IMBI Mataram Audience dengan Wagub NTB Umi Dinda Sampaikan Agar Aspirasi Fokus Persoalan Utama dan Prioritas

jpn

BIMAntika.net -Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE., menegaskan, Pemerintah Provinsi NTB sangat terbuka terhadap berbagai masukan atau aspirasi masyarakat, termasuk dari kalangan mahasiswa.

Namun, Umi Dinda Sapaan akrab Wakil Gubernur NTB meminta agar setiap aspirasi yang disampaikan tetap fokus pada persoalan utama agar dapat ditindaklanjuti secara efektif.

“Setiap perjuangan harus fokus pada apa yang menjadi titik dari perjuangan itu sendiri,” ujarnya saat menerima aspirasi Ikatan Mahasiswa Bima (IMBI) di Ruang Anggrek Kantor Gubernur NTB, Ujarnya Rabu (29/4/2026).

Wagub juga berpesan agar komunikasi antara masyarakat, mahasiswa dan pemerintah terus terjalin, sehingga berbagai persoalan di lapangan dapat ditangani secara bertahap dan terukur sesuai kemampuan anggaran daerah.

“Di tengah keterbatasan anggaran, kita tetap ada upaya dan langkah-langkah yang dilakukan. Salah satunya adalah perbaikan jalan sporadis dititik-titik yang dianggap sangat rawan bagi pengguna jalan,” terang Umi Dinda.

Dalam pertemuan yang dipimpin langsung oleh Wagub NTB ini, beberapa aspirasi juga disampaikan, seperti kondisi infrastruktur jalan di wilayah Sumbawa, Bima, dan Dompu serta persoalan jaringan internet yang masih belum merata.

Terkait persoalan jaringan internet, Pemprov NTB mengakui masih terdapat sejumlah wilayah blank spot di NTB baik di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa, termasuk di beberapa Kecamatan seperti Kecamatan Lambitu, Wera, Monta, Langgudu, Ambalawi dan Sape disebutnya masih mengalami blank spot atau sinyal lemah, terutama di daerah perbukitan dan terpencil.

“Kondisi geografis serta pertimbangan bisnis operator menjadi salah satu tantangan dalam pemerataan layanan,” kata Kadis Kominfotik NTB Ahsanul Khalik.

Selanjutnya sebagai langkah awal, Ahsanul Khalik menambahkan, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat dan operator telekomunikasi untuk mendorong pembangunan infrastruktur jaringan. Meskipun kewenangan pembangunan jaringan berada di pemerintah pusat dan provider, namun dikatannya Pemprov NTB tetap berperan aktif dalam fasilitasi dan advokasi agar kebutuhan masyarakat terhadap akses internet dapat terpenuhi.

“Kami sudah dua kali bersurat ke pemerintah pusat melalui program “ BAKTI” untuk mengusulkan wilayah blank spot, termasuk di Kabupaten Bima, agar masuk prioritas pembangunan BTS,” ujarnya.

Lebih lanjut Ahsanul mengatakan, saat ini pihaknya juga sedang melakukan koordinasi serta pemetaan bersama pemerintah kabupaten terkait dukungan lahan, perizinan, dan kesiapan wilayah dalam mempercepat maksudnya investasi operator di wilayah blank spot dan lemah sinyal.

“Ini kita lakukan secara berkala sebagai dasar intervensi dan usulan kepada pemerintah pusat. Mengingat penguatan ekosistem digital daerah sangat penting, maka akses internet bagi publik wajib demi kepentingan sosial masyarakat,” tegas Aka sapaan akrab Kadiskominfotik NTB ini.

Sementara itu, terkait infrastruktur jalan, Pemprov NTB mengakui masih terdapat sejumlah ruas dalam kondisi kurang baik, baik jalan provinsi maupun kabupaten. Keterbatasan anggaran dalam beberapa tahun terakhir menjadi salah satu kendala utama, sehingga penanganan difokuskan pada titik-titik prioritas yang dinilai membahayakan pengguna jalan.

Kepala Dinas PUPR NTB, Lalu Kusuma Wijaya, menjelaskan sejumlah ruas di Bima dan sekitarnya telah masuk dalam rencana penanganan, termasuk perbaikan jalan dan jembatan yang mengalami kerusakan akibat longsor maupun usia infrastruktur.

“Insya Allah bulan Mei ini kita mulai penanganan di beberapa ruas, seperti Karumbu-Sape, Tawali-Sape, dan beberapa titik lain yang mengalami kerusakan,” pungkasnya. (****)

Kapolres Bima Tunjukkan Komitmen Berantas Narkoba, Residivis Kasus Narkoba Ditangkap Polisi BB 99, 10 gram Ikut Disita

jpn

BIMAntika.net -Satuan Reserse Narkoba Polres Bima Kabupaten Polda NTB berhasil mengamankan Pasangan kekasih (Pasutri) yang diduga menjadi pengedar Narkotika jenis shabu pada Selasa 28 April 2026 sekitar pukul 01.00. dini hari.

Pasutri ini diamakan di tempat yang berbeda setelah Kasat Reskoba Iptu Fardiansyah SH mendapatkan informasi masyarakat yang menyebut adanya transaksi narkoba di wilayah Kecamatan Woha Kabupaten Bima.

“Begitu informasinya masuk kami langsung bergerak cepat menuju TKP (tempat kejadian perkara,red) “. Ujarnya.

Tiba di TKP sesuai dengan informasi awal tepatnya di depan SD Inpres Desa Talabibu Tim Opsnal yang dipimpin langsung oleh Kasatnya Iptu Fardiansyah SH itu melihat terduga pelaku berinisial SR (L/ 34) dengan gelagat mencurigakan.

Tampa membuat waktu dan terduga pelaku tidak berkutik saat tim dengan tiba tiba melakukan tindakan hukum mengamankan dan melakukan penggeledahan badan maupun area sekitar TKP.

Hasilnya, penggeledahan yang ikut di saksikan oleh aparat desa itu petugas berhasil menyita BB yang diduga kuat Narkoba jenis Shabu seberat seberat 99,10 (sembilan puluh sembilan koma sepuluh) gram, satu unit Handphone,
satu unit motor vario warna merah dengan kunci kontak,dan
Uang tunai sejumlah Rp. 1.010.000,- (satu juta sepuluh ribu rupiah)

Setelah itu tim melakukan pengembangan dengan mendatangi kediaman terduga pelaku di Desa Raba Kodo, petugas kembali melakukan penggeledahan dan menemukan sejumlah BB berupa 2 unit Handphone android,1 buah korek api gas, 3 buah gunting, 1 buah atm bni, 1 buah sumbu penghantar api,1 buah kaca silinder dan 1 buah lakban hitam.

Tidak hanya itu petugas juga turut mengamankan DN (P/23) yang merupakan pasangan dari terduga pelaku yang saat itu berada di rumah milik SR.

Penangkapan kedua orang tersebut diduga kuat sebagai pengedar narkoba ini di benarkan oleh Kapolres Bima AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar S.I.K. MH., melalui Kasat Resnarkoba Iptu Fardiansyah SH.

Lebih lanjut Kasat Resnarkoba Iptu Fardiansyah SH menjelaskan, bahwa terduga pelaku mengambil BB tersebut sekitar pukul 22.00 wita dari seseorang yg saat ini tengah didalami penyidik, dan pelaku dijanjikan akan diberikan upah sebanyak Rp.5.000.000.

Namun demikian pihaknya akan terus melakukan pendalaman terkait keterlibatan pasangan kekasih ini dalam peredaran gelap narkoba di wilayah hukum Polres Bima Kabupaten.

“Saat ini keduanya diamankan di Mapolres Bima Kabupaten dan masih dilakukan pemeriksaan secara intensif oleh penyidik Satresnarkoba” untuk menentukan perannya masing-masing. Jelasnya.

SR yg merupakan residivis kasus narkoba yang pernah ditangkap sekitar tahun 2022 dan baru bebas beberapa bulan lalu akan disangkakan dengan
pasal 114 ayat (2) uu no 35 tahun 2009 tentang narkotika Jo pasal II ayat (11) Lampiran II UU no 1 tahun 2026 tentang penyesuaian pidana dan pasal 82 ayat (3) Lampiran III UU no 1 tahun 2026 tentang penyesuaian pidana atau pasal 609 ayat (2) huruf a KUHP Jo Pasal VII angka 50 UU no 1 tahun 2026 tentang penyesuaian pidana Jo Pasal 23 KUHP, sedangkan utk DN masih didalami perannya.(****)

Ikhtiar Walikota Bima Aji Man Dalam Percepatan Pembangunan Terus Dilakukan, Perkuat Komunikasi Dengan Pemerintah Pusat

jpn

BIMAntika.net -Upaya dan ikhtiar Walikota Bima H. A. Rahman H. Abidin, SE mempercepat pembangunan infrastruktur terus dilakukan Pemerintah Kota Bima.

Salah satunya melalui pertemuan langsung Aji Man sapaan Wali Kota Bima, H. A. Rahman, SE, dengan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia di Jakarta, Selasa (28/4/2026).

Dalam agenda tersebut, Wali Kota hadir bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Kabag Prokopim Setda Kota Bima.

Pertemuan ini menjadi bagian dari langkah strategis memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat.

Fokus utama pembahasan adalah sinkronisasi program pembangunan infrastruktur Kota Bima dengan kebijakan nasional, khususnya dalam mendukung visi “Kota Bima BISA” (Bersih, Indah, Sehat, dan Asri).

Di hadapan Menteri PUPR, Wali Kota Bima memaparkan berbagai program prioritas yang tengah dan akan dijalankan.

Program tersebut dirancang secara terintegrasi untuk mendorong terwujudnya kota yang tangguh, nyaman, dan berkelanjutan di wilayah timur Nusa Tenggara Barat.

Tak hanya itu, Wali Kota juga menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap pembangunan di Kota Bima.

Sejumlah program yang telah berjalan, seperti pengendalian banjir perkotaan, rehabilitasi fasilitas pendidikan, hingga pembangunan rumah sakit umum daerah, dinilai sangat membantu menjawab kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, dukungan tersebut menjadi krusial di tengah berbagai tantangan yang dihadapi daerah, mulai dari potensi banjir, keterbatasan air baku, hingga penataan kawasan perkotaan yang lebih tertib dan layak.

Dalam kesempatan itu, Pemerintah Kota Bima turut mengajukan sejumlah usulan prioritas lintas sektor.

Di antaranya mencakup penguatan pengendalian banjir dan ketahanan air, peningkatan layanan sanitasi dan air minum, penataan kawasan kumuh, serta pengembangan konektivitas dan estetika kota.

Selain itu, usulan juga mencakup revitalisasi kawasan strategis, pembangunan sarana olahraga, serta pengembangan kawasan budaya dan religi sebagai bagian dari penguatan karakter dan identitas daerah.

Wali Kota menegaskan bahwa kesiapan daerah menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong realisasi program.

Pemerintah Kota Bima, kata dia, telah menyiapkan berbagai aspek pendukung, mulai dari ketersediaan lahan, dokumen teknis, hingga komitmen pembiayaan daerah.

“Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci dalam mempercepat pembangunan serta menghadirkan Kota Bima yang maju, bermartabat, dan berkelanjutan,” tegasnya.

Pertemuan ini diharapkan mampu memperkuat dukungan Kementerian PUPR terhadap berbagai program pembangunan di Kota Bima, sekaligus membuka peluang realisasi program prioritas yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. (Kominfo///*)

Kapolres Bima AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar S.I.K., MH Kagumi Budaya Rimpu Daerah Bima

jpn

BIMAntika.net -Kepala Kepolisian Resor Bima Kabupaten Polda NTB Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar S.I.K., MH menghadiri festival Rimpu dalam rangka peringatan HUT Kota Bima ke 24.

Festival Rimpu itu dimeriahkan oleh seluruh warga Kota Bima dengan start di Paruga Na,e dan Finish di Asi Mbojo Sabtu 25 April 2026 pukul 07.00.Wita.

Terlihat Kapolres Bima Kabupaten yang ikut didampingi oleh para PJU lingkup Polres Bima Kabupaten itu memakai pakaian adat Bima yakni penutup kepala serta Sarung tenun Khas Bima.

“Saya sangat mengagumi budaya rimpu yang dimiliki oleh Daerah Kabupaten Bima dan Kota Bima”. Ujar Kapolres Bima AKPB M.Anton Bhayangkara Gaisar SIK.,MH., melalui kasi humas AKP adib Widayaka.

Dikatakannya, Rimpu merupakan budaya lokal khas daerah Bima yang masih dipertahankan sampai sekarang.

Budaya rimpu ini sendiri lahir pada
pertengahan abad ke XVII Masehi, setelah agama Islam masuk di wilayah kesultanan Bima.

Pakaian khas tersebut kalau dilihat
dari segi fungsinya sama dengan pakaian jilbab maupun cadar, yaitu untuk menutup aurat bagi kaum wanita” Urai Kapolres.

“Mari kita lestarikan dan kenalkan BUDAYA LOKAL, semoga menjadi daya tarik wisatawan untuk datang melihat lebih jauh Keindahan Indonesia lebih jauh dan mendalam”. Ujar Pria dengan dua melati di Pundaknya itu.

Selain indah kegiatan ini menunjukkan kekompakan serta terlihat Nilai budaya sangat kental. (****)

Kurang dari 24 Jam Unit Reskrim Polsek Bolo Tangkap Terduga Pelaku Penganiayaan di Desa Kananga

jpn

BIMAntika.net -Kurang dari 24 jam kerja keras personel Polsek Bolo jajaran Polres Bima Kabupaten Polda NTB berhasil meringkus terduga penganiayaan di Desa Kananga Kecamatan Bolo Kabupaten Bima.

Tindak pidana penganiyaan itu diduga kuat dilakukan oleh IM (L/22) warga Desa Ngembe ini terjadi pada Minggu 26. April 2026 sekitar pukul 23.00. Wita.

Penganiayaan yang menggunakan sebilah parang ini mengakibatkan 2 orang korban masing-masing berinisial IR (L/28) dan MD (L/34) warga Desa Rada Ini mengalami luka dan MD lukanya cukup serius sehingga harus di rujuk ke RSUD Bima.

Kejadian tersebut dibenarkan oleh Kapolres Bima Kabupaten AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar S.I.K.MH, melalui Kasat Reskrim AKP Abdul Malik SH.

Sementara itu Kapolsek Bolo AKP Nurdin menjelaskan kejadian itu bermula
kedua korban mengendarai mobil dari arah Desa Nggeru menuju Brilink yang berada di Desa Kananga di pertengahan jalan tepatnya di Desa Tumpu kedua korban di hadang oleh pelaku dan terjadi cekcok setelah pelaku pergi.

Sesampainya di BRILINK keduanya menarik uang setelah itu tiba tiba pelaku menghampiri dan kembali terjadi cekcok mulut antara korban MD dan pelaku, sementara korban IR tidak merespon dan mengajak MD untuk naik mobil dan pergi.

Akan tetapi pelaku terus ngotot dan mengancam bahkan memukul pintu mobil MD/ korban tidak terima dan kembali turun dari mobil dan mencari kayu untuk membalas perbuatan pelaku namun pelaku yang sudah tersulut emosi dan membawa sebilah parang langsung membacok korban lebih dari satu kali.

IR rekan korban yang melihat kejadian itu hendak membantu namun dirinya pun tidak luput dari sabetan parang pelaku meskipun demikian IR sempat melakukan perlawanan dengan menghantam pelaku menggunakan bambu hingga terjatuh, setelah itu pelaku kabur menggunakan sepeda motornya.

Unit Reskrim Polsek Bolo yang mendapat informasi itu langsung bergegas menuju TKP dan melakukan serangkaian penyelidikan terkait keberadaan pelaku.

Akibat kejadian itu pihak keluarga korban sempat melakukan pemblokiran jalan dan meminta pihak kepolisian agar segera menangkap terduga pelaku.

Alhasil tepat pukul 06.00. Wita terduga pelaku berhasil di ringkus di kediamannya setelah kabur di beberapa tempat persembunyian dan terus diburu.

Saat ini terduga pelaku diamankan di Mapolres Bima Kabupaten untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya dan di proses hukum selanjutnya.

Sementara motif pelaku menganiaya kedua korban masih dalam pemeriksaan secara intensif oleh penyidik Satreskrim Polres Bima Kabupaten. (****)

Tumbuhkan Kesadaran Berlalulintas di Kalangan Pelajar Unit Kamsel Satlantas Polres Bima Kabupaten Sambangi SMK Pelita Harapan

jpn

Bimantika.net -Unit Kamsel Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bima Kabupaten Polda NTB melaksanakan kegiatan sosialisasi tertib berlalu lintas kepada para pelajar di sekolah SMK Pelita Harapan Senin 27 April 2026 pagi

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Satlantas Polres Bima Kabupaten itu bertujuan untuk menanamkan kesadaran dan disiplin berlalu lintas sejak usia dini, serta menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar.

Personel Satlantas memberikan materi tentang pentingnya mematuhi peraturan lalu lintas, penggunaan helm standar SNI, larangan berkendara bagi pelajar yang belum memiliki SIM, serta etika berlalu lintas di jalan raya.

Kapolres Bima AKBP Muh. Anton Bhayangkara Gaisar S.I.K.,MH, melalui Kasat Lantas Iptu Putu Agus Mas Purnomo SH menyampaikan ini merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam menciptakan budaya tertib berlalu lintas di kalangan pelajar.

“melalui sosialisasi ini diharapkan para pelajar dapat menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas, ,” ujarnya.

Pihak sekolah menyambut baik dan mengapresiasi kepedulian Satlantas Polres Bima Kabupaten dalam memberikan edukasi kepada para siswa.

Demi mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas Satlantas Polres Bima Kabupaten akan terus melakukan kegiatan serupa khususnya di kalangan pelajar.

Polres Bima Kabupaten melalui Satlantas nya berkomitmen untuk terus melaksanakan kegiatan serupa secara berkelanjutan di sekolah-sekolah wilayah Bima.

Diharapkan, kegiatan sosialisasi ini dapat memberikan dampak positif dan meningkatkan kesadaran pelajar akan pentingnya keselamatan berlalulintas. (****)

Festival Rimpu Mantika 2026 Sukses Digelar, Wali Kota Bima Aji Man Apresiasi Para Pihak Yang Terlibat

jpn

BIMAntika.net -Pemerintah Kota Bima dibawah kepemimpinan Walikota Bima H. A. Rahman H. Abidin, SE dan Wakil Walikota Feri Sofiyan, SH menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan pelaksanaan Festival Rimpu Mantika Tahun 2026.

Kesuksesan event budaya tahunan ini tidak terlepas dari sinergi dan kolaborasi berbagai elemen, mulai dari unsur TNI-Polri, instansi vertikal, OPD lingkup Pemkot Bima, pelaku UMKM, komunitas budaya, relawan, insan pers, hingga partisipasi aktif masyarakat Kota Bima secara luas.

Aji Man sapaan Wali Kota Bima bersama jajaran pemerintah daerah menilai, Festival Rimpu Mantika tahun ini menjadi bukti nyata kuatnya semangat kebersamaan dalam menjaga, melestarikan, dan mempromosikan kearifan lokal Bima ke tingkat yang lebih luas.

Antusiasme masyarakat serta dukungan berbagai pihak telah memberikan warna tersendiri dan menjadikan event ini berlangsung meriah, aman, dan penuh makna.

“Atas nama Pemerintah Kota Bima, kami menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang tulus kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan, tenaga, pikiran, dan kontribusinya demi suksesnya Festival Rimpu Mantika Tahun 2026,” ujar Aji Man Wali Kota Bima, pada Sabtu malam (25/04/2026).

Namun demikian, Pemerintah Kota Bima juga menyadari bahwa dalam pelaksanaan kegiatan tersebut masih terdapat berbagai kekurangan.

Untuk itu, Wali Kota Bima menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat apabila selama penyelenggaraan festival terdapat hal-hal yang kurang berkenan, baik dari segi pelayanan, teknis pelaksanaan, maupun aspek kenyamanan lainnya.

Aji Man menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya apabila dalam penyelenggaraan Festival Rimpu Mantika Tahun 2026 masih terdapat kekhilafan dan kekurangan.

“Hal ini akan menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk penyelenggaraan yang lebih baik di masa mendatang,” tambahnya.

Pemerintah Kota Bima berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan dan peningkatan kualitas dalam setiap pelaksanaan event daerah, sehingga Festival Rimpu Mantika ke depan dapat semakin memberikan manfaat, tidak hanya sebagai ajang pelestarian budaya, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi dan promosi pariwisata daerah.

Dengan semangat kebersamaan, Pemerintah Kota Bima berharap dukungan dan partisipasi seluruh elemen masyarakat akan terus terjaga demi kemajuan daerah yang lebih baik.(**//Kominfo//)

Pemkot Bima Bantah Bawa Pulang Hadiah Pawai Rimpu Mantika 2026

jpn

BIMAntika.net -Pemerintah Kota Bima melalui Juru Bicara resmi, Dr. Muhammad Hasyim, memberikan klarifikasi terkait isu yang berkembang di masyarakat mengenai dugaan kisruh dalam pembagian hadiah bagi peserta Pawai Rimpu Mantika 2026. Sabtu, 25 April 2026.

Dalam keterangannya, Dr. Hasyim menegaskan bahwa informasi yang menyebutkan adanya ketidakjelasan atau penyelewengan hadiah tidaklah benar.

Ia menjelaskan bahwa sejumlah hadiah yang belum sempat dibagikan bukan dibawa pulang oleh panitia atau pihak pemerintah, melainkan diamankan sementara.

“Perlu kami luruskan, tidak ada hadiah yang dibawa pulang. Semua hadiah yang tersisa telah diamankan oleh panitia secara resmi, walaupun pada akhirnya seluruh sisa hadiah diambil paksa oleh sejumlah peserta dari atas mobil bak terbuka” tegasnya.

Ia menjelaskan, penghentian sementara proses undian doorprize terjadi akibat gangguan listrik dari PLN yang menyebabkan seluruh rangkaian pengundian tidak dapat dilanjutkan. Kondisi tersebut berada di luar kendali panitia penyelenggara.

“Situasi ini murni karena faktor teknis, yakni padamnya aliran listrik. Karena proses undian doreprize membutuhkan pengeras suara, maka prosesnya tidak bisa dilanjutkan saat itu,” jelas Dr. Hasyim.

Pemkot Bima juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

“Kami menjamin seluruh proses undian hadiah telah dilakukan secara transparan,” pungkasnya.

Pawai Rimpu Mantika sendiri merupakan bagian dari rangkaian festival budaya tahunan yang menjadi kebanggaan masyarakat Kota Bima, dengan partisipasi ribuan peserta dari berbagai kalangan. (****//Kominnfo)

Kepemimpinan Baru PGRI Kabupaten Bima Diharapkan Jadi Pelindung Kepentingan Guru, Bupati Tekankan Perubahan Konkret

jpn

Bimantika.net 25 April 2026 — Komitmen menghadirkan perubahan nyata dalam dunia pendidikan kembali ditegaskan Ady Mahyudi saat membuka secara resmi Konferensi Kerja Kabupaten I (Konkerkab I) dan Konferensi Luar Biasa (KLB) Persatuan Guru Republik Indonesia Kabupaten Bima di Gedung PGRI, Belo.

Forum strategis ini tak hanya menjadi agenda organisasi, tetapi juga penentu arah masa depan perlindungan dan perjuangan hak-hak guru di daerah.
Mengusung tema “Transformasi PGRI Menuju Indonesia Emas dan Bima Bermartabat”,

konferensi tersebut menghadirkan jajaran penting dunia pendidikan, mulai dari pengurus PGRI tingkat provinsi hingga kabupaten/kota, serta para guru sebagai ujung tombak pendidikan.

Dalam konteks nasional, peran PGRI dinilai semakin krusial di tengah dinamika kebijakan pendidikan yang menuntut adaptasi cepat, peningkatan kualitas, serta keberpihakan nyata kepada tenaga pendidik.

Dalam sambutannya, Bupati menekankan bahwa kepemimpinan PGRI yang terpilih harus mampu melampaui rutinitas administratif dan benar-benar hadir sebagai pengayom bagi guru.

Ia menegaskan bahwa berbagai persoalan klasik—mulai dari kesejahteraan, distribusi tenaga pendidik, hingga perlindungan profesi—membutuhkan organisasi yang kuat, responsif, dan berani memperjuangkan kepentingan anggotanya.

“Konferensi ini bukan sekadar forum seremonial, tetapi momentum menentukan arah baru. Ketua PGRI yang terpilih harus menjadi garda terdepan dalam mengayomi dan menyelesaikan persoalan guru secara konkret, bukan hanya simbolik,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bupati mengingatkan bahwa perbedaan pilihan dalam proses konferensi adalah hal yang wajar dalam demokrasi organisasi.

Namun, ia menggarisbawahi pentingnya menjaga soliditas agar PGRI tetap menjadi rumah besar yang menyatukan, bukan memecah.

Sementara itu, Wakil Ketua III PGRI Provinsi NTB, Lalu Kaharudin, menyebut Konkerkab sebagai ruang evaluasi menyeluruh terhadap program kerja organisasi. Ia menilai, keberhasilan PGRI ke depan sangat ditentukan oleh kemampuan kepemimpinan baru dalam membaca persoalan riil di lapangan dan merumuskan solusi yang implementatif.

Sorotan utama kini tertuju pada Ketua PGRI Kabupaten Bima yang terpilih. Harapan besar disematkan agar figur tersebut tidak hanya mampu merawat organisasi, tetapi juga tampil sebagai pelindung dan pembela guru dalam menghadapi berbagai tekanan dan tantangan profesi.

Di tengah tuntutan peningkatan mutu pendidikan nasional, keberadaan pemimpin PGRI yang berpihak pada guru menjadi kebutuhan mendesak, bukan lagi pilihan.

Dengan demikian, hasil konferensi ini diharapkan tidak berhenti pada pergantian kepemimpinan semata, tetapi melahirkan gerakan nyata yang menjawab kebutuhan guru dan mendorong terwujudnya pendidikan berkualitas

di Kabupaten Bima sejalan dengan visi besar Indonesia menuju masa depan yang lebih unggul.
(RRS//RumaRenggeSape//007)

Wagub NTB Umi Dinda Ikut Pawai Rimpu dengan Puluhan Ribu Peserta Rimpu di Festival Rimpu Mantika Kota Bima

jpn

BIMAntika.net Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE, M. IP memimpin langsung Festival Rimpu Mantika yang digelar di Kota Bima, Sabtu (25/4/2026).

Umi Dinda sapaan akrab Wakil Gubernur NTB ikut mengenakan rimpu, busana tradisional khas perempuan Bima.

Dimomentum tersebut Wagub NTB berjalan bersama rombongan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bima dari titik start Paruga Nae Convention Hall hingga berakhir di Lapangan Serasuba.

Kehadiran orang nomor dua di NTB itu menjadi sorotan di tengah membludaknya peserta dan masyarakat yang memadati sepanjang rute pawai.

Sepanjang perjalanan, Wagub tampak aktif menyapa warga dan peserta yang antusias mengikuti kegiatan.

Pawai ini diikuti sekitar 85 ribu peserta dari berbagai kalangan, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), pelajar, komunitas, hingga masyarakat umum.

Partisipasi langsung Wagub NTB dinilai sebagai bentuk dukungan nyata pemerintah provinsi NTB terhadap pelestarian budaya lokal, sekaligus mendorong pengembangan pariwisata berbasis kearifan lokal.

Pawai Rimpu Mantika merupakan bagian dari Festival Rimpu Mantika 2026 yang telah masuk dalam agenda nasional Kharisma Event Nusantara (KEN).

Selain menjadi ajang budaya, kegiatan ini juga menjadi momentum memperkuat identitas daerah dan menggerakkan ekonomi masyarakat.

Dengan keterlibatan pimpinan daerah serta puluhan ribu peserta, Pawai Rimpu Mantika 2026 menjadi bukti bahwa budaya rimpu tetap hidup, berkembang, dan terus menjadi kebanggaan masyarakat Bima.

Kehadiran Wagub NTB menambah semangat dan antusiasme ribuan peserta serta masyarakat yang memadati jalur pawai.

Pawai rimpu yang menjadi ikon budaya Bima ini diikuti oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari pelajar, organisasi perangkat daerah, komunitas budaya, hingga masyarakat umum yang tampil mengenakan rimpu dengan beragam kreasi. Sepanjang rute pawai, suasana tampak semarak dengan nuansa adat yang kental.

Umi Dinda menyampaikan bahwa Rimpu Mantika bukan hanya sekadar festival, tetapi juga menjadi wujud nyata pelestarian budaya lokal yang memiliki nilai historis dan identitas kuat bagi masyarakat Bima.
“Rimpu adalah warisan budaya yang harus terus kita jaga dan lestarikan.

Melalui kegiatan seperti ini, kita tidak hanya memperkuat jati diri daerah, tetapi juga mendorong promosi budaya Bima ke tingkat nasional bahkan internasional,” ujarnya.

Selain sebagai ajang pelestarian budaya, kegiatan ini juga berdampak positif terhadap sektor ekonomi kreatif dan pariwisata daerah. Kehadiran ribuan peserta dan pengunjung turut menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM lokal.

Pawai Rimpu Mantika 2026 menjadi salah satu rangkaian kegiatan yang menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mengangkat potensi budaya sebagai kekuatan utama pembangunan daerah.

Umi Dinda berharap kegiatan ini terus berkembang dan menjadi agenda unggulan yang mampu menarik perhatian lebih luas di masa mendatang.

Dengan semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap budaya, Rimpu Mantika 2026 sukses menghadirkan kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Bima. (****)