Kabupaten Bima 10 Orang Positif COVID-19, Hasil Uji Sweb

Bimantika.net,_ Press release resmi dari Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada selasa malam (20/4/20) yang dikirim oleh tenaga ahli Gubernur NTB melalui WhatsApp Redaksi Bimantika.net bahwa ada sepuluh Warga Kabupaten Bima yang dinyatakan positif teridentifikasi virus corona setelah dilakukan pemeriksaan Uji laboratotium Sweb.
Adapun nama-nama yang ada dalam rilisan tersebut yakni:1. Pasien nomor 76, inisial R, perempuan (38), Warga Desa Kananga, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan orang yang pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Bima dan dalam kondisi baik.
2. Pasien nomor 77, inisial I, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Desa Kananga, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan pasien positif Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Bima dan dalam kondisi baik.
3. Pasien nomor 78, inisial AH, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Desa Bonto Kape, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan orang yang pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Bima dengan kondisi baik
4. Pasien nomor 79, inisial IJ, perempuan, usia 63 tahun, penduduk Desa Kananga, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan orang yang pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Bima dengan kondisi baik.
5. Pasien nomor 80, inisial IA, laki-laki, usia 14 tahun, penduduk Desa Kananga, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan orang yang pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Bima dengan kondisi baik.
6. Pasien nomor 81, inisial B, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Desa Kananga, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Bima dengan kondisi baik.
7. Pasien nomor 82, inisial A, laki-laki, usia 57 tahun, penduduk desa Kore, Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak erat dengan pasien Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Bima dengan kondisi baik
8. Pasien nomor 83, inisial S, laki-laki, usia 65 tahun, penduduk Desa Kananga, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Bima dengan kondisi baik.
9. Pasien nomor 84, inisial S, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Desa Kananga, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Bima dengan kondisi baik.
10. Pasien nomor 85, inisial MS, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Desa Kananga, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Bima dengan kondisi baik. Demikian press release pihak Pemerintah Propinsi NTB (BNN_01)

Perketat Social dan Physical Distance, Walikota Bima Pimpin Rapat Gugus Tugas Tim Covid-19

Bimantika.net, – Wali Kota Bima H. Muhammad Lutfi SE memimpin rapat koordinasi bersama Tim Gugus Tugas Penanganan Covid 19 Kota Bima pada Senin 20 April 2020 di Teras Kantor Walikota Bima. Rapat Koordinasi ini dilakukan dengan menerapkan social distancing dan physical distancing.

Hadir dalam rapat tersebut Ketua DPRD Kota Bima, Dandim 1608 Bima,. Kapolres Bima Kota, Ketua Pengadilan Negeri Raba Bima, Kepala Kejaksaan Negeri Raba Bima, Sekda Kota Bima beserta jajaran Tim Gugus Tugas Covid 19 ditambah 5 (lima) Camat yang ada di Kota Bima.

Rapat yang beragendakan evaluasi penanganan Covid-19 Kota Bima diawali dengan laporan masing-masing satuan tugas yang ada mengenai kondisi dan perkembangan di lapangan. 

Berdasarkan laporan masing-masing Satgas yang ada bahwa saat ini Tim Gugus Tugas gencar dalam mendeteksi sebaran covid – 19 dengan memfokuskan pada beberapa kelompok orang yang menjadi fokus identifikasi  yaitu, PPTG atau Pelaku Perjalanan Tanpa Gejala yaitu orang – orang yang memiliki riwayat perjalanan dari daerah terdampak maupun luar negeri.

Selanjutnya adalah OTG atau Orang Tanpa Gejala yaitu, orang-orang yang memiliki riwayat kontak dengan pasien positif dan ODP atau Orang Dalam Pemantauan yaitu, kelompok orang yang memiliki riwayat perjalanan dari daerah terdampak atau memiliki riwayat kontak dengan pasien positif dan mememiliki gejala.

Walikota Bima dalam arahannya menegaskan, bahwa tracking harus dilakukan sedetail dan secepat mungkin, agar penderita yang tidak terdeteksi dan berpotensi menularkan bisa diketahui dan dapat diambilkan tindakan penanganannya sehingga rantai penyebaran Corona (covid-19) di kota Bima bisa secepatnya diputus.  

Diharapkannya pula agar semua tim gugus tugas yang berada di lapangan agar lebih memperketat arus keluar masuk dan pemberlakuan jam malam. Dimintanya pula agar Dikes melakukan tracking kontak terhadap OTG dan ODP yang sudah ada.

“Sebagaimana diketahui bahwa pada Jum’at 19 April 2020 dua pasien telah dipulangkan setelah menerima hasil swab kepada kedua pasien tersebut dengan hasil swab test menyatakan bahwa kedua pasien ini negatif covid-19,” ungkap Walikota yang dilansir oleh Kabag Humaspro Setda Kota Bima H.Abdul Malik

Selain itu, kata Dia, pada rakor tersebut dibahas pula mengenai berbagai persiapan menghadapi pandemi ini memasuki bulan ramadhan yang tinggal 4 hari lagi. “Wali Kota Bima meminta kepada Bagian Kesra untuk menyiapkan berbagai sosialisasi kepada masyarakat terkait pelaksanaan ibadah pada bulan ramadhan nanti,” terangnya.

Saat ini, sambungnya, jumlah Pasien positif sebanyak 2 orang, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 0 orang. Untuk Orang Tanpa Gejala (OTG) sebanyak 22 orang, Orang Dalam Pemantauan (ODP) jumlahnya 16 orang. Sedangkan Pelaku Perjalanan Tanpa Gejala (PPTG) 767 orang yang pernah melakukan perjalanan. Penambahan angka positif berasal dari Kecamatan Raba, yakni Tn A, umur 30 tahun penduduk kelurahan Rabangodu utama yang berdomisili di Lombok Timur dan dimasukkan dalam tracking sesuai dengan alamat domisili sesuai Identitas Kependudukan pasien. 

Dan diharapkan agar membangun kejujuran mengenai riwayat perjalanannya sehingga memudahkan kita untuk melacak, karena informasi yang akurat dari masyarakat akan memudahkan penelusuran sehingga bisa segera dilakukan penanganan oleh tim kesehatan.

“Mari bersama kita membangun solidaritas kemanusiaan, berikan semangat dan do’a kepada pasien agar bisa melawan virus Covid-19 ini,” harapnya. (BNN_03/yadin)

Peduli COVID-19, IDP_Dahlan Serahkan APD untuk Tenaga Medis Puskesms Sanggar

Bimantika.net,_ Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE dan Wakil Bupati Bima, Drs Dahlan M. Noer M.Pd melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kecamatan Sanggar Kabupaten Bima, dimana Kecamatan ini berada diujung Barat Kabupaten Bima pada hari Minggu (19/4/2020). 

Keberadaan IDP_Dahlan di Wilayah Ujung Barat Kabupaten Bima yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Dompu itu semata mata karena Peduli pada para Tenaga medis Puskesmas setempat dan warga masyarakat Sanggar secara luas. selain memberikan Alat Pelindung Diri (APD) dan Bingkisan untuk Tenaga Medis, juga untuk membagikan masker dan sabun kepada masyarakat,

Menurut Bupati IDP, ada 15.000 unit masker yang dibagikan untuk 6 Desa di Kecamatan Sanggar. Tidak hanya itu, masker juga dibagikan untuk aparat Koramil, Polsek dan Pemerintah Kecamatan Sanggar.

“Masing-masing 6 Desa di Kecamatan itu mendapat 200 unit masker. Sementara Koramil, Polsek dan Kecamatan masing-masing 100 unit,” katanya.

Bupati IDP menegaskan pembagian masker dan sabun tersebut mendorong semua warga di Kabupaten Bima, agar tetap menggunakan masker dalam mencegah penyebaran wabah corona. 

“Agenda ini sengaja dilakukan untuk mencegah dan memutus mata rantai penyebaran corona,” ujarnya. 

Selain membagikan masker dan sabun, Bupati IDP juga memberikan spirit juang kepada para tenaga medis sebagai garda terdepan untuk selalu siaga dan tidak panik ditengah pandemi COVID-19.

“Mari Kita Panjatkan Doa secara terus menerus pada Allah SWT semoga wabah Corona ini segera berakhir,” demikian Harap Bupati IDP (BNN_03//yadin)

Gubernur NTB Sebut Agar Ekonomi Mandiri Industri kita Harus Kuat

Bimantika.net,_ Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc dalam Release persnya menyebutkan bahwa Paket Sembako JPS Pemprov NTB masih menyisakan banyak pertanyaan dan debat. Kenapa harus memaksakan diri menggunakan produk-produk lokal? Kenapa tidak beli saja produk yang sudah ada di pasar yang harganya lebih murah? Bukankah dengan harga yang lebih murah kita kemudian jadinya dapat lebih banyak ?

BAGI yang belajar ekonomi yang biasa, tentu pertanyaan-pertanyaan di atas wajar. Sayangnya, karena seringnya kita berpikiran seperti di atas, kita jadi tergantung pada impor atau membeli produk dari luar. Industri dalam negeri tak pernah hidup. Akibatnya, ekonomi kita tak pernah mandiri dan selalu rentan terhadap gejolak dan perubahan-perubahan eksternal.

Agar ekonomi kita mandiri, maka Industri kita harus kuat. Hadirnya industri akan mengurangi persoalan mendasar kita seperti pengangguran dan kemiskinan. Proses menghadirkan Industri yang kuat dalam sebuah perekonomian inilah yang disebut industrialisasi.

Industrialisasi tidaklah sederhana. Perjalanannya panjang dan berliku, dan ia mensyaratkan hadirnya inovasi teknologi. Tanpa Inovasi teknologi maka industrialisasi hanyalah mimpi dan pepesan kosong.

Inovasi teknologi ini secara empiris ternyata tidak seperti yang banyak dibayangkan orang. Ia tidak tumbuh subur di kampus-kampus atau lembaga-lembaga penelitian. Inovasi teknologi ini sebagian besar terjadi di perusahaan dan industri.

Inovasi teknologi di negara-negara berkembang (catching up countries) tidak banyak berasal dari riset di kampus atau dari research and development (R&D) laboratorium dan lembaga-lembaga penelitian. Tapi banyak dilakukan perusahaan-perusahaan dengan learning by doing dan reverse engineering. Perusahaan belajar dari coba-coba, dari melakukan pekerjaan dengan metode ATM. Amati, Tiru dan Modifikasi!

Jadi kalau kita mau menghadirkan banyak inovasi teknologi maka hadirkanlah banyak perusahaan dan industri dalam perekonomian kita dan beri mereka kesempatan untuk memulai mengerjakan pesanan dan pekerjaan-pekerjaan itu.

Jadi inilah semangat dasar kenapa kita harus ramah pada investasi. Hanya dengan ramah pada investasi, perusahaan mau datang ke tempat kita. Banyaknya perusahaan akan menghadirkan banyak inovasi teknologi. Banyaknya inovasi teknologi akan mempercepat Industrialisasi dan hadirnya industrialisasi akan memperkokoh perekonomian dan daya tahan kita.

Dengan sedikit landasan teoritis di atas, mudah-mudahan para sahabat kini jadi mengerti, bahwa JPS Gemilang yang mengutamakan produk-produk lokal bukanlah sekedar langkah populis tanpa dasar. Ia merupakan langkah ‘besar’ dan ‘mendasar’ untuk memulai inovasi teknologi. Langkah awal dan mendasar untuk menempuh perjalanan panjang industrialisasi demi perekonomian NTB yang kokoh di masa yang akan datang.

Tanpa ada kebijakan menggunakan produk lokal, pelaku industri lokal tak akan pernah belajar, tak akan pernah melakukan inovasi teknologi dan karenanya tak akan pernah menjadi besar.

Nah, Kalau UKM dan Industri Lokal tak pernah akan besar maka ekonomi kita tak pernah mandiri dan akan tergantung terus pada produk dari luar dalam jangka panjang. Kita selamanya akan jadi penonton.

Keberanian menggunakan produk lokal dan memunculkan UKM dan industri lokal adalah upaya serius kita untuk menguatkan fondasi ekonomi kita untuk kokoh dalam jangka panjang.

Jadi mari semua Kabupaten Kota di NTB di paket-paket bantuan masyarakat dengan sembako-sembakonya memulai menggunakan produk-produk lokal daerahnya masing-masing untuk membantu masyarakat di masa pandemik Covid-19 ini.

Bumdes dan toko-toko tani lokal banjiri dengan produk-produk lokal petani, nelayan, peternak dan pedagang-pedagang lokal kita. Ini perjuangan bersejarah kita untuk menguatkan perekonomian kita sendiri.

Perjalanan panjang, memang selalu harus dimulai dengan langkah pertama. (TA GubNTB/HS)

Dampak COVID-19, Bupati Bima Terima Surat Kemensos Terkait Pagu Penerima Bansos Tunai

Bimantika.net
Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE resmi menerima surat dari Kementrian Sosial Republik Indonesia pada hari ini Minggu (19/4/2020). Surat yang ditandatangani oleh Direktur Jendral Penanganan Fakir Miskin, Asep Sasa Purnama tertanggal 17 April 2020 tersebut dengan Nomor : 1615/6/DI.01/04/2020 dan Perihal Alokasi Pagu Penerima Bantuan Sosial Tunai (Bansos Tunai).

Isi surat yang di terima Bupati IDP tersebut adalah Dalam Rangka pelaksanaan Jaring Pengaman Sosial Dampak Corona Virus Disease (COVID-19) melalui Bansos Tunai dan menindaklanjuti pertemuan melalui Vidio Conference Menteri Sosial dengan Gubernur dan Bupati/Walikota dari 33 Propinsi tentang rencana pelaksanaan bansos tunai yang telah dilaksanakan pada tanggal 13-14 April 2020 bersama ini disampaikan hal hal sebagai berikut.

Pertama, Bansos Tunai diberikan kepada keluarga Miskin, tidak mampu dan atau rentan terkena dampak COVID-19 diluar program sembako (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH).

Kedua, besarnya bansos tunai Per Keluarga Per bulan adalah Rp. 600.000 diberikan selama tiga bulan pada bulan April, Mei dan Juni tahun 2020.

Ketiga, Alokasi Pagu penerima Bansos tunai di Wilayah Kabupaten Bima sebanyak 29.663 (Dua Puluh Sembilan Ribu Enam Ratus Enam Puluh Tiga) Keluarga.

Keempat, penerima bansos tunai diprioritaskan bagi keluarga yang terdapat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) sebagaimana disampaikan melalui surat Sekretaris Jendral Kementrian Sosial Nomor 941/1/DI.01/4/2020 Tanggal 9 April 2020 perihal Data Bantuan Sosial Tunai dan Non DTKS adalah keluarga yang terdampak Pandemi COVID-19 yang dinilai layak menerima bantuan dengan dilengkapi data lengkap (BNBA, NIK dan Nomor HP).

Setelah menerima Surat resmi dari Kementrian Sosial Tersebut, Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE melalui WhatsApp nya menyatakan akan melakukan benar benar kevalidan data bagi penerima bansos tunai tersebut.
“Insya. Allah Pemkab Bima melalui Dinas Sosial akan melakukan validitas data yang sebenar benarnya sehingga bantuan tersebut tepat sasaran untuk masyarakat yang berdampak COVID-19” demikian ungkap Bupati Bima IDP. (BNN-01)

Peduli Covic-19, Naganuri Trail Bima Bagi Gratis Masker

Bimantika.net,_Salah satu Club Motor Trail Bima yang bernama Naganuri Trail, tidak hanya menjadi pribadi yang selalu bergulat dengan medan sulit dan menantang saat terabas atau sedang Crosser, namun mereka memiliki Kepedulian yang begitu tinggi pada arti Kemanusiaan.

Terbukti, Club Motot Trail dengan suara knalpot menggelegar ini pada hari minggu (19/4//2020) melakukan aksi kemanusiaan di wilayah Kecamatan Sape Kabupaten Bima.

Puluhan Trabaser Naganuri trail Bima Melakukan pembagian Masker 1500 lembar di cabang Masjid Raya Almunawarah Sape dengan sasaran kegiatan yaitu pembagian masker kepada jama,ah masjid almunawarah serta kepada masyarakat pengguna jalan dan sambil sosialisakan cara Memakaian masker dan dampak dari tidak memakai masker.

“Gerakan kmi ini Mendukung gerakan satu Masker satu nyawa” ungkap salah seorang Trabasser hebat dinjkur Lumpur nan licin.

Liputan Langsung Bimantik.net, bahwasannya Kegitan ini sangat sangat bermanfaat bagi warga setempat. Bahkan warga setempat sangat mengapresiasinya dengan mengucapkan terimkasih yang mendalam pada Club Naganuri Trail.

Ketua cCub Naganuri, Khairul S.ip dengan sapaan sehari hari “UBA SAPE” menghimbau kepada semua anggota club dan masyarakat pengguna jalan agar kita saling menjaga satu sama lain, jaga diri jaga keluarga, jaga lingkungan serta jaga daerah.

Uba sape juga sangat mengharapkan
semoga komunitas yang lain yang ada di kota dan kabupaten bima terinspirasi dengan kegiatan ini. (BNN_02/RumaRenggeSape)

BLT Dampak Covic_19, Kabupaten Bima Bertambah dari 15.585 KK Menjadi 24.331 KK

Bimantika.net,_Sabtu kemarin (18/4/2020) Bimantika.net memberitakan Sebanyak 15.848 Kepala Keluarga (KK) di Kabupaten Bima akan mendapatkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar Rp. 600 ribu, perbulan selama tiga Bulan dari Pemerintah.

“Jatah Kabupaten Bima yang mendapatkan BLT dari Pemerintah Pusat totalnya ada 15.848 KK,” Demikian dikatakan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bima, Drs. Andi Sirajuddin MM.

Menurutnya, KK yang mendapatkan BLT tersebut adalah masyarakat miskin yang tidak pernah mendapatkan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BNPT).

“Satu KK akan mendapatkan BLT sebanyak Rp. 600 ribu perbulan selama tiga bulan.  Yakni dari Bulan April, Mei dan Juni,” katanya

Sirajuddin mengatakan, BLT yang diberikan tersebut sebagai upaya Pemerintah Pusat membantu warga yang terkena dampak covid-19. Diharapkan bantuan tersebut digunakan sesuai kebutuhan skala prioritas.

Namun pada hari ini Minggu (19/4/2020), Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bima, Drs. Andi Sirajuddin melalui Saluran WhatsApp nya menyatakan ada penambahan jumlah Kk penerima BLT untuk Kabupaten Bima.

“Alhamdulillah pagi ini minggu 19 April sekitar Pukul 06.00 Wita saya menerima kiriman BNBA by Name by Adres Dari Kementrian Sosial RI jumlah Quota Kabupaten Bima untuk mendapatkan Bantuan Langsung Tunai( BLT) sebesar Rp
600,/Bulan selama 3 bulan yaitu mulai Bulan April sd Juni adalah. Sebanyak 24.331 KK miskin yang masuk dalam Basis DATA TERPADU KESEJAHTERAAN SOSIAL(DTKS) yang di keluarkan Pusdatin kementerian Sosial. Semula Kabupaten Bima hanya dapat bantuan 15.585 KK, ada tambahan 8473 KK. In sha allah senin 20 April, kami Dinas Sosial akan melakukan Verifikasi dan Validasi Data, jangan sampai ada yg menerima doubel. Mohon doa dan dukungan semoga kami semua di berikan kekuatan dan kesehatan yang prima amin” demikian Ujar Andi Sirajuddin. (BNN_01)

Kelompok Tani Hutan Apresiasi Terobosan Gubernur NTB

Mataram_NTB Bimantika.net,_Kelompok Tani Hutan (KTH) Kayu Putih Kabupaten Lombok Utara dan Lombok Tengah menyampaikan apresiasi atas langkah Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M.Sc yang memberikan kepercayaan pada masyarakat dan pelaku UMKM di Provinsi NTB untuk membuat dan mensupplay produk lokal pada Program Jaring Pengaman Sosail (JPS) Gemilang.

Sebagaimana diketahui, Gubernur-Wagub NTB, telah secara resmi meluncurkan program JPS Gemilang untuk 105.000 KK Miskin dan pelaku sektor formal dan informal terdampak Covid-19. Dengan diberikan paket senilai Rp. 250.000/KK selama tiga bulan. Per paket berisi antara lain beras, telur, minyak goreng, teh kelor, susu kedelai, masker, sabun, dan minyak kayu putih/cengkeh.

Dimana untuk pemenuhan paket Minyak Kayu Putihnya, Pemprov NTB mengambil dari produksi binaan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB, melalui KPH Rinjani Barat, yang mendorong, membina dan mendampingi seratus lebih KPH di wilayahnya.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya, atas kebijakan yang diambil oleh Pak Gubernur NTB. Dimana produk dalam Program JPS Gemilang, semuanya menggunakan Produk lokal NTB. Termasuk salah satunya Minyak kayu putih 10 ml yang merupakan hasil dari KTH kami,” ujar Ketua KTH Tunas Pade Tunaq, Murad, Sabtu (18/4)

Hal yang sama disampaikan oleh Ketua KTH Tenem 1 Kab. Lombok Tengah, Sahrun, yang mengaku telah merasakan secara langsung manfaat kebijakan penggunaan minyak kayu putih dalam paket JPS Gemilang. Menurutnya, selama ini pemerintah telah memerintahkan dirinya dan ribuan temen-temannya untuk melakukan budidaya tanaman di hutan. Terutama kayu putih, yang belum dapat dirasakan secara langsung manfaatnya oleh anggotanya.

“Selama ini, Pemerintah telah memberikan kami penyuluhan-penyuluhan dan motivasi untuk merawat dan memanfaatkan hasil hutan. Terutama pohon kayu putih. Manfaatnya untuk menjaga kelestarian lingkungan. Tapi kami masyarakat awam tentu butuh juga manfaat untuk tambahan nafkah kami,” terang Sahrun.

Sehingga, dengan dibelinya produk kayu putih oleh Pemprov NTB, Murad maupun Sahrun mengaku menjadi yakin bahwa kayu putih yang selama ini ditanam bersama ratusan temen-temennya benar-benar dapat meningkatkan taraf hidup mereka. Dan optimis untuk menambah jumlah kayu putih yang akan di tanam di kawasan hutan Kritis.

Sementara itu, Kepala Balai Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Rinjani Barat, Mustara Hadi, S.Hut, M.Si, merincikan bahwa KTH Tunas Pade Tunaq dan Tenem merupakan bagian dari 122 KTH lainnya, dimana dalam satu KTH minimal beranggotakan 15 orang. Semuanya berada dalam wilayah pembinaan pihaknya yang meliputi Kab Lombok Barat dan Lombok Utara

“Semangat masyarakat untuk menanam pohon kayu putih sangat menentukan, kesuksesan program konservasi diwilayah KPH Rinjani barat. Karena KPH Rinjani barat itu fokus di pengelolaan Hasil Hutan Bukan Kayu (HBK). Sehingga untuk mendukung konservasi hutan pada lahan Kritis dan sangat kritis salah satunya kami mengandalkan Pohon kayu Putih. Karena yang dimanfaatkan daunnya, bukan kayunya,” jelas Mustara Hadi.

Selama ini baru 1.500 hektar yang menjadi target konservasi kami dengan pohon kayu putih. Mustara mengaku sedikit kesulitan meyakinkan manfaat ekonomis dari pohon kayu putih kepada masyarakat. Karena belum ada bukti langsung yang dirasakan kelompok binaannya tersebut. Bahkan, masyarakat sering membandingkan dengan hasil buah-buahan.

“Kami tentu konsen konservasi lahan kritis dan sangat kritis. Pohon buah-buahan tentu sulit untuk tumbuh di lahan sangat kritis. Nah, kami mendorong KTH itu untuk menanam Pohon Kayu Putih, yang memang memiliki keunggulan sebagai Pohon Pioner. Dimana justru memiliki pertumbuhan yang baik di lahan terbuka dengan tingkat panas yang tinggi,” imbuh Mustara Hadi.

Kendalanya, masyarakat kurang semangat selama ini. Karena belum merasakan secara langsung secara ekonomi pohon kayu putih. Namun, dengan adanya orderan ratusan ribu botol kayu putih untuk memenuhi paket JPS Gemilang menjadi bukti bahwa kayu putih yg ditanam menjadi bagian industrialisasi NTB Akhirnya masyarakat tergerak dan komitmen untuk berpartisipasi membantu Konservasi lahan kritis/sangat kritis d KLU, Lombok Barat, bahkan juga di Lombok Tengah yg saat ini menjadi wilayah kph pelangan tastura.

“Dari dulu kami telah menyiapkan pabrik penyulingan Kayu Putih di Desa Malaka dan Desa Bentek Lombok Utara. Dengan kapasitas produksi 300 kg/hari, untuk membantu masyarakat memproduksi minyak kayu putih sendiri. Semoga dengan momentum ledakan permintaan dalam paket JOS Gemilang ini, masyarakat bisa lebih serius bersama-sama mengelola dan memproduksi Minyak kayu putih,” harapnya.

Mustara dan jajarannya harus terus mendorong budidaya Kayu Putih selain karena alasan utama konservasi hutan sangat kritis, termasuk alasan telah dimasukkan sebagai komoditi unggulan di wilayahnya, yang tercantum di RPHJP (rencana Pengelolaan Hutan Jangka panjang) tahun 2014-2023. Juga karena ternyata minyak kayu putih produksi mereka dari pohon di hutan NTB juga termasuk memiliki kualitas terbaik/super menurut standart SNI.

“Dari uji laboratorium oleh Balai BPOM, minyak kayu putih yang dihasilkan oleh pohon di hutan kita, memiliki kadar Sineol 68%. Dan itu dalam kategori SNI 354 : 2014, merupakan level Super. Jadi kualitas terbaik, bukan hanya kualitas Pertama/Utama yang kadar Sineolnya hanya di bawah 60%. Dan yang kami kemas pun 100% minyak kayu putih tanpa campuran apapun,” tutup Mustara. (TA/GubNTb/bnn_01)

Dampak Covic-19, 15.848 KK Warga Kabupaten Bima Dapat BLT 600 Ribu Per Bulan

Bimantika.net,_ Sebanyak 15.848 Kepala Keluarga (KK) di Kabupaten Bima akan mendapatkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar Rp. 600 ribu, perbulan selama tiga Bulan dari Pemerintah.

“Jatah Kabupaten Bima yang mendapatkan BLT dari Pemerintah Pusat totalnya ada 15.848 KK,” Demikian dikatakan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bima, Drs. Andi Sirajuddin MM.

Menurutnya, KK yang mendapatkan BLT tersebut adalah masyarakat miskin yang tidak pernah mendapatkan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BNPT).

“Satu KK akan mendapatkan BLT sebanyak Rp. 600 ribu perbulan selama tiga bulan.  Yakni dari Bulan April, Mei dan Juni,” katanya

Sirajuddin mengatakan, BLT yang diberikan tersebut sebagai upaya Pemerintah Pusat membantu warga yang terkena dampak covid-19. Diharapkan bantuan tersebut digunakan sesuai kebutuhan skala prioritas.

“Kita harapkan BLT ini dapat digunakan untuk membeli kebutuhan prioritas. Salah satunya sembako,” ujarnya.

Dalam proses pendistribusian atau penyaluran, yang direncanakan sebelum bulan Ramadhan, Sirajuddin mengaku pihaknya telah membentuk tim. Mulai dari tingkat Desa, Kecamatan hingga Daerah.

“Tim ini nantinya akan bekerja sesuai tupoksi masing-masing, supaya tidak terjadi tumpang tindih di lapangan saat pembagian,” ujarnya.

Andi Sirajudin mempersilakan pihak jurnalistik atau Pers untuk ikut mengawal program tersebut sehingga meminimalisir adanya ketimpangan. “Silakan rekan rekan pers untuk memantau nggak ada masalah karna tugas pers sudah demikian adanya” ungkap Andi Sirajuddin. (BNN_01)

Kabar Baik, Pasien Cluster Goa di RS Sondosia Negatif Covic_19

Bimantika.net,_ kabar baik untuk masyarakat Kabupaten Bima Bahwa 3 orang jamaah tabligh asal Kecamatan Sanggar Kabupaten Bima yang sebelumnya diisolasi di Rumah Sakit Sondosia kabupaten Bima dengan status reaktif, hari ini (18/4/2020) resmi dipulangkan oleh pihak Rumah sakit setempat.

Ketiga pasien yang sebelumnya di rawat dengan standar perawatan Pasien Covic_19 tersebut dipulangkan karena hasil swab laboratoium dari RSUP Mataram NTB dinyatakan negatif Covid-19.

Kabar baik ini datang langsung dari Kepala Bagian Humas Pemerintah Kabupaten Bima, M. Candra Kusuma AP yang dikonfirmasi media online Bimantika.net melalui saluran Selulernya (18/4/2020). Menurut Chandra, bahwa pada hari Sabtu ini ketiga pasien tersebut dipulangkan ke rumahnya.

“Mereka dipulangkan karena hasil swab laboratiumnya dinyatakan negatif Covid-19, dua kali swab laboratorium terthadap ketiganya dinyatakan negatif Covid-19. Hasil sab laboratorium kedua dari RSUP Mataram NTB tersebut, kami terima Jum’at sore (17/4/2020),” demikian ungkap Chandra.

Ketiga jamaah tabligh tersebut, sebelumnya diakui diisolasi selama beberapa hari di Rumah Sakit Sondosia. Kondisi kesehatan ketiganya baik sejak awal diisolasi hingga keluar hasil swab laboratorium kedua dinyatakan negativ Covid-19, pun diakui sangat baik. “Alhamdulillah, kini ketiganya kembali ke rumahnya masing-masing. Terimakasih, apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kami sampaikan kepada para petugas medis yang melayani mereka dengan baik selama disiolasi hingga dinyatakan negatif Covid-19,” tutur Chandra.

Chandra meminta kepada seluruh Lapisan Masyarakat Kabupaten Bima agar senantiasa tidak panik dan selalu terapkan pola hidup sehat dan bersih.

“Sebagaimana yang sering Bupati Bima anjurkan bahwa setelah melakukan aktifitas segera cuci tangan pakai sabun dan bila ada keperluan mendadak yang mengharuskan keluar rumah jangan lupa pakai masker serta tetap dengan pola hidup sehat dan bersih” ungkap Chandra. (BNN_01)