Bandar Besar Narkoba Oknum ASN Ditangkap, Kapolres Bima Kota Siap “Berperang” Tumpas Kejahatan Narkotika

Bimantika.net _Kapolres Bima Kota AKBP Rohadi, S.I.K nyatakan Perang Lawan Kejahatan Narkotika di Wilayah Hukum Polres Bima Kota.

“Kejahatan Narkotika adalah Kejahatan yang merusak generasi penerus cita-cita bangsa, maka jajaran Polres Bima Kota Siap Berperang berantas kejahatan itu” ujar Kapolres.

Beberapa hari lalu Satuan Resnarkoba Polres Bima Kota mengamankan oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kabupaten Bima yang diduga menjadi bandar besar narkoba.

Terduga pelaku inisial MI (36) saat penggerebekan yang dipimpin langsung Kapolres memiliki narkotika jenis sabu seberat 1,063 kilogram (kg).

“Lebih dari satu Kilogram Shabu, dana berapa ribu generasi yang akan hancur akibat ulah bandar ini, disangkakan pasal berlapis dengan ancaman penjara seumur hidup hingga hukuman mati” ujar Kapolres

Kapolres Bima Kota, AKBP Rohadi, S.I.K mengatakan MI merupakan residivis dan oknum ASN dengan kasus yang sama yang pernah ditangani pihaknya. Terduga pelaku kembali diamankan pada Minggu (13/11) kemarin, dengan barang bukti berupa sabu seberat 1.063 kg.

Karena kedapatan memiliki barang bukti dalam jumlah banyak, MI dikenakan pasal berlapis UU Narkotika pasal 112 ayat 2, Pasal 114 ayat 2 dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda.

“Karena jumlah barang bukti yang banyak, diduga yang bersangkutan bandar dan kami terapkan pasal berlapis. Terduga pelaku merupakan residivis kasus sama sehingga turut menjadi pertimbangan,” ungkap Kapolres (17/11/2022).

Berdasarkan pengakuan IM, barang haram tersebut dibelinya dari seseorang yang beralamat di Kabupaten Sumbawa dan biasa dipanggil bos kecil. Sebelumnya, ia sempat bertransaksi dengan bos kecil pada Kamis (10/11/2022) lalu. Saat itu IM pergi mengambil barang tersebut dan bertransaksi sendiri ke Kecamatan Empang.

“Katanya sudah dua kali terduga pelaku pesan dari bos kecil ini. Kemudian dijual, setelah laku baru terduga pelaku membayar,” ujarnya.

Sementara itu harga sabu tersebut Rp 94 juta per ons, sehingga jika ditotalkan sabu yang dimiliki IM harganya mencapai Rp950 juta. Saat dilakukan penggeledahan di rumah IM, petugas menemukan klip bungkusan sabu 1 gram hingga 10 gram dan sudah tertulis nama pemilik orderan. Selain itu ada uang tunai sejumlah Rp10 juta lebih, pipet, sendok takaran sabu, serta sejumlah plastik klip.

“Saat penggeledahan juga ditemukan slip pengiriman uang tertera sebesar Rp1,7 miliar lebih,” ungkapnya. Atas temuan itu, pihak kepolisian melakukan pengembangan di TKP lain yakni di Kecamatan Rasanae Barat Kota Bima. Di sana ditemukan satu orang terduga pelaku dengan barang bukti narkoba jenis sabu dan uang tunai Rp14 juta lebih, 6 telepon genggam, 2 gunting, tiga tas pinggang, isolasi, sendok dari pipet.

Satuan Resnarkoba Polres Bima Kota juga juga mengamankan terduga pelaku lainnya yang masih berkaitan saat penggerebekan. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *