Bimantika.net _Kejuaraan panjat tebing nasional Specta Mahasiswa pecinta alam UIN Raden Sunan Said Solo Jawa tengah telah dimulai.
Kejuaraan yang rutin diadakan oleh Mapala Specta UIN Solo ini adalah kali ke empat di tahun 2022 ini.
Tidak kurang dari 400 peserta ambil.bagian dalam kejuaraan, dalam rangka mencari bibit atlit dan memasyarakatkan olahraga panjat tebing bagi masyarakat Indonesia.
Saat ini Atlit Indonesai telah beberapa kali menjuarai kejuaraan dunia sebut saja kejuaraan di negara China baru-baru ini para climber Indonesia mengumandangkan lagu kebangsaan Indonesia ungkap ketua panitia SCC IV UIN Solo, Arta.
Arta menjelaskan bahwa pencarian bibit baru bagi indonesia sangat penting dan regererasi bagi atlit itu wajib.
400 peserta mulai dari ujung barat Indonesia sampai ujung timur Termasuk Bima NTB ikut berkompetisi.
Dalam laporannya panita pelaksana dikejuaraan ini mempertandingkan beberapa nomor yaitu nomor lead umum putra dan putri, Nomor lead mapala umum putra dan putri, nomor lead pelajar putra dan putri serta nomor speedir kit putra dan putri.
“Karena cuaca saat ini ada kendala hujan maka kami mengambil keputusan waktu kejuaraan ditambah dua hari” ungkapnya.
Lanjutnya, Mestinya dijadwal tertera tanggal 13 sampai dengan 15 agustus maka kejuaraan ini akan selesai tetap pada perayaan hari kemerdekaan RI 17 Agustus 2022.
“Insya Allah mas hari ini akan dipertandingkan dua nomor babak kualifikasi yaitu lead umum putri dan lead pelajar putri” bebernya.
Menyinggung soal hadiah untuk para juara Arta menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan total hadiah 50 juta.
Ditempat terpisah Ketua Harian Federasi Panjat Tebing Indonesia Kota Bima Muhammad Fauzi, S.Pt menjelaskan bahwa Kota Bima mengirimkan 6 atlit yang terdiri dari 2 atlit pelajar putra (Man 2 Kota Bima), 2 pelajar putri 2, 1 atlit Mapala STIE Bima dan 1 atlit KOPA Mbojo.
Lanjutnya bahwa Pagi ini minggu 14 Agustus 2022. dua atlit pelajar putri dan satu atlit Mapala Stie Bima akan turun pada nomor lead pelajar dan mapala putri pada babak pembuka atau babak kualifikasi sejumlah 38 atlit dari berbagai daerah.
Menyinggung soal anggaran keberangkatan para jawara kota bima Ozy Ching menuturkan bahwa dengan modal tekad dan keyakinan apapun akan bisa dilewati.
Dalam statusnya di faceboonya “Ada asa terselip dinadi mereka.. Berharap mimpi jadi nyata..Dengan segala keterbatasan… Kami tanamkan keyakinan bahwa sulit dan mudah berdempetan…Dengan BISMILLAH mereka mulai.. Selamat bertanding wahai pasukan.. Genggamlah pelangi walau tak pasti…
Bermodalkan keyakinan dengan anggaran yang sangat minim Rp.6.4 jt kami berani diri..
“Enam juta lebih itu diperoleh dari bantuan Ibu Kepala Man 2 Kota Bima, Bantuan Walikota Bima secara pribadi 1.7 jt. Bantuan dari atlit senior 1 jt. Urunan para atlit 1.7 jt. Sehingga terkumpul 6 juta lebih” ungkapnya.
Disinggung mengenai bantuan pemerintah melalui Koni kota Bima ia menuturkan bahwa proposal sudah dimasukkan namun sampai dengan ini belum ada kejelasannya..
Ia berharap agar proposal tersebut segera direalisasikan. Karena terus terang kami masih bingung gimana untuk biaya kepulangan para atlit yang berlaga.
Termasuk satu atlit PON NTB yang berasal dari Kota Bima yang dikirim untuk mengikuti multi event Kejuaraan Eiger Bandung.
Ditanya kok berani mengirim atlit sementara tidak memili budget singkat dijawab..
Tuhan bersama orang-orang berani.
Secara terpisah Atlit Fatahillah Eqy usia 20 tahun selaku koordinator tim, Melalui saluran WA menambahkan bahwa kondisi para atlit dalam keadaan sehat.
Dan memohon doa dan dukungan dari lapisan masyarakat Kota Bima semoga dapat memberikan yang terbaik untuk Kota Bima tercinta ungkapnya.(***)

