Pemkab Bima Siap Ikut Merdeka Eksport di Bali

Bimantika.net KABUPATEN BIMA Wakil Bupati Bima, Drs. H. Dahlan.M.Noer, M. Pd (Babe) menerima kunjungan Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas 1 Sumbawa Besar, Ida Bagus Putu Raka Ariana, di Pendopo Wakil Bupati, Jln. Soekarno –Hatta, Kota Bima (15/7)

Saat diterima Wabup Dahlan, Kepala Stasiun Karantina Ida Bagus, di dampingi Kepala Urusan Teknis APT Pertama, Dwi Rahmanto SP,.M.Sc.

Usai diterima Wakil Bupati, Ida Bagus mengaku, bertemu dengan Wakil Bupati untuk menindaklanjuti Surat Menteri Pertanian RI. Berisi pada 19 Agustus mendatang akan diadakan ‘Merdeka Eksport Komoditi Pertanian’ yang dipusatkan di Ngurah Rai, Bali.

Kata Ida Bagus, surat Menteri itu ditujukan pada seluruh Bupati dan Walikota seluruh Indonesia. Mereka bisa ikut dan mengambil bagian karena dilakukan secara Daring.

Oleh karena itu, diminta kepada Bupati dan Walikota dapat mempersiapkan Potensi Komoditi Pertanian yang berorientasi ekport di Kabupaten/Kota atau Daerah masing-masing.

Sementara itu, atas nama Pemerintah Kabupaten Bima, Wabup Dahlan mengapresiasi kegiatan ‘Merdeka Eksport Komoditi Pertanian’ yang akan di helat di Denpasar Agustus mendatang.

Wakil Bupati meminta pada Dinas Pertanian, Dinas Perindustrian dan Perdagangan dapat berkoordinasi. Mendata potensi-potensi hasil Pertanian yang bisa di pasarkan keluar.

‘’Pada intinya Pemkab Bima siap berpartisipasi pada Kegiatan Meredeka Ekspor Komoditi Pertanian,’’ujar Wabup Dahlan. (***/)

Sejumlah Pengelola Koperasi Ikut Diklat Bersama Dinas UMKM

Bimantika.net KABUPATEN BIMA Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kabupaten Bima, menggelar Pendidikan dan Pelatihan Manajerial Bagi Koperasi. Diikuti 30 orang pengelola Koperasi se Kabupaten Bima.

Kegiatan digelar di Gedung Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bima, Kalaki, selama Lima hari. Dibuka Asisten III Setda Bima, Drs H Arifudin HMY mewakili Bupati Bima, Kamis, 15 Juli 2021 pagi. Sedangkan Pemateri diundang dari Akademisi, Praktisi dan pelaku usaha yang telah memiliki sertifikasi kompetensi.

Asisten III H Arifudin mengatakan, seorang Manager harus mempu memanage Sumber Daya Manusia dan aset yang dimiliki perusahaan. Kalau hal itu mampu dilakukan otomatis akan berhasil.

Tantangan mengelola sebuah persoalan begitu banyak. Terutama adanya tantangan yang muncul dari luar. Harus diakui setiap lembaga Koperasi maupun Keuangan akan tetap dipengaruhi oleh faktor eksternal.

Menurut H Arifudin, untuk memajukan usaha Koperasi, sebagai seorang manager harus mengindari perilaku tidak jujur.

‘’Tidak ada susahnya bagi kita Manager untuk berbuat jujur demi kebaikan bersama dan Usaha,’’ ujar Asisten III Setda Bima ini, dihadapan Peserta pelatihan.

Dalam mengelola usaha dagang atau Koperasi kita harus siap untung dan rugi. Hal tersebut sebagai cambuk demi kesuksesan kedepan. Kemudian kunci kesuksesan dalam sebuah usaha adalah harus mampu membaca potensi yang ada dalam diri atau wilayah masing-masing. Terutama potensi-potensi lokal yang akan dikelola.

‘’Sekarang saat kita bagaimana memajukan Bima. Yang telah diakui orang diluar memiliki potensi yang siap dikelola,’’tambah Asisten.

Kuncinya, kata Asisten adalah bagaimana membaca potensi, mengelola dengan jujur dan terbuka.

Keberadaan Koperasi ditengah masyarakat banyak memberikan manfaat, terutama meningkatkan perekonomian mereka. Dengan prinsip dasar adalah usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan.

Sementara itu Sekretaris Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah, Abdul Samad, mengatakan tujuan Pendidikan dan Latihan (Diklat), untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia, terutama bagi pengurus Koperasi.

Meningkatkan pemahaman bagi pengurus atau Manager terhadap kelembagaan Koperasi. Juga meningkatkan pemahaman pengurus dan anggota dalam menyusun LPJ Koperasi.

Diklat manajerial bagi Koperasi, diikuti 30 peserta terdiri dari Pengelola Koperasi se Kabupaten Bima, dilaksanakan selama lima hari, dan menghadirkan Pemateri dari Akademisi, Praktisi dan pelaku usaha yang telah memiliki Sertifikasi kompetensi. (***)

Kolaborasi Vaksinasi HMI dan SEMMI, Kapolri Optimis Herd Immunity Terbentuk di Agustus-September

Bimantika.net JAKARTA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau kegiatan kolaborasi vaksinasi massal antara Polri dengan PB Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di SMA Negeri 38 dan PB SEMMI (Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia) di Universitas Indraprasta, Jakarta, Kamis (15/7/2021).

Sigit mengungkapkan, dengan adanya peran pemuda menjadi garda terdepan dalam penanganan Pandemi Covid-19, maka optimisme terbentuknya Herd Immunity terhadap virus corona bisa terwujud di sekitar bulan Agustus hingga September.

“Sehingga target kita akhir tahun paling tidak atau menjelang bulan Agustus, September, Herd Immunity segera bisa terwujud,” kata Sigit dalam tinjauannya tersebut.

Seiring dengan tercapainya target Pemerintah mewujudkan kekebalan kelompok, mantan Kapolda Banten ini menekankan bahwa, roda perekonomian masyarakat yang sempat terhambat akibat pandemi bakal bisa segera bangkit atau pulih.

“Kemudian masyarakat diharapkan bisa kembali laksanakan aktivitasnya sehingga pemulihan ekonomi bisa berjalan dengan baik,” ujar eks Kabareskrim Polri tersebut.

Optimisme Herd Immunity akan segera terwujud, menurut Sigit, juga terlihat dari antusiasme yang tinggi dari para peserta vaksinasi kategori anak usia 12 tahun ke atas.

“Hari ini dilaksanakan kegiatan vaksinasi untuk anak-anak usia 12 tahun keatas dari mulai SMP, SMU, dan juga anak-anak SD yang sudah bisa divaksin. Tentunya kami melihat anak-anak pun antusias untuk di vaksin ini merupakan kabar baik untuk kita semua,” ucap mantan Kadiv Propam Polri itu.

Sementara itu, Sigit berharap, kolaborasi vaksinasi massal ini bisa berlanjut ke seluruh wilayah di Indonesia. Mengingat, sinergitas, kerjasama dan saling bergandengan tangan antar kelompok menjadi kunci dalam penanganan Pandemi Covid-19.

“Saya harapkan kegiatan ini bisa terus berlanjut di beberapa wilayah yang akan terus kami kerjasama kan, sehingga upaya akselerasi vaksin dalam rangka membentuk Herd Immunity yang tentunya kami tunggu-tunggu sehingga kemudian kehidupan masyarakat bisa kembali pelan-pelan pulih normal. Tentunya kita harapkan ini semua bisa segera tercapai,” papar Sigit.

Tak lupa, Sigit kembali mensosialisasikan kepada seluruh peserta vaksin akan pentingnya tetap disiplin menjaga protokol kesehatan, meskipun sudah mendapatkan suntikan vaksinasi.

Diketahui, dalam kegiatan vaksinasi massal di SMA Negeri 38 yang diselenggarakan PB HMI, menargetkan seribu orang per hari. Diselenggarakan selama dua hari tanggal 15-16 Juli 2021.

Petugas vaksinator yang dilibatkan dalam kegiatan ini sejumlah 13 orang vaksinator yang terdiri dari 5 vaksinator Polri dan 8 vaksinator dari HMI. Dalam kegiatan ini, panitia juga menyajikan Hastag #remajaambilperan, dengan tujuan menyukseskan vaksinasi massal remaja.

Sementara, vaksinasi massal PB SEMMI yang diselenggarakan di Universitas Indraprasta menargetkan seribu orang per hari yang disuntik vaksin. Petugas vaksinator yang dilibatkan dalam kegiatan itu sejumlah 15 orang vaksinator dari Biddokkes Polda Metro Jaya.(***)

Pangdam XII/Tpr dan Forkopimda Kalbar Tinjau Vaksinasi Covid-19 Lintas Agama

Bimantika.net PONTIANAK Kamis (15/7/21) -Panglima Kodam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad bersama Forkopimda Provinsi Kalimantan Barat menghadiri acara pembukaan sekaligus meninjau secara langsung pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 Lintas Agama yang dilaksanakan di Aula Universitas Muhammadiyah Pontianak, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kota Pontianak.

Vaksinasi Lintas Agama ini diselenggarakan oleh Muhammadiyah bekerja sama dengan Kemenkes RI, TNI-Polri, Satgas Covid-19 Provinsi Kalimantan Barat serta Organisasi keagamaan lainnya. Kegiatan vaksinasi dibuka secara resmi oleh Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin melalui daring. Imunisasi massal ini akan dilaksanakan selama tiga hari, dimulai hari ini.

Pangdam XII/Tpr, Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad mengatakan, Kodam XII/Tpr sangat mendukung kegiatan vaksinasi massal yang diinisiasi olen Muhammadiyah ini.

“Dalam kegiatan ini Kodam XII/Tpr mendukung dengan mengerahkan satu tim dari Kesdam XII/Tpr untuk terlibat langsung menjadi vaksinator bergabung bersama yang lainnya,” kata Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad.

Sedangkan sebelumnya, Menkes RI, Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa pemerintah menargetkan sebanyak 181,5 juta orang untuk satu kali suntik atau 363 juta suntikan harus dilakukan tahun ini. Dan karena keterbatasan vaksin membuat Indonesia hanya bisa menerima 70 juta dosis sampai bulan Juni. Jadi dari Januari sampai Juni memiliki 70 juta dosis.

“Untuk Juli – Desember kita akan memiliki 90 juta dosis. Jadi kita harus menyuntik 4 kali lipat lebih cepat dan lebih banyak di banding semester pertama,” katanya.

Oleh karena itu kata Menkes, perlu bantuan semua pihak untuk melaksanakan vaksinasi, karena tidak mungkin Kemenkes menyelesaikan sendiri. Menurutnya pasti bisa kalau bersama-sama. Tidak mungkin Kemenkes bisa eksklusif menyelenggarakan vaksinasi sendiri, tapi pasti bisa kalau melibatkan seluruh Pemda dan organisasi kemasyarakatan lainnya.

“Tidak mungkin pemerintah bisa sukses menjalankan program vaksinasi ini, kalau kita tidak bisa menerjemahkannya sebagai sebuah gerakan yang dimiliki secara gotong royong oleh semua komponen bangsa,” tegasnya.

Sedangkan Gubernur Kalbar, H. Sutarmidji, S.H., M.Hum., mengucapkan terimakasih atas inisiatif Muhammadiyah serta yang lainnya untuk melaksanakan vaksinasi lintas agama dan lintas etnis.

“Ini dalam rangka upaya kita untuk percepatan capaian target vaksinasi di Kalimantan barat atau di Pontianak,” kata Gubernur.

H. Sutarmidji menyebutkan untuk target di Kota Pontianak sampai dengan 17 Agustus 2021 nanti harus sudah ada 250 ribu orang yang divaksin. Kemudian untuk Kalbar harus sudah mencapai 1 juta orang. Diungkapkannya, saat ini antusias masyarakat untuk divaksin sangat sangat tinggi.

“Kesadaran masyarakat untuk divaksin sudah sangat baik. Mudah-mudahan kita bisa melaksanakan ini dengan segala cara dan koordinasi. Tapi hari ini kordinasi antara TNI-Polri dan Pemda dalam penyelenggaraan vaksinasi sangat baik. Berharap terus kita tingkatkan, sehingga target-target capaian itu bisa kita lakukan,” tutupnya. (Sumber :Pendam XII/Tpr)

Bupati IDP Sebut ASN Dapat Memanfaatkan Momen Vaksinasi Covid-19

Bimantika.ner KABUPATEN BIMA Pemerintah Kabupaten Bima, menggelar vaksin bagi ASN dan Non ASN lingkup Pemkab Bima, Kamis 15 Juli 2021.

Direncanakan pelaksanaan Vaksin selama dua hari. Mulai Kamis 15-Jumat 16 Juli 2021. Dilakukan serentak di dua tempat yakni di halaman Kantor Bupati Bima, Godo, Kecamatan Woha dan di Gedung PKK Kabupaten Bima, Kota Bima. Dan masih menggunakan vaksin Sinovac.

Plt. Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bima, Rifai M. AP, mengatakan hari pertama pelaksanaan Vaksin baru 282 orang. Yang melaksanakan Vaksin di Kantor Bupati berjumlah 201 orang dan di gedung PKK Kota Bima berjumlah 81 orang. Mereka kategori ASN maupun Non ASN yang belum melaksanakan Vaksin tahap pertama dan Kedua.

Dijelaskan Rifai, untuk membantu kelancaran Vaksin, pihaknya menurunkan Tim dari Puskesmas Woha, Palibelo dan Belo. Ia berharap bagi ASN dan Non ASN yang belum melaksanakan vaksin segera mendatangi Kantor Bupati Bima di Godo, Woha dan Gedung PKK Kabupaten Bima yang berada di Kota Bima.

Bupati dan Wakil
Pantau Pelaksanaan Vaksin

Pelaksanaan Vaksinasi terhadap ASN dan Non ASN lingkup Pemkab Bima, adalah tindak lanjut Surat Edaran Bupati Bima, pada 14 Juli 2021, nomor: 443.1/014/29/2021.

Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dalam rangka pencegahan dan pengendalian penyebaran Corona Disease 2019 di Kabupaten Bima.

Orang nomor satu dan nomor dua di Pemkab Bima ini, langsung turun memantau kerja para tim Vaksin. Bupati Umi Dinda, sapaan akrab, Bupati Hj Indah Dhamayanti Putri SE, memantau di Kantor Bupati, Kecamatan Woha.

Sedangkan Wakil Bupati Drs H Dahlan HM Noer, didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Bima Drs. H. Taufik, HAK M,Si memantau di Gedung PKK, Kota Bima.

Sesuai Surat Edaran, Bupati menghimbau seluruh Aparatur Sipil Negara dan Non Aparatur Sipil Negara, pada setiap perangkat daerah Kabupaten Bima dan aparatur desa pada masing-masing Desa, wajib melakukan vaksinasi Covid-19 sesuai standar pemerintah.

Melonjaknya pasien Covid-19 harus segera diantisipasi. Hal itu harus diawali dari ASN untuk memotivasi masyarakat.

‘’Melalui ASN masyarakat akan lebih berani dan termotivasi untuk melakukan Vaksin,’’ujar Bupati, di lokasi pelaksanaan Vaksin, Kantor Bupati Bima, Godo, Woha.

Dijelaskan Bupati, pelaksanaan vaksin akan dilakukan dua hari. Kemudian akan dievaluasi dan memastikan aparatur yang sudah divaksin dan yang belum. Semua sudah diatur untuk memudahkan dari Dinas mana yang mau Vaksin.

‘’Saya berharap ASN dan Non ASN dapat memanfaatkan kesempatan ini,’’ujar Bupati Umi Dinda. (***)

Tim Provinsi NTB Lakukan Penilaian Kinerja Stunting di Kabupaten Bima

Bimantika.net KABUPATEN BIMA Kinerja Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting Terintegrasi sepanjang tahun 2020 di delapan Kabupaten di Provinsi NTB dimulai dari Kabupaten Lombok Timur tanggal 5 Juli sampai dengan 15 Juli 2021.

Rabu (14/7) delapan orang Tim yang dipimpin Huailid, S.Sos,. M.Si (Bappeda Provinsi NTB dan beranggotakan Taufiq Hari Suryanti, SKM (Bappeda Provinsi NTB), Dra. Baiq Nurhayati (BKKBN Provinsi NTB), M. Johansyah, S.Gz (Dikes Provinsi NTB), Ety Kurniawati, ST (DPMD Dukcapil NTB), Dr. Made Darawati (Politeknik Kesehatan Mataram) dan Denny Apriyanto, S.Gz (DPD Persagi NTB) melakukan penilaian kinerja Aksi #5 sampai dengan Aksi #8 Konvergensi Penurunan Stunting tingkat kabupaten Bima yang dipusatkan di aula kantor Bupati Bima.

Wakil Bupati Bima Drs. H. Dahlan M. Noer dalam sambutannya mengatakan mengacu pada data hasil Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e- PPGBM), angka stunting di kabupaten Bima mengalami penurunan dari tahun 2019 sampai 2021.

“Hal ini menunjukkan pemerintah daerah melalui perangkat daerah terkait sangat serius menangani persoalan stunting dan menjadi prioritas pembangunan daerah”. Kata Wabup.

Kepada Tim konvergensi stunting Wabup berharap dapat menyampaikan data dan informasi stunting sesuai kondisi capaian. Mudah-mudahan kerja keras jajaran Pemerintah kabupaten Bima tahun ini bisa kembali mempertahankan gelar juara 1 seperti tahun 2020 lalu”. Imbuh Dahlan.

Ketua Tim Penilai Huailid, S.Sos,. M.Si dalam pengantarnya mengungkapkan, penilaian kinerja stunting tahun 2021 ditujukan untuk mengukur tingkat kinerja,

memastikan akuntabilitas kinerja, mengevaluasi kinerja dan mengapresiasi kinerja Pemerintah Kabupaten dalam pelaksanaan 8 aksi konvergensi penurunan stunting di masing-masing kabupaten.

“Melalui forum ini, diharapkan Pemerintah Kabupaten mendapatkan umpan balik dan pembelajaran dalam upaya meningkatkan konvergensi intervensi penurunan stunting,

semakin termotivasi untuk meningkatkan kinerja. Pada saat sama juga memiliki rencana kegiatan pelaksanaan konvergensi yang implementatif untuk tahun berjalan dan tahun mendatang.

Aspek lain yang diharapkan, pemerintah provinsi memperoleh informasi yang memadai bagi penyusunan kegiatan pendampingan atau pembinaan kabupaten yang lebih efektif berdasarkan kemajuan dan kebutuhan daerah”. Jelas Huailid.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bima Tajudin SH, M.Si mengatakan, ada banyak kegiatan yang dudah dijabarkan pemerintah desa melalui alokasi dana desa bagi pencegahan stunting.

“Dana tersebut seperti prioritas pembiayaan Posyandu, insentif Kader Pembangunan Manusia (KPM), insentif kader Posyandu, pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil, anemia dan bayi balita stunting”. Urai Tajudin.

Sesi berikutnya penjelasan dilakukan oleh Kepala Dinas DP3AP2KB, Drs. Syahrul, M.Si dalam pemaparannya dijelaskan bahwa DP3AP2KB berperan dalam penguatan ketahanan keluarga terutama di kegiatan Bina Keluarga Balita, dan PIC Remaja di masing masing desa yang ada di lokus stunting.

Kemudian melakukan tahapan wawancara peserta yang merupakan Tim Konvergensi Pencegahan Stunting kabupaten (Kepala Daerah, Sekretariat daerah, Dinas Kesehatan, DPMD, DP3AP2KB, Dinas Perkim, Dinas Dikbudpora dan instansi terkait lainnya).

Tahapan wawancara yang dipandu Kasubid sosial budaya dan pemerintahan Bappeda Kabupaten Bima Iman Ridwansyah, ST tersebut berlangsung secara paralel.

Pada Aksi #5 Pembinaan Kader Pembangunan Manusia (KPM) meliputi cakupan desa yang memiliki KPM dan cakupan desa dengan kepastian dukungan biaya operasional KPM disampaikan oleh Rahmawaty Sadatul Ummy, ST dari Kasi Sosbud Dinas PMD Kab Bima.

Pada Aksi 6 mencakup daftar data yang diprioritaskan perbaikannya dan rencana perbaikan sistem manajemen data berdasarkan hasil assessment system data dijelaskan oleh Tita Masitah, S.Gz, M.GZ Kasi Gizi Masyarakat Dinas Kesehatan Kab Bima.

Sementara itu, Aksi #7 mencakup hasil pengukuran sasaran berdasarkan hasil analisis data stunting dan publikasi hasil analisis data stunting terkini secara berurutan dijelaskan oleh Dinas Sosial Kab Bima, Dinas Dikbudpora Kab Bima, Camat Bolo, Kepala Desa Leu, dan Koordinator PKH Bima.

Aksi #8 mencakup review terhadap capaian target output, serapan anggaran, permasalahan atau kendala yang dihadapi, solusi dan simpulan pada tahun berjalan atas program kegiatan yang jabarkan dijelaskan oleh Kepala Bappeda Kab Bima. (***)

Patut Dicontoh, Aksi Sosial Polisi Ditengah Pandemi Covid-19

Bimantika.net KABUPATEN DOMPJ Dalam pelaksanaan Operasi Bina waspada Gatarin 2021, Polres Dompu Polda NTN selain melaksanakan kegiatan sosialisasi juga melaksanakan kegiatan pemberian bantuan material bangunan berupa semen ke tempat ibadah.

Bantuan semen dari pihak Polres Dompu tersebut diantar langsung oleh beberapa personil Polres Domou di Masjid Syeh Muhammad Kelurahan Dorotangga Kecamatan Dompu, kabupaten Dompu. Kamis (15/07/21).

Adapun bantuan yang diberikan beberapa sak semen yang diserahkan langsung oleh KBO Sat Binmas Polres Dompu Ipda Jubaidin sebanyak 15 sak kepada ketua Masjid H. M. Ali dan masyarakat.

Kapolres Dompu AKBP Syarif Hidayat, SH, S.I.K melalui Kasi Humas Polres Dompu Ipda Akhmad Marzuki mengatakan bahwa dalam pelaksanaan kegiatan Operasi Bina Waspada ini selain melaksanakan kegiatan sosialisasi antisipasi paham Radikalisme juga melaksanakan kegiatan pemberian bantuan material terkait pembangunan masjid.

“Dalam kegiatan tersebut personil Ops Bina Waspada melaksanakan pemberian bantuan material berupa semen sebanyak 15 di masjid syeh muhammad kel. Dorotangga, kegiatan ini merupakan juga bentuk kepedulian Polri kepada sesama dan menumbuhkan rasa toleransi dalam beragama”,ujar Kasi Humas Ipda Marzuki.

Marzuki menambahkan selain pemberian berupa bantuan material juga dalam kesempatan tersebut juga personil melaksanakan pembagian masker gratis serta mensosialisasikan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Skala Mikro.

Serta mengajak seluruh masyarakat setempat untuk mendukung sepenuhnya intruksi pemerintah terkait pencegahan Covid-19 kepada masyarakat yang melaksanakan kegiatan gotong royong pembangunan Masjid.

“Semoga hal ini dapat menjadi ladang amal bagi kita semua dan semoga bantuan ini dapat membantu proses pembangunan masjid sehingga masyarakat dapat melaksanakan ibadah nantinya”, katanya.

Sementara itu, selaku Ketua pengurus Masjid Syeh Muhammad Kelurahan Dorotangga serta masyarakat mengucapkan terima kasih sebanyak-banyak kepada Polres Dompu berserta jajarannya.

“Mewakili Jamaah Masjid Syeh Muhammad Kelurahan Dorotangga serta masyarakat sekali ;lagi mengucapkan terimakasih. Dan semoga bantuan ini bisa menjadi ladang alam bagi kita semua dan bermanfaat dalam pembagunan Masjid”, ucapnya.(***)

Sejumlah Personil Polres Bima Ikuti Sosialisasi Hukum

Bimantika.net KABUPATEN BIMA Personil Polres Bima Mengikuti Sosialisasi hukum Peraturan polisi (Perpol) nomor 2 Tahun 2021 tentang Susunan organisasi dan tata kerja pada tingkat Kepolisian Resor dan Kepolisian Sektor,

Dan PP no 2 tahun 2003 tgl 1 Januari 2003 tentang peraturan disiplin anggota Polri,Di Aula Mapolres Bima (14/7) Sekira pukul 08: 30 Wita.

Hadir Dalam Kegiatan Tersebut, Waka Polres Bima Kompol Yusuf, Kasat Narkoba AKP Wahyudin Berserta Jajarannya, Para Kapolsek berserta 2 orang anggotanya, anggota Bagian Sat dan Sie Polres Bima masing-masjng 2 orang.

Pemateri dalam Kegiatan Sosialisasi Hukum disampaikan oleh Kasikum IPTU I Wayan Sada Suitra, S.H. yang Baru Genap Bertugas Di polres Bima Delapan bulan, sebelumnya Menjabat Kapolsek Moyo Hilir Polres Sumbawa, Setelah Bertugas Di polres Bima Menjabat Kasikum Polres Bima, Pria Kelahiran Pulau Dewata ini juga Dipercaya Menjabat Paur Bin Ops Bag Ops Polres Bima

Kasi Humas Polres Bima IPTU Adib Widayaka Lewat Laporan Tertulis Resminya Mengatakam, Waka Polres Bima Kompol Yusuf menekankan agar para peserta yang terdiri dari kasat maupun kapolsek agar mengikuti pelaksana penyuluhan hukum secara serius dan fokus karena sosialisasi hukum Sangat penting dalam pelaksanaan tugas sehari-hari yang mana menyangkut struktur organisasi baik di polres maupun di polsek yang merupakan skema berjenjang.

Dikatakannya, Dari pimpinan teratas sampai tingkat paling bawah sehingga dalam pembuatan struktur organisasi tidak lagi berpedoman pada perkap no 23 th 2010 melainkan perpol no 2 tahun 2021.

selanjutnya selain sosialisasi perpol No 2 th 2010 juga akan disampaikan tentang PP NO 2 TH 2003 Tentang Disiplin anggota polri agar kedepannya para pimpinan mempedomani PP tersebut untuk mengajak para anggota meminimalisir pelanggaran sekecil apapun sehingga tidak berdampak pada karir Terang Adib Mengutip Pernyataan Waka Polres.

Tujuan pelaksanaan sosialisasi Hukum ini Agar masing-masing anggota dapat memahami dan melaksanakan undang-undang, peraturan serta perkap yang ada di kepolisian, pungkas nya.

Pelaksanaan sosialisasi hukum di ruang aula Polres Bima dengan Menerapkan Prokes yang ketat sebelumnya Seluruh peserta Terlebih Dahulu Dilakukan pengecekan suhu tubuh dan pemberian Hand Sanitizer Serta Memakai Masker Serta Jarak Duduk sesuai dengan aturan Prokes, Tutup ADIB.

Seluruh Rangkaian Kegiatan Berjalan Lancar Terbit, dan Berakhir Pukul 11: 30 Wita. (***)

Walikota HML Dukung Penuh Kegiatan Merdeka Export di Bali

Tim Karantina Pertanian Pusat saat Berkunjung di kediaman Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML)

Bimantika.net KOTA BIMA Pagi ini Kamis (15/7/2021) sekitar pukul 08.00 Wita Walikota Bima, H. Muhammad Lutfi, SE (HML) didampingi Kepala Dinas Pertanian Kota Bima Sulistiyanto menerima kunjungan Team dari Karantina Pertanian Pusat.

Kehadiran Tim Karantina Pertanian Pusat ini dalam rangka menyampaikan pesan dari Bapak Menteri Pertanian Republik Indonesia terkait Rencana Kegiatan MERDEKA EXPORT di Bali.

Tim Karantina Pusat menyampaikan Agar Kota Bima dapat ikut serta dalam Pelaksanaan Merdeka Eksport 2021 yang diagendakan pada tanggal 19 Agustus 2021 di Denpasar, Bali direncanakan akan dilakukan secara offline dan dibuka oleh Presiden RI.

Hal ini bertujuan meningkatkan ekspor pertanian, dengan inisiasi melalui Kementerian Pertanian menggunakan aplikasi peta potensi komoditas ekspor pertanian atau IMACE (Indonesia Maps of Agricultural Export)

aplikasi IMACE dapat memberikan data dan informasi terkait negara tujuan, pelaku usaha dan informasi terkait persyaratan dan prosedur ekspor serta sentra komoditas pertanian berorientasi ekspor dari masing-masing daerah.

Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) yang dikonfirmasi Media Online Bimantika Kamis (15/7/2021) menyebutkan kesiapannya untuk mengikuti kegiatan Merdeka Export di Bali.

“pada prinsipnya Pemkot Bima mendukung dan mensukseskan Merdeka Ekspor 2021 serta pelepasan ekspor pertanian karena ini adalah langkah maju untuk sebuah perubahan di era pandemi Covid-19” ujar HML.

HML yang juga Mantan Anggota DPR RI 2 Periode ini menyatakan bahwa kegiatan Merdeka Export akan mampu meningkatkan ekonomi masyarakat ditengah Pandemi Covid-19.

“Ini tentunya sangat membantu perekonomian bangsa yang sedang dilanda pandemi Covid-29 dengan ikut serta melakukan ekspor produk dan hasil tani rakyat Indonesia umumnya dan Kota Bima khususnya” ujar HML.

Kepala Dinas Pertanian Kota Bima, Sulistiyanto mengungkapkan bahwa pagi ini mengantarkan Kepala Kekarantinaan Badas Untuk menemui Walikota Bima.

Menurutnya bahwa Kegiatan Merdeka Export ini adalah dalam rangka pemetaan komoditas unggulan hasil tani di masing-masing daerah.

“Kalau kita di Kota Bima komoditas Unggulannya adalah Jagung dan jambu Mette dan sorgum ini akan kita wacanakan dalam Merdeka Export di Bali” ujarnya.

Masih menurutnya bahwa Merdeka Export inj adalah sebuah kegiatan khusus dalam rangka Gerakan Tiga Kali Lipat Eksport Pertanian dalam rangka pemulihan ekonomi tiap-tiap daerah di era wabah Pandemi Covid-19.

“Pak Walikota Insya Allah menyambut baik kegiatan ini dan tentunya kegiatan ini akan berdampak positif bagi masyarakat Kota Bima ditengah arus pandemi Covid-19” ujarnya menutup wawancara. (***)

Nakes dan Dokter Terjangkit Covid-19, Kadis Dikes : Kita Hindari Penutupan RS dan Selalu Ada Untuk Masyarakat

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bima, Drs. H. Azhari, M. Si. (Foto doc.BMM2018)

Bimantika.net Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bima, dr. Agus Dwi Pitono, M. Kes untuk dimintai keterangannya pada hari Rabu Malam (14/7/2021) mengharaokan pihak Dinas Kesehatan Kota Bima untuk segera mendrop tenaga kesehatan (Nakes) dan Dokter untuk Membantu Pelayanan.

Permintaan drop Nakes dan Dokter ini sifatnya sementara karena saat ini sebagian besar Nakes dan Dokter yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) kota Bims terjangkit Covid-19.

Menurut Dokter Agus bahwa saat ini Kondisi RSUD Kota Bima dalam keadaan tidak membuka layanan akibat adanya Nakes dan Dokter yang Terjangkit Covid-19.

“Kami mohon tambah tenaga minimal 3 dokter ..4 bidan 30 perawat baru bisa buka lagi pelayanan mas” demikian ungkap Dokter Agus.

Dirinya mengungkapkan juga bahwa saat ini RSUD Kota Bima memiliki pasien Covid-19 yang perlu untuk ditangani sehingga membutuhkan segera Nakes dan dokter serta bidan.

*Saat ini ada 15 orang pasien Covid-19 yang perlu ditangani kesembuhannya sehingga sulit diatasi oleh Nakes yang sangat terbatas akibat mereka sebagian besarnya yang sudah jatuh sakit terjangkit Covid-19″ ungkapnya.

Ia juga berkeluh kesah atas kondisi yang dialaminya saat ini sehingga sangat membutuhkan niat baik dari Dinas Kesehatan untuk menindaklanjuti permintaannya.

“Kondisi Pasien yang rata-rata sesak napas tentu harus ditangani dengan profesional oleh Nakes yang berpengalaman” ujarnya.

Solusi yang diambilnya akibat adanya Nakes dan dokter yang terjangkit Covid-19 adalah menutup layanan sambil memaksimalkan tenaga kesehatan yang sangat terbatas untuk melayani pasien yang ada saat sekarang.

“Hanya itu yang bisa menjadi solusi yang saya ambil dalam kondisi seperti ini, memanfaatkan tenaga kesehatan yang masih sehat secara maksimal namun itu tentunya pastilah terbatas tenaganya akibat yang lainnya dalam kondisi sakit, tapi demi memberi layanan pada pasien tentu kami harus tetap maksimalkan” ujarnya

Dengan melonjaknya penyebaran Covid-19 di Kota Bima beberapa minggu lalu, dirinya berinisiatif seminggu yang lalu untuk meminta penambahan Nakes, bidan dan Dokter di Dinas Kesehatan Kota Bima, namun sampai dengan sekarang saat Nakes dan Dokter terjangkit Covid-19 tidak juga disetujui oleh Dikes atas permintaannya tersebut.

“Mencermati trend naiknya penyebaran Covid-19, minggu lalu saya sudah minta Nakes dan Dokter di tambah untuk pelayanan Rumah Sakit, namun pihak Dikes sama sekali tidak menindaklanjutinya” ungkapnya.

Dokter Agus meminta kepala Kepala Dinas Kesehatan Kota Bima seminggu yang lalu agar RSUD tambah Dokter 3-4 orang dan minimal 30 Tenaga Perawat.

“Namun Dikes tidak merespon agar di drop Tenaga Kesehatan (Nakes) yang bukan Kategori Nakes Sukarela” ujarnya.

Ditanya soal kenapa diperlukan Nakes Inti dan Bukan Nakes Sukarela ?

Dengan tegas Dokter Agus menyebutkan bahwa penanganan kasus Virus Corona membutuhkan Nakes yang berpengalaman bukan Nakes yang sukarela yang pada akhirnya akan bermasalah secara pelayanan maupun secara administrasinya

Lalu dimana letak masalah secara Administrasi pak dokter ? Dirinya menjelaskan bahwa dalam penanganan Covid-19 akan bersentuhan langsung dengan Insentif para Nakes itu sendiri.

“Nakes yang mendapatkan Insentif dalam penanganan Covid-19 adalah Nakes yang berposisi sebagai ASN dan atau Nakes Tenaga Kontrak bukan Nakes Sukarela nah disinilah problem nya secara administratifnya” ungkap Dokter Agus.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bima Drs. H. Azhari, M. Si yang di konfirmasi Media Online Bimantika Kamis pagi (15/7/2021) menyenutkan bahwa Kita semestinya dari jauh bisa prediksi kesulitan kedepan. Dan dalam posisi seperti ini Pemerintah tetap hadir dan ada untuk Masyarakat, dan Kita Hindari Penutupan Rumah Sakit (RS)

“Kalau kita ikuti permintaan pihak Rumah Sakit maka lumpuh pelayanan dasar di berbagai Tempat layanan Kesehatan” Ujar nya.

Walau demikian, Solusi dari dirinya selaku Kepala Dinas Kesehatan tetap ada dan selalu bertanggung jawab atas situasi dan kondisi seperti ini sehingga dirinya akan selalu hadir dalam situsi dan kondisi apapun demi melayani masyarakat secara luas

“Untuk sementara kita penuhi walaupun ada yang kita tunda pelayanan rawat jalan di beberapa puskesmas” ungkapnya lagi.

H. Azhari pun memberikan analogi dengan permintaan tersebut yakni dengan Contoh Rumah Sakit tetap berjalan namun nakes di salah satu puskesmas dialihkan ke Rumah Sakit.

“Kebetulan PKM Paruga punya rawat nginap. Kita jadikan ruang isolasi sementara. Rawat jalannya kita tutup sementara” ujar H. Azhari.

Dirinya Berkomitmen untuk tidak menutup layanan Rumah Sakit. Karena kalau rumah sakit tutup lantas dimana rakyat mau berobat.

“Kita hindari penutupan Rumah Sakit Masyarakat mau kemana,?
Pemerintah harus hadir ditengah situasi seperti ini. Semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT” demikian ungkap. (Dae)