Bimantika.net _Dalam hitungan hari kedepan Pekan Olahraga Propinsi (Porprov) NTB akan di buka secara resmi di Mataram NTB.
Hasil investigasi Media Online Bimantika Rabu 1 Pebruari 2023 melalui penelusuran data-data bahwa ada potensi yang membuat ajang bergengsi tingkat regional bidang olah raga tersebut berpotensi keributan.
“Ada beberapa catatan penting yang menjadi atensi Koni Propinsi NTB yang sampai saat ini sama sekali belum di tindaklanjuti” ungkap salah satu pengurus Koni Kota Bima yang enggan di media kan identitasnya.
Menurutnya Ada perbedaan pendapat antara pengurus Cabang Olah Raga (cabor) Provinsi dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONi) NTB.
“Maunya Pengprov cabor diundang untuk didiskusikan secara bersama-sama dengan Koni Kabupaten dan Kota.
Namun KONI NTB menganggap tidak perlu Karena ada bidang keabsahan data
Batasan tanggung jawab. Secara Tehnis, Cabor Pengprov bertanggungjawab tehnis pertandingan” ujarnya.
Lanjutnya, Artinya bahwa di Technical Meeting (TM) sebelum bertanding cabor hanya membahas tehnis pertandingan tidak meributkan Atlet.
“Maunya kita sebelum keabsahan ini tuntas. KONi NTB mengundang KONI Kabupaten dan Kota se NTB untuk membahas bersama-sama dan Difasilitasi oleh bidang keabsahan dan didampingi oleh Pengprov cabor” demikian ungkapnya.
Data yang di himpun Media Online Bimantika bahwa ada beberapa Cabor yang dianggap bermasalah soal atlit yang berlaga di arena Porprov NTB.
Cabor yang bermasalah diantaranya adalah Cabor panjat tebing, di Cabor ini Koni Mataram ambil atlit asal Bali.
Atlit Panahan Kota Bima di input juga oleh Kabupaten Dompu
Cabor Catur Kabupaten Bima mengambil atlit yang sudah pindah di Jawa tengah.
Cabor Motor, bahwa soal motor di PP ada batas usia maksimal 25 Tahun. Dan di Porprov NTB gunakan umur 30 tahun.
Cabor Menembak Mataram manipulasi nomor yang diturunkan pada atlit nya. Maksimal 3 nomor hasil rapat Koni NTB. Mereka lebih dari 6 bahkan 9 satu atlit ambil nomornya.
Sementara Koni Loteng mengambil atlit dari Jawa Tengah.
Cabor Petanque Mataram ambil atlit dari sumut dan Jatim.
“Nah itulah kejanggalan-kejanggalan yang terjadi menjelang Porprov NTB di Mataram nanti” demikian ujarnya.
Penanggungjawab pertandingan Porprov NTB Yakni Ketua Bidang Pertandingan Porprov NTB Agus Suharian yang dikonfirmasi media Online Bimantika Rabu malam 1 Pebruari 2023 membeberkan beberapa hal tekhnis.
Menurut Agus bahwa Koni NTB selalu koordinasi dengan sejumlah Koni Kota dan Kabupaten se NTB bahkan dengan Cabor.
“Kami tetap ketemu, tetap koordinasi beberapa kali selama ini” ujar Agus.
Lanjutnya bahwa even Porprov adalah pekerjaan KONI NTB, sementara Cabor-cabor adalah pelaksana dari even tersebut sehingga Koni NTB hanya menerima data atlit dari Koni Kota dan Kabupaten lalu diproses hingga penetapan.
“Yang mendaftar kan Atlit nya itu Koni Kabupaten dan Kota by Name By Adress, dan Koni NTB memprosesnya hingga sampai ditetapkannya atlit tersebut by name by adres oleh Koni NTB” demikian ujar Agus. (****)

