Tampa Di Demo, Langgudu Selatan Sudah Diprioritaskan IDP-Dahlan dalam Membangun Infrastruktur

Oleh : Khairil *)

Bimantika.net,_Pada tanggal 29 Juni 2020 terjadi demonstrasi yang dilakukan oleh masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Perjuangan Rakyat Langgudu Selatan. Desa yang berada di bagian selatan kecematan langgudu tersebut yaitu desa Sarae Ruma, Karampi, Pusu, Waduruka. Adapun tuntutan yang disuarakan oleh masa aksi yaitu tentang perbaikan jalan darat yang ada diwilayah langgudu Selatan . Bagi saya tidak ada masalah jika masyarakat melakukan demonstrasi terkait fasilitas umum yang perlu diperhatikan pemerintah tetapi jangan sampai juga mengatakan bahwa pemerintah tidak memperhatikan kehidupan masyarakat langgudu Selatan tampa mengetahui apa saja yang sudah dikerjakan oleh pemerintah masa kepemimpinan IDP-DAHLAN untuk memenuhi kebutuhan masyarakat empat desa yang ada diwilayah langgudu bagian selatan. Pergerakan dari ALIANSI PERJUANGAN RAKYAT LANGGUDU SELATAN saya rasa hanya melihat dari satu aspek yaitu tentang keadaan jalan yang belum diaspal. Jika dibuka secara bersama anggaran pembangunan yang dikucurkan untuk masyarakat langgudu Selatan cukup besar mulai tahun 2016 sampai dengan 2018.

Anggaran Pada tahun 2016 yaitu pembangunan jalan ekonomi tamandaka-pusu Rp. 291.773.000, Pembangunan jalan ekonomi Waduruka-Tamandaka sebesar Rp. 197.810.000, peningkatan jalan wane-karampi-Sido sebesar RP. 9.500.000.000, dan peningkatan Jalan so serae-tamandaka-Pusu Rp. 3.000.000.000. Pada tahun 2017 anggaran yang diturunkan juga cukup besar, perincianya yaitu lanjutan pembukaan jalan Tamandaka- Soro Afu Rp. 197.810.000, Pembangunan Jembatan Karampi RP.3.750.000.000, Pembangunan jembatan waduruka RP.3.750.000.000, Pembangunan irigasi dusun Soro Bali desa Karampi RP. 198.800.000.
Pada tahun 2018 perincian anggaran daerah yang digelontorkan oleh pemerintah daerah untuk infrastruktur yaitu Talud dan deker jalan Desa Karampi desa Sarae uma RP. 143.425.000, Lanjutan pembangunan jalan Tamandaka-Pusu RP. 375.500.000, Pembangunan Jembatan SP.3 Sarae nae-Pusu Rp. 2.875.000.000, Pembangunan DI. Narile Butu nuwa Desa Karampi Rp. 1.100.000.000. Anggaran tahun 2019 dibandingkan dengan anggaran pembangunan pada tahun sebelumnya memang cukup kecil yaitu untuk peningkatan jalan Sp.3 sarae nae-karampi RP. 98.800.000.

Dari keseluruhan anggaran masa kepemimpinan IDP-DAHLAN yang masuk di Kecematan langgudu paling banyak menerima anggaran infrastruktur adalah wilayah Langgudu bagian selatan, harusnya mereka sedikit bersabar atas keadaan jalan saat ini, karena tidak mungkin anggaran Kabupaten Bima difokuskan hanya untuk satu kecamatan.

Sebelum kepemimpinan IDP-DAHLAN semua orang tahu bahwa banyak wilayah yang belum mendapatkan penerangan listrik di Langgudu termasuk langgudu bagian selatan, pasca terpilih dan dilantik IDP-DAHLAN langsung memfokuskan untuk menyalurkan listrik keseluruh desa-desa yang belum mendapatkan penerangan diwilayah Langgudu. Jadi dalam permasalahan pengaspalan jalan masyarakat harus tetap bersabar dan terus melakukan komunikasi dengan pemerintah daerah melalui wakil2nya di setiap dapil.

Dalam pemerintahan masalah tetang infrastruktur selalu menjadi perhatian karena untuk mengukur keberhasilan pemimpin harus tersedia infrastruktur agar dapat menunjang ekonomi rakyat, jadi tidak ada istilah daerah yang di anak tirikan yang ada hanya butuh proses dan waktu. Untuk membangun wilayah semua butuh proses karena tidak mungkin menyelesaiakan permasalahan kabupaten bima dalam satu periode kepemimpinan.

*Penulis Adalah
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Prof.Dr.Hamka (UHAMKA) Jakarta Asal Desa Rupe Kecamatan Langgudu

H. Arifin Apresiasi Langkah Politik Herman Alfa Edison

Bimantika.net,_
Salah satu bakal calon Bupati Bima, Drs. H. Arifin, MM adalah sosok yang sangat familiar, beliau adalah mantan sekda Jakarta Timur yang tidak diragukan lagi pemahamannya soal birokrasi. “Beliau adalah Birokrat Lapangan” ujar Ketua Tim Sukses H. Arifin, Ilham AR.

Ilham AR pun pada Bimantika.net menyenutkan bahwa H. Arifin memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas perjuangan Herman Alfa Edison (HAE) yang sudah menfinalisasi partai Hanura sebagai kendaraan politiknya di Pilkada Kabupaten Bima Desember 2020.”Apresiasi yang tinggi juga pada Dokter Irfan yang selalu bekerja merapikan simpul dan jejaring PKS” ujar Ilham.

Masih menurut Ilham, bahwa H. Arifin juga menyampaikan terima kasih atas segala upaya pemerintah daerah yang telah bekerja untuk kepentingan rakyat. Protes rakyat yang belum terjawab adalah utang pemerintah Daerah. Siapapun pemimpin daerah itu nanti.

Tak Lupa Pula Ilham AR sampaikan pesan moral yang mendalam pada bakal calon pasangan H. Syafru_Ady Mahyudi. “Selamat berjuang kepada sahabat Syafaad agar Allah SWT memudahkan segala daya upaya serta ikhtiar mendapatkan partai pengusung” ujarnya

Di akhir wawancaranya, Ilham dengan tegas katakan bahwa dirinya pun berjuang bersama tim, bersama konsultan, bersama Dewan pakar, juga bersama rakyat.
“Apapaun hasilnya, tidak mengurangi rasa bahagia saya, rasa empati saya, rasa hormat saya pada semuanya” tegas Ilham.

Ilham sadar bahwa segala ikhtiar tentunya
Pada ALLAH SWT jualah tempat kita sandarkan segala cita-cita, harapan, serta takdir. Kita jaga daerah kita, kita bersatu untuk membangun daerah kita, kita saling memperkuat satu sama lain untuk daerah kita.
“Itulah semangat saya, obsesi saya, dan harapan saya” ungkapnya. (BNN_01)

Bendum BADKO HMI Bali-Nusra : Beda Pilihan dalam Berdemokrasi Tak Boleh Merusak Kondusifitas

Bimantika.net,_SUDAH 73 tahun negara ini merdeka. Segala aspek terus mengalami perkembangan dan kemajuan. Salah satu yang terus mengalami perkembangan adalah sistem demokrasi yang menjadi acuan dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dari tahun ke tahun, periode ke periode, sistem demokrasi terus mengalami perkembangan. Demokrasi di Indonesia pun pernah mengalami masa gelap saat rezim Orde Baru berkuasa selama hampir 32 tahun.

Namun seiring perjalanan waktu, demokrasi mengalami kebangkitan. Singkatnya, bangsa Indonesia saat ini sudah bisa memilih kepala daerah secara langsung. Bahkan, kini juga dapat memilih pemimpin negara secara langsung di dalam bilik suara.

Sama hal nya di NTB Bendahara Umum HMI BADAN KORDINASI BALI NUSRA mengatakan, pemilihan umum atau pemungutan suara langsung untuk memilih Walikota dan Bupati adalah refleksi kedaulatan rakyat. Pemilu secara langsung, kata dia, merupakan pesta demokrasi yang harus dirayakan dengan gembira.

“Maka implementasi kedaulatan rakyat itu harus diwujudkan dalam suasana penuh kegembiraan dan memberi kebebasan seluas-luasnya bagi setiap pemilih untuk menentukan pilihannya,” ucap Eka –sapaan akrabnya

“Tentu saja suasana pesta demokrasi yang menggembirakan itu bisa terlaksana jika semua elemen masyarakat mampu mewujudkan suasana kondusif,” lanjutnya.

Eka menilai pemilihan Walikota dan Atau Bupati secara langsung selalu menghadirkan konsekuensi berupa perbedaan pilihan. Perbedaan pilihan itu, ucap dia, yang dikhawatirkan malah merusak persatuan dan kesatuan bangsa.

Tetapi, dia optimis akar budaya masyarakat Indonesia khususnya NTB sudah mengajarkan bahwa beda pilihan bukan masalah yang harus diperdebatkan atau dipertentangkan.

“Beda pilihan telah diterima sebagai sebuah keniscayaan, karena setiap orang akan selalu punya cara pandang dan penilaian yang tidak sama dengan orang lain, termasuk dengan teman ,rekan kerja atau dengan ayah-ibu serta anggota keluarga lainnya,” ungkap EKa.

“Pesannya adalah beda pilihan tidak boleh merusak kondusivitas yang sejatinya selalu menjadi kebutuhan semua orang,” imbuhnya.

Aktivis Perempuan tersebut menyoroti masa saat ini di mana Pemilu 2020 sudah tak lebih dari beberapa bulan lagi akan digelar. Pilkada bakal terselenggara secara serentak Tahun politik, itulah sebutan masa saat ini.

“Tahun politik 2020 benar-benar harus mencerminkan pesta demokrasi. Seluruh lapisan masyarakat didorong untuk bergembira melaksanakan kedaulatannya memilih kepala daerah, periode lima tahun berikutnya,” tutur Eka. (BNN_01)

Kontraktor Perempuan Asal Bima Sukses Loby Mega Proyek 75 Milyar

Bimantika.net,_ Salah Seorang Kontraktor perempuan muda Asal Bima NTB, Siti Syarah, ST sukses melakukan loby mega proyek yang angka real costnya sangat Fantastis.

Syarah yang juga sebagai Direktris PT. Chantika Mandiri Putri menjelaskan bahwa mega proyek yang ditanganinya saat ini adalah berlokasi di Wilayah Nangamiro Kabupaten Dompu dengan Total anggaran 75 Miliar.

Mega Proyek itu menurut Syarah bersumber dari dana Badan Ketahanan Nasional dan International (BKNI) Republik Indonesia. “Insya Allah dalam bulan September 2020 ini kita sudah action lapangan karena adminstrasi sudah rampung semua” ungkap Syarah.

Masih menurut Syarah bahwa Mega Proyek itu adalah Program pekerjaaan pembagunan klinik lansia taraf intersional
Berbasis wisata ekologi sehingga membantu para lansia dalam menangani kesehatannya.

“Insya Allah Klinik Lansia taraf internasional ini memiliki bangunan tambahan berupa Mess dan aula pertemuan serta fasilitas lainnya, sehingga akan bermanfaat luas untuk kepentingan kesehatan lansia” ungkapnya.

mengakhiri wawancaranya, syarah minta Doa pada semua pihak agar Mega Proyek Klinik taraf internasional yang berlokasi di desa Nangamiro Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu Propinsi NTB tersebut tidak mengalami hambatan karena secara administratif sudah rampung secara total, dan tinggal pelaksanaannya di bulan Septembet 2020 ini (BNN_01)

H. Arifin Sosok Harapan Warga, Tindakan Nyata Duduk Bersama Petani

Bimantika.net,_ Nama H. Arifin akhir-akhir ini menjadi bahan pembicaraan masyarakat Kabupaten Bima, baru saja turun beberapa hari di Sejumlah titik desa di Kabupaten Bima tiba-tiba nama H. Arifin melambung tinggi.
“Mungkin ini adalah niat baik dari H. Arifin setelah memberikan santunan pada anak-anak yatim di kabupaten Bima” ujar Salah satu Warga pencinta H. Arifin di wilayah Monta Kabupaten Bima.

Mantan Sekda Jakarta Timur ini menurut Warga setempat bahwa sosok seperti H. Arifin adalah sosok dambaan dan harapan mereka, karna tidak terlalu banyak bicara program yang sulit dijangkau oleh masyarakat awam melainkan program nyata yang menjadi apa sesungguhnya rakyat kehendaki.

Hasil liputan langsung Media Online Bimantika di beberapa tempat H. Arifin lakukan sosialisasi memberikn gambaran bahwa rakyat seolah_olah diangkat harkat martabatnya oleh H. Arifin dengan cara duduk bareng bersama-sama dengan menggunakan alas duduk seadanya. “Kami Bangga dengan calon Bupati yang luar bisa mau duduk dengan kami pakai terpal di sawah” ujar Warga yang duduk bersama dengan H. Arifin saat melakukan sosialisasi.

H. Arifin di Pilkada Kabupaten Bima Desember 2020 ini telah mendapatkan Surat tugas dari Partai Demokrat. Tidak tanggung-tanggung, pasca mendapat surat tugas itu langsung terjun
Ke Jantung Hati Rakyat, Terjun Langsung di sawah dan Ladang Masyarakat. Ini Membuktikan Bahwa H. Arifin benar2 mengetahui Kondisi Riil Masyarakat Petani di Kabupaten Bima.

Ilham Rasul selaku Ketua Tim Pemenangan menyebutkan bahwa saat ini selain Demokrat, H. Arifin sembari menunggu Rekomendasi dari beberapa partai Politik untuk bekoalisi seperti PKS, Hanura, PDIP, PBB. (BNN_01)

Elektabilitas IDP_Dahlan Meroket, Bakal Paslon Lain Berpotensi Bongkar Pasang

Bimantika.net,_Ketua Gender IDP Madapangga, Sumarni, S.Pd secara kontinyu lakukan koordinasi dan konsolidasi hingga arus bawah.

Dirinya masuk dalam lingkaran pendukung calon bupati bima petahana memiliki tanggung jawab moral untuk memenangkan Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE (IDP) yang dinilainya telah mampu memberikan nilai pelayanan terbaik selama dilantik menjadi Bupati Bima awal tahun 2016 silam baik itu secara sosial maupun karya nyata yang ditorehkan yang dirinya tidak bisa disebutkan satu persatu.

“Saya secara hati nurani pribadi dan seluruh tim gender IDP Kecamatan Madapangga akan berjuang keras memenangkan IDP di Kecamatan ini pada kontestasi Pilkada Kabupaten Bima akhir tahun 2020 ini karna IDP adalah sosok figur terbaik saat ini yang dimiliki oleh masyarakat Kabupaten Bima” ungkap Sumarni

Lanjutnya, IDP memiliki kepribadian yang menarik dan simpatik sehingga saat dirinya turun di tengah tengah rakyat selalu saja rakyat menyambutnya dengan riang gembira penuh suka cita, Kesantunan IDP sehingga dimata mayoritas masyarakat Bima IDP adalah pemimpin yang hanya di bully oleh sebahagian kecil kelompok pembenci yang tidak puas atas kebijakannya, Namun Elektabilitas IDP makin meroket seiring dengan di hujat nya oleh sekelompok kecil pembencinya dan IDP menanggapi dengan bagaimana menorehkan karya nyata di sisa masa jabatannya yang setahun terakhir ini.

Meroketnya elektabilitas IDP menurut Sumarni semata mata dikarenakan IDP fokus membenahi Bima selama masa kepemimpinannya. “Kalaupun ada yang masih kurang tentu di benahi di periode kedua” Ungkap Sumarni.

Masih menurutnya bahwa selama IDP memimpin Kabupaten Bima sejak tahun 2016 telah banyak berbuat dan berbakti untuk dou labo dana rasa tercinta ini. “Kalaupum ada program pro rakyat yang belum sempat torehkan, maka Insya Allah periode selanjutnya jika Allah menghendaki IDP jadi Bupati Bima Dua Periode.

Salain dari pada itu Sumarni pun menyuarakan terhadap Calon Bupati Petahana Kabupaten Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE (IDP) Dalam rangka kontestasi Pemilihan Kepala Daerah Pilkada Desember 2020, ditengah tengah rakyat masih menjadi sosok sang idola, Sosialisasi dirinya selama menjadi Bupati sejak 2016 menjadikannya modal utama sehingga rakyat maupun sampai arus bawah masih mencintainya.

“Kami masih mencintai IDP karena IDP selalu hadir disaat kami membutuhkan” ujar salah seorang warga asal Kecamatan Madapangga, Ada beberapa hal Dimata masyarakat kabupaten Bima yang menilai bahwa selama IDP memimpin Bima sudah mampu memperlihatkan kinerja yang baik untuk kemajuan Bima” ungkapnya.

Lanjutnya Bahwa saat ini Elektabilitas Bakal Pasangan Calon Bupati Bima dan Wakil Bupati Bima IDP_Dahlan Meroket sementara bakal pasangan calon lainnya masih berpotensi bongkar pasang kandidat yang ingin tampil. (BNN_01)

Heroisme Pergerakan Perempuan Dan Spirit Komitmen Perjuangan IDP

Oleh: Muh. Dino *)

Bimantika.net,_ Dua peristiwa sejarah dimana kaum perempuan telah merubah arah hidupnya ditengah dominasi kaum pria yang tengah membatasi mereka dalam ruang gerak yang sangat sempit hingga kaum perempuan tersebut mengalami keterpurukan dan keterbelakngan, tidak hanya dari segi perannya, tetapi lebih dari itu,

mereka kaum perempuan adalah bagian dari subordinal dari kaum pria, sikap keterbelangan mental kaum perempuan dianggap sebagai sifat bawaan yang melekat dari dirinya sebagai mahluk yang lemah dan tidak berdaya sehingga pada akhirnya mereka mengalami keterkungkungan dan keterpurukan ditengah-tengah kehidupan social mayoritas pada saat itu.
Sekitar tahun 1800-an, kaum perempuan sudah mulai bangkit dari keadaan keterpurukan, para perempuan menganggap ketertinggalan mereka disebabkan oleh kebanyakan perempuan masih buta huruf, miskin dan tidak memiliki keahlian.

Karenanya gerakan perempuan awal ini lebih mengedepankan perubahan sistem sosial dimana perempuan diperbolehkan ikut memilih dalam pemilu. Tokoh-tokoh perempuan ketika itu antara lain Susan B. Anthony, Elizabeth Cady Stanton dan Marry Wollstonecraft. Bertahun-tahun mereka berjuang turun ke jalan-jalan dan sekitar 200 aktivis perempuan sempat ditahan ketika itu (Sarah Grimke, 1837).
Seratus tahun kemudian, perempuan-perempuan kelas menengah abad industrialisasi mulai menyadari kurangnya peran mereka di masyarakat.

Mereka mulai keluar rumah dan mengamati banyaknya ketimpangan sosial dengan korban para perempuan. Pada saat itu benbih-benih feminsime mulai muncul, meski dibutuhkan seratus tahun lagi untuk menghadirkan seorang feminis yang dapat menulis secara teorityis tentang persoalan perempuan. Adalah Simone de Beauvoir, seorang filsuf Perancis yang menghasilkan karya pertama berjudul The Second Sex. Dua puluh tahun setelah kemunculan buku itu, pergerakan perempuan barat mengalami kemajuan yang pesat.

Persoalan ketidakadilan seperti upah yang tidak adil, cuti haid, aborsi hingga kekerasan mulai didiskusikan secara terbuka.
Pergerakan perempuan baik di tahun 1800-an maupun 1970-an telah membawa dampak luar biasa dalam kehidupan sehari-hari perempuan. Tetapi bukan berarti perjuangan perempuan berhenti sampai di situ. Wacana-wacana baru terus bermunculan hingga kini. Perjuangan perempuan adalah perjuangan tersulit dan terlama, berbeda dengan perjuangan kemerdekaan atau rasial.

Musuh perempuan seringkali tidak berbentuk dan bersembunyi dalam kamar-kamar pribadi. Karenya perjuangan kesetraan perempuan tetap akan bergulir hingga kini dan dimasa-masa yang akan datang.
Di indonesia, perempuan diberikan ruang yang luar biasa dalam dalam proses interaksi social baik dari segi peran serta mereka dalam kehidupan social kemasyarakat maupun didalam kehidupan domestic rumah tangga, perempuan diindonesia tidak dipandang sebelah mata, mereka mempunyai peran strategis diberbagai linih kehidupan kemasyarakatan.

Sumbangsih peran kaum perempuan mendapat tempat yang luar biasa hingga dalam proses pemilu, perempuan diberikan porsi tersendiri sebagaimana semangat mengakomodir peran-peran vital mereka didalam kehidupan social yang terbuka. Keterwakilan 30 % suara kaum perempuan pada pemili adalah bentuk nyata mengapresiasi kehidupan politik kaum perempuan.
Melihat peristiwa-peristiwa besar yang dialami oleh kaum perempuan diatas, sudah barang tentu lahir begitu saja, tampa melalui proses perjuangan yang panjang dan cukup melelahkan, pengarus-pangaruh peristiwa besar terebut sudah mengalami perkembangan yang sangat pesat diberbagai penjuru,

Diindonesia misalnya, banyak pemimpin-pemimpin daerah dari kalangan perempuan, mereka sudah mendapatkan tempat untuk berperan serta dalam kegiatan-kegiatan public bahkan tidak sedikit dari mereka telah menjadi pemimpin-pemimpin suatu wilayah atau daerah seperti halnya di Kabupten Bima. Perempuan pertama yang telah menjadi pemimpim dalam pemiliham kepala daerah secara langsung.
Sebagai sosok perempuan pertama menjadi kepala daerah di kabupaten Bima,

Hj. Indah Dhamayanti Putri telah menunjukan sikap peran sertanya dalam kehidupan kaum perempuan, terlebih lagi beliau telah mendapatkan ruang dihati para perempaun-perempuan di Kabupaten Bima, hal itu terbukti dengan banyaknya partisipasi perempuan dalam memberikan hak suaranya pada pilkada kabupaten Bima tahun 2015 lalu.

Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE atau biasa disebut IDP telah banyak memberikan hentakan politik bagi kaum perempuan di Bima, simbolisme perempuan telah mengakar dalam dinamika pertarungan politik, perempuan lebih konsisten dalam mewakili keterpilihanya sebagai konstituen serta mereka lebih punya magnet dalam mengajak masyarakat untuk terlibat secara aktif bukan pasif.
Disela-sela proses kepemimpinanya, IDP telah mempersembahkan sebuah penghargaan “Anugrah Parahita Ekapraya” dari kemeterian PPPA sebagai kabupaten/Kota yang memiliki komitment dan peran serta dalam mewujudkan kesetaraan dan keadilan Gender beberapa waktu yang lalu.

Inilah sebuah komitment yang patut kita apresiasi, sisi lain dari peran perempuan dalam memerangi sebuah pandangan bahwa kaum perempuan adalah mahluk yang lemah dan tidak bisa menjadi seorang pemimpim. Pandangan-pandangan seperti ini adalah sisi lain yang tengah diperjuangkan oleh sosok pribadi Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE yang sekarang tengah menjabat sebagai Bupati Bima.

*)Penulis Adalah Wakil Ketua DPD ll KNPI Kabupaten Bima

Kepedulian PSBT Bantu Korban Kebakaran Padolo

Bimantika.net,_ Aksi sosial yang dilakukan oleh Perguruan Pencak Silat Bintang Timur (PSBT) memberikan bantuan korban kebakaran di desa Padolo kec Palibelo kab bima, patut di jadikan contoh oleh semua pihak untuk meringankan beban sesama yang sedang membutuhkan uluran tangan dan bantuan.

Agus Supriadi.S.Pd. selaku Pendiri sekaligus Guru Besar Perguruan Pencak Silat Bintang Timur ( PSBT ) Kabupaten Bima
Menyatakan bahwa bantuan tersebut adalah murni datang dari nuraninya untuk membantu sesama yang sedang membutuhkan.

Dirinyapun menyatakan bantuan tersebut berupa alat tidur kasur dan bantal. kasur sebanyak 10 Buah dan bantal sebanyak 20 buah. “Saya selaku Pendiri organisasi PSBT mengucapkan triamaksih Kepada para pelatih cabang dan seluruh anggota PSBT atas kerja samanya. Semoga bantuan ini bermanfaat untuk korban kebakaran di desa padolo” ungkapnya sembari menutup wawancaranya dengan menyebutkan bahwa saling membantu adalah bagian dari program PSBT Kabupaten Bima. (BNN_01)

H. Arifin Punya Surat Tugas DPP Demokrat, Tidak Ada Atribut Demokrat Menyambutnya di Kabupaten Bima

Bimantika.net
Kehadiran salah satu Calon Bupati Bima, H. Arifin di sambut antusias oleh beberapa warga Kabupaten Bima. Hadirnya H. Arifin menurut Ketua Tim Suksesnya Ilham A. Rasul adalah bentuk keseriusan H. Arifin mengabdikan diri di Kabupaten Bima. “Kami datang untuk tidak main-main” ujar Ilham.

Menurut Ilham bahwa kehadiran H. Arifin adalah menindaklanjuti surat tugas yang diberikan oleh DPP Partai Demokrat sehingga kehadirannya tentu secara tidak langsung adalah representasi Partai Demokrat.

Saat ditanta urusan Parpol Pendukung lainnya, Ilham menyatakan bahwa dengan modal surat tugas DPP Demokrat itulah sehingga saat ini dibangun komunikasi-komunikasi politik dengan beberapa partai seperti PKS, PAN dan Gerindra. “Urusan klaim itu urusan biasa karna kita sedang menjalani proses dan dinamika politik” ungkapnya.

Ditanya soal Siapa bakal Pasangan Calon Wakil Bupati ? Ilham menjelaskan bahwa H. Arifin sudah melakukan komunikasi politik dengan para kontestasi lainnya seperti Ady Mahyudi dan bahkan dengan Calon Petahana IDP.

Di Bandara Sultan Muhamamad Salahuddin Bima, H. Arifin saat di wawancara oleh Media Lokal dan regional Bima, menyebutkan bahwa dirinya hadir dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik untuk masyarakat Kabupaten Bima. “Kami hadir untuk urusan para petani lebih baik lagi, hasil hasil tani bisa mensejahterakan rakyat, harga kacang dan Bawang di naikkan” ungkap H. Arifin Penuh semangat.

Dirinyapun berjanji akan mengutamakan Program Religius sekiranya ada mandat dari rakyat kabupaten bima untuk menjadi Bupati Bima. Mantan Sekda Jakarta Timur inipun berjanji akan efektifkan program Sholat Subuh berjamaah sehingga terasa religiusitasnya Kabupaten Bima.

Walau kehadiran H. Arifin “berlogokan” Demokrat, namun tidak nampak atribut atribut Partai Demokrat menyambut kehadiran H. Arifin, ini juga menjadi pertanyaan khusus dari masyarakat kabupaten Bima. “Katanya bawa surat tugas Demokrat Tapi kok tidak nampak atribut Demokrat dan petinggi-petinggi Demokrat menyambut H. Arifin” ujar salah seorang warga.

Sementara untuk kepentingan konfirmasi, salah seorang pengurus DPD Demokrat Propinsi NTB, Surya Putra Dinata, SE menyebutkan bahwa tidak ada koordinasi antara H. Arifin dengan rekan-rekan DPD Demokrat NTB.

“Mestinya ada lah koordinasi dengan DPD sehingga gampang DPD mengarahkan DPC, tapi inikan tidak ada konfirmasi dan koordinasi” tegas Surya. (BNN_01)

IDP Dan Pihak Polda NTB Kunjungi Rumah Duka Pembacokan, IDP Beri Santunan Pribadi

Bimantika.net,_Bupati Bima Hj Indah Damayanti Putri, SE (IDP) mengunjungi secara langsung korban pembacokan di kediaman Korban SKD Umur 30 tahun di Desa Talabiu yang menjadi korban Pembacokan 19 Juni 2020 lalu.

IDP hadir di Bersama Rombongan Polda NTB untuk Menjeguk sekaligus melihat lanhaung kondis Korban yang berloksi di RT 01 RW 01 Desa Talabiu Kecamatan Woha Kabupaten Bima

Mereka dalam rombongan itu adalah Direktur Intel Kam Polda NTB, Kombes Pol Drs Susilo Rahayu Iryanto, S.IK, dan Direktur Binmas Polda NTB  Kombes Pol Benny Basir Warmansyah, S.IK, yang didampingi Polres Bima AKBP Gunawan Tri Hatmoyo S. IK. Wakil Bupati Bima Drs H. Dahlan HM Noer, Camat Woha Irfan Dj SH, dan Pemdes Talabiu pada senin (22/6/2020) siang tadi berada di rumah duka.

Melalui WhatsApp nya Bupati IDP memberikan arahan pada keluarga Korban untuk berobat di RSUD Bima, sembari menyatakan bahwa semua biaya ditanggung oleh pihak pemerintah sampai Korban Sembuh total.
IDP pun memberikan Santunan pribadi pada Keluarga Korban, selanjutnya korban di Rujuk ke RSUD Bima untuk mendapatkan Perawatan Medis mengunakan Ambulance Puskesms Woha.

“Insya Allah untuk meringankan beban Keluarga Korban, kami gratiskan biaya perawatan dan sedikit bantuan dari pribadi kami untuk ringankan beban keluarga korban” ujar IDP. (BNN_01)