Foto : Jufriadin, SH Pimpinan Redaksi Media Online Londa Post dan Tokoh Warga Desa Sondosia Kecamatan Bolo Kabupaten Bima
Bikantika.net atas kejadian pembunuhan sadis yang dilakukan oleh Sukardin Eks TKI Malaysia siang tadi 6 Oktober 2021, menyisakan banyak cerita dibalik awal mula stresnya si Pelaku Pembunuhan sadis yang tak manusiawi itu.
Hasil penelusuran Media Online Bimantika pada Jufriadin, SH salah seorang tokoh sentral warga Desa Sondosia Kecamatan Bolo Kabupaten Bima banyak cerita dan kisah yang diungkapkan.
Jufriadin, SH yang juga Sebagai Pimpinan Redaksi Media Cetak dan Online Londa Post memberikan kesaksian bahwa sebenarnya Sukardin adalah Bukan Orang Gila melainkan stres hadapi kehidupan dengan mantan istrinya setelah selesai jalani hukuman penjara saat jadi TKI di Negara Malaysia.
Bang Jev Sapaan akrab Pimpinan Redaksi Media cetak dan Online Londa Post ini mengemukakan bahwa pasca pulangnya Sukardin dari Malaysia dirinya sempat di datangi oleh Sukardin dan adiknya Burhan yang saat ini sebagai Staf Desa Sondosia.
Ia menceritkan pada sekitar bulan Maret 2021 lalu, Sukardin dan adik kandungnya Burhan mendatangi dirinya di kediamannya lingkungan Jenamawa Kelurahan Dara RasanaE Barat Kota Bima.
Kedatangan Sukardin dan Burhan semata-mata datang keluh kesah kepada dirinya selaku yang ditokohkan oleh warga Sondosia.
Alhasil Sukardin menceritakan pada dirinya bahwa mantan istrinya bernama Mida tidak ingin jual rumah yang ditempati oleh Mida dan suami barunya.
Bang Jev pun memberi saran pada sukardin bahwa sesungguhnya rumah itu tidak boleh dijual karna adanya anak sebagai pewarisnya.
“Tanah dari bangunan itu adalah warisan dari orang tua istrinya, hanya bangunan milik bersama, itupun bangunan atas program pemerintah yakni program Bedah Rumah” ujar Bang Jev.
Atas keluh kesah dari Sukardin itupun Bang Jev menindaklanjuti dengan menelpon Ketua RT saat itu namanya Mansyur, dan Pihak kepolisian setempat.
“Namun Mida bersikeras tidak ingin menjual rumah itu karena pikirkan untuk hidup bersama anaknya” demikian ujar Om Jev.
Bang Jev Bisa memastikan bahwa pelaku Pembunuhan siang tadi di Desa Sondosia adalah manusia normal dan tidak mengalami gila sebagaimana berita yang tersiar di media sosial.
“Karna bulan maret itu Sukardin bilang ke saya stress hadapi mantan istrinya yang tidak ingin jual rumah” ungkap bang Jev.
Lanjut Bang Jev bahwa setelah dirinya kroscek ke Kepala Desa, warga dan tetangga di Sondosia ternyata ruman itu bermasalah.
“Masalahnya adalah keberadaan tanah tempat bangunan itu harta bawaan mantan istrinya dan bangunannya hasil bersama itupun program bedah rumah pemerintah” ungkap bang Jev.
Atas dasar itu, Bang Jev pun sarankan pada Sukardin untuk mufakat baik-baik sama mantan istrinya karena ada anaknya selaku pewaris.
“Sukardin mau jual rumah tersebut karena tidak rela jika rumah itu ditempati mantan istrinya dengan suami barunya, dan saya telpon polisi setempat untuk memanggil Sukardin dan mantan instrinya untuk mufakat tidak ada titik temu kedua nya”
Menurut Bang Jev bahwa ini pemicu awal mula Saudara Sukardin Stres dan mulai April 2021 saya tidak lagi tengahi masalah keduanya.
Atas kejadian Pembunuhan siang tadi dan terbunuhnya Sukardin ditangan amukan massa dirinya turut berduka cita yang sangat amat dalam karena diluar jangkauan dan tanpa sepengetahuannya. (***)

