Rukmini optimis Gerakan Perubahan Terwujud Seiring Dengan Antusiasnya Srikandi Syafaad

Bimantika.net,_Sejarah pilkada lima tahun lalu sukses di tangan perempuan dengan motto siwi sampai ngawa ( merayu sampai mau. red) itulah semboyan dan motto di pilkada 2015 lima tahun yang lalu,

di tahun 2020 ini berbanding terbalik dengan pilkada lima tahun silam Ungkap Ketua Srikandi Syafaad Kecamatan Sape, Rukmini Alimuddin saat memberikan komentar nya di media ini rabu (25/11/2020) di desa rasabou saat melakukan sosialisasi dan konsolidasi dengan para kaum perempuan.

Rukmini menyebutkan bahwa kaum perempuan akan melawan pemimpin yang tidak pro kerakyat, pemimpin yang menzolimi Rakyat, pemimpin yang umbar janji janji manis yang tidak di realisasikan alias PHP sama Rakyat.

Masih dikatakannya bahwa dengan melihat apa yang terjadi selama kepemimpinan IDP selama lima tahun ini dengan mundurnya perkembangan pembangunan di segala bidang yang utama bidang pertanian apalagi mayoritas masyarakat kita adalah petani dengan susah nya mendapatkan pupuk obat- obatan serta benih yang bagus belum lagi persoalan infrastruktur, gedung gedung sekolah dan sejumlah sarana publik lainnya.

“Saya pribadi sebagai kaum perempuan merasa terpanggil untuk mengembalikan daerah ini ke tangan kaum laki laki sebagai pemimpin daerah” ujarnya.

Mendukung Pemimpin Laki-laki menurutnya bukan karena tidak ada nya emansipasi terhadap sesama kaum perempuan tapi ini adalah hal yang sakral yang tidak boleh main main karena maju mundur nya sebuah negara ataupun daerah tergantung dari pengelolaan pemimpin nya.

Ibu tiga anak ini selalu aktif dan masive melakukan konsolidasi dari desa kedesa di delapan belas desa yang ada Kecamatam Sape.

Pantauan langsung media ini ratusan ibu ibu berkumpul menyabut kedatangan ketua Srikandi hebat nan cerdas ibu Rukmini Alimudin seperti hal nya saat menunggu sang Paslon Idolanya “Syafaad ” (BNN_07/Ruma Rengge)

Wakil Walikota Feri Sofiyan Ajukan Pra Peradilan

Bimantika.net,_ Penetapan tersangka Wakil Walikota Feri Sofiyan dinilai tindakan kesewenang-wenangan dan bertentangan dengan hak asasi manusia, asas hukum dan asas legalitas serta norma hukum, Tim Kuasa Hukum Feri Sofiyan resmi mengajukan praperadilan di Pengadilan Negeri Bima, Selasa (25/11/2020).

Salah satu tim kuasa hukum Al Imran usai mendaftarkan langkah praperadilan mengatakan, praperadilan menjadi satu mekanisme kontrol terhadap kemungkinan tindakan sewenang-wenang dari penyidik dalam melakukan tindakan tersebut.

“Tujuan langkah yang diambil ini agar hukum ditegakkan dan perlindungan hak asasi manusia sebagai tersangka dalam pemeriksaan di tingkat penyidikan,” tegasnya.

Di samping itu kata dia, praperadilan ini bermaksud sebagai pengawasan secara horizontal terhadap hak-hak tersangka dalam pemeriksaan pendahuluan. Berdasarkan pada nilai itulah penyidik dalam melakukan tindakan penetapan tersangka agar lebih mengedepankan asas dan prinsip kehati-hatian.

Imran menjelaskan, kliennya adalah seorang warga negara Indonesia yang berprofesi sebagai Wakil Walikota Bima. Feri telah dituduh melakukan dugaan tindak pidana sebagaimana diatur Pasal 109 Undang-Undang RI Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Kemudian kliennya telah ditetapkan tersangka berdasarkan Surat Ketetapan, Nomor ; S. Tap/159/XI/2020/Reskrim tentang Penetapan Tersangka, tanggal,10 November 2020.

“Penetapan tersangka klien kami menggunakan pasal yang sudah tidak berlaku,” terangnya.

Pihaknya selaku kuasa hukum Feri Sofiyan menilai telah terjadi pelanggaran beberapa prosedur yang seharusnya dilakukan sesuai dengan ketentuan. Tetapi tidak dilakukan oleh penyidik yakni penyelidikan terlebih dahulu baru diluarkan Surat Perintah Penyidikan. Dengan demikian pihaknya menilai penetapan tersangka terhadap Feri mengandung cacat yuridis dan oleh karena itu tidak sah menurut hukum.

Imran menambahkan, penetapan Feri Sofiyan sebagai tersangka tersebut juga melakukan upaya paksa dalam memaksakan delik-delik yang di sangkakan. Di antaranya terjadi penambahan pasal dengan Undang-Undang lain sebelum kliennya diperiksa dan diambil keterangan dalam statusnya sebagai tersangka. (GA/zek/BNN_01)

Walikota Bima Siap Dengan “Seluruh Perangkatnya” Menangkan IDP-Dahlan

Bimantika.net,_Hari ini Selasa (24/11/2020) Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) menyampaikan konfrensi pers di kediaman Calon Bupati Bima Petahana nomor urut 3, Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE (IDP).

Dalam konfrensi Persnya tersebut, Walikota Bima selaku Kader Partai Golkar mengungkapkan bahwa dirinya siap memenangkan pasangan calon Bupati bima petahana Nomor urut 3 Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE dan Drs. H. Dahlan M. Noer, M. Pd (IDP-Dahlan).

Untuk di ketahui Publik bahwa Walikota Bima HML Sebelum menjadi Walikota Bima diantarkan oleh Beberapa Partai Koalisi dengan ujung Tombak Partai Golkar sebagai partai dirinya ditempa sebagai kader Partai Golkar hingga mengantarkan dirinya menjadi Anggota DPR RI dua periode.

Militansi HML yang ada di Seluruh wilayah Kabupaten Bima tentu akan selalu setia mendengarkan arahan-arahan politiknya untuk memenangkan IDP-Dahlan.

“Insya Allah semua kita hubungi dan mereka sesungguhnya jauh lebih siap lagi memenangkan IDP-Dahlan di Pilkada Kabupaten Bima” ungkap Walikota HML

Walikota HML pun mengungkapkan bahwa Frame perjuangan Partai Golkar adalah tidak jauh dari apa yang menjadi kehendak rakyat itu sendiri. Sehingga dirinya pun mengapresiasi kepemimpinan IDP-Dahlan yang mampu merubah wajah Kabupaten Bima dengan sentuhan-sentuhan pembangunannya yang merata di seluruh wilayah Kabupaten Bima.

Walau sesama Kader Partai Golkar, Walikota HML bukan tanpa alasan rasional mendukung dan memenangkan IDP-Dahlan, melainkan disertai dengan sejumlah prestasi-prestasi yang secara nampak bisa dilihat oleh publik Kabupaten Bima.

“Saya Apresiasi IDP-Dahlan diperiode pertama yang sudah mampu membangun Puskesmas yang beredar di 18 Kecamatan, sehingga saya ambil contoh untuk membangun 3 Puskesmas serupa di Kota Bima” demikian ujar Walikota HML.

Atas kesuksesan IDP-Dahlan itulah sehinga Walikota HML yang nota Bene selaku sesama Kader Partai Golkar dengan segenap potensi yang dimilikinya siap memenangkan IDP-Dahlan menuju dua periode.

“Saya dan istri saya dan tentunya perangkat politik saya saat di DPR-RI saya akan maksimalkan untuk memenangkan IDP-Dahlan, karena perjuangan Golkar adalah perjuangan kita bersama” ujar mantan Anggota DPR RI 2 Periode ini. (BNN_01)

Saud Sebut Di Kecamatan Monta IDP Tumbang Dengan Tiga Indikator

Bimantika.net,_ Kampanye putaran ke tiga di Zona tengah Kecamatan Monta, pasangan calon Bupati dan wakil Bupati Nomor urut 2 Drs. H. Syfruddin H. M. Nur, M. Pd dan Ady Mahyudi SE atau di singkat Syafaad pada hari minggu (22/11/2020). Syafaad melakukan kampanye dialogis di desa baralau desa sie desa monta dan desa simpasai.

Di Desa Baralau, pantauan langsung kordinator Liputan Media online Bimantika Ruma rengge Paslon nomor urut 2 Syafaad di tantang oleh tokoh masyarakat sekaligus tokoh agama ustadz Sukardin dalam dialog nya dengan pasangan safru – Ady di Lapangan desa Baralau mengatakan kami masyarakat baralau dengan mayoritas rakyat nya petani kami siap menangkan Syafaad Nomor urut 2 dengan syarat setelah sukses dan menjadi Pemimpin kabupaten Bima di mohon agar kebutuhan para petani khusus nya di desa baralau umum nya kecamatan Monta agar di bangun Dam so sie ungkap nya.

Sambil menyodorkan surat pernyataan kontrak politik dengan paslo syafru – Ady untuk ditanda tanganin,

Dalam kesempatan itu paslon Syafaad dalam orasi politik nya Ady Mahyudi mengatakan kalau sudah di berikan amanah insya allah kami tetap berbuat untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyat dan kami akan perioritaskan kebutuhan rakyat seperti pupuk, benih yang bagus obat obatan serta irigasi.

Setelah melakukan kampanye dialogis di desa baralau Syafaad beralih ke desa sie desa monta dan berakhir di desa Simpasai,

Seorang warga desa sie Saud memberikan komentar pada media ini, saat paslon syafaad masuk di desa Simpasai mengatakan di lihat dari antusias penyambutan serta adanya pernyataan masyarakat Kecamtan Monta bahwa kecamtan Monta Insya Allah kemenangan Syafaad jauh dari lawan lawan nya seperti IDP.

Di tambahkannya, bahwa dirinya di tahun 2015 adalah Tim pemenangan dari IDP dengan ratusan orang yang dirinya ajak.

“Tapi di tahun 2020 ini saya bersama teman teman seperjuangan dulu beralih dukungan dengan mendukung paslon Syafaad dengan jargon Perubahan nya, kenapa saya dan teman teman saya beralih dukungan karena kami melihat kepemimpinan IDP tidaklah Amanah ujar nya kesal.

Menurutnya bahwa kini IDP bukanlah melawan Syafru – Ady melainkan melawan eks Timnya, melawan Rakyat jelata serta yang paling fundamental adalah melawan omongan nya sendiri karena banyaknya janji – janji yang tidak di tepati nya dengan rakyat. (BNN_07/Ruma Rengge)

Habib Hasan Sebut IDP-Dahlan Saat Ini Sedang Melawan Arus Rakyat

Bimantika.net,_Ketua Front Pembela Islam (FPI) Bima, Habib Hasan angkat bicara soal Pilkada Kabupaten Bima.

Dirinya menilai bahwa tiga Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Bima yakni Paslon Nomor 1 Dokter Irfan-Herman Edison (Iman), Paslon Nomor 2 Drs. H. Syafruddin H. M. Nur, M. Pd- Ady Mahyudi (Syafaad) dan Paslon Nomor 3 Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE – Drs. Dahlan M. Noer, M. Pd (IDP-Dahlan) sama-sama memiliki peluang untuk memenangkan Pilkada 9 Desember 2020.

Namun Habib Hasan secara spesifik memberikan pernyataan sikapnya bahwa saat ini Paslon Petahana IDP-Dahlam tidak sedang melawan kedua Paslon lainnya melainkan melawan kehendak arus rakyat yang ingin ada Perubahan.

“Saat ini IDP-Dahlan sedang melawan arus yang sangat kuat yang ingin adanya perubahan di Kabupaten Bima, dan tentunya arus Perubahan itu sudah di gaungkan jauh hari oleh Paslon Penantang Syafaad” ujar Habib.

Masih menurut Habib Bahwa tanda alam bahwa orang tua kandungnya IDP meninggal di hari Rabu dan Orang tua kandung Dokter Irfan juga meninggal di hari Rabu. “Ini semua pertanda alam yang banyak tidak mempercayainya, namun bagi saya ini adalah tanda tanda alam yang memberikan sebuah gambaran” ujar Habib.

Secara organisatoris, Front Pembela Islam (FPI) tidak berafiliasi politik dengan paslon manapun, apalagi menjadi tim sukses salah satu paslon.

“Bagi kami di Front Pembela Islam, tidak berafiliasi dengn kekuatan politik manapun apalagi menjadi bagian tim pemenangan, sehingga kami tidak berkepentingan apapun dengan Pilkada Kabupaten Bima” tegas Habib.

Menutup wawancaranya Habib menegaskan bahwa rakyat Kabupaten Bima sebahgian besarnya harapkan Perubahan adalah sangat wajar dan alamiah saja sehingga apapun yang dilakukan oleh Petahana Rakyat selalu menilai bahwa tidak ada perubahan signifikan selama empat tahun terakhir ini di Kabupaten Bima.

“Kehendak rakyat kabupaten Bima yang inginkan adanya Perubahan itu sangat jelas memberatkan Paslon Petahana itu sendiri” ungkap Habib mengakhiri Wawancaranya. (BNN-02 Haris)

Tim In-Dah Centre Lakukan Pelatihan Saksi TPS

Bimantika.net,_Pilkada Kabupaten Bima yang dihelat 9 Desember sudah “didepan mata”. Para Tim Sukses masing-masing Pasangan Calon (Paslon) pun kini sudah tidak bicara urusan kampanye dan blusukan lagi melainkan sudah masuk tahapan yang lebih urgen urusan saksi TPS dan segala bentuk administrasi lainnya.

Pasangan Calon (Paslon) Petahana Nomor 3, Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE dan Drs. H. Dahlan M. Noer, M. Pd (IDP-Dahlan) melalui In-Dah Centre kini sedang melakukan pelatihan untuk para saksi TPS di beberapa Kecamatan.

Menurut Salah seorang Pemateri TOT Pelatihan Saksi, Nur Susilawati, S. Ip, MM, bahwa Paslon Nomor 3 IDP-Dahlan saat ini sedang melakukam pelatihan untuk para saksi-saksi tingkat TPS sehingga para Saksi nanti akan lebih memahami tugas dan fungsinya sebagai Saksi di Tempat Pemungutan Suara (TPS) masing-masing

“Tujuan kita adalah memberikan pemahaman yang utuh pada Saksi Paslon Nomor 3 yakni IDP-Dahlan agar para saksi ini memahami betul apa tugasnya sebagai saksi” ungkap Nur Susilawati.

Nur Susilawati yang juga Mantan Ketua KPU Kabupaten Bima ini pun menyatakan bahwa Materi yang di sampaikan antara lain, Hak dan kewajiban saksi di TPS. Termasuk memahami tahapan-tahapan penting di dan memahami potensi-potensi kecurangan, dan memahami tata cara penangan pelanggaran di tingkat TPS.

Selajjutnya Menurut Nur Susilawati bahwa tujuan dari Pelatihan Saksi tersebut agar para saksi senantiasa memahami tata cara pengisian form C1.KWK. dan simulasi pengisian CI KWK.

“Dan selanjutnya adalah Para Saksi memahami seutuhnya pelaksanaan Pengecekan Hak Pilih (PHP) diri sendiri dan orang lain yg diyakini sebagi pemilih sebelum hari H-4” demikian ujar Nur Susilawati.

Nur Susilawati menyampaikan juga bahwa pelatihan Saksi sudah dilakukan di Kecamatan Sanggar, dan hari ini Sabtu (21/11/2020) Pelatihan Saksi dilakukan di Hari ini Kecamatan Woha, Soromandi, Donggo, Monta, Parado, Belo, Langgudu, Palibelo dan Lambitu.

“Besok Insya Allah kita akan melakukan pelatihan Saksi TPS di Kecamatan Bolo, Madapangga, Sape, Lambu, Wawo, Wera dan Ambalawi” ujar Putri Asli Desa Kananga Kecamatan Bolo ini.

Masih menurut Nur Susilawati bahwa yang lebih penting dan urgen lagi adalah para Saksi TPS memahami PKPU “Puting Susu”, yakni Saksi TPS memahami seutuhnya tata cara Pemungutan dan Penghitungan Surat Suara.

Dalam rangka kegiatan pelatihan Saksi TPS tersebut pihak In-Dah Centre mengundang pihak Bawaslu dan KPU Kabupaten Bima.

“Para pemateri pelatihan Saksi TPS dilakukan oleh tim TOT pemenangan IN DAH dan kami juga undang pihak KPU dan Bawaslu Kabupaten Bima” ujar Nur Susilawati.

Diakhir wawancaranya, Nur Susilawati menyebutkan bahwa Tim TOT Saksi TPS paslon INDAH antara lain dirinya dan teman-temanya dalam Tim TOT Saksi TPS INDAH Centre seperti
Tim pemateri Khaerudin Juraid, Tahir Irhas, S. Ag, MM, Ahmad Yasin, SH, Ismail, S. Sos, Wahyudin, S. Ag. (BNN_01)

Kasus Pengadaan Baju Dewan Kota Bima Sudah Di Tangani Kejaksaan, Tinggal Tunggu Aksi Hukum Para APH

Bimantika.net,_Dugaan Skanda Kasus pengadaan baju Dewan di DPRD Kota Kota kini sudah mendapatkan titik terang.

Inspektur Inspektorat Kota Bima, Muhaimin, SE, mengakui bahwa pihaknya sudah menyerahkan hasil audit dugaan kerugian Negara dalam pengadaan baju seragam anggota DPRD ke Kejaksaan Negeri Raba Bima maupun ke Walikota Bima.

Muhaimin pun saat di wawancara menyebutkan bahwa besaran dugaan kerugian Negara dalam kasus yang saat ini sedang ditangani Kejaksaan sebesar Rp 200 juta.

Saat Dikonfirmasi sejumlah media pada hari Jumat (20/11/2020), menyampaikan bahwa setelah lebih dari dua pekan melakukan pemeriksaan dan mengaudit dugaan korupsi pengadaan baju seragam anggota DPRD Kota Bima, Inspektorat Kota Bima menemukan kerugian Negara senilai Rp200 juta.

Muhaimin bercerita bahwa sesungguhnya permintaan audit itu oleh Pemerintah Kota Bima berdasarkan usulan dari Sekwan DPRD Kota Bima. “Pak Sekwan minta ke pak Wali, kemudian pak Wali disposisi ke Inspektorat. Kita langsung pemeriksaan, kemudian saat kita lakukan pemeriksaan Jaksa juga minta,” ungkapnya.

Inspektur menyampaikan bahwa hasil audit itu diketahui setelah melalui beberapa tahapan pemeriksaan. Muhaimin juga menuturkan, dari hasil temuan tersebut, pihak ketiga yang mengerjakan pengadaan tersebut juga telah mengembalikan semua kerugian negara, berdasarkan bukti pembayaran kerugian negara. “Yang mengembalikan yah pelaksana atau rekanan,” pungkasnya.

Di tanya soal adanya pinjam meminjam perusahaan yang dipakai dalam pengadaan tersebut apakah pinjaman atau bagaimana?, Muhaimin enggan menanggapinya. “Wallahu a’lam itu diluar sepengetahuan saya” sahutnya singkat.

Atas dugaan kasus pemgadaan seragam Dewan Kota Ini, rakyat Kota bima diharapkan untuk tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah.

“kita tunggu kinerja Aparat Penegak Hukum (APH) sejauh mana mereka menerapkan hukum seadil-adilnya di Kota Bima” ungkap salah seorang Aktivis Kota Bima.(Tim)

Sanggar Dan Tambora IDP-Dahlan Sulit Dikalahkan, Karna Program Nyata

Bimantika,_Hari ini Jum’at (20/11/2020) Pasangan Calon Bupati Bima Petahana Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE dan Drs. H. Dahlan M. Noer, M. Pd (IDP-Dahlan) kembali menyapa Warga Kecamtan Tambora dan Kecamatan Sanggar.

Ratusan Warga Pendukung di Kecamatan Tambora menyambut Antusias hadirnya IDP-Dahlan sehingga mereka siap memenangkan IDP-Dahlan nomor 3 di Pilkada 9 Desember 2020.

Sejumlah Warga Desa Kawinda To’i dan Desa Kawinda Nae Kecamatan Tambora menilai, dalam kepemimpiman IDP-Dahlam periode pertama sudah membuktikan karya nyatanya untuk Kecamatam Tambora dan berhasil membangun Kabupaten Bima secara merata dengan program-program yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat arus bawah.

Atas kesuksesan itulah warga tidak ragu memberikan mandat untuk IDP-Dahlan melanjutkan ikhtiarnya untuk dua periode demi kesinambungan program yang sudah dilakukannya selama periode pertama.

Wartawan Bimantika.net, Iwan, S. Pd saat mewawancarai warga setempat menyebutkan bahwa khususnya di Desa Kawinda To’i dan Desa Kawinda naE jalan yang dulunya berkerikil dan berlubang sekarang sudah diaspal.

“Dulu sebelum tahun 2017, kami yang memakai jalan ini penuh dengan kerikil dan berlubang, sekarang sudah di hotmix saat pemerintahan Umi Dinda dan Aji Dahlan” ungkap warga.

Masih menurutnya bahwa Fasilitas Kesehatan berupa bangunan puskesmas yang begitu Megah dan jembatan yang menghabiskan anggaran miliaran rupiah untuk warga Kecamatan Tambora adalah bentuk kepedulian IDP-Dahlan pada Rakyat Tambora.

Warga lainnya, Muhammad Ali memberikan komentar bahwa dirinya siap memenangkan IDP-Dahlan semata-mata jasa baik IDP-Dahlan dalam membangun Kecamatan Tambora.

“Umi Dinda dan Aji Dahlan sudah memberikan bukti nyata pada kami akan keseriusannya membangun Kecamatan Tambora, kini kami mantap menentukan sikap kami untuk memenangkan kembali Umi Dinda dan Aji Dahlan dengan cara mengajak seluruh keluarga kami Coblos Nomor 3 di bilik suara 9 Desember nanti” tegasnya.

Sementara itu Tokoh Sentral Kecamatan Sanggar yang juga pernah bertarung sebagai Calon Wakil Bupati Bima 2015 Drs. A. Zubair HAR dalam orasi politiknya meminta kepada seluruh keluarga besarnya untuk memilih dan memenangkan IDP-Dahlan dalam Pilkada 9 Desember 2020.

Dalam Orasi Politiknya, Zubair menyebutkan. Jangan berpikir suara kita sangat kecil di bandingkan dengan kecamatan lain, tetapi kita raih prosentase besar untuk kemenangan Dinda-Dahlan.

“Mari Bersama-sama untuk selanjutnya memberikan kepercayaan pada Dinda-Dahlan untuk Melanjutkan kepemimpinan 2020-2025” Demikian Ajak Zubair pada seluruh pendukung IDP-Dahlan Saat Orasi Piltiknya di Kecamatan Sanggar. (Tim)

BPBD dan Mitra Bahas Dokumen Penanggulangan Bencana

Bimantika.net,_Sebagai tindak lanjut Workshop Penyusunan Rencana Penanggulangan Kedaruratan Bencana (RPKB) melalui program Locally Led Disaster Preparedness and Protection (LLDPP) Project (Kepemimpinan Lokal Dalam Kesiapsiagaan dan Perlindungan Bencana), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima bermitra dengan Lembaga ADRA Indonesia (Adventist Development and Relief Agency), Muhammadiyah Disaster Management Centre (MDMC), Redr Indonesia, Pujiono Centre dan Plan International Indonesia Kamis (19/11/2020) menggelar Rapat Tim Penyusun Dokumen Rencana Penanggulangan Kedaruratan Bencana (RPKB) Kabupaten Bima di Sampana Cafe Kota Bima.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bima Aries Munandar., ST. MT mengatakan, rapat tersebut menindaklanjuti Surat Keputusan Bupati Bima nomor 188.45/516/06.25 tahun 2020 tentang Pembentukan Tim Penyusun Dokumen Rencana Penanggulangan Kedaruratan Bencana dan Rencana Kontijensi Kabupaten Bima tahun 2020.

“Untuk akselerasi penyusunan dokumen tersebut telah dibentuk Tim Penyusun RPKB dan Tim Penyusun Dokumen Rencana Kontijensi yang masing-masing beranggotakan 17 orang. Tim diharapkan dapat menyusun RPKB secara efektif dan efisien, pengumpulan data secara detail sesuai kerangka acuan kerja yang ditetapkan dan dibahas serta disusun saat pertemuan berikutnya.

Anton berharap dokumen yang dihasikan sesuai dengan kebutuhan penanganan bencana dan fokus pada aspek kedaruratan di Kabupaten Bima. “Dokumen RPKB Kabupaten Bima harus beda dengan daerah lain dan merujuk kepada arahan BNPB” Tandasnya.

Ketua ADRA LLDPP – Jakarta Aminuddin Magatani melalui kanal zoom meeting dalam arahannya kepada 30 peserta terkait Petunjuk Teknis Penyusunan RPKB memaparkan, BNPB saat ini menginisiasi penyusunan RPKB di tingkat Provinsi meskipun belum ada rujukan teknis secara detail seperti formatnya karena secara nasional BNPB sudah menyusun tapi belum disahkan oleh Presiden.

“RPKB lebih menekankan kepada peran dan tanggung jawab semua pihak yang terlibat dalam penanganan untuk semua bencana, tidak hanya bencana alam tapi juga non alam secara sinergi saling melengkapi. RPKB diharapkan bisa dipahami semua pihak sehingga memahami apa yang harus mereka lakukan saat terjadi bencana. Ruang lingkupnya mencakup bidang kedaruratan, tidak saat pra dan pasca bencana”. Terangnya.

Pada pertemuan tersebut Direktur Kesiapsiagaan BNPB RI melalui Kasi Penyiapan Kesiapsiagaan Ardi Abetriawan via zoom meeting mengungkapkan, “ RPKB yang disusun nantinya diharapkan bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh semua pihak. Dari sisi waktu, RPKB disusun dalam keadaan normal sementara dokumen kontijensi bencana disusun saat ada potensi bencana serta Rencana Operasi dibuat saat bencana terjadi.

Dikatakan Ardi, dokumen RPKB mencakup secara umum semua potensi sementara dokumen kontijensi disusun untuk memudahkan penyusunan rencana operasional untuk satu jenis ancaman berdasarkan skenario terburuk. Dengan demikian, Rencana Operasional dibuat saat bencana terjadi yang menjadi dasar dengan mengacu pada rencana kontijensi yang telah disusun” Jelasnya.(TKPDKOMINFO/yan/SKB)

Kemen Kominfo – Pemkab Bima Gelar Webinar Manfaat Program PEN bagi UMKM

Bimantika.net,_Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) melalui Kementrian Komunikasi dan Informatika RI bekerjasama dengan Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kabupaten Bima Kamis (19/11/2020) menghelat seminar virtual yang secara khusus mengangkat tema Manfaat Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Bima.

Kegiatan ini juga membahas topik vaksin aman, masyarakat sehat dan vaksinasi dewasa untuk meningkatkan kekebalan tubuh.

Perwakilan Kementerian Komunikasi dan Informatika RI Harno Utomo dalam pengantarnya mengatakan, webinar dimaksudkan guna membangun pemahaman yang benar dan kepercayaan pada upaya penanganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi nasional. Pertemuan virtual ini juga ditujukan untuk mengajak partisipasi publik untuk bersama-sama mewujudkan kesehatan dan pemulihan ekonomi nasional”. Jelasnya.

Pada webinar yang disiarkan secara live melalui kanal youtube tersebut Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Mikro Kabupaten Bima Iwan Setiawan,. SE menyajikan materi “Keberpihakan kepada usaha mikro melalui Program Pemulihan Ekonomi Nasional di Kabupaten Bima”.

Menurutnya, wabah Pandemi Covid-19 menyasar juga UMKM yang berdampak pada menurunnya omset penjualan, volume produksi, keuntungan dan modal usaha. Untuk melindungi UKM dari kebangkrutan, pemerintah menyalurkan Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM).

“Bantunan tersebut lanjutnya ditujukan untuk melindungi, mempertahankan dan meningkatkan kemampuan ekonomi para Pelaku Usaha mikro dalam menjalankan usahanya. Juga diharapkan dapat “memperpanjang napas” dan meningkatkan kinerja UMKM yang berkontribusi pada perekonomian Indonesia”. Terang Iwan.

Dalam webinar yang dipandu Kepala Bidang Komunikasi Publik dan Diseminasi Informasi Diskominfostik Kabupaten Bima Suryadin S.S, M.Si tersebut, narasumber lainnya Kepala Seksi Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Bima Tita Masitha M.SI yang memaparkan tema Vaksin Aman, Masyarakat Sehat.

Tita menjelaskan, vaksinasi sebenarnya adalah upaya meningkatkan kekebalan pada masyarakat sehingga terbentuk antibodi pada seseorang maupun kelompok terhadap penyakit. Cara ini akan membuat tubuh seseorang mengenali bakteri atau virus penyebab penyakit tertentu sehingga bila terpapar akan menjadi lebih kebal. Cakupan imunisasi yang tinggi dan merata akan membentuk kekebalan kelompok (herd imunity) sehingga dapat mencegah penularan maupun keparahan suatu penyakit”. Terangnya.

Menanggapi pertanyaan para peserta terkait penggunaan vaksin Covid-19, penggunaan vaksin masih menunggu perintah bagaimana, kapan vaksin ini mulai diterapkan di Indonesia. Penggunaan vaksin menuntut upaya sungguh-sungguh dari pemerintah Indonesia untuk menjamin keamanan, efektivitas dan kehalalannya sehingga masyarakat bisa menerima dengan baik” Tandasnya.
(TKPD/Yan/KSKB)