Bimantika.net -Gerakan Bongkar Bandar Narkoba yang digaungkan oleh Aktivis Mahasiswa atas nama Uswatun Hasanah atau yang akrab dipanggil Badai NTB mendapat respon positif dari Markas Besar (Mabes) Polri.
Bongkar bandar Narkoba yang digaungkan oleh Badai NTB sebelumnya melaporkan sejumlah oknum polisi yang terlibat dalam sindikat dan jaringan Narkoba di NTB ke Propam Polri dengan sejumlah data dan dugaan peranan oknum-oknum polisi yang bertugas di Polres Bima, Polres Bima Kota, Polres Dompu dan sejumlah oknum yang ada di Polda NTB.
Atas laporan Badai NTB itu, Pihak Mabes Polri mengeluarkan surat pemberitahuan perkembangan hasil penyelidikan Propam (SP2HP2) tertanggal 22 Januari 2025.

Surat yang bernomor B/381/I/WAS2-4/2025/Divpropam itu ditandatangani oleh Kombespol Yudo Hermanto, S I.K selaku Kakorpaminal atas nama Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Polri.
Dalam isi surat sebagaimana yang di upload oleh Akun Facebook Badai NTB hari ini Jum’at 24 Januari 2025 tersebut isinya secara garis besarnya adalah melakukan penyelidikan lebih lanjut oleh Biro Paminal Divpropam Polri atas aduan Badai NTB.
Badai NTB pun atas SP2HP2 itu menyampaikan sejumlah isi hatinya melalui postingan di Akun Facebook Pribadinya yang disertai oleh selembar surat yang dikeluarkan oleh Mabes Polri.
Berikut pernyataan badai NTB Dalam akun Facebooknya dan Media Online Bimantika meramunya tanpa mengurangi esensi.
Wahai para Nteli Koba (Beking Narkoba,red) Badai NTB dapat surat cinta dari Mabes Polri, tapi kalian masih sibuk wara-wiri dengan katanya, intinya, pokoknya!
Yang akhirnya kalian hanya sekadar ingin mengalihkan perhatian dari aib kalian sendiri, dari belenggu bandar yang kalian sembah dengan penuh nafsu.
Lucu sekali, kalian berlarian menggali kuburan masa lalu orang lain, sementara tanah di bawah kaki kalian sendiri penuh bangkai. Kalian lupa, bahwa masa lalu adalah milik semua orang.
Berapa banyak dari kita yang memiliki keberanian untuk berdiri melawan gelap, meski tahu bahwa bayang-bayang kesalahan akan selalu mengikuti?
Kalian berbicara tentang moralitas, tetapi hidup kalian adalah kamuflase dari kejahatan yang terorganisir.
Kalian berbicara tentang kebenaran, tetapi tangan kalian terus menggenggam erat uang hasil air mata anak-anak kecil yang hidupnya dirusak oleh Koba-Koba. Ironis, bukan?
“Fitnah adalah senjata terakhir dari mereka yang tahu bahwa mereka kalah dalam peperangan”.
Sebab kalian tahu,
Badai Ntb yang kalian hadapi ini tidak akan berhenti. Badai ini telah menggulung ketakutan menjadi keberanian, air mata menjadi tekad, dan hinaan kalian menjadi bahan bakar yang mengobarkan perjuangannya.
Maka teruslah menari para Nteli Koba. Tarian kalian adalah hiburan bagi mereka yang tahu bahwa kebenaran sedang menyalakan terang di tengah gelap yang kalian sembunyikan.
Tapi ingatlah, Badai tidak pernah bertanya kepada daun-daun kering yang ia hempaskan, ia hanya bertiup, menghancurkan apa saja yang berdiri di jalannya.
Dan ketika waktunya tiba, kalian akan menyadari bahwa bayang-bayang tidak pernah bisa melawan cahaya. (****)

