Bupati IDP Lakukan Tindakan Nyata Bantu UKM produksi Masker, Cegah Covic_19

Bimantika.net
Merebaknya Wabah Covic_19 atau Virus Corona di tanah air membuat seluruh rakyat Indonesia menjadi ikut merasakan akan kesulitan dan kesusahan. Tidak ketinggalan di Kabupaten Bima Propinsi Nusa Tenggara Barat yang dikendalikan oleh seorang Wanita Tanggung Menjadi Bupatinya bernama Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE atau sering disapa oleh pendukung setia dan loyalis sejatinya IDP.

Ditengah mewabahnya Virus Corona, tidak henti-hentinya Bupati Bima melakukan berbagai upaya upaya riil dan tindakan nyata. Mulai dari proses penyemprotan fasilitas umum hingga ke pemukiman warga kerap dilakukan. Bahkan IDP tidak segan-segan mendatangi warga hanya untuk memberi ketegasan agar tetap diam dirumah sebagai bentuk tindakan memotong mata rantai tersebarnya Virus Yang menggemparkan seisi alam jagad raya ini.

Selasa siang (31/3/2020) kembali Bupati Bima mengunjungi salah satu sentra produksi warga pembuat masker pelindung diri dari serangan virus corona.

Pada kesempatan itu, IDP mengajak seluruh Masyarakat Kabupaten Bima untuk Menggunakan Masker Produk Lokal yang tentunya memiliki kualitas terbaik karena di buat dan ditenun dengan kain berkualitas yakni kain renda.

Masker Lokal yang di produksi oleh Penenun/UKM La Rimpu dari Kain renda Menurut IDP bisa digunakan berkali kali dan di cuci berkali kali.

“Insya Allah kita akan melakukan support dengan membantu mereka dalam hal Produksi sehingga kitapun membantu mereka dalam hal menumbuh kembangkan UKM nya” Demikian ujar IDP. (BNN_01)

“Kepedulian Pasangan Irfan_Herman Tangani Covic_19”

Bimantika.net
Bakal Calon Bupati Dan Wakil Bupati Bima dr. H. Irfan dan H. Herman Alfa Edison melakukan tindakan nyata dalam menangani mewabahnya Virus Covid_19 khusunya di wilayah Nusa Tenggara Barat.

Bakal Pasangan Cabup dan Cawabup Bima ini memberi Bantuan secara gratis berupa 2 ton hand sanitizer (cairan pencuci tangan pencegah virus corona)  dan hingga berita ini diturunkan bantuan tersbeut sudah sampai di Mataram untuk dibagikan kepada masyarakat di NTB, khususnya Kabupaten Bima.

Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Ketua Umum DPW PKS Provinsi NTB, H. Abdul Hadi, yang didampingi oleh Ketua Tim Pemenangan Paslon IMAN, H. Syamsuddin Madjid kepada Pemerintah Provinsi NTB yang diwakili olek Kepala Pelaksana BPBD NTB, H. Ahsanul Halik, S.Sos, MH, berlangsung di Kantor BPBD Provinsi NTB, Selasa (31/3).
“PKS sebagai Partai Dakwah yang terbuka, selalu komitmen untuk hadir dalam setiap duka masyarakat Indonesia,” ujar H. Abdul Hadi, SE, MM, yang juga Wakil Ketua DPRD Provinsi NTB ini.

Sementara itu, H. Syamsuddin Madjid, SE menyatakn bahwa bantuan berupa hand sanitizer tersebut merupakan sumbangan Kader PKS yang sekarang Insya Allah maju menjadi Calon Bupati-Wakil Bupati Bima.

“dr. H. Irfan itu adalah kader kami yang berprofesi seorang dokter, sementara H. Herman Alfa Edison adalah pengusaha sukses yang selama ini konsen dengan isu kemanusiaan. Jadi begitu ada masalah kelangkaan Sanitizer, jiwa dokter dan pengusaha peduli, mereka terpanggil dan langsung menghadirkan dua ton Sanitizer tersebut” ujar H Syamsudin yang juga anggota DPRD Provinsi NTB itu.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTB, H Ahsanul Halik, S.Sos, MH yang mewakili Gubernur NTB, berterimaksih dan mengapresiasi pemberian bantuan tersebut, mengingat saat ini NTB memang sedang mengalami kekurangan Sanitizer.

Bakal Calon Wakil Bupati Bima, H. Herman Alfa Edison saat dimintai keterangannya membenarkan adanya bantuan tersebut yang dimaknainya sebagai Bantuan Kemanusiaan saat Wabah berbhaya ini sedang menggejala di Tanah air.

“Alhamdulillah Bang Arif
2 ton Bang Arif, di wakili teman2 pks provinsi, sy lagi tdk boleh keluar dari jakarta bang” demikian Ungkap Herman Alfa Edison menjawab WhatsApp dari Pimpinan Redaksi Media online Bimantika. (BNN_01)

IDP : Kita Fokus Putus Mata Rantai Penyebaran Covic_19

Bimantika.net
Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE Senin (30/3/2020) mengajak Pimpinan dan segenap anggota DPRD Kabupaten Bima untuk bersama-sama melawan penyebaran virus COVID-19 di Kabupaten Bima. Hal tersebut disampaikan Bupati dalam rapat konsultasi yang dihelat dengan Pimpinan dan anggota DPRD sesaat setelah Rapat Paripurna di Ruang Sidang Utama DPRD Kabupaten Bima.

“Kita Fokus dan butuh kebersamaan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam penanganan COVID_19” Demikian Ungkap Bupati yang biasa disapa dengan IDP oleh para pendukung Setianya.

Untuk Fokus Pemberantasan Penyebaran Virus Mematikan tersebut, dirinya memastikam pemerintah daerah dan DPRD diharapkan bisa membahas secara konkrit pembatasan jalur-jalur dan titik baik darat, laut dan udara untuk meminimalisir dampak wabah yang mendunia tersebutm

Bupati IDP pun mengajak Pimpinan Dewan untuk hadir dengan Pimpinan Komisi pada rapat bersama dengan Forkompinda pada hari yang sama di Kantor Bupati Bima.               

“Para anggota legislatif untuk bersama-sama mensosialisasikan menyampaikan kepada masyarakat agar membatasi diri berbicara dalam ruang lingkup yang menghadirkan banyak orang,” Demikian ajak IDP.

Saat di tanya Bimantika.net langkah serius tersebut IDP mengharapkan agar ada koordinasi semua Pihak dan kerjasama seluruh Stakeholder dalam hal memutus mata rantai Penyebaran Virus Corona tentunya dengan cara menyikapi apa yang menjadi intruksi Pemerintah Pusat.

“Memutus mata rantai penyebaran Virus Corona adalah fokus kami selaku pimpinan Daerah saat ini dan tetap koordinasi terus menerus dengan Pemerintahan Pusat maupun Propinsi” Demikian Ungkap IDP saat di wawancara oleh Crew Bimantika.net. (BNN_01)

Bakal Calon Bupati Bima Nimran Abd Angkat Bicara Soal Kewaspadaan Menghadapi Covid 19

Bimantika.net,_ Bakal calon Bupati Bima, Nimran Abdurrahman, SH, MH saat berbincang dengan Crew Bimantika.net soal Virus Corona menguraikan bahwa Yang paling utama sekali adalah kita punya kesadaran memandang wabah ini sebagi ancaman serius bagi diri dan kita sekeluarga juga kemanusiaan.

“Kita trus kampanyekan physical dan social distanceng bagi sahabat dan kerabat juga masyarakat luas. Hanya dengan cara inilah kita bisa menekan dan memutus mata rantai meluasnya wabah maupun jatuhnya korban jiwa yang lebih banyak lagi” ungkao Nimran.

Dirinya mendengar dlm video, Gubernur DKI Jakarta, Anies bergetar suaranya menyebutkan data jumlah korban yg meninggal sebanyak 283 jiwa krn Covid 19 ini. Ini bukan utk membuat panik tapi justru kian membuat kita lebih waspada dan mawas diri.

Ditinya pun tidak bisa bayangkan betapa banyak korban yang akan berjatuhan akibat terjangkit virus ini ditengah keterbatasan sumber daya yg kita miliki, baik itu APD dalam artian luas (hand sanitazer, disinfektan, masker dllnya), keterbatasan tenaga medis maupun fasilitas medis berupa RS dan obat2an bila kita lalai dan berhenti melawannya dgn cara saling mengingatkan satu sama lain sesama kita.

Sambungnya apalagi bila kita mikir akan keterbatasan anggaran untuk menangani covid 19 ini bila berlarut hingga dalam jangka panjang dan blm mampu diprediksi akan sampai kapan berlalu. Maka Nimran secara pribadi kut merasakan perihnya hati seorang Gubernur dengan data pertambahan jumlah korban yang meningkat drastis dalam kurun waktu kurang dari 1 bulan dihitung semenjak tgl 6 Maret hingga 29 Maret ini covid mewabah dinegeri kita.

Soal kebijakan Pembatasan Berskala Besar yang ditempuh oleh Pemerintah Pusat tdk perlu kita jadikan bahan perdebatan. Kita mesti percaya itulah keputusan terbaik yang pemerintah nilai tepat dengan kondisi yang serba cepat dan darurat seperti sekarang ini.

“Kita tdk perlu memperpanjang waktu untuk berdebat mengenai hal itu disaat yang sama kita butuh energi besar yang bisa kita hasilkan dari kebersamaan dan persatuan kita utk menghadapi wabah yg ganas ini” ujarnya.

Atas keputusan penundaan mengenai pelaksanaan Pilkada Serentak thn 2020 ini berikut rencana pengalokasian dana pilkada untuk penanganan Covid 19 mari kita dorong pemerintah pusat untuk menyusun suatu rencana strategis secara umum yang dapat dijadikan rujukan dan panduan kerja Gugus Tugas Penanganan Covid 19 serta menjadi petunjuk teknis bagi pemerintah daerah dlm menyusun kerangka kerja yg selaras dgn pemerintah pusat bagi keperluan penanganan covid 19 didaerah masing-masing. Dengan langkah-langkah tsb diharapkan kita dpt lebih optimal, efisisensi dan efektif serta tepat sasaran dgn pemanfaatan anggaran yg akan dialokasikan tsb sehingga manfaatnya dpt dirasakan oleh masyarakat yg terpapar virus.

Pada akhirnya langkah-langkah yg diambil tersebut hanya akan berjalan sesuai harapan apabila didukung secara luas oleh masyarakat.

“yang menjadi perhatain bersama kita adalah bagaimana upaya-upaya tersebut memperoleh dukungan dan peran serta masyarakat melalui cara tetaplah berada dirumah, jaga diri, keluarga dan tetangga dari bahaya Covid. Hanya inilah yg bs kita lakukan sebagai masyarakat, bukan hanya sbg pihak yg menjadi obyek yg disasar virus Corona akan tetapi juga menjadi subyek dr garda terdepan dlm perang melawannya” ungkap Nimran sembari menyebut bahwa ini hanyalah nasihat diri, kiranya kita semua selalu mawas diri dan tetap waspada. Dan kepada Allah SWT jualah kita berserah diri dan segalanya kembali. (BNN_01)

Bupati IDP Ajak DPRD Kabupaten Bima Lawan Corona

Bimantika.net,_Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE (IDP) pada hari Senin tanggal 30 Maret 2020 mengajak Pimpinan dan segenap anggota DPRD Kabupaten Bima untuk bersama-sama melawan penyebaran virus COVID-19 di Kabupaten Bima.

Hal tersebut disampaikan Bupati dalam rapat konsultasi yang dihelat dengan Pimpinan dan anggota DPRD sesaat setelah Rapat Paripurna di Ruang Sidang Utama DPRD Kabupaten Bima.

Bupati Bima yang hadir bersama Wakil Bupati Bima Drs. H. Dahlan M. Noer, Sekda Drs.H.M Taufik HAK, M.Si, Kadis Kesehatan, Kalak BPBD, Direktur RSUD dan sejumlah pejabat terkait lingkup pemerintah mengatakan, butuh kebersamaan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam penanganan COVID.

Bupati juga mengajak Pimpinan Dewan untuk hadir dengan Pimpinan Komisi pada rapat bersama dengan Forkompinda pada hari yang sama di Kantor Bupati Bima.

“Pada pertengahan Bulan April diperkirakan para pekerja migran akan kembali ke tengah masyarakat. Oleh karena itu pemerintah daerah dan DPRD diharapkan bisa membahas secara konkrit pembatasan jalur-jalur dan titik baik darat, laut dan udara untuk meminimalisir dampak wabah COVID,” pungkasnya.

Ia juga mengajak para anggota legislatif untuk bersama-sama mensosialisasika menyampaikan kepada masyarakat, agar membatasi diri berbicara dalam ruang lingkup yang menghadirkan banyak orang.ajaknya.

Sementara itu, anggota DPRD dari Fraksi PAN M. Natsir S.Sos mengatakan, bahwa dirinya sependapat bahwa penanganan COVID bukan hanya masalah penganggaran, tetapi yang paling penting adalah sinergi antara Pemerintah Daerah  dengan Pemerintah Provinsi dan Pusat.

Karena itu, Natsir menyarankan agar Pemerintah daerah meningkatkan koordinasi dengan Gubernur.

“Pembatasan lalu lintas orang yang melalui jalan darat menjadi perhatian penting pemerintah daerah agar wabah dapat ditanggulangi,” terangnya. (BNN_03)

Walikota Bima Lakukan Berbagai Upaya Riil Hadapi Virus Corona

Bimantika.net – Pemerintah Kota Bima melalui Surat Himbauan Wali Kota Bima Nomor : 007/129/III/2020 tanggal 29 Maret 2020 tentang penyediaan fasilitas cuci tangan dan handsanitizer di Counter ATM dan pintu masuk toko menghimbau kepada seluruh pimpinan BUMN/BUMD dan pengusaha serta pemilik toko, untuk menyiapkan fasilitas cuci tangan dan handsanitizer di pintu masuk Kantor dan Counter ATM maupun di pintu masuk toko.

Hal ini dimaksudkan untuk mencegah penyebaran Covid 19 atau Virus Corona di wilayah Kota Bima.ungkap Wali Kota Bima H.Muhammad Lutfi SE yang dilansir oleh Kabag Humaspro Setda Kota Bima H. Abdul Malik dalam siaran persnya.

Diharapkan kepada seluruh pemilik toko yang ada di Kota Bima, untuk tetap menyediakan kebutuhan masyarakat seperti biasa dan dengan tidak lupa menyiapkan SOP sebagaimana himbauan dimaksud.

“Beberapa pekan terakhir, pemerintah hanya mengeluarkan edaran penutupan sementara aktivitas tempat hiburan se-Kota Bima, karena mencermati dinamika penyebaran Corona Virus Disease (Covid 19) yang semakin meluas,” terangnya.

Edaran yang dikeluarkan tersebut, kata dia,  menindaklanjuti Surat Gubernur Nusa Tenggara Barat Nomor : 800/ 282 / Dispar – 1/ 2020 tanggal 22 Maret 2020 yang bersifat segera agar dilakukan penutupan sementara aktivitas tempat hiburan.

Tempat hiburan itu seperti Café, Karaoke, Permainan Ketangkasan, Panti Pijat, Fitnes Center, Billiar dan tempat rekreasi serta jenis usaha yang ada di dalamnya, ditutup sampai dengan batas waktu yang belum ditentukan.

“Sejak tanggal 23 Maret 2020 lalu, Restoran, Warung Kopi, Rumah Makan, tempat yang melayani makan dan minum dan sejenisnya, diperbolehkan melayani hanya dengan cara pesan antar, bila terjadi antrean, jarak antar orang minimal 1 meter,” pungkasnya.

Sebelumnya Upaya Riil yang dilakukan Walikota bima adalah penyemprotan disinfectan di jalan jalan utama, tempat ibadah dan pemukiman warga padat penduduk. (BNN_03)

Cegah Meluasnya Covid 19, Pemkot Bima Semprot Disinfektan di Ruas Jalan Utama

Bimantika.net,_Berbagai upaya terus dilakukan oleh Pemerintah Kota Bima untuk mencegah penyebaran cobid-19 atau virus corona. Salah satunya adalah dengan melakukan penyemprotan disinfektan pada sejumlah ruas jalan utama di Kota Bima pada Sabtu (28 Maret 2020). Penyemprotan dimulai pada pukul 14.00 wita hingga pukul 18.00 wita. 

Penyemprotan dilakukan oleh Tim Gugus Tugas Penanganan Covid 19 Kota Bima yang diantaranya terdiri dari Dikes Kota Bima, Sat Pol PP dan damkar Kota Bima serta  BPBD Kota Bima. 

Giat Penyemprotan ini mengerahkan 4 armada Damkar Kota Bima dengan titik pertama yang dilakukan penyemprotan yakni areal terminal Anatar Kota ANTAR Provinsi (AKAP) Kota Bima kemudian berlanjut hingga kawasan amahama, jalan dua arah depan pasar Amahami hingga kompleks pasar Bima. 

Penyemprotan berlanjut ke arah Pasar lama memutar menuju kompleks Pasar Raya hingga di seputaran menuju Masjid Agung Al-Muwahidin. Selanjutnya menuju ke timur hingga perempatan Lapangan Pahlawan Raba, memutar mengelilingi RSUD Bima lalu kembali ke Jalan Soekarno Hatta hingga Lapangan Serasuba.

Penyemprotan disinfektan ini sebagai langkah antisipasi meminimalisir penyebaran virus dan bakteri yang membahayakan termasuk diantaranya kemungkinan mengarah pada covid -19 atau virus corona.

“Ini baru tahap penyemprotan awal, nanti akan dilajukan penyemprotan di ruas jalan lainnya,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Bima Drs H Azhari MM.

Masyarakat diminta untuk mematuhi himbauan pemerintah demi menyelamatkan diri dan keluarga. “Hal ini penting agar, penyebaran virus corona dapat dipotong mata rantainya,” himbaunya. (Yadin//bnn_03)

Membaca Peluang Koalisi Parpol Pilkada Kabupaten Bima

Oleh : H. Rashid Harman

Bimantika.net

,_Pemilukada serentak 2020, kalau tidak ada hambatan terkait darurat Covid19, insya Allah akan dilaksanakan pada bulan September yang akan datang. Tepatnya, tgl 23 September 2020. Rangkaian persiapan terus dilakukan oleh KPU sebagai fasilitator sekaligus penyelenggara.

Gonjang ganjing dimasyarakat maupun di media sosial dalam menyongsong suksesi kepemimpinan daerah begitu heboh. Beberapa nama bakal calon telah muncul kepermukaan. Baik sebagai bakal calon kepala daerah maupun sebagai bakal calon wakil kepala daerah. Beberapa nama juga telah menyatakan diri berpasangan dan telah mebuat akronim pasangan. Ada SYAFAAD., Pasangan H. Drs. H. Syafrudin H. M. Noor dan Ady Mahyudi, IMAN, dr. H. Irfan Zubaidy dan Hermawan Alfa Eddison. Dan Ibu Hj. Indah Damayanti Putri(IDP), sebagai petahana, diisyukan masih merasa nyaman didampingi oleh H. Dahlan M Noor untuk maju lagi dikontestasi September mendatang. Ada satu nama lagi, putra asli kecamatan Madapangga, yang belum memiliki pasangan tetap dalam mensosialisasikan dirinya, yaitu: Nimran Abdurrahman.

Dalam tulisan ini saya hanya fokus kepada tiga bakal pasangan calon ini dalam menganalisa pergerakan partai politik dalam membangun koalisi untuk mengusung tiga pasang bakal pasangan calon tersebut.

Kabupaten Bima yang memiliki jumlah kursi legislativ sebanyak 45(empat puluh lima) kursi dewan, pada pemilu legislative 2019 kemarin, kursi kursi tersebut terdistribusi hanya kepada 11(sebelas) partai politik dengan rincian, Partai Golkar memeperoleh 9 Kursi(dengan total suara sah, 18’126 suara), PAN 6 kursi(10’995), Gerindra 5 kursi(8’248), PPP 5 kursi(6’127), Nasdem 4 kursi(7’788), PKS 4 kursi(6’356), Demokrat 4 kursi(5’858), HANURA 3 kursi(4’678), PKB 2 kursi(4’386), PDIP 2 kursi(2’428), PBB 1kursi(881).

Dari ke sebelas partai tersebut menarik dianalisa pergerakannya dalam membangun koalisi untuk memenuhi syarat parlement trees hold 20% agar dapat mengusung pasangan calon kepala daerah.

IDP-DAHLAN

Partai Golkar merupakan satu satunya partai yang memperoleh 9(sembilan) kursi di Pemilu Legislativ 2019 kemarin. Dengan modal sembilan kursi yang telah memenuhi syarat PT 20%, sebenarnya Partai Golkar(IDP -Dahlan) tidak membutuhkan lagi partai politik yang lain. Tapi untuk safety dan memenangkan pertarungan, maka ada kemungkinan IDP-Dahlan akan menjalin komunikasi pada parpol yang lain.

Terdengar isyu yang berkembang bahwa IDP-Dahlan telah menjalin komunikasi dengan Gerindra, PPP dan PKB untuk sepakat berada dalam satu koalisi untuk memenangkan IDP-DAHLAN di September 2020 mendatang.

SYAFAAD

Pasangan Drs. H. Syafruddin H. M. Noor MPd. Dan Ady Mahyudi yang mendapat akronim SYAFAAD dari masyarakat kabupaten ini kalau dianalisa dari dua tokoh politik ini memiliki riwayat kelahirannya sebagai politisi dari rahim yang sama, yaitu dari Partai Amanat Nasional(PAN). Karena sesuatu sebab dinamika internal PAN yang membuat H. Syafru menyeberang ke partai Nasdem sebagai ketua dewan pembina Partai Nasdem Kabupaten Bima.

Dengan modal dasar PAN dan Nasdem, apabila kedua partai ini bersepakat berkoalisi dengan mengutamakan mengusung kader sendiri, yang sudah melebihi PT.20% maka SYAFAAD sudah aman dan dapat maju menantang IDP-Dahlan sebagai petahana.

Pasangan SAFAAD masih berkemungkinan membangun komunikasi dengan partai lain untuk menggemukkan postur koalisi. Partai yang masih mungkin untuk membangun jalur komunikasi untuk kesepkatan berada dalam satu gerbong adalah Demokrat, Hanura dan PBB. Sedangkan PDIP dan PKS diisyukan telah mengikat kesepakatan berkoalisi mendukung pasangannya sendiri.

Bila pasangan SYAFAAD dan team pemenangannya mampu merealisasikan untuk memasukkan ke lima partai ini dalam satu gerbong perjuangan maka persaingan dalam pertarungan dua kandidat paslon ini akan semakin seru.

IMAN

Kemunculan pasangan ini, dr. H. Irfan Zubaidy dan H. Herman Alfa Edison, cukup mengagetkan banyak pihak. Karena menyeruak tiba tiba ditengah euforia para pendukung IDP-Dahlan dan SYAFAAD. Dan saya sendriripun sempat tidak mempercayai keseriusan dokter Irfan maju sebagai bakal calon Bupati. Dalam sebuah group WA, Irfan menjawab cepat dan tegas keraguan saya itu dengan mengatakan, “kali ini serius, pak haji!”.

Dengan modal koalisi dua partai, PDIP dan PKS yang hanya memiliki modal total 6(enam) kursi, maka peluang IMAN sepertinya tersendat. Dengan hanya modal 6(enam) kursi, IMAN masih harus perlu menambah minimal 3(tiga) kursi lagi untuk dapat maju menjadi kontestan.

PDIP dan PKS masih harus membuka jalur komunikasi politik dengan beberapa partai politik. Yang memiliki peluang untuk dibuka komunikasi tinggal dua partai saja, yaitu Demokrat atau Hanura. Apabila salah satu partai ini dapat dirangkum dalam koalisi, maka IMAN akan melenggang memasuki arena pertarungan pada September mendatang.

KEMUNGKINAN.

Beberapa kemungkinan dalam menganalisa pergerakan partai dalam menjalin komunikasi dan bersepakat membangun koalisi untuk mendukung bakal pasangan calon kepala daerah kabupaten Bima ini, melahirkan beberapa asumsi pada strategi yang akan dimainkan oleh para bakal paslon itu.

IDP-Dahlan sadar dengan beberapa hasil survey bahwa posisi mereka belum aman untuk memenangkan pertarungan itu. IDP -Dahlan sebisa mungkin akan menghindari Head to Head dengan bakal pasangan calon SAFAAD yang elektabilitasnya yang semakin meningkat. Kehadiran bakal pasangan calon IMAN sedikit memberi harapan dan peluang bagi IDP-Dahlan karena bakal pecahnya perhatian masyarakat yang kecewa atau belum menentukan pilihan.

Dengan bermodalkan dua partai yang hanya total 6(enam) kursi tidak mungkin pasangan IMAN lolos dalam verifikasi KPU. Apabila komunikasi dengan Demokrat atau Hanura tidak menemui kesepkatan maka peluang IMAN “membantu” untuk memecah suara akan gagal.

Tapi apakah IDP-Dahlan Akan membiarkan IMAN gagal meramaikan pesta?

Menurut asumsi saya, kemungkinan itu sangat bisa jadi tidak akan dibiarkan oleh IDP. IDP akan berjuang membantu “mengulurkan tangan”nya dengan “menitipkan” salah satu anggota koalisinya untukbmelengkapi persyaratan bagi IMAN untuk dapat memenuhi PT. 20% sebagai syarat dukungan atau kendaraan politik.

Dengan analisa di atas, kemungkinan bahwa pemilukada serentak yang juga diikuti oleh kabupaten Bima di tahun 2020 itu hanya akan diikuti oleh 3(tiga) pasang calon. Prediksi pergerakan partai politik dalam membangun kesepakatan untuk berkoalisi sebagai kendaraan politik untuk pasangan calon kepala daerah kabupaten sah sah saja dilakukan oleh siapapun dengan berdasarkan asumsi asumsi jumlah kursi partai politik dilegislativ.
Selamat beranalisa..!!

*)Penulis Adalah Pemerhati Sosial Politik Bima Nusa Tenggara Barat

Antisipasi Covid-19, Kades Rade Semprot Rumah Warga Dengan Disinfectan

Bimantika.net,_ Berbagai cara yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah, Pemerintah Kelurahan dan Desa dalam mengantisipasi pencegahan virus Corona salah satunya adalah Pemerintah Desa Rade melakukan penyemprotan disinspektan di tiap-tiap rumah warga di desa setempat pada hari Jumat, 27 Maret 2020.

Pada Penyemprotan Disinspektan tersebut, langsung di pimpin oleh Kepala Desa, didampingi oleh Babinsa, Babinkamtipmas, BPD, LPMD, Karang Taruna, Warga Desa Rade, RT.

Kepala Desa Rade Atfah, S.Pd menuturkan, penyemprotan disinspektan di tiap rumah warga dalam hal untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona, yang dianggap sebagai tempat yang rentan penularan virus Corona.

Kata mantan Jurnalis ini, selain penyemperotan melakukan disinspektan, pihaknya juga mengimbau agar warga Desa Rade senantiasa menjaga lingkungan melalui kerja bakti dan sosialisasi tentang penyegahan virus Corona, dan sejauh ini di wilayah Desa Rade belum ada yang terjangkit.

“Terima kasih kepada warga yang sudah gubung dan bergotong royong. Semoga di wilayah Kabupaten Bima, khususnya Desa Rade tidak terjagkit virus Corona,” ungkapnya 

Sementara itu juga Ketua BPD Desa Rade Syaifullah Aminullah menambahkan, dalam penyemprotan disinspektan ini adalah bentuk upaya untuk mencegah penyebaran virus corona.

Akan tetapi, dari diri kita pun menghimbau kepada seluruh warga Desa Rade harus menjaga pola hidup bersih dan sadar diri mengikuti anjuran pemerintah. harap ipul sapaanya. (Yadin//bnn_03)

Berbagai Upaya Cegah Covid-19 Yang Walikota Bima Lakukan

Bimantika.net,_Berbagai upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Bima dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19 di Kota Bima. Salah satunya adalah membuat bilik sterilisasi yang nantinya akan ditempatkan di ruang-ruang publik. 

Bilik sterilisasi yang merupakan karya dari anak-anak muda kreatif dari Posyantek Mekar Jaya Kelurahan Lewiraro, akhirnya dilakukan uji coba pada Jum’at Pagi 27 Maret 2020 oleh Walikota Bima H Muhammad Lutfi SE dan Wakil Walikota Bima Feri Sofiyan SH di kediaman masing-masing.

Uji coba juga dilakukan di Kantor Walikota Bima oleh Sekretaris Daerah Drs, H.Mukhtar MH, Asisten bidang Administrasi Umum Setda Kota Bima, Asisten bidang Pemerintahan dan Kesos dan Staf Ahli Walikota Bima Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik.

Diawal ini akan diadakan 10 bilik sterilisasi yang akan di tempatkan di ruang publik seperri Pelabuhan, terninal, Kantor Pelayanan Pemerintah dan beberapa tenpat lainnya yang dianggap bersinggungan dengan banyak orang.

Wali Kota Bima dan Wakil Wali Kota Bima mengapresiasi anak-anak muda yang kemudian menciptakan bilik sterilisasi ini ditengah kekhawatiran masyarakat terhadap penyebaran covid-19 ini.

Lanjutnya, bahwa pemerintah mengharapkan pembuatan bilik ini dibuat dalam jumlah yang banyak dan akan diback up melalui APBD II yang telah ditetapkan tim Gugus Penanganan Corona. 

“Bilik sterilisasi ini tempatkan di ruang-ruang publik sehingga masyarakat juga bisa terlindungi,” ujar Wali Kota Bima.

Wali Kota mengharapkan agar masyarakat tidak merasa panik namun tetap waspada serra menjaga kondisi psikis demi menjaha kualitas daya tahan tubuh dalam menangkal berbagai virus.

Begitupula diharapkan kepada Tim Gugus agar benar-benar mengontrol dan memantau fenomena pulangnya mahasiswa dan perantau ke Bima pasca merebaknya corona membuat Kota Bima siaga mencegah mewabahnya virus ini di Kota Bima. Masyarakat juga diminta berpartisipasi memberikan informasi melalui RT/RW, Lurah dan Camat mengenai kedatangan warga masyarakat dari Luar Negeri maupun dari daerah yang terpapar Covid-19. (Yadin//bnn_03)