Bimantika.net Rencana dan gagasan Besar Pendirian Kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bima oleh Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) yang disambut positif oleh Mentri Agama Republik Indonesia kini sudah di depan Mata.
Prof. DR. Muslimin salah satu tim assesor Perguruan Tinggi se Indonesia mengakui keberadaan tim-tim Handal para pemikir dunia pendidikan Islam yang ada di Bima. Sehingga dalam penilaiannya sebagai tim assesor Perguruan Tinggi menyatakan bahwa sarat utama dan administrasinya memenuhi kriteria sebagaimana dalam regulasi pendirian sebuah Perguruan Tinggi Negeri.
“Alhamdulillah saya selaku Assesor yang menilai sarat dan kelengkapan pendirian sebuah Perguruan Tinggi Negeri menyatakan bahwa gagasan pendirian IAIN Bima seluruhnya memenuhi sarat sebagai mana yang di syaratkan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT)” ujar Prof Muslimin.

Sementara itu Ketua Tim Pembentukan IAIN Bima, Prof. DR. Muhammad, M. Pd menyebutkan bahwa dirinya memiliki tugas dan tanggung jawabnya sebagai Ketua Tim Pembentukan sudah melakukan tahapan administrasi sesuai dengan regulasi yang menjadi sarat utama pendirian kampus Negeri di Bima.
Saat di wawancara langsung oleh Media Cetak dan Online Bimantika pada Kamis malam (11/3/2021) di Lobby Hotel Marina Inn menyebutkan bahwa tim nya dari berbagi Doktor lainnya saat ini sudah maksimal melakukan upaya secara administratif sehingga dirinya pun berkeyakinan akan berdiri pada waktunya sebuah Perguruan Tinggi Negeri di Wilayah Bima.
Prof. DR. Muhammad didampingi oleh para tim lainnya yakni Prof. DR. Muslimin selaku Tim Assesor, DR. Ismail, DR. Bahtiar, DR. Syarifuddin, Damar Damhuji, M. Pd, M.A
Prof. DR. Muhammad Menjelaskan bahwa pendirian IAIN Bima ini semula ide awalnya adalah mendirikan Sekolah Tinggi Agama Islam, .namun dirinya dan tim lainnya menerobos sesuatu hal yang penting dan urgen sehingga ide awal itu di tindaklanjuti lebih lanjut dengan IAIN sekaligus
“Kalau Sekolah Tinggi menuju ke UIN nya memakan waktu yang panjang, tapi kalau IAIN itu sangat mudah dialihkan ke UIN” ungkap Prof. Muhammad.

Lanjutnya bahwa proposal pengajuan IAIN Bima dengan 9 Program Studi tersebut memiliki pengalaman panjang bahwa selama ini menembus mentri saja sangat susah.
“Namum proposal pendirian IAIN Bima ini langsung disambut hangat oleh Pak Mentri Agama tentu karena Walikota Bima H. Lutfi memiliki riwayat persahabatan yang luar biasa baik dengan pak Mentri Agama” ungkap Prof Muhammad.
Prof Muhammad mengakui keseriusan Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE sehingga dirinya bersama tim lainnya pun ikut bekerja ekstra keras dalam rangka memenuhi sarat normatifnya.

Lanjut Prof Muhammad bahwa Sarat Normatifnya berdirinya IAIN Bima bahwa setiap Prodi itu ada kurikulum nya sehingga dibutuhkan para tenaga pengajar yang kompetensi di kurikulum tersebut.
“Dalam satu prodi minimal 6 tenaga pengajar dan IAIN Bima sudah memenuhi dan melengkapi itu semua” tegas Professor Asal Kecamatan Langgudu Kabupaten Bima ini.
Dan diakhir wawancaranya Prof Muhammad sebut bahwa setelah berdirinya IAIN Bima sejumlah Professor dan Doktor Asal Bima sudah banyak yang menyatakan dirinya akan kembali mengabdikan diri di kampung halamannya untuk memajukan IAIN Bima. (BNN//01)

