Bimantika.net -Seorang muslim harus menjaga hubungan baik dengan orang-orang di sekitarnya.
Dengan adanya kemajuan teknologi saat ini di era Digitalisasi, bersilaturahmi dapat dilakukan dengan mudah dan bisa dilakukan di mana saja.
Menjaga silaturahmi termasuk satu hal yang dianjurkan oleh Allah SWT. Adapun ayat Alquran dan hadis tentang silaturahmi yang perlu Muslim ketahui, Bunda.
Silaturahmi tidak hanya untuk menjaga hubungan antar sesama manusia, tetapi juga untuk mendapatkan pahala dari Allah.
Melansir dari buku Inilah Pesan Penting di Balik Berkah & Manfaat Silaturahmi karya Anna Mariana dan Milah Nurmilah, Allah SWT telah berjanji akan memberikan banyak keberkahan dalam hidup umat-Nya yang menyambungkan tali silaturahmi.
Hadis tentang perintah untuk silaturahmi ini diriwayatkan oleh Abu Ayyub Al-Anshari:
تَعْبُدُ اللَّهَ لاَ تُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا، وَتُقِيمُ الصَّلاَةَ، وَتُؤْتِي الزَّكَاةَ، وَتَصِلُ الرَّحِمَ، ذَرْهَ
Artinya:
“Beribadahlah pada Allah SWT dengan sempurna jangan syirik, dirikanlah sholat, tunaikan zakat, dan jalinlah silaturahmi dengan orang tua dan saudara.” (HR. Bukhari).
Hadis ancaman memutus tali silaturahmi
Orang yang memutus tali silaturahmi juga akan mendapatkan ancaman dosa, lho, Bunda. Hal tersebut juga dijelaskan dalam salah satu hadis, sebagai berikut.
مَا مِنْ ذَنْبٍ أَجْدَرُ أَنْ يُعَجِّلَ اللَّهُ تَعَالَى لِصَاحِبِهِ الْعُقُوبَةَ فِي الدُّنْيَا – مَعَ مَا يَدَّخِرُ لَهُ فِي الآخِرَةِ – مِثْلُ الْبَغْىِ وَقَطِيعَةِ الرَّحِمِ
Artinya:
“Tidak ada dosa yang lebih pantas disegerakan biasanya bagi para pelakunya di dunia, bersama dosa yang disimpan untuknya di akhirat, daripada perbuatan zalim dan memutus silaturahmi.” (HR. Abu Dawud).
Hadis tentang orang yang memutus silaturahmi tidak masuk surga
Rasulullah SAW juga mengingatkan ancaman bagi pemutus tali silaturahmi. Hal itu diriwayatkan dari Abu Jabir bin Muth’im, bahwa Rasulullah SAW bersabda,
لَا يَدْخُلُ اَلْجَنَّةَ قَاطِعٌ
Artinya:
“Tidak akan masuk surga orang yang memutus (silaturahmi).” (HR. Bukhari dan Muslim).
Surat An-Nisa ayat 1
يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُوا۟ رَبَّكُمُ ٱلَّذِى خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَٰحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَآءً ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ٱلَّذِى تَسَآءَلُونَ بِهِۦ وَٱلْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
Artinya:
“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah mengembang biakan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (perilaharalah) hubungan silaturahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.”.
Silaturahmi adalah salah satu hal penting dalam kehidupan. Sebagai umat Islam, menjalin hubungan baik dengan orang-orang disekitar kita adalah sebuah keharusan. Kalau dulu mungkin cara bersilaturahmi masih dengan cara sederhana dengan bertemu atau saling berkunjung, tapi sekarang dengan adanya kemajuan teknologi silaturahmi bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja. Perintah untuk menjaga tali silaturahmu sendiri sangat dianjurkan di dalam Al-Quran.. (***//Berbagai sumber)

