Wali Kota Bima Terima Audiensi HMI Cabang Bima dan Support Pelaksanaan Kegiatan Tingkat Nasional

jpn

Bimantika.net -Wali Kota Bima, H. A. Rahman, S.E., menerima audiensi dan silaturahmi Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bima di ruang kerja Wali Kota Bima, Rabu (14/10/2026).

Pertemuan tersebut membahas rencana pelaksanaan kegiatan tingkat nasional HMI Cabang Bima tahun 2026 sekaligus mempererat hubungan silaturahmi antara organisasi mahasiswa dan Pemerintah Kota Bima.

Ketua Umum HMI Cabang Bima, Darmawan, menyampaikan rencana pelaksanaan Latihan Kader II (Intermediate Training) dan Latihan Khusus Kohati (LKK) tingkat nasional yang dijadwalkan berlangsung pada 8–15 November 2026 di Vila Pantai Lawata, Kota Bima, dengan perkiraan peserta sekitar 50 orang.

Dalam pertemuan itu, HMI Cabang Bima juga memohon dukungan Pemerintah Kota Bima, khususnya kehadiran Wali Kota untuk memeriahkan pelaksanaan kegiatan tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Bima yang akrab disapa Aji Man menyambut baik kedatangan pengurus HMI Cabang Bima dan menyatakan dukungannya terhadap rencana pelaksanaan kegiatan tingkat nasional tersebut, dengan tetap memperhatikan ketentuan dan aturan teknis yang berlaku.

Ia juga berpesan agar seluruh panitia dan peserta menjaga kebersihan lingkungan, merawat aset publik, serta memperhatikan kenyamanan masyarakat selama kegiatan berlangsung.

“Saya berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan lancar dan tertib. Tolong jaga kebersihan, fasilitas umum, dan ketenteraman masyarakat agar kegiatan ini memberikan kesan yang baik bagi Kota Bima,” pesannya.

Audiensi tersebut turut didampingi oleh perwakilan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) serta Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Setda Kota Bima. Pertemuan diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai bentuk kebersamaan dan penguatan silaturahmi antara Pemerintah Kota Bima dan HMI Cabang Bima. (****)

Simbol dan Makna Mendalam Wukuf di Padang Arafah

jpn

Bimantika.net -Wukuf di Padang Arafah (tanggal 9 Zulhijah) merupakan rukun haji yang paling utama dan menjadi inti dari seluruh rangkaian ibadah haji (Al-Hajju ‘Arafah).

Makna terdalam dan hakikat dari wukuf meliputi:

Pertama, Simbol Berhenti dan Refleksi Kematian

Arti kata wukuf: Berasal dari kata wuquf yang berarti “berhenti”.

Makna: Jemaah haji berhenti sejenak dari seluruh aktivitas, kesibukan, dan urusan duniawi.

Ini menjadi isyarat bahwa segala sesuatu yang hidup suatu saat akan berhenti, sebagai bentuk refleksi terhadap kefanaan dunia dan datangnya kematian.

Kedua, Miniatur Padang Mahsyar dan Kesetaraan Mutlak

Simbol: Padang Arafah digambarkan sebagai miniatur Padang Mahsyar.

Makna: Seluruh manusia dari berbagai belahan dunia, suku, bangsa, dan status sosial (baik pejabat maupun rakyat biasa) berdiri sama rata di hadapan Allah SWT.

Semua mengenakan pakaian ihram berwarna putih yang sama, menanggalkan seluruh atribut duniawi, dan hanya diukur dari tingkat ketakwaannya.

Ketiga, Ma’rifat Billah dan Pengenalan Diri

Arti nama Arafah: Berasal dari akar kata yang berkaitan dengan pengenalan dan pertemuan.

Makna: Di tempat ini, jemaah diajak untuk melakukan muhasabah (introspeksi diri), mengenali siapa dirinya sebagai hamba, menyadari kelemahan dan dosa-dosa di masa lalu, serta mendalami pengawasan dan kebesaran Allah SWT (Ma’rifat Billah).

Keempat, Kebulatan Tekad untuk Bertobat

Makna: Wukuf menjadi simbol kebulatan tekad untuk menghentikan segala perbuatan buruk dan maksiat, serta memulai lembaran hidup baru yang bersih dan diridhai oleh Allah SWT.

Keutamaan: Hari Arafah adalah waktu yang paling mustajab untuk berdoa, berzikir, dan memohon ampunan, di mana Allah SWT banyak membebaskan hamba-Nya dari api neraka.

keutamaan wukuf tak lepas dari makna yang begitu mendalam dari prosesi ini. Apa saja?

Pertama, wukuf adalah sebuah simbol kebulatan tekad manusia untuk menghentikan semua keburukan yang pernah dia buat agar jangan dilakukan lagi.

Juga sebagai momen mengabadikan nilai kebaikan sehingga menjadikannya bibit yang berkembang. 

Ibarat tanah yang subur lalu ditanami hal-hal yang baik. Sehingga menjadikan manusia menjadi lebih baik.

Makna lainnya wukuf terletak pada waktu pelaksanannya yang dimulai pada ba’da zawal atau setelah matahari mulai tergelincir.

Ini memiliki makna bawa sinar matahari ibarat mata hati kita yang berusaha untuk menghilangkan semua keburukan, serta selalu menumbuhkan hal-hal baik demi selalu bisa mendekat kepada Sang Pencipta.

Bagaikan matahari yang tengah condong dan mendekat pada kebaikannya, kecondongan untuk selalu mendekat.

Jika itu terwujud, tujuan utama wukuf Sebaai puncak kesadaran untuk selalu berbuat kebajikan.itu muncul, baik untuk diri agar bertakwa, untuk sesama, dan alam semesta.

Demi kesempurnaan wukuf, selain mendekatkan diri kepada Sang Khalik, jamaah juga tak boleh melakukan larangan wukuf.

Larangan itu Seperti memotong tanaman di Arafah, menyiksa hewan dan lainnya. Ini sebagai latihan agar kesadaran diri terbentuk. (****//BBS)

Labbaik Allahumma Labbaik, Memahami Makna Mendalam Talbiyah

jpn

Bimantika.net -Setiap umat Islam yang berangkat ke tanah suci untuk ibadah haji atau umrah tentu atas kehendak Allah SWT.

Ada bacaan yang sunah diucapkan ketika menjalani ibadah haji atau umrah, Bacaan Labbaik Allahumma labbaik.

Kalimat “Labbaikallahumma labbaik” (لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ) adalah bagian awal dari bacaan Talbiyah yang diucapkan saat menjalankan ibadah haji atau umrah.

Bacaan Lengkap Talbiyah

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لَا شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لَا شَرِيْكَ لَكَ
(Labbaikallahumma labbaik, labbaika la syarika laka labbaik. Innal hamda wan ni’mata laka wal mulk. La syarika laka.)

Artinya

“Aku datang memenuhi panggilan-Mu ya Allah, aku datang memenuhi panggilan-Mu. Aku datang memenuhi panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu, aku datang memenuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat, dan segenap kekuasaan adalah milik-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu.”

Makna dan Kandungan Utama

Pemenuhan Panggilan: Kata “labaik” berarti memenuhi panggilan atau menjawab seruan dengan penuh ketaatan, kesiapan, dan kepatuhan yang terus-menerus.

Tauhid (Keesaan Allah): Penegasan berulang bahwa Allah SWT adalah satu-satunya Tuhan yang berhak disembah dan tiada sekutu bagi-Nya.

Penyerahan Diri dan Syukur: Pengakuan bahwa seluruh pujian, segala nikmat yang ada, serta kerajaan (kekuasaan) di alam semesta ini sepenuhnya adalah milik Allah SWT.

Talbiyah, seruan yang seringkali kita dengar saat musim haji, memiliki sejarah mendalam serta penuh makna.

Kalimat “Labbaikallahumma labbaik, labbaika-la syariika laka labbaik, innal-hamda wan-ni’mata laka wal-mulk, la syarikalak” memiliki arti “Aku memenuhi panggilan-Mu ya Allah, aku memenuhi panggilan-Mu, aku memenuhi panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu, Aku memenuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya puja dan puji serta kenikmatan dan kerajaan hanya bagi-Mu, tiada sekutu bagi-Mu” (HR. Muslim dari Abdullah bin Umar).

Menurut catatan sejarah, asal usul talbiyah bermula dari perintah Allah kepada Nabi Ibrahim AS setelah beliau selesai membangun Ka’bah bersama putranya, Nabi Ismail AS.

Allah memerintahkan Nabi Ibrahim menyeru seluruh umat manusia agar datang menunaikan ibadah haji ke Baitullah. Dalam Al-Quran, Surat Al-Hajj ayat 27, Allah berfirman: “Dan serulah manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, atau mengendarai setiap unta yang kurus, mereka datang dari segenap penjuru yang jauh”.

Nabi Ibrahim, dengan penuh ketaatan, menaiki bukit Abi Qubais dan menyeru, “Wahai manusia! Allah telah memerintahkan kalian berhaji ke rumah suci ini. Maka berhajilah supaya kalian diberi pahala berupa surga Allah dan terhindar dari siksa neraka”.

Seruan ini, dengan izin Allah, terdengar oleh seluruh manusia, bahkan mereka yang belum lahir sekalipun.

Mereka yang mendengar seruan ini menjawab dengan kalimat talbiyah, “Labbaik Allahumma Labbaik”.

Talbiyah mulai dipraktikkan pada masa Nabi Ibrahim yang diperkirakan sekitar 2000 SM.

Praktik ini kemudian diteruskan Nabi Muhammad SAW saat beliau melaksanakan haji pertama kali pada tahun 9 H/632 M, di mana beliau mengajarkan dan menegaskan kembali pentingnya talbiyah sebagai bagian dari ibadah haji.

Talbiyah bukan sekadar seruan, tetapi juga simbol ketaatan kepada Allah. Setiap kali kita mengucapkan talbiyah, kita mengingat kembali panggilan suci yang pertama kali diserukan Nabi Ibrahim.

Ini adalah pengingat bahwa ibadah haji bukan hanya ritual fisik, tetapi juga perjalanan spiritual yang menghubungkan kita dengan sejarah dan ajaran Islam mendalam.

Dengan memahami asal usul talbiyah, kita dapat lebih menghargai makna dan pentingnya seruan ini dalam ibadah haji. (****Bbs)

Umi Ucy Relawan Haji Kota Bima : Tips Berangkat, Ibadah dan Pulang Haji Dengan Sehat

jpn

Bimantika net -Relawan Haji Kota Bima Hj. Suci Kurniati atau biasa disapa Umi Ucy memberikan materi manasik haji untuk Calon Jamaah Haji (CJH) Kota Bima 2027 Senin 12 Oktober 2026 di Aula Kantor Kementrian Haji dan Umroh (Kemenhaj) Kota Bima.

Umi Ucy mengawali penyampaian materinya dengan memberikan saran agar mulai dari sekarang minum Vitamin dan selalu berolah raga secara rutin.

Untuk mengantisipasi cuaca panas yang sangat ekstrim di Makkah dan Madinah agar senantiasa menjaga fisik secara baik.

“Bawa Vaseline untuk oleskan bibir agar tidak pecah bibirnya karena di Makkah dan Madinah cuacanya sangat panas” ujar Umi Ucy.

Umi Ucy membeberkan Banyak ditemukan kuat ditanah air dan sakit saat di Makkah dan Madinah, oleh karena Itu Vitamin dan segala obat anjuran dokter selalu ditaati sejak sekarang.

“Ibadah Haji itu ibadah fisik yang membutuhkan tenaga dan kesehatan yang sangat prima” ujar Umi Ecy.

Umi Ucy menyampaikan juga agar senantiasa banyak makan dan asupan vitamin.

“Minum vitamin sekali sehari agar kondisi tetap vit dan makan banyak supaya kuat menjalani ibadah Haji” ungkap Umi Ecy.

Bagi yang menderita penyakit tertentu seperti hipertensi dan lainnya agar senantiasa minum obat yang di anjurkan oleh dokter secara rutin.

“Para Jamaah Haji agar melaporkan semua obat-obatan yang dibawa ke petugas kesehatan di puskesmas” demikian saran Umi Ucy. (****)

Manasik Haji CJH Kota Bima Jilid ll Dimulai, Aji Badin Sampaikan Materi Ibadah, Kegiatan dan Ziarah Selama di Madinah

jpn

Bimantika.net -Kantor Kementrian Haji dan Umroh (Kemenhaj) Kota Bima kembali menggelar manasik haji jilid ll untuk Calon Jamaah Haji (CJH) Kota Bima 2027 di Aula Kantor Kemenhaj Kota Bima Senin (12/10/2026).

Mengawali kegiatan Manasik Haji Jilid ll ini Kemenhaj Kota Bima membagi dua kelompok peserta manasik karna kapasitas Aula Kantor Kemenhaj Kota Bima tidak bisa menampung para CJH Kota Bima secara keseluruhan.

Kelompok pertama adalah CJH Kecamatan Mpunda dan RasanaE Barat akan mengikuti manasik Haji setiap hari Senin.

Sedangkan kelompok Kedua adalah CJH Kecamatan Asakota, RasanaE Timur dan Raba akan mengikuti manasik Haji setiap Hari Selasa.

Sebagaimana jadwal yang ditandatangani secara resmi oleh Kepala Kemenhaj Kota Bima Eka Iskandar Zulkarnain, S. Ag, M. Si bahwa Manasik Haji Jilid ll ini diselenggarakan oleh Kemenhaj Kota Bima mulai 12 Oktober 2026 Hingga 18 November 2026.

Pemateri awal manasik haji Jilid ll ini adalah Tim Relawan Haji Kota Bima yakni H. Badin dan di pandu oleh Moderator Edy Ardiyansyah.

Mengawali materinya, H. Badin menguraikan materinya dengan segala bentuk pengalamannya selama musim haji tahun lalu.

Aji Badin mengajak seluruh CJH Kota Bima untuk bertalbiyah dan memandu bertalbiyah dengan suara merdunya yang membuat suasana penuh khidmat.

“Panggilan nabi Ibrahim ujtuk bertalbiyah sejak ada di alam rahim” ujar Aji Badin.

Sesampai di Madinah jangan keburu-buru turun di tangga pesawat langsung berdoa.

“Berdoalah sesuai dengan apa yang bisa saja, dan disitulah seluruh keluarga kita datang wajahnya dihadapan kita” ungkap Aji Badin.

H. Badin memberikan saran dan masukan Sebaik-baiknya Jamaah Haji sedang berada di Madinah tidak tinggalkan sholat berjamaah di Masjid Nabawi selama
40 waktu,

Perbanyaklah bersedekah mulai saat ini sebagai bentuk peduli sesama manusia yang insya Allah akan berdampak positif saat berada di tanah suci Mekkah dan Madinah.

Selama berada di Madinah, Aji Badin menyampaikan selama Empat hari diajak untuk tour mendatangi kebun-kebun kurma.

Setelah itu ke Masjid Quba dan perbanyak ibadah sesuai tuntunan Rasulullah SAW. Masjid Quba adalah Masjid pertama yang dibangun oleh Rasulullah SAW saat Hijrah.

“Sholat sunat tahiyatul Masjid dua Rakaat di Masjid Quba insya Allah memperlancar perjalanan ibadah Haji kita” ujar Aji Badin.

Setelah itu Jamaah Haji diarahkan menuju Masjid Qiblatain, dan Masjid Qiblatain ini adalah tempat turunnya perintah pengalihan kiblat dari Baitul Maqdis ke Ka’bah di Makkah.

Jamaah Haji berada di Madinah hanya selama 8 hari saja dan hanya sekali masuk di Raudhah, Raudhah adalah areal diantara rumah Nabi dan mimbar yang disebut dengan Riyadhul Jannah.

“Intinya selama berada di Madinah perbanyak doa dan istighfar di Masjid Nabawi” demikian Ujar Aji Badin.

Aji Badin mengakhiri materinya dengan memberikan pesan moral pada Calon Jamaah Haji untuk selalu niat bersihkan hati dan baik dengan sesama kerabat dan keluarga dekat maupun keluarga jauh terutama sekali para tetangga. (****)

Anggota DPR RI Umi Lena Support CFD di Madapangga, Gerakkan Roda Ekonomi Rakyat Arus Bawah

jpn

Bimantika.net -Anggota DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa Dapil Pulau Sumbawa, Hj. Mahdalena, SS, MM menjadi salah satu sponsor tunggal dalam sebuah kegiatan Car Free Day (CFD) di Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima Propinsi NTB minggu (11/10/2026).

Kegiatan berlangsung semarak dan penuh riang gembira yang diikuti oleh warga setempat.

Kegiatan yang digagas oleh Karang Taruna Kecamatan Madapangga ini tidak hanya menjadi wadah berolahraga, tetapi juga ajang penguatan ekonomi masyarakat dan ajakan hidup sehat.

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Umi Lena Sapaan akrab Hj. Mahdalena, SS, MM Anggota DPR RI Komisi VIII sekaligus Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) PKB.

Dimomentum CFD tersebut Umi Lena memanfaatkannya untuk menyapa warga, mempererat silaturahmi, serta memberikan dukungan nyata bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)..

“CFD bukan sekadar ruang untuk bergerak dan menjaga kebugaran tubuh, tetapi juga momen penting untuk mempererat kebersamaan dan menggerakkan roda perekonomian lokal melalui produk-produk UMKM kita,” ujar Umi Lena.

Kehadiran puluhan UMKM lokal di area CFD terbukti mampu menarik minat warga untuk berbelanja produk khas daerah, sekaligus memberikan dampak positif bagi peningkatan pendapatan masyarakat sekitar.

Melalui kegiatan positif ini, diharapkan semangat menjaga kesehatan, mempererat kebersamaan, dan gerakan mencintai produk lokal dapat terus berkelanjutan demi mewujudkan Kabupaten Bima yang lebih sehat, kompak, dan sejahtera.

Sementara Door Prize yang sangat menarik disponsori secara langsung oleh Umi Lena berupa Sepeda, Kulkas dan sejumlah door prize menarik lainnya.

Warga setempat sangat apresiasi kegiatan CFD dan sangat berharap menjadi agenda rutin baik bulanan kalau bisa setiap minggu.(****)

Respon Cepat, Polsek Monta Tindak Lanjuti Laporan Warga Melalui Layanan Call Center 110

jpn

Bimantika.net -Kepolisian sektor monta Polres Bima Kabupaten Polda NTB bergerak cepat merespon laporan masyarakat melalui Call Center 110 Polda NTB terkait adanya kegiatan sekelompok warga yang meresahkan Sabtu malam (10/09/26) pukul 21.00. Wita.

Menindaklanjuti laporan itu tiga personel Polsek Monta langsung bergerak menuju titik koordinat sesuai laporan yang berlokasi di Desa Simpasai Kecamatan Monta.

Tiba di tempat kejadian perkara (TKP) petugas menemukan sekelompok pemuda yang memutar musik dengan keras serta mabuk akibat menenggak minuman keras, selanjutnya petugas memberikan teguran dan meminta agar musik di matikan dan membubarkan diri.

Setelah itu para pemuda tersebut membubarkan diri dan berhenti memutar musik yang mengganggu waktu istirahat masyarakat lainnya.

Terpisah Kapolres Bima AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar S.I.K.M.H., melalui Kasi Humas AKP Adib menjelaskan pihaknya mengapresiasi tingkat kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga keamanan dan kenyamanan.

Adib meneruskan, call center 110 adalah layanan resmi kepolisian yang beroperasi 24 jam dan dapat dihubungi secara gratis

“Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar dan aman”. Kata Adib mengakhiri. (****)

Tiga Macam Jenis Haji dan Jamaah Haji Indonesia Memilih Yang Mana? Berikut Tips Menjadi Haji Mabrur

jpn

Bimantika.net -Ibadah haji merupakan salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh setiap Muslim yang mampu secara fisik, mental, dan finansial.

Pelaksanaan haji terdiri dari beberapa macam yang disesuaikan dengan kondisi dan pilihan masing-masing jemaah.

Memahami perbedaan antara macam-macam pelaksanaan ibadah haji sangat penting untuk memastikan ibadah haji kita diterima dan menjadi mabrur.

Pelaksanaan ibadah haji terbagi menjadi tiga macam utama, yaitu Haji Tamattu’, Haji Ifrad, dan Haji Qiran, yang dibedakan berdasarkan niat serta urutan pelaksanaannya dengan ibadah umrah.

  1. Haji Tamattu’

Haji Tamattu’ adalah jenis haji yang mendahulukan ibadah umrah terlebih dahulu pada bulan-bulan haji, lalu bertahalul (mencukur/memotong rambut), dan kemudian berihram kembali khusus untuk haji pada tanggal 8 Zulhijah.

Kelebihannya Jemaah dapat beristirahat dan melepas pakaian ihram setelah umrah selesai sebelum rangkaian haji dimulai.Konsekuensi: Jemaah wajib membayar dam (denda) berupa menyembelih hewan kurban.

Jenis ini paling banyak dipilih oleh jemaah asal Indonesia.

  1. Haji Ifrad

Haji Ifrad adalah pelaksanaan ibadah haji secara menyendiri, artinya jemaah hanya berniat dan fokus melaksanakan ibadah haji saja tanpa menggabungkannya dengan umrah di dalam rangkaiannya.

Pelaksanaan: Jemaah mengambil ihram dari mikat untuk haji, lalu menyelesaikan seluruh amal haji hingga selesai,

Baru kemudian melaksanakan umrah jika berkenan.

Kelebihan: Jemaah tidak diwajibkan membayar dam.

  1. Haji Qiran

Haji Qiran adalah pelaksanaan ibadah haji dan umrah yang digabungkan sekaligus dalam satu niat dan satu kali berihram dari mikat.

Pelaksanaan: Jemaah berniat untuk haji dan umrah secara bersamaan, lalu menjalankan amalan (seperti sa’i dan tawaf) untuk kedua ibadah tersebut sekaligus tanpa melepas ihram hingga tanggal 10 Zulhijah.

Konsekuensi: Jemaah tetap diwajibkan membayar dam berupa hewan sembelihan.

Selain mengetahui berbagai macam pelaksanaan ibadah haji, ikuti tip di bawah ini agar dapat memperoleh haji yang mabrur. Simak dengan saksama!

Pertama, Persiapan Fisik dan Mental

Persiapan fisik dan mental adalah kunci utama agar ibadah haji menjadi mabrur. Anda harus menjaga kesehatan dengan berolahraga secara rutin, mengonsumsi makanan bergizi, dan istirahat yang cukup.

Selain itu, mempersiapkan mental dengan banyak berdoa dan mendekatkan diri kepada Allah Swt. akan membantu menjaga niat dan kekhusyukan selama pelaksanaan ibadah haji.

Kedua, Mengikuti Manasik Haji

Mengikuti manasik haji sangat penting untuk memahami tata cara pelaksanaan haji dengan benar. Manasik haji memberikan gambaran lengkap mengenai rukun dan wajib haji serta hal-hal yang perlu dihindari. Dengan mengikuti manasik haji, Anda dapat meminimalisir kesalahan dan meningkatkan kualitas ibadah yang dilakukan.

Ketiga, Memperbanyak Doa dan Zikir

Memperbanyak doa dan zikir selama di Tanah Suci merupakan salah satu cara untuk mendapatkan haji yang mabrur. Anda harus selalu mengingat Allah Swt., baik dalam kondisi senang maupun susah. Doa dan zikir juga akan membantu menjaga hati tetap tenang dan ikhlas dalam menjalankan ibadah.

Keempat, Menjaga Akhlak dan Etika

Menjaga akhlak dan etika selama pelaksanaan haji adalah hal yang sangat penting. jemaah harus bersikap sabar, tidak mudah marah, dan selalu berusaha membantu sesama jemaah. Menghindari perbuatan yang dapat merusak ibadah haji, seperti menggosip atau bertengkar, adalah langkah penting untuk mendapatkan haji yang mabrur.

Kelima, Menjaga Kebersihan dan Kesehatan

Kebersihan dan kesehatan harus selalu dijaga selama berada di Tanah Suci. jemaah harus selalu mencuci tangan dan menjaga jarak fisik untuk menghindari penularan penyakit. Selain itu, mengonsumsi makanan sehat dan minum air yang cukup sangat penting untuk menjaga stamina selama pelaksanaan ibadah haji. (****//BB$)

Enam Orang Positif Narkoba Saat Penggerebekan di Cenggu dan Polisi Sita Satu Pucuk Senpi Serta 13 Amunisi Aktif

jpn

Bimantika.net -Satresnarkoba Polres Bima Kabupaten Polda NTB mengamankan enam orang laki laki dan satu orang perempuan pada Jum,at 9 Oktober 2026 sekira pukul 17.00. Wita sore kemarin.

Ke-7 orang diamankan dalam operasi penggerebekan kampung narkoba yang melibatkan personel Polres Bima Kabupaten, BNNK Bima dan TNI.

Operasi yang dilakukan serentak di seluruh Indonesia sesuai dengan atensi Presiden RI dan Kapolri itu, Satresnarkoba Polres Bima sendiri melakukan penggerebekan di wilayah Kecamatan Belo tepatnya di Desa Cenggu.

Kronologi.Setelah tiba di tempat kejadian perkara (TKP) tepatnya di rumah AM dan Isterinya berinisial IR tim gabungan langsung melakukan tindakan hukum dengan mengamankan keduanya dan lima orang lainnya masing-masing berinisial IH, FS, TW, AW, dan RD.Dan ketujuh orang itu merupakan warga Desa Cenggu.

Tidak sampai disitu saja setelah menghadirkan saksi dari aparat desa setempat petugas melakukan penggeledahan di sejumlah tempat disekitar lokasi namun tidak menemukan barang bukti (BB) yang berkaitan dengan tindak pidana narkotika.

Pemeriksaan dan dan penggeledahan pun dilanjutkan ke rumah AM dan petugas berhasil menemukan satu 1 pucuk senjata api rakitan jenis revolver,13 butir amunisi tajam kaliber 6 mm aktif,1 lembar plastik klip kosong,1 batang sedotan yang sudah di modifikasi,1 buah gumpalan tissue,1 buah gunting.1 buah tas warna hitam, 7 unit handphone berbagai jenis,dan uang tunai sejumlah Rp. 144.000 (seratus empat puluh empat ribu rupiah).

Hal itu dibenarkan oleh Kapolres Bima AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar S.I.K.M.H., melalui Kasatreskoba Iptu M.Fikri Dafa Alfares S.Tr.K.

Lebih lanjut kasat Resnarkoba menjelaskan, meskipun pihaknya tidak mendapatkan BB narkotika namun hingga saat ini ketujuh orang yang diamankan tersebut masih menjalani pemeriksaan secara intensif.

“Kami masih melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap para terduga pelaku”. Tegasnya.

Sebagai informasi dari 7 orang yang diamankan itu 6 orang laki-laki setelah dilakukan tes urine positif menggunakan Methamphetamine dan Amphetamine.

“Enam orang positif dan satu orang perempuan negatif”. Kasat kembali menjelaskan.

Saat ini para terduga pelaku diamankan di Satreskoba Polres Bima Kabupaten untuk menjalani pemeriksaan dan diproses hukum lebih lanjut. (****)

Pembangunan KNMP Dimulai, Bupati Ady Mahyudi Jemput Program Pusat untuk Perkuat Ekonomi Nelayan

jpn

Bimantika.net -Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Kabupaten Bima resmi dimulai, Kamis (8/10). Peletakan batu pertama atau ground breaking dilakukan Bupati Bima Ady Mahyudi di Desa Rompo, Kecamatan Langgudu, menandai dimulainya pembangunan kawasan yang diarahkan menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat pesisir berbasis kelautan dan perikanan.


Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimda, Tim Balai Besar Penangkapan Ikan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, para kepala perangkat daerah, Camat Langgudu Syaikhu, SH, M.Si, unsur Muspika, serta jajaran Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bima.

Dalam sambutannya, Bupati Ady Mahyudi menegaskan bahwa KNMP tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik permukiman nelayan, tetapi juga diarahkan untuk membentuk ekosistem ekonomi perikanan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Menurutnya, integrasi tersebut mencakup seluruh rantai kegiatan, mulai dari penangkapan, pendaratan, penyimpanan hingga pemasaran hasil laut.

Dengan pendekatan tersebut, keberadaan KNMP diharapkan dapat memberikan nilai tambah terhadap hasil tangkapan nelayan sekaligus membuka ruang tumbuhnya aktivitas ekonomi baru di kawasan pesisir.

Ady menekankan tiga hal utama dalam mengawal pembangunan KNMP, yakni penguatan sinergi seluruh elemen masyarakat dan aparat, jaminan kualitas serta akuntabilitas pekerjaan agar proyek selesai tepat waktu dan sesuai mutu, serta komitmen masyarakat penerima manfaat untuk menjaga dan memanfaatkan fasilitas yang telah dibangun.


Program pusat yang hadir di Desa Rompo ini juga memperlihatkan pentingnya kemampuan pemerintah daerah dalam menghubungkan kebutuhan masyarakat dengan kebijakan pembangunan nasional.

Pemerintah Kabupaten Bima melalui perangkat terkait sebelumnya melakukan pengusulan dan pembahasan program hingga akhirnya dapat direalisasikan di Kabupaten Bima.

Dalam konteks pembangunan daerah, proses tersebut menjadi bagian penting dari upaya menghadirkan intervensi pemerintah yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat pesisir.

Bupati Ady Mahyudi berharap kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah desa, serta masyarakat dapat terus diperkuat selama proses pembangunan berlangsung.

Ia juga meminta agar seluruh pihak menjaga kualitas pekerjaan sehingga fasilitas yang dibangun benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Kehadiran KNMP di Rompo diharapkan tidak berhenti pada pembangunan infrastruktur, tetapi menjadi titik awal penguatan ekonomi masyarakat nelayan.

Dengan dukungan sarana produksi, pengelolaan hasil perikanan dan akses pemasaran yang semakin baik, kawasan tersebut diproyeksikan berkembang sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi berbasis kelautan dan perikanan di Kabupaten Bima.

Pejabat Pembuat Komitmen Balai Besar Penangkapan Ikan Kementerian KKP RI, Suraji, SH, dalam sambutannya menekankan sejumlah prasyarat penting dalam pelaksanaan proyek KNMP.

Ia mengingatkan agar pelaksanaan pekerjaan memegang teguh mutu material dan struktur bangunan sesuai spesifikasi teknis, kepatuhan terhadap aturan pengadaan dan integritas administrasi, serta penyelesaian pekerjaan secara tuntas tanpa menyisakan persoalan teknis, sosial maupun hukum.

“Keberhasilan proyek Desa Rompo menuntut profesionalisme PT Daffa serta dukungan penuh pemerintah dan masyarakat. Pengawasan bersama akan memastikan infrastruktur terbangun baik dan bermanfaat berkelanjutan,” jelas Suraji.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bima Tajudin, SH, M.Si, dalam laporannya menyampaikan bahwa proses menghadirkan program KNMP tersebut melalui tahapan panjang, mulai dari pengusulan program, pembahasan di tingkat pemerintah pusat hingga akhirnya memasuki tahap pelaksanaan di Kabupaten Bima.

Tajudin juga menyebutkan bahwa salah satu kriteria penting dalam menghadirkan program tersebut di tingkat desa adalah kesiapan lahan dengan persyaratan tertentu yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan.


Bagi masyarakat Desa Rompo dan kawasan pesisir Langgudu, dimulainya pembangunan KNMP menjadi momentum untuk memperkuat sektor yang selama ini menjadi bagian penting dari kehidupan ekonomi masyarakat.

Keberhasilan program tersebut selanjutnya akan sangat ditentukan oleh kualitas pembangunan, tata kelola, pengawasan serta keseriusan masyarakat dalam memanfaatkan dan merawat fasilitas yang tersedia.
Pemerintah Kabupaten Bima pun menempatkan sinergi dengan pemerintah pusat sebagai salah satu instrumen untuk mempercepat pembangunan daerah.

Melalui koordinasi, pengusulan program dan pemenuhan berbagai persyaratan, program nasional dapat diupayakan agar hadir di tengah masyarakat Kabupaten Bima sesuai kebutuhan dan potensi daerah.

Dengan dimulainya pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Rompo, harapannya manfaat pembangunan tidak hanya terlihat pada berdirinya bangunan dan fasilitas baru, tetapi juga tercermin pada meningkatnya aktivitas ekonomi, nilai tambah hasil laut dan peluang kesejahteraan masyarakat nelayan. KNMP diharapkan menjadi bagian dari langkah berkelanjutan membangun kawasan pesisir Bima yang produktif, mandiri dan memiliki daya saing.
(RRS//RumaRenggeSape//007)