Dompu Bimantika,-
Mahasiswa adalah generasi Pembaharu yang siap melanjutkan estafet pembanguan di negeri ini. Sehingga peranan mahasiswa sangat strategi dalam menentukan arah masa depan bangsa yang lebih baik demikian ungkap tokoh pendidikan Kilo Dompu A. Muluk pada Bimantika.net disela-sela kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta. Kegiatannya dalam rangka rapat kerja Kepanitiaan 17 Agustus di kecamatan Kilo, Jadi mahasiswa dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sedang melakukan agenda KKN (Kuliah Kerja Nyata) sejak 15 Juli hingga 26 Agustus mendatang. Program kerja unggulan pada KKN ini adalah pengolahan jagung di Desa Malaju. (Yaumul Ma’ruf)
Opini : Pelaporan akun FB BM & Polemik Usulan Yandi Ketua DPRD
Oleh : A. Kadir, S. Sos, M. Si
Bima Bimantika,-
Sehari sebelum DPD Golkar memutuskan 3 nama melalui pleno untuk diusulkan ke DPP golkar, Bupati Bima yang juga ketua DPD golkar melaporkan akun media sosial Bima Mawardin ke Polda NTB. Pelaporan Bupati Bima Indah Damayanti Putri atas akun media sosial Bima Mawardin yang dinilai melakukan penghinaan pada Bupati & putranya yang juga putra mahkoda seketika tenggelam isunya diruang publik karena ada pergeseran isu polemik publik tentang pro & kontra potensi saudara Yandi sebagai ketua DPRD Kabupaten Bima.
Sebuah media oneline Visioner menyiarkan bahwa Yandi dipilih secara aklamasi dalam rapat pleno DPP Golkar di Hotel Mutmainnah dua hari lalu. Sontak pemberitaan itu memancing reaksi publik termasuk internal pengurus DPD golkar. Reaksi pengurus Golkar membantah siaran berita media oneline visioner yang dinilai kurang cermat dan hati-hati padahal mekanisme partai Golkar bahwa penentuan siapa Ketua DPRD diputuskan oleh DPP Golkar dan DPD Golkar hanya mengusulkan 3 nama melalui forum rapat pleno internal DPD Golkar.
Kasus hukum yang bakal menjerat Bima Mawardin dengan dugaan sangkaan pasal penghinaan sebagaimana yang tertera dalam norma UU IT yang dilaporkan Bupati Bima ke Polda NTB dan peristiwa politik perebutan kursi Ketua DPRD oleh kader-kader terbaik Golkar menarik untuk saya cermati dan analisis . Bima Mawardin hanyalah seorang warga masyarakat yang berprofesi sebagai wartawan media oneline yang punya kebebasan menyampaikan pikiran dan pendapat secara bebas dan merdeka diruang publik.
Penggunaan hak secara bebas dan merdeka oleh warga negara sebagaimana yang disampaikan oleh Bima Mawardin adalah konstitusional. Konstitusionalitas hak warga negara tidaklah juga menghapus hak warga negara yang lain untuk melakukan keberatan secara hukum sebagaimana kasus pelaporan yang dilakukan oleh Bupati.
Tindakan Bupati melaporkan Bupati Mawardin secara politik tidaklah menguntungkan Kepala Daerah dan sikap Bima Mawardin tidaklah mendatangkan manfaatkan bagi Bima Mawardin secara langsung. Implikasinya, menguntungkan aparat penegak hukum dalam arti luas dan menyita habis-habisan energi Kepala daerah berseteru dengan warganya sendiri.
Saat yang sama memberi angin segar bagi meluaskan sentimen masyarakat yang kontra dengan kebijakan Bupati sedari awal dengan memanipulasi pelaporan Bima Mawardin untuk mengesploitasi alam bawah sadar mayoritas masyarakat Bima yang masih terkurung dalam lilitan ketidaktercerahan mental maupun pikiran.
Hal itu potensial bersambut gayuh dengan sentimen anti Yanti oleh sebagian publik berkenaan dengan potensi penolakan publik atas niatan partai Golkar mengusung Yanti sebagai ketua DPRD Kabupaten Bima periode Tahun 2020-2025. Bila Kepala Daerah tidak cermat menyikapi pelaporan akun media sosial Bima Mawardin dan posisi Yandi yang diusung sebagai Ketua DPRD Kabupaten Bima, maka bisa dinilai melahirkan preseden buruk bagi citra dan kewibawaan Bupati sebagai Kepala Daerah maupun Kepala Pemerintahan.
Dalam kasus pelaporan akun media sosial Bima Mawardin maupun potensi Yandi diputuskan sebagai Ketua DPRD Kabupaten Bima memang sepenuhnya diserahkan kepada mekanisme internal partai Golkar dan kedudukan Bupati Bima sebagai Kepala Daerah.
Betapapun saya menginisiasi permintaan agar kasus pelaporan akun media sosial Bima Mawardin dapat dicabut kembali seraya menyelesaikan secara kekeluargaan yang beradab dan bermartabat. Sekian.
“RUMA RENGGE : SAYA AKUI ANAKNYA SEBAGAI SULTAN MUDA DAN ABAIKAN IBUNYA”
Bimantika,-News
salah seorang Tokoh Pemuda Sape Na’E Kabupaten Bima, Amirullah Mengapresiasi atas Kesuksesan Sultan Muda Bima Muhammad Putera Ferryandi, S. Ip selaku Jenateke sekaligus Pemimpin masa depan Bima. “Dae Yandi adalah Sosok sekaligus Asset dou labo dana Mbojo, oleh karena itu saya mengakui bahwa dalam sekujur tubuhnya mengalir darah kepemimpinan Para Sultan Sultan terdahulu, kalau Ibunya IDP (Indah Dhamayanti putri,red) yang saat ini sebagai Bupati Bima saya tidak mengakui kemampuannya untuk memimpin apalagi melanjutkan dua periode” Demikian Ungkap Ruma Rengge sapaan akrab Amirullah.
Lanjutnya bahwa Dae Yandi itu pribadi yang santun dan bersahaja dan alumni Universitas ternama di pulau jawa. “Latar belakan Sultan Muda Bima jelas status intelektualnya mulai SD hingga pendidikan tinggi strata satu di Universitas ternama di Jawa, sehingga tingkat intelektualitasnya sangat teruji, apalagi saat ini dae Yandi melanjutkan study Magister atau S2” Demikian ujarnya.
Bahkan dirinya membuat postingan di akun Facebook pribadinya yang berbunyi
“Sukses buat jenateke ..Dana mbojo perlu sentuhan tangan dingin mu
Kau adalah generasi milenial yang mampu merangkul semua kalangan walaupun usia mu masih belia,
Kau adalah titisan sangaji mbojo yg bisa meraba dan merasa panas nya matahari dingin nya salju seperti yang di rasakan oleh rakyat mbojo kami sangat berharap kembalikan Marwah dan martabat dou labo dana mbojo dengan motto Zangaji “EDERA NDAI SURA DOU MA LABO DANA” insya Allah Rakyat Sejahtera mbojo Aman …
Kalembo ADE IDP SANAWA WA,U RA BAIDA MAKI LALO MU BA LOSA RERO MU RE mari kita dukung dan mbei support wa,u Jenateke …
stopmelanjutkanidp2020# Demikian Ungkap Ruma Rengge Dalam Akun Facebook Pribadinya. (//arif)
Herman Effendy Nilai Bupati IDP Minim Prestasi
Bimantika,-News
Selama Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri Memimpin Bima, selama itu pula tidak ada pembangunan Fundamental yang dirasakan oleh masyarakat Kabupaten Bima, demikian ungkap Mahasiswa Pasca Sarjana Stisipol waskita dharma Malang, Herman Effendy, S. Sos.
Menurutnya bahwa kepemimpinan IDP (Indah Dhamayanti Putri,red) pembangunan di kabupaten bima jalan ditempat. “belum ada yang Fundamental yang menjadikan suatu keberhasilan dalam rezim IDP” Demikian ungkap Mahasiswa Magister Administrasi Publik ini.
Masih menurut Herman,
Dalam hal pelayan publik, masyarakat sangat merasakan jauh pangang dari api dalam pengertian arti nya bagaimana amanat UU tentang pelayan Publik tidak di implementasikan dengan baik oleh pemerintahan IDP.
“Pembangunan infrastruktur yang amburadul dan tidak merata di setiap kecamatan dan desa di kabupaten bima serta mutu dari pembangunan infrastruktur yang begitu Buruk karna minim nya pengawasan oleh pihak terkait sehingga pembangunan infrastruktur belum di resmikan banyak yang sudah rusak, ini semua karena lemah nya sistim pengawasan oleh pemimpin daerah atau pihak terkait atas pekerjaan tersebut” Demikian Tegasnya.
Lanjut Putra Asli Dena Madapangga ini bahwa hal tersebut tidak dapat di salahkan pihak kontraktor, krn tidak lah mungkin kontraktor melakukan hal tersebut apabila sang kontraktor terindikasi ada “deal”dengan para pengambil kebijakan. “itulah yang terjadi saat ini di rezim IDP” Demikian terangnya. (//arif)

Meretas Jalan Kesejahteraan
Oleh : Darussalam
Bima Bimantika
Menuntaskan persoalan pengangguran dan kesejahteraan merupakan hal fundamental yang ingin dicapai oleh pemerintahan manapun. Berbagai model program dan kebijakan dilakukan demi mewujudkan gagasan besar tersebut.
Demikian halnya dengan pemerintahan Kota Bima yang memiliki orientasi membuka 10.000 lapangan kerja serta peningkatan kesejahteraan warga telah mengambil satu terobosan baru yang sangat relevan dan sesuai dengan basis sosiologis masyarakat Kota Bima serta kondisi geografis Kota Bima yang notabene 70% nya merupakan pegunungan.
Optimalisasi wilayah dataran tinggi sebagai ruang penguatan ekonomi dengan berbagai program yang terintegrasi menjadi solusi yang telah dirindukan selama ini. Orientasi tersebut sangat logis mengingat dataran rendah Kota Bima kian hari kian sumpek oleh tumbuhnya pemukiman baru akibat pertumbuhan populasi penduduk.
Bidikan pemanfaatan wilayah pegunungan sebagai basis penguatan ekonomi untuk menjawab tantangan membuka lapangan kerja berbasis agraris merupakan langkah brilian dengan melakukan program integrasi peternakan, perkebunan dan pertanian.
Upaya tersebut juga merupakan jawaban kongkrit atas petuah leluhur yang sempat terabaikan dalam kurun waktu yang begitu lama, pengabaian terhadap petua leluhur untuk pemanfaatan wilayah pegunungan telah berdampak serius pada kerusakan alam serta kesenjangan itu sendiri.
Wilayah pegunungan pada zaman lampau ladang uang besar karena pada zaman tersebut ratusan ribu ternak terutama sapi dan kerbau memenuhi pegunungan seputaran Kota Bima. Melimpahnya ternak yang hidup di pegunungan berhubungan erat dengan rindang dan rimbunnya pegunungan Kota Bima pada masa itu.
Tak ayal hasil dari penjualan ternak telah mampu menghantarkan banyak sekali generasi Bima yang mampu untuk sekolah tinggi dan berhaji. Seiring perubahan zaman dan rendahnya perhatian terhadap peternakan diwilayah pegunungan berimplikasi pada hilangnya peternakan di pegunungan dan implikasi karena tidak ada lagi mahluk hidup yang hidup dipegunungan, gunungpun kemudian dibabat sedemikian rupa dan lahan tersebut kemudian dialih fungsikan sebagai lahan pertanian sepertu jagung dll.
Terobosan untuk mengembalikan fungsi pegunungan sebagai kawasan peternakan yang terintegrasikan dengan sektor perkebunan dan pertanian paling tidak akan berdampak positif dalam beberapa hal, pertama, pengembangakan kawasan ternak baik peternakan semi gembala maupun penggemukan ataupun peternakan unggas yang diimbangi dengan pengrmbangan perkebunan argo foristri serta pertanian holti pada lahan lahan yang telah ditetapkan sebagai lahan pengintegrasian tiga sektor tersebut akan menyerap banyak sekali lapangan kerja karena memang peternakan terlebih peternakan sapi dengan kapasitas kandang yang besar membutuhkan banyak pekerja yang mengurus hewan ternak.
Kedua, agro forestipun dapat diwujudkan dengan skema 50% – 50% lahan untuk peternakan dan pekebunan serta pertanian pada satu lahan yang di daerah pegunungan per lahan rata rata satu hektar.
Ketiga, berkembangnya industri peternakan juga akan mendorong perkembangan industri daging serta industri lain seperti indutri organik. Industri kulit hingga industri industri pengolahan daging lainnya yang kemudian bisa dipasarkan baik dalam skala lokal maupun nasional
Keempat, program yang teringrasi seperti tersebut diatas akan berdampak positif pada pelestarian alam dan penghijauan pegununan. Kenapa demikian selain karena argo foresti juga mengembalikan kehidupan di pegunungan khususnya kehidupan ternak. Semakin banyak ternak yang hidup di kawasan pegunungan maka dipastikan alam semakin lestari, ujungnya adalah Kota Bima benar benar menjadi Kota yang mampu meminimalisir bencana.
Jelas sudah bagaimana manfaat bagi warga Kota ketika pemerintah hadir dan mengoptimalkan warisan adiluhung serta sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem dalam mewujudkan kesejahteraan warga Kota Bima. (Bagian 2)
Merawat Indonesia dengan Berguru pada Kopi
Indonesia adalah negara yang sangat kaya akan sumberdaya alam, sampai sampai orang orang di daratan sebelah iri dengan kekayaan yang dimiliki oleh alam Indonesia. Mereka mencari berbagai cara untuk dapat menguasai harta kekayaan Indonesia, baik dengan menciptakan sistem perekonomian yang bersifat paradoks maupun menciptakan ketidakenakan hati anak bangsa sehingga membuat kita semua loyal kepada orang orang didaratan seberang. Kekayaan alam Indonesia menjadi sumber utama kekuatan ekonomi baik itu dijual secara langsung maupun diolah, tetapi pada realitanya yang dijual dalam bentuk gelondongan masih lebih banyak daripada yang diolah. itulah sebuah tantangan untuk Indonesia saat ini, kita tidak akan masuk terlalu jauh kedalam permasalahan tersebut tetapi penulis ingin membisikan bahwa masih ada sisi lain yang dapat kita manfaatkan dari kekayan alam kita, salah satunya adalah dari Kopi kita dapat belajar banyak hal, dari kopi kita dapat menrengkuh makna ke Indonesiaan sebenarnya, dan kopi bak seorang guru didalam berindonesia.
Indonesia merupakan salah satu negara penghasil kopi terbaik, bahkan produksi tahunan yang mencapai 600 ribu ton mampu menyuplai tujuh persen kebutuhan kopi dunia. Menurut data Kementerian Pertanian RI (Kementan RI), Indonesia merupakan produsen kopi terbesar di dunia, setelah Brasil dan Kolombia. Kopi bukan sekedar komoditas ekspor belaka tetapi banyak pelajaran terkait bagaimana berkehidupan sebagai bangsa yang baik dan selaras dengan norma norma yang ada. Beberapa pelajaran yang dapat kita ambil dari kopi diantaranya:
Kafein dalam Kopi, Jadilah pemacu semangat
Indonesia lahir dari semangat kebersamaan dan kegotong royongan, kata merdeka dapat kita ucapkan karena adanya orang orang yang memposisikan dirinya layaknya kafein dalam kopi. Kafein merupakan satu kandungan didalam kopi yang membuat kita tetap terjaga dan semangat, karakter dan pribadi seperti kafein harus tertanam disetiap pribadi anak Indonesia. Pentingkah menjadi kafein didalam berindonesia? Sangat penting, karena Indonesia saat sekarang masih termasuk negara berkembang dengan demikian masih membutuhkan dorongan semangat dan keoptimisan dari anak bangsa agar bisa melangkah lebih jauh dan menjadi salah satu negara maju yang ada di dunia.
Dicaffeoylquinic Acid, Penangkal serangan luar
Senyawa pada kopi ini merupakan antioksidan yang sangat berguna untuk menangkal radikal bebas. Salah satu karakter yang terpenting dan harus dimiliki oleh anak bangsa dapat kita pelajari dari kopi yaitu menangkal radikal bebas, kondisi pada saat ini memaksa kita untuk pintar dalam menyeleksi kebudayaan luar yang berkembang saat ini. Penting bagi anak bangsa menjaga indonesia dari perang ideologi dan kebudayaan dari luar yang sangat masif, karakter yang mampu menangkal radikal bebas yang ada (ideologi,kebudayaan yang tidak cocok dengan nilai nilai keindonesiaan) harus menjadi karakter anak Indonesia saat ini. Karena keadaan sekarang bukan lagi penjajahan secara fisik tetapi penjajahan dalam hal ideologi dan kebuyaan, dan bergurulah dari kopi yang mampu menangkal radikal bebas.
Trigonelline, Pemimpin Level 5
Meski cenderung berasa pahit, dalam kopi ada rasa manis. Zat inilah yang membuat secangkir kopi menjadi lebih terasa manis. Senyawa ini sama dengan konsep Kepemimpinan Level 5 yang diungkap oleh Jim Collins dalam bukunya yaitu Good to Great. Ditengah anggapan orang orang kebanyakan bahwa kopi rasanya pahit, ada satu senyawa yang berusaha dibelakang layar (sedikit orang yang tahu) membuat kopi memiliki rasa manis. Karakter seperti inilah yang harus dimiliki oleh setiap insan Indonesia, karena orientasi dari pemipin seperti bukanlah pada ketenaran dan juga bagaimana supaya orang orang melihat kerja kerja yang dia lakukan tetapi orientasinya adalah karya karya besar dan objek yang dia perjuangkan mendapat tepuk tangan dari orang lain bukan mendapat cacian. Manusia Indonesia harus seperti ini, kita haruslah menjadi orang orang yang berjuang dan mengabdi untuk indonesia bukan untuk membesarkan nama sendiri tetapi membesarkan nama Indonesia.
2-Ethyphenol, Penghasil Aroma
Zat ini menghasilkan aroma pada kopi, menjadikan kopi harum dan menjadi salah satu alasan orang orang menyukai kopi. Anak Indonesia haruslah mengambil peran layaknya zat ini, menghasilkan aroma untuk Indonesia, tentu saja aromanya adalah aroma yang memikat. Salah satu langkah konkretnya adalah berusaha menjadikan diri sendiri agar lebih produktif dalam menjalankan usaha sehingga aroma produktif tersebut tercium oleh investor investor luar negeri sehingga memikat investor tersebut sehingga mereka berinvestasi di Indonesia dan menjadikan perekonomian Indonesia dapat berjalan dengan baik.
Dalam Tarikh Ibnu Toyyib dikatakan: “Kopi adalah penghilang kesusahan pemuda, senikmat-nikmatnya keinginan bagi engkau yang sedang mencari ilmu. Kopi adalah minuman orang yang dekat pada Allah didalamnya ada kesembuhan bagi pencari hikmah diantara manusia. Kopi diharamkan bagi orang bodoh dan mengatakan keharamannyadengan keras kepala.” Kopi merupakan minuman para sufi yang digunakan untuk taqarrub, mendektkan diri kepada Allah SWTyang mana memiliki banyak faidah baik secara rohani ataupun medis. Mencari hikmah dari sebuah kopi adalah sebuah pekerjaan yang sangat penting karena didalamnya terdapat pelajaran hidup yang dapat kita petik, ketika mendapatkan sebuah hikmah diantara manusia maka akan terjadi sebuah kedamaian diantara umat manusia. Kita sebagai bangsa yang dikaruniai dengan kekayaan alam yang luar biasa haruslah menjadi bangsa yang mengedepankan syukur didalam bernegara. Sebuah sikap yang sangat dibutuhkan Indonesia sekarang adalah rasa syukur, karena dengan adanya ucapan syukur dari berbagai elemen bangsa Indonesia menjadi sebuah langkah awal yang menjadikan Indonesia dapat berjalan dengan baik dan mencapai kemajuan dan kesejahteraan. Salah satu rasa syukurnya adalah dengan memanfaatkan kekayaan alam yang sudah diberikan dengan bijak, bukan hanya dijadikan komoditas tetapi dijadikan sumber inspirasi untuk mendapatkan nilai nilai kehidupan berbangsa dan bernegara. Oleh karena itu lewat tulisan ini penulis mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk mensyukuri nikmat ini dan yakinlah syukur adalah salah satu perekat kebhinekaan.
BIODATA PENULIS
Mahasiswa Ilmu Ekonomi IPB, Peserta Rumah Kepemimpinan Regional 5 Bogor
| Nama | : | Rahmat Zuhair |
| Tempat, Tanggal Lahir | : | Kananga, 03 Oktober 1999 |
| Alamat Sekarang | : | Asrama Rumah Kepemimpinan Regional 5 Bogor, Dramaga, Bogor Jabar |
| Pekerjaan | : | Mahasiswa |
| No. HP | : | 082236480175 |
OPTIMALISASI POTENSI DATARAN TINGGI UNTUK SELAMATKAN DATARAN RENDAH
Oleh : Darussaalam
Bima Bimantika ,-
Tak lama lagi kegundahan akan mengampiri masyarakat di dataran rendah Kota Bima. Kegundahan dan trauma itu hadir bersamaan dengan datangnya musim penghujan.
Kegundahan semakin menyelimuti siapapun ketika menatap kearah dataran tinggi yang semakin kering dan gersang. Memori dalam kepalapun kembali kepada teguran keras lewat banjir bandang yang meluluh lantakan rencana dan aktifitas yang telah dibangun didataran rendah.
Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengembalikan dataran tinggi yang rimbun oleh pepohonan, hampir setiap tahun penghijauan dilakukan dan setiap tahun pula program tersebut mengalami kegagalan.
Satu yang terlupa dari semua agenda untuk menghijaukan kembali dataran tinggi terutama Kota Bima selama ini adalah penghijauan berbasis tradisi. Kita hampir tidak pernah lagi meneladani kearifan lokal yang diwariskan oleh leluhur dalam mengelola dan menghijaukan dataran tinggi.
Leluhur telah membuktikan satu cara dan metode untuk menjaga kelestarian alam khususnya didaerah dataran tinggi dengan menjadikan dataran tinggi sebagai sentra peternakan. Karena leluhur kita sangat percaya bahwa semakin banyak hewan ternak yang hidup didataran tinggi maka semakin lestari alam ini.
Pada zaman lampau, jumlah hewan ternak yang hidup di daerah dataran tinggi jauh lebih banyak dari manusia dan hewan yang hidup di dataran rendah, karena itulah manusia zaman lampau menjadikan ternak sebagai sumber kesejahteraan.
Ketika sektor peternakan khususnya di dataran tinggi tidak lagi diperhatikan yang menyebabkan punahnya hewan ternak, masyarakatpun akhirnya tidak lagi memiliki sumber kesejahteraan. Untuk bertahan hidup masyarakat kemudian merambah hutan dan mengalifungsikan lahan tersebut menjadi lahan pertanian.
Saat bersamaan kondisi alam semakin hancur, hancurnya alam berimbas pada berkurangnya titik mata air dan dampaknya adalah bencana yang memporak porandakan Kota serta kekeringan yang menahun di beberapa wilayah didataran rendah.
Mengembalikan sumber kesejahteraan diwilayah dataran tinggi sudah menjadi keniscayaan yang harus dilakukan oleh kita semua. Bahu membahu di jalan tradisi ini akan menjawab problem akut dan yang lelalu menakutkan untuk kita dan untuk generasi mendatang. Problem akut itu bernama bencana banjir, kelangkaan air bersih, pengangguran dan kemiskinan.
Apapun yang dibangun di wilayah dataran rendah, hanya lenyap sehari diterjang bencana selama titik focus kita tidak berorientasi pada pengoptimasisasian dan mengembalikan fungsi dataran tinggi sebagai sumber kehidupan dan kesejahteraan.
Mengembalikan kehidupan peternakan dikawasan dataran tinggi adalah jalan kearifan lokal sebagaimana yang telah dibuktikan oleh pendahulu kita. Terlebih wilayah dataran rendah yang kian penuh sesak dan penuh kejumudan.
Hadirnya pihak kementrian beserta pemerintahan Kota melalaui Dinas Pertanian yang melihat langsung bagaimana kayanya potensi dataran tinggi Kota Bima, paling tidak memberikan satu harapan baru bahwa upaya untuk mengoptimalisasi kembali daerah dataran tinggi akan segera dilakukan demi masa depan Kota yang kita cintai ini.
Gagasan program penginterasian sektor peternakan, perkebunan dan pertanian menjadi solusi yang sangat baik untuk menjawab tantangan Kota Bima dalam hal pelestarian alam berbasis tradisi yang ujungnya adalah penciptaan lapangan kerja yang lebih luas dan peningkatan kesejahteraan warga Kota.
Orintasi untuk mengoptimalkan wilayah dataran tinggi kini menjadi titik focus pemerintahan Kota Bima, merupakan perubahan nyata yang akan membawa Kota Bima menjadi Kota percontohan dimasa yang akan datang.
Rasanya sudah tidak sabar lagi ingin melihat kembali wilayah dataran tinggi yang dipenuhi hewan ternak yang berkali kali lipat jumlahnya dari jumlah populasi penduduk Kota. Lalu buah buah segar akan melimpah bergelantungan pada pohon pohon buah dan dibawahnya tumbuh sayur mayur serta tanaman holti seolah olah mengabarkan bahwa leluhurpun bahagia karena tradisinya dan petuahnya tetap menjadi pijakan generasi hari ini dan selanjutnya.
Pohon tumbuh semakin lebat, mata air muncul dimana mana, hewan hewanpun beranak pinang dengan sehat, udara semakin sejuk dan menyehatkan dan kesejahteraan itu mengalir sampai ke dataran rendah seperi air mengalir dari dataran tinggi lalu bermuara pada dataran rendah. (Bersambung)
Opinimu adalah Kado Untuk BIMA
“Kalau kamu bukan anak raja dan engkau bukan anak ulama besar, maka jadilah penulis.” ― Imam Al-Ghazali.
Menulis haruslah menjadi sebuah kebiasaan didalam keseharian kita sebagai anak muda. Dengan menulis akan mengaktifkan nalar dan kreativitas, dengan menulis kita akan menjadi orang orang yang dikenang sepanjang masa, itulah perbedaan antara penulis dengan orator. Mengutip sebuah pernyataan seorang ulama dunia yaitu Sayyid Quthb mengatakan Satu peluru bisa menembus satu kepala, satu kata bisa menembus jutaan kepala. Ini berarti dengan sebuah tulisan kita dapat mengubah pemikiran ataupun cara pandang seseorang terhadap sesuatu, dengan tulisan kita dapat menjadi bahan rujukan dari setiap orang yang pernah membaca tulisan kita dan mempunyai sebuah legalitas dalam kehidupan bermasyarakat.
Kenapa “Bima” harus menulis?
Nietzsche, filosof Jerman abad ke-19, pernah mengatakan bahwa setiap penyair (sesungguhnya: setiap penulis) tidak pernah merasa puas dengan realitas. Dan karena ia tidak puas dengan realitas, ia berusaha mengubah realitas, menjadikannya lebih tertahankan, lebih bisa diterima, dan lebih memuaskan baginya dan mungkin bagi setiap orang yang lain. Dengan menulis anak anak muda Bima khususnya, mempunyai sebuah kekuatan didalam membayangkan Bima kedepannya idealnya harus bagaiamana, kemampuan berimajinasi yang selanjutnya dituangkan lewat tulisan haruslah menjadi kebiasaan pemuda Bima yang pada akhirnya menjadi pengawal semua kebijakan dan menjadi agent of change untuk dou labo dana.
Melalui tulisan ini penulis ingin mengajak teman teman aktivis, pemuda dan agen agen perubahan yang ada di Bima ataupun di tanah rantauan agar menuangkan ide dan narasi berkemajuannya disemua media berita offline ataupun online Bima. Karena ini merupakan salah satu ikhtiar kita semua untuk menjadi Problem-solving di usia Bima yang menginjak 379 Tahun. Saat sekarang kondisi media media berita di Bima tiap harinya dihiasi oleh bahasan terkait penangkapan gembong dan pengguna narkotika, pembunuhan, dan perilaku perilaku elit yang terjerat kasus Korupsi Kolusi Nepotisme. Berangkat dari hal tersebut penting bagi kita aktivis mahasiswa, pemuda pemuda penggerak desa, serta akademisi yang ada di Bima ataupun rantauan untuk menuangkan idenya agar menjadi insight insight bagi masyarakat agar tidak menyaksikan berita yang seharusnya tidak perlu dipublikasikan.
Opinimu adalah Kado Untuk Bima
Selamat Ulang Tahun Dana Mbojo, Tanah yang menjunjung Maja Labo Dahu. Semoga dengan adanya peringatan hari lahir Bima menjadi pengingat bagi kita semua agar lebih mendalami dan memaknai maja labo dahu ( Malu dan Takut). Bima disaat sekarang sangat membutuhkan agen agen perubahan yang menjadikan solusi sebagai tujuan, dengan menulis itu merupakan salah satu solusi dari kita semua untuk Bima yang lebih maju karena anak mudanya. Penulis meyakini bahwa setiap Putra Bima yang dilahirkan ditanah dengan sejuta pesona alamnya tersebut mempunyai potensi dan nalar yang bagus untuk membawa Bima dan Indonesia lebih maju. Kita semua Mahasiswa, Pemuda dan agen agen perubahan yang ada di Bima ataupun ditanah rantauan harus menjadi social control baik secara langsung terjun ke masyarakat ataupun secara tidak langsung dengan menyuguhkan bacaan bacaan dan sudut pandang yang beragam. Pemikiran progresif yang dimana semangat gotong royong untuk dou labo dana harus dikampanyekan karena hal tersbut sangatlah sejalan dengan teori ekonomi yang bertujuan untuk memberikan kesempatan yang sama didalam pendapatan maupun pekerjaan. Topik topik seperti ini haruslah menjadi headline utama berita berita yang ada di media media pemberitaan Bima, hal ini menjadi tugas kita bersama. Bima yang RAMAH harus kita kawal dan membuat kita semakin rajin mencari alat untuk berkontribusi untuk dou labo dana. Yuk, kita sama sama memberikan kado terindah untuk daerah kita tercinta dengan menuliskan opini kita disemua media media berita offline maupun online yang ada di Bima.
Oleh :
Rahmat Zuhair – Bogor, 14 Juli 2019
Menakar Sikap Bupati & memonitoring Aksi Masyarakat Wera
Bupati selaku Kepala Daerah TK II itu adalah tumpuan segala harapan publik pada wilayah yang ia pimpin. Itu dulu basis logikanya.
Memang tidak semua permasalahan publik pada Wilayah yang Bupati Pimpin secara otomatis menjadi wewenang Bupati selaku Kepala Daerah. Ada empat pengecualiaan yang memang bukan wewenang Kepala Daerah bila saja cermat membaca dan memahami UU Otda (baca UU Otda).
Bagaimana menghubungkan posisi Bupati dengan tuntutan publik yang secara langsung bukan wewenang Bupati? Apakah tuntutan publik yang ditujukan ke Bupati otomatis salah alamat ketika persoalan yang menjadi dasar tuntutan publik adalah domain pemerintahan Propinsi atau Pusat?
Bupati bertanggung jawab penuh atas segala persoalan apapun yang terjadi di wilayahnya kendati itu bukan kewenangannya! Sebagai Kepala Pemerintahan TK II Bupati harus memastikan mata rantai koordinasi dengan jajaran pemerintahan di atasnya jika faham bahwa pemerintahan itu satu kesatuan sistem hukum dari pusat hingga ke Desa.
Sebagai Kepala Wilayah TK II Bupati wajib memastikan terselenggarakan situasi kemananan di wilayahnya. Kewenangan Bupati ada yang sifatnya instruksional tp pada jajaran aparatur yang ia pimpin agar terselenggarakan pelayanan publik yang kredibel dan akuntabel. Ada kewenangan yang sifatnya koordinatif yang berhubungan dengan otoritas kekuasaan di atasnya. Ada kewenangan yang sifatnya keputusan dan mengikat.
Peranan Bupati dalam melakukan koordinasi terkait tuntutan publik yang menjadi domain pemerintahan Propinsi wajib ditembuskan kepada Pemerintahan pusat yang secara langsung berkaitan dengan keamanan dalam negeri seperti kasus Demo tutup jalan warga Wera.
Apa maksud dari semua itu?
Bila hasil koordinasi Bupati dengan Pemerintahan Propinsi tidak diindahkan sesuai dgn tuntutan publik seperti yang tertuang dalam isi surat itu, maka Bupati memegang dokumen yang memperkuat posisinya selaku perpanjangan tangan administasi pemerintahan pusat jika dikemudian hari publik melakukan protes yang sama dan dinilai mengganggu stabilitas daerah.
Sehingga Kepala Daerah tidak bisa dipersalahkan manakala publik melakukan hal-hal yang tidak diinginkan. Kemampuan Kepala Daerah menerjemahkan pemerintahan sebagai satu kesatuan sistem nasional dr Pusat hingga ke Desa wajib dimiliki oleh Kepala Daerah dan tidak boleh ditawar-tawar. Itulah sisi terkecil kenapa Kepala Daerah menjadi penting dan wajib ada untuk rakyatnya
Ucapan aparatur Pemerintah daerah TK II Bima bahwa tuntutan perbaikan jalan warga Wera bukan kewenangan Pemda TK II “sungguh memalukan”, betapapun aturan hukum mengatur persoalan itu adalah kewenangan Propinsi. Tidak boleh dan “haram” keluar ucapan dari Kepala Daerah atau pemimpin apapun bahwa persoalan rakyatnya bukan kewenangannya. .karenanya, Kepala Daerah yang cemerlang tidak boleh terkungkung dengan teks mati yang bernama aturan hanya untuk membenarkan sebuah alasan bahwa Bupati tidak berwenang. Itu sebabnya Bupati harus melakukan loncatan yang jauh lebih luas untuk menjawab harapan publik. Dititik itu “strategi kekuasaan menjadi kata kunci”!
Delian Lubis
