Sekda Kota Bima Drs. H. Muhtar Landa, MH saat Launching BLU-e
Bimantika.net Dampak dari Era Millenial yang serba digital tentu mengharuskan siapa saja untuk meninggalkan cara dan pola konvensional yang sudah tidak berlaku lagi di era digitalisasi.
Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) dengan ide briliannya membangun Puasat Komando Informasi berbasis Digitalisasi dalam pemerintahannya adalah sebuah terobosan yang mengikuti irama kemajuan sebuah peradaban dunia.
Aplikasi itu dinamakan oleh Walikota HML Command Centre yang terkoneksi dengan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga tingkat Lurah dan RT.
Seiring dengan itu, pihak Dinas Perhubungan Kota Bima dengan cekatan memanfaatkan kecanggihan teknologi itu dalam melayani warga masyarakat Kota Bima.
Melalui UPT Balai Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan Kota Bima Launching BLU-e.
“Kami siap melayani anda dengan pelayanan terbaik, kepuasaan anda adalah tujuan kami , keselematan anda adalah tanggung jawab kami” adalah tema sentral dari launching BLU-e Dinas Perhubungan Kota Bima 16 Desember 2021.
Kegiatan Launching BLU-e itu di hadiri oleh Sekertaris Daerah Kota Bima , Asisten I Kota Bima, Asisten III Kota Bima, Asisten III Kota Bima, Kepala DLH Kota Bima, Dandim 1608 , Unsur FKPD, Polres Bima Kota, Ketua DPRD bersama Komisi III, Kepala Jasa Raharja, Kepala Samsat, Camat dan Lurah dan Pengusaha Transportasi Kota Bima.
Penguasaan Teknik Informatika adalah sebuah keharusan di era millenial karena terdapat inovasi baru yang hadir pada bidang transportasi khususnya di Unit Pelaksana Teknis Daerah Pengujian Kendaraan Bermotor yakni dengan menggunakan Bukti Lulus Uji elektronik (BLU-e).
Kepala Dinas Perhubungan Bapak Drs. M. Farid, M.Si menyampaikan BLU-e merupakan sistem berbasis elektronik, yang terintegrasi langsung dengan Pusat.
“Jadi kedepannya buku uji yang selama ini sebagai bukti lulus uji akan berubah menjadi kartu elektrik.L dan Bukti Lulus Uji Elektronik (BLU-e) diciptakan untuk mengganti bukti lulus uji KIR yang dulunya berbentuk buku” ungkap Farud.
Ia menjelaskan juga bahwa BLUe terdiri dari sertifikat tanda lulus uji, stiker hologram dengan QR Code yang ditempel pada kaca depan kendaraan dan satu Smart Card dengan teknologi NFC.
Unit pelaksana teknis memiliki 6 alat uji yaitu uji gas , uji rem, uji lampu, alat berat , suspensi dan kebisingan suara.
“Dan ingat, bahwa Kota Bima merupakan daerah pertama di Provinsi Nusa Tenggara Barat yg telah menerapkan sistem BLU-e ini”, demikian ujar Farid.
Sekertaris Daerah Kota Bima Drs. H. Mukhtar Landa, MH menyampaikan apresiasi kepada Dishub Kota Bima yang melakukan Launching BLU-e yang untuk pertama kali dilaksanakan di Nusa Tenggara Barat.
“Terimakasih untuk Dishub yang telah berjuang keras memperbaiki uji Kir yang bertahun-tahun rusak dan terimakasih untuk Ketua DPRD karena tanpa anggaran APBD maka seluruh kegiatan tidak akan tercapai”, ucapnya.
Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) yang dikonfirmasi Media Online Bimantika menyenutkan bahwa sistem BLU-e ini adalah sebuah sistim yang transparansi untuk menghindari dari berbagi bentuk pungutan liar dan korupsi.
“Semoga dimanfaatkan dan dipelihara sebaik-baiknya dan semua pembayaran terkait uji apapun dilaksanakan secara non tunai, sebagai bagian dari transparansi menghindari praktek pungutan liar dan korupsi” ungkap Walikota HML. (***)

