Garam : Dari Majapahit hingga Milenium (2)

Oleh : Khairuddin Djuraid *)

Bimantika.net Kisah garam nusantara terbentang jauh sejak masa kerajaan Majapahit. Inilah salah satu komiditi yang dikuasai dan diperdagangkan oleh Belanda sejak kehadirannya di bumi pertiwi. Era tanam paksa (cultuur stelsel) garam dimonopoli oleh Belanda bekerjasama dengan raja raja lokal. Seperti di Madura, pengelolaanya disubkontrakkan kepada orang Tionghoa dengan mempekerjakan pribumi. Dan pada masa ini pajak garam mulai diterapkan. Akibatnya banyak petambak garam yang gulung tikar dan produksi menurun.

Perubahan kebijakan Belanda ke Politik Etis ikut mempengaruhi usaha garam. Walaupun masih dimonopoli oleh Belanda, namun era politik etis mulai diperkenalkan teknologi pengolahan dan manajemen pengelolaan. Saat itulah mulai dibangun pabrik garam dengan teknik baru pembuatan garam briket. Juga dibenahinya tata produksi dan tata niaga, kebijakan ini membuahkan hasil positif.

Pasca Indonesia merdeka, muncul semangat anti penjajahan yang melahirkan kebijakan nasionalisasi. Salah satu badan usaha yang dinasionalisasi adalah perusahaan garam. Berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk mengelola dan mengolah garam. Mulai dari perubahan status Perusahan Negara menjadi Perusahaan Umum tahun 1981, hingga menjadi Perseroan Terbatas 1991.

Perusahan Garam merupakan salah satu perusahaan BUMN yang sejak periode awal kemerdekaan sudah menunjukkan kondisi yang tidak sehat. Sehingga memaksa pemerintah untuk menempuh berbagai kebijakan untuk memenuhi kebutuhan garam (masyarakat dan Industri).

Indonesia memiliki garis pantai sepanjang 95.181 km dan merupakan garis pantai terpanjang kedua di dunia, dengan luas perairan laut mencapai 5,8 juta kilometer persegi, yang merupakan 71% dari keseluruhan wilayah Indonesia. Keunggulan lainnya adalah ketersediaan matahari rerata 6-8 jam sehari dengan suhu hingga 38 celcius.

Namun berkah alam saja bukan syarat mutlak untuk menjadi negara swasembada garam. Amerika Serikat dan China adalah produsen sekaligus importir terbesar garam. Belanda negeri dengan luas 41. 543 km persegi dengan perairan 18,41 persen dari total luas wilayah merupakan eksportir garam terbesar tahun 2015-2016.

Berdasarkan fakta tersebut diatas, maka negeri khatulistiwa ini semestinya bisa menjadi penghasil garam dunia. Namun kenyataan berbicara lain. Setiap tahun Indonesia justru impor garam dengan kuota yang semakin meningkat. Tahun 2021 kebutuhan garam nasional 4,6jt ton, sementara kemampuan produksi dalam negeri 2,1jt ton.

Terkait hal tersebut diatas, ada beberapa kendala yang harus dibenahi, agar bisa bersaing dan menjadi tuan di negeri sendiri. Yakni, Teknologi, luas areal tambak, Proses produksi, produktivitas, mutu garam, iklim dan kelembapan.

Inilah yang mesti dibenahi pemerintah dan masyarakat agar kita bisa menjadi negara atau wilayah yang maju. Agar kelak nasib garam tetap tidak se-asin rasanya dan di “sia sia” kan.

(Bersambung)

Khairuddin Juraid
Korwil Bapilu NTB 1 DPP Partai Golkar

Figur yang meng Gelora kan Arah Baru

Oleh : Darussalam *)

Bimantika.net Disaat simbol simbol gelora yang dikemas dalam berbagai bentuk kreatifitas hadir diruang public terutama dunia virtual. Diluar dugaan respon public secara natural penuh sikap apresit dan partisipatis menyambut berbagai siar kreatif dari generasi generasi yang kemudian memilih menjadi penentu arah baru daerah dan Indonesia melalui partai GELORA INDONESIA Kota Bima.

Realitas tersebut tentu saja sangat membahagiakan tetapi juga sangat mengejutkan untuk sebuah partai baru yang mendedikasikan diri sebagai ruang besar yang membuka diri dan mengajak semua pihak untuk ambil bagian sebagi penentu arah baru daerah dan Indonesia khususnya di Kota Bima.

Ketertarikan kaum milenial atau kaum muda yang sebelumnya masih apriori dengan perjuangan partai politik tentu dipengaruhi oleh banyak faktor , mulai dari kejumutan terhdap kondisi yamg ada termasuk kondisi partai partai politik yang dianggap belum mampu mewakili ekspetasi kaum milenial, visi besar Partai Gelora yang ingin ” Mewujudkan Indonesia yang Berdaulat, Adil, Makmur dan Menjadi Bagian dari Kepemimpinan Dunia ” yang dianggap sebagai jawaban atas tuntutan kondisi dan kebutuhan zaman. Serta yang jauh lebih menarik simpatik public terutama pada kalangan cerdik pandai dan kaum muda terdidik adalah kefiguran Ketua Partai Gelora Kota Bima yaitu Dedi Mawardi, ST, MT.

Figur beliau menjelma menjadi magnit yang luar biasa. Karena kefigurannya dianggap cukup komplit dalam menjawab tuntutan dan kebutuhan zaman untuk sebuah partai modern diera yang semakin membutuhkan figur figur yang memiliki dedikasi yang teruji seperti sekarang ini.

Misal saja pada latar belakang pendidikan. Figur Ketua Gelora merupakan satu satunya sosok ketua partai politik dengan jenjang pendidikan yang komplit dibandingkan dengan lainnya.

Demikian halnya dalam soal kapasitas, kapabilitas dan kredibilitasnya. Ketua Gelora Kota Bima sangat dikenal dengan kecerdasan yang multi talen selain sangat sangat piawai dalam soal kebijakan public karena memang puluhan tahun aktif sebagai aktor pada NGO yang konsen tersoal kebijakan public khususnya di wilayah Bima, sehingga tidak mengherankan bila figur beliau juga sangat makan asam garam dalam soal kebijakam kebijakan public dan berbagai hal terkait dengan urusan kepemerintahan.

Gagasan gagasan dan karya karyanya baik sebagai aktor NGO maupun sebagai seorang arsitek sangat banyak diimplementasikan di daerah ini baik oleh pemerintah maupun oleh swasta serta dirinya sendiri. Kapasitas serta kapabilitas serta kepribadian yang sangat hambel dengan siapa saja, membuat figur Ketua Partai Gelora Kota Bima dikenal sangat bisa diterima dikalangan apapun baik tua maupun muda.

Kecerdasan dan kepribadian yang baik ini tentu juga sangat dipengaruhi oleh genetika atau nasab yang memang dikenal dengan salah satu nasab sangat baik diwilayah Bima.

Figur alumni UII ( Universitas Islam Indonesia ) tersebut, memang terlahir dari keluarga yang telah memiliki garis kepemimpinan yang jelas. Beliau terlahir sebagai cucu dari salah satu Ulama besar Bima yaitu Tuan Guru H. Abubakar Husen dan anak pertama dari Wakil Walikota Bima pertama. Sehingga tidaklah berlebihan bila ada yang menimpulkan bahwa Dedi Mawardi sebagai Ketua Partai Gelora memiliki nasab kepemimpinan yang sangat sangat jelas.

Bahkan satu fakta sejarah yang mungkin belum banyak diketahui oleh public tentang karya karya dari Ketua Partai Gelora adalah LOGO Kota Bima saat ini merupakan karya tangan dan kecerdasannya ketika masa awal pembentukan Kota Bima beberapa tahun silam.

Jadi tidak berlebihan dan sangat sangat beralasan ketika respon public terutama dikalangan kaum milenial dan kaum terdidik serta cerdik pandai menilai bahwa figur Ketua Partai Gelora Kota Bima berbeda dengan figur figur lainnya dan memiliki kelebihan yang cukup baik dari figur figur politik lainnya.

Kelebihan dan potensi personal yang dimiliki oleh Ketua Partai Gelora Kota Bima, tentu saja menjadi berkah tersendiri bagi partai Gelora Kota Bima. Demikian juga bagi banyak orang yang memiliki ekspetasi tentang arah baru daerah, yang kemudian ekspetasi besar itu kemudian disematkan pada pundak figur Ketua Partai Gelora Kota Bima.

Bahkan dengan potensi yang ada baik pada figuritas ketua Gelora, pengurus hingga simpatisan gelora yang nota bene kaum milenial dan kaum muda dari berbagai latar belakang profesi. Memiliki potensi sebagai partai politik yang diperhitungkan sebagai partai baru yang akn mampu merebut hati dan simpati masyarakat Kota Bima.

Meski demikian sebagai partai baru, tentu saja semua potensi dan kelebihan yang dimiliki oleh Partai Gelora Kota Bima, semakin memberikan energi besar untuk tetap focus melakukan kerja keras, kerja politk yang akan menawarkan gagasan dan konsep baru sehingga menjadikan partai Gelora sebagai partai pilihan yang akan menghadirkan satu bentuk partai politik modern dalam menjawab tuntutan zaman yaitu Arah Baru Daerah dan Indonesia.

*) Penulis : Darussalam
Sekretaris Partai Gelora Kota Bima

Terima Kepala TVRI NTB, Bupati IDP Sebut Selalu Harmonis Komunikasi Dengan Media

Bimantika.net Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti Putri SE, (IDP) menerima kunjungan Road Show, Kepala TVRI Wilayah NTB, Sanny Damanik, S.Pd.,M.I.KOM, di Pendopo Bupati Bima, Rabu, 9 Juni 2021, pagi.

Pertemuan berlangsung khidmat selama satu setengah jam. Bupati Umi Dinda mengatakan Pemerintah Daerah, intens menjalin Komunikasi dengan Media, baik media Cetak maupun media Online.

Atas nama pribadi dan Pemerintah, Bupati siap bersinergi dan berkolaborasi. Terutama dengan media TVRI.

Bupati berharap, media TVRI NTB selalu intens untuk mengekspos potensi Daerah, terutama Potensi sektor Pariwisata.

Sementara itu, Kepala TVRI NTB, Sanny Damanik mengatakan, kehadiranya bersama rombongan untuk menjalin kerjasama.

Membuka peluang dan membangun sinergitas dengan Pemerintah.

Dijelaskan Sanny, apa pun yang berkaitan dengan Kegiatan Pemerintahan siap mendukung. (***)

Atas Kesuksesan Walikota Membangun Kota Bima, PBB Siap Antar HML Menuju Dua Periode

Bimantika.net Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Bulan Bintang (PBB) Kota Bima, Syamsuddin, S. Sos saat di wawancarai Media Cetak dan Online Bimantika pada Rabu (9/6/2021) menyebutkan Bahwa PBB selaku Partai Politik Pengusung Walikota dan Wakil Walikota Bima pada Pilkada Kota 2018 silam Mengapresiasi keberhasilan yang ditorehkan oleh Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML).

Syam Sapaan akrab Ketua DPC PBB Kota Bima menyatakan bahwa apresiasi yang mendalam pada keberhasilan Walikota HML membangun Kota Bima diantaranya mampu memberikan perhatian penuh pada sarana ibadah Ummat Islam.

“Dengan Dikucurkannya Anggaran untuk oembangunan Masjid dan Musholla Milyaran rupiah itu adalah bentuk keberpihakan Walikota HML dalam ikut serta memakmurkan Masjid dan Musholla di Kota Bima” ujarnya.

Lebih lanjut Syam menyampaikan bahwa Keberadaan Masjid Raya Kota Bima pum menjadi apresiasinya atas kinerja Walikota HML yang juga ikut memberikan dana hibah pada Masjid Kebanggan Warga Bima secara Menyeluruh tersebut

“Masjid Raya Kota Bima bukan saja kebanggan warga Kota Bima melainkan kebanggaan masyarakat Kota dan Kabupaten Bima juga menjadi prioritas yang sudah Walikota HML Kucurkan anggarannya” ungkap Syam.

Dirinyapun apresiasi atas Terbangun dengn Megahnya Masjid H.M.Nur Latif Pemkot Bima sebagi rasa bangga pada Almarhum Walikota Bima H. M. Nur A. Latif yang sudah meletakkan pondasi awal Pembangunan Kota Bima.

“Rasa haru dan bangga kami dari PBB Pak Walikota HML mendirikan satu Masjid Megah di Kompleks Kantor Walikota Bima lalu diberi nama Masjid H.M.Nur A Latif adalah sebuah penghargaan yang monumental buat almarhum Walikota Bima Periode Pertama terbentuknya Pemerintahan Kota Bima dari Kota Administratif Tahun 2003 lalu” demikian Ungkap Syam.

Lebih jauh Syam mengungkapkan Selain sisi Keagamaan, sisi Kesehatan pun Walikota HML menorehkan sejarah tinta emas dengan dibangunnya Puskesmas Secara Rumah Sakit yang sudah berdiri dengan Megahnya di Kelurahan Dara Kecamatan RasanaE Barat dan Kelurahan Sadia Kecamatan Mpunda dan Kecamatan RasanaE Timur.

“Langkah maju ini wajib kami sebagai partai pengusung memberikan apresiasi yang amat sangat dalam” ujarnya.

Selanjutnya Syam beberkan bahwa Pembagian HP Android untuk Seluruh Ketua-ketua RT se Kota Bima dalam menunjang komunikasi intensif antara warga dan Pemerintah adalah program yang menyentuh langsung urusan kerakyatan secara nyata dan menyeluruh.

“Janji Politik Walikota HML beliau tunaikan, ini adalah bentuk konsistensinya Walikota HML dalam Komitmennya memajukan Kota Bima” ujarnya.

Dirinya pun tidak mampu menguraikan satu persatu kesuksesan itu, termasuk meningkatkan gaji Honorer K2 pun Sudah Walikota HML Realisasikan.

Dalam Hal Keamanan dan ketertiban Warga Kota Bima, Walikota HML memberikan Hibah Motor Trail untuk operasional Personil Seluruh Babinsa dan Bhabinkamtibmas Se Kota Bima.

“Pemberian motor Hibah kepada institusi TNI dan Polri dalam mendukung stabilitas keamanan kota Bima adalah langkah maju yang diambil oleh Walikota HML untuk menciptakan kondisi yang kondusif di Kota Bima” ujarnya

Atas banyaknya Realisasi Program pro Rakyat tersebut, yang tidak mampu lagi diuraikannya satu persatu, Dirinya Pun Selaku Ketua DPC PBB dan Seluruh Perangkat PBB hingga Ranting berkomitmen saat kegiatan Pelantikan 5 Pengurus PAC (Kecamatan) PBB Se Kota Bima bahwa PBB akan siap kembali mengusung Walikota HML untuk maju di Pilkada 2024.

“Atas kesuksesan yang di torehkan oleh Walikota HML tersebut, PBB secara kelembagaan akan kembali bersama HML Menuju Dua Periode pada Pilkada 2024 mendatang” demikian Tegas Ketua DPC PBB Kota Bima. (Advetorial)

Endang Munawar Sebut Rumah Singgah, Bukti Walikota HML Pemimpin Peduli Rakyat Arus Bawah

Bimantika.net Keberadaan Rumah Singgah Kota Bima yang disiapkan oleh Walikota Bima yang berlokasi di Kota Mataram Propinsi NTB semakin meyakinkan warga Kota Bima bahwa Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE menorehkan sejarah monumental sebagai Walikota Bima yang pertama menyiapkan rumah singgah buat warga yang ada berobat lanjut di Kota Mataram.

Keberadaan Rumah Singgah tentu meringankan beban dan biaya bagi keluarga pasien kota Bima yang berobat lanjut di Rumah Sakit Umum (RSU) Propinsi NTB.

Salah seorang Warga Kelurahan Kumbe Kota Bima, Endang Munawar, S. Pd menyampaikan rasa terimakasih yang amat sangat dalam pada Walikota Bima H. Muhammad Lutfi yang memiliki nurani yang begitu mendalam pada urusan rakyat nya.

“Sudah beberapa malam saya Bermalam Di Rumah Singgah Kota Bima Mataram, dan alhamdulillah beban psikologi dan biaya tentu sangat memudahkan kami yang sedang menjaga keluarga yang sedang sakit, karena kami tidak lagi bersusah payah untuk ngontrak rumah selama ada di mataram ini” demikian ungkap Dae Marewo Sapaan akrab Endang Munawar, S. Pd.

Dirinya bercerita bahwa warga Kota Mataram asli Lombok begitu memuji kebaikan hati dari Walikota Bima yang sudah membantu warga Kota Bima meringankan beban warganya.

Menurut Dae Marewo bahwa Rabu malam ini (9/6/2021) warga yang ada di rumah singgah diantaranya Dari Kelurahan Mande, Kelurahan Penatoi, Kelurahan Rontu, Kelurahan Bedi, Kelurahan Kolo, Kelurahan Rabadompu dan Kelurahan Kumbe.

“Bahkan terakhir tadi sore sudah ada yang hubungi pengurus rumah singgah untuk daftar antrian, begitu bermanfaatnya rumah singgah yang disiapkan oleh Pak Walikota jnj” ujarnya.

Dirinya mengapresiasi secara mendalam pada Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE, bahkan dirinya menyebutkan bahwa Walikota Bima selama dari periode ke periode H. Muhammad Lutfi sudah membuktikan dirinya berbakti dan berbuat secara riil untuk memudahkan urusan rakyat.

Menurut Dae Marewo, ini menjadi sejarah Kota Bima Dengan Hadirnya Bapak H.Muhammad Lutfi, SE walikota Terpilih dan Alhamdulillah warga kota Bima sangat Bersyukur dengan Adanya Rumah Singgah kota Bima Yang bertempat Di Lingkungan Dasan Cermen Timur kelurahan Dasan Cermen Kecamatan Sanubaya kota Mataram..

“Saya tidak menjelekkan kepemimpinan sebelumnya, tapi untuk Periode Saat ini, Walikota HML adalah Walikota terbaik pemimpin Kota Bima selama ini” Tegasnya. (Dae)

Bayi Baru Lahir Positif Sars Cov-2, Batalyon Vaksinator Telusuri Contact Tracking

Bimantika.net Bhabinkamtibmas Polsek Monta Polres Bima Polda NTB Briptu Nurane bersama tim Covid-19 Puskesmas Monta berkordinasi dengan Ketua RT, yang bertempat di desa Pela Kecamatan Monta kabupaten Bima, (8/6)

Kegiatan ini merupakan tugas sebagai tim batalyon Vaksinator Bhabinkamtibmas Polsek Monta untuk melaksanakan monitoring Contact Tracking terhadap keluarga dan Warga desa pela yang pernah kontak dengan bayi laki-laki anak dari sdri Aminah

Bayi laki-laki Ameer Arroyan ini lahir dirumahnya di RT 08 RW 04 desa Pela pada tanggal 30 April 2021, kemudian menderita sakit sehingga dibawa ke RSUD Bima dan dinyatakan positif berdasarkan hasil pemeriksaan RT-PCR SARS COV-2 dari lab genetik Sumbawa Pada tanggal 5/6/21

Sampai saat ini bayi dan ibunya masih dirawat dan di isolasi di RSUD Bima

Bhabinkamtibmas Briptu Nurane Sekaligus berkordinasi dengan Ketua RT, Petugas Puskesmas Monta untuk mengatasi cara pencegahannya

Adapun kegiatan Penelusuran kontak bertujuan untuk Menghentikan penyebaran yang sedang berlangsung dan mengurangi penyebaran Virus Covid-19. Mengingatkan kontak tentang peluang virus dan menawarkan layanan pencegahan memberikan pengarahan, dan perawatan kepada penderita. (**)

Polres Bima Patwil Cegah Penyebaran Covid-19

Bimantika.net Personel Sat Samapta Polres Bima melakukan kegiatan patroli kewilayahan (Patwil) di pasar tente untuk memberikan imbauan Pencegahan penyebaran Covid-19 melalui penerapan 5M kepada masyarakat (8/6)

Menurut Kapolres Bima, AKBP Gunawan Tri Hatmoyo, S.I.K bahwa Sasaran dari kegiatan ini yakni, imbauan dan Penertiban Masker kepada Masyarakat di pasar tente sehingga masyarakat dalam aktivitasnya dapat mematuhi protokol kesehatan.

Tujuan dari patroli ini untuk selain mengantisipasi gangguan Kamtibmas sekaligus melakukan kegiatan memberikan imbauan kepada masyarakat untuk selalu tetap mematuhi protokol kesehatan guna mencegah penyebaran covid-19 di wilayah hukum polres Bima

Dalam kegiatan ini, petugas Personel Sat Samapta Polres Bima meminta kepada masyarakat untuk menerapkan 5M yakni, Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas di masa pandemi ini.

Kegiatan ini diharapakan ini dapat membuat masyarakat merasa aman dan nyaman dengan kehadiran personil Kepolisian ditengah-tengah masyarakat.(**)

Jangan Sia-Siakan Garam

Bimantika.net Mendengar kata Liverpool dan Munich, sepintas pikiran kita akan tertuju pada sepakbola. Kedua kota ini merupakan pemilik klub sepakbola terkenal sejagat. Bahkan untuk kota munich–sang pemilik klub Bayern Muenchen— langganan juara liga Jerman, nyaris tanpa pesaing. Hingga muncul anekdot, Bayern Muenchen juara sebelum pertandingan.

Tapi tidak banyak yang tahu bahwa kemajuan dan peradaban kedua kota ini dimulai dari garam. Munich dibawah kepemimpinan Heinrich Deir Lowe 1130-1195, tumbuh menjadi kota yang maju karena kebijakan pajak atas lalu lintas perdagangan (garam).

Hal yang sama juga dialami Liverpool, sejak ditemukannya garam di Chesire pada akhir abad 17. Garam merupakan komiditi favorit yang meramaikan perdagangan di pelabuhan Liverpool.

Namun, garam tidak hanya menampilkan kisah sukses membangun peradaban, tapi juga memicu konflik dan pergolakan hingga peperangan. Pemberontakan Perugia atas takhta suci abad 16 M akibat kebijakan pajak yang diberlakukan Paus Paulus III terhadap masyarakat Perugia.

Cerita serupa terjadi saat Mahatma Gandhi memimpin long march 12 Maret 1930 beserta 79 pengikutnya. Melakukan protes kepada pemerintahan Inggris atas kebijakan monopoli dan pajak garam. Peristiwa ini kelak mengilhami lahirnya konsep Satyagraha (gerakan tanpa kekerasan).

Garam juga mengakibatkan peperangan di benua Amerika. Tepatnya di kota Texas abad ke 19,terjadi peristiwa yang dikenal dengan perang garam El Paso. Disini, faktornya akibat perebutan lahan kepemilikan atas danau garam di pegunungan Guadalope.

Masyarakat nusantara mengenal garam sudah cukup lama. Sejak zaman Majapahit. Hal ini terlihat dari prasasti Biluluk 1, 2 & 3 yang ditemukan di Lamongan, Jawa Timur itu menyinggung masalah garam (pembuatan dan pajaknya). Hingga orang Belanda tiba di nusantara menyaksikan bahwa garam merupakan bahan baku untuk mengolah makanan. Hanya beberapa daerah yang belum mengenal garam, seperti di Papua dan sebagian kecil Kalimantan. Sehingga ada pepatah ” bagaikan sayur tanpa garam”.

(Bersambung)

Khairuddin Juraid
Korwil Bapilu NTB 1 DPP PARTAI GOLKAR

Diskominfostik Helat Rakor Kabupaten Bima Satu Data

Bimantika.net Dalam upaya meningkatkan sinergi pengelolaan data statistik sektoral bidang pemerintahan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bima, Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (08/06) menggelar kegiatan Rapat Koordinasi Bima Satu Data di ruang PPID Utama Kabupaten Bima kantor Dinas Kominfostik Kabupaten Bima.

Para Rakor yang diikuti 20 perangkat daerah terkait lingkup pemerintah Kabupaten Bima tersebut, Bupati Bima yang diwakili Kepala Dinas kominfostik Fahrurahman, SE.,M.S dalam sambutannya menekankan pentingnya satu data dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Bima.

terutama dalam urusan perencanaan pembangunan daerah. “Untuk itu perlu diperkuat oleh ketersediaan data sektoral yang ada pada masing-masing perangkat daerah”. Tambahnya.

Lebih lanjut Fahrurahman memaparkan, Rakor ini dimaksudkan untuk mencari potensi data yang dikuasai oleh seluruh perangkat daerah sebagai acuan data menuju Bima Satu Data.

“Kegiatan ini juga diharapkan akan memberikan pemahaman akan pentingnya ketersediaan data sektoral. Untuk itu perlu dilakukan penyelarasan data lintas OPD”. Terangnya.

Rakor Bima Satu Data menghadirkan narasumber tunggal yakni Kepala BPS Kabupaten Bima, Ir. Muhadi. Dalam paparannya, Muhadi, menyampaikan prinsip-prinsip satu data harus memiliki standar data, memenuhi meta data, kode refersnsi dan kaidah interoperabilitas data.

Untuk itu perlu adanya komitmen implementasi satu data berupa MoU antara BPS selaku Pembina Data Daerah dengan Bupati Bima, tambahnya.

“Pembentukan Forum Data setelah MoU ditandatangani sebagai bentuk komitmen awal menuju Bima Satu Data”. Penting dilakukan. Imbuh Muhadi.

Plt Kepala Bidang Statistik dan Persandian, Muhammad Irfan, ST.,M.Eng yang memandu Rakor, dalam pengantarnya mengemukakan masih dijumpai adanya potensi data yang belum terakomodir di Buku Profil Bima.

Untuk itu peserta rapat sepakat untuk menginventarisir data yang dikuasai dan menyerahkan data tersebut paling lambat 10 hari setelah Rakor berlangsung.

Dalam Rakor juga didapatkan masukan pentingnya implementasi teknologi informasi dalam rangka transformasi data.

“Artinya data harus dilakukan pemutakhiran (update) secara berkala dan online. Untuk itu Dinas Kominfostik Kabupaten Bima sedang menyiapkan sistem informasi Satu Data yang akan menampung data sektoral dari seluruh Perangkat Daerah”. Tandasnya.

Acara dilanjutkan dengan koordinasi data sektoral yang dikuasai perangkat daerah peserta rapat.(***)

PUSPA Tindaklanjuti Korban Pelecehan Seksual Dengan Bimbingan dan Konseling

Bimantika.net Kasus yang menimpa beberapa siswa SDN 30 Kota Bima akibat dugaan kuat pelecehan seksual oleh kepala sekolahnya akan dilakukan bimbingan khusus sehingga mereka tidak mengalami trauma yang berkepanjangan.

Hal ini akan dilakukan oleh Forum Partisipasi Publik Untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (Puspa) Kota Bima yang di ketuai oleh Hj. Ellya Alwaini HML, SE.

Kejadian luar biasa dalam hidup dan kehidupan anak manusia dapat dialami oleh siapapun, seseorang dimulai dari sejak lahir sampai meninggal dunia.

Seiring dengan perjalanan waktu dalam ritme kehidupan tentu sudah menjadi sebuah kepastian seseorang pasti akan mengalami berbagai peristiwa yang tidak disangka dan diduga sebelumnya.

Peristiwa akibat pelecehan seksual seperti yang dialami oleh beberapa siswa SDN 30 Kota Bima tentu akan berdampak berkepanjangan pada korban, hal inilah menjadikan PUSPA Kota Bima memiliki kepedulian dalam mencarikan solusi kongkritnya.

Ketua Puspa Kota Bima, Hj. Ellya Alwaini HML, SE yang dikonfirmasi langsung oleh Media Bimantika melalui saluran WhatsApp nya pada hari selasa (8/6/2021) menyebutkan bahwa anak-anak yang menjadi korban pelecehan seksual harus mendapatkan bimbingan khusus sehingga peristiwa itu tidak menjadikan korban traumatik.

Lebih lanjut Umi Elly Sapaan akrab Ketua PUSPA kota Bima menjelaskan bahwa anak-anak korban pelecehan seksual akan mengalami Post Traumatic Stres Disorder (PTSD)

PTSD menurutnya gangguan mental atau kecemasan yang dapat terjadi setelah mengalami atau menyaksikan suatu peristiwa traumatik sehingga perlu adanya bimbingan secara menyeluruh.

“Peristiwa yang menimbulkan traumatik termasuk fisik atau pelecehan seksual perlu dilakukan bimbingan dan arahan secara menyeluruh sehingga tidak menjadi sebuah trauma untuk masa yang akan datang” ungkap Umi Elly. (***)