Rampas HP Pengunjung Di Batas Kota, Warga Panda di Tangkap Polisi

jpn

Bimantika.net -Diduga merampas Handphone (HP) milik sepasang kekasih yang sedang duduk di batas kota, 2 orang pemuda yakni KMD alias AD (41) asal Desa Panda dan AR (17) seorang pelajar asal Kecamatan Palibelo ditangkap tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Rasanae Barat Polres Bima Kota, Sabtu (8/4) sekitar pukul 10.00 wita.

Kapolres Bima Kota AKBP Rohadi, S.I.K melalui Kapolsek Rasanae Barat AKP Suhatta menyampaikan bahwa kemarin malam korban dan pacarnya sedang duduk di Batas Kota, tiba-tiba datang para terduga pelaku menghampiri para korban dan meminta paksa HP korban.

Karena korban tidak mau menyerahkan HP, mereka pun berkelahi. Merasa terancam dilawan korban, terduga pelaku mengeluarkan panah dan membuat korban berteriak dan berlari ke arah jalan raya untuk meminta tolong.

“Melihat korban melarikan diri, terduga pelaku langsung kabur dan membawa HP korban,” Ujarnya

Meras dirugikan kata Kapolsek, korban pun melaporkan kejadian itu ke Polsek Rasanae Barat. Usai menerima laporan, dirinya bersama tim Opsnal langsung menyelidiki keberadaan terduga pelaku.

Mengetahui KMD alis AD sebagai terduga pelaku, ia bersama anggota langsung menuju Desa Panda untuk menangkap KMD. Hasil interogasi, KMD mengakui perbuatannya dan saat aksi ia mengaku bersama AR.

Tidak menunggu lama, tim langsung menuju rumah AR dan berhasil menangkapnya tanpa ada perlawanan.

“Kedua terduga pelaku sudah diamankan ke Polsek Rasanae Barat bersama barang bukti 1 Unit HP merk POCO X3 PRO warna biru dan 1 unit suzuki satria FU warna biru yang digunakan pelaku,” Katanya

Kapolsek Menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat lebih berhati-hati saat duduk di sekitar Batas Kota, jika terlihat sepi, jangan paksakan untuk duduk di sana.

“Hindari tempat yang sepi dan cari tempat yang ramai, agar terhindar dari tindakan kriminal” ucap Kapolsek. (***)

Karo SDM Polda NTB : “Anggota Terlibat Narkoba Saya Akan Pecat”

jpn

Bimantika.net -Kepolisian Resor Bima Polda NTB menggelar apel bersama yang di rangkaian dengan Pemberian Penghargaan kepada Sejumlah Personel Polres Bima di Lapangan Mapolres Bima.

Apel bersama dan pemberian Penghargaan kepada 21 satu Personel Bima yang berprestasi itu dipimpin oleh Karo SDM Polda NTB Kombes Pol Boro Windu Danandito S.I.K. M.A.P. Jum,at 7/4/23 Sekira Pukul 16.10 Sore Kemarin.

Kegiatan tersebut di hadiri Oleh Kapolres Bima AKBP Hariyanto SH, S.I.K., Wakapolres Bima Kompol Abdurahman S. Pd dan Pejabat Utama Lingkup Mapolres Bima.

Adapun peserta Apel 1 peleton PJU dan perwira Polres Bima,. 2 peleton Dalmas Sat Samapta 1 peleton staf,1 peleton Sat Lantas, 1 peleton gabungan Sat Intelkam dan Sat Res Narkoba,1 peleton Sat Reskrim., 1 Regu Pasukan Brimob Batalyon C Pelopor Bima,1 regu ASN.

Pamen Polri Bermelati Tiga itu dalam amanatnya menyampaikan beberapa Point diataranya.

Dirinya Mengucapkan terimakasih kepada Kapolres AKBP Hariyanto SH, S.I.K dan Wakapolres Kompol Abdurahman Spd yamg telah mempersiapkan kegaiatan ini sehingga terselenggara dengan baik.

Terkait dengan pesan BaPak Kapolda NTB Irjen Pol Drs Djoko Poerwanto agar di atensi oleh seluruh Personil Polres Bima,

Tetap jaga kehormatan serta harga diri, tetap saling bekerjasama untuk saling melengkapi.

Jangan lelah berbuat baik kepada masyarakat dan Institusi.

Jaga Etika sebagai insan Rasta Sewakottama dan jangan menjual harga diri Institusi dengan mengatakan hanya dirinya yang hebat.

Kombes Pol Boro Windu Danandito juga menekankan Penekanan saya kepada seluruh personel Polres Bima harus menjauhi Narkoba, kalau saya tahu ada personil Polres Bima atau Personil Polda NTB menjual Narkoba, atau terlibat saya akan memberikan sanksi tegas (Pecat) dari Kepolisian (PTDH) Tegasnya.

Ia juga berterima kasih kepada para personil Polres Bima yang sudah sangat luar biasa memberikan Sosialisasi dan Edukasi terhadap Masyarakat Kabupaten Bima, sehingga masyarakat Bima ke depan akan menjadi Masyarakat yang ramah, amanah dan berguna bagi NKRI.

Diakhir amanatnya Kombes Pol Boro Windu Danandito mengatakan agar personel Polres Bima terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait penerimaan Calon anggota Polri, Akpol, Bintara dan Tamtama Polri.

Penghargaan merupakan pemberian dari Bapak Kapolda NTB bagi para personel atau pejuang tangguh Polda NTB yang Berprestasi.

Polres Bima sendiri sebanyak 21 Personel dari berbagai satuan dan fungsi kali ini berkesempatan mendapatkan Penghargaan atas prestasi nya dalam menjalankan tugas sebagai Anggota Krops Bhayangkara.

Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar dan berakhir Sekira Pukul 17.10. Wita. (***)

Sejumlah Perwira Lingkup Polres Dompu Dapat Penghargaan dari Polda NTB

jpn

Bimantika.net -Sejumlah perwira tinggi dan menengah lingkup Polres Dompu mendapat penghargaan atas prestasi serta dedikasi selama bertugas melayani serta mengayomi masyarakat khususnya di Wilayah Hukum Kabupaten Dompu, Jum’at (7/4/2023) sekira pukul 09.00 Wita.

Sejumlah perwira tinggi tersebut antara lain Kapolres Dompu, AKBP Iwan Hidayat, S.I.K., bersama Wakapolres Dompu, Kompol Abdi Mauludin, S.Sos., serta sejumlah PJU Lingkup Polres dan Kapolsek Se Polres Dompu.

Sementara upacara pemberian penghargaan itu sendiri diserahkan secara simbolis oleh Karo SDM POLDA NTB Kombes Pol Boro Windu Danandito,S,IK,.M.AP. sekaligus bertindak selaku pimpinan apel yang dilaksanakan di Lapangan Apel Mako polres Dompu.

Dalam amanatnya, Kombes Pol Windu menuturkan bahwa pemberian penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi kepada pejuang tangguh Polres Dompu yang telah memberikan pengabdian kepada masyarakat Kabupaten Dompu.

“Terimakasih juga kepada anggota kompi Brimob Yon c yang telah bersama-sama anggota Polres Dompu memberikan dedikasi dan mengimplementasikan arti dari jiwa ragaku demi kemanusiaan,” tuturnya.

Dikemukakannya, penghargaan ini pula berkaitan penanaman Motto Polri dengan sebutan istilah BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, Humanis) dalam hal penerimaan Anggota Polri dengan segala tahapannya.

“mari kita sama-sama mengajak seluruh anak-anak muda yang berada di Kabupaten Dompu untuk ikut dalam seleksi Penerimaan anggota Polri tahun 2023 dan saya tekankan disini tidak ada yang namanya calo dalam penerimaan anggota Polri,” ajaknya.

Apel upacara yang diikuti oleh gabungan peleton masing-masing unsur seperti Brimob Yon 2, dan satuan lainnya itu, ditutup dengan Pembacaan Do’a oleh Bripka Saufan hingga upacara berakhir pada pukul 09. 50 Wita berjalan dengan aman dan lancar. (***)

Impor Tiada Henti; Bukti Ketidakmampuan Negara Membentuk Ketahanan Pangan

jpn

Oleh: Juhanah Zara

Bimantika.net Indonesia adalah salah satu negara yang kaya akan sumber daya alamnya. Mulai dari pertambangan, perkebunan sampai pertanian.

Maka akan sangat mudah untuk mendapatkan kebutuhan pokok tanpa impor bila dikelola dengan baik oleh negara. Tanah dalam negeri ini juga sangat luas dan subur, sampai berbagai macam jenis rempah-rempah pun dapat tumbuh di dalamnya.

Apalagi penanaman pohon tebu, pastinya akan banyak mendapatkan hasil sebab cocok dengan suhu lahannya. Akan tetapi, di balik lahan yang subur nan luas ini, pemerintah masih saja melakukan impor pangan.

Beberapa di antaranya adalah kebutuhan pokok seperti beras, jagung, kedelai, bawang, cabai hingga gula kristal putih. Apa yang menyebabkan negara ‘kecanduan’ mengimpor bahan pokok ini?

Impor, Solusi Negara Atasi Kelangkaan

Dilansir dari detikfinance, pemerintah akan melakukan impor gula kristal putih sebanyak 215.000 ton untuk tahun ini. Badan Pangan Nasional atau National Food Agency (NFA) menugaskan kepada BUMN Pangan dalam hal ini ID FOOD dan PTPN Holding untuk mengimpor gula tersebut. Kepala Badan Pangan, Arief Prasetyo Adi mengatakan kedatangan impor gula tersebut akan bertahap. Pertama, untuk kebutuhan bulan Ramadan akan datang sebanyak 99.000 ton Gula Kristal Putih (GKP). Targetnya, gula impor tersebut sudah masuk Maret atau April yang berasal dari sejumlah negara yakni Thailand, India dan Australia.

Negara melakukan impor disebabkan karena pasokan gula dalam negeri yang mengalami penurunan bersamaan bertambahnya penduduk. Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin, Putu Juli Ardika mengatakan, saat ini masih terdapat gap kebutuhan gula sekitar 850 ribu ton untuk gula konsumsi dan 3,27 juta ton untuk gula rafinasi.

Lonjakan kebutuhan tersebut disebabkan oleh peningkatan konsumsi rumah tangga seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk, pendapatan masyarakat dan tumbuhnya industri makanan dan minuman yang diproyeksi meningkat 5-7 persen per tahunnya. Dikutip dari kemenperin.go.id.

Kementrian Perindustrian tersebut memaparkan bahwa meningkatnya konsumsi masyarakat mampu membuat stok gula menurun dan butuh diproyeksi tambahan.

Tidak dapat dipungkiri bahwa penduduk dalam negeri sangat banyak, yakni sekitar 276.639.440 jiwa berdasarkan data real time dari World Population Review. Penduduknya pun berasal dari pribumi (warga asli), pendatang yang menetap maupun yang sekadar berlibur seperti turis asing.

Sehingga konsumsi pangan termasuk gula menghabiskan beribu-ribu ton per bulannya. Berdasarkan Prognosa Neraca Pangan yang disusun Bapanas, stok awal gula nasional di Januari 2023 sebesar 1,1 juta ton.

Adapun kebutuhan gula nasional per bulan tercatat sebesar 283 ribu ton. Jikalau setiap bulannya mencapai ribuan ton maka per tahun pasti mencapai jutaan ton. Pada tahun 2021, produksi gula nasional sebesar 2,35 juta ton yang terdiri dari produksi pabrik gula BUMN sebesar 1,06 juta ton dan pabrik gula swasta sebesar 1,29 juta ton.

Sementara itu, kebutuhan gula tahun 2022 mencapai sekitar 6,48 juta ton, terdiri dari 3,21 juta ton GKP dan 3,27 juta ton GKR. Dikutip dari kemenperin.go.id.

Dengan pencapaian yang berjuta-juta ton namun belum mampu menyeimbangkan kebutuhan masyarakat, menjadikan negara harus mengatasi persoalan ini dengan melakukan impor GKP.

Melakukan kerjasama dengan negara luar untuk bisa memasukkan pasokan GKP. Dengan begitu, masyarakat dapat mengonsumsi gula untuk diproduksi terutama di bulan Ramadhan dan menjelang Hari Raya.

Dengan begitu bisa dipastikan stok akan cukup. Di lain sisi, Indonesia sendiri banyak memiliki lahan yang luas dan subur. Tumbuhan apapun yang ditanam akan tumbuh subur dan menghasilkan.

Di beberapa kota pun terdapat pabrik gula, yang mana seharusnya menjadikan negeri ini tidak kekurangan akan kebutuhan gula. Namun faktanya negara kekurangan stok gula, yang kemudian membuat pengelolaan terhadap sumber daya alam negeri ini dipertanyakan.

Mengapa ketahanan pangan tak kunjung menguat sehingga masyarakat tercukupi kebutuhannya dengan baik? Mengapa negara memilih bersegera impor daripada bersibuk-sibuk mengoptimalkan pengelolaan lahan memastikan kecukupan stok dalam negeri?

Gagalnya Negara dalam Mengelola Sumber Daya Alam

Impor kebutuhan pokok sudah hampir belasan tahun dilakukan oleh Indonesia. Ini membuktikan ketidakmampuan negara dalam mencukupi kebutuhan masyarakat. Sehingga terus menerus melakukan impor pangan maupun sandang. Ketahanan pangan menjadi tidak stabil.

Salah satunya disebabkan karena sebagian dari industri pangan yang ada dalam negeri adalah milik korporasi, baik swasta maupun asing. Pihak korporasi lah yang kemudian mengatur kebutuhan pangan bahkan harga yang berada dalam pasar.

Akibat pemilikan individu yang dibebaskan oleh negara menjadikan negara tidak dapat mengelola dan mengatur sumber daya alam yang ada.

Diibaratkan negara hanya bisa menjalankan satuan persen saja, sedangkan pihak pemodal puluhan persen.

Dibebaskannya korporasi dalam menguasai pengelolaan, nasib petani menjadi lebih terhimpit. Penghasilan terhadap apa yang mereka kerjakan tidak sesuai dengan apa yang mereka tanam.

Alih-alih keuntungan yang didapatkan, untuk balik modal saja tidak cukup. Negara yang tidak berani dalam mengambil alih, walhasil melakukan impor dari luar negeri untuk mencukupi kebutuhan rakyat.

Contohnya, bawang. Negara ini memiliki banyak sekali lahan pertanian bawang bahkan setiap tahunnya pasti ada. Namun banyak di antara bawang tersebut dijual murah dan jauh di bawah modal biaya penanaman dan pemeliharaan, karena negara melakukan impor bawang dari negara lain.

Ini sangat menghancurkan sektor pertanian bawang dan berimbas pada para petani yang menjadi kesusahan untuk mengatur pengeluaran seperti biaya obat-obatan yang mencapai jutaan. Namun pemasukan menipis dari pendapatan hasil panennya tadi.

Beginilah bentuk dari penerapan sistem kapitalisme. Sekaligus kegagalan negara dalam mengelola pertanian. Petani mengalami kesulitan yang tinggi. Efek dari lepas tangannya penguasa dan distribusi komoditas pertanian diserahkan ke pasar bebas mengakibatkan harga jadi sangat sulit stabil, serta merugikan petani yang bermodal kecil karena tak mampu bersaing dengan pemodal besar.

Apalagi dengan mengimpor makanan pokok, maka petani akan sulit menjual dengan harga tinggi. Sebab, harga impor lebih murah daripada harga pasar dalam negeri. Kapitalisme membuktikan kurangnya dalam menjaga ketahanan pangan dan tidak dapat mengatur kedaulatan pangan. Walhasil, perekonomian tidak stabil, utang melimpah dan rakyat tercekik.

Ketahanan dan Kedaulatan Pangan dalam Islam

Sistem kapitalisme menyerahkan urusannya pada pemilik modal yakni korporasi. Sehingga negara mengabaikan tanggung jawabnya.

Ia menjadi hanya sebagai sampul namun bukan untuk mengatur. Berbeda dengan Khilafah yang mampu memberikan ketahanan terhadap kebutuhan masyarakat. Pengaturan adalah tanggungjawab negara termasuk kebutuhan makanan pokok.

Hal ini dikarenakan Khilafah adalah negara yang mengatur kehidupan berdasarkan hukum syara’, hukum yang berasal dari Allah dan RasulNya.

Pemimpin dalam Khilafah akan tahu kewajibannya dan berani bertanggung jawab. Sehingga tidak akan mengabaikan masalah yang satu untuk memenuhi masalah yang lain. Akan diselesaikan secara tuntas dan tentunya sesuai dengan syariat Islam itu sendiri.

Khilafah merupakan negara politik, menjalankan syariat Islam secara kaffah dan mengurusi urusan umat. Salah satunya politik ekonomi Islam, yang mana akan mengerahkan jaminan pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat secara detail. Baik dari kebutuhan pangan, sandang dan papan serta kebutuhan yang besar seperti pendidikan, kesehatan dan keamanan untuk rakyat dalam daulah.

Khilafah juga memudahkan rakyat untuk memenuhi kebutuhan tersier maupun sekunder.

Sehingga tidak ada satupun orang dalam daulah kesulitan apalagi kelaparan. Sebab fasilitas akan disediakan sedemikian rupa dalam Khilafah.

Dan yang akan menjadi pengatur dalam daulah Khilafah ialah Khalifah atau yang sering kita sebut sebagai pemimpin. Pemimpin disini bertugas untuk melayani rakyat, bukan menjadikan rakyat pelayan.

Sebagaimana dalam hadits Rasulullah SAW, “Sesungguhnya seorang imam (Khalifah) adalah raa’in (pengurus urusan rakyatnya) dan ia bertanggung jawab terhadap rakyatnya.” (HR. Muslim dan Ahmad)

Hadits di atas menegaskan bahwa tanggungjawab pengelola dan pengatur sektor pertanian ada di tangan negara. Tidak bisa dikuasai oleh pihak korporasi. Sebab fungsi negara adalah mengurus rakyat dan tidak bisa diserahkan ke sembarang pihak. Dan itu akan menjadi kegagalan negara bila mengabaikan tugasnya.

Dengan segala kewajiban yang menjadi tugas daulah, maka pertanian adalah salah satu yang wajib diurus. Negara harus menyediakan berbagai kebutuhan sarana produksi pertanian dengan mudah dan harga yang dapat dijangkau.

Sebelumnya kapitalisme tidak memperdulikan akan harga yang mencekik para petani, maka Islam sebaliknya.

Selain itu, negara akan mempermudah akses permodalan terhadap rakyat tanpa kesulitan dan tanpa riba.

Khilafah juga akan membangun infrastruktur pertanian bertujuan untuk meningkatkan kemampuan skill dengan kecanggihan teknologi. Tidak hanya itu, Khilafah akan memastikan distribusi bahan pangan merata sampai ke pelosok negeri.

Negara harus berperan penuh dalam aspek industri dan memastikan harga bahan pangan dapat dijangkau oleh umat. Untuk memastikannya, negara harus melakukan pengawasan pasar secara terus-menerus agar di dalamnya tidak ada kecurangan, penipuan dan banyak ketidakjujuran lainnya.

Adapun kedaulatan pangan yang dilakukan oleh Khilafah ialah harus adanya kebijakan yang menjamin kesediaan lahan pertanian, penggunaanya, hingga pengaturan akan lahan untuk industri dan pemukiman.

Dengan pengelolaan lahan yang dijalankan, Khilafah dapat mengendalikan fungsi lahan dan memberikan lahan pada yang sanggup untuk mengelolanya.

Jika pihak tersebut tidak mampu mengelolanya maka akan diserahkan kepada yang mampu mengelola dan bisa dikelola oleh negara sendiri apabila lahan tersebut sudah tidak digunakan selama tiga tahun.

Sistem Islam memiliki aspek distribusi yang sempurna yakni melihat keterpenuhan atau ketercapaian kebutuhan-kebutuhan dasar termasuk bahan pangan sampai kepada orang per orang yang membutuhkan sesuai dengan kadar kebutuhannya.

Ini sangat berbeda dengan distribusi dalam kapitalisme, yang hanya sampai pada memastikan komoditas itu tersalurkan, entah kepada pihak yang membutuhkan atau tidak.

Sehingga akhirnya sektor pertanian itu benar-benar mampu memenuhi kebutuhan rakyat, bukan hanya menumpuk stok atau permasalahan-permasalahan lainnya yang telah dibahas sebelum-sebelumnya.

Hal ini menunjukkan bahwa daulah harus menjaga ketahanan pangan dan kedaulatan pangan dalam negara, sehingga tidak dilakukan impor pangan.

Islam sendiri tidak melarang aktivitas impor, namun negara harus bisa menyeimbangkan hasil yang ada dalam negeri. Apalagi Indonesia adalah negara yang amat kaya akan sumber daya alam.

Ketahanan dan kedaulatan pangan tersebut akan terwujud apabila Islam yang akan ditetapkan sebagai aturan dalam sebuah daulah. Daulah yang dimaksud yakni Khilafah.

Sedangkan saat ini, Khilafah belum berdiri tegak. Maka, keinginan akan pengaturan secara benar tidak dapat dijalankan.

Sebab pada hari ini, setelah daulah Islam Utsmaniyyah runtuh, umat tidak lagi mendapatkan ketahanan dan kedaulatan yang benar, semuanya berdasarkan hukum dari kapitalisme itu sendiri.

Maka untuk mewujudkan kehidupan yang teratur secara benar butuh Khilafah. Untuk mencapainya umat harus disadarkan dengan ideologi yang shohih, dengan begitu umat akan mudah untuk meminta kekuasaan mendirikan kembali daulah Islam di atas muka bumi.

Lalu dengan begitu kehidupan Islam secara kaffah akan dilanjutkan. Wallahu a’lam. (***)

Tangani Cepat Longsor di Lambitu, Bupati IDP Kawal Langsung Alat Berat

jpn

Bimantika.net -Luar Biasa gerakan cepat Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE (IDP) dalam menangani bencana Longsor di Kecamatan Lambitu Kabupaten Bima.

Usai memberikan bantuan tanggap darurat di Kecamatan Palibelo, Bupati Bima langsung memimpin mobilisasi alat berat penanganan longsor di Kecamatan Lambitu, Jumat (7/4).

Tanah longsor di Kecamatan Lambitu menutup akses jalan dari desa Kuta menuju desa Sambori, sehingga didatangkan alat berat Exavator untuk membersihkan material yang menutupi ruas jalan tersebut.

Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten Bima Suryadin menyampaikan, tiba di Kecamatan Lambitu, Bupati Bima Hj. Indah Damayanti Putri langsung menyerahkan bantuan tanggap darurat berupa 250 kg beras, 40 kotak makanan siap saji dan 10 paket sembako dari KPRI Teratai yang dipusatkan di Halaman Masjid Nurul Hidayah Desa Kuta.

“Bupati IDP juga menyerahkan santunan pribadi kepada keluarga 1 orang warga yang meninggal dan 2 orang luka-luka akibat musibah tersebut,” Ujarnya

Kata Yan sapaan akrabnya, usai menyerahkan bantuan, Bupati Bima melakukan pengecekan peralatan excavator yang digunakan untuk memindahkan material longsor di ruas jalan lintas Desa Kaboro – Desa Sambori.

“Kepada operator alat berat Bupati menginstruksikan agar segera memindahkan material tanah dan lumpur yang menghambat arus lalu lintas dan mobilisasi warga yang tengah melaksanakan kegiatan pertanian dan ekonomi di wilayah Lambitu,”imbuhnya.

Disela-sela inspeksi, Bupati memberikan motivasi kepada Tim TAGANA Dinas Sosial dan TRC Penanggulangan Bencana BPBD yang bertugas memasok bantuan agat tetap semangat melayani warga korban bencana.

Pada kunjungan tersebut, Camat Lambitu Abdul Hafid memaparkan, kondisi infrastruktur di wilayah yang dipimpinnya, kerusakan akibat banjir terjadi pada beberapa titik antara lain ruas jalan desa Kaboro menuju Desa Kuta, tanah longsor dan deker yang tergerus banjir di tanjakan Desa Kuta menuju Desa Sambori dan deker yang tergerus banjir Desa Kuta.

“Kerusakan lainnya yaitu tanah longsor dan deker di ruas jalan Desa Kuta menuju kantor Camat dan longsor perkampungan Dusun Dengga Desa Kuta,”bebernya. (***)

Bupati IDP Serahkan Bantuan Tanggap Darurat Kecamatan Palibelo

jpn

Bimantika.net -Pasca bencana banjir yang melanda empat desa di kecamatan Palibelo Kamis 6 April 2023 Jam 20.00 sampai dengan 23.00 Wita di wilayah kecamatan Palibelo, Woha dan Madapangga, Bupati Bima Hj.Indah Dhamayanti Putri, SE (IDP) Jumat (7/4) melakukan peninjauan ke lokasi terdampak banjir di kantor Camat dan diterima oleh Camat setempat Kumara Jaya, S.STP, M.M.

Pada peninjauan tersebut, Bupati Bima menyerahkan bantuan tanggap darurat dari Dinas Sosial Kabupaten Bima berupa 1.250 kg beras, 300 kotak makanan siap saji dan 240 tas. Bantuan yang diserahkan juga berasal dari BPBD Kabupaten Bima berupa 115 dus mie dan 35 dus air.

Tidak ketinggalan, pengurus KPRI Teratai yaitu H.Abdul Wahab Usman SH, M.Si, Drs. Agus Salim M.Si dan Drs. Ishaka turut menyerahkan 50 paket bantuan sembako kepada para warga terdampak di Kecamatan Palibelo dan Lambitu.

Sesuai catatan PUSDALOP BPBD Kabupaten Bima, di Kecamatan Palibelo, curah hujan yang tinggi berdampak pada 20 KK dengan ketinggian genangan hingga 60 cm meluap ke permukiman, persawahan dan jalan raya di Desa Bre, 10 KK dan menghantam pagar Kantor Camat Palibelo serta areal kantor tersebut di Desa Tonggorisa, menggenangi RT 01 Dusun Uma Mee, SDN Belo dan TK Pembina kurang lebih 1 meter akibat luapan sungai Belo.

Desa lain di Palibelo yang turut terdampak adalah Desa Teke dimana luapan air menggenangi 105 KK dan 315 jiwa di desa tersebut.

Pada kunjungan tersebut Bupati Bima didampingi anggota DPRD Mus Muliadin, SH (F.PG), Kepala Pelaksana BPBD Drs.Isyrah, Kadis PUPR Suwandi ST, MT, Kadis Sosial Tajuddin SH, M.Si, Inspektur H.Abdul Wahab Usman SH, M.Si, Kepala BKD dan Diklat Drs. Agus Salim M.Si dan Kepala DPMPTSP Drs. Ishaka. (***)

Tim Cobra Bravo Tangkap Pemuda dan 19 Poket Sabu di Kumbe

jpn

Bimantika.net -Tim Cobra Bravo Satuan Narkoba Polres Bima Kota berhasil mengungkap peredaran sabu-sabu di Kelurahan Kumbe Kecamatan Rasanae Timur Kota Bima.

Dalam pengungkapan kasus Narkoba tersebut Seorang pemuda berinisial FTR (25) dan 19 poket sabu berhasil diamankan, Kamis malam (6/4) sekitar pukul 23.30 wita.

Kapolres Bima Kota AKBP Rohadi, S.I.K melalui Kasi Humas Polres Bima Kota IPTU Jufrin menyampaikan bahwa Ketua Tim (Katim) Cobra Bravo Aipda Taufarrahman menerima informasi masyarakat, bahwa di rumah FTR sering dijadikan tempat transaksi jual beli sabu-sabu. Informasi itupun disampaikan ke Kasat Narkoba Polres Bima AKP Tamrin.

Mendengar informasi itu, Kasat langsung memerintahkan Tim Cobra Bravo untuk menyelidiki dan mengungkap peredaran narkoba tesebut. Tidak menunggu lama, tim pun bergegas menuju rumah FTR dan berhasil menangkapnya.

“Proses penggeledahan rumah FRT disaksikan oleh ketua RT setempat,” Ujarnya

Usai mengamankan terduga pelaku bersama barang bukti kata Jufrin, tim langsung membawa FTR alias TN ke Kantor Sat Narkoba Polres Bima Kota, untuk diproses lebih lanjut.

Berat Bruto barang bukti yang diamankan seberat 5,04 gram. Setelah di timbang bersih, barang bukti hanya berat Netto seberat 0,48 gram. (***)

“Jum’at Curhat” Bhabinkamtibmas Runggu Serap Aspirasi Warga Binaan

jpn

Bimantika.net -Bhabinkamtibmas Desa Runggu Polsek Belo Polres Bima Polda NTB Bripka Sucipto melaksanakan kegiatan Jum’at Curhat bersama Warga Binaan.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di kantor Desa Runggu Kecamatan Belo Kabupaten Bima Jum,at (7/4/23) Sekira Pukul 10.00.Wita.

Kegiatan sambang Warga bertajuk Jum,at Curhat Bripka Sucipto bertatap muka langsung bersama warga binaan dan pemerintah Desa Setempat.

Dalam kegiatan tersebut bhabinkamtibmas menyerap informasi dan keluh kesah warga masyarakat sehingga bhabinkamtibmas dapat mengetahui dan dapat mencari pemecahannya.

Kapolres Bima AKBP Hariyanto SH, S.I.K melalui kasi humas Iptu Adib mengatakan ” Jum,at Curhat merupakan wadah untuk menyerap aspirasi masyarakat tentang terkait dengan situasi Kamtibmas persoalan yang timbul di tengah masyarakat sehingga keberadaan Polri bisa dirasakan Masyarakat.

“Selain itu program Jum,at Curhat yang digagas oleh Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jendral Listyo Sigit Prabowo M.si.,untuk mempererat hubungan silaturahmi antara Polri dan Masyarakat sehingga terwujud sinergitas yang Kokoh terlebih di saat Bulan Suci Ramadhan ini” Ungkap Kapolres sebagaimana diulas Adib.

Bhabinkamtibmas Bripka Sucipto juga menghimbau kepada warga Binaannya agar bahu membahu bersama Pihak Kepolisian menjaga keamanan sehingga tercipta situasi Kamtibmas yang kondusif.

Apabila mengetahui adanya tindakan kriminal dalam bentuk apapun agar melaporkan ke pihak kepolisian atau Bhabinkamtibmas. (***)

“Jum’at Curhat” Bhabinkamtibmas Mbawa Sambangi Kantor Desa

jpn

Bimantika.net -Bhabinkamtibmas Polsek Donggo Polres Bima Polda NTB melaksanakan kegiatan Jumat Curhat yang memungkinkan masyarakat menyampaikan secara langsung terkait keluhannya kepada polisi saat Bulan Suci Ramadhan 1444 H tahun 2023 M.

Kegiatan singkat ini berlangsung di Kantor Desa Mbawa Kecamatan Donggo Kabupaten Bima Jum,at 7/4/23 Sekira Pukul 09.00.Wita.

Dalam kegiatan tersebut juga dihadiri oleh kepala Desa dan jajarannya serta tokoh masyarakat,Agama dan tokoh Pemuda.

“Program Jum’at Curhat yang digagas oleh Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jendral Listyo Sigit Prabowo M. Si bertujuan untuk menghimpun keluh kesah masyarakat sekaligus memberikan saran kepada masyarakat dalam menjaga kamtibmas” Ujar Kapolres Bima AKBP Hariyanto SH, S.I.K,. sebagaimana diulas kasi Humas Iptu Adib Widayaka.

Budi Sanjaya selaku bhabinkamtibmas Desa Mbawa dalam kesempatan itu mengajak masyarakat lewat Pemerintah Desa agar selalu menjaga keharmonisan antar umat beragama.
Menjelang Bulan Suci Ramadhan Budi Sanjaya kembali menghimbau masyarakat agar berperan aktif menjaga lingkungan masing-masing dan tidak mudah terprovokasi sehingga terwujud situasi Kamtibmas yang kondusif di Desa Mbawa

Sementara itu Kepala Desa Mewakili warga Desa Mbawa menyatakan kesiapannya untuk menjaga keharmonisan antar umat beragama di Desa yang dipimpin nya. (***)