Bupati IDP Minta Kades Taat Aturan

Bimantika.net _Promosi kesehatan melalui program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) yang dirangkaikan dengan Pembinaan ASN dan Kepala Desa se- Kecamatan Wera yang berlangsung Kamis (8/9) di halaman Puskesmas Wera.

Momentum itu juga dimanfaatkan oleh Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE (IDP) yang hadir bersama Wakil Bupati Drs.H. Dahlan M Noer untuk menyampaikan beberapa arahan kepada para Kades dan ASN.

Di hadapan Camat Wera H. Ridwan S.Sos, Muspika, para kepala desa, kepala sekolah, koordinator wilayah pendidikan dan ASN Bupati menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan Pilkades di tiga desa yang berlangsung damai dan demokratis.

Namun demikian, Bupati IDP meminta agar para Kepala desa baru dilantik bekerja dan menjalankan roda pemerintahan di desa sesuai dengan aturan yang berlaku.

Bupati IDP yang hadir bersama Staf Ahli Bupati Drs.Isyrah, Asisten III Drs.H. Arifudin, Inspektur H Abdul Wahab Usman SH, M.Si, Kepala BKD dan Diklat Drs.Agus Salim M.Si, Kadis Kesehatan, para kepala OPD terkait dan Kabag Lingkup Setda tersebut mengungkapkan, “Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) baru saja melakukan pemeriksaan bantuan langsung tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa dan akan memilih secara acak 55 desa sebagai subjek pemeriksaan.

Oleh karena itu para kepala desa diharapkan agar senantiasa tertib, menata administrasi, mendata dengan baik dan tidak hanya menyelesaikan tanggung jawab dalam pengelolaan dana desa tetapi yang lebih penting adalah bagaimana aspek perencanaan, penganggaran dan evaluasi kegiatan dilaksanakan sesuai ketentuan”. Jelas Bupati.

Wakil Bupati Bima Drs. H. Dahlan M.Noer yang juga memberikan arahan kepada para Kades dan ASN kembali menekankan agar para aparatur selalu menjadi insan pembelajar.

“Guru dan ASN harus selalu mengembangkan potensi yang ada dalam dirinya dan menegakkan disiplin sebagai modal penting dalam melayani masyarakat”. Ungkap Dahlan. (***)

P2PM Dikes Kabupaten Bima Dampingi POPM, Ikhtiar Pencegahan Stunting

Bimantika.net _Dinas Kesehatan Kabupaten Bima tiga hari berturut-turut turun ke lapangan dalam rangka pendampingan Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) Cacingan di tiga Puskesmas.

Sub Koordinator Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM), Suhartati, A. MHK di dampingi oleh Wakil Supervisor (Wasor), Indriyati, SKM turun lapangan berturut-turut tiga (3) hari dalam kegiatan Pendampingan POPM Cacingan.

“Tujuan kegiatan ini adalah untuk mencegah anak-anak dari penyakit cacingan yang berdampak pada stunting” demikian ujar Suhartati.

Lanjut Suhartati bahwa kegiatan ini Termasuk dalam intervensi spesifik untuk penanggulangan Stunting di seluruh Kabupaten Kota di Indonesia yang menjadi lokus intervensi stunting.

Hadir dalam Kegiatan itu L. Simbawara, SKM, M. Epid, Fungsional Entomologi, Isnul Faizin, Amd.KL Pengelola Program Hepatitis, ISP dan ISPA, Hj. Anneda Hayati, SKM Pengelola program Kusta, Prambusia dan Haji Dinas Kesehatan Propinsi NTB yang ikut mendampingi pemberian obat pencegahan massal cacingan di Puskesmas Woha, Puskesmas Palibelo dan Puskesmas Madapangga.

Masih menurut Suhartati bahwa Penyakit Cacingan masih dianggap sebagai hal sepele oleh sebagian masyarakat. Padahal jika melihat dampak jangka panjangnya,

“Cacingan menimbulkan kerugian yang cukup besar bagi penderita dan keluarganya” urainya.

Dijelaskannya bahwa Kecacingan dapat menyebabkan anemia, berat bayi lahir rendah, gangguan ibu bersalin, lemas, mengantuk, prestasi dan produktivitas menurun serta stunting.

Untuk mengatasi permasalahan Cacingan, Kementerian Kesehatan melakukan kebijakan untuk penanggulangan Cacingan dengan memutuskan mata rantai penularan Cacingan.

“Upaya tersebut meliputi Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) Kecacingan pada anak usia 1 – 12 tahun” demikian ujarnya.

Menurut Suhartati Dinas Kesehatan Kabupaten Bima melalui Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2) melakukan kegiatan POPM Kecacingan serentak pada anak usia 1 – 12 tahun.

“Kegiatan dilaksanakan Selasa 6 September – Kamis 8 September 2022 di SD IT Tente Kecamatan Woha, SD 1 Teke Kecamatan Palibelo dan PAUD Putri Amanah Kecamatan Madapangga” ujar Suhartati.

Suhartati menjelaskan bahwa Tujuan dari kegiatan ini selain untuk mencegah penyakit cacingan juga dalam rangka mendukung program menurunkan angka Stunting di Kabupaten Bima. (***)

Walikota HML Fokus Totalitas Tangani Stunting di Kota Bima

Bimantika.net _Dalam beberapa tahun belakangan stunting menjadi perhatian pemerintah Kota Bima di bawah Kendali Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML).

Nampaknya Walikota HML benar-benar fokus menangani Stunting di Kota Bima sebagai bentuk membangun Generasi Handal dimasa yang akan datang.

“Soal penanganan Stunting di Kota Bima kita fokus secara totalitas sehingga dibutuhkan OPD Bersinergi dengan Dinas Kesehatan selaku OPD inti” ujar Walikota HML saat di wawancara Media Online Bimantika Kamis 8 September 2022.

Walikota HML sadar bahwa soal stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang membutuhkan penanganan serius dari berbagai pihak.

Pemerintah Kota Bima melalui Dinas Kesehatan Kota Bima melaksanakan Rembuk Stunting (aksi 3) dalam pelaksanaan aksi konvergensi Penurunan Stunting Kota Bima tahun 2022 di Hotel Mutmainnah, Kamis, 8 September 2022.

Sekretaris Daerah Kota Bima Drs. H. Mukhtar, M.H yang turut hadir dalam acara tersebut menyampaikan bahwa cara mempercepat penurunan angka stunting yaitu dengan melakukan rapat koordinasi dan rembug secara aktif.

“Saya berharap kepada seluruh Kepala Puskesmas dan Tim agar memberikan kinerja terbaiK dan segera lakukan percepatan penginputan,” tuturnya.

Ia juga menegaskan agar seluruh stakeholder yang hadir pada kegiatan tersebut menyiapkan fasilitas untuk penginputan data agar mencapai 14% baik tingkat Provinsi maupun Kementrian Kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bima Ahmad, S.Sos melaporkan bahwa Kota Bima untuk prevelensi berdasarkan hasil SSGI tahun 2021 angka stunting sebesar 23,7% dan berdasarkan hasil EPPGM sebesar 16,69%.

“Mohon dukungan Kepada Puskemas agar bekerja maksimal dalam menginput data stunting di Kota Bima,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa tujuan dari kegiatan tersebut adalah menyampaikan hasil analisis situasi dan rancangan rencana kegiatan intervensi penurunan stunting terintegrasi.

“Dengan mendeklarasikan komitmen pemerintah daerah dan menyepakati rencana kegiatan serta membangun komitmen publik dalam kegiatan pencegahan dan penurunan stunting secara terintegrasi,” tutupnya.

Kegiatan tersebut diakhiri dengan penandatanganan komitmen bersama percepatan pencegahan dan penanganan stunting yang turut dihadiri oleh Ketua TP-PKK Kota Bima, Kepala BPKAD Kota Bima, Kepala Bapedda Litbang, Kepala DPPKB Kota Bima, Kepala Puskesmas, serta Camat dan Lurah.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Bima Nurjannah, S. Sos yang dikonfirmasi Media Online Bimantika menyebutkan siap bersinergi dengan OPD Lainnya dalam menangani Stunting di Kota Bima.

“Sesuai arahan Pak Walikota Bima tentu kami Dinas DPPKB siap bersinergi dalam hal menangani stunting secara cermat di Kota Bima” ungkapnya. (***)

Bupati IDP Canangkan Germas Kecamatan Wera

Bimantika.net _Pelaksanaan senam sehat bersama yang berlangsung Kamis (8/9) di lapangan desa Tawali yang diikuti para ASN dan tenaga kesehatan dan menandai pencanangan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) Tingkat kecamatan Wera.

“Germas sebagai upaya promosi kesehatan sudah dicanangkan pada Hari Kesehatan Nasional di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Bima beberapa waktu lalu dan Kepala Puskesmas, Korwil Pendidikan, kepala desa dan semua unsur di seluruh kecamatan juga melakukan hal yang sama”. Ajak Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri SE (IDP) pada kegiatan Promosi kesehatan Germas dan Pembinaan ASN serta Kepala Desa Se- Kecamatan Wera Kamis (8/9) di halaman Puskesmas Wera.

Dalam upaya peningkatan derajat kesehatan melalui Germas yang diperlukan adalah langkah pencegahan dengan membiasakan pola hidup bersih dan sehat, mengkonsumsi buah dan sayuran-sayuran yang sehat.

“Dengan membiasakan pola hidup yang baik dan olahraga yang cukup, akan tumbuh jiwa yang baik dan bersikap positif dalam menjalankan rutinitas”. Ujar Bupati berparas Cantik dan Baik hati ini.

Kegiatan itu juga dihadiri Wakil Bupati Drs H Dahlan M. Noer, Staf Ahli Bupati Drs.Isyrah, Asisten III Drs.H. Arifudin, Inspektur H Abdul Wahab Usman SH, M.Si, Kepala BKD, Kadis Kesehatan, para kepala OPD terkait dan Kabag Lingkup Setda tersebut.

Pencanangan dilanjutkan dengan konsumsi buah secara bersama Bupati, Wakil Bupati, para pejabat teras, Camat dan Muspika, kepala desa se Kecamatan Wera dan ASN.(***)

Luar Biasa, Dandim dan Kapolres Bima Kota Bersihkan Sisa Sampah Berserakan Usai Demo Mahasiswa

Bimantika.net _Luar Biasa Kegiatan sosial yang di gelar oleh Pihak Kodim 1608/Bima dan Jajaran Polres Bima Kota.

Kegiatan sosial dengan membersihkan sampah usai mengawal aksi demonstrasi di halaman kantor DPRD Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) diperlihatkan oleh institusi Polri dan TNI.

Sontak, kegiatan membersihkan sisa sampah bekas pengunjukrasa ini dimulai oleh Kapolres Bima Kota AKBP Rohadi, S.I.K, Dandim 1608/Bima Letkol Inf Muhammad Zia Ulhaq, S. Sos dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bima Muhammad Aminullah, SE.,

Melihat atasannya memungut sampah seperti plastik, bungkusan Snack, gelas plastik bekas air minum, beberapa anggota polisi dan anggota TNI lainnya juga serentak membersihkan sampah disejumlah tempat di halaman kantor DPRD setempat.

“Aksi ini memang sengaja kami lakukan sebagai bentuk ajakan kepada masyarakat dan dunia pendidikan akan pentingnya kebersihan, meski tadi sempat sedikit terjadi ketegangan,” kata Kapolres Bima Kota AKBP Rohadi Kamis (08/9/2022).

Dari pantauan, tak sedikit momen itu diabadikan oleh para mahasiswa pengunjukrasa. Bahkan usai membersihkan sampah, Kapolres Bima Kota dan Dandim 1608 Bima langsung diajak para mahasiswa untuk foto bersama.

Usai menggelar foto bersama, para mahasiswa pulang ke kampusnya masing-masing setelah sebelumnya aksi mereka pun mendapat respon baik dari Pimpinan DPRD Bima terkait kenaikan harga BBM.(***)

Walikota HML Beri Bantuan Untuk Pedagang Bakulan

Bimantika.net _Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bima menggelar pendistribusian bantuan modal usaha untuk pedagang bakulan yang dilaksanakan setiap tahunnya oleh Baznas Kota Bima.

Pelaksanaan kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) yang didampingi oleh Ketua TP-PKK Kota Bima, Hj. Ellya Alwaini HM. Lutfi, serta Sekretaris Daerah Kota Bima di Paruga Nae Conventional Hall pada hari Kamis 9 September 2022.

Walikota HML meyakini dan percaya bahwa Baznas Kota Bima akan terus meningkatkan kinerjanya dalam memberikan bantuan kepada masyarakat tidak mampu.

“Kita harus yakin dan percaya, semua pihak termasuk dari pemerintah hingga masyarakat harus membesarkan Baznas. Sebab anggaran Baznas tersebut dari kita untuk masyarakat yang membutuhkan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, dengan diberikan bantuan kepada pedagang bakulan, menjadi stimulan bagi masyarakat Kota Bima, sebab Baznas bukan hanya mensejahterakan tetapi juga mengedukasi dan mendidik masyarakat untuk tidak membuka pinjaman di Bank.

“Karena hal tersebut tidak mensejahterakan masyarakat,” jelasnya.

Lanjut Walikota HML bahwa Pemerintah Kota Bima telah menghibahkan tanah untuk dibangunnya Klinik Baznas pertama di NTB.

“Harapannya, Klinik ini dapat membantu kondisi kesehatan masyarakat Kota Bima,” tuturnya.

Sementara itu Ketua Baznas Kota Bima, H. Nurdin Mansyur, S.Sos., MM melaporkan bahwa penerima manfaat sebanyak 420 orang yang terbagi di setiap kelurahan di Kota Bima.

“Tujuannya untuk membantu pedagang bakulan dalam mengembangkan usahanya. Sehingga diharapkan mampu membantu serta mendorong usaha masyarakat di Kota Bima,” jelasnya.

Kegiatan ini kemudian diakhiri dengan pemberian bantuan secara simbolis dari Wali Kota Bima kepada masyarakat. (***)

Para Tersangka Pembunuhan Brigadir J Tes Lie Detector, Termasuk Putri dan Sambo

Bimantika.net _Para tersangka pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J diperiksa dengan menggunakan lie detector atau uji kebohongan atau poligraf.

Tiga tersangka yang sudah dites yakni Bharada E, Brigadir RR dan Kuat Maruf.

“Barusan saya dapat hasil sementara uji polygraph terhadap RE, RR dan KM, hasilnya ‘No Deception Indicated’ alias jujur,” kata Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi kepada wartawan, Selasa (6/9/2022).

Selain ketiga tersangka itu, tersangka lain yakni Putri Candrawathi juga harus melewati uji kebohongan, termasuk tersangka utama yakni Ferdy Sambo yang rencananya akan melewati uji lie detector pada Kamis (8/9/2022) hari ini.

Lantas, apa itu poligraf dan bagaimana cara kerjanya?

Teknologi Polri, Poligraf Dalam Penanganan Kasus Tindak Pidana.

Dalam penanganan kasus tindak pidana, Polri memiliki alat yang bernama Poligraf.

Alat yang diberi
nama Poligraf adalah suatu alat untuk menguji kejujuran seseorang melalui reaksi tubuh atau dikenal dengan Lie Detector.

Puslabfor Bareskrim Polri memiliki alat Poligraf yang telah diakui oleh asosiasi Poligraf Amerika. Alat ini memiliki tingkat akurasi hingga 93% dan standar ISO/IEC 17025. (***/dhMP)

Kapolri Dorong Generasi Muda Wujudkan Indonesia Emas 2045

Bimantika.net _Kapolri, Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., menghadiri Konsolidasi Kebangsaan Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Kota Malang, Jawa Timur, Rabu (7/9).

Dalam kesempatannya, Kapolri mendorong AMM untuk berkontribusi dalam memajukan bangsa. Kapolri menilai terobosan yang disiapkan UMM, yakni Center of Excellence (CoE) dan Center for Future of Work (CFW) bisa mengisi program besar pemerintahan Indonesia.

Selain itu, Kapolri juga menegaskan Polri melakukan berbagai upaya menjaga keamanan negara. Salah satunya terkait moderasi beragama, antara lain dalam program Presisi berasal dari Muhammadiyah.

Kapolri mengapresiasi Muhammadiyah yang merupakan organisasi besar di Indonesia dengan segala sumbangsihnya terhadap bangsa. Salah satunya kesigapan dalam menangani Covid-19 selama ini.

Kapolri juga memiliki harapan besar pada AMM dan percaya adik-adik mahasiswa dapat mengisi sektor-sektor pemerintah dengan kemampuan yang dimiliki.

“Selama teman-teman mampu menjaga persatuan para angkatan muda, maka tentu kita akan menyongsong Indonesia Emas 2045 dengan baik,” jelas Kapolri. (Divisi Humas Polri//***)

Langkah Pemulihan Ekonomi RI, Hadapi Dampak Berkurangnya Subsidi BBM

Bimantika.net Jakarta,- Berkurangnya subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) berdampak pada rakyat miskin, rentan miskin dan kalangan menengah dengan gaji di bawah Rp3,5 juta. Melihat situasi tersebut, sekelompok pemuda dan mahasiswa menggelar kegiatan Focus Group Discusion (FGD) bertema “Meneropong Situasi Global Perekonomian Indonesia” di Jakarta, Rabu (7/9).

FGD tersebut diselenggarakan oleh Pemuda Indonesia Center (PIC), Dema PTKIN, BEM Nusantara dan BEM Perguruan Tinggi Muhammadiyah Zona 3. Hal ini tentunya akan membuat Pemerintah terus memacu kerjanya demi pemerataan kesejahteraan bagi rakyat Indonesia.

Saat ini sekitar 20,65 juta keluarga miskin dan rentan miskin akan mendapatkan bantuan sosial (bansos), plus 16 juta keluarga akan diberikan subsidi upah oleh Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) RI.

Don Rozano Sigit Prakoeswa, Staf Khusus Mensos RI mengatakan, kenaikan BBM adalah pilihan sulit yang sudah diambil Bapak Presiden. Apapun itu harus dilakukan, ini pilihan sulit dan berat bagi banyak pihak.

Manakala bansos bisa diserahkan kemudian bantuan langsung tunai (BLT) BBM bisa diserahkan kemudian bantuan subsidi upah bisa diberikan.

“Itu akan mengurangi atau paling tidak membuat kapasitas kemampuan daya beli masyarakat bisa terbantukan dalam kondisi yang berat seperti ini. Dan kami melakukan dengan seksama,” kata Don Rozano.

Don pun menerangkan, untuk hari ini saja sudah ada 18,8 juta data yang sudah diserahkan kepada PT Pos Indonesia (Persero). Dalam proses pengantaran bantuan tersebut.

“Update terakhir sudah sekitar 200 kota kabupaten yang sudah dijalankan oleh PT Pos dan mungkin diakhir minggu kita bisa melihat berapa juta penyaluran tersebut,” ujarnya.

Di sisi lain, Kemensos akan berbarengan menyerahkannya dengan bansos bulan September 2022. Jadi setiap penerima manfaat Kartu Sembako misalnya akan menerima Rp300 ribu plus Rp200 ribu dalam kondisi seperti ini.

“Kami berharap 500 ribu rupiah menjadi sesuatu yang sangat bermanfaat buat warga masyarakat. Kita selalu memperbaiki data, jadi penerima hari ini pun bisa untuk disanggah, bisa diusulkan pada penerima berikutnya,” tukas Don.

“Jadi kami sangat menerima usulan, entah itu lewat kabupaten kota maupun melalui situs online Kemensos RI,” tambah dia.

Kemensos pun menginginkan mereka yang menerima bantuan adalah yang benar-benar layak, yang benar-benar sesuai penerimaan bansosnya.

Sehingga bansos yang jumlahnya sudah lebih besar dari jumlah orang miskin apalagi ditambah subsidi upah. “Saya yakin bisa membantu rakyat Indonesia melewati hari-hari yang sulit ini untuk buat Indonesia lebih baik kedepannya,” katanya.

Lebih jauh, untuk 16 juta keluarga yang bakal menerima subsidi upah, sambung Don, sedang disiapkan oleh teman-teman Kemenaker. Mereka juga akan memadankan data yang ada di Kemensos. “Sehingga penerima subsidi upah bukanlah penerima PKH, kami berharap bukan juga penerima kartu sembako,” harapnya.

Sehingga semakin luas jangkauan yang bisa didapatkan terhadap 20,65 juta keluarga miskin plus 16 juta keluarga yang mendapatkan bansos dari Pemerintah dalam kondisi yang berat ini. “Kami berharap yang miskin, agak miskin, kalangan menengah dengan pendapatan di bawah Rp 3,5 juta bisa terbantukan dalam kondisi hari-hari ini,” ujarnya.

Menurut Don, sejauh ini penyaluran bantuan tersebut tidak ada kendala, kemarin Bu Menteri Sosial datang ke Brebes untuk melihat satu pasien yang berat, miskin yang dibantu. Kemudian melihat penyaluran bansos disana. “Insyaallah bisa dikendalikan, namun tetap ada beberapa hal yang harus dilakukan perbaikan pastinya,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga minta kepada teman-teman PT Pos untuk melakukan foto rumah penerima bansos, untuk mendapatkan evaluasi berikutnya. “Agar bantuan sosial yang digelontorkan Kemensos tepat sasaran”.

Ditegaskannya, jika dalam penyaluran bantuan ini ada temuan oknum kepala desa yang bermain bansos maka laporkan segera kepada Kemensos. “Jika ada pendamping yang juga tidak benar melakukan proses penyalurannya, sampaikan ke kami, Kemensos akan kita cek,” tegasnya.

September 2022 ini saja, katanya, akan diberikan bantuan (pemberian makan) untuk anak-anak yatim, kelompok lanjut usia (lansia) dan disabilitas. “Kita tidak akan membiarkan ada yang mati kelaparan di Republik ini,” kata Don.

Dalam kesempatan yang sama, Pengamat Ekonomi, Profesor Roy Darmawan mengatakan, menurut pandangannya, dampak langsung maupun tidak langsung dari pengurangan subsidi BBM ini, Pemerintah sudah mempertimbangkan dampak tersebut.

Pengurangan subsidi BBM yang cukup signifikan mungkin diawalnya akan membuat kaget. “Tapi kita perlu menyikapinya dan mungkin mengingatkan pengambil kebijakan untuk mengalihkan mengalokasikan subsidi BBM ke sektor yang lebih tepat sasaran, melihat perkembangannya. Jika itu bisa dilakukan insyaallah akan bisa tercapai yang lebih baik,” tuturnya.

Penyebaran wabah Covid-19 memang mengalami penurunan secara umum. Tapi disetiap situasi yang tidak menguntungkan itu, ada pihak-pihak yang mendapatkan lebih banyak keuntungan secara baik.

“Karena melihat peluang, lebih giat bekerja dan bisa melihat sisi lain yang tidak dilihat oleh orang lain, disitu ada peluang yang memang bisa dilakukan,” ujarnya.

Sebelumnya, dipaparkan oleh Praktisi juga Pengamat Ekonomi, Sariat Arifia menyampaikan, pada analisa politik perekonomian global dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia. Bicara ekonomi tak lepas dari politik.

“Dampak perang dunia ke 3, Indonesia akan mengalami era diskoneksi. Semua negara fokus pada negerinya sendiri, imbas dari kenaikan harga BBM, sejak 6 bulan lalu perang Rusia dan Ukraina, suplay minyak dan gas dunia berkurang. Lalu siapakah negara di dunia bisa mengatasi itu? Jawabnya tidak ada,” paparnya.

Lalu kenapa Indonesia ekonominya positif? Sariat menerangkan, karena saat Covid-19 melanda, Indonesia melawan, injak rem, dan gas. Harusnya harga BBM di Indonesia naik pada tahun sebelumnya, sedangkan negara lain sudah KO.

Kedepan, yang dikhawatirkan adalah PHK akan lebih banyak dan devisa negara bakal turun, karena tidak bisa kirim barang. Ekspor ke negara maju sulit karena ongkos pengiriman naik menjadi 3.000 dollar.

“Prinsipnya negara tidak akan membebani rakyatnya. Maka harus gotong royong. Ekonomi tak akan pulih, jika perang terus terjadi,” katanya.

Saat ini, tren konsumsi BBM di Indonesia meningkat. Saat ini, pemotor meningkat, karena dulu orang banyak naik metromini. “Harga tempe saja di dikte permainan harga internasional. Tantangan sangat dekat di depan, soal inflasi, kelangkaan pangan, dan juga pengangguran”.

Selama tidak ada program kuat Pemerintah mengatasi pengangguran, maka Kemensos RI akan ekstra kerja keras mengatasi persoalan itu.

Sehingga dalam suasana seperti ini, mahasiswa harus cerdas memproyeksikan nasib bangsa 4 sampai 10 tahun kedepan.

“Mahasiswa kritis boleh, menjatuhkan Pemerintah jangan. Dan jangan sampai ditunggangi. Para mahasiswa pertanian harus mencari solusi bersama Pemerintah agar bebas krisis pangan dan kemiskinan,” tutupnya. (***)

Polisi Merakyat, Ngobrol Bareng Masyarakat Merauke

Bimantika.net _Jajaran personel Polri yang dipimpin Kapolres Merauke AKBP Sandi Sultan, S.I.K., mengunjungi masyarakat di pintu air Kompleks Mappi, Papua, Rabu (7/9).

Dalam kunjungan tersebut, personel jajaran Polres Merauke memberikan imbauan-imbauan kepada masyarakat terkait menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Di sela-sela kegiatan tersebut, para anggota kepolisian saling bertukar pikiran dengan masyarakat terkait keselarasan menjaga keamanan dan untuk membangun Tanah Papua,

Khususnya di wilayah hukum Polres Merauke. Usai berdialog dan makan bersama, Kapolres Merauke pun menyerahkan beberapa sarana dan prasarana olahraga kepada para tokoh pemuda setempat. (***//Divisi Humas Polri)