IDP ditengah Kerinduan Warga

Bimantika.net
Sosok Dae Dinda, Sapaan akrab Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE (IDP, red) yang saat ini menjabat sebagai Bupati Bima periode 2015-2020 merupakan sosok yang memang menjadi magnet tersendiri dalam pikiran rakyat arus bawah. “Dae Dinda itu ada dalam hati dan pikiran Rakyat” Demikian ungkap salah seorang Wkl sekretaris Golkar Kabupaten Bima, Dafullah, S. Pd, Mpd pada Bimantika.net.
Sosok dan kepribadian Dae Dinda merupakan sosok yang selalu di rindukan oleh warga masyarakat arus bawah sehingga sulit dipisahkan dengan masyarakat. Ini adalah modal utama IDP dalam melanggengkan kekuasaannya menuju dua periode.
Diinternal DPD ll Partai Golkar Kabupaten Bima, Dae Dinda adalah Figur sentral yang memiliki kharismatik dalam memimpin partai politik sehingga para kader selalu dalam satu komando.

BHAKTI SOSIAL (PENGOBATAN GRATIS)


“Satu kata dalam ucapan dan satunya Tindakan dalam Perbuatan Konsistensi Dae Dinda adalah wujud dari kharismatiknya seorang ketua Partai Politik” ungkap Dafullah.
Sementara di eksternal Partai Politik, Dae Dinda adalah Tokoh Politik yang sangat dihormati oleh ketua ketua partai politik lainnya sehingga mampu menunjukkan dirinya sebagai sosok yang luwes dalam “pergaulan politik”. Tidak heran saat ini dukungan dari beberapa parpol lain sangat memungkinkan untuk memborong partai politik dalam Pilkada 2020. Modal 9 Kursi parlemen sebenarnya sudah cukup untuk mengantarkannya menuju Pilkada Bima 2020, namun Dae Dinda tidak lantas bereuforia dengan perolehan 9 kursi dari 45 kursi Anggota DPRD Kabupaten Bima pileg April 2019 silam. Dirinya selalu bangun keharmonisan dengan partai politik manapun sehingga dengan keluwesan itupula lah, Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten Bima Ahmad Dahlan, S. Sos dalam beberapa postinga akun facebook pribadinya selalu memberikan dukungan morilnya pada Dae Dinda menuju dua Periode.
Begitupula dengan Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Drs. H. Mustahid H. Kako, MM malah jauh sebelum Pemilu April 2019 lalu menyatakan sikapnya mendukung IDP dua Periode. Ini semata-mata karena keluwesan Dan krasmatiknya IDP dalam bersikap sehingga parpol lainpun merasa “memiliki” pada sosok perempuan pertama menjadi Kepala Daerah di kawasan Nusa Tenggara ini. (//yaumul Ma’ruf)

IDP dan Sisa Feodalisme

Oleh : DR. Ikhwan HZ, SE, MM, M. Si *)

Bimantika.net
Perlu restorasi pemikiran baru di Kabupaten Bima untuk memilih pemimpin, kita jangan terjebak pada figur yang mewariskan sisa – sisa feodalime. Karena iklim negatife feodalisme akan berujung pada rusaknya cita- cita akan kesejahteraan masyarakat ( Bonum Commune)

Sirkulasi elit daerah harus memiliki effek meluas pada figur diluar lingkaran elit feodalisme. Merawat dan melanggengkan elit feodalisme dengan politik irasional dan emosional akan merusak nilai- nilai demokrasi dalam Pilkada. Sirkulasi elit pada figur alternatif yang memiliki kualitas, kapasitas, integritas dan Track record merupakan kebutuhan untuk sebuah perubahan yang lebih baik.

Sisa- sisa feodalisme raja masa lalu masih menyelimuti sebagian masyarakat kita di Bima, karena kurangnya pendidikan politik rasional dalam pemilihan.Tradisi yang menyesatkan ini harus dihentikan, kita harus menjaring pemimpin ke depan lewat Pilkada secara selektif dan berkualitas. Kuncinya Partai politik dalam menjaring Calon harus lebih banyak mengedapankan politik Rasional bukan semata- mata tranksaksional sehingga tidak ada pertimbangan utama untuk kepentingan masyarakat dan kemajuan daerah. Partai politik seharusnya mampu mengevaluasi mana figur yang mampu menyelesaikan permasalahan ekonomi, sosial daerah saat ini.

Figur yang muncul merupakan hasil dari kompetisi kapabilitas, bukan lahir dari akar feodalisme. Hegemoni partai politik oleh Patahana salah satu bentuk praktek feodalisme yang melanggenkan kekuasaan. Karena Kekuasaan yang dibangun dengan dinasti feodal rentan terhadap pengebirian hak- hak kesetaraan untuk berkompetisi. Kompetisi Feodalisme bukan kompetisi gagasan, peogram, karakter dan track record tapi kompetisi pencitraan yang membius masyarakat dengan bungkus kosong tampa Isi. Adakalanya bukan berisi kompetensi tapi pretensi. Kutuk Mchiavelli bahwa politik menghalalkan segala cara harus ditinggalkan.

Pilkada Bima sangat beradab kalau kita tinggalkan politik feodalisme itu, kontestasi melahirkan kompetisi disinilah kita menghadirkan pembaharuan dalam memilih pemimpin dengan titik sentralnya kedaulatan Rakyat.

Para akademisi dan aktivis dan tokoh- tokoh tetap menggaungkan politik rasional figur yang menjual gagasan- gagasan cerdas yang memberikan solusi permasalahan daerah bukan sebaliknya hanya menjual pencintraan veodalisme yang kosong. Kita harus berani melangka perubahan dari titik Nol dari titik pemahaman awal dimana memilih kepala daerah Adalah menginvestasikan harapan nyata untuk diberikan Figur yang mampu dan disinilah letak Modal moral itu ( Moral Capital).

Saya mengajak saudara- saudara untuk membangun komitmen yang baik untuk memberikan pemahaman kepaa masyarakat untung – ruginya memilih pemimpin hanya dengan modal pencintraan tapi pemimpin yang bertanggungjawab kepada kemaslahatan Rakyat

Kita butuh kepala daerah pembuat perubahan yang melahirkan inovasi dan kreativitas karena hampir semua pemimpin daerah yang berhasil pasti mengusung gagasan perubahan sebagai entry point pemerintahannya dan itulah langkah strategis seorang pemimpin visioner.
*) Penulis adalah Dosen Universitas Gunadarma Jakarta

Dewan Harap Bupati Kurangi Kunjungan Ke Luar Daerah

Bimantika.net
Anggota DPRD Kabupaten Bima, Edy Muhlis, S. Sos menghimbau kepada Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE agar senantiasa di sisa masa jabatannya memaksimalkan urusan kemaslahatan rakyat. “Bukan malah memperbanyak perjalanan dinas keluar daerah” Demikian Ungkap Politisi Nasdem Ini.
Lanjut Edy, bahwa selama ini perjalaan dinas Bupati Bima sudah tidak terkendalika sehingga pembangunan didaerah terabaikan.
Dirinyapu memberikan contoh terabaikannya urusan perbaikan fasilitas sekolah, terabaikannya urusan percepatan ekonomi kecil menengah, terabaikan urusan pelayanan kesehatan dan sejumlah masalah lainnya.
“Ini terabaikan semua, sehingga saya selaku Yang mewakili rakyat ingatkan pada Bupati agar senantiasa lebih fokus pada hal hal pemberdayaan masyarakat saja” demikian ujar Edy Muhlis.(//arif)

Pasca Undur Diri Panitia Pengisian Anggota BPD, Pemdes Woro Bentuk Ulang Panitia Baru

Pada hari Kamis 01 Agustus 2019 Pemerintah Desa Woro Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima mengelar kegiatan rapat Dalam rangka Pembentukan Ulang Panitia Pengisian Keanggotaan Badan Permusyawaratan Desa Woro yang telah mengudurkan diri pada waktu lalu, Demikian yang disampaikan oleh Pj.Kepala Desa Woro Drs. Mansur Ahmad saat dikonfirmasi Media Online BimaNtika. Net ini pada hari jum’at 02 Agustus 2019 diruangan aula kantor desa woro.

Dalam hal pembentukan ulang Panitia tersebut turut dihadiri Ketua RT/ RW, BPD, PKK, LPMD, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda, Bhabinkamtibmas Desa Woro, Briptu Hasnun serta turut dihadiri oleh masyarakat desa setempat yang ingin mencalonkan diri sebagai BPD di tiap-tiap wilayah dusunnya.

Pj. Kepala Desa Woro, Drs. Mansyur Ahmad pada saat sambutan dalam rangka kegiatan rapat tersebut menyampaikan beberapa hal yang berkaitan dengan maksud dan tujuan di bentuk ulang Paniti Pengisian Keanggotaan BPD Desa Woro setelah panitia yang sebelumnya telah mengundurkan diri dari kepanitian,”Tuturnya.

Lanjut Pj.Kepala Desa Woro tersebut Dirinya mengatakan adanya bentuk maksud dan tujuan pemerintah desa setempat membentuk ulang panitia pengisian keanggotaan BPD hari ini dikarenakan Panitia yang dibentuk sebelumnya telah mengundurkan diri

Kami membentuk ulang panitia hari ini agar proses pelaksanaan tahapan pentunjuk teknis tata cara pengisian keanggotaan BPD serentak tahun 2019 ini dapat berlangsung karena mengingat terdesak oleh waktu,”ujarnya.

Dirinya berharap kepada panitia yang telah dibentuk dapat menjalankan tugas dengan baik dan sesuai dengan tahapan petunjuk teknis tata cara pengisian keanggotaan BPD serta sesuai harapan masyarakat.

“Mari kita sama-sama berpartisipasi didalam proses pembentukan ulang panitia pengisian keanggotaan BPD Desa Woro dan pengisian anggota BPD, semoga panitia yang dibentuk ulang ini juga tidak mengundurkan diri dari kepanitiaan dan serta dapat menerima anggaran yang senilai 9 juta rupiah untuk proses pelaksanaan hingga selesai,”harap Pj. Kades Woro, Drs. Mansyur.

Lebih lama Pj. Kepala Desa Woro saat dikonfirmasi mengatakan Alhamdulillah, seluruh bentuk saran dan usul masyarakat setempat langsung menjadi keputusan yang akan diambil didalam pembentukan ulang panitia tersebut,sehingga pada pembentukan panitia dilakukan dengan cara musyawarah dan mufakat,”terangnya.

walaupun dalam waktu yang digunakan pembentukan panitia tersebut cukup limit dan sedikit hingga pada proses selasai, Namun forum dalam kegiatan rapat tersebut sudah lebih awal sepakati memilih sebelas nama orang untuk anggota panitia yang berdasarkan hasil dari menurut forum pada rapat tersebut sebelas nama orang yang akan disepakatinya meyakini bahwa nama nama orang tersebut memiliki rasa tanggung-jawab dalam amanah yang diembannya. (Yadin)

Pemkab Bima Jawab Soal Desakan Pembangunan Infrastruktur

Bima Bimantika.net-

Kasubag Pemberitaan Humas Pemkab Bima, Zainuddin, S.S pada Bimantika.net memberikan sejumlah klarifikasi terkait dengan adanya berbagai bentuk tuntutan masyarakat Kabupaten Bima sebagaimana berita Bimantika.net akhir akhir ini.
Berikut Release Bagian Human Pemkab Bima menyatakan bahwa Pemerataan pembangunan secara terencana, terpadu dan berkelanjutan dengan bersandar pada kondisi objektif potensi serta kemampuan daerah merupakan kewajiban dan tanggungjawab normatif serta moral pemerintah yang secara legitimate mengemban amanat masyarakat. Oleh karena itu, kemerataan pembangunan mesti terukur secara komprehensif, multi sektor.
Pada sektor2 yang masih membutuhkan penyempurnaan tentunya terencana dan teragenda untuk kemudian direalisasikan.
Pemerintah Daerah juga berikhtiar tak pernah putus. Olehkarena itu dukungan dan partisipasi kita semua amat diharapkan.
Paradigma membangun bertahap – berkelanjutan memiliki hakikat makna yang luas; “potensi dan kemampuan” daerah yang mesti terus dimaksimalkan juga menjadi salah satu aspek berpengaruh.
Kita semua berikhtiar mengarifi potensi dan kemampuan dimaksud demi menjawab kebutuhan yang demikian kompleks. (Release Humas Pemkab)

Aktivis Belo Desak Bupati Bima Pasang PJU dan Perbaikan Infrastruktur

Bima Bimantika.net-

Salah seorang Aktivis Asal Kecamatan Belo, Imam pada Bimantika.net mendesak Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE agar senantiasa memperhatikan sarana dan prasarana yang menjadi kebutuha masyarakat.
Menurutnya Memiliki infrastruktur yang memadai untuk di akses dengan aman merupakan keinginan rakyat terkhusus rakyat kecamatan Belo
Mulai dari Penerangan Jalan Umum untuk meminimalisir angka kriminalitas terhadap rakyat yang mengakses jalan raya di malam hari dan perbaikan lapangan kecamatan Belo yang bertempat di desa cenggu sebagai desa induk kecamatan.

“Hanya menjadi ilusi bagi rakyat kec.amatan Belo saat ini, begitupun dengan persoalan jalan raya yang tidak layak untuk di akses oleh rakyat terkhusus di kecamatan Belo saat ini” ungkap Imam.
Dirinya menyampaikan bahwa pemerintah daerah kabupaten Bima melalui bupati bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE pernah berjanji untuk mengalokasikan anggaran tahun 2018 untuk pengaspalan jalan di kecamatan Belo akan tetapi itu sudah menjadi ilusi buat rakyat karena tahun 2018 sudah lewat. kemudian oleh wakil bupati bima Drs. H. Dahlan M. Nur sebagai wakil Bupati Bima memberikan janji pula untuk mengalokasikan anggaran pengaspalan jalan tahun 2020 yang akan datang.
“Apakah janji wakil bupati bima tersebut bisa di percaya ? Jangan sampai hanya ilusi lagi buat rakyat kecamatan Belo”ungkapnya.
Lanjutnya, Lalu di saat pemuda yang ingin meminta kepastian pemerintah daerah kabupaten Bima lewat bupati bima maupun wakil bupati bima di anggap sebagai penghadang yang tidak pantas untuk di hiraukan. (Tim Bimantika.net)

EDY MUHLIS TUDING BUPATI BIMA TIDAK MAKSIMAL KELOLA PAJAK LAMPU JALAN

Bima Bimantika.net-
Wakil Ketua Komisi ll DPRD Kabupaten Bima, Edy Muhlis, S. Sos saat di wawancarai crew Bimantika.net pada hari Jum’at (2/8/2019) menyebutkan bahwa seiring dengan semakin meningkatnya Penerimaan pajak lampu jalan oleh TAPD pemerintahan Kabupaten Bima namun Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE (IDP,red) tidak mampu mengelolanya dengan baik untuk meningkatkan kesehahteraan masyarakat Kabupaten Bima.
Edy Muhlis membeberkan bahwasa semestinya dengan meningkatnya pendapatan dari sektor riil pajak harus berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan rakyat, justru saat ini postur APBD nya sama sekali tidak berpihak pada kemaslahatan masyarakat kabupaten bima. “Ada yang salah dalam sistim kelola keuangan Pemkab Bima sehingga kesejahteraan rakyat jauh panggang daari api” tegasnya sembari mengetengahkan data bahwa sektor Pajak Khusus lampu jalan yang masuk ke kas daerah meningkat dari tahun ke tahun dari sekitar 2 Milyar hingga di pertengahan tahun 2019 ini menjadi 7.6 Milyar. (Tim)

PDIP Ikuti Koalisi Nasional

Bima Bimantika.net-

Wakil Ketua DPC PDIP Kabupaten Bima Yang juga sebagai Anggota DPRD Kabupaten Bima Terpilih pileg April 2019, Firdaus, SH menyebutkan bahwa PDIP kabupaten Bima saat Pileg April 2019 lalu hanya mampu mendulang 2 kursi dari 45 Kursi Parlemen. Dengan kondisi seperti ini tentu untuk memenuhi alat kelengkapan dewan sangat perlu lakukan koalisi dengan parpol lainnya yang mendapatkan kursi parlemen namun sama sama tidak bisa membentuk fraksi utuh.
Lanjut Firdaus, bahwa PDIP akan bangun koalisi untuk alat kelengkapan Dewan dengan partai yang tentunya mengarah pada koalisi pilpres kemarin. “Insya Allah kami dari jajaran PDIP Kabupaten Bima satu Komando dengan DPP Sehingga apapun yang menjadi perintah DPP itu yang kami laksanakan” Demikian tegas Firdaus.
Dirinya menyatakan bahwa koalisi dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang juga hanya memiliki 2 anggota parlemennya adalah sebuah keharusan karna sesungguhnya PKB memiliki platform perjuangan yang sama dengan PKB. “Pembicaraan sudah selesai dengan seluruh komitmen dan ketentuannya sehingga kami dari PDIP dan PKB sudah sepakat bentuk fraksi untuk alat kelengkapan dewan” Demikian ujar Firdaus. (//arif)

Komisi ll Usul Pangkas Anggaran Perjalanan Dinas Bupati, Tambah Anggaran Bakulan Rakyat

Bima Bimantika.net-,

Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE atau yg akrab disapa IDP oleh Media di nilai oleh Angggota DPRD setempat gagal memberdayakan usaha usaha kecil dan menengah. Kegagalan itu tentu dilihat dari postur APBD dari tahun ke tahun, Demikian Ungkap Anggota DPRD Kabupaten Bima, Edy Muhlis, S. Sos pada Bimantika.net saat di wawancarai dikediamannya pada hari kamis (1/8/2019).
Mantan Aktivis pergerakan dan Mantan Ketua HMI Cabang Bima ini membeberkan bahwa kegagalan IDP dalam pemberdayaan usaha usaha kecil adalah semata-mata dari postur APBD yang sangat tidak berpihak pada masyarakat pelaku usaha kecil. “Anggaran Bakulan dan UKM hanya satu Milyar lebih itupun tidak merata dan bahkan terjadi diakriminasi yang mendapatkannya dan paling paling satu kelompok dalam satu desa” ujarnya.
Menurutnya Untuk memmberdayakan dan menggerakkan ekonomi masyarakat kecil maka diperlukan niat baik atau political will dari Bupati bima untuk meningkatkan postur anggarannya. “Ya kalau bupati nya mau naikkan anggaran nya hingga 20-25 Milyar itu baru pro rakyat pelaku usaha kecil’ ungkap Edy Muhlis.
Lanjutnya daripada anggaran perjalanan dinas yang famtastis besarnya, alangkah baiknya potong anggaran perjalan dinas bupati dan wakil bupati lalu tingkatkan anggaran bakulan.
“Akan menjadi sukses kalau Bupati memotong anggaran perjalanan dinasnya dan menambahkan anggaran bakulan dan usaha kecil, ini sudah terbalik, sukses dari mana yang harus dibanggakan” demikian tegas Edy (//arif)

Humas Pemkab Bima Beberkan Capain Kerja Bupati IDP Dahlan

Bima Bimantika.net

Menanggapi pemberitaan Bimantika.net kamis (1/8/2019) bagian Humas dan Pemberitaan Pemkab Bima merelease pemberitaan melalui Kasubag Pemberitaan, Zainuddin, SS. Pada Bimantika.net zen sapaan kasubag membeberkan melalui Press Releasenya bahwa Kondisi fisik sekolah merupakan salah satu pendukung pelaksanaan KBM, tidak secara niscaya menjadi satu-satunya indikator absolute menilai keberhasilan atau kegagalan bidang pendidikan.
Capaian kinerja urusan pendidikan dapat dilihat secara komprehensif dengan menghadirkan berbagai indicator, diantaranya melalui Angka Partisipasi Murni (APM) yang terus mengalami peningkatan. Kepemimpina Hj. Indah Dhamayanti Putri dan Drs. H. Dahlan M. Nor, pada bidang Pendidikan telah mengikhtiarkan langkah terbaik dengan capaian yang prospektif. Angka Partisipasi Murni (APM) terus mengalami peningkatan hingga sebesar 99,96 % untuk jenjang SD/MI serta 96,37 % untuk jenjang SMP/MTS. Angka melek huruf pada penduduk usia diatas 15 tahun berada pada posisi 88,40 %. Selanjutnya, ketersediaan tenaga pendidik berijazah layak kian representatif, pengalokasian anggaran sebagai bentuk dukungan bagi anak sekolah yang berprestasi, pemerataan penempatan Guru berdasarkan analisis kebutuhan yang berimbang dengan rombongan belajar serta kegiatan proses belajar mengajar yang berorientasi pada peningkatan kualitas SDM dan perubahan karakter merupakan sederet indikator kinerja sektor pendidikan.
Sejatinya, kekurangan fisik sekolah adalah juga menjadi aspek yang terus diberikan attensi maksimal untuk dimapankan secara bertahap sesuai dengan kemampuan daerah.

Pada Bidang Kesehatan, Dinda – Dahlan telah berhasil menaikan angka harapan hidup. Naiknya angka harapan hidup ini berjalan paralel dengan intervensi program kesehatan yang bersifat non-fisik seperti pelayanan kesehatan dasar dan rujukan, promosi kesehatan serta pola perilaku hidup bersih dan sehat, termasuk didalamnya peningkatan cakupan pelayanan air bersih dan sanitasi yang terus digalakkan. Disamping itu, dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, Pemerintah Kabupaten Bima telah melakukan Akreditasi Puskesmas sebanyak 15 unit dari 21 unit Puskesmas di wilayah Kabupaten Bima. Dalam hal penyediaan infrastruktur pelayanan kesehatan dan pemerataan / penempatan petugas kesehatan guna memberikan pelayanan optimal, Pemerintah Daerah telah membangun 8 Puskesmas contoh sesuai prototype Kementerian Kesehatan pada 7 Kecamatan serta dilakukan rehabilitasi Puskesmas dan mengangkat serta menempatkan tenaga PTT Daerah yang tersebar ke pelosok-pelosok Desa.
Semua itu merupakan langkah – langkah efektif disertai dengan inovasi, mengoptimalkan pelayanan dan pemenuhan hajat hidup masyarakat Kabupaten Bima yang pada awalnya terkategori sebagai Kabupaten tertinggal yang seiring masa kepemimpinan IDP – Dahlan, kini telah ditetapkan oleh Pemerintah pusat sebagai Kabupaten yang sanggup mengentaskan ketertinggalan. (Zen/Humas Pemkab bima)

Hacklink Hacklink Satış бэклинки casibom marsbahis casibom hacklink market marsbahis giriş vdcasino casibom casibom