Bupati Bima: RSUD Sondosia Diproyeksikan Jadi Pusat Rujukan Perawatan Intensif Anak

jpn

Bimantika.net Pemerintah Kabupaten Bima terus memperkuat kualitas pelayanan kesehatan masyarakat melalui pengembangan fasilitas dan layanan medis di rumah sakit daerah. Setelah meresmikan layanan hemodialisa di RSUD Bima, Bupati Bima Ady Mahyudi kembali meresmikan layanan Neonatal Intensive Care Unit (NICU) dan Pediatric Intensive Care Unit (PICU) di RSUD Sondosia, Sabtu (30/8).

Peresmian gedung layanan intensif bagi bayi dan anak tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan 15 tahun RSUD Sondosia.

Kehadiran fasilitas ini sekaligus mempertegas komitmen Pemerintah Kabupaten Bima untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin dekat, cepat, dan berkualitas bagi masyarakat, khususnya di wilayah Bima Barat dan Selatan.

“RSUD Sondosia kita dorong menjadi pusat rujukan perawatan intensif anak,” kata Bupati Bima Ady Mahyudi.

Menurut nya, keberadaan gedung khusus PICU-NICU yang dilengkapi fasilitas medis sesuai standar merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kemampuan RSUD Sondosia menangani pasien bayi dan anak yang membutuhkan perawatan intensif.

Fasilitas tersebut antara lain dilengkapi sistem pemantauan kondisi pasien atau patient monitor, inkubator serta alat bantu pernapasan (ventilator).

Dengan dukungan fasilitas itu, RSUD Sondosia diharapkan tidak hanya menjadi tempat pelayanan kesehatan, tetapi juga mampu memberikan rasa aman dan kepercayaan kepada masyarakat ketika menghadapi kondisi medis yang membutuhkan penanganan serius.

Peresmian gedung dua lantai itu ditandai dengan penandatanganan prasasti, pengguntingan pita dan pemotongan tumpeng oleh Bupati Bima. Setelah itu, Bupati bersama jajaran meninjau langsung sejumlah fasilitas dan ruang perawatan pasien.

Sejumlah anggota DPRD Kabupaten Bima turut menghadiri kegiatan tersebut, yakni Hj. Nurhayati, S.E., M.Si., Nurdin Amin, S.H., Ardiwin, S.H., dan Sri Langit Nawaksara, S.H. Hadir pula Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Bima Fatahullah, S.Pd., para kepala perangkat daerah, camat dan unsur Muspika Kecamatan Bolo dan Soromandi, kepala desa serta kepala puskesmas.

Pada peringatan HUT ke-15 RSUD Sondosia yang mengusung tema “Terus Tumbuh, Berkembang Memberi Manfaat Untuk Perubahan yang Lebih Baik”, Bupati Bima Ady Mahyudi menegaskan bahwa pembangunan sektor kesehatan harus berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

“Dengan dukungan 11 dokter spesialis, termasuk dokter spesialis anak, dua dokter spesialis kandungan serta dua dokter spesialis bedah, ini merupakan modal yang sangat baik untuk membangun kepercayaan masyarakat. Karena itu saya mengajak masyarakat Bima Barat dan Selatan untuk memanfaatkan secara optimal layanan tersebut,” ujar Ady.

Pemerintah daerah, lanjutnya, akan terus memberikan dukungan terhadap penguatan RSUD Sondosia melalui penambahan tenaga kesehatan, pengembangan layanan, pembenahan fasilitas serta membuka ruang dukungan dari berbagai pihak.

“Kita ingin RSUD Sondosia secara bertahap menjadi rujukan utama masyarakat Bima Barat dan Selatan, bahkan masyarakat dari wilayah sekitar. Karena itu, mari kita jadikan usia 15 tahun ini sebagai momentum untuk memasuki tahap berikutnya. Terus tumbuh dalam kapasitas, terus berkembang dalam kualitas dan terus memberi manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

Direktur RSUD Sondosia, dr. Firman, MPH, menjelaskan bahwa layanan NICU dan PICU dirancang khusus untuk memberikan perawatan intensif bagi bayi baru lahir dan anak-anak dalam kondisi kritis maupun berisiko tinggi.
Gedung dua lantai tersebut berdiri di atas lahan sekitar 720 meter persegi dengan luas bangunan 498,45 meter persegi.
Pembangunannya didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK).
“Di dalamnya tersedia 44 tempat tidur berstandar serta ruangan khusus yang menampung 33 boks bayi,” jelas dr. Firman.

Pelayanan Kesehatan yang Makin Dekat dengan Rakyat
Langkah penguatan RSUD Sondosia menunjukkan bahwa pembangunan daerah tidak semata-mata diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Bagi keluarga yang memiliki bayi atau anak dalam kondisi kritis, kehadiran NICU dan PICU bukan sekadar tambahan fasilitas rumah sakit. Layanan tersebut menjadi harapan agar masyarakat tidak selalu harus mencari pelayanan intensif ke daerah lain ketika membutuhkan penanganan medis yang cepat dan tepat.

Di titik inilah kebijakan kesehatan Pemerintah Kabupaten Bima menemukan maknanya: membangun fasilitas kesehatan berarti membangun rasa aman bagi keluarga dan masa depan generasi Bima.

Komitmen Bupati Bima Ady Mahyudi untuk terus memperkuat tenaga kesehatan, fasilitas dan kualitas pelayanan diharapkan menjadi bagian dari perjalanan panjang menghadirkan layanan kesehatan yang semakin manusiawi dan semakin dekat dengan rakyat.
RSUD Sondosia terus tumbuh. Pelayanannya terus berkembang. Dan manfaatnya diharapkan semakin luas dirasakan masyarakat Kabupaten Bima.
(RRS//RumaRenggeSape//007)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share via
Copy link