanjut, terduga pelaku dan barang bukti digelandang ke Polres Bima Kota, untuk diperiksa lebih lanjut.

“Terduga pelaku sudah diamankan dan sedang dalam pemeriksaan penyidik,” Katanya. (***)

Pukuli Anak Kandung Masih SD, Ajak Mantan Iparnya Berkelahi, Berujung Pembacokan

jpn

Bimantika.net _Seorang Ayah tak memiliki nurani sehingga anak kandung sendiripun dianiaya.

IS (45) warga Langgudu bukan sekali dua kali melakukan tindakan kekerasan terhadap darah dagingnya sendiri, akan tetapi berkali-kali.

Sehingga berujung di bacok oleh AR yang merupakan mantan iparnya sendiri.

Kasi Humas Polres Bima Kota IPTU Jufrin menyampaikan bahwa kejadian itu terjadi pada hari senin 16 Januari 2023,

Kasi Humas Polres Bima Kota mengungkapkan bahwa saat itu IS mendatangi rumah mantan istrinya untuk menjenguk anaknya. Karena IS bercerai dengan istrinya sekitar 3 bulan yang lalu.

Tiba di rumah mantan istri, IS duduk bersama anak perempuannya yang masih SD dan memukul anaknya berkali-kali.

“Merasa kasihan pada ponakannya, AR kakak kandung mantan istri IS pun menegurnya” ungkapnya.

Namun teguran itu tidak diindahkan oleh IS, malah IS memanggil AR untuk turun dari atas rumah jika tidak terima ponakannya dipukul.

“Usai mengajak AR berkelahi, IS kembali memukul anaknya yang masih berumur 9 tahun tersebut,” Ujarnya, Kamis (19/1).

Mendengar ajakan dari IS kata Jufrin, AR pun turun dari rumah sambil memegang parang dan langsung membacok kepala dan lengan kiri IS masing-masing dua kali.

Usai membacok IS, terduga pelaku langsung pergi meninggalkan tempat kejadian perkara (TKP).

Sedangkan korban menuju Puskesmas Langgudu Timur dengan berjalan kaki.

Kapolsek Langgudu yang mengetahui peristiwa itu, bergegas menuju lokasi kejadian dan menuju Puskesmas Langgudu untuk melihat kondisi korban.

“Kapolsek langsung melihat kondisi korban ke puskesmas,” Katanya

Tidak lama kemudian lanjut Jufrin, orang tua AR menghubungi Kapolsek untuk menjemput AR di kebun miliknya, katena AR mau menyerahkan diri dan mengakui perbuatanya

Kini AR sudah di amankan ke Polres Bima Kota, Kondisi Kamtibmas terkendalikan. (***)

Tim Operasi Bina Kusuma Rinjani Polres Bima Gelar Binluh di Pasar Tente

jpn

Bimantika.net _Tim Ops Bina Kusuma Rinjani 2023 Polres Polres Bima Polda NTB melaksanakan kegiatan bimbingan dan penyuluhan (Binluh) di pasar Tente Kecamatan Woha Kabupaten Bima Rabu 18/01/23 Pagi Kemarin.

Kapolres Bima Kabupaten AKBP Hariyanto SH.,SIK., lewat kasi humas Iptu Adib Widayaka mengatakan kegiatan penyuluhan yang digelar tim Operasi Bina Kusuma untuk menekan terjadinya gangguan kamtibmas khususnya premanisme guna menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif diwilayah hukum Polres Bima.

Sebelum pelaksanaan terlebih dahulu dilakukan apel pengecekan di halaman Mapolres Bima dan APP tentang tata cara bertindak dilapangan dipimpin Kasat Binmas AKP Suhermansyah.

Setelah itu dilanjutkan di pasar Tente memberikan bimbingan dan penyuluhan kepada pengunjung pasar, tukang ojek dan supir angkutan umum.

Dalam kesempatan itu Tim memberikan himbauan bahwa Polres Bima saat ini sedang melaksanakan operasi Kepolisian yakni Bina Kusuma Rinjani dengan sasaran kejahatan terkait premanisme, kejahatan jalanan, geng motor, judi, minuman keras serta peredaran Narkoba.

Termasuk mengantisipasi tindakan kriminal, seperti curanmor, untuk itu warga dihimbau agar menghindari pelanggaran seperti Minum- minuman keras, Main judi serta tidak terlibat dalam Penyalahgunaan narkotika.

Tim Ops Bina Kusuma Rinjani 2023 juga mengajak masyarakat agar bersinergi dengan Pihak Kepolisian dalam menjaga keamanan sehingga terwujud situasi Kamtibmas yang kondusif dan apa bila melihat ataupun mengetahui adanya tindakan kejahatan agar segera melaporkan ke pihak kepolisian dan tidak main hakim sendiri. (***)

Rampas Handphone Polisi, Pria 23 Tahun Asal Tolouwi Ditangkap Polisi

jpn

Bimantika.net _Tim puma yang dimiliki oleh Satuan Reskrim Polres Bima Polda NTB berhasil mengamankan terduga pelaku Curas Rabu , 18/01/23 Sekira Pukul 15.30. Wita di Kelurahan Mande Kota Bima Sore Kemarin.

Kapolres Bima AKBP Hariyanto,S.I.K, SH melalui kasi humas Iptu Adib Widayaka membenarkan, telah diamankan terduga pelaku pencurian dengan kekerasan/Curas, berinisial JD L/23 warga Desa tolouwi kecamatan Monta Kabupaten Bima.

JD diamankan setelah di buru selama 9 hari karena merampas 1 Unit Handphone milik Korban NR L/23 warga Desa Rato Kecamatan Bolo Kabupaten Bima di Pantai Wane Selasa 10/01/23 Sekira Pukul 15. 00. Wita” Ungkap Kapolres sebagaimana dikutip Adib.

Adib meneruskan, kejadian itu berawal korban dan temannya datang ke pantai wane dan setibanya di pantai wane tiba tiba datang pelaku dan meminta HP korban dengan alasan untuk menghubungi teman nya.

Namun permintaan Pelaku ditolak oleh korban tapi pelaku malah ngotot seraya mengancam korban dengan bahasa KAMU” SERAHKAN HP ATAU KAMU SAYA APAKAN!!!”

“Saat itu pelaku mengaku bernama Margo Korban yang ketakutan akhirnya menyerahkan Handphone Iphone miliknya kepada pelaku, usai melakukan aksinya pelaku Kabur menggunakan Sepeda motor” Beber Adib.

Akibat dari kejadian tersebut Korban yang diketahui Anggota Polri yang berdinas di Mapolres Bima Polda NTB ini mengalami kerugian yang ditaksir mencapai Rp 10.000.000( Sepuluh Juta Rupiah) dan melaporkan ke SPKT Mapolres Bima.

Kasat Reskrim Polres Bima AKP Masdidin SH, yang mendapat Laporan itu memerintahkan Tim Puma agar segera melakukan penyelidikan dan meringkus terduga pelaku.

Katim Puma dipimpin oleh Katim Puma Aiptu Gatot Wahyudin SH bergerak guna melakukan penyelidikan terkait keberadaan terduga pelaku dan barang bukti.

Setelah sembilan hari melakukan penyelidikan dan memburu terduga pelaku akhirnya Rabu, 18/01/23 Sekira Pukul 15.00. Wita sore kemarin Tim puma berhasil mengendus keberadaan terduga dan barang bukti yang berada di Kelurahan Mande Kota Bima.

Tidak membuang waktu Tim Puma langsung bergerak menuju persembunyian terduga di kelurahan Mande, sesampainya di Kelurahan Mande Tim langsung upaya hukum dengan mengamankan terduga pelaku.

Selain itu dari tangan pelaku tim menyita barang bukti 1 Unit Handphone hasil kejahatan dan 1 buah Kunci Leter T yang diduga kuat untuk melakukan kejahatan.

Setelah itu terduga pelaku dengan sejumlah barang bukti langsung digiring menuju Mapolres Bima untuk diproses hukum lebih lanjut Tutupnya. (***)

Kecelakaan Motor dan Mobil Pickup di Tambe, Pengendara Motor Alami Luka-Luka

jpn

Bimantika.net _Personel Polsek Bolo Polres Bima Polda NTB bantu Evakuasi korban kecelakaan Lalulintas antara Sepeda Motor dengan Mobil Pickup yang terjadi di jalan Lintas Sumbawa-Bima tepatnya di Dusun Lara Desa Tambe Kecamatan Bolo Kabupaten Bima Rabu, 18/01/23 Sekira Pukul 18.00.Wita Kemarin.

Kapolres Bima Kabupaten AKBP Hariyanto, S.I.K, SH melalui kasi humas Iptu Adib Widayaka membenarkan. adanya’ Kecelakaan antara sepeda motor (Spm) tanpa No.Pol yang di kendarai oleh AS L/17 dengan Mobil Pickup Jenis Colt TS yang di kemudikan NS L/28 bernomor polisi,EA 8379 YZ Keduanya merupakan Warga Desa Bolo dan Desa Tambe.

Kecelakaan tersebut berawal mobil pickup dan sepeda motor sama-sama melaju dari arah barat Kabupaten dompu menuju arah timur Kabupaten Bima.

Tepatnya di Dusun Lara Mobil Pickup yang hendak belok Kanan dari arah Madapangga tiba-tiba mendengar benturan dari sebelah kanan mobilnya.

Mendengar itu NS menghentikan laju mobil yang dikendarainya dan memeriksa suara benturan tersebut dan melihat korban sudah tergelak di Aspal.

Personel Polsek yang mendapat informasi tersebut langsung menuju tempat kejadian perkara (TKP).

Sesampainya di TKP Polisi di bantu oleh warga sekitar membawa korban menuju PKM Bolo untuk mendapatkan perawatan medis.

Akibat dari kejadian itu, pengendara SPM mengalami Luka di beberapa bagian tubuh yakni,mengalami luka menganga di bagian pelipis sebelah kiri,dagu mengalami luka terbuka serta lutut kiri mengalami pergeseran.

Karena luka yang dialami korban Cukup Serius korban akan di Rujuk Ke RSUD Bima Jelasnya.

Polisi juga menghimbau kepada masyarakat sekitar agar berhati-hati dalam berkendara terlebih saat ini musim penghujan serta memakai alat pelindung Kepala dan melengkapi surat- surat Kendaraan.

Kedua kendaraan tersebut saat ini diamankan di Mapolsek Bolo Pungkas Adib. (***)

Sekularisme; Racun yang Menggerogoti Tubuh Pemuda dan Generasi Muslim

jpn

Oleh: Rahmania, S. Psi

Bimantika.net _Generasi adalah kekayaan berharga bagi kita. Keberadaan mereka ibarat sebuah jantung bagi sebuah tubuh, karena memang sebegitu pentingnya peran dan keberadaan generasi muda. Demikian pula sebuah peradaban, tonggaknya ada pada pemuda.

Bahkan suatu peradaban sulit terwujud jika tanpa perjuangan pemuda. Sebagaimana suri tauladan kita, Rasulullah SAW yang merekrut kaum muda dalam membantu dakwah beliau.

Pun jihad, dalam rangka agar Islam tersebar luas, beliau lakukan bersama para pemuda.

Hari ini kita melihat secara langsung, membaca berita di media, hingga menyaksikan di layar televisi, sungguh menyayat hati kondisi kaum muda dan generasi hari ini. Mereka tidak hanya menjadi korban dari berbagai tindak kejahatan dan kriminal, namun juga sebagai pelaku kejahatan dan kriminal itu sendiri.

Para pemuda dan generasi hari ini juga dihadapkan pada krisis moral dan adab, yang membuat mereka kehilangan empati terhadap lingkungan. Kondisi kerusakan ini menimpa generasi dan pemuda di seluruh negara di dunia, termasuk Indonesia, juga di seluruh daerah di Indonesia, termasuk Kota Bima.

Di daerah Bima, baik di Kota maupun di Kabupatennya, generasi dihadapkan dengan berbagai masalah kejahatan dan kriminal. Dirilis dari Tribun Lombok tahun 2022 bahwa kasus kejahatan dan kriminal di Kota Bima sebanyak 217 kasus terlapor.

Mereka terlibat dalam kasus penggunaan narkoba hingga berada dalam gurita pengedar dan bandar narkoba. Polres Bima Kota telah mengungkap 76 kasus penggunaan dan pengedaran narkoba sepanjang tahun 2022.

Juga menjadi korban pembunuhan hingga pelaku pembunuhan. Korban kekerasan seksual hingga pelaku kekerasan seksual, pencabulan dan pemerkosaan.

Mereka juga korban kejahatan juga sekaligus pelaku perampokan, pencurian, begal, dan panahan.

Tak ketinggalan pergaulan bebas hingga berujung pada hamil di luar nikah, putus sekolah, dan sekelumit masalah lain.

Tidak hanya itu, para pemuda dan generasi juga dihadapkan pada krisis moral dan adab.

Abainya Perhatian Masyarakat Hingga Negara

Tidaklah kerusakan demi kerusakan yang menimpa generasi hari ini terjadi atas kesalahan mereka secara personal. Kerusakan tidak hanya terjadi atas kurangnya ketaatan secara individu. Justru ketaatan individu saja tidak akan cukup mencegah mereka dari berbuat maksiat dan kerusakan.

Mungkin kita percaya bahwa seorang PSK bisa berubah menjadi alim jika hidup di lingkungan yang baik. Masyarakat dan tata aturan tempat dia hidup akan mendorong si PSK untuk berlaku ahsan dan beramal baik. Walau awalnya terpaksa, lambat laun akan menjadi kebiasaan. Katakan di lingkungan tersebut masyarakat terbiasa sholat tepat waktu, sedekah dan saling tolong menolong dalam kebaikan dan amal shalih, menghidupkan Masjid dengan aktivitas ta’lim, belajar dan mengkaji Islam, amar makruf nahi mungkar sebagai ruh dalam kehidupan masyarakat tersebut.

Ditambah dengan diberlakukan sanksi bagi anggota masyarakat yang tidak taat pada sistem kehidupan yang berlaku di dalam masyarakat tersebut.

Lambat laun si PSK akan hidup sebagaimana masyarakat itu hidup. Sebaliknya, seorang ‘alim akan rusak jika dia hidup di lingkungan PSK.

Awalnya bisa jadi seorang ‘alim tersebut melihat kemaksiatan, lambat laun dia akan menjadi pelaku maksiat. Karena lingkungan tersebut menjalankan kehidupan mereka di atas maksiat dan pasti tidak ada yang saling mengingatkan akan maksiat tersebut apalagi tidak ada pihak yang memberlakukan sanksi, maka seluruh masyarakat akan berada dalam kemaksiatan yang sama.

Sedemikian penting kontrol masyarakat dan tata aturan yang mengarahkan manusia untuk taat dan takwa. Sementara hari ini, fakta kehidupan masyarakat telah mengalami distorsi yang begitu jauh dari Islam, oleh karena sistem kapitalisme sekuler yang menjadi kendali pemikiran dan kehidupan umat hari ini. Kita sudah jarang menjumpai masyarakat yang saling tolong menolong dalam kebaikan dan taat. Sebaliknya, tolong menolong dalam mendiamkan maksiat, juga tolong menolong dengan motif materi.

Kehidupan masyarakat pun berorientasi pada ekonomi dan materi. Wajar, kenaikan BBM berdampak pada mahalnya harga pangan, juga mahalnya biaya kesehatan dan pendidikan membuat masyarakat secara terpaksa harus sibuk bekerja mencari uang untuk memenuhi kebutuhan hidup yang serba mahal.

Jika seperti ini, wajar jika kehidupan masyarakat apatis antara satu dengan yang lain, individualistis hanya memikirkan diri dan keluarga masing-masing, minim rasa empati dan kepedulian.

Akhirnya fungsi kontrol antar masyarakat bukan lagi dalam ketaatan dan kebaikan. Amar makruf nahi mungkar menjadi aktivitas aneh, karena dianggap kepo dan mengurusi masalah orang lain. Sehingga saat melihat remaja dan generasi muda melakukan kesalahan bahkan pelanggaran syariat, tidak terpanggil untuk peduli dan memperbaikinya.

Selain itu kurikulum di sekolah juga ikut mengambil bagian bagi rusaknya generasi dan pemuda hari ini.

Kurikulum moderasi yang semakin menjauhkan mereka dengan nilai-nilai Islam, isu deradikalisasi yang semakin masif diaruskan di dunia sekolah hingga pesantren membuat mereka semakin takut untuk mengenal dan memahami agamanya sendiri karena khawatir dicap radikal. Apalagi adanya proyek 3 Menteri yaitu Menteri Pendidikan, Menteri Pemuda dan Olahraga, serta Kementerian Agama dengan memfokuskan para pelajar pada aktivitas seni dan budaya, film, dan olahraga.

Hari ini sekolah tidak hanya belajar ilmu pengetahuan, tapi juga bernyanyi, bermain film, tari-tarian, fashion show, masak masakan khas daerah nusantara, berbagai cabang olahraga dan itu dilombakan antar sekolah dari tingkat dasar, menengah pertama hingga menengah atas.

Jika kurikulum di sekolah seperti ini, lalu bagaimana output pelajar dan generasi kita? Padahal mereka hari ini adalah mereka yang menjadi pemimpin dan penerus peradaban kelak. Negara dengan kurikulum sekuler telah gagal membentuk karakter remaja dengan karakter Islam sejati, berkarater pemimpin yang memiliki tsaqofah yang khas.

Dengan demikian, wajar jika kerusakan demi kerusakan menimpa para remaja dan generasi. Karena sistem kehidupan yang ada hari ini adalah sistem kehidupan yang rusak dan merusak.

Mereka digiring untuk jauh dari nilai-nilai Islam dan kebenaran. Kita harus sadar bahwa pengrusakan ini dilakukan secara sistemik, terarah dan masif.

Maka kita tidak boleh tinggal diam melihat generasi kita menjadi target pengrusakan ini.

Kegagalan Keluarga Membina Generasi

Kerusakan generasi dan pemuda tidak terlepas juga dari kegagalan keluarga sebagai benteng terakhir yang melindungi remaja dari berbagai ancaman dan kerusakan kehidupan hari ini.

Hilangnya peran ayah sebagai qowwam yang berkewajiban mendidik anak dan istrinya dengan ilmu agama, juga nihilnya fungsi ibu sebagai ummu wa robatul bayt menjadi bencana tersendiri bagi keluarga kaum muslim hari ini. Hal ini terjadi karena jauhnya keluarga dari Islam.

Islam tidak dijadikan sebagai aturan hidup dalam keluarga, individu-individu dalam keluarga tidak mengikat dirinya dengan syariat Allah.

Akibatnya banyak ayah yang hanya mencukupkan diri dengan memberi nafkah materi pada keluarga. Demikian dengan ibu yang tidak memiliki waktu untuk menuntut ilmu sebagai bekalnya dalam mengasuh dan mendidik anak dengan alasan tidak memiliki waktu atas kesibukannya di kantor.

Sekularisme telah membentuk keluarga yang jauh dari Islam dan syariatnya. Akibatnya sulit bagi keluarga untuk membentuk ketaatan individu dalam keluarga. Baik itu ketaatan pada anak-anak hingga ketaatan orangtua.

Dengan gagalnya fungsi keluarga membentuk ketaatan individu anak, didukung oleh gagalnya masyarakat menjalankan fungsi kontrolnya, juga abainya negara dalam melindungi para generasi dari rusaknya pemikiran berdampak pada rusaknya perilaku adalah jawaban mengapa remaja hari ini rusak tercabik-cabik.

Potensi besarnya telah mandul, tumpul. Jika ini dibiarkan, jangankan untuk membangkitkan umat, membangkitkan dirinya sendiri pun mereka gagal.

Islam Mewujudkan Generasi Kuat Berkarakter Pemimpin

Islam adalah agama yang sempurna dan menyeluruh. Islam bukan saja agam ritual namun Islam adalah konsep dan peraturan hidup. Islam memiliki konsep yang khas dalam sistem ekonomi, uqubat, politik, sosial, juga pendidikan.

Islam adalah agama wahyu, syariatNya tidak lain mewujudkan pada keberkahan dan kebaikan jika diterapkan. Sebab syariat Islam mengantarkan manusia pada takwa dan taat pada Allah Al-Khaliq Al-Mudabbir. Seperti dalam sistem perekonomiannya,

Islam mengatur sistem kepemilikan agar alam semesta dan sumber daya yang dimiliki tidak dikuasai oleh segelintir manusia.

Bahwa ada kepemilikin umum yang harus dikelola oleh negara kemudian hasilnya dikembalikan kepada rakyat dengan cara pemenuhan kebutuhan dan hajat hidup mereka. Sehingga tidak ada rakyat yang menaggalkan kewajiban dengan alasan mencari nafkah.

Islam menyediakan lapangan pekerjaan bagi suami agar mereka dimampukan untuk menafkahi istri dan anak di rumah. Maka tidak ada suami ataupun istri yang sibuk bekerja bahkan rela meninggalkan anak-anak hanya untuk sekadar mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan makan dan minum.

Dengan demikian orangtua memiliki waktu untuk menuntut ilmu Islam, mengkaji dan mendalami Islam sebagai bekal dalam membentuk ketaatan diri mereka dan anak-anak. Orangtua yang taat dan rajin mengkaji Islam juga akan melibatkan anak-anak mereka ke dalam aktivitas yang sama dengan mereka. Maka jika demikian, negara telah membantu rakyatnya dalam mengokohkan akidah dan membentuk keluarga tholabul ‘ilmi yang atasnya akan melahirkan keluarga yang memiliki visi misi surga.

Demikian dalam sistem pendidikan. Islam memiliki karakter pendidikan yang khas, yaitu pendidikan berbasis tsaqofah Islam.

Sebab bangunan akidah adalah hal paling penting dan mendasar untuk dibentuk pada diri anak-anak.

Maka negara berperan dalam merumuskan kurikulum yang membentuk kepribadian Islam pada mereka dan seluruh kurikulum pada usia sekolah senantiasa merujuk pada pembentukan akidah yang shohih.

Jika akidahnya sudah benar maka generasi kita akan mengetahui yang benar dan salah, yang haq dan bathil. Apalagi negara Islam juga menerapkan sistem sosial dan pergaulan yang kondusif dengan mengatur hubungan antara laki-laki dan perempuan hanya dalam hal-hal yang boleh dalam timbangan syara’.

Dengan peraturan, konsep dan sistem hidup yang komperehensif seperti ini, adanya kolaborasi bersama antar pilar keluarga, pilar masyarakat dan pilar negara, maka generasi berkarater pejuang yang kuat dan kokoh pasti akan terwujud. Sejarah mencatat bagaimana pemuda-pemuda dalam binaan sistem Islam. Mereka tumbuh menjadi generasi cerdas, delegasi-delegasi hebat, para pemimpin-pemimpin pasukan perang, mereka ilmuwan sekaligus ulama dan mujtahid.

Keberadaan mereka dikenang dan dikenal dunia hingga hari ini. Ilmu-ilmu yang mereka tulis menjadi rujukan manusia hingga hari ini. Demikianlah sistem yang hebat dan luar biasa, ia akan menghasilkan hal-hal luar biasa dan hebat pula. Sangat jauh berbeda dengan kondisi hari ini yang justru menyeret pemuda pada kerusakan yang sangat akut. Bayangkan saja muncul istilah-istilah rebahan, sad boy dan lain sebagainya. Istilah konyol, sekonyol sistem yang mengatur kehidupan mereka.

Wallahu a’lam. (***)

Jelang Bulan Ramadhan 1444 H, Bhayangkari Woja Bagi-bagi Al Qur’an di YABAS Dompu

jpn

Bimantika.net _Jelang Bulan Suci Ramadhan 1444 H, bertempat di Yayasan Abu Bakar Ahmad Siddin disingkat YABAS, Ketua Ranting Bhayangkari Woja Nursinah Zainal Arifin, bersama anggota lainnya melaksanakan kegiatan Bhakti Sosial, Rabu (18/1/2023) sekira pukul 17.00 Wita.

Kedatangan ‘Emak-emak’ hebat lingkup Polsek Woja di Jalan Syech Muhammad No. 5 Lingkungan Jado, Kelurahan Dorotangga Kecamatan Dompu, disambut hangat para pengurus Yayasan.

Pada pelaksanaannya, Nursinah Zainal menyampaikan maksud kedatangannya dalam rangka untuk menjalin silaturahmi dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan Tahun 1444H/2023M.

Tak hanya itu, Emak-Emak Pasangan Hidup Personil Polsek Woja itu juga menyerahkan secara simbolis bantuan berupa Paket Al-Qur’an, Buku Metode Belajar Qur’an serta Buku Tajwid langsung di terima oleh Pengurus Yayasan, dalam hal ini Ustadzah Sri Mulyati.

Harapannya, selain jalinan silaturahmi, ‘Sowan’ Ketua Ranting bersama anggota Bhayangkari Woja itu memberi pesan semoga Para Santri Yayasan dapat belajar lebih giat lagi terutama Membaca Al-Qur’an.

Nursinah menambahkan, kiranya bantuan yang diberikan dapat bermanfaat dan dapat digunakan oleh anak-anak calon Hafizh/Hafidzah Qur’an khususnya di Yayasan Abu Bakar Ahmad Siddin. (***)

MK Tunda Sidang Uji Materil UU Pemilu, Dari Sistim Proporsional Terbuka Ke Proporsional Tertutup

jpn

Bimantika.net _Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Republik Indonesia, Prof. DR. H. Anwar Usman menyampaikan bahwa menunda pelaksanaan sidang uji materiil Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum yang akan membahas sistem Pemilu terbuka untuk diajukan menjadi tertutup.

Penundaan itu menurut Ketua MK putra Asli Kelahiran Bima NTB tersebut berkaitan dengan berbagai pertimbangan dan faktor tekhnis.

Menurut Guru Besar Ilmu Hukum itu Penundaan disebabkan Karena perubahan sistem persidangan yang semula akan dilakukan secara daring (dalam jaringan). Namun kini sidang tersebut dilakukan secara luring (luar jaringan).

“Oleh karena itu, untuk sidang secara luring atau sidang pada hari ini, ditunda pada hari Selasa tanggal 24 Januari 2023, jam 11.00 WIB,” kata Anwar Usman pada Selasa 17 Januari 2023.

Anwar menjelaskan bahwa MK harus menyiapkan sejumlah protokoler sidang. Seperti memberi tahu kepada pihak lain termasuk presiden, para pemohon dan pihak terkait yaitu penyelenggara Pemilu.

Lanjutnya, MK harus memberi tahu kepada pihak-pihak lain yaitu presiden dan para pemohon tentunya, termasuk pihak terkait KPU, termasuk pula para pihak terkait ada sekitar 11 yang memohon untuk dijadikan pihak terkait.

“Sekali lagi, untuk sidang secara luring, tentunya MK akan melakukan beberapa persiapan seperti yang berlaku selama ini. Dari cara mengatur tempat duduk, kemudian pengamanan dan lebih utama adalah memberi tahu kepada pihak-pihak lain termasuk pihak terkait KPU,” Demikian ujar Pria Kelahiran Bima NTB ini. (**)

Curi Kambing, Pria Asal Kempo di Tangkap Polisi

jpn

Bimantika.net _Seorang pria inisial JO (32) tak berkutik saat diringkus Timsus Polsek Kempo lantaran diduga melakukan tindak pidana pencurian seekor kambing milik SU (37), di Dusun Oi Lanco Desa Kempo Kecamatan Kempo, Kabupaten Dompu, Selasa (17/1/2023) sekira pukul 12.30 Wita.

Parahnya, terduga pelaku yang masih satu kampung dengan pemilik kambing (baca: korban) itu melancarkan aksinya pada Kamis Subuh sesuai laporan polisi bernomor: LP 02 SPKT/ Sek.Kempo/ Res.Dompu /Polda NTB, Tgl 17 Januari 2023.

Kapolsek Kempo, Iptu Zuharis dalam keterangannya menyebutkan, bahwa terduga pelaku diamankan tanpa perlawanan setelah dilakukan serangkaian penyelidikan.

“Terduga ditangkap di pinggir jalan Depan Puskesmas Lama Kempo,” ungkap Kapolsek.

Awalnya, kata Kapolsek, berdasarkan pengakuan korban pada Kamis (14/1) kasus pencurian itu pertama kali diketahui oleh istrinya sekira pukul 05.30 yang saat itu hendak shalat subuh dan keluar untuk berwudhu.

Saat melewati kandang, lanjut Kapolsek, istri korban mendapati pintu kandangnya terbuka, sementara Kambing Etawa warna kombinasi hitam putih (black white), umur sekitar 2 tahun, harga sekitar 5.5 juta rupiah miliknya juga tak ada di dalam kandang.

“Kemudian, si istri melapor ke suaminya dan atas kejadian itu lalu suaminya melapor ke Mapolsek untuk ditindaklanjuti,” ujar Kapolsek.

Menindaklanjuti lanjuti laporan korban, Kapolsek langsung memerintahkan personil untuk menyelidiki sekaligus menangkap terduga pelaku.

“Setelah memastikan ciri-ciri terduga, Timsus langsung mendatangi rumahnya, namun tak ada di tempat,” lanjut Kapolsek.

Tak lama kemudian, timsus akhirnya mendapat informasi dari warga dan langsung menangkap terduga yang tengah berada di pinggir jalan Lintas Calabai Desa Kempo, tempatnya di Depan Puskesmas Lama Kempo.

“Saat itu juga, terduga ditangkap tanpa perlawanan dan langsung diamankan ke Mapolsek untuk diproses lebih lanjut bersama barang bukti,” tutup Kapolsek. (***)