Bungkamnya Dunia Atas Kekejaman Israel Terhadap Palestina

Oleh: Rahmania, S. Psi

Sejak 74 tahun silam Palestina menjadi sasaran kekejaman Israel. Selama kurun waktu tersebut penindasan, pembunuhan, serta kezaliman Israel lainnya abai dari perhatian publik. Terbukti dunia internasional bungkam akan pembunuhan yang terjadi secara terus menerus ini.

Derita Palestina

Hancur! Seperti itulah kondisi Palestina hari ini. Bangunan-bangunan porak-poranda, baik rumah penduduk maupun fasilitas umum hancur lebur. Tak hanya bangunan, penduduk pun ditembak dan dihabisi. Tak terhitung telah berapa kali Israel membombardir Palestina, tak melihat waktu bahkan di bulan Ramadhan, tak melihat tempat, bahkan di dalam Masjidilaqsa rakyat Palestina ditembak membabi buta.

Dentuman bom dan ledakan senjata adalah suara yang kerap kali menemani rakyat Palestina. Tak terhitung berapa banyak saudara kita yang syahid dalam kekejaman Israel ini.

Serangan Israel terhadap Palestina sangat tidak berperikemanusiaan. Mereka bahkan membunuh wanita, anak-anak lemah yang tidak memerangi mereka, bahkan orang tua juga pekerja, seperti para peliput berita. Banyak dari para wartawan yang meninggal bahkan cacat seumur hidup akibat dari invasi militer ini.

Demikian kondisi Palestina hari ini. Rasulullah saw. bersabda, “‘Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam hal saling mencintai, mengasihi, dan menyayangi di antara mereka adalah ibarat satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga (tidak bisa tidur) dan panas (turut merasakan sakitnya)” (HR Muslim).

Maka telah sepantasnya seluruh umat Islam di negeri-negeri muslim bereaksi atas kezaliman Israel ini sebagai wujud keberpihakan terhadap kondisi sesama kaum muslimin. Umat Islam tidak sepatutnya diam jika saudara seiman di seluruh dunia tertindas dan terzalimi. Sebab Islam adalah agama yang rahmatan lil alamin, salah satunya mewujud dalam tindakan kepedulian terhadap sesama.

Media Bungkam Terhadap Derita Palestina

Invasi senjata Rusia terhadap Ukraina begitu ramai diperbincangkan media. Terutama media internasional yang sangat kuat mengaruskan informasi ini. Terhitung sejak awal invasi dilancarkan pada bulan Februari hingga hari ini media informasi dunia seperti Al Jazeera begitu gencar mengaruskan berita ini.

Sangat berbeda dengan penyerangan Israel terhadap Palestina atau penyerangan negara barat terhadap negeri Islam yang sepi akan pemberitaan. Dalam invasi militer Rusia, dunia barat melihatnya dari sudut pandang kemanusiaan,

Rusia dianggap melakukan kejahatan kemanusiaan bahkan rakyat Ukraina siap diterima sebagai imigran oleh negara lain. Berbeda sikapnya terhadap Palestina. Media internasional bahkan memberitakan bahwa rakyat di negeri muslim adalah teroris. Dan tak ada satu negera pun yang bersedia menerima imigran baik dari Palestina maupun negara muslim lainnya.

Padahal fakta kejahatan negara barat sudah berlangsung puluhan tahun lamanya, seperti di Palestina yang telah berlangsung 74 tahun, telah membunuh dan menumpahkan darah rakyat Palestina. Israel telah mencaplok paksa wilayah Palestina, mengurung rakyat Palestina dengan tembok pemisah. Seharusnya inilah yang merupakan sebuah kejahatan kemanusiaan juga tindakan terorisme, namun dunia bungkam terhadap kekejaman ini.

Padahal kejahatan ini terus dirasakan oleh rakyat Palestina tanpa kenal waktu bahkan di bulan Ramadhan. Terbaru Israel menembak rakyat Palestina yang tengah melaksanakan sholat tarawih di Masjidilaqsa 15 April lalu, juga menembak rakyat Palestina yang sedang memperingati isra mikraj Februari lalu.

Dalam kurun waktu 2 bulan telah terjadi dua tindakan keji, namun invasi militer Rusia pada Ukraina lebih gencar diberitakan media-media di dunia.

Tak dipungkiri asas kepentingan meliputi dalam sistem kapitalisme global hari ini. Begitu juga dengan munculnya sikap dan reaksi, baik dari media maupun reaksi dari masyarakat dunia.

Fakta bahwa hari ini seluruh negara di dunia telah melakukan hubungan luar negeri dengan Amerika dan Israel, tak terkecuali dengan negeri-negeri kaum muslimin. Dan negara-negara tersebut telah melakukan perjanjian damai dengan Israel terkait kasus Palestina.

Tidak lah mengherankan jika seluruh negara hari ini hanya mengecam atas tindakan keji Israel dan Amerika terhadap Palestina dan negeri-negeri kaum muslimin. Juga bungkamnya media-media di dunia, sebab jika dunia hari ini menguak kejahatan kedua negara tersebut, maka akan mengancam hubungan bilateral dan politik luar negeri mereka dengan Amerika dan Israel.

Demikian potret negara muslim di bawah kungkungan sistem kapitalisme hari ini, mereka lemah tidak memiliki kedaulatan dan sangat bergantung pada otoritas negera kafir yang sangat jelas merupakan musuh bagi kaum muslimin.

Hanya Khilafah yang Akan Menjadi Benteng Terhadap Penjajahan

Melihat kondisi hari ini rasanya sangat sulit bahkan mustahil untuk membebaskan Palestina dari cengkeraman Israel. Ketiadaan institusi Islam semakin memperburuk kondisi Palestina. Umat Islam yang seharusnya berpihak pada sesama muslim justru saat ini mereka bergandengan tangan bermesraan dengan negara penjajah Amerika dan Israel.

Sikap negeri-negeri muslim terhadap penjajah seharusnya adalah sebagaimana yang telah diperintahkan oleh Allah SWT dalam Al-Qur’an surat At-Taubah ayat 14 yang artinya, “perangilah mereka, niscaya Allah akan hancurkan mereka dengan (perantaraan) tangan-tangan kalian, menghinakan mereka serta akan menolong kalian atas mereka sekaligus melegakan hati kaum mukmin.”

Demikian juga dalam surat Al-Baqarah ayat 191 yang mana Allah memerintahkan kita untuk mengusirnya, “usir lah mereka dari tempat dimana mereka telah mengusir kalian”. Dalam Ayat tersebut sangat jelas bahwa Allah memerintahkan untuk memerangi kaum kafir penjajah serta mengusir mereka dari tanah-tanah kaum muslimin.

Namun dengan kondisi umat Islam yang terpecah belah menjadi banyak negara saat ini, memerangi penjajah adalah hal mustahil untuk dilakukan. Dengan ketiadaan komando atau imam sebagai pemimpin perang (baca:jihad) untuk melawan penjajah. Kondisi Palestina yang dijajah dengan senjata dan militer telah sepatutnya dilawan dengan senjata dan militer pula sebagai langkah adil dalam memberikan perlawanan.

Maka sudah saatnya negeri-negeri muslimin menyatukan wilayah mereka agar menjadi satu wilayah berkekuatan besar yang mewujudkan kaum muslimin untuk memiliki junnah sebagai pelindung dan penjaga keselamatan dan kehormatan jiwa kaum muslimin di seluruh dunia. Siapa saja yang memusuhi Islam dan kaumnya, khalifah lah yang menjadi benteng penjaga.

Tidak seperti hari ini, umat Islam di seluruh dunia hidup dalam kondisi dihinakan oleh kaum kafir dan sistem yang mereka ciptakan. Hanya dengan institusi khilafah negara penjajah takut dan tidak lancang menginjak dan mengambil tanah kaum muslimin. Penjajah tidak mudah membunuh serta menzalimi umat Islam.

Dan untuk mewujudkan hadirnya seorang khalifah maka umat Islam di seluruh dunia harus berjuang untuk mendatangkannya dengan jalan memperjuangkan agar diterapkannya kembali syariat Islam.

Sebab menjadi khalifah adalah amanah mulia dari Allah dan Rasul-Nya. Jelas bahwa khalifah akan hadir dari sistem yang agung.

Khalifah tidak akan pernah lahir dalam sistem kufur seperti sistem sekularisme kapitalisme yang diterapkan hari ini. Untuk itu, menjadi kewajiban bagi setiap kaum muslimin di seluruh dunia untuk terus berjuang mendakwahkan sistem Islam yakni khilafah.(//***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *