Ciptakan Kondusifitas Wilayah, Polsek Woha Gencar Patroli Rutin Malam Hari

jpn

Bimantika.net -Guna menjaga situasi yang aman dan kondusif di wilayah hukumnya Anggota Piket SPKT Polsek Woha Polres Bima Polda NTB dengan rutin melaksanakan patroli malam hari. Rabu malam (24/5/23) Sekira Pukul 21.30.Wita.

Dalam rangka dan upaya mencegah tindak Kriminalitas serta menjaga situasi yang aman dan kondusif di wilayah hukum Polsek Woha melalui piket SPKT anggota Polsek Woha yang dikendalikan oleh Kapolsek nya AKP Syaiful Anhar S.sos melaksanakan patroli malam hari secara rutin sehingga warga kecamatan Woha merasa aman, damai dan situasi kondusif.

“bahwa dalam pelaksanaan tugas senantiasa menjaga keselamatan diri dan lakukan pendekatan persuasif dengan mengedepankan sikap humanis pada saat melaksanakan Patroli”. Ungkap Kapolres Bima AKBP Hariyanto, S.I.K, SH, sebagaimana diulas kasi Humas Iptu Adib Widayaka.

“Polri Khususnya polres Bima dan jajaran akan memberikan pelayanan terbaik demi terwujudnya keamanan dan kenyamanan bagi Masyarakat” Ujarnya.

Patroli malam dilakukan di sejumlah titik di wilayah hukum Polsek Woha yang di anggap berpotensi akan terjadinya tindak kriminal seperti curanmor, pencurian dirumah rumah warga serta penyalahgunaan obat obat terlarang, dengan demikian anggota melaksanakan patroli malam hari dengan sasaran pemukiman warga, kantor obyek Vital, tempat perbelanjaan guna mengantisipasi tindak kriminal/kejahatan pada malam hari

Dengan adanya patroli setiap malam hari yang dilakukan oleh anggota Polsek Woha tersebut sebagai upaya dan langkah pencegahan tindak kejahatan/kriminal diwilkum Polsek Woha sehingga terciptanya situasi yang aman dan kondusif. (***)

HE di Keroyok Hingga di Tebas Pakai Parang di Soriutu

jpn

Bimantika.net -Seorang pria inisial HE (40) jadi sasaran bulan-bulanan pengeroyokan BS (44) Cs., hingga mengalami luka serius disabet senjata tajam tradisional jenis parang di Dusun Sigi, Desa Soriutu, Kecamatan Dompu.

Petugas piket SPKT yang siaga di Mapolsek Manggelewa, dipimpin langsung Kapolsek bergerak cepat menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mengambil alih situasi.

Kapolsek Manggelewa, Iptu Ramli, SH., dalam keterangannya menyebutkan bahwa insiden pengeroyokan ini terjadi pada Selasa, (23/5/2023) malam sekira pukul 20.30 Wita.

“BS menganiaya HE dibantu saudaranya JU dan AN,” ungkap Kapolsek.

Pengeroyokan itu sendiri, kata Kapolsek, berawal ketika BU Cs., tengah berkumpul bareng keluarga besarnya di depan pekarangan rumah Tempat Kejadian Perkara. Tak lama kemudian, terdengar olehnya suara teriakan anaknya di kejar HE yang tak lain ayah tirinya sambil berlari keluar rumah.

“HE ini tak lain adalah suami dari mantan istrinya BU,” beber Kapolsek mengutip keterangan sejumlah saksi.

Lanjut, lantaran panic dengan kondisi demikian, BU pun menghampiri HE kemudian menegurnya. Namun, teguran itu malah dibalas umpatan yang mengakibatkan BU terprovokasi lantas melesatkan pukulan terhadap HE hingga tersungkur.

“Baik HE maupun BU keduanya sempat terjadi percekcokan mulut sebelum penganiayaan,” tandasnya mengurai kejadian.

Tak berhenti di situ, saudara dekat BU yang turut berada di TKP, JU dan AN pun tepancing dan masing-masing langsung mengambil senjata tajam jenis parang, kemudian membacok HE dengan beberapa kali sabetan.

“Akibat bacokan, HE mengalami luka-luka robek bagian Kepala, punggung dan tangannya,” papar Kapolsek.

Atas kejadian tersebut, aggota piket jaga Polsek Manggelewa, mendatangi TKP, selanjutnya mengambil tindakan pengamanan sekaligus mengevakuasi korban ke rumah sakit Pratama manggelewa untuk di berikan perawatan medis.

“Namun, mengingat kondisi HE yang demikian kritis, harus di rujuk ke RSUD Kabupaten Dompu,” imbuhnya.

Sementara itu, Anggota Personil Polsek lainnya mengamankan BU Cs., ke Mapolsek Manggelewa untuk di proses lebih lanjut.

“Sementara situasi aman, terkendali,” pungkas Kapolsek.

Kapolsek menambahkan, untuk menghindari kemungkinan gangguan Kamtibmas pasca insiden penganiayaan, Polsek Manggelewa melakukan penggalangan serta berkoordinasi dengan Pemerintah Desa setempat serta tokoh masyarakat lainnya.(***)

Ketua Koperasi PIC : Ichsan Soelistio Tokoh yang Peduli Koperasi dan Pelaku usaha UMKM

jpn

Bimantika.net -Koperasi Pemuda Indonesia Center Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar halal bihalal di KOPIC, Tangsel, pada Sabtu (20/5/2023).

Ketua Koperasi Pemuda Indonesia Center (Tangsel), Marlo mengutarakan halal bihalal ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan silaturahmi bapak Ichsan Soelistio antar anggota koperasi yang tersebar di seluruh kecamatan dan kelurahan se kota Tangsel.

Menurut Marlo, Koperasi Pemuda Indonesia Center yang mempunyai tagline #KoperasiJantungUMKM mengundang Ichsan Soelistio, karena ia salah satu figur yang sangat memperjuangkan aspirasi masyarakat ketika berada DPR RI.

“Pak Ichsan merupakan sosok yang peduli dengan masyarakat. Saya yakin motivasi ilmu dan motivasi yang diberikannya akan berdampak positif terhadap pelaku usaha UMKM. Ia seperti itu karena jam terbang dan kontribusi yang teruji,” kata Marlo.

Lebih lanjut, Ichsan Soelistio, Anggota DPR RI Komisi III menjelaskan dalam sambutan nya mengatakan momen silaturahmi kali ini sekaligus memberi penguatan kepada para milenial Kota Tangsel yang hadir untuk senantiasa merawat koperasi yang sudah ada, agar senantiasa berguna untuk masyarakat.

Menurutnya koperasi merupakan jantung perekonomian UMKM, karena jika koperasi jalan, maka UMKM Tumbuh.

“Senang sekali saya bertemu dengan para milenial dan pelaku usaha yang tulus hati untuk mengundang saya, saya berharap semoga semangat ini tetap di jaga dan selalu kompak. Dan jangan lupa, bahwa ada koperasi yang sudah dibangun, tolong dimaksimalkan,” jelas Ichsan.

Salah satu anggota Koperasi Pemuda Indonesia Center yang hadir di acara tersebut, yakni Namira (Pr), warga Kelurahan Pondok Kacang Barat Kecamatan Pondok Aren, merespon positif kegiatan tersebut.

“Dalam sambutannya pak ichsan menjelaskan bagaimana caranya agar koperasi bisa jalan secara sustainable dan berkembang, agar UMKM ini bisa jalan secara maksimal terkait akses pendanaan dan manajemen nya, sehingga UMKM bisa naik kelas,” kata Namira. (***)

Walikota HML : Turnamen Futsal SD-MI Jadikan Agenda Tahunan Membina Bakat Sejak Dini

jpn

Bimantika.net -Sekretaris Daerah Kota Bima Drs. H. Mukhtar Landa, MH membuka secara resmi turnamen Futsal antar Sekolah Dasar/Madrasyah Ibtidaiyah se Kota Bima, dilaksanakan di SMP Negeri 13 Kota Bima Kelurahan Tanjung. Rabu, 24 Mei 2023.

Sekda Kota Bima didampingi Lurah Tanjung, Pengawas Sekolah, Kepala SMPN 13 Kota Bima, Kepala SDN se Kota Bima, dihadiri juga oleh Perwakilan PT Pelindo (Persero) dan Wali Murid.

Sekda menyampaikan, atas nama pemerintah Kota Bima mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada jajaran SMP Negeri 13 Kota Bima dan panitia atas terselenggaranya turnamen kedua kalinya ditempat ini untuk tingkat SD/MI se Kota Bima.

“Saya minta agar turnamen Futsal ini menjadi agenda tahunan bagi SMPN 13 Kota Bima, begitu juga saya ajak bagi SMP yang lain untuk adakan turnamen selain Futsal,” ujarnya.

Sekda berharap jangan hanya SMPN 13 Kota Bima saja yang mengambil peran terhadap olahraga, karena turnamen ini memiliki banyak manfaat bagi anak-anak, lebih-lebih bagi anak-anak SD.

“Berikan mereka pelatihan, berikan mereka bimbingan, sehingga mereka tidak memiliki kesempatan untuk membuang waktu dengan cuma-cuma, hanya fokus berolahraga, hanya fokus saling mengenal satu sama lain, selain fokus untuk belajar,” ungkapnya.

Sekda titipkan pesan agar tahun ini dan tahun selanjutnya jajaran kepala sekolah, pengawas, dan dinas pendidikan agar dapat membangun koordinasi yang baik dengan sekolah yang lain untuk menyelenggarakan turnamen olahraga yang lain, Pemerintah Kota Bima siap support.

Panitia Penyelenggara Muslim, S. Pd mengatakan bahwa turnamen ini bertujuan untuk menjalin silaturrahim bagi anak-anak di sekolah lain.

“Turnamen Futsal ini diikuti sebanyak 28 tim yang berasal dari Sekolah Dasar atau MI yang ada di Kota Bima,” tutupnya.

Ditempat Terpisah Walikota Bima yang dikonfirmasi media Online Bimantika Rabu siang (24/5) menyebutkan bahwa memberikan pembinaan bakat dan minat olah raga untuk siswa SD sangat diperlukan.

“Itulah yang disebut dengan membina bakat dan minat sejak dini dalam rangka mencetak generasi handal di sepuluh dua tiga puluh tahun yang akan datang” ujar Walikota HML.

Menurutnya kegiatan itu perlu menjadi Agenda rutin tahunan untuk Dinas Pendidikan.

“Ini perlu di atensi oleh Dinas Pendidikan Untuk mengagendakan kegiatan positif seperti ini dalam rangka menciptakan karakter anak bangsa” demikian ujar Walikota HML. (***)

Bhabinkamtibmas Donggo Dampingi Petugas Vaksinasi PMK

jpn

Bimantika.net -Penyakit Mulut dan kuku (PMK) adalah Penyakit yang sangat berbahaya dan mematikan apabila terinfeksi kepada Hewan yang berkuku terbelah, seperti Sapi, Kerbau, Kambing dan lain-lain.

Upaya pemerintah dalam menutup penyebaran virus tersebut adalah dengan melaksanakan Vaksin PMK ke ternak milik warga.

Dalam pelaksanaan vaksinasi PMK tersebut tampak Bhabinkamtibmas Polsek Donggo Polres Bima Polda NTB Brigadir Teobaldus christianto melakukan pendampingan pemberian suntikan vaksinasi PMK kepada hewan ternak milik warga.

Kali ini Bhabinkamtibmas mendampingi tim Vaksinasi PMK di Desa Rora Kecantikan Donggo Kabupaten Bima Selasa 23/05/23 Sekira Pukul 10.00. Wita kemarin.

“bahwa setiap hewan milik warga wajib mendapatkan suntikan, kami dari Polres Bima dan Polsek jajaran, akan selalu siap melaksanakan program pemerintah” Ungkap Kapolres Bima AKBP Hariyanto, S.I.K, SH, sebagaimana diulas kasi humas Iptu Adib Widayaka.

Pemberian Vaksinasi PMK dilakukan secara bergilir ke tiap-tiap Desa dan Petugas dari kesehatan Hewan dinas peternakan Kabupaten Bima akan didampingi oleh Bhabinkamtibmas. Imbuhnya.

Dalam kesempatan itu juga Bhabinkamtibmas menghimbau kepada masyarakat agar tetap menjaga keamanan dilingkungan Masing-masing dan apabila menemukan atau mengetahui adanya tindakan kriminal agar segera melaporkan ke Pihak Kepolisian.(***)

Direktur Intel Polda NTB : Medsos Lebih Rawan di Bandingkan Media Konservatif

jpn

Bimantika.net -Dalam kesempatan diskusi terbatas yang berlangsung di Aula Pandopo Bupati Dompu, Selasa (23/5/2023) pagi sekira pukul 10.30 kemarin, Direktur Intelkam Polda NTB Kombes Pol. Hendro Kusmayadi, S.I.K., MH., memaparkan 7 (tujuh) poin penting yang perlu menjadi bekal dalam rangka suksesi Pemilu Serentak 2024 mendatang.

Pada kegiatan yang difasilitasi Polres Dompu bersama Pemerintah Daerah Dompu dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) ini, Hendro juga sempat mengingatkan pentingnya sense of crisis dalam menghadapi ancaman yang timbul nanti saat pesta demokrasi lima tahunan itu berlangsung.

Hadir saat diskusi yang dibingkai dengan sebutan Focus Group Discussion (FGD) ini antara lain, Wakil Bupati Dompu H. Sahrul Pasran, ST, MT., Ketua KPU Dompu Drs. Arifuddin, Sejumlah unsur SKPD dan OPD terkait, serta tamu undangan yang sekitar 60 orang.

Dari 7 (tujuh) poin penting yang dipaparkan Hendro Kusmayadi saat diskusi yang berlangsung cukup alot ini, ia menegaskan bahwa tantangan yang bakal dihadapi oleh semua pihak berkaitan pemilu mencakup antara lain seputar Hoax dan Media Sosial, Hate Speech black Black Campaign yang berpotensi memicu ketegangan.

Pertama, Pentingnya Wawasan dan Komitmen Kebangsaan

“Wawasan Kebangsaan, dimaknai sebagai cara pandang bangsa Indonesia tentang diri dan lingkungannya mengutamakan persatuan dan kesatuan,” sebut Hendro memaparkan materi pengarahannya.

Lanjutnya, komitmen Kebangsaan, bertujuan agar setiap warga negara Indonesia memiliki pemahaman dan kemampuan untuk mengembangkan pengetahuan, sikap dan keterampilan dalam mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945 dalam wadah NKRI dengan sesanti Bhineka Tunggal Ika.

Kedua, Resapi Maksud Empat Konsensus Dasar Negara

“Bhinneka Tunggal Ika yang berarti Manusia Penghuni rumah, yang berbeda suku dan beretnik, agama dan budaya,” lanjutnya.

Kemudian, sambung Hendro, yang kedua ialah Pancasila sebagai dasar negara, ideologi dan falsafah bangsa diartikan sebagai Pondasi Bangunan, Rumah, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) (Rumah Bangsa Indonesia) dan yang terakhir UUD tahun 1945 (Fungsi Ruangan Beserta Alat Kelengkapan Rumah).

Ketiga, Pahami Karakteristik Bangsa Indonesia

Diuraikannya, bahwa masyarakat indonesia adalah beragam, terdiri dari berbagai macam adat, suku, budaya & agama. Di mana Masy Plural itu terdiri lebih dari satu golongan kelompok. Sementara Masyarakat Majemuk yaitu, masyarakat majemuk menunjukkan bahwa keberagaman yang lebih dari satu itu memang berbeda-beda, bermacam-macam & bahkan tidak didisamakan.

“Sedangan Masyarakat Multikultural yaitu, masyarakat majemuk menunjukkan bahwa bermakna adanya keragaman & kesediaan masyarakat untuk menerima keragaman, kesatuan budaya, etnik, gender, bahasa maupun agama,” paparnya.

Keempat, Siap-siap Hadapi Tantangan Bangsa Saat Ini

Ia juga menyebut bahwa pemahaman dan penghayatan terhadap Empat Konsensus Dasar Bangsa masih rendah, termasuk Rasa memiliki terhadap bangsa dan negara masih lemah, juga Sebagian Generasi muda cenderung terpengaruh gaya hidup hedonisme, individualistik, dan materialism perlu untuk diterjemahkan secara mendalam.

“Sehingga yang ada pembelaan terhadap negara belum optimal,” imbuhnya.

Kelima, Tantangan Bangsa Kedepan

“Hoax dan Media Sosial, Hate Speech muncul dalam Demokrasi Indonesia,” sebut Hendro.
Demikian juga, sambungnya, terkait Intoleransi, sebar permusuhan berupa info Hoax & meme yang dapat memicu Konflik, Radikalisme Pro Kekerasan. penyebaran paham radikal melalui propaganda, pesan teror bernuansa radikal, rekrutmen pok teroris secara online.

“medsos, lebih rawan dibandingkan dengan media konservatif, siapa saja bisa jadi pemilik media, jurnalis dan penulis, yang dapat men-share berbagai konten yang diinginkan, termasuk yang tidak akuntabel,” ujar Hendro lagi.

Keenam, Pentingnya Merawat Kebhinekaan*

Lebih lanjut, urai Hendro, Persatuan Indonesia sudah Final, Jaga Kerukunan hidup berbangsa dan bernegara serta internalisasi sebagai konsensus bangsa Indonesia. Harapannya, bangsa tidak ingin menghadapi konflik SARA seperti konflik antar SUKU, konflik antar agama, konflik antar golongan agama, & konflik lainnya terjadi.

“Kita harus meminimalisir terjadinya gesekan-gesekan horizontal yang terjadi di kedepan, terlebih dim pesta demokrasi Pemilu 2024, karena gesekan dapat menjadi Trigger terjadinya konflik yang berujung Chaos,” urainya.

Ketujuh, Masyarakat Punya Peran Penting Menjaga Kamtibmas

Hendro menegaskan bahwa tiap-tiap Warga Negara berhak & wajib ikut serta dlm usaha pertahanan & keamanan. Dimana rakyat sebagai kekuatan pendukung.

“Masalah kamtibmas bukan hanya tanggung jawab Polri, tetapi tanggung jawab semua pihak, baik Apkam, Pemerintah & masy scr terpadu, mengupayakan kondisi Kamtibmas Kondusif,” beber Hendro.
Untuk itu, masyarakat perlu proaktif dalam pembinaan Kamtibmas dan mampu mengingatkan warga yang lain untuk jalani kehidupan dengan tertib dan disiplin.

“Masyarakat juga wajib melaporkan kepada Polri Bila mengetahui adanya gangguan Kamtibmas,” kilasnya.

Hendro berpesan di akhir paparannnya, agar jangan lagi ada yang bermain-main dengan isu SARA, khususnya bila digunakan untuk kepentingan tertentu yang menguntungkan segelintir orang saja. Karena pengalaman-pengalaman terdahulu, isu SARA mudah berkembang menjadi masalah besar yang membutuhkan waktu, usaha dan biaya yang tidak sedikit untuk pemulihan.

“Masyarakakt harus peduli terhadap lingkungannya, seperti tamu wajib lapor, peredaran narkoba atau miras, berikan bantuan pertolongan kepada warga lainnya,” pungkas Hendro. (***)

Gus Baha : Jadikan Ibadah Sebagai Sebuah Kenikmatan Hidup

jpn

Bimantika.net -KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau akrab disapa Gus Baha mengingatkan agar umat Islam menjadikan ibadah sebagai sebuah kenikmatan.

Langkah tersebut merupakan cara ampuh untuk melawan kenikmatan yang berasal dari maksiat.

Gus Baha mencontohkan, orang yang sering datang ke tempat dugem karena mendapati kesenangan di sana.

Di sisi lain, manusia memiliki hawa nafsu yang membutuhkan hiburan. Akan tetapi, Rasulullah sudah memberikan solusi untuk mengatasi hal itu.

“Apa solusi dari Nabi? Sukailah ibadah, sukalah dengan hal-hal yang diperbolehkan Allah.

Suami istri diperbolehkan berhubungan, sehingga tertidur oleh sesuatu yang halal. Orang yang punya hati yang halus, mengipasi anak sampai tidur, itu gembiranya bukan main. Padahal tanpa dugem,” kata Gus Baha di kanal Santri Gayeng, Selasa (11/10/2022).

Orang yang sudah merasakan kenikmatan ibadah tidak akan melirik kesenangan karena maksiat.

Tak heran jika mendapati ada orang suka membaca Al-Qur’an berjam-jam, karena memang ada ketenangan dan kenyamanan hati yang didapatkan.

Kenikmatan itu mengalahkan kesenangan yang diperoleh karena maksiat.

“Artinya, orang bisa senang tidak harus melakukan maksiat. Makanya, untuk melawan kesenangan maksiat, Allah memberi satu resep yaitu ‘Senanglah dengan ketaatan’,” kata Gus Baha.

قُلْ بِفَضْلِ اللّٰهِ وَبِرَحْمَتِهٖ فَبِذٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوْاۗ هُوَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُوْنَ

“Katakanlah (Muhammad), “Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Itu lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan.” (QS. Yunus: 58)

Ayat tersebut sangat jelas memberikan solusi untuk memuaskan hawa nafsu manusia dalam hal kenikmatan. Bersenang-senang dalam ketaatan merupakan kenikmatan yang tiada tara.

Gus Baha mencontohkan kehidupan Rasulullah. Nabi Muhammad adalah tokoh besar. Setiap saat mendapat ancaman penculikan dan pembunuhan. Tapi, beliau selalu menjadi shalat sebagai penghibur jiwa.

Berdasarkan hadits riwayat An-Nasa’i dan Ahmad, Rasulullah SAW bersabda, “Dijadikan kesenangan dari dunia berupa wanita dan minyak wangi. Dan dijadikan penyejuk hatiku dalam ibadah shalat.”

Selain itu, Nabi Muhammad pernah mondar-mandir menunggu waktu shalat. Dia ditanya oleh Aisyah perihal hal tersebut. Beliau mondar-mandir karena menunggu Bilal datang ke masjid untuk azan.

Dalam hadits riwayat Abu Dawud, Nabi SAW bersabda, “Wahai Bilal, berdirilah. Nyamankanlah kami dengan mendirikan shalat.”

Semua ketakutan dan kegalauan Rasulullah hilang saat menunaikan shalat. Tak heran jika beliau Shalat Tahajud sampai kaki bengkak, karena ada kenikmatan yang luar biasa dari ibadah.

Gus Baha menjelaskan, manusia memang dikelilingi oleh masalah-masalah dunia. Tapi apapun masalah duniawi itu, maka sebetulnya yang dihadapi adalah makhluk. Masalah itu adalah makhluk Allah. Semua akan menjadi kecil jika sudah berserah dir kepada Allah Ta’ala. Allah Maha Agung dari apapun.

“Sehingga, masalah yang terkait makhluk runtuh semua, dan kita sungkem, nyaman di hadapan Allah. Makanya, shalat menjadi penyejuk hati Rasulullah. Makanya disebut, ‘istirahatnya orang mukmin adalah shalat’,” kata Gus Baha. (***)

Walikota HML : Akselarasi Pembangunan Kadole Terus Dilakukan, Air dan Jaringan Internet Sudah Tersedia

jpn

Bimantika.net -Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) pimpin rapat koordinasi (Rakor) percepatan pembangunan Kota Bima yakni relokasi masyarakat terdampak sepanjang bantaran sungai Padolo dan sungai melayu melibatkan jajaran Forkopimda. Selasa 23 Mei 2023.

Rapat koordinasi yang dilaksanakan di ruang rapat Walikota tersebut, Walikota HML didampingi Sekretaris Daerah Kota Bima, Asisten I Setda Kota Bima, Kepala Perangkat Daerah Lingkup Pemerintah Kota Bima, Camat, Lurah dan dihadiri oleh Kepala Pengadilan Negeri Raba Bima dan Kabag Ops Polres Bima Kota.

Mengingat masih ada masyarakat kita yang tinggal sepanjang bantaran sungai yang belum menempati rumah relokasi yang ada di Kadole, Oi Fo’o dan Jatibaru, tentunya pemerintah memerlukan dukungan dari jajaran Forkopimda baik dari TNI, Polri, Pengadilan, dan elemen lainnya.

“Tujuannya tidak lain dalam rangka mempercepat proses pengosongan bantaran sungai” Bebernya.

Walikota HML memaparkan bahwa rumah sudah ada, termasuk juga kebutuhan masyarakat yang sangat fundamental berupa air bersih dan sinyal jaringan telekomunikasi sudah ada,

“Fasilitas-fasilitas vital tersebut semuanya sudah kita selesaikan,” ujarnya.

Dengan adanya program JICA, masih ada sebanyak 101 rumah yang siap direlokasi, yang sebelumnya jumlah 101 KK awalnya tidak bersedia direlokasi dan yang sudah bersedia hampir 2 ribu KK, baik yang menempati di Kadole, Oi Fo’o maupun di Jatibaru.

Konsep pembangunan rumah relokasi kata Walikota HML sistemnya swakelola, hingga yang mengelolanya adalah masyarakat melalui kelompok masyarakat yang dibentuk, kecuali di Kadole antara pemerintah bersama TNI melalui MoU. Dengan harapan percepatan pembangunannya mampu diselesaikan sesegera mungkin.

“Sebanyak 1.025 rumah yang direlokasi, 101 rumah yang belum direlokasi tersebar di 2 lokasi yaitu bantaran sungai Padolo dan melayu.

“Tahun ini prioritas di sungai padolo, karena kontraknya sudah dimulai tahun ini yang dikerjakan oleh pemerintah pusat,” ungkap Walikota HML.

Sementara itu lanjutnya, Kelurahan yang sudah tuntas meliputi Sadia, Lewirato dan Rontu, dan kelurahan yang belum meliputi Manggemaci, Sambinae, Paruga dan Dara.

“Untuk itu, saya minta kepada tim agar manfaatkan sisa waktu sampai tanggal 29 Mei 2023 untuk disosialisasikan pada masyarakat, ada 9 kelurahan yang akan diberikan tali asih, itupun hanya yang memiliki bangunan, untuk tanah tidak. Tanggal 1 Juni 2023 mulai dibongkar, kedepankan upaya humanis dan persuasif,” tegasnya.

Rumah masyarakat yang tinggal di bantaran sungai yang akan dilakukan pembongkaran meliputi Kelurahan Dara sebanyak 25 KK, Paruga sebanyak 33 KK, Manggemaci sebanyak 29 KK. Sementara Kelurahan Rontu, Panggi dan Sambinae masing-masing 8 sampai 9 kepala keluarga. (***)

Berita Duka, Anggota Brimob Meninggal Akibat Kecelakaan di Desa Matua Woja

jpn

Bimantika.net -Seorang anggota Brimob bernama Bripka Jumhardiansyah, S.Sos (38)., meninggal dunia usai mengalami kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Jalan Ompu Beko, tepatnya di Depan Mako Kompi 2 Yon C, Pelopor Brimobda NTB, Desa Matua Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu, Selasa (23/5/2023) siang sekira pukul 13.30 Wita.

Korban yang diketahui menjabat Pasi Min Kompi 2 Yon C Pelopor tersebut meninggal dunia saat menjalani serangkaian tindakan medis di RSUD Dompu, selanjutnya diantar ke rumah duka di Lingkungan Simpasai, Kelurahan Simpasai, Kecamatan Woja.

Dikonfirmasi melalui Kapolsek Woja, Ipda Zainal Arifin, S.I.P., disebutkan bahwa korban ditabrak oleh Mobil Pick Up Suzuki Grand Max Nopol EA 8452 XC yang dikendarai MS (51) warga Desa Soro, Kecamatan Kempo, Kabupaten Dompu.

“Sementara korban mengendarai motor Merk Honda CRF,” ungkap Kapolsek.

Kapolsek menjelaskan, dari keterangan sejumlah saksi, awalnya korban keluar Mako Kompi 2 Yon C Pelopor mengendarai motor untuk membeli sesuatu di kios terdekat. Tiba-tiba muncul mobil Pick Up dari arah timur dengan kecepatan tinggi.

“Sementara korban keluar melintasi jalan dari pintu gerbang ke arah timur, langsung ditabrak mobil,” paparnya.

Akibat kecelakaan tersebut, korban mengalami terluka parah dan pendarahan hebat hingga harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dompu untuk mendapatkan penanganan medis.

“Namun setelah dilakukan serangkaian tindakan medis oleh Petugas RSUD Dompu tersebut korban dinyatakan Meninggal Dunia,” jelas Kapolsek.

Untuk saat ini, tambah Kapolsek, Jenazah almarhum disemayamkan di rumah Duka di Lingkungan Simpasai Kelurahan Simpasai, Kecamatan Woja Kabupaten Dompu.

“Rencananya dikebumikan Besok pada hari Rabu tanggal 24 Mei 2023 bertempat di TPU Kelurahan Simpasai,” imbuhnya.

Sementara itu, mendapat kabar duka yang menimpa korban, Kapolres Dompu AKBP Iwan Hidayat, S.I.K., secara pribadi sekaligus mewakili seluruh jajaran Polres menyampaikan ungkapan bela sungkawa yang mendalam.

Kapolres juga menghimbau dengan tegas, terutama bagi para pengguna jalan, agar berhati-hati mengendarai kendaraan bermotor terutama di tempat-tempat vital seperti di Sekolah-sekolah, Kantor-kantor, bahkan di tempat peribadatan.

Sebab, menurut Kapolres, “tempat-tempat vital tersebut dimungkinkan adanya keluar masuk petugas yang melayani dan masyarakat yang dilayani,” tegas Kapolres. (***)

Walikota HML : Kondisi Daerah Aman Prestasi Terukir

jpn

Bimantika.net -Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) hadiri Dialog kebangsaan pada hari selasa 23 Mei 2023 yang berlangsung di Aula Kecamatan Raba

Tema sentral kegiatan tersebut adalah “Optimalisasi pencegahan intoleransi dan radikalisme” guna mewujudkan Kamtibnas Kota Bima yang damai dan kondusif,

Kegiatan Dialog Kebangsaan turut dihadiri oleh Katim Direktorat Pencegahan densus 88, Ketua Tim Densus 88, Kasat intel Polres Bima Kota, Kepala Badan Kesbangpol Kota Bima, Camat Raba serta lurah se-kecamatan Raba.

Faktor penyebab seseorang terpapar paham radikalisme dan terorisme antara lain pemahaman agama yang tidak sempurna, kemiskinan, kesenjangan sosial, rasa putus asa, anti demokrasi, kurangnya edukasi, empati yang berlebihan akibat medsos di dalam dan luar negeri sebagai imbas gencarnya arus globalisasi.

Guna mencegah Paham radikalisme dan terorisme Wali Kota Bima Muhammad Lutfi,SE menyampaikan bahwa Birokrasi maupun masyarakat harus peduli dengan pencegahan paham radikalisme dan Terorisme.

“Saya sangat mengapresiasi dengan keberadaan densus 88, sehingga memberikan manfaat dan angin segar bagi masyarakat Kota Bima untuk pencegahan Radikalisasi, karena ini bukan hanya tugas Pemerintah Pusat saja namun tanggung jawab kita semua agar menciptakan situasi yang damai dan kondusif”. Ucapnya

Tak hanya itu Pemahaman agama perlu ditanamkan Kepada anak-anak sehingga kesadaran masyarakat tumbuh, memberikan ruang kepada mantan Narapida kasus radikalisme dan terorisme dengan memberikan pelatihan dan keterampilan serta memberdayakan ustad serta guru ngaji di lingkungan masyarakat Kota Bima

Peran Babinsa dan Bhabinkantibmas adalah menanggulangi masalah sosial yang dapat mengganggu utuhnya persatuan dan kesatuan di masyarakat dengan cara sering terlibat aktif dalam kegiatan masyarakat di wilayah binaannya dan juga aktif dalam melakukan kegiatan yang meningkatkan kesadaran hukum ditengah masyarakat.

“Kami selaku pemerintah sudah menyediakan aplikasi Saninu yang memudahkan masyarakat untuk melaporkan kondisi keamanan dan ketertiban umum guna mencegah radikalisme, sehingga kejadian yang ada dimasyarakat bisa terdeteksi dengan cepat”. Ucapnya

Diakhir beliau berharap agar seluruh camat, lurah, babinsa dan Bhabinkamtibnas berkoordinasi dengan baik, dengan harapan pencegahan terhadap tumbuh kembangnya paham radikalisme dapat dideteksi dan diminimalisir sejak dini.

“Kalau daerah kita aman maka prestasi akan kita ukir”. Tutupnya. (****)