Bimantika.net _1 Oktober 2022 hari puncak Prosesi Khitanan Putra Bungsu Almarhum Sultan Ferry Zulkarnain, ST yang bernama Muhammad Putera Pratama.
Dan ditanggal yang sama adalah hari lahirnya Almarhum Sultan Ferry Zulkarnain, ST Bupati Bima Dua Periode 2005-2015.
Majelis Adat Sara Dana Mbojo menggelar prosesi budaya Suna Ro Ndoso (khitanan) Muhammad Putera Pratama, Putra kedua Sultan H. Ferry Zulkarnain, ST (Alm) dan Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE (Bupati Bima).
Selain itu, kegiatan khitanan juga diikuti Muhammad Athala Zulkarnain, Putra Tajul Sirajuddin, SE, dan Muhammad Naufal Haydar, putra Ardhi Ekapaty, SE, MM.
Sebelum puncak acara hari ini 1 Oktober 2022, sebelumnya ada Prosesi budaya yang dilaksanakan sejak 28 September hingga 1 Oktober 2022 di Pendopo Bupati Bima dan Museum Asi Mbojo.
Prosesi suna ra ndoso (khitanan) Kebudayaan adalah cerminan jati diri, sehingga perlu secara terus menerus untuk tetap dilindungi, dikembangkan dan dilestarikan, hingga akhirnya memiliki nilai manfaat yang berkesinambungan
bagi seluruh masyarakat Bima.
Upacara daur hidup menjadi bagian dari kebudayaan yang mencerminkan tiga fase penting dalam kehidupan, yaitu kelahiran, perkawinan, dan kematian.
Hj. Ferra Amalia, SE, MM sebagai Ketua Majelis Adat Syara’ Dana Mbojo akan mengemas prosesi Suna Ra Ndoso sebagai ajang pelestarian budaya yang akan menampilkan berbagi atraksi budaya seperti lomba mpa’a gantao, upacara kapanca, atraksi gambusgambus, eksebisi marawis dan compo sampari.
Lomba mpa’a gantao adalah salah satu tarian rakyat yang telah tumbuh sejak zaman Kesultanan Bima.
Atraksi kesenian ini diperkirakan ada sejak massa pemerintahan Sultan Abdul Khair Sirajuddin (1648-1685).
Mpa’a Gantao dimainkan oleh dua orang penari, Alat musik pengiringnya adalah dau buah Gendang, Tawa-Tawa, Gong serta alunan Sarone. (***)

