Allah Menguji Manusia Sesuai Dengan Kemampuannya

jpn

Bimantika.net -Allah SWT telah mengatur alam semesta dan isinya, termasuk takdir dari umat Muslim serta ujian hidup yang dihadapinya.

Dalam hidup, manusia tidak akan luput dari ujian yang datang.

Allah SWT selalu Menguji HambaNYA dalam berbagai Bentuk, dan Seringkali ujian tersebut terasa ringan, namun tak jarang juga terasa berat dan datang secara bertubi-tubi.

Sejatinya dalam hidup, kita tidak mungkin bisa sepenuhnya lepas dari masalah. Satu masalah selesai, maka bersiaplah dengan masalah lainnya yang bisa lebih ringan dan bisa lebih berat.

Tentang masalah hidup sebagai sebuah ujian ini, ingatlah bahwa Allah menguji hamba-Nya sesuai dengan kemampuannya.

Allah berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 286:

Artinya: Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami, ampunilah kami dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir. (QS. Al-Baqarah: 286).

Dari ayat ini kita bisa pahami bahwa batas kemampuan setiap orang berbeda-beda dalam menghadapi ujian dari Allah.

Misalnya ujiannya para Nabi dan Rasul pasti lebih berat dari kita manusia biasa.

Kemudian, kita sebagai manusia yang diciptakan Allah sebagai tempatnya salah dan lupa juga harus selalu mohon ampun kepada-Nya, karena Allah Maha Pengampun dan Maha Pemberi Pertolongan.

Janji Allah atas ujian bagi manusia itu juga ditegaskan dalam ayat lainnya.

Allah berfirman ; “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. (QS. Al-Insyirah: 5-6).

Maka dari itu, ujian demi ujian yang silih berganti harus selalu kita lalui dengan tetap melibatkan Allah.

Sesuai dengan makna bahwa Islam adalah agama yang memberikan kemudahan, begitu pula kepada ujian yang diberikan untuk penganutnya tidak akan menyulitkan.

Allah SWT mengetahui kemampuan seorang hamba-Nya dan tidak menuntut untuk melakukan sesuatu yang tidak mereka sanggupi.

Yakinlah Allah tidak akan memberi cobaan diluar batas kemampuan umatnya.

Jika kita merasa cobaan ini terlalu berat sejatinya kita masih bisa untuk menghadapinya sebesar apapun masalah kalaulah Allah selalu di Hati semua akan menjadi mudah. (***//Berbagai Sumber)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *