Beberapa Parpol Beri Dukungan Ke IDP_Dahlan Atas Hasil Lembaga Survey

Bimantika.net,_ Jelang Pilkada Kabupaten Bima, para kontestan dalam Pilkada memainkan berbagi jurus dalam mendapatkan dukungan partai politik sebagai sarat utama dalam Kontestasi Pilkada tersebut.

Minimal 20% kursi Parlemen di salah satu wilayah Kabupaten/kota adalah sarat mutlak untuk mengusung salah satu bakal pasangan Calon, kalau di Kabupaten Bima sejumlh 45 Anggota DPRD nya maka bisa dipastikan bahwa minimal 9 (sembilan) kursi parlemen untuk memenuhi sarat pencalonan yang dimaksudkan.

Salah satu Bakal Pasangan Calon Bupati Bima dan Calon Wakil Bupati Bima (incumbent) Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE dan Drs. H. Dahlan M. Noer, M. Pd (IDP_Dahlan) hingga hari ini Selasa (14/7/2020) sudah secara riil mengantongi dukungan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, PPP, PKB, PBB. dan seluruh petinggi partai pendukung ini meyebutkan bahwa dukungan diberikan kepada IDP_Dahlan semata-mata atas hasil survey lembaga independent dari lembaga survey yang memiliki kredibilitas tinggi.

Ketua DPC PPP, Hj. Nurhayati, MM saat menyerahkan SK Dukungan Dari DPP PPP ke IDP_Dahlan beberapa waktu lalu menyebutkan bahwa sesungguhnya PPP memberikan rekomendasi ke IDP-Dahlan karena pertimbangan Hasil survey independen yang dilakukan oleh pihak DPP sendiri. “Atas Hasil Survey Independen itulah sehingga PPP memberikan dukungan pada IDP-Dahlan yang sangat tinggi elektabilitasnya dibandingkan calon lain” ujar Hj. Nurhayati yang juga sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bima Periode 2019-2024.

Hal Senada diungkapkan Ketua DPC PBB Kabupaten Bima, Ahmad, SH saat menyerahkan SK DPP PBB pada bakal Pasangan IDP-Dahlan menyebutkan bahwa DPP PBB memberikan SK kepada IDP-Dahlan karena salah satunya atas hasil survey yang DPP PBB lakukan oleh tim Survey Independen dari DPP.

“Survey itu dilakukan oleh Lembaga survey yang tentunya dengan metodologi yang bisa dipertanggung jawabkan secara ilmiah memberikan hasil kepada kami bahwa IDP-Dahlan masih sangat diinginkan oleh masyarakat Kabupaten bima” ujar Ahmad yang juga sebagai Anggota DPRD Kabupaten Bima 2019-2024.

Khusus di Partai Golkar selaku Partai Pemenang Pemilu di Kabupaten Bima, bahwasannya figur Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE (IDP) Selain kader, ada beberapa faktor dan alasan utama DPP Golkar mengusung Hj. Indah Dhamayanti Putri SE sebagai Calon Bupati dalam Pilkada Kabupaten Bima tahun 2020.
Lalu apa alasan utama tersebut ? Korwil Bappilu Golkar NTB 1, Khairuddin, S. Ip, sebut sedikitnya ada empat alasan utama yang melatari belakangi Golkar mengusung IDP.

Pertama, kata dia IDP merupakan Kader dan sekaligus Ketua DPD I Partai Golkar Kabupaten Bima.

Alasan kedua, posisi IDP sebagai Petahana (incumbent), kemudian alasan ketiga lanjutnya, IDP juga sukses mengantarkan partai Golkar pemenang dalam Pemilihan Legislatif Tahun 2019 dengan perolehan sembilan kursi.

“Sedangkan alasan keempat, IDP memiliki Popularitas, Akseptabilitas dan Elektabilitas tertinggi,” ujarnya.

Seperti diketahui DPP Golkar mengeluarkan surat keputusan (SK) tentang dukungan terhadap Calon Bupati Bima. SK tersebut diserahkan langsung Ketua Umum DPP Golkar, Airlangga kepada IDP di Jakarta belum lama ini. (BNN_01)

IDP-Dahlan Terima SK Golkar, Parpol Lain Menyusul

Bimantika.net,_Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE (IDP) kembali mendapat kepercayaan dari DPP Partai Golkar untuk ikut bertarung di Pilkada Kabupaten Bima. IDP yang juga sebagi Bupati Bima sekaligus Ketua DPD ll Partai Golkar Kabupaten Bima kembali tampil dengan pasangannya Wakil Bupati Bima Drs. H. Dahlan M. Noer, M. Pd. ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto, secara resmi hari ini, Minggu (12/72020) secara resmi menyerahkan SK dukungan kepada Hj. Indah Dhamayanti Putri SE – Drs. H. Dahlan M.Noer (IDP_Dahlan).

Pada Media Online Bimantika.net Wakil Sekretaris Kepemudaan DPD II Golkar Kabupaten Bima, Dafullah S.Pd, M. Pd menyebutkan bahwa dirinya merasa terharu karena dipercaya Partai berlambang pohon beringin tersebut untuk maju sebagai Calon Bupati dan Wakil Bupati. Dan telah menjawab isu-isu yang salama ini di hembuskan oleh orang yang tidak bertangungung jawab bahwa Golkar tidak akan di dapat Oleh Umi Ketua kami.

“Alhamdulilah, Umi Dinda resmi menerima SK dari DPP di jalan perintis Jakarta Utara. Dan kami sebagai kader sangat bersyukur, dan akan melakukan hal terbaik serta bekerja keras, karena kepercayaan itu mahal harganya,” ujar Dafullah melalui saluran WhatsAppnya.

Lanjutnya bahwa ini adalah kekaguman bagi dirinya selaku kader Partai Golkar karena mampu menjaga kepercayaan dari DPP Golkar dan marwah Partai untuk melanjutkan kepemimpinan IDP- Dahlan dua periode.

“Insya Allah Kami selaku Kader Partai Golkar hingga pengurus RT dan Desa siap menangkan IDP-Dahlan pada Pilkada Desember 2020 nanti” demikian tegas Dafullah.

Daffulah pun menyampaikan secara rinci hingga saat ini partai mana saja yang sudah secara resmi memberikan dukungan pada IDP_Dahlan, diantranya Partai Golkar memiliki 9 kursi di DPRD Kabupaten Bima dan Insya Allah berkoalisi dengan Partai PPP, PKB dan PBB.

” Dari sekian parpol Golkar 9 kursi, PPP 5 Kursi, PKB 2, dan PBB 1 kursi dengn jumlah 17 kursi sudah memenuhi syarat untuk mendaftar ke KPU Kabupaten Bima, dan insya Allah masih ada Parpol lain yang siap memberikan SK” ungkapnya. (BNN_01)

Bupati IDP Sebut Gebrak Bimantika, Langkah Cerdas Tangani Stunting

Bimantika.net,_Gebrak Bimantika merupakan langkah cerdas dalam menangani stunting”. Penjabaran Gerakan Bersama Kabupaten Bima Anti Stunting, Kekurangan Gizi dan Anemia (GEBRAK BIMANTIKA) telah memberikan dampak signifikan dengan kolaborasi bisa dilihat dari peningkatan angka cakupan yang signifikan dari 40,8 persen pada tahun 2013 menjadi 24,41 persen pada tahun 2020″.

Demikian tanggapan Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri SE saat diwawancarai oleh Humas Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) usai sesi wawancara virtual dengan Tim Panel Independen Jumat (10/7/2020).

Ketika ditanya tantangan yang dihadapi dalam penerapan Gebrak Bimantika, “tantangan pasti ada karena berhadapan dengan permasalahan masyarakat yang memiliki keinginan untuk memeriksakan kesehatan anak yang mengalami gizi buruk. Disamping masih dijumpai anak-anak yang dititipkan kepada kerabat saat orang tua bekerja mencari nafkah.

Namun demikian, lanjut Bupati, instansi terkait terus meningkatkan peran aktif elemen masyarakat dalam penanganan masalah kesehatan.

“Perangkat kerja tidak bekerja sendiri, tetapi melibatkan multisektor mulai dari pemerintah desa hingga para kader kesehatan yang ada di tingkat desa sebagai ujung tombak pelaksanaan di Posyandu”.

Harapannya, ke depan inovasi yang ada mampu menggugah semangat semua aparatur yang ada di daerah bahwa dengan segala keterbatasan yang dimiliki kita mampu menunjukkan berbagai kelebihan dengan semangat kebersamaan.

“Pemerintah Kabupaten Bima merasa bangga atas kesempatan mengikuti Kompetisi Inovasi Pelayanan yang secara rutin dilaksanakan oleh Kemenpan RI pada setiap tahun sehingga memberikan semangat tersendiri bagi semua daerah”. Terang Bupati menutup wawancara.
(TIKB/TKPD)

Mimpi Politik Syafaad Terkubur Dan PAN Yang Bersinar

Bimantika.net,_Salah Seorang Tokoh muda Bima NTB yang sukses meraih Gelar Akademik Magister Ilmu Politik, Zulchijjah H. Djuwaid pada Bimantika.net Jum’at (10/7/2020) menyebutkan bahwa di Pilkada Kabupaten Bima yang digelar Desember 2020, salah satu bakal pasangan calon yakni Drs. H. Syafruddin H. M. Nur dan Ady Mahyudi (Syafaad) bakal terkubur manakala Nasdem memilih berlabuh ke pangkuan petahana IDP_Dahlan. Dan di kondisi yang sama, PAN malah kian bersinar.

Zulchijjah mengatakan, ketika nanti dokumen rekomendasi Nasdem rezekinya untuk petahana, maka Syafaad terpaksa meratapi kesedihan. Namun kita tidak ingin situasi itu terjadi. Tapi realitas politik esok, lusa berkata demikian.

Kata dia, Syafaad hanya tampak besar dalam imajinasi maya saja, tapi sangat keropos dalam faktanya.

Bagaimana mungkin kewarasan kita bisa menerima kebesaran simbol Syafaad, sementara belum ada satupun surat tugas parpol yang mereka kantongi di luar SK DPP PAN. Posisi Nasdem adalah kunci hidup matinya kartu politik pasangan Syafaad.

“Tanda kartu mati yang dipegang Syafaad saat ini terbaca terang bahkan dengan mata telanjang”, katanya.

“Lihat saja kemesraan Ketua DPC dan Ketua DPW Nasdem dengan petahana. Baca pula survei petahana yang masih memegang rekor elektabilitas nomor satu dari semua calon. Lalu keyakinan apa lagi yang mendasari bahwa Nasdem berlabu ke pasangan Syafaad?”, tanyanya.

Demikian tenang posisi petahana, tidak kasuk-kusuk masuk Jakarta. Itu artinya petahana telah terkonfirmasi dari pusat bahwa Nasdem mengawal pertarungan memenangkan petahana.

“Kalau demikian, apakah pasangan Syafaad masih langgeng? Mustahil mau sama-sama menderita akibat kelalaian salah satu diantara keduanya”, sambungnya.

Pada titik itulah posisi politik Ady Mahyudi makin tidak diuntungkan karena tongkat komando dan intruksi terpusat dalam kendali DPP PAN.

“PAN kemudian bersinar ditengah meredupnya H. Syafrudin dan Ketidak beruntungan Ady Mahyudi. PAN Sebagai partai besar bakal tidak mungkin mau kehilangan kewibawaan dalam sebuah kontestasi politik”, tutupnya. (BNN_01)

IDP_Dahlan Terima SK PBB

Bimantika.net,_Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Bulan Bintang (PBB) melalui Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten Bima, menyerahkan tiga SK sekaligus kepada bakal calon Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE dan Calon Wakil Bupati Bima Drs. H Dahlan M. Noer, M. Pd,
(IDP_Dahlan).

Serah terima berlangaung di Kantor DPC PBB Kabupaten Bima, berlokasi di desa Rabakodo, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, Kamis (9/7) yang disertsu dengan membludaknya Pendukung IDP_Dahlan di lokasi tersebut.

Proses serah terima berlangsung lancar penuh kegembiraan dengan yel-yel Lanjutkan IDP_Dahlan Jilid ll dihadiri oleh Ketua DPW PBB Provinsi NTB.

Ketua DPC Kabupaten Bima Ahmad, SH, mengatakan, DPP PBB telah memberikan dukungan berupa rekomendasi kepada pasangan IDP-Dahlan. 
“Hari ini tiga SK sekaligus diberikan kepada pasangan IDP-Dahlan, berupa SK DPP tentang calon Bupati dan wakil Bupati Bima, SK persetujuan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Bima B. 1 KWK Parpol dan Fakta Integritas B. 1.2 KWK Parpol,” ungkapnya..

Menurutnya, SK yg disetahterimakan tersebut sebagai syarat untuk didaftarkan ke KPUD Kabupaten Bima tersebut melalui mekanisme dan proses yang panjang. “Pasangan IDP-Dahlan lah yang memiliki poling tertinggi, sehingga dijatuhkan pilihan untuk mendukung,” demikian tegas Ketua DPC PBB kabupaten Bima.

Ahmad memberikan pesan moral kepada seluruh simpatisan PBB, pengurus hingga tingkat ranting dan anak ranting yang tersebar di Kabupaten Bima, agar bekerja maksimal memenangkan IDP Dahlan. 

Pada Kesempatan itu, Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE, mengatakan dirinya bersama H. Dahlan telah berkomitmen membesarkan Partai PBB di Kabupaten Bima. 
Sekaligus berharap kepada seluruh kader dan simpatisan PBB maupun relawan IDP_Dahkan supaya bisa antarkan kemenangan sehingga kita bisa memastikan diri untuk bersama-sama membesarkan PBB di Kabupaten Bima, 

Selain ucapan terima kasih kepada pengurus di tingkat pusat sampai dengan cabang dan ranting PBB, IDP bersama H. Dahlan mengajak seluruh keluarga besar Partai Bulan Bintang untuk sama-sama bekerja.
“Mari kita bersama-sama mengantarkan dan memenangkan pada Pilkada 2020 ini,” harapnya.

Dengan dukungan yang diberikan oleh keluarga besar PBB, sambungnya, maka sudah menjadi kewajiban untuk senantiasa memohon doa dan dukungan dari seluruh keluarga agar dimudahkan oleh Allah dijauhkan dari halangan dan rintangan dan tentunya dengan ketekunan kesabaran dan keikhlasan.

“Kita akan kembali meraih kemenangan pada 9 Desember 2020 yang akan datang, terima kasih kami atas bantuan dan dukungan semua pihak lebih-lebih panitia desk Pilkada PBB Kabupaten Bima yang sudah berkoordinasi dan terus pengawal sehingga dikeluarkan SK,” pungkasnya. (mOB)

Air Mata Rakyat Bima Tak Terbendung Menunggu H. Arifin jadi Bupati Bima

Bimantika.net,_Setiap Blusukan yang dilakukan oleh Bakal Calon Bupati Bima Drs. H. Arifin, MM selalu disambut dengan hangat penuh antusias, dan kadang air mata rakyat pun tak terbendung menjemput setiap kedatangan H. Arifin. “Air Mata Rakyat Bima tak terbendung lagi menanti H. Arifin menjadi Bupati Bima” Ungkap Ketua Tim Ilham Rasul yang di amini oleh warga saat di lokasi blusukan.

H. Arifin menurut Warga setiap blusukan selalu memancarkan nilai-nilai kedamaian, keramahan dan kelemah lembutan sehingga rakyat dengan senangnya menjalin keakraban dengan calon pemimpinnya.

Menurut warga bahwa Dalam suatu daerah, keberadaan suatu pemimpin pastinya sangat penting. Pemimpin sebagai panutan sekaligus arahan bagi rakyat agar terciptanya satu pemikiran yang selaras, yang menciptakan hubungan yang harmonis. Menjadi pemimpin bukanlah hal yang mudah, tantangan-tantangan yang mungkin saja terjadi kedepannya perlu diantisipasi. Pemimpin daerah dikatakan berhasil jika kepemimpinannya dapat mencapai tujuan yang ada. Bukan kepentingan individu atau golongan tertentu, melainkan kepentingan daerah secara utuh dan menyeluruh.

Wargapun menyatakan bahwa dalam hal inilah ada beberapa kriteria seorang pemimpin yang seharusnya diketahui oleh khalayak umum, terutama khalayak yang awam pengetahuannya tentang kepemimpinan. Sebab hubungan antara pemimpin dan rakyatnya harus terjalin dengan baik agar terciptanya rasa aman dan damai dalam daerah.
“Kami sangat rasakan kedamaian itu pada sosok H. Arifin” ungkap warga. (BNN_01)

Inovasi GEBRAK Bimantika Ikuti Tahapan Penilaian

Bimantika.net,_Inovasi Gerakan Bersama Kabupaten Bima Anti Stunting, Kekurangan Gizi dan Anemia (GEBRAK BIMANTIKA) yang beberapa waktu berhasil lolos pada Top 99 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) tingkat nasional tahun 2020 akan dipresentasikan secara virtual Jumat (10/7) oleh Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri SE, Wakil Bupati Drs.H. Dahlan M. Noer dan inovator Tita Masitha M.Si dihadapan 10 orang Tim Panel Independen Inovator Gebrak Bimantika Tita Masitha Kamis (9/7) mengungkapkan inovasi tersebut lahir sebagai upaya untuk mewujudkan penurunan angka stunting, mengingat berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013, prevalensi stunting di Kabupaten Bima mencapai angka 40%.

“Oleh karena itu diperlukan upaya yang lebih intensif, menyeluruh dan berkelanjutan sehingga penurunan angka stunting menjadi lebih lebih signifikan”. Kata Kepala Seksi Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Bima ini.

Ditingkat lapangan, Gebrak Bimantika diawali dengan penentuan sasaran pada balita dan ibu hamil dengan manfaatkan aplikasi pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat (e-PPGBM).

Selanjutnya ditindak lanjuti dengan kelas gizi balita dengan berat badan kurang dan stunting, kelas gizi Ibu hamil dan anemia, Sarangge gizi, Program Peduli stunting dan Program 16.660 jamban yang difokuskan pada 1.000 hari pertama kehidupan (HPK).

Sebelumnya, Kepala Bagian Organisasi Setda Kabupaten Bima Syamsul Bahrain S.IP M.Si mengatakan, inovasi Gebrak Bimantika merupakan program yang sangat mungkin direplikasi oleh daerah lain, karena tidak membutuhkan alokasi anggaran yang besar dari APBD. Sebab, katanya, yang terpenting inovasi Ini membutuhkan inisiator dan kerjasama semua pihak terkait agar hasil dari program ini dapat lebih optimal.

Pada tahapan penilaia Jumat (10/7) sebanyak 10 orang Panel Independen yang terdiri dari JB Kristiadi, Eko Prasojo, R. Siti Zuhro, Erry R. Hardjapamekas, Dodon S. Suharmawijaya, Neneng Goenadi Nurjaman Mochtar,S.H Indah Sukmaningsih, Suryopratomo dan Tulus Abadi akan memberikan penilaian.

Tim Panel tersebut bertugas memutuskan inovasi yang masuk ke tahap presentasi dan wawancara, melanjutkan dengan tahapan penilaian presentasi dan wawancara. Tim juga melakukan verifikasi dan observasi lapangan, serta menentukan inovasi terbaik berdasarkan pedoman kerja tim independen.
(TIKB/TKPD)

“Peti Kramat H. Arifin Di Momen Pilkada Bima”

Oleh : Muslihun Yakub

Bimantika.net,_Seorang nenek lanjut usia menangis saat ditemui H. Arifin disebuah desa terpencil, sekian banyak anak yatim yang bahagia ketika bertemu dengan H. Arifin. Adakah keuntungan politis bagi H. Arifin dalam peristiwa itu? Jawabannya, sama sekali tidak ada keuntungan politik yang bisa diperoleh.

Saya menduga, H. Arifin hanya meraup kebahagiaan hati. Itu artinya kesehatan mental dan kesehatan akalnya terjaga. Itulah modal politik yang utama. Dari situ H. Arifin menunjukan kelasnya sebagai manusia yang berakal budi.

Seingat saya, Gubernur NTB terpilih star dengan survei 7%. Nyatanya dia dia dipilih oleh rakyat sebagai Gubernur. Sementara H. Arifin sebelum turun ke Bima, malah survei lebih dulu mengkonfirmasi bahwa elektabilitasnya lebih dari 7%. Fakta ini anomali, juga ajaib.

Kenapa bisa demikian? Karena ilmu pengetahuan mengudara bekerja dengan teknologi adalah jawaban elektabilitas H. Arifin lebih dari 7%. Setelah itu, H. Arifin dua hari kemudian turun ke Bima. Apa yang terjadi saat turun di Bandara?

Enam media lokal mewawancarainya di bandara, dan ratusan warga menyambutnya. Hemat saya, baik media maupun warga yang jemput tidak kenal H. Arifin sebelumnya. Faktanya H. Arifin disambut riang dan gembira.

Berani sekali H. Arifin menyatakan maju menjadi calon bupati, padahal modalnya hanya selembar “surat tugas dari salah satu partai?” Dan hanya 14 masa berlaku surat tugas tersebut.

Sekarang, faktanya surat tugas tidak dibatasi 14 hari, H. Arifin baik fisik maupun pikirannya sedang berada di Bima. Berarti ada lingkungan elit strategis yang bekerja menjawab tantangan dan problema yang dihadapi H. Arifin.

Saya ingin mengatakan bahwa selembar surat tugas itu adalah isi peti partai demokrat, sekaligus alat uji kesaktian sosok pengantin bernama H. Arifin. Peti itu bernama “peti kramat”.

Apa benar peti itu kramat?

Saya akan uraikan secara pelan-pelan. Hanura akad ke Herman Edison setelah ada perintah dari penjaga peti kramat. Seketika Hanura lapor, “siap bang Hanura sudah akad ke Herman Edison dan tidak akan ada perubahan selama yang bersangkutan maju sampai final”. Peti Kramat menjawab “Oke!”

Peti Kramat itu lebih dulu berbicara sebelum Nasdem menentukan arah. Kawan terbaik “peti kramat” itu adalah PAN. Juga tidak punya calon musuh terburuk. Sedamai itulah perjuangan H. Arifin.

Bagaimana mungkin H. Arifin bisa masuk lapangan tanding, sementara modal hanya satu lembar surat tugas dari sebuat Parpol yang hanya memiliki empat kursi dewan? Jawabnya mudah. Analoginya begini, Nabi Musa itu seorang bayi yang harus dibunuh oleh Fir’aun. Tapi isterinya bilang, jangan! Biarkan aku rawat. Fir’aun luluh. Nabi Musa tumbuh, hingga jadi Rasul.
Nabi Musa berkata, Hei Firaun? Tunduk pada aku atau membangkang? Firaun membangkang, Musa tenggelamkan. Musa benar, karena membawa “Misi Ilahiah”. Kisah Musa ini bisa jadi hampir sama dengan kisah “peti kramat.”

Sekeramat itukah Peti H. Arifin dengan secuil surat tugas itu? Tentu saja tidak untuk dibandingkan dengan Musa, apalagi disejajarkan. H. Arifin hanya anak Tadewa, WERA. Tapi ingat, rahmat Ilahi itu tidak dibatasi oleh ruang dan waktu.

Sekarang, mari kita uji publik. Sanggupkah memindahkan peti kramat itu ke tangan orang lain? Rasanya terlampau berat peti itu diangkat, walau selembar kertas itu seringan kapas. Ada apa disitu..?

Bukan saja peti kramat bernama Demokrat itu berat, tapi juga sukses memindahkan yoker dari “A ke B.” Bagi yang lain aneh. Bagi yang lain kok bisa? Bagi penjaga peti kramat, itu biasa. Dengan ngobrol modal secangkir kopi, yang gelap bisa terang. Pun yang terang bisa jadi gelap.

Apa kisah akhir petualangan peti kramat itu? Ya menang. Ya menjadi bagian dari kemenangan. Ya menyelamat yang sudah dianggap kalah. Jadi posisi kunci peti kramat itu, menyelamatkan masa depan bersama.

*) Penulis Staf DPD RI

Potensi Keretakan Syafaad dan Mengecilnya Bargaining Politik Ady Mahyudi Dalam Pilkada Bima

Bimantika.net,_Salah seorang tokoh muda Bima yang sukses meraih gelar akademik Magister ilmu Politik, Zulchijjah H. Djuwaid mengungkapkan bahwasanyya memposisikan figur Ady Mahyudi maupun H. Syafrudin sebagai dua simbol besar pembawa perubahan masih patut untuk diragukan. Ady Mahyudi adalah bagian dari oligarki politik, mereka pebisnis lama yang ikut menikmati kue pembangunan daerah. Sementara H. Safrudin bukan juga simbol representasi nurani dan perasaan masyarakat kita dalam arti yang luas. Yang benar adalah bahwa posisi politik mereka adalah simbol arus perlawanan yang berhasrat menumbangkan petahana, kata Zulchijjah yang juga ikut meramaikan komentar seputar jelang pilkada Bima.

Dia mengungkapkan, Kalau obsesi Syafaad hanya sekedar hasrat menumbangkan petahana maka perubahan yang mereka gulirkan menjadi “absurd dan kehilangan esensi”. Itu sebabnya perubahan yang mereka usung patut di tantang. Ditantang bukan dalam artian sebagai hasrat politik mereka menjadi bakal calon kepala daerah Bima 2020, tetapi ide politik perubahan mereka yang belum di temukan dalam layar percakapan publik kita.

“Saya membaca gejala itu sejak awal, tetapi publik sudah terbelah dalam kooptasi tema perubahan yang sejatinya sedang memanipulasi kesadaran publik kita. Politik sejatinya berbicara tentang pembaharuan-pembaharuan untuk memastikan keadilan dan kesejahteraan bergerak simetris. Dari situ gagasan besar pembaharuan dari para bakal calon kepala daerah sudah semestinya kita rasakan”, terangnya.

“Saya tidak merasakan itu pada pasangan Syafaad, melainkan eforia yang menjurus pada perpecahan diarus bawah. Sensasi tanpa esensi. Itulah mereka hari-hari ini diruang publik. Sampai kapan eforia sensasi Syafaad berlanjut? Nampaknya, kealpaan H. Syafrudin merebut Nasdem adalah tanda awal yang meredam sensasi mereka”, lanjutnya.

Kata dia, Impilkasi kealpaan H. Syafrudin merebut NASDEM mengancam kemesraan pasangan Syafaad yang juga berarti kian memperkecil bergaining Ady Wahyudi yang terlanjur mengklaim PAN identik dengannya.

“Keluarnya SK PAN lebih awal mengusung Syafaad ternyata sebuah jebakan, ketika Nasdem yang nampaknya lebih memilih posisi politik mengawal agenda petahana dalam frame Bima Ramah jilid dua”, tutupnya. (BNN_01)

Cara H. Arifin Menyapa Santun, Warga Makin Simpatik

Bimantika.net,_Salah satu Bakal Calon Bupati Bima, Drs. H. Arifin, MM yang juga Mantan Sekretaris Kota Jalarta Timur, Rabu sore tadi (8/7/2020) melakukan blusukan langsung ke masyarakat arus bawah, dalam blusukan itu H. Arifin di Sambut Hangat Oleh Warga Desa Campa Kecamatan Madapangga disambut dengan hangat oleh warga setempat, Hal ini disampikan oleh Ketua Tim Ilham AR pada Crew Bimantika.

Menurut Ilham Bahwa Kehadiran H. Arifin dengan gaya sederhananya mendapat respon positif dari warga. “Luar biasa bang, warga Desa Campa Kecamatan Madapangga sangat antusias dan menyambut hangat kedatangan H. Arifin” demikian ujar Ilham.

Salah seorang Warga Desa Campa Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima yang di wancarai langsung oleh Crew Bimantika mengaku Suka terhadap Model Kepemimpinan H. Arifin yg turun menyapa Rakyat dan Tanpa Janji Politik apapun,. “Kami sangat suka dengan cara nya H. Arifin menyapa kami Penuh Kekeluargaan” ungkap Warga

Warga juga menyebutkan bahwa Blusukan yang dilakukan oleh H. Arifin tidak terlalu membawa orang diluar Desa sehingga rakyat benar-benar menikmati kebersamaan dengan Calon Bupati yang mereka impikan. “Kami senang sekali karena tidak terlalu banyak rombongan dan biasanya kalau banyak rombongan datang kami tidak leluasa bicara dengan calon pemimpin Bima ke depan” ujarnya. (BNN_01)