Tokoh Muda Kae Bicara Soal Kegagalan IDP Dahlan

Bima Bimantika.net
Salah seorang tokoh Pemuda Wilayah Kae, Irwan, SH pada Bimantika.net rabu (31/7/2019) menyatakan bahwa Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri,SE (IDP.red) gagal membangun Bima secara utuh dan menyeluruh. Bahkan Kader Partai Demokrat Kabupaten Bima ini membuat postingan dalam akun facebook pribadinya.
Berikut Akun Facebook Pribadi Wakil Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Bima ini.
Terbentuknya kota Bima dan kabupaten Bima sudah berjalan puluhan tahun lamanya, mulai dari rezim nya pemerintahan H. Zainul Arifin, Ferry Zulkarnaen, H. Syafruddin. Dan Hj indah Damayanti purtri. Sampai dengan hari ini masih menyisakan sejumlah persolan pelayan publik yang tidak memadai, dan terkesan sulit yg di rasakan langsung oleh masyarakat kabupaten Bima sampai saat ini, semenjak pisahnya pemerintahan kota Bima Dan kabupaten Bima, dampak dan kesulitan betul betul berimbas pada kita masyarakat dan rakyat yang berada di wilayah kabupaten. Baik secara ekonomi sosial lebih lebih di sisi pelayanan pemerintah terhadap kepentingan dan kebutuhan hidup sehari hari,

Rentan waktu yang cukup lama ini, bukan lagi alasan buat pemerintah sekarang utk mencari cari alasan untuk tidak lagi menjawab atas kebutuhan masyarakat akan maksimal nya pelayanan pemerintah baik yg menyangkut fisik maupun non fisik.

Salah satu contoh lemahnya pemerintah saat ini, belum mampu nya memindahkan seluruh kantor kantor dinas yg ada, seperti BPMDes dinas Pertanian, Bappeda. dll. Sehingga berimbas dan berpengaruh terhadap maksimalnya pelayanan oleh dinas dinas yg sudah duluan di pindahkan, karena bagaimanapun, antara dinas yg satu dan yg lain ada keterkaitan.

Di sisi lain yg membuat Ambu rasulnya pelayanan pemerintah daerah sekarang yg ada di desa dadibou, kecamatan woha, adalah tidak adanya pembangunan infrastruktur yang memadai, baik penataan jalan dan areal utk pembangunan tempat penjualan bahan makanan yg akan melayani pegawai yg ada dan bekerja, dan megahnya kantor pemerintah yg ada tdk di dukung oleh lingkungan desa desa yg ada di sekitar kantor pemerintah kabupaten Bima, masih kumuh dan tidak tertata.

Alih alih kita sekarang, sebentar LG akan masuk pada tahun pemilihan bupati dan wakil Bupati, sementara persoalan demi persoalan yg masih menyisakan penderitaan utk kita semua, sangat tdk relevan, jikalah kt masuk utk membahas persoalan pilihan untuk saat ini,sekarang yg di butuhkan utk mengawal jalannya program yang dilakukan oleh pemerintah, belum saatnya BG kita utk saling Berkampanye, melanjutkan atau ganti bupati dan wakil Bupati.

Tugas kita sebagai masyarakat saat ini, menurut saya pribadi, mari kita kawal pemerintah yg berkuasa sekarang, supaya bisa memaksimalkan pelayanan terhadap kebutuhan masyarakat kabupaten Bima saat ini. Baik yg berupa visi misi maupun kontrak politik sesaat pada masa jalan blusukan dari lorong lorong pada masa kampanye. Yg sampai saat ini masih di tagih oleh masyarakat di berbagai wilayah dan pelosok desa.

Belum LG pada setiap kegiatan hari besar negara, seakan akan ibu kota kecamatan woha sudah menjadi langganan kemacetan lalulintas, di setiap tahun. Hal inilah yang mesti menjadi rujukan kita bersama utk mengharuskan keterlibatan kita masyarakat, utk mengingat kan pemerintah yg berkuasa saat ini, lebih lebih kepada dinas terkait yg berwenang sebagai perencana dan penataan pembangunan daerah dalam hal ini, BAPPEDA, PERKIM dan PU. di tangan dan kepala merekalah yg menentukan maju dan mundur nya pembangunan daerah dan masyarakat kabupaten Bima, di bawah perintah kepala daerah dan wakilnya. BUPATI dan WAKIL BUPATI.

Merujuk dari persoalan daerah kita saat ini, kabupaten Bima, masih banyak yg harus di benahi dan lakukan oleh kepala daerah dan pembantu Nya, Tampa kita sadari kita selama kurun waktu pemisahan kota Bima dan kabupaten Bima, masyarakat kabupaten Bima yg sangat merasakan dampak dari lamanya proses perpindahan tsb. Masyarakat kabupaten Bima yg di rugikan secara ekonomi. (Tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *