Bimantika.net Banjir ganas yang menerjang Kecamatan Madapangga, Bolo, Belo, Woha dan Monta di Wilayah Kabupaten Bima pada Jum’at (2/4/2021) lalu kini menyisakan duka yang sangat mendalam.
Warga Para Petani, Peternak dan Petambak mengalami kerugian yang tidak sedikit akibat hantaman banjir ganas tersebut. Petani gagal tanam, gagal panen dan lahan pertanian rusak total.
Lahan Tambak milik warga pun bak lautan selurus isi tambak pun tersapu habis oleh derasnya arus banjir bandang yang seketika menjadikan tambak ibarat lautan.
Ribuan Ternak milik warga tidak ketinggalan tersapu habis oleh terjangan banjir yang sepertinya menyeret ternak berupa ayam, kambing, sapi dan kerbau milik Warga, sungguh kerugian warga yang sangat amat berat.
Dengan adanya kerugian itu, warga Kabupaten Bima yang mengalami kerugian tersebut mengharapkan bantuan dan uluran tangan dari Oemerintah Kabupaten Bima, Pemprof NTB dan Pemerintah Pusat.
“Semoga Bupati Bima, Gubernur NTB dan Presiden Republik Indonesia Pak Jokowi bisa memulihkan keadaan perekonomian kami yang sudah hancur total” ungkap Salah Satu Warga yang kehilangan Ternaknya.
Tokoh Muda Kabupaten Bjma yang juga sebagai Direktur Utama PT. Bukit Berlian Sambava (BBS), Herman Effendy, S. Sos, M. Ap berharap pada Pemerintahan Kabupaten Bima melakukan upaya recovery ekonomi pasca banjir.
Menurut Herman bahwa sesungguhnya pemerintah Kabupaten Bima wajib lakukan pemulihan ekonomi warga pasca banjir, sesuai arahan dan perintah Bapak Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo.
“Jangan sampai ada laporan ke Pak Presiden .jangan lapor yang besar-bedar, namun aktualisasi kepada rakyat tak sesuai harapan” ungkap Herman.
Disamping itu, Herman Effendy memberikan pesan moral pada Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE agar senantiasa mengayomi seluruh korban banjir tanpa dikotomi.
“Tak boleh ada dikotomi dalam pembagian bantuan korban banjir, semua nya harus merata sesuai dengan kerugian yg warga alami” demikian Pesan Herman Effendy
Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima, Aris Munandar, ST, MT, mengatakan, menindak lanjuti hasil Rakor yang digelar pada, Minggu 4 April, beberapa waktu lalu, sejumlah OPD, Dinas, Badan dan Bagian langsung bergerak pada, Senin, 5 April 2021, di hari keempat pasca banjir, kemarin.
‘’Dan hingga hari ini (Selasa 6 April, masih membantu warga yang terdampak,’’ujar Aris.
Mereka akan menyebar sesuai jadwal masing-masing, di Kecamatan yang kondisinya sangat parah dan membutuhkan bantuan.
Dijelaskan Kalak Aris, berdasarkan Pusat Data Dan Pelaporan (Pusdalops) PB BPBD Kabupaten Bima, jumlah KK yang terdampak sebanyak 9415 KK, Jiwa yang terdampak 26.208 orang, Desa terdampak 46 dan meninggal dua (2) orang.
Sedangkan Rumah yang terdampak 9583 unit, Rumah Rusak Berat 383 unit, Rumah Rusak Sedang 2.199 unit, Rumah Rusak Ringan 2.773 unit.
Kemudian untuk Kebinamargaan 13 unit, Irigasi 46 unit, Pendidikan 49 unit, Kesehatan 29 unit, fasilitas Umum lainnya 54 unit.
Ternak 8240 ekor, tambak masyarakat 1112,5 hektar are, Pertanian 441,5 hektar are, air 9.563 kk.
Jenis banjir bandang terjadi di enam kecamatan, 56 desa, longsor satu kecamatan dan abrasi satu kecamatan. (@@@)

