Konser Musik Marak, Pengajian Dilarang, Bukti Negara Abai Menjaga Generasi

jpn

Oleh : Rahmania, S.Psi

Bimantika.net -Luar biasa gegap gempita konser girlband asal Korea, Blackpink yang diselenggarakan di Gelora Bung Karno (GBK) beberapa hari lalu.

Tiket terjual ribuan lembar, kemegahan panggung, hingga pada pengamanan optimal oleh Polda Metro Jaya dengan menurunkan ribuan personil untuk mengamankan jalannya konser.

Betapa totalitas persiapan semua pihak juga pelayanan negara terhadap agenda konser dan sejenisnya,

Sementara di lain sisi terjadi perlakuan yang berbeda terhadap agenda rohis dan sejenisnya.

Konser Blackpink

Blackpink sukses menggelar konser bertajuk ‘World Tour [Born Pink]’ di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta pada akhir pekan ini. Di Indonesia, konser yang dipromotori oleh iME Indonesia diselenggarakan selama 2 hari, yakni 11-12 Maret 2023.

Konser dimulai dari KSPO Dome Olympic Park, Korea Selatan pada 15-16 Oktober 2022 dan berlanjut ke berbagai negara di dunia.

Ini bukan konser megah dan gempita pertama di negeri ini. Jauh sebelumnya, berbagai konser musik telah diselenggarakan di negeri ini, baik dari group band yang berasal dari Eropa dan Amerika, maupun group band dari Asia seperti boyband dan girlband asal Korea, Jepang dan sebagainya.

Demikian juga konser-konser musik dari group musik dalam negeri yang menyasar berbagai kalangan seperti remaja usia sekolah hingga mahasiswa.

Walau dengan harga tiket yang tak murah, seperti pada konser Blackpink beberapa hari lalu, harga tiket tembus hingga di angka 9 juta rupiah. Bagi kalangan umum angka ini cukup fantastis, namun tidak bagi pecinta konser musik.

Bahkan mereka telah mempersiapkan jauh-jauh hari dengan menabung agar tak ketinggalan untuk menonton konser.

Mereka secara serius memikirkan trik dan tips mengatur keuangan untuk memudahkan mereka membeli tiket ketika event tersebut diselenggarakan agar kantong tidak bolong seketika, namun dipersiapkan jauh-jauh hari.

Negara Abai dalam Menyelamatkan Generasi

Potret kerusakan generasi kian hari kian parah. Ini harusnya menjadi kondisi yang sangat mengkhawatirkan bagi semua pihak, terutama bagi penguasa. Karena penguasa memiliki tanggung jawab atasnya, baik dan buruknya kondisi mereka.

Mengingat generasi muda adalah mereka yang kelak akan meneruskan sebuah peradaban dan bangsa, berjuang mewujudkan berbagai tujuan peradaban dan bangsa tersebut.

Jika keberadaan sebuah generasi sedemikian penting, maka hal ini jika diibaratkan sebuah tubuh, mereka adalah jantung. Untuk itu negara haruslah serius menyiapkan generasi tersebut agar mampu mengemban tujuan dari sebuah peradaban dan bangsa. Terutama menjaga mereka agar tidak terwarnai oleh berbagai pemikiran dan budaya sesat dan menyesatkan.

Namun fakta hari ini negara justru abai dari menjaga generasi yang dimilikinya, negara tidak berfungsi sebagai antibody yang menjaga generasinya dari virus-virus yang merusak, namun justru memfasilitasi masuknya virus tersebut.

Seperti mengizinkan adanya berbagai konser musik, termasuk konser Blackpink beberapa waktu lalu. Padahal berbagai group musik seperti Blackpink berasal dari budaya Barat yang bebas, yang berpotensi menambah rusaknya generasi muda kita. Bayangkan generasi harus menghabiskan waktu, tenaga, energi dan juga biaya yang tidak murah hanya untuk sekadar mendengarkan lagu.

Apalagi di tengah kondisi perekonomian seperti hari ini, mereka menggelontorkan dana yang tidak sedikit untuk berburu tiket.

Fakta ini menggambarkan bahwa negara abai dari menjaga dan melindungi generasi dan menutup mata terhadap kesulitan ekonomi yang melanda rakyatnya.

Apalagi dengan keleluasaan dalam memberikan izin konser hingga pengamanan acara dan lalu lintas yang dikerahkan, juga menjadi bukti totalitasnya negara dalam mendukung keberlangsungan kegiatan ini.

Di sisi lain, sikap yang ditunjukkan negara sangat kontradiktif terhadap berbagai kebaikan dan prestasi yang ditampilkan oleh pemuda kita hari ini. Seperti para generasi muda kita yang berhasil menjadi juara hingga di event internasional.

Agenda rohis yang bermanfaat bagi pemuda yang mana mereka akan mendapatkan ilmu untuk membentengi diri mereka dari berbagai keburukan, tetapi aktivitas dan aktivisnya justru malah dicap sebagai teroris.

Demikian juga keberadaan pemuda yang membaca Al-Qur’an di sepanjang Malioboro, dengan berbagai alasan dilarang dan dibubarkan.

Demikian negara dengan sistem sekuler kaptalisme hari ini. Negara tidak memiliki standar dan visi yang jelas dalam mendidik dan membangun generasi.

Alih-alih ingin mewujudkan generasi yang baik dan berguna yang dapat melanjutkan estafet perjuangan, namun justru generasi secara alamiah mengalami kerusakan.

Semua disebabkan oleh rusaknya sistem kehidupan yang diadopsi negara hari ini, yang menjauhkan Islam dari kehidupan. Yang menjunjung nilai-nilai materi, kebebasan dan kesenangan duniawi. Islam hanya sebatas agama ruhiyah, bukan sebagai sistem yang mengatur keberlangsungan kehidupan yang dijalankan.

Maka sangat wajar jika kerusakan demi kerusakan terus menggerogoti negeri yang tidak menjadikan Islam sebagai peraturan kehidupan seperti yang menimpa negeri kita hari ini.

Islam Membentuk Generasi Beriman dan Bertakwa

Generasi muda saat ini telah menjadi aktor-aktor bergaya hidup pragmatis, hedonis dan liberal, sangat jauh dari nilai-nilai Islam. Kapitalisme telah membajak mereka sehingga kesehariannya adalah berorientasi materi, bucin dan hiburan duniawi semata.

Hal ini tentu tidak terjadi dengan sendirinya, namun disebabkan oleh abainya peran pilar-pilar yang menjadi pelindung yaitu keluarga, masyarakat dan negara sebagai benteng pertama yang menjaga dan melindungi geneasi. Sangat mustahil mewujudkan generasi yang baik jika negara dan pemimpin tidak memiliki visi tersebut.

Tidak mungkin kebaikan generasi hanya dapat diwujudkan oleh masyarakat dan keluarga tanpa ada peran negara dan sistem kepemimpinannya.

Sebagaimana Rasulullah menganggap akan pentingnya sebuah negara dan sistem kepemimpinan, sehingga dakwah yang beliau lakukan pertama adalah mewujudkan tegaknya negara Islam pertama di Madinah sebagai institusi yang akan menjaga dan melindungi rakyatnya, yang menerapkan berbagai tata aturan hukum hingga tata kelola ekonomi, politik, pendidikan dan lain sebagainya.

Maka wajar jika hari ini negara dan pemimpinnya tidak berdaulat dan sangat mudah dikendalikan.

Memberikan keleluasaan dan kelonggaran terhadap maksiat namun ketat pengawasan terhadap hal yang baik dan bermanfaat.

Penyelenggaraan konser diberi panggung, pengajian dan agenda-agenda rohis dibatasi bahkan dilabeli dengan teroris.

Seperti yang kita saksikan hari ini, kita sebagai negara dengan penduduk mayoritas muslim justru dijadikan sasaran terselenggarakannya konser-konser musik dan yang disasar adalah generasi muda kita.

Tentu tidak demikian jika negeri dan rakyatnya diatur oleh syariat Islam. Sebab Islam memiliki mekanisme dalam membentuk generasi yang bersyakhsiyah Islam yang mewujud pada baiknya kondisi iman, taat dan ketakwaan mereka pada Allah dan syariatNya.

Salah satunya adalah dengan sistem pendidikan Islam. Islam memiliki sistem pendidikan yang khas yang berasas pada akidah Islam.

Pendidikan dalam Islam bertujuan untuk membentuk kepribadian Islam, yakni pola pikir dan pola sikap sesuai tuntunan syariah. Sehingga akan ditemukan output generasi yang tidak hanya cerdas namun juga taat dan takwa, mengikat diri mereka dengan aturan-aturan Allah Ta’ala.

Maka tidak akan ditemukan pada diri mereka hadir di tempat-tempat maksiat seperti konser musik yang membuka pintu khalwat (berdua-duaan) dan ikhtilat (bercampur baur) dengan yang bukan mahram.

Selain negara yang menerapkan sistem peraturan, Islam tidak akan mengizinkan konser-konser musik itu terjadi.

Kemudian negara Islam memiliki karakter masyarakat yang khas, yang dibangun di atas amar makruf nahi mungkar. Yang akan senantiasa saling memuhasabahi jika terjadi pelanggaran syariat antar satu sama lain.

Demikian juga jika terjadi pelanggaran syariat oleh para penguasa. Dengan demikian hanya ideologi Islam yang akan mampu mewujudkan generasi yang berkarakter baik, beriman dan bertakwa, bukan ideologi yang lain. (***)

Polsek Woja Amankan Ratusan Ribu Biji Mercon dan Pemiliknya

jpn

Bimantika.net -Menyikapi maraknya peredaran petasan (baca: Mercon) khususnya di Wilayah Hukum Polsek Woja terlebih lagi di saat ummat Islam tengah menjalani Ibadah di Bulan Ramadhan 1444 H, Personil Polsek Woja, menggelar razia penertiban, Minggu malam (26/3/2023) sekira pukul 20.30 Wita.

Hasilnya, ratusan ribu barang bukti berbagai macam jenis Marcon jenis kembang api berbagai bentuk berhasil diamankan di salah satu gudang milik YA (34) yang terletak di Dusun Selaparang, Desa Matua,Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu.

Dalam keterangannya, Kapolsek Woja, Ipda Zainal Arifin, S.I.P menyebutkan bahwa razia penertiban mercon ini dipimpin oleh Katimsus Polsek Aiptu Saihun bersama Kanit Reskrim Bripka Abdul Hamid, SH,.

“Total barang bukti ada 135.254 biji mercon berbagai jenis,” ungkap Kapolsek usai menerima barang bukti yang berhasil disita.

Terkait razia penertiban, Kapolsek menegaskan, bahwa razia ini penting dilakukan demi menjaga kekhusyukan ibadah di bulan suci ramadhan ini.

Pasalnya, lanjut Kapolsek, aktifitas membunyikannya petasan ini kerap mengganggu ummat islam yang tengah beribadah, apalagi di waktu shalat dan warga yang tengah berisitirahat.

Untuk itu, saat razia kali ini, personil berhasil menyita salah satu gudang milik YA dan saat ini telah diamankan ke Mapolsek untuk diproses lebih lanjut.

Berikut uraian barang bukti mercon yang berhasil disita para personil antara lain, Petasan jenis Magical shoot, sebanyak 70 Pcs dengan rincian, 1 pcs berisikan 12 Biji dengan total keseluruhan sebanyak 840 Biji.

Ada juga Lilin Mini, Sebanyak 38 Pcs dengan rincian 1 Pcs berisikan 10 Biji dengan total keseluruhan sebanyak 680 Biji, ditambah jenis Roda Gila sebanyak 20 Kotak besar dengan rincian 1 Kotak besar berisikan 12 kotak kecil dan dalam 1 kotak kecil berisikan 12 Biji dengan total keseluruhan sebanyak 2880 (Dua Ribu Delapan Ratus Delapan Puluh) Biji.

Sedangkan jenis lainnya, sebut saja Jago Asli sebanyak 8 Dus sedang dengan rincian 1 Dus terdapat 1000 Pcs yang mana masing – Masing 1 Pcs berisikan 9 Biji dengan total keseluruhan 8 Dus sebanyak 70.290 ( Tujuh Puluh Ribu Dua Ratus Sembilan Puluh) Biji.

Belum lagi petasan bermerk Pop Pip Pop, sebanyak 50 Kotak besar dengan rincian, 1 Kotak besar berisikan 50 Kotak Kecil, dari 1 Kotak kecil berisikan 25 Biji dengan total keseluruhan sebanyak 60.000 (Enam puluh Ribu) Biji.

Terakhir, ada Happy Flower, sebanyak 5 Kotak dengan rincian 1 Kotak terdapat 18 Pcs, dalam 1 Pcs berisikan 6 Biji dengan Total 90 Pcs atau sebanyak 540 (Lima Ratus Empat Puluh) Biji serta Dinasaur Eggs, sebanyak 3 Kotak berisikan 72 Pcs dengan rincian, 1 kotak berisikan 24 Pcs, 1 Pcs berisikan 12 Biji, keseluruhannya ada 864 (Delapan Ratus Enam Puluh Empat) Biji.

“Tak hanya barang bukti yang diamankan, terduga pemilik juga diamankan ke Mako Polsek Woja untuk dimintai keterangan,” pungkas Kapolsek Zainal. (***)

Hasil Pembangunan Kota Bima Era Walikota HML Dalam Gambar (Part 2)

jpn

Bimantika.net -Media Online Bimantika Di awal Puasa Bulan Suci Ramadhan 1444 H menyampaikan sejumlah hasil pembangunan Kota Bima di Era Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML)

Dalam. Edisi khusus Ramadhan 1444 H ini Media Bimantika menyampaikan Berita Keberhasilan Pembangunan Kota Bima Dalam Bentuk Gambar Part 2. (Bersambung). (***//Gambar Kominfostik Kota Bima)

“Ramadhan Berbagi”, Bupati IDP Bagi Bingkisan di Desa Nangawera

jpn

Bimantika.net -Mulai hari ke empat Puasa Ramadhan 1444 Hijriyah, jajaran pemerintah Kabupaten Bima Ahad (26/3) mulai mengunjungi sejumlah kecamatan untuk melaksanakan dua kegiatan yaitu Ramadhan Berbagi dan Safari Ramadhan.

Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE (IDP) yang didampingi Kepala OPD, Camat Wera Ilham, SH , Muspika dan Kades Nangawera Umar, SH saat kegiatan berlangsung di Masjid Al-Mujahidin Desa Nangawera.

Bupati IDP menjelaskan, dari 18 kecamatan yang ada, tahun ini, Pemkab Bima akan mengisi 9 kecamatan dengan kegiatan Ramadhan Berbagi dan 9 kecamatan lainnya dengan Safari Ramadhan”. Terang Bupati dihadapan jamaah.

Di hadapan para alim ulama, tokoh masyarakat, kepala desa, anggota BPD, jajaran pendidikan di kecamatan Wera, Bupati mengungkapkan arti penting kegiatan Ramadhan Berbagi.

“Pemerintah hadir untuk melakukan Safari dan Berbagi untuk umat yang kurang beruntung karena pemerintah adalah contoh dan tauladan yang akan ditiru, digugu dan diikuti oleh masyarakat. Itulah pentingnya kepedulian sosial terus ditumbuh kembangkan”. Ungkap Bupati.

Menutup sambutannya Bupati berharap, apa yang dilakukan bisa dijadikan contoh oleh para camat, kades dan jajaran agar masyarakat tergerak hatinya untuk mengisi dan memakmurkan masjid serta mushola.

Ustadz Gunawan dalam tausiyahnya menyampaikan bahwa berpuasa ibarat orang yang mengikuti turnamen sepak bola mulai dari sepuluh hari pertama, sepuluh hari kedua dan sepuluh ketiga di mana pada setiap babak memerlukan keseriusan untuk mencapai babak final.

Usai ceramah yang disampaikan oleh Ustadz Gunawan, Bupati Bima menyerahkan 55 paket bingkisan kepada Ta’mir Masjid, Bhabinkamtibmas, Babinsa dan kaum dhuafa di wilayah kecamatan tersebut.

Bupati dan rombongan kemudian bertolak menuju masjid Uswatun Hasanah Desa Nipa Kecamatan Ambalawi untuk melakukan kegiatan yang sama. (***)

Antisipasi Balap Liar Menjelang Berbuka Puasa, Polres Bima Gelar Patroli Rutin

jpn

Bimantika.net -Kepolisian Resor Bima Polda NTB menggelar Kegiatan patroli menjelang berbuka Puasa dalam rangka cipta kondisi situasi Kamtibmas di wilayah hukumnya.

Patroli menjelang berbuka Puasa itu dilaksanakan oleh Anggota Patmor Regu I Unit Turjawali Sat Samapta Polres Bima. Sabtu 25/03/23 Sekira Pukul 17.00.wita Sore Kemarin.

Sasaran patroli ini, Regu Satu Unit Patmor tim turjawali Sat Samapta yang dipimpin Kanitnya Bripka Ardiyansyah melakukan pembubaran sekaligus memberikan himbauan terhadap sekelompok remaja yang diduga akan melakukan balap liar di jalan Baru Kalaki Desa Panda Kecamatan Palibelo Kabupaten Bima.

Kapolres Bima AKBP Hariyanto SH, S.I.K lewat kasi humas Iptu Adib Widayaka mengatakan, tujuan patroli itu mendatangi tempat tongkrongan kelompok remaja yang rata-rata berada di pinggir jalan itu,

sebagai antisipasi dini agar mereka tidak melakukan hal-hal negatif dan tidak melakukan aksi balap liar serta hal-hal lain yang bersifat negatif, yang menimbulkan keresahan di tengah Masyarakat pada Bulan Suci Ramadhan.

Dirinya juga menuturkan, rata-rata lokasi yang kerap dijadikan titik kumpul dan nongkrong oleh sejumlah kelompok remaja ini berada di sepanjang jalan baru Kalaki hingga pertigaan taman Panda.

Dalam kesempatan tersebut, anggota Turjawali memberikan himbauan khususnya para remaja untuk tidak melakukan aksi balap liar, karena kegiatan tersebut sangatlah meresahkan warga masyarakat yang ada disekitar, maupun bagi pengendara kendaraan bermotor lainnya yang sedang melintas di jalan tersebut.

Anggota juga mengingatkan bahwa balapan liar ini memiliki resiko yang besar, dimana akan berakibat fatal serta berakibat buruk bagi diri sendiri, orang tua serta keluarga.

“Usai diberikan himbauan selanjutnya anggota menghimbau para remaja tersebut agar membubarkan diri dan pulang ke rumah masing-masing” Tutupnya.(***)

Patroli Rutin Polsek Woha, Lakukan Pengamanan Sholat Tarawih

jpn

Bimantika.net -Untuk menciptakan situasi yang aman dan nyaman pada saat pelaksanaan ibadah tarawih, Polres Bima Polda NTB dan Polsek jajaran melaksanakan patroli dan pengamanan shalat tarawih.

Seperti yang dilakukan oleh personel Polsek Woha yang dikendalikan Kapolseknya AKP Syaiful Anhar S.sos. melaksanakan Patroli dan pengamanan Sholat tarawih di depan Masjid Nurul Yakin Desa Rabakodo, Masjid Al-hidayah Desa Talabiu, Masjid Nurul Ilmi Desa Penapali, Masjid At-Taqwa Desa Donggobolo dan Masjid Nurul Haq Desa Risa Kecamatan Woha Kabupaten Bima, Sabtu malam 25 Maret 2023, Pukul 19.45 Wita.

Kapolres Bima AKBP Hariyanto SH, S.I.K melalui Kapolsek Woha AKP Syaiful Anhar, mengatakan, Pengamanan Sholat tarawih ini bertujuan untuk memberikan keamanan kepada warga sehingga pelaksanaan sholat tarawih dapat berlangsung dengan khidmat dan Khusu.

“Demi kelancaran ibadah masyarakat di bulan suci ramadhan, kami akan lakukan patroli dan pengamanan sholat tarawih di masjid-masjid di wilayah hukum Polres Bima”. ujar Kapolres mengutip Adib.

Kegiatan itu juga bertujuan untuk mencegah remaja,anak anak kecil yang ingin membunyikan petasan di seputaran area masjid agar masyarakat yang sedang melaksanakan ibadah sholat tarawih tidak terganggu.

Selain itu patroli pengamanan ibadah Sholat Tarawih yakni untuk mencegah terjadinya tindak pidana Curas, Curat, Curanmor dan berbagai tindak Kejahatan lainnya.Kata Adib. (***)

Polisi Buru Pelaku Pemanah Misterius di Tente, ODGJ menjadi Korban

jpn

Bimantika.net -Syamsuryadin alias Sam (58) seorang dalam gangguan jiwa (ODGJ) asal Desa Tente Kecamatan Woha Kabupaten Bima menjadi sasaram para pelaku pemanah misterius.

Sam dipanah orang tidak dikenal, saat berada di kompleks Pasar atau Terminal Tente, Minggu dini hari (26/3) sekitar pukul 05.30 Wita.

Korban terkena anak panah di bagian rahang hingga tembus hidung, diduga sengaja dilakukan oleh orang tidak dikenal, saat korban beraktivitas di sekitar wilayah tersebut.

Kapolsek Woha AKP Saiful menyampaikan, sekitar pukul 04.00 wita, korban berjalan kaki di komplek pasar Tente Kecamatan Woha, tiba-tiba korban di lihat oleh warga di sekitar pasar Tente dalam keadaan anak panah sudah tertancap di bagian rahang kanan tembus hidung.

“Warga yang melihat korban, langsung membawa ke Puskesmas Woha untuk mendapatkan perawatan medis,” Ujarnya

Tiba di Puskesmas Woha, korban langsung di tangani oleh petugas jaga. Tidak lama berselang, Personil Polsek Woha yang mendapatkan informasi langsung mendatangi TKP dan melakukan upaya pencarian jejak pelaku.

“Karena lukanya serius, korban di bawah ke RSUD Bima dengan menggunakan mobil Ambulance Puskesmas Woha,” kata dia.

Kata Saiful, korban merupakan ODGJ yang biasa beraktivitas di sekitar pasar -Terminal Tente Kecamatan Woha. Untuk pelaku masih kami selidiki. (***)

Polsek Manggelewa Razia Petasan di Berbagai Titik

jpn

Bimantika.net -Polsek Manggelewa, Polres Dompu- Sebagai upaya menciptakan Kondusifitas selama bulan Ramadhan, Polres Dompu melalui Jajarannya melakukan razia petasan di daerahnya

Seperti halnya yang dilakukan oleh jajaran Polsek Manggelewa ini,sesuai dengan surat RGB Ops Pekat Rinjani 2023 Polres Dompu dengan Nomor : STR/62/II/Ops.1.3/2023 tanggal 28 Februari 2023 anggota team sus Polsek Manggelewa yang dipimpin oleh Kapolsek Manggelewa IPTU RAMLI SH melakukan razia marcon di sentral pasar tradisional Kecamatan Manggelewa Kabupaten Dompu pada hari Sabtu tanggal 25 Maret 2023 sekitar pukul 08:30 wita,

Kapolsek Manggelewa Iptu Ramli SH Saat di konfirmasi membenarkan adanya kegiatan Razia petasan/mercon di Wilayah Hukum nya tepatnya Pasar tradisional kecamatan Manggelewa di Desa Lanci Jaya kecamatan Manggelewa Kabupaten Dompu” pungkasnya

“Kapolsek mengatakan ” Kegiatan penertiban tersebut dalam rangka mengantisipasi/meminimalisir gangguan kamtibmas di saat Bulan Suci Ramadhan guna memberikan rasa aman dan nyaman terhadap masyarakat yang melakukan ibadah puasa”

Dikatakannya “Dalam kegiatan Razia petasan tersebut team sus Polsek Manggelewa berhasil mengamankan 40 kotak dan 50 bungkus marcon berbagai macam merk” pungkasnya

“Adapun sasaran razia Petasan/Mercon oleh Tim Sus Polsek Manggelewa sebagai adalah di Lapak ibu Ratna (42) yang beralamat Dusun Soriutu Desa Soriutu dengan BB Marcon yang di sita 33 kotak degan berbagai macam merk dan Di lapak milik ibu FIA (45) ,Alamat Dusun Sigi Desa soriutu Kec Manggelewa,Marcon yang di sita 5 kotak”

Tak sampai disitu kata Kapolsek”Anggota Tim Sus beranjak ke Dusun Lanci Satu Desa Lanci Jaya di sana Anggota mendatangi Toko milik Saudara Fudin,(36) beralamat ,Dusun Lanci Satu Desa lanci jaya Marcon yang di sita 2 kotak dan 50 bungkus”

“Selanjutnya barang bukti marcon tersebut dibawa ke Mapolsek Manggelewa dan pihak Polsek Manggelewa memberikan peringatan keras kepada Penjual marcon tersebut agar jangan sampai menjual marcon di saat bulan suci ramadhan yang nanti nya dapat menggangu kenyamanan di saat pelaksanaan ibadah sholat”

“Kegiatan berakhir pukul 09:20 wita berjalan dengan aman dan kondusif” Tutup Iptu Ramli SH (***/hps)

Misi Kemanusiaan Polsek Pekat di Bulan Puasa, Bagi Sembako Untuk Lansia

jpn

Bimantika.net -Anggota Polsek Pekat melaksanakan bhakti sosial kepada masyarakat lanjut usia (Lansia) yang ada di beberapa dusun terpencil yang ada di Desa Calabai dan Desa Pekat Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu pada (24/3/2023) sekitar pukul 09.00 wita

Kegiatan Bhakti sosial berupa pembagian Sembako berupa beras tersebut di pimpin langsung oleh Kapolsek Pekat IPTU Muh. Sofyan Hidayat, S.Sos,

Kapolsek Pekat IPTU Muh. Sofyan Hidayat, S.Sos melalui via WhatsApp Pribadinya menjelaskan kepada awak media ini bahwa kegiatan bhakti sosial tersebut merupakan wujud atau bentuk kepedulian Polri khususnya Polsek Pekat untuk lebih dekat dan peduli terhadap warga lansia kurang mampu yang ada di dusun-dusun terpencil yang ada di Kecamatan Pekat

Lanjutnya, dengan adanya bantuan tersebut diharapkan dapat mengurangi beban bagi masyarakat lansia dan dapat menjalan ibadah puasa dengan lancar.” Pungkasnya

Adapun Nama nama warga lansia penerima manfaat ucap Kapolsek, adalah.

  1. Ibu Lisa (Losi), 60 tahun (janda) dengan 2 anaknya yang mengalami disabilitas, alamat Dusun Dorombolo Desa Pekat Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu, diberikan bantuan beras 10 kg.
  2. Nenek Nurma, 70 tahun (janda) alamat Dusun Tanjung Pasir Desa Calabai Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu, diberikan bantuan beras 10 kg.
  3. Papuk Kula, 65 tahun (janda), alamat Dusun Dorombolo Desa Pekat Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu, diberikan bantuan beras 10 kg.
  4. Papuk Mahyun, 70 tahun (janda), alamat Dusun Latonda Desa Pekat Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu, diberikan bantuan beras 10 kg.
  5. Kakek Hemo, 70 tahun (duda), alamat Dusun Latonda Desa Pekat Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu, diberikan bantuan beras 10 kg.”

“Kegiatan berakhir pukul 10.45 wita berjalan dengan aman dan lancar.” Tutup Kapolsek ((***/hps)

Jaga Kondusifitas Bulan Suci Ramadhan, Polsek Madapangga Optimalkan Patroli Rutin

jpn

Bimantika.net -Guna menjamin keamanan dan ketertiban masyarakat yang menjalankan ibadah Puasa di wilayah hukumnya Polres Bima Polda NTB dan Polsek jajaran mengoptimalkan Patroli Rutin.

Seperti yang dilaksanakan oleh Personel Polsek Madapangga yang dikendalikan oleh Kapolseknya Ipda Kader melaksanakan Patroli Rutin Jum,at malam (24/03/23) Sekira Pukul 21.30 Wita kemarin.

Dalam pelaksanaan nya tim patroli menyasar Desa Dena, Rade ,Desa Bolo, Desa Monggo , hingga Desa Ndano dan sejumlah tempat yang dianggap rawan terjadinya berbagai tindak Kejahatan yang meresahkan masyarakat di Wilayah hukumnya.

Sasaran Patroli tersebut yakni Pelaku tindak pidana kejahatan jambret, kasus Curas,Curat, Curanmor dan berbagai tindak kejahatan jalanan maupun di pemukiman warga.

Kapolres Bima AKBP Hariyanto, SH, S.I.K, lewat kasi humas Iptu Adib Widayaka menuturkan, pihaknya akan terus mengoptimalkan patroli siang maupun malam hari di Bulan Suci Ramadhan agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman.

“Polres Bima dan Polsek jajaran meningkatkan patroli pengamanan menjelang Berbuka Puasa, Waktu Sholat dan pada saat makan sahur sehingga masyarakat dalam menjalankan ibadah di bulan Ramadhan benar-benar merasa nyaman” Tutupnya. (***)