Luar Biasa, Inovasi Sentuh Perempuan dengan SIMAWAR Masuk Top 45

Bimantika.net
Perjalanan aplikasi sentuh perempuan dengan SIMAWAR dari Kabupaten Bima mengikuti Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) tingkat nasional tahun 2019 berhasil masuk jajaran top 45.
SIMAWAR adalah aplikasi inovasi yang digagas untuk memudahkan akses perempuan terhadap layanàn penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak yang selama ini dilakukan secara konvensional, memungkinkan penanganan secara cepat dan murah. Keberhasilan ini ini diketahui berdasarkan siaran pers Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Rabu (14/08) di Kantor Kementerian PANRB.


“Selamat untuk instansi yang sudah masuk Top 45. Semoga inovasi ini dapat terus berlanjut,” ujar Menteri Syafruddin saat mengumumkan Top 45 Inovasi Pelayanan Publik 2019 di Kantor Kementerian PANRB, Rabu (14/08).
Mantan Wakapolri tersebut mengatakan, Proses seleksi Top 45 dilakukan oleh Tim Panel Independen dan Tim Evaluasi sementara penentuannya dilakukan oleh Tim Panel Independen. “Posisi Top ini akan dikirim ke PBB untuk dilombakan pada kompetisi tingkat dunia yaitu United Public Service Award (UNPSA) yang diselenggarakan PBB.
Bagi pemerintah daerah yang inovasinya terpilih sebagai Top 45 akan mendapatkan alokasi Dana Insentif Daerah (DID). Pemberian DID ini telah dilakukan sejak tahun anggaran 2018. Jelas Menteri.
Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE saat mendapatkan informasi tentang prestasi tersebut mengatakan, “Alhamdulillah, keberhasilan aplikasi Sentuh Perempuan dengan SIMAWAR menembus Top 45 diharapkan bisa menjadi motivasi dan memacu para ASN untuk lebih mengoptimalkan kompetensi agar mampu memanfaatkan teknologi Informatika untuk mengoptimalkan pelayanan publik di semua sektor
Hal ini kata Bupati penting mengingat kedepan salah satu tantangan dalam percepatan peningkatan kualitas pelayanan publik adalah perlunya profil SDM Aparatur yang memiliki kompetensi yang memadai. Prestasi ini merupakan hadiah Hari Jadi Ke-379 Bima yang tahun mengambil tema Berkarya Inovatif Wujudkan Bima RAMAH.
Bupati secara khusus menyampaikan apresiasi atas kerja keras Tim Pengelola Aplikasi SIMAWAR dan Tim Pengelola Pengaduan Masyarakat sehingga prestasi tersebut dapat diraih setelah melalui perjuangan keras dan koordinasi intensif.
Top 45 Inovasi Pelayanan Publik 2019 ini terdiri dari 8 kementerian dengan 9 inovasi, 4 lembaga sebanyak 4 inovasi, 5 provinsi dengan 5 inovasi, 16 kabupaten dengan 17 inovasi, 9 kota sebanyak 9 inovasi, dan 1 BUMN dengan 1 inovasi.
(//arif/TKPDiKB)

30 Peserta Ikuti Lokakarya Penyusunan Rencana Aksi Bidang Pangan dan Gizi

Bimantika.net

Pemerintah Kabupaten Bima bekerjasama dengan program Kolaborasi Masyarakat dan Pelayanan untuk Kesejahteraan (KOMPAK) NTB menggelar Fasilitasi Penyusunan Rencana Aksi Daerah Bidang Pangan dan Gizi (RAD-PG) yang melibatkan Perangkat daerah terkait Seperti Bappeda, Dinas Kesehatan, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Dikbudpora, DP3AP2KB, Dinas Kominfostik Rabu (14/8) di Gedung PKK Jalan Gatot Subroto Kota Bima dipandu oleh Kabid Perencanaan Sosial dan Budaya Bappeda Kabupaten Bima Raani Wahyuni, ST, MT, M.Sc.

Kepala Bappeda dan Litbang Kepala Bappeda dan Litbang Kabupaten Bima melalui Sekretaris H. Fahrudin, S.Sos, M.Ap dalam sambutannya saat membuka acara mengatakan bahwa untuk mewujudkan RAD bidang pangan dan gizi tersebut diperlukan sinergi dari seluruh perangkat daerah terkait.
“Dengan demikian maka rencana aksi tersebut tercakup dalam dokumen penganggaran seperti Rencana Kegiatan Anggaran (RKA). Intinya, isu yang terkait dengan penanganan stunting, pangan dan gizi bisa diintervensi melalui program di masing-masing bila sudah dimuat dalam dokumen RKA”. Jelas Fahrudin.
Dikatakan H. Fahrudin, RAD merupakan acuan yang harus ditindak lanjuti dalam dokumen teknis mulai tahun anggaran 2020. Hal ini penting mengingat dengan anggaran yang terbatas maka perlu manajemen program yang sistematis dan optimalisasi kegiatan di masing-masing perangkat daerah.
Responsive Government KOMPAK NTB M. Wahyudi memaparkan, Rencana Aksi Pangan dan izi cakupannya lebih luas ketimbang stunting mencakup lim aspek yaitu Perbaaikan gizi masy, peningkayan aksesibilitas pangan yang beragam, peningkatan pengawasan mutu dan ekamanan pangan, peningkatan PHBS, kelambagaan pangan dan gizi.
Senada dengan M. Wahyudi, District Coordinator KOMPAK Bima Asrullah mengatakan, fasilitasi ini secara terbatas melibatkan perangkat daerah terkait sesuai tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) OPD yang menangani isu pangan dan gizi.
“Dengan demikian, forum ini membahas secara menyeluruh berbagai intervensi program yang dilakukan selama ini, baik yang dilaksanakan oleh Perangkat Daerah di Kabupaten maupun di tingkat desamelalui penyajian narasumber melalui ceramah dan tanya jawab dan eksplorasi kasus”. Ungkapnya.
Dijelaskan Asullah, fasilitasi selama sehari tersebut mengkaji data dan lokasi rawan pangan dan gizi yang telah dilaksanakan, memetakan potensi perubahan di wilayah rawan tersebut dan tercantum dalam dokumen Rencana Aksi Daerah Bidang Pangan dan Gizi (RAD-PG). “Para peserta menggali dan membahas secara komprehensif gagasan untuk mengatasi permasalahan dan membahas solusi melalui kerangka regulasi dan perbaikan SOP/Mekansime kerja penanganan masalah pangan dan gizi”. Urainya.
(//arif//TKPDKB)

Issue Dahlan-Murni Bukan Isapan Jempol

Bimantika.net
Direktur Eksekutif “Independent Democracy Policy” (INDeP), Muhammad Isnaini menyebut bahwa
Isu DAHLAN-MURNI belakangan menjadi sangat santer bukanlah suatu ijapan jempol. “Ini bukan sebuah issu isapan jempol” katanya.
Menurut Isnaini bahwa kawan kawan Indep selaku
Informan nya menyatakan, soal akan berkoalisinya dua orang ini dilatar belakangi kencangnya Manuver Partai Golkar, sehingga Dahlan Cepat-cepat menyiapkan segala sesuatu untuk ikut Kontestasi Pilkada 2020. “Dahlan tenru pasang kuda kuda yang kuat” urainya.
Lanjut Putra Asli Kelahiran Desa Ngali Kecamatan Belo ini pilihnya MURNI sebagai kawan DUET itu cukup Rasional dan Strategis Buat DAHLAN. Dengan Perhitungan politik, MURNI Bisa mengambil Suara PEREMPUAN yang selama ini Mayoritas ke IDP dan DAHLAN-ADI MAHYUDI Bisa jalan Bareng.
Masih Menurut Aktivis Yang juga Pengurus KNPI NTB ini
Lagi-lagi Informan nya mengatakan Skema “MURNI-DAHLAN” Akan Membuat CUKUP REPOT Kekuatan IDP jika tidak ingin cepat-cepat mengatakan akan mengalahkan IDP.
“Dengan berbisik, Informan saya mengatakan ada Kekuatan QURAIS yang akan mem-back-up Full permainan ini. QURAIS Akan turun tangan langsung dengan Kekuatan jaringan bisnisNya. “MURNI itu adek Kesayangan QURAIS, Itu PointNya” kata Isnaini.
Sebelum mengalihkan pembicaraan tanpa memberi kesempatan saya untuk berbicara, informan saya mengatakan “Udah terjadi beberapa kali pertemuan keluarga”
Isnaini pun memberi catatan bahwa Langkah Politik ini serius di jalankan DAHLAN Ataukah DAHLAN Sedang mengintimidasi IDP bahwa dia juga bukanlah Politisi kelas teri dengan menggunakan Kekuatan Politik MURNI sebagai alat Legitimasi.?! Entahlah, yang jelas episode ini akan panjang. (//arif)

KPUD Tetapkan 45 Anggota DPRD Kabupaten Bima, Tinggal Tunggu Lantik

Bimantika.net Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bima menetapkan 45 orang Calon Terpilih Anggota DPRD Kabupaten Bima hasil Pemilu serentak April 2019. Penetapan tersebut terselenggara dalam Rapat Pleno Terbuka pada hari Selasa (13/8/2019.
Rapat Pleno terbuka tersebut dihadiri Pengurus pengurus Partai Politik Peserta Pemilu 2019, salah satunya mewakili Ketua DPD ll Partai Golkar, Dafullah, S. Pd, M. Pd selaku Wakil Sekretaris golkar Kabupaten Bima dan Ir. Suryadin selaku Sekretaris DPD ll Golkar Kabupaten Bima.

Ketua KPU Kabupaten Bima Imran S.Pdi SH dalam rapat pleno menyebutkan, penetapan 45 calon anggota DPRD terpilih di 6 Dapi di Kabupaten Bima dilaksanakan berdasarkan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor: 191 05-18/ PHPU.DPR-DPRD/ XVII/2019 tanggał 8 Agustus 2019.

“Amar putusan tersebut menyatakan menolak eksepsi termohon dan menolak permohonan pemohon untuk seluruhnya,” Ungkap Imran.
Lebih lanjut dijelaskannya, berdasarkan ketentuan pasal 91 ayat (6) Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 4 Tahun 2019 tentang Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara dan Penetapan Hasil Permilihan Umum yang menyatakan Komisi Pemilihan Umum/Kota wajib menindaklanjuti Putusan Mahkamah Konstitusi.

“Untuk itu, Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Bima melaksanakan Rapat Pleno penetapan perolehan kursi partai politik dan calon terpilih Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bima Pemilihan Umum Tahun 2019,” jelasnya

Hasil pantauan langsung Wartawan Bimantika.net Yaumul Ma’ruf, A. Md mencatat beberapa nama anggota dewan terpilih.
Berikut nama-nama calon DPRD Kabupaten Bima yang ditetapkan dalam pleno KPU tersebar di 6 dapil se Kabupaten Bima.

Dapil Bima 1 sebanyak 8 Calon, yakni duta PKB Mahdalena (2.509 suara), PDIP Firdaus SH (1.194 suara), Golkar H. Muhammad H. Ibrahim SE (1.217 suara), Nasdem Mustakim (1.923 suara), PKS Ismail S.Ag (1,395 suara), PAN Sirajudin (2.116 suara), Demokrat Muhammad Isnaini (1.279 suara), PBB (881 suara).

Dapil Bima 2 sebanyak 7 Calon, yakni duta Gerindra Ruslan S.Pd (1.901 suara), Golkar Muhammad Putera Ferryandi S.IP (4.729 suara), Golkar Azhar SE (1.996 suara), Nasdem Ir. Ahmad (1.678 suara), PKS Ilham Yusuf (1.814 suara), PPP Hj. Nurhayati, SE MSi (1.306 suara), PAN Kurniawan (1.947 suara).

Dapil Bima 3 sebanyak 6 Calon, yakni duta Gerindra Supardi (1.487 suara), Golkar Ramdin (1.487 suara), PPP Muhammad Erwin S.Ip (985 suara), PAN Rafidin, S.Sos (985 suara), Hanura Drs. Ismail (1.750 suara), Demokrat Dedy (1.216 suara).

Dapil Bima 4 sebanyak 5 Calon, yakni duta Gerindra Boymin, SE (794 suara), PDIP Muliawan Ariadin, S.Sos (1.234 suara), Golkar Ibnu Hajar, SH (1.992 suara), PPP H. Mustakim (1.459 suara), PAN H. Adlan, S.Pd (1.665 suara)

Dapil Bima 5 sebanyak 9 Calon, yakni duta Gerindra Sulaiman MT SH (2.344 suara), Golkar H. Anwar H. Zainudin, S.Pd (1.851 suara), Golkar Ir. Suryadin (1.115 suara), Nasdem Syahbudun (1.368 suara), PKS Ahyar S.Adm (1.772 suara), PPP Maaruf (974 suara), PAN Muhammad Aminurlah, SE, (2.367 suara), Hanura Ma’aruf S.Adm (1.550 suara), Demokrat Ir. Zulkarnain S.Adm (1.274 suara).

Dapil Bima 6 sebanyak 10 Calon, yakni duta PKB Muhtar SE (1.877 suara), Gerindra Yasin S.Pdi (1.722 suara), Golkar Musmuliyadin SH (2.017 suara), Golkar Hj. Suhartini (1.883 suara) Nasdem Edy Muhlis S.Sos (2.819 suara), PKS Syaifullah (1.375 suara), PPP Ardiwin SH (1.403 suara), PAN Muh. Natsir S.Sos (1.915 suara) Hanura H. Abdurahman S.Sos (1.378 suara), Demokrat Nukrah S.Sos (2.089 suara).

Rapat pleno yang digelar di gedung Sinar AS Kecamatan Bolo tersebut turut dihadiri Ketua Bawaslu Kabupaten Bima Abdullah, SH didampingi empat orang anggota komisioner yakni Junaiddin, S.Pd, Abdurrahman, SH, Taufikurrahman S.Pd dan Damrah, S.Pd. (tim//yaumul ma’ruf)

Optimalkan Capaian Bima Ramah, IDP & Dahlan Diharapkan Jilid ll

Bimantika.net
Pilkada Kabupaten Bima memang masih jauh, namun diskursus soal siapa yang akan bertarung sudah mulai deras bergelinding ditengah publik. Mulai dari pasang memasang kandidat hingga kemunculan nama-nama baru yang digadang-gadang siap bertarung. Bahkan IDP dan Dahlan diprediksi akan berlawanan pada kompetisi tahun 2020. Belakangan, nama sekda kabupaten Bima juga ikut terseret.

Merespon hal ini, Zulchijjah, Alumni Magister Politik Jakarta, menilai peristiwa kemunculan tokoh-tokoh baru adalah kewajaran dalam berdemokrasi. Semakin kencang kompetisi, semakin bagus. Dan itu menandakan Bima tidak miskin tokoh. Semua punya peluang yang sama. Namun agak aneh bila ada yang mengatakan IDP dan Dahlan akan menjadi dua variabel yang saling “menghabisi” nantinya.

“IDP dan Dahlan masih terikat janji menuntaskan visi Bima Ramah. Capaian Bima Ramah hari ini harus dioptimalkan, tentu tidak cukup 5 tahun, harus 10 tahun agar benar-benar dirasakan masyarakat capaian itu. IDP dan Dahlan sama-sama bertanggung jawab atas keberlangsungan Bima Ramah. Karenanya di 2020 nanti harusnya kembali berpasangan”. Katanya di Bima, Selasa (13/08/2019).

Menurutnya, akan aneh jika IDP dan Dahlan bersaing satu sama lainnya, sebab nasib Bima Ramah bisa tak terurus, kasian rakyat. Sejauh ini perlu diakui bahwa Bima Ramah memang belum mencapai hasil maksimal, namun ada banyak sektor-sektor tertentu yang sudah mengalami kemajuan, walaupun belum bisa memuaskan semua pihak.

“Bima Ramah jilid 2 harus dilanjutkan, lebih-lebih parpol pengusung di tahun 2015 lalu harus ikut ambil peran untuk terus menyatukan dua pemimpin ini. Jangan karena ada kepentingan praktis, lalu berperan ganda, dan membuat kegaduhan yang tidak perlu”. Katanya.

Zoe sapaannya, juga menambahkan, tim kedua belah pihak agar segera bisa saling mensupport kembali untuk kemajuan daerah, dan tidak perlu terjebak pada isu perpecahan yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan kepentingan rakyat banyak.

“Sekarang saatnya tim harus kembali bersama membantu juga mengawal IDP dan Dahlan melanjutkan misi kemajuan daerah”. Tutupnya. (//yaumul Ma’ruf)

Pemerintah Silaturahmi Dengan Legium Veteran, Warakawuri, Generasi Muda

Bimantika.net Dalam rangka mengenang perjuangan yang dilakukan oleh para legium Veteran, para pemuda dan Warakawuri, Pemerintah Kabupaten Bima melakukan silaturahmi. Kegiatan tersebut dilangsungkan di aula rapat Bupati Bima pada hari Selasa ( 13/8). Turut hadir dalam kegiatan ini Sekda Kabupaten Bima, Para Asisten, Staf Ahli, Kabag Lingkup Setda Bima, Unsur FKPD Lingkup Pemerintah Kabupaten Bima, Para Kepala OPD Lingkup Pemerintah Kabupaten Bima.
Wakil Bupati Bima Dahlan M.Noer mengatakan bahwa kemerdekaan yang kita raih dan rasakan saat ini tidaklah datang begitu saja namun memerlukan proses yang panjang dan pengorbanan para pejuang, diantaranya yang pada saat ini telah hadir ditengah-tengah kita, yang telah rela mengorbankan jiwa, raga maupun harta mereka, dengan tekad kuat dan pantang menyerah, tanpa pamrih serta percaya kepada kemampuan sendiri untuk menghadapi bangsa asing yang ingin menguasai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Walaupun Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia sudah berlangsung 74 tahun yang lalu, tetapi sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa tantangan yang kita hadapi saat ini bukan bertambah ringan melainkan bertambah berat. berbagai permasalahan yang kita hadapi saat ini memerlukan perhatian yang serius dan kerja keras untuk menanggulanginya. Untuk itu, peranan seluruh komponen masyarakat menjadi sangat penting, karena tanpa bantuan dan dukungan dari seluruh komponen masyarakat, khususnya dukungan dari para veteran pejuang, kami tidak akan bisa berbuat maksimal dalam membangun Daerah Kita.
Melalui kesempatan yang baik ini, mari kita semua untuk bahu membahu, bekerja sama, mentauladani semangat dan nilai-nilai kepahlawanan, keperintisan dan kesetiakawanan para pejuang pendahulu kita dalam memacu pembangunan di Kabupaten Bima yang kita cintai ini. sebagai rasa penghormatan dan penghargaan serta rasa terima kasih kami atas jasa-jasa para veteran pejuang, pemerintah kabupaten Bima.
Semoga tali silaturahmi antara pemerintah dengan para veteran, dapat terus terjalin dengan baik, dan semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa menunjukkan jalan bagi kami untuk bisa selalu memberikan perhatian, sebagai wujud penghormatan kepada para veteran yang kami banggakan.
Saya berharap semoga dengan dilakukanya silaturahmi dengan para veteran pejuang yang dilaksanakan setiap tahun, dapat menjadi momentum untuk menumbuhkembangkan nilai-nilai kepahlawanan, keperintisan dan kesetiakawanan kita bagi seluruh masyarakat, Khususnya masyarakat Kabupaten Bima.
Menurut Ketua DPC. Legium Veteran H. Muchtar H.AB dalam penyampaian pesan dan kesan bahwa pertama – tama kami selaku DPC. Legium Veteran menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Kabupaten Bima yang telah melaksanakan kegiatan ini, sehingga dari kegiatan mempererat tali sulaturahmi.
Kami berharap semoga dengan adanya silaturahmi ini pemerintah Kabupaten Bima dan Legium Veteran Republik Indonesia dapat ditingkatkan dan kami selaku ketua Ketua Dewan Pengurus Cabang ( DPC) siap mendukung dan mengawal program yang dilaksanakan oleh kepala daerah dalam rangka membangun daerah Kabupaten Bima kearah yang lebih maju.
Momentum ini ditandai dengan penyerahan tali asih kepada 100 orang anggota Legium Veteran yang secara simbolis diterima oleh 10 orang anggota Legium Veteran. Yang dilakukan oleh Wakil BUpati BIma dan Sekda Kabupaten Bima kepada masing –masing anggota legium vetean.(humas)

IDP tak Punya Rekam Jejak “mesra” dengan Akademisi

Bimantika.net

Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE dinilai oleh kalangan akademisi di Kabupaten Bima tidak memiliki rekam jejak “mesra” dengan kaum akademisi, bahkan memberdayakan kaum intelektual muda dalam aspek apapun tidak pernah dilakukan oleh Bupati Bima, Demikian ungkap Dosen Muda Stisip Mbojo Bima, Tasrif, S. Sos, M. I. Kom pada Bimantika.net saat diwawancarai di kediamannya jalan gatot subroto Sadia Bima selasa (13/8/2019).
Dosen Muda asal Kecamatan Langgudu Kabupaten Bima ini menyebutkan Kalau dilihat dari jejak rekam IDP dalam dunia pendidikan tentu memiliki kekurangan, karena pempimpin yang memiliki visi tentang pembangunan SDM dalam hal ini dunia pendidikan adalah pemimpin yang hadir dari pendidikan.
“IDP tidak lahir dari dunia pendidikan yang bagus sehingga mengukurnya pun sangat bisa kita lakukan, karena parameternya jelas” tegasnya.

Tasrif Mengemukakan bahwa Bagaimana pun semua kita tahu bahwa IDP untuk izajah paket C saja masih di persoalkan oleh publik.
“Kalau IDP punya naluri utk memikirkan tentang pentinya akan pengetahuan, maka harusnya beliau akan menghargai para birokrat yang memiliki gelar akademik Doktor utk menjadi pucuk pimpinan pada dinas2 terkait” tegas Tasrif.
Masih menurut Tasrif, Dan kalau Bupati Dinda paham akan dunia pendidikan, anaknya bukan di ekploitasi utk jadi anggota DPRD, harusnya dia fokus mengarahkan anaknya utk melanjutkan pendidikan formal hingga ke negara Inggris sana. Dulu ada statemen yang menarik bahwa setiap tahun IDP berencana akan membiayai pemuda pemuda potensi untuk melanjutkan kuliah, dan mudah-mudahan itu akan ada tindak lanjutnya. “Harusnya statemen itu harus direnspon oleh bawahannya, dalam hal ini dinas tehnis terkait yakni Dikpora” demikian urai.
Tasrif.
Menurut Tasrif bahwa sesungguhnya langkah kongkrit yang wajib dilakukan oleh Bupati IDP saat ini adalah segera MoU dengan Pihak Kampus agar seluruh Mahasiswa Kabupaten Lulusan Cumlaude di Kampus kampus seluruh Indonesia ini dibiayai oleh APBD untuk melanjutkan jenjang study hingga doktor. “Kalau langkah kongkrit ini IDP Lakukan maka secara tidak langsung IDP menanam saham di dunia intelektualitas dan dunia ilmu pengetahuan” demikian masukan Tasrif.(//arif)

Defisitnya Nilai Bima Ramah

Oleh : DR. Ikhwan HZ, SE, MM, M,Si*)

Bimantika.net
Bima Ramah sebenarnya adalah sebuah spirit perubahan yang memberikan energi kebaikan, kepeloporan, keteladanan dan keberhasilan. Konsep ini digali dari nilai- nilai Kearifan lokal ” Dana Mbojo ” warisan leluhur yang tertanam . Akan tetapi setelah di uji dilapangan berbanding terbalik menjadi *Bima Tidak ramah, ” diksi ini tidak memberikan Efek yang menular pada perubahan budaya masyarakat, ketertiban sosial, pengetahuan masyarakat, perilaku beragama, perbaikan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Hemat saya, minimnya daya ungkit bima ramah akhirnya yang muncul Defisitnya nilai kehormatan kepada pemimpin. Nilai Bima ramah gagal menjawab persoalan pokok masyarakat untuk di implementasikan secara kontekstual dalam menyelesaikan masalah ekonomi dan sosial masyarakat.

Kehendak umum berlaku dengan pernyataan ” Penghormatan diberikan jika berbanding lurus dengan prestasi” sehingga apa boleh buat sinisme dan sindiran bertebaran. Pada sisi lain ungkapan kekecewaan menular dalam bentuk protes memblokir jalan umum, petisi, nota keberatan dan surat protes.

Akumulasi kekecewaan akan berkurang jika yang memimpin cepat merespon dan memberikan solusi. Banyak pendekan yang bisa dilakukan misalnya melalui dialog konstruktif dengan tokoh masyarakat, ulama, aktivis, DPRD dan kaum terpelajar lainnya untuk memberikan pengertian dan pemahaman. Partisipasi publik penting untuk memberikan solusi dan jalan keluar dari semua urusan publik. Saya yakin pendekatan ini akan dilakukan, hanya saja kehilangan momentum.

Akhirnya kita berbicara pola dan ukuran keberhasilan dan kegagalan. Isyarat keberhasilan akan bisa dilihat dari terciptanya masyakat beradab, tertib sosial, indeks kebahagiaan, minimnya gesekan dan konflik, di sinilah kita menguji kualitas kepemimpinan apakah sukses berpola, gagal berpola maka pola harus dievaluasi dan dipelajari.

Ketika pemimpin berhasil orang akan bicara tampa harus kita menyuruh., tapi kalau gagal, biasanya phisikologis kegagalanya itu disembunyikan, tetapi ada yang lebih berbahaya lagi Ketika rapor kegagalan itu diajukan sebagai prestasi untuk melanjutkan kepemimpinan. Kalau keinginan dan dorongan kelompok pragmatis ini benar – benar terjadi maka sama dengan masuk dua kali pada lubang yang sama!

Parameter keberhasilan dan kegagalan di analogikan dengan Matematikan sederhana ada bilangan deret ukur itu 1,3,5,9 dst. Kepemimpinan yang mengikuti deret ukur pasti memiliki daya ungkit yang yang membuahkan prestasi dan kebanggaan. Analogi terbaliknya dengan pola kepemimpinan mengikuti deret hitung 1,2,3 dst tidak memilki daya ungkit atau efek menular dari program yang di kerjakan.

Kendala kepemimpinan pasti banyak, misanya minimnya anggaran daerah, budaya masyarakat yang keras, SDM birokrasi yang tidak produktif, terbatasnya Infrastruktur publik, Kualitas SDM, Teknologi, minat investor, ekosistem bisnis yang belum terbentuk, Regulasi daerah, Belum optimalnya pemanfaatan kantor daerrah dan dinas serta energi listrik yang terbatas dll.

Tetapi harus diingat ada saham masyarakat yang dinvestasikan kepada kepala Daerah yaitu” Kepercayaan ” bahwa bupati terpilih adalah terbaik dan tepat untuk memimpin daerah, dan membawa perubahan dan kemajuan daerah. kehendak rakyat menjatuhkan pilihan itu merupakan amanat yang harus dibuktikan kemanfaatanya untuk masyarakat.

Manisfestasi dukungan rakyat adalah modal sosial yang harus diberikan benefit nya dalam ukuran keberhasilan pembangunan…
dan logika kita sulit menerima jika gagal di analogikan berhasil dan karena persepsi keberhasilan itulah maka harus melanjutkan lagi 2,periode ?

*) Penulis Adalah Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gunadarma dan Wakil Rektor Universitas Attahiriyah Jakarta

BPBD lakukan Pelatihan Destana

Bimantika.net
Dalam waktu yang tidak terlalu lama, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima menyelenggarakan agenda penting yakni persiapan Desa tangguh bencana (Destana) di beberapa desa di wilayah Kabupaten Bima yang berpotensi Tsunami. Persiapan Destana ini semata mata dilakukan untuk melatih para relawan di desa tertentu yang rawan bencana yang pada akhirnya mereka akan tangguh menghadapi bencana, demikian ungkap Kepala Seksi Pencegahan BPBD Kabupaten Bima, Dra. Siska Wahyuni pada Bimantika.net saat di wawancarai di ruang kerjanya Senin (12/8/2019).
Pada Kesempatan itu Siska membeberkan bahwa untuk tahap pertama akan lakukan persiapan destana di Desa Rupe dan Dumu kecamatan Langgudu dengan peserta 50 orang perdesa. “Nanti kita akan adakan persiapan pelatihan selama dua hari dalam ruangan dan satu hari simulasi luar ruangan” ujar Siska.
Lanjutnya Bahwa Persiapan Destana ini akan bertahap ke desa selanjutnya yakni desa monta, pantai Wane, Rontu dan Wera.
“Dalam kegiatan nanti kerjasama lintas sektoral antara BPBD dan skpd lainnya seperti Badan SAR dan skpd terkait” ujar Siska menutup pembicataan. (//Yaumul Ma’ruf)

Idul Adha 1440 Hijriah, Ratusan Hewan Kurban Disebar pada 18 Kecamatan

Bimantika.net
Pelaksanaan Idul Adha 10 Dzulhijjah 1440 Hijriyah jajaran Pemerintah Kabupaten Bima yang bertepatan dengan Ahad (11/8) dilaksanakan pada lima lokasi dan ASN dan masyarakat setempat dan dilanjutkan dengan penyembelihan hewan kurban di seluruh wilayah kecamatan

Sesuai catatan yang disampaikan Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Bima Ramli S.Pdi sesaat sebelum pelaksanaan Shalat Idul Adha di lapangan kantor Bupati Bima, pada Idul Qurban tahun ini terdapat 56 ekor sapi dan 7 ekor kambing melaporkan kepada panitia.
Dikatakan Ramli tahun ini Pemerintah Kabupaten Bima menyebar 21 ekor sapi ke-18 Kecamatan disusul Bupati Bima beserta keluarga 20 ekor sapi, Wakil Bupati Bima H Dahlan M. Noer 2 ekor sapi dan 4 ekor kambing, BPR Syariah 14 Ekor Sapi, Bank NTB Syariah 4 ekor sapi, Gubernur NTB 2 ekor kambing dan Basyirun 1 ekor Kambing.
Di beberapa kecamatan lainnya, seperti Bolo, sesuai laporan Camat Dra. Mardiana, hewan kurban tahun ini berjumlah 204 ekor yang terdiri dari 72 ekor sapi dan 130 ekor kambing. Demikian halnya di Langgudu, sesuai laporan Camat setempat Drs. Abubakar, tahun ini terdapat 44 ekor sapi, dan 38 kambing.

Idul Adha 1440 H


Demikian halnya di kecamatan Sanggar, usai pembacaan sambutan Bupati Bima oleh Staf Ahli Bupati Drs H. Arifudin H Ab panitia PHBI mengumumkan ada 28 ekor sapi/kerbau dan 18 ekor kambing. Sementara di kecamatan Wawo, sesuai laporan Camat setempat Drs.Aidin, terdapat 27 ekor sapi dan 77 ekor kambing, tak ketinggalan, sesuai laporan Camat Tambora Drs. Isyrah, jumlah hewan di kecamatan yang dipimpinnya sebanyak 10 ekor sapi dan 12 ekor kambing.
(TKPDKB)