Atlit Kota Bima Kembalikan Bonus Yang Hilang Separuh, Ini Kata Sekretaris KONI

Bimantika.net _Efek negatif dari “hilangnya separuh” Bonus para Atlit Kota Bima peraih Medali PON Papua setahun lalu menyisahkan banyak dampak yang tidak baik.

Disatu sisi para atlit ingin memboikot Pekan Olahraga Propinsi NTB tidak akan mewakili Kota Bima, juga mereka berencana mengembalikan Bonus yang menurut mereka tidak manusiawi.

“Kami yang mengharumkan nama Kota Bima sama sekali tidak diperhatikan bahkan kami mendapat perlakuan tidak manusiawi atas hilangnya separuh bonus kami sebagai hak kami selaku atlit petaih medali di PON Papua” ujar beberapa atlit yang merasa sangat kecewa.

Para atlit meminta Ketua KONI Kota Bima Ferry Sofian, SH dan Sekretaris KONi Kota Bima Drs. H. Alwi Yasin, M. Ap satu kata dan perbuatan sesuai dengan apa yang mereka janjinkan dan ungkapkan.

“Kami sangat berharao konsistensi pak Ketua KONI dan Seketaris KONI Kota Bima atas kehilangan Bonus kami, dan dalam waktu dekat kami berencana kembalikan Bonus ke KONI yang sudah memotong separuh dari Bonus sebagai hak kami” ujarnya.

Perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) Papu setahun lalu tepatnya bulan September 2021 masih menyisakan kisah manis dan duka.

Manisnya pelaksanaan PON Papua telah berahir dengan indah. Dimana para duta Kota Bima membawa pulang 3 Medali emas 1 perak dan 2 perunggu.

Tiga medali emas diraih dri cabang olahraga panjat tebing dan bola voly pasir. Cabor panjat tebing dipunggawakan oleh Nurul Iqamah yang.memegang predikat atlit elit international menyunci 1 medali emas dinomor perorangan yaitu nomor combinet.

Dan 1 medali emas didapat dari nomor tim putri. Diperkuat oleh atlit Kota Bima lainnya Ayu Fatullah yang pada akhirnya medali emas nomor boulder tim putri dapat dipesembahkan utk NTB lebih-lebih Kota Bima.

Sementara Nurul Sendiri menyumbang medali perak pada nomor speed recor tim putri untuk NTB.

Dibagian Allyssah Mutaharra dari Kota Bima memperkuat NTB pada cabang olahraga Volly Pasir.

Hasil memukau NTB menyabet medali emas. Lagi.

Tak ketinggalan Wahyu Hidayat Kota Bima. Memperkuat Futsal NTB dan berhasil merebut medali perunggu..
Cabang olahraga Atletik atlit kota bima atas nama mempersembahkann medali perunggu utk NTB.

Pasca pelaksanaan PON 21 Papua para atlit diterima resmi oleh KONI Kota Bima. Melalui Sekretaris Umum KONI Kota Bima H Alwi Yasin saat itu. Dan diterima resmi oleh Ketua Umum Koni Kota Bima bapak Ferry Sofyan dikediaman beliau.

Perhelatan itu semua telah selesai. Ada hal yang tdk elegan sebenarnya dimana pada saat penerimaan para jawara olahraga itu baik ketua Koni maupun sekretaris Koni Kota Bimw berjanji akan menghargai jerih payah para pejuang olahraga dengan memberikan bonus melebihi Kab. Bima dan Kabupaten Dompu yang nominalnya 50 jt untuk medali emas.

Ungkapan kekecewaan itu datang dari para pejuang olahraga Allysah Mutaharra peraih medali emas cabang olahraga Volly Pasir.

Senada dengan Lissa atlit peraih dua medali emas Pon Papua Nurul Iqamah dari cabang olahraga panjat tebing menyesalkan apa yang telah diberikan oleh Koni Kota Bima.

“Diluar dugaan kami, Karena terus terang kami msih ingat apa yang disampaikan pada kami disaat menerima kami setelah kembali ke daerah” ujar Nurul.

Sementara itu. M. Fadlyn peraih medali Perunggu Merupakan atlit senior dari Kota Bima yang juga turun berlaga di Pon Papua menyampaikan isi hatinya kecewa berat.

“Bagaimana kami bisa membawa nama Kota Bima kalau begini kami dihargai. Kami bisa saja tidak mau turun di Porprov NTB membawa Kota Bima kalo diperlakukan seperti ini” Ungkapnya.

Para atlit peraih medali yang diwawancara media online Bimantika Selasa 2 Agustus 2022 merasa kecewa berat atas perlakuan KONI Kota Bima.

“Intinya kami minta apa yang telah dijanjikan bahwa dana sebesar 250 juta yang disampaikan oleh Ketua Koni Kota Bima di media beberapa bulan yang lalu tolong direalisasikan, karena itu adalah hak kami” ungkap Fadlyn.

Sekretaris KONI Kota Bima Drs. H. Alwi Yasin, M. Ap yang dikonfirmasi media online Bimantika Selasa 2 Agustus 2022 melalui Saluran WhatsApp nya memberikan klarifiksi singkat.

Dampak Dari Hilangnya Separuh Bonus Atlit PON Papua Kota Bima kini mereka ingin Mengembalikan Bonus Tersebut karna Atlit Meras Kecewa, Gimana Tanggapan Kakanda Selaku Sekretaris KONI Kota Bima ?

Atas Pertanyaan itu, Alwi Yasin selaku Sekretaris KONI Kota bima yang nota bene sudah 14 Tahun jadi Sekretaris KONI Kota Bima memberikan penjelasan atas perintah Ketua KONI Kota Bima Ferri Sofiyan, SH.

“Saya diperintahkan untuk klarifikasi berita Bimantika” ujar Alwi Yasin mengawali pembicaraaan dengan Media Online Bimantika.

Menurutnya bahwa untuk Bonus di Alokasi di APBD Kota Bima yang teralokasi untuk Sepak Bola 250 Juta dari Anggaran 1 Milyar.

“Sisa anggaran itu untuk Seluruh Cabang Olah Raga yang kisarannya masing-masing lebih kurang 20 an Juta dari 36 Cabang Olah Raga, dan itupun melalui Transfer mas” Tegas Alwi Yasin.

Lalu ditanya soal atlit ingin kembalikan Bonus, Alwi pun menjawab santai bahwa itu adalah kemampuan dari KONI Kota Bima melalui APBD Kota Bima. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *