Dewan Sebut Bupati Bima Tidak Punya Kemampuan Bangun Dunia Pendidikan

Bimantika.net
Anggota Komisi ll DPRD Kabupaten Bima, Edy Muhlis, S. Sos pada Bimantika.net mendesak Bupati Bima agar senantiasa memikirkan sarana dan prasarana dunia pendidikan. “Dunia pendidikan kita di kabupaten bima sampai saat ini tidak ada yang patut dibanggakan karena tidak ada political will dari seorang Bupati untuk membangun sebuah peradaban” ungkap politisi muda Partai Nadem ini.
Menurutnya, banyak sekolah sekolah yang di dusun terpencil tidak terurus dengan fasilitas apalagi bicara sumber daya manusia nya.
“Infrastruktur saja amburadul, tentu sumber daya manusiapun tidak bakalan bisa ditingkatkan” urainya.
Anggota Dewan Asal Partai Nasdem ini menilai bupati Bima gagal total dan membangun dunia pendidikan karena tidak memiliki kemampuan untuk itu. “IDP hanya mampu melakukan hal hal seremonial saja, esensi pembangunan sama sekali tidak ada dalam imajinasi IDP” demikian tegas Edy Muhlis. (//yp)

Bupati : “Jelang Mutasi, Tidak Ada Yang Luar Biasa”

Bimantika.net
Mutasi dan Rotasi jabatan adalah Suatu hal yang wajar dalam struktur Pemerintahan, itu semata mama demi memperlancar prosesi pelayananan publik serta memperlancar ritme organisasi pemerintahan. Kalimat ini disampaikan oleh Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE saat di mintai tanggapannya pada hari kamis (8/8/2019) terkait adanya rotasi dan mutasi di Pemkab Bima dalam waktu yang tidak terlalu lama.
Dae Dinda Sapaan akrab Bupati Bima menyebutkan bahwa penyegaran dalam tubuh birokrasi pemerintahan sangat diperlukan sehingga dengan penyegaran organisasi diharapkan mampu melayani masyarakat secara menyeluruh. Dirinya menyebutkan bahwa rotasi dan mutasi tidak ada hal yangnluar biasa kecuali pergeseran menuju penyegaran oraganisasi semata. Menanggapi adanya desakan desakan dari berbagai kecamatan yang ingin ada eselon ll mewaliki kemacatan, Dae Dinda menyebutkan bahwa ada aturan dan regulasi yang menghendaki siapapun ada dalam posisi dan jabatanya sehingga Baperjakat memiliki penilaian kinerja, bukan menilai dari segi kewilayahan.
“Baperjakat ada tolak ukur penilaian sehingga posisi seseorang itu bisa dipastikan sesuai dengan tata aturan yang mengaturnya” demikian ujar Dae Dinda sembari menyebut tidak ada hal luar biasa dalam mutasi dan rotasi (//tim)

Mapolres Bima Kota Ri Guncang Demonstran

Bimantika.net
Kamis (8/8/2019) mapolres Bima Kota Di guncang Aksi Sejumlah Elemen Muda yang tergabung menyuarakan aspirasi mereka. Elemen muda ini menuntut Pihak Polres Bima Kota menuntaskan Persoalan dugaan penganiayaan aktivis oleh sejumlah orang denkat Bupati Bima beberapa waktu yang lalu yang terjadi saat aksi mahasiswa di Kecamatan Wera. Pantauan langsung Wartawan Bimantika.net Yaumul Ma’ruf bahwa mereka melakukan orasi silih berganti meuntut kapolres Bima kota Segera memproses kasus dugaan penganiayaan yamg dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. “Kami datang untuk memberikan pernyataan sikap bahwa teman kami yang diduga kuat dianiaya oleh sejumlah orang saat demo di wera segera di tangkap” ujar Pendemo.
Koordinator Aksi, Asmudyanto menyebutkan bahwa kehadirannya di Mapolres Bima kota semata mata untuk menindaklanjuti dugaan kasus penganiayaan yang dilakukan oleh sejumlah orang di kecamatan wera. “Kami tuntut yang melakukan dugaan aniaya Aktivis dan mahasiswa di kecamatan wera segera di tangkap dan di adili” ujarnya.
Sementara pihak penyidik Polres Bima kota menyebut kasus tersebut akan terus mereka selidiki dan memanggil para saksi saksi. “Kami akan terus lakukan pemerikasaan terhadap sejumlah saksi saksi” demikian ungkap penyidik polresta Bima Kota. (Yaumul Ma’ruf)

Gubernur NTB di Tanah Beak

Bimantika.net

Pagi pagi (6/7/2019), Gubernur NTB, DR. Zulkiflimansyah, M. Sc bersama Deputi Menko Maritim dan Sumberdaya mengunjungi Tanah Beak Lombok Tengah. Kunjungan tersebut adalah dalam rangka menyambut persiapan “International Conference on Geopark di Lombok awal September ini”.
Pada kunjungan itu, Doktor Zul sapaan Gubernur Berpenampilan sederhana ini menguraikan tentang kisah letusan Gunung Rinjani.
Menurutnya Letusan Rinjani th 1257 ternyata sangat dahsyat, lebih hebat dibandingkan letusan Tambora dan Krakatau…

“Tempat kami berdiri ini adalah sebuah kerajaan kuno tua bernama Pamatan yg tertimbun pasir akibat letusan Rinjani yg dahsyat itu” ujar Doktor Zul
Bahkan dalam akun facebook pribadinyapun Doktor Zul menguraikan
Daerah yang dikunjunginya di penuhi pasir, dan setelah para penambang menggali kira2 lebih 15 M ketemu tanah asli kerajaan Pamatan ini.
“Jadi pasir yg digali dan ditambang masyarakat itu adalah pasir yg menutup kampung dan kerajaan hebat ini” ungkapnya.
Diakun Facebooknya tersebut Doktor Zul lagi lagi memberikan komentar bahwa
Yang seperti tembok di belakang kami adalah timbunan pasir itu. Tingginya hampir 15 Meter dan terjadi dalam 2 hari letusan.
Kampung bersejarah ini meninggalkan banyak artefak bersejarah dan peninggalan2 lain yg akan menguak banyak cerita dan kisah tentang masa lalu daerah kita yg luar biasa ini. (FbDZ)

Pemprov NTB Sosialisasikan Perda SPBE dan Raperda Persampahan

Bimantika.net
Pemerintah Provinsi NTB melalui Biro Hukum Sekretariat Daerah dan Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi NTB Rabu (7/8) menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah Provinsi NTB nomor 3 tahun 2018 tentang Tata Kelola Pemerintahan Berbasis Sistem Elektronik (SPBE) dan Sosialisasi Rancangan Peraturan Daerah Provinsi NTB tentang Pengelolaan Sampah di Aula SMIK Kota Bima.
Sosialisasi yang sebelumnya dibuka oleh Asisten Administrasi Umum Seda Kabupaten Bima Drs. H. Arifudin HMY tersebut menghadirkan narasumber Kepala Biro Hukum Setda Provinsi NTB H. Ruslan Abdul Gani, SH, MH, yang memaparkan materi kebijakan pemerintah daerah dalam pembentukan rancangan Perda tentang pengelolaan sampah, dan Pelaksana Tugas Kadis Kominfotik Provinsi NTB I Gede Putu Aryadi S.Sos, MH yang memaparkan substansi Perda SPBE.
Pada sosialisasi yang dipandu Lalu Amzad SH tersebut, H. Ruslan mengatakan, seiring pertumbuhan jumlah penduduk, maka volume sampah juga akan turut mengalami peningkatan.
Oleh karena itu rancangan Perda pengelolaan sampah yang selanjutnya akan ditetapkan menjadi peraturan daerah diharapkan bisa mengakomodasi kebutuhan akan pentingnya tata kelola sampah ini”. Jelasnya.
Berkaitan dengan Raperda tata kelola sampah, beberapa aspek yang dibahas yaitu strategi pengolahan sampah regional, pengembangan dan penerapan teknologi, kegiatan pengelolaan sampah, larangan, hak dan kewajiban, perizinan, sistem informasi, pembinaan dan pengawasan pengelolaan persampahan.
Dihadapan 30 peserta yang berasal dari Perangkat daerah terkait tersebut, Plt Kadis Kominfotik NTB I Gede Putu Aryadi S.Sos, MH memaparkan materi tentang tata kelola pemerintahan berbasis elektronik.
Dikatakan Gede salah satu fungsi penting pemerintah provinsi adalah melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dan koordinasi lintas pemerintah daerah.
“Dalam kaitanya dengan tata kelola informasi, pemerintah harus bersikap terbuka dan memiliki integritas dan memahami bahwa ketika masyarakat melakukan kritik, pasti ada dasarnya. Karena itu pemerintah harus berfikap arif menyikapi kritik yang ditujukan oleh masyarakat”. Ungkapnya.
Aspek lain yang penting dalam tata kelola informasi elektronik kata Gede adalah perlunya pengamanan sistem informasi. “Oleh karena itu pemerintah provinsi sudah membentuk tim keamanan cyber daerah yang memperkuat sisi jaringan dan konten informasi. Sehingga ruang publik nantinya akan diisi dengan hal-hal positif.
Gede menyajikan materi yang terkait dengan landasan, struktur, cakupan penyelenggaraan sistem informasi pemerintah daerah, kemitraan, partisipasi masyarakat dan dunia usaha, pembinaan dan pengawasan serta pengendalian tata kelola informasi elektronik.(Diskominfostik)

Sosialisasi Terpadu Hak Anak dan Bahaya Narkoba, Ini Kata Para Narasumber

Bimantika.net
Sosialisasi yang berlangsung Selasa 6 Agustus mulai jam 09.00 Wita sampai 12.30 Wita di SMP Negeri 1 Belo tersebut menghadirkan beberapa pembicara dari instansi terkait.
Dihadapan Kepala Sekolah SMPN I Belo Husni, SH dan 125 pelajar, Kepala Bidang Perlindungan Anak DP3AP2KB Kabupaten Bima Hj. Siti Romlah, S.SOs mengawali pemaparannya dengan ppenjelasan sejumlah penghagaan yang telah diraih pemerintah daerah dalam upaya perlindungan hak-hak perempuan dan anak di kabupaten Bima.
Pada sosialisasi yang turut dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Bima Hj. Rostiati Dahlan S.Pd, perwakilan BNNK, Badan POM dan Lembaga Perlindungan Anak tersebut, Romlah menjelaskan, “Terkait hak anak, ada 10 hak yang harus dipenuhi oleh ekosistem pendidikan dan kekuarga untuk memastikan anak tumbuh kembang sewajarnya yaitu, hak mendapat pendidikan, hak mendapat kesehatan, hak mendapat identitas dan hak mendapat perlindungan. Selain itu, anak juga wajib memperoleh hak mendapat rekreasi, hak sosial Budaya, hak ikut berkebangsaan, hak mendapat makanan dan hak kesamaan”. Terangnya.
Narasumber Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bima yang diwakili Arif Munandar, S.Kep.,Ns memaparkan tema “Generasi Emas Tanpa Narkoba”.
Mengawali pemaparan pada kesempatan tersebut, Arif memaparkan aspek terkait kejadian Narkoba secara umum, total pengguna Narkoba di Indonesia secara umum, Prevalensi pengguna Narkoba berdasarkan status sosial.
Dikatakan Arif, pengguna Narkoba terbanyak dari kalangan pekerja, dan tahun 2018 sebanyak 60% dari kalangan pelajar. Selain itu, pemateri menjelaskan total kerugian negara yang diakibatkan dari Narkoba serta jumlah korban Narkoba. “Arif juga memaparkan pentingnya upaya pencegahan pengaruh Narkoba pada pelajar dan senantiasa kembangkan hal yang positif”.
Di akhir penyampaiannya Narasumber BNNK memaparkan aspek pelayanan rehabilitasi bagi korban penyalahguna Narkoba yang ditujukan agar masyarakat bisa mengantarkan keluarganya atau langsung menyerahkan diri ke Kantor BNN Bima Untuk dilakukan pemulihan.
Selain kedua pemateri tersebut, balai Pengawasan Obat dan Makanan (POM) Mataram ogi Baso mataram Ssi, Apt juga menghimbau masyarakat untuk memastikan keamanan produk obat dan makanan dengan cara melakukan Cek.
“untuk keamanan obat dan pangan yang dikonsumsi, maka perlu terlebih dahulu dilakukan cek kemasan, cek label, cek izin edar dan cek kadaluarsa, sehingga dipastikan tersebut produk aman dikonsumsi” Tandasnya.
Sosialsiasi akan dilanjutkan ke beberapa sekolah di kecamatan lainnya.
(Tim Komunikasi Publik Diskominfostik)

Pemerhati sebut Doktor Zul Bangun Sepak bola NTB yang Gemilang

Bimantika.net

Pemerhati Sepak bola NTB, Herman Effendy, S. Sos menilai langkah Gubernur NTB memberdayakan dunia sepak bola di NTB patut di beri apresiasi. Langkah nyata itu menurut Herman adalah Pak Doktor Zul memiliki political will “jemput bola” membangun sarana dan prasarana sepak bola berstandar FIFA. “Saya bangga dengan pak Gubernur yang memperhatikan dunia sepak bola di NTB, sehingga saya secara pribadi diberi tugas untuk melaksanakan event Gubernur NTB Cup yang di selenggarakan paling lambat akhir Agustus ini” ujar Herman Effendy.
Lanjut Herman, bahwa bukti riil dari niat baiknya Dokor Zul membangun sepak bola yang gemilang di NTB adalah bertemuanya beliau dengan bapak Refrizal Ketua PSSI bidang pembinaan Usia Dini dan Ratu Tisha Sekjen PSSI di Mataram pekan lalu.
Dalam pertemuan itu Gubernur NTB, DR. Zulkiflimansyah, MSc mengaku bahwa
Ratu Tisha, Dara Banten ini Luar Biasa.
S1 nya di ITB jurusan Matematika
S2 nya jurusan Sepakbola di Leicester UK dan Milan Italia
“Insya Allah, 2020 NTB akan dapat 2 lapangan sepakbola berstandar FIFA” ungkap Gubernur NTB dalam akun Facebook Pribadinya.
Lapangan berstandar FIFA itu Satu di Loteng yang sekarang digunakan utk pacuan kuda dan satu lagi di Pulau Sumbawa. Lokasi sedang di cari yg pas di Pulau Sumbawa.
“Terima kasih PSSI yg akan menghadiahkan NTB 2 lapangan Sepak Bola standar FIFA” demikian ujar Gubernur NTB. (//tim)

Masyarakat Butuh Kepemimpinan Spiritual

Oleh : DR. Ikhwan HZ, SE, MM, M.Si *)

Bimantika.net
Mayoritas masyarakat Bima yang religius harus dipahami sebagai landasan utama dalam menentukan kriteria dalam memilih pemimpin. Pemimpin yang kita butuhkan adalah kepemimpinan yang mampu membumikan Nilai – Nilai Islam sebagai Rahmatan Lil- Allamin dalam semua bidang kehidupan masyarakat; ekonomi, sosial, politik, budaya, pendidikan dll. Kita merindukan Ia hadir dan berdiri dihadapan umat bukan sebagai pemerintahan tapi ia juga Ulama.

Terminologi pemikiran ini sebagai refleksi adanya masalah serius dalam syiar Islam di Bima, ini semua soal Ambigu dari Figur yang sedang berkuasa saat ini bagaimana kita menilai Ia sebagai Imam ketika persoalan keagmaan mulai dari ibadah, Ia sulit merepresentasikan dirinya sebagai Imam.

Keyakinan kami sebagai referensi utama dalam Alquran akan menjadi kenyataan kalau Daerah kita di cabut Keberkahan oleh Allah itu karena kita abai atas petunjuk Alquran yang agung itu.

Selama Kepemimpinan yang ada saat ini, banyak diwaranai dengan masalah mulai dari tatakelola pemerintahan, Pemburu rente disekitar, Politik dinasti, buruknya Infrastruktur, Rendahnya komitmen melindungi Petani, Kemiskinan, persoalan sosial ( Narkoba, konflik, judi dll), minimnya siar Islam dan Kebocoran anggaran Pembangunan, minimnya investasi, rendahnya Pendapatan Daerah menggambarkan kualitas kepemimpinan yang rendah. Kapasitas kepimpinan yang tidak mampu memberikan solusi dalam menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi oleh masyarakat saat ini.

Kita harus merubah arah kepemimpinan dengan kriteria sesuai perintah agama dan sangat utama sekali adalah kepemimpinan yang menghadirkan dan membumikan Nilai- Nilai keislaman ( Spiritual leadership). Jika model kepemimpinan ini diterapkan maka keberkahan akan turun dari Langit karena Allah SWT telah menjanjikan dalam Alquran. Keteladanan Pemimpin itu yang hilang di Bima saat ini, Defisitnya komitmen untuk membumikan nilai Islam sebagai rahmat Lil Allamin , sehingga keberkahan itu tidak ada.

Kita butuh pemimpin yang setengah ulama untuk memberikan contoh dan keteladanan kepada masyarakat, Ia hadir dengan tulus untuk menegakan syiar islam, masuk ke Masjid- Masjid menjadi Imam Sholat, membaca khutbah, ia dekat dengan Rakyat miskin, peduli terhadap nasib petani, bukan hanya Ia sekedar ada tetapi sesungguhnya kehadirannya benar- benar dirasakan kemanfaatannya oleh masyarakat.

Dalam berbagai contoh banyak kepemimpinan spiritual yang berhasil membangun Negara dan Daerah misalnya ; Presiden Edrogan di Turkey mewajibkan Rakyatnya sholat subuh di mesjid, Gubernur Bangka Belitung E Rosman Djohan mewajibkan ASN sholat subuh di masjid dan mewajibkan Kabupaten / kota melaksanakan, Walikota Palembang Harnoyo menerbitkan Perda No 69 tahun 2018 mewajibkan ASN sholat dimasjid, Bupati Rokan Hulu Achmad mewajibkan PNS sholat berjamaah Asyar dan Zhuhur, Bupati Batang Jawa tengah Sudibiyo mengeluarkan surat edaran wajib bagi SKPD sholat berjamaah Dzuhur dan Asar, Bupati Touna M. Lahay mewajibkan PNS sholat berjamaah, Bupati sukabumi Marwan Hamami mengeluarkan surat edaran mewajibkan ASN sholat wajib berjamaah, Bupati Banggai Herwin yatim mewajibkan ANS sholat berjamaah untuk pembangunan moral pegawai.

Sederet contoh diatas ternyata ada hubungan yang signifikan prestasi yang diraih daerah dengan perilaku mewajibkan ANS sholat berjamaah, dari keenam contoh diatas hasilnya sangat memukau dimana keberkahan daerahnya meningkat seperti Naiknya PAD daerah, ekonomi tumbuh signifikan, konflik rendah, berkurangnya korupsi, mendapatkan penghargaan Pemerintah pusat, Tertib sosial yang tinggi, Kerusakan moral di masyarakat rendah…

Kita sering terbalik pemikirannya bahwa mencari pemimpin atau Imam itu tidak perlu menggunakan standar dan peryaratan, hanya kita berfikir dengan sederhana bahkan streotipe menilai berdasarkan persepsi kelompok atau sangat prejudice ( berdasarkan pransangka) bukan Pengujian dari pendapat publik yang imparsial teritama menjadikan Alquraan sebagai Referensi.

Buruknya membesarkan politik pransangka akhrinya menjadi justifikasi pembenaran sosial. Kenyataan dibeberapa Negara, Provinsi dan Daerah dengan hadirnya sosok kepemimpinan bukan dari asumsi. prasangka tetapi Ia otentik telah diuji oleh publik maka tingkat kesuksesannya jauh lebih baik dari model kepemimpinan pencitraan atau Palsu.

Banyak contoh di Negara lain atau di Provinsi atau daerah yang telah maju bahwa kepemimpinan yang utama Ia komit terhadap pemerintahan ” Spiritual ” Agama Nomor 1, sehinga Ia menghadirkan model pemerintahan yang baik ( Integritas, Jujur, profesional, Problem solver, akuntabilitas dan patuh terhadap Nilai- nilai Islam)

Kabupaten bima tidak bisa dipimpin oleh orang abu- abu harus jelas Identas dirinya, jelas komitmennya, jelas kemampuannya, jelas manajemennya, jelas visi/ misinya, jelas keadilannya, jelas keberpihakannya, Jelas programnya, jelas karakternya, jelas ketaqwaannya, Jelas ketokohannya, Jelas jiwa keulamaannya.

Catatan diatas semoga menyadarkan kita semuanya ,,Pemimpin yang alim, Imam yang ulama itu lebih baik dan utama,, baik menurut Agama maupun referensi literatur ilmiah lainnya dan beberapa Contoh daerah atau negara yang maju.
*) Penulis : Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gunadarma dan Wakil Rektor Universitas Attahiriyah Jakarta

Tim Terpadu Sosialisasi Konvensi Hak Anak, Narkoba, Makanan dan Obat-obatan

Bimantika.net
TP. PKK Kabupaten Bima bekerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Bima dan beberapa instansi terkait seperti Badan Pengawasan Obat dan Makanan dan Badan Narkotika Nasional Bima melaksanakan Sosialisasi Konvensi Hak Anak, Narkoba, Makanan dan Obat-obatan pada sejumlah sekolah menengah pertama (SMP) di Kabupaten Bima.
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bima Hj. Rostiati Dahlan S.Pd yang hadir bersama Kabid Perlindungam Anak Hj. Siti Romlah S.Sos dan beberapa pejabat terkait lainnya Selasa (6/8) saat menggelar sosialisasi dihadapan 129 siswa SMPN 1 Ngali-Belo mengatakan bahwa kegiatan sasaran sosialisasi terpadu lintas sektor tersebut adalah wilayah yang memiliki tingkat kasus kekerasan terhadap anak tergolong tinggi.
Rostiati yang juga seorang pendidik ini mengatakan bahwa tim terpadu tersebut sudah turun ke sejumlah Kecamatan dalam 2 putaran untuk melakukan edukasi kepada generasi muda dan masyarakat berkaitan dengan perlindungan anak dan bahaya penyalahgunaan obat-obatan
“Kita sudah melaksanakan sosialisasi melaksanakan di SMP 3 Woha, Desa Nisa kecamatan woha ,Desa Sangiang -Wera, Desa Woro – Madapangga dan Selasa (6/8) Tim menggelar sosialisasi di SMPN 1 di Ngali – Belo”. Jelasnya.

Kepala Bidang Perlindungan Anak DP3AP2KB Kabupaten Bima Hj. Siti Romlah S.Sos yang menjadi salah seorang narasumber pada sosialisasi tersebut memaparkan bahwa sesuai dengan Konvensi hak anak, ada 10 hak anak yang harus dipenuhi.
“Sekolah tidak boleh menjadi tempat munculnya kekerasan fisik maupun verbal (bully) baik yang dilakukan oleh murid maupun guru”. Ungkapnya.
Narasumber lainnya dari BNN Kabupaten Bima Arif Munandar, S.Kep.,Ns memaparkan topik Generasi Emas tanpa Narkoba. Arif memberikan pemahaman tentang pentingnya ketahanan diri kepada para pelajar untuk secara tegas menolak Narkoba (Narkotika, psikotropika dan zat adiktif).
“Dengan ketahanan diri dan keluarga, generasi muda perlu menjaga pergaulan (STOP NARKOBA)”. Ungkapnya.
Sosialisasi juga menampilkan narasumber Balai POM Yogi Baso Mataram S.Si.Apt . Yogi menghimbau masyarakat untuk memastikan keamanan Produk obat dan makanan dengan cara melakukan cek kemasan, cek label, cek izin edar dan cek kadaluarsa untuk memastikan produk yang aman di konsumsi.
( Diskominfostik)

Ibnu Bantah Dirinya Terlibat Aniaya Pendemo

Bimantika.net
Dengan berseliwerangnya informasi dugaan penganiayaan para pendemo di wera beberapa waktu lalu yang dalam desas desus ada keterlibatan beberapa oknum dekat Bupati Bima, kini salah seorang Politisi Muda Ibnu Hajar, SH membantah kalau dirinya terlibat dalam dugaan kasus tersebut. Dirinya mengharapkan kepada semua pihak agar senantiasa menahan diri masing-masing untuk tidak berspekulasi dengan informasi yang tidak jelas fakta dan kenyataannya.
“Saya tidak pernah terlibat dalam dugaan penganiayaan itu, justru keberadaan saya menelerai saja biar tidak terjadi hal hal yang tidak di inginkan” demikian ujar Ibnu saat menelpon redaksi Bimantika.net selasa (6/8/2019).
Dalam percapakan lewat seluler tersebut, Ibnu mengklarifikasi bahwa dirinya memang saat ke undangan akad nikah dari Desa Tawali menuju Wora semobil dengan Iping. Sepulang dari akad nikah tersebut ditengah jalan ada sejumlah mahasiswa yang lakukan aksi penolakan dan penghadangan bupati bima. Spontan saja saudara Iping turun ke mobil lalu mengambil megaphone para pendemo. “Disaat itulah saya turun menelerainya karena tidak ada satu orangpun yang menelerai aksi iping yang mengambil megaphone mahasiswa” demikian urainya.
Lanjut Ibnu, bahwa sesungguhnya pada saat itu tidak ada yang berlebihan yang dilakukan oleh iping cuman mengambil megaphone dengan kalimat kalimat saja, disitu pulalah saya mendekati pendemo dan mengajak pendemo untuk tidak berhadap hadapan. “Itu jelas saya lakukan peneleraian saja agar tidak timbul pertengkaran pada saat itu, bahkan mahasiswa yang demo itu saya ajak baik baik untuk tidak saling berhadapan” demikian ujarnya. (Tim)

Hacklink Hacklink Satış бэклинки casibom marsbahis casibom hacklink market marsbahis giriş vdcasino casibom casibom