Momentum Idul Adha, Bupati IDP Minta Menjiwai Semangat Kurban

jpn

Bimantika.net -Penyelenggaraan Shalat Idul Adha tanggal 10 Dzulhijjah 1444 yang bertepatan dengan 29 Juni 2023 jajaran pemerintah Kabupaten Bima dipusatkan di Masjid Agung Bima Godo-Woha dengan Khatib TGH. Drs. H. Suaedin Abdullah, M.Pd dan Imam Ustadz Wildan Ahyar,. S.Sos.

Dalam amanatnya, Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE.,M.IP (IDP) mengajak umat Islam mendoakan para Jemaah Haji Kabupaten Bima yang sedang berada di Tanah Suci.

Mari kita berdoa semoga kekuarga dan kerabat di Tanah Suci Makkah senantiasa diberikan kekuatan dan kesehatan dalam melaksanakan seluruh Rukun Haji dan kembali ke Tanah Air dalam kondisi sehat wal afiat dan menyandang predikat haji mabrur. Ajak Bupati.

Dihadapan para Jamaah Shalat Id, Bupati menghimbau agar menjiwai semangat berkurban.

“Sebagai wujud ketaatan kepada Allah SWT, pada kesempatan yang baik ini kepada seluruh elemen masyarakat khususnya para pejabat dan ASN agar terus memupuk jiwa pengorbanan untuk kemuliaan hidup.

Juga menjiwai semangat berkurban sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Ibrahim Alaihissalam dan putranya Nabi Ismail Alaihissalam untuk meraih derajat takwa yang diharapkan nanti akan ikut mendorong peningkatan capaian dalam bidang keagamaan demi mewujudkan Bima Ramah”. Ucapnya.

Diakhir amanatnya, Bupati memberikan apresiasi atas kekompakan TNI-POLRI dalam menjaga Kamtibmas. “Dari hari ke hari, kita mampu memumpuk rasa persaudaraan dan mewujudkan keamanan dan ketertiban daerah.

Semua itu tercipta bukan hanya menjadi tugas aparat penegak hukum yaitu TNI dan Polri. Tetapi bagaimana menumbuhkan kesadaran hukum dan kehidupan yang lebih baik bagi seluruh masyarakat Dana Mbojo yang kita banggakan”. Imbuh Bupati.

Shalat Idul Adha 1444 Hijriyah tahun ini turut dihadiri Wakil Bupati H Dahlan M Noer, Pimpinan dan Segenap anggota DPRD, Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Bima, Kepala Kantor Kementerian Agama, Ketua TP PKK yang juga Ketua GOW Hj.Rostiati Dahlan, S.Pd, Ketua MUI, Ketua PHBI, camat dan Muspika Kecamatan Woha serta warga setempat. (****//)

Makna Terdalam Idul Qurban, Totalitas Nabi Ibrahim Mengabdi Pada Allah

jpn

Bimantika.net -Hari ini Rabu 28 Juni 2023 umat Muslim sebagian di Indonesia merayakan salah satu hari besar keagamaannya, yaitu Idul Adha. Dan Pemerintah Republik Indonesia menetapkan Idul Adha 1444 H jatuh pada Kamis 29 Juni 2023.

Masyarakat mengenalnya dengan Lebaran Haji atau Idul Qurban.

Disebut Lebaran Haji, sebab bertepatan dengan pelaksanaan ibadah haji.

Sementara, disebut Idul Qurban juga karena umat Islam meneladani kisah Nabi Ibrahim AS yang diperintahkan oleh Allah SWT untuk mengorbankan anaknya sendiri, yaitu Nabi Ismail AS.

Dikutip dari laman resmi Kementrian Agama Republik Indonesia,
Dari sisi sejarah, perayaan Idul Adha ini membuat kita mengingat kembali kisah teladan Nabi Ibrahim AS beserta anaknya Nabi Ismail AS.

Pada pada saat itu Allah SWT memerintah mereka untuk menempati sebuah lembah yang tandus, gersang, bahkan tak ada satu pun pohon yang tumbuh di sekitarnya.

Lembah itu sepi dan sunyi. Tak ada seorang pun yang ada di sana.

Perintah Allah SWT tersebut dijalankan Nabi Ibrahim AS sekeluarga dengan ikhlas dan penuh tawakkal. Hal ini diabadikan dalam Al-Quran yang berbunyi:

رَّبَّنَا إِنِّي أَسْكَنتُ مِن ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِندَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُواْ الصَّلاَةَ فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِّنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُم مِّنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ

Artinya: “Ya Tuhan kami sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di suatu lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumahmu (Baitullah) yang dimuliakan. Ya Tuhan kami (sedemikian itu) agar mereka mendirikan shalat. Maka jadikanlah gati sebagia manusia cenderung kepada mereka dan berizkilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.” (QS Ibrahim: 37)

Seperti yang diceritakan oleh Ibnu Abbas, Siti Hajar dihadapkan dengan kondisi kehabisan air minum, yang menyebabkan dirinya tidak bisa menyusui Nabi Ismail AS.

Ia kemudian mencari air kesana kemari sambil berlari kecil (Sa’i) antara bukit Sofa dan Marwah sebanyak 7 kali.

Tiba-tiba saja, Allah SWT mengutus Malaikat Jibril membuat mata air Zam Zam. Siti Hajar dan Nabi Ismail pun memperoleh sumber kehidupan.

Lembah yang mulanya gersang dan tandus itu, berubah drastis memiliki persediaan air yang melimpah ruah.

Hal itu menyebabkan manusia dari berbagai pelosok pun datang untuk memperoleh air yang ada di tempat tersebut, khususnya para pedagang. Lembah tersebut seketika menjadi populer di Kota Makkah.

Nabi Ibrahim AS beserta keluarganya pun mengelola kota dan masyarakat dengan sangat baik. Kota Makkah yang aman dan makmur itu dilukiskan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW dalam Al-Quran, dengan bunyi:

وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَـَذَا بَلَداً آمِناً وَارْزُقْ أَهْلَهُ مِنَ الثَّمَرَاتِ مَنْ آمَنَ مِنْهُم بِاللّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ

Artinya: Dan ingatlah ketika Ibrahim berdo’a: “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini, sebagai negeri yang aman sentosa dan berikanlah rizki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman diantara mereka kepada Allah dan hari kiamat.” (QS Al-Baqarah: 126)

Ayat tersebut menggambarkan bukti yang jelas bahwa Kota Makkah yang saat ini tampak di mata masyarakat dunia memiliki kemakmuran yang melimpah juga disebabkan oleh doa Nabi Ibrahim AS.

Pada zaman Nabi Ibrahim AS juga, tak hanyaumat Islam saja yang dapat menikmati kemakmuran Kota Makkah, sebagaimana yang difirmankan Allah SWT:

قَالَ وَمَن كَفَرَ فَأُمَتِّعُهُ قَلِيلاً ثُمَّ أَضْطَرُّهُ إِلَى عَذَابِ النَّارِ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ

Artinya: “Dan kepada orang kafirpun, aku beri kesenangan sementara, kemudian aku paksa ia menjalani siksa neraka. Dan itulah seburuk buruk tempat kembali.” (QS. Al-Baqarah: 126)

Selain kemakmuran itu,Nabi Ibrahim AS diberikan perintah dan ujian paling berat untuk mengurbankan anaknya sendiri. Kesabaran dan ketabahan Nabi Ibrahim AS dalam menghadapi ujian dan cobaan tersebut, Ia pun diberikan anugerah kehormatan oleh Allah SWT dengan sebutan “Khalilullah” atau kekasih Allah.

Malaikat kemudian bertanya kepada Allah, “Ya Tuhanku, mengapa Engkau menjadikan Ibrahim sebagai kekasihmu. Padahal ia disibukkan oleh urusan kekayaannya dan keluarganya?”

Allah SWT menjawab dengan firman-Nya:

“Jangan menilai hambaku Ibrahim ini dengan ukuran lahiriyah, tengoklah isi hatinya dan amal baktinya!”

Sebagai realisasi dari firman ini, Allah SWT pun mengizinkan para malaikat untuk menguji keimanan serta ketakwaan Nabi Ibrahim AS. Ternyata, kekayaan dan keluarganya tidak membuat Nabi Ibrahim AS lalai dalam ketaatannya kepada Allah SWT.

Dalam kitab “Misykatul Anwar” yang menyatakan bahwa konon, Nabi Ibrahim memiliki kekayaan 1.000 ekor domba, 300 lembu, dan 100 ekor unta.

Dalam kitab “Misykatul Anwar” yang menyatakan bahwa konon, Nabi Ibrahim memiliki kekayaan 1.000 ekor domba, 300 lembu, dan 100 ekor unta.

Dalam riwayat lainnya juga dikatakan, kekayaan Nabi Ibrahim mencapai 12.000 ekor ternak yang dinilai sangat fantastis.

Allah menguji iman dan takwa Nabi Ibrahim AS melalui mimpinya yang haq, agar ia mengorbankan putranya yang kala itu masih berusia 7 tahun untuk disembelih dengan menggunakan tangannya sendiri.

Sebagaimana dinyatakan dalam Al-Quran Surah As-Saffat ayat 102:

…قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانظُرْ مَاذَا تَرَى قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِن شَاء اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ

Artinya: “… (Ibrahim) berkata, “Wahai anakkku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka bagaimana pendapatmu? Dia (Ismail) menjawab, “Wahai ayahku, kerjakanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu; Insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar.”

Singkat cerita, ketika Nabi Ibrahim AS sudah memantapkan diri untuk menyembelih Nabi Ismail AS dengan penuh keikhlasan, Allah SWT melanjutkan firman-Nya dalam Al-Quran Surah As-Saffat 107-110 yang berbunyi:

وَفَدَيْنَاهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ

Artinya: “Dan kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.”

وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِي الْآخِرِينَ

Artinya: “Kami abadikan untuk Ibrahim (pujian yang baik) dikalangan orang-orang yang datang kemudian.”

سَلَامٌ عَلَى إِبْرَاهِيمَ

Artinya: “Yaitu kesejahteraan semoga dilimpahkan kepada Nabi Ibrahim.”

كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ

“Demikianlah kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.”

Kisah tersebut memiliki makna yang dapat diteladani oleh umat Muslim. Beberapa pelajaran diantaranya:

  1. Ketakwaan
    Pengertian takwa sendiri berkaitan dengan ketaatan seorang hamba pada Sang Khalik dalam menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya. Koridor agama (Islam) mengemas kehidupan secara harmoni seperti halnya kehidupan dunia-akhirat.

Ketaatan Nabi Ibrahim AS ini lah yang perlu menjadi patokan dalam menjalankan perintah Allah SWT, bahkan ketika Ia diperintahkan untuk menyembelih anak kandungnya sendiri, Nabi Ismail AS.

  1. Hubungan Antar Umat Manusia
    Salah satu ibadah umat Islam yang diperintahkan Allah SWT adalah dengan mempererat hubungan antar manusia atau hablumminannas.

Hal itu dapat diwujudkan dengan meningkatkan kepedulian dan solidaritas serta kepekaan sosial melalui hubungan antar manusia tersebut.

Bahkan, salah satu ajaran Islam, yaitu berpuasa juga dilaksanakan agar merasakan hidup seorang dhuafa yang tak bisa memenuhi kebutuhannya sehari-hari, khususnya makanan.

Dengan menyembelih hewan qurban dan membagikannya kepada kalangan tidak mampu juga merupakan salah satu bentuk kepedulian sosial seorang Muslim kepada sesamanya.

  1. Peningkatan Kualitas Diri
    Dari kisah Nabi Ibrahim AS tersebut, beberapa ciri dan cikal bakal akhlak terpuji seorang Muslim telah dicontohkannya dalam menghadapi ujian dan cobaan yang diberikan Allah SWT.

Kegigihan keluarga Nabi Ibrahim AS juga ditunjukkan dengan menempati lembah yang gersang dan tandus, untuk selanjutnya diberikan Allah SWT mata air Zamzam yang sampai saat ini juga tidak pernah kering.

Hikmah yang dapat diambil dari pelaksanaan salat Idul Adha adalah bahwa pada hakikatnya manusia adalah sama. Yang membedakan hanyalah ketakwaannya.
Bagi yang menunaikan ibadah Haji, pada waktu wukuf di Arafah juga memberikan gambaran bahwa kelak manusia akan dikumpulkan di Padang Mahsyar untuk dimintai pertanggungjawaban selama hidupnya. (/Sumber; Laman Kementrian Agama RI//)

Bupati IDP Serahkan SK PPPK Tenaga Kesehatan, Berikan Arahan Mengabdi Untuk Rakyat

jpn

Bimantika.net -Bupati Bima Hj.Indah Dhamayanti Putri, SE, M. IP menyerahkan SK Kepada 89 ASN formasi PPPK Tenaga Kesehatan Lingkup Pemerintah Kabupaten Bima, Senin (26/6) di Ruang Rapat Utama Kantor Bupati Bima.

Dari 89 ASN tersebut, sebanyak 18 Tenaga PPPK Golongan X, 14 tenaga PPPK Golongan IX dan 57 PPPK Golongan VII Pengangkatan TMT SK Bulan April 2023 dan Penugasan Mei 2023.

Bupati IDP. didampingi Sekretaris BKD Laily Ramdhani, S.STP.MM, Inspektur H Abdul Wahab Usman, SH, M.Si dan pimpinan Bank NTB Syariah Cabang Tente, memberikan arahan-arahan.

Dalam arahannya kepada para tenaga PPPK agar memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat di masing-masing bidang tugas.

“berikan apa yang menjadi hak masyarakat untuk dilayani secara profesional, karena kinerja tenaga kesehatan merupakan salah satu indikator Indeks Pembangunan Manusia (IPM)” ujar IDP Bupati Bima Dua Periode.

Pada kesempatan tersebut, Bupati mengingatkan agar ASN yang diangkat dalam PPPK menjunjung tinggi loyalitas kepada atasan dan pekerjaan.

“Pada saatnya, dalam bekerja, kadang ASN dihadapkan pada dihadapkan lingkungan pekerjaan mungkin yang menjadi atasan kita adalah usianya lebih muda atau memiliki tingkat pendidikan yang lebih tinggi, maka belajarlah menjadi seorang ASN yang menjunjung tinggi, loyalitas, pengabdian dan dedikasi sebaik mungkin. Kata Bupati.

Sebelumnya, Kepala BKD dan Diklat Kabupaten Bima melalui Sekretaris BKD laily Ramdhani menyampaikan 89 tenaga PPPK sektor kesehatan tersebut para Ahli Pertama Tenaga Kesehatan, Terampil Asisten Apoteker, Terampil Bidan, Terampil Perawat, Sanitarian dan Terapis yang mengabdi pada sejumlah fasilitas kesehatan baik RSUD Bima, RSUD Sondosia dan Puskesmas se Kabupaten Bima.

Dirinya berharap tenaga kesehatan yang baru saja menerima SK tersebut menjadi ASN yang berdedikasi tinggi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, mengedepankan keramahan dalam pelayanan agar masyarakat yang dilayani merasa nyaman dan senang”. Tuturnya. (***)

Bupati IDP Launching GPM, Untuk Stabilitas Pangan

jpn

Bimantika.net -Launching Gerakan Pangan Murah (GPM) dan Kegiatan Rapat Koordinasi Upaya Pengendalian Inflasi Daerah terkait dengan Upaya Pemerintah Daerah dalam Menghadapi Hari Raya Idul Adha 1444 H guna memastikan ketersediaan Pasokan dan harga pangan yang wajar bagi masyarakat berlangsung Senin (26/6) di halaman Kantor Camat Bolo.

Acara diawali pertemuan virtual melalui aplikasi zoom meeting secara nasional dengan para Bupati dan Walikota Se-Indonesia yang dilanjutkan dengan tatap muka Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE, M. IP (IDP) dengan para kepada OPD, BULOG, Instansi vertikal, BUMN, BUMD dan distributor pangan serta peninjauan stand yang menjual bahan pangan dan sayuran di areal kantor Camat Bolo.

Bupati Bima yang didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Ir. Syaifudin, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Ir. H. Natsir, Kadis Pertanian dan Perkebunan Ir.Hj. Nurma, M.Si, Kadis Perindag Amrin Munawar, SE, Kepala BPS Kabupaten Bima Ir. Muhadi, Camat Bolo Dra.Hj.Arabiah dan Muspika mengharapkan dukungan masyarakat bagi upaya stabilisasi harga pangan.

“Masyarakat diminta untuk secara aktif memantau perkembangan harga pangan di masing-masing wilayah agar tidak terjadi gejolak yang menyebabkan munculnya ketidakstabilan”. Himbau Bupati.

Terkait pencanangan gerakan pangan murah, Bupati menjelaskan, pemerintah melakukan intervensi harga pangan murah bermitra dengan BUMN, perbankan maupun pihak lainnya untuk memastikan masyarakat terlayani dengan baik dalam hal ketersediaan pangan.

Untuk itu, saya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kebersamaan instansi, BUMN dan distributor pangan dalam mewujudkan program utama Presiden RI agar kebutuhan pokok masyarakat bisa dipenuhi dan mudah-mudahan bazar dan pasar murah yang dilaksanakan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat”. Imbuhnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Pangan Nasional Ir. H. Arief Prasetyo Adi, MT dalam sambutan yang disampaikan secara virtual mengungkapkan Gerakan Pangan Murah Serentak Nasional dalam rangka stabilisasi harga oleh Badan Pangan Nasional berlangsung pada 41 titik di lebih dari 300 Kabupaten/kota.

GPM merupakan bukti keberpihakan pemerintah kepada masyarakat agar pangan kuat, Indonesia berdaulat dan 46 Kantor perwakilan siap membantu memasok pangan.

Badan Pangan Nasional bekerja sama dengan lembaga dan seluruh pemangku pangan berupaya menjaga laju inflasi yang disumbang oleh sektor pangan, bersinergi dengan pemerintah daerah, BUMN, Kelompok tani dan stakeholder lainnya untuk memecahkan rekor dunia sebagai gerakan pangan murah”. Tandasnya.(***)

Sholat, Terapi Religius Tenangkan Jiwa

jpn

Sumber Gambar : Inside Arabia

Bimantika.net -Shalat adalah rukun Islam kedua yang wajib bagi setiap Muslim untuk meyakini serta melaksanakannya.

Dalam shalat, sebagaimana kita ketahui bahwa setiap Muslim dituntut untuk mendirikannya setiap lima kali sehari di tiap-tiap waktunya.

Mendirikan shalat tentu mempunyai aturan, dengan melengkapi syarat-syarat, rukun-rukun, dan adab-adabnya, baik lahir maupun batin.

Secara terminologi, Syekh Zainuddin bin Abdul Aziz Al-Maliabari dalam kitab Fathul Mu’in menyebutkan bahwa shalat pada pengertian syara’ adalah rangkaian ucapan dan perbuatan tertentu yang diawali dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam.

Dengan pengertian tersebut dapat dikatakan bahwa shalat tidak bisa dilaksanakan secara sembrono,.

Karena itu setiap muslim diharuskan mempelajari ilmu yang meliputi pembahasan tentang aturan-aturan shalat, yaitu ilmu fiqih.

Selain hal-hal yang terkait dengan aturan shalat, pada praktiknya, ternyata shalat itu mempunyai manfaat yang dapat dirasakan kebaikannya.

Salah satunya adalah memberi pengaruh pada ketenangan jiwa.

Pernyataan ini tentu bukan tanpa alasan, ada banyak penelitian psikologis yang mengungkapkan hal itu berdasarkan kajian ilmiah,

Yakni dengan istilah bernama ‘terapi religius’. Terapi religius adalah bagian dari cabang psikoterapi (terapi jiwa).

Menurut penelitian Dedy Susanto berjudul Psikoterapi Religius sebagai Strategi Dakwah dalam Menanggulangi Tindak Sosiopatic (2013), terapi religius merupakan sebuah penyembuhan terhadap pola perilaku menyimpang dengan menggunakan pendekatan-pendekatan Agama.

Sebagaimana kita ketahui, setiap manusia selalu dilanda pada ragam permasalahan tentang kehidupan, seperti kegagalan dalam soal karir, ekonomi, dan problematika sosial lainnya.

Tidak jarang akibat permasalahan tersebut akan mengalami gangguan jiwa, sehingga berdampak pada kesehatan jasmani, baik fisik maupun mental, termasuk juga di dalam hubungan sosialnya.

Sangat penting bagi manusia untuk rileks di kala pikirannya mengalami gejala stres berat. Sangat penting pula baginya untuk selalu memperhatikan kondisi dirinya dalam menyikapi permasalahan yang ada.

Oleh sebab itu, dibutuhkan terapi jiwa agar pengembangan, pemberdayaan potensi, dan kecerdasan fitrah manusia dapat dikondisikan dengan stabil.

Ritual shalat merupakan ibadah yang bisa menjadi praktik terapi jiwa dengan sangat sederhana.

Melalui shalat, manusia bisa berhubungan langsung antara seorang hamba kepada Allah SWT tanpa ada sekat komunikasi yang dapat terpisahkan.

Pada praktiknya, shalat memiliki norma khusus yang dapat memelihara pikiran manusia yang mengerjakannya.

Karena itu, seyogyanya kita dituntut untuk khusyu dalam shalat, yakni konsentrasi memusatkan pikiran pada satu titik dengan segala kerendahan hati sebagai bentuk penghambaan kepada Allah.

Menurut Ibnu Hajar Ansori dkk dalam penelitian berjudul Psikologi Shalat (2019), ketika seseorang itu berkonsentrasi, ia akan dituntut untuk mengontrol diri mereka, baik dalam hal perbuatan maupun pikiran.

Kontrol diri ini adalah metode pengendalian emosi seseorang serta dorongan-dorongan yang terdapat dalam dirinya.

Melalui pengendalian emosi, seseorang bisa mengarahkan energi emosi ke saluran ekspresi yang bermanfaat.

Seperti halnya orang yang shalat harus melihat ke tempat sujudnya, yaitu pada titik yang tetap ketika berdiri.

Melihat kedua kaki ketika ruku’, melihat ujung hidungnya ketika sujud, dan lain sebagainya, artinya terdapat titik pandang yang tetap pada setiap gerakan shalat agar pandangan orang yang mengerjakannya tidak terpecah sehingga dapat mempengaruhi konsentrasinya.

Selanjutnya, gerakan shalat juga dapat menstabilkan fungsi organ tubuh dengan baik.

Salah satunya sujud, ketika posisi kepala lebih rendah dari posisi jantung, urat saraf pada bagian otak akan terisi oleh darah, hal ini dapat mengakibatkan otak dapat berfungsi dengan baik.

Artinya dengan membiasakan sujud setiap harinya bisa membantu merelaksasi otot-otot kepala.

Di samping melatih konsentrasi, gerakan shalat juga memiliki esensi yang identik dengan kerendahan hati.

Bermula dengan gerakan takbiratul ihram, manusia dituntut untuk memusatkan pikiran untuk merendahkan diri ketika ber-tawajjuh kepada Allah. Diikuti gerakan ruku’ dengan membungkukkan badan yang menggambarkan sifat tawadhu’.

Gerakan berikutnya yaitu sujud di mana sebagai bentuk manifestasi penghambaan kepada Allah. Kemudian tasyahud yang berisi pujian, doa, dan keselamatan sebagai wujud harapan manusia paling tinggi.

Terakhir gerakan salam menoleh ke arah kanan dan kiri, dengan memaksudkan menebarkan keselamatan dan kebaikan untuk semua makhluk Allah. (***//sumber NU Online)

Bansos Salah Sasaran; Bentuk Kelalaian Negara

jpn

Oleh: Juhanah Zara

Bimantika.net -Ungkapan yang miskin tambah miskin bukanlah ilusi belaka. Angka kemiskinan semakin hari semakin meningkat. Hal ini membuat masyarakat membutuhkan bantuan terbuka dari negara, yakni berbagai macam penerimaan bantuan.

Apalagi pada masa Covid-19 yang memutuskan kontrak banyak pekerja, akibatnya banyak pengangguran yang mengakibatkan kepala keluarga tidak dapat memenuhi kebutuhan keluarganya.

Wajar jika masyarakat berharap mendapatkan bantuan sosial seperti PKH, BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai), BLT BBM (Bantuan Langsung Tunai beralih subsidi Bahan Bakar Minyak), sembako dan bantuan lainnya.

Lagi! Data Penerimaan Bansos Salah Sasaran

Dilansir dari republika.com, pada bulan Juni 2023, Kementerian Sosial (Kemensos) telah mengumumkan informasi penting mengenai pencairan bantuan sosial (bansos), khususnya Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT).

Bansos yang diterima masyarakat biasanya terdiri dari uang dan barang, yang diberikan kepada masyarakat yang tergolong tidak mampu (miskin).

Namun bagaimana jika bantuan tersebut salah sasaran? Sebab telah ditelusuri bahwa data penerima banyak dari pihak ‘berada’, bukan miskin.

Tim Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK) menilai, sistem pendataan penerima bansos di Kementerian Sosial (Kemensos) masih buruk.

Sebab, diduga ada ribuan pemilik perusahaan yang terdaftar sebagai penerima bansos.

Berdasarkan pendataan tersebut, menguak ketidakadilan pada pembagian hak untuk masyarakat miskin.

Walhasil, sebagian mendapatkan dan sebagiannya lagi tidak. Fakta tersebut terungkap kala Kementerian Sosial (Kemensos) lagi-lagi menemukan daftar penerima bansos yang sejatinya tidak berhak.

Dalam temuan kali ini, terdeteksi adanya 10.249 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) penerima bansos sembako atau BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) yang tak layak menerima bansos. (SUMUTPOS.CO)

Di daerah Bima sendiri, banyak pula yang tidak layak menerima bantuan. Sehingga masih banyak warga yang tidak mampu tidak tercatat dalam data.

Walhasil rakyat miskin tambah miskin dan kaya tambah kaya. Dampak dari fakta tersebut, masyarakat memprotes penerimaan bansos yang tidak tepat sasaran.

Dilansir dari suarantb.com, puluhan masyarakat di Kota Bima mendatangi kantor Dinas Sosial (Dinsos) Kota setempat pada Selasa 10 Januari 2023.

Mempertanyakan pendataan hingga proses penyaluran bantuan sosial (bansos) seperti PKH, BLT BBM hingga BPNT. Perwakilan massa aksi, Rafikurahman mencontohkan, warga yang tinggal pada salah satu RT di Kelurahan Tanjung, Kecamatan Rasanae Barat.

Sebagian besar warganya kurang mampu, namun luput dari pendataan untuk mendapatkan bansos. Harusnya pihak Dinsos, memastikan secara langsung dan tidak hanya menerima data yang diinput oleh pihak RT/RW atau Pemerintah Kelurahan. Ringkasan dari (Suarantb.com)

Setelah aksi protes akibat ketidakbecusan dalam meneliti secara maksimal data-data masyarakat miskin, pihak Dinsos menyarankan rakyat untuk melapor atau mengajukan diri kepada pemerintah terdekat.

Padahal pada dasarnya yang memiliki tugas tersebut adalah pihak pemerintah itu sendiri. Seharusnya yang melayani dan memberikan pelayanan terhadap rakyat ialah mereka. Pihak yang bekerja dalam bidang pemerintahan.

Manipulasi Dalam Sistem Sekuler; Rakyat Miskin Makin Melarat

Indonesia terkategori negara berkembang, yang sulit menjadi negara maju. Sudah menjadi rahasia umum, mulai dari teknologi dan infrastruktur pun bukan milik negara itu sendiri. Hampir dari semuanya ialah kepemilikan asing atau swasta yang menanamkan modal di dalamnya.

Selain dari itu, masyarakat di Indonesia banyak sekali yang tergolong rakyat miskin. Bahkan mencapai jutaan penduduk terjerat oleh kemiskinan yang luar biasa. Saking banyaknya rakyat miskin, tidak sedikit dari mereka yang tidak memiliki tempat tinggal, bahkan sampai tidak memiliki uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Hal ini disebabkan dari berbagai faktor. Seperti minimnya lapangan pekerjaan, ketiadaan modal dalam membangun usaha, dan lain sebagainya.

Oleh karena itu, sangat perlu bantuan sosial dari negara itu sendiri.

Negara memberikan bantuan sosial tersebut bahkan sudah bertahun-tahun lamanya. Ditambah dengan berbagai bantuan jenis baru di kala Covid-19 melanda, baik tunai maupun non tunai.

Akan tetapi, sangat amat disayangkan tidak semua masyarakat miskin menerimanya. Penerimanya pun ialah orang-orang kaya, pejabat, bahkan pemilik perusahan besar. Padahal bantuan sosial tersebut dibuat dan dikhususkan “katanya” untuk yang tidak mampu, namun faktanya tidak demikian.

Hal ini bukan yang pertama kali penerimaan bantuan sosial tidak tepat sasaran, melainkan sudah ke sekian kalinya. Namun siapa yang harus disalahkan? Warga yang tidak melapor atau pihak-pihak Dinsos yang kurang teliti?

Negara menyerahkan urusan pendataan pada pihak-pihak yang berpengaruh pada tempat tersebut, seperti Dinsos, Kepala Desa, Ketua RT/RW dan lainnya yang bertanggung jawab dalam kehidupan masyarakat.

Namun tidak sedikit di antara mereka, memanipulasi data dari yang kaya menjadi identitas miskin sehingga dikatakan layak dalam menerima bansos tersebut.

Sehingga di sisi lain warga yang seharusnya memenuhi syarat sebagai penerima manfaat malah tidak menerima bansos Kemensos sama sekali karena adanya manipulasi data penerima.

Hal ini yang akhirnya menyebabkan Kemensos memutuskan untuk mencoret 5,8 juta data penerima dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Bukti valid terpampang nyata di tengah rakyat saat ini dikarenakan penerapan sistem kapitalisme sekuler.

Rakyat miskin dijadikan tambah melarat, sedangkan yang kaya dijadikan semakin kaya. Sistem ini mengangkat derajat para pemilik modal, tanpa peduli nasib rakyat menengah ke bawah. Keuntungan bagi oligarki akan menjadi kepentingan utama yang dijunjung tinggi.

Rakyat yang tersiksa dan melarat tidak dihiraukan. Kapitalisme menjadikan penganutnya mengutamakan materi. Mengharapkan keadilan di dalam kapitalisme adalah harapan yang hanya halusinasi semata.

Sebab, selagi materi yang menjadi dasar kehidupan para kapital, maka keadilan untuk orang miskin, baik dari muslim maupun non muslim tidak berlaku.

Meminta solusi dan pertanggungjawaban kepada penguasa saat ini pun hanya mimpi. Sekalipun memberikan solusi tidak akan menyelesaikan persolan yang ada. Melihat fakta yang terpampang nyata, bagaimana Islam menangani persoalan kebutuhan masyarakat?

Kebutuhan Rakyat Dalam Sistem Islam Adalah Tanggung Jawab Negara

Berbagai persoalan hidup, pasti Islam memiliki solusi tuntasnya.

Begitu pun dengan permasalahan saat ini. Karena Islam pada dasarnya ialah agama yang mengatur segala urusan kehidupan makhluk hidup.

Sebab, sumber hukumnya berasal dari Al-Qur’an dan As-Sunnah yaitu dari Allah subhanahu wa ta’ala dan Rasulullah saw.

Dengan aturan tersebut, manusia bisa membedakan yang mana yang baik untuk diterapkan dan mana yang buruk untuk ditinggalkan.

Semuanya hanya untuk ketenangan manusia itu sendiri. Islam mengatur tidak hanya persoalan individu, akan tetapi persoalan sesama manusia sekaligus urusan negara.

Islam menangani dari keuangan negara, pendidikan, ekonomi, maupun keamanan. Salah satunya Islam sangat menggariskan pemenuhan kebutuhan dasar tiap individu rakyat adalah kewajiban negara, sekaligus memastikan adanya peluang pemenuhan kebutuhan pelengkap mereka.

Sandang, pangan dan papan menjadi kebutuhan pokok individu, sedangkan kesehatan, pendidikan dan keamanan merupukan kebutuhan masyarakat yang seluruhnya harus dipenuhi oleh negara.

Islam mewajibkan negara untuk menjamin pemenuhan kebutuhan individu melalui mekanisme langsung dan tidak langsung. Mekanisme langsung misalnya dengan memberikan bantuan pada rakyatnya, sesuai dengan besaran dan jenis kebutuhan, tanpa mekanisme yang berbelit-belit seperti saat ini.

Bantuan dapat berupa uang atau kebutuhan riil, maupun modal usaha. Dengan begitu, individu tersebut tidak akan binasa sebab kebutuhan dasarnya terpenuhi, dan ia pun bisa melakukan serta mengembangkan usaha untuk menghasilkan sejumlah materi.

Dalam menjalankan mekanisme langsung ini, Islam menetapkan setiap pekerjaan harus dilakukan secara profesional termasuk soalan pendataan warga miskin.

Sebab perbuatan apapun itu akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah SWT.

Adapun pemenuhan kebutuhan pokok secara tidak langsung, tetap bersifat individual namin negara akan memampukan setiap kepala keluarga dalam memenuhi nafkah bagi diri dan tanggungannya. Dalam Islam, negara menjamin lapangan pekerjaan seluas-luasnya dan memastikan setiap kepala keluarga yang mampu untuk bekerja.

Apabila laki-laki tersebut tidak mau bekerja maka akan diberikan sanksi sekaligus pembinaan. Jika ia tidak mampu beraktivitas karena adanya udzur dan keterbatasan fisik, maka kewajiban nafkah untuk pemenuhan kebutuhannya akan diserahkan kepada anaknya.

Jika anaknya juga tidak mampu maka akan dialihkan kepada kerabatnya. Jika kerabatnya pun tidak bisa maka dialihkan ke Baitul Mal.

Seperti inilah periayahan daulah dalam pemenuhan kebutuhan rakyat yang tidak mampu.

Selain itu, Islam akan menjamin kesejahteraan rakyat dengan penerapan sistem ekonomi Islam. Dengan mewajibkan penguasa sebagai pelaksana syariat Islam untuk memberikan jaminan kebutuhan pokok bagi setiap individu rakyat, baik kalangan muslim maupun non muslim.

Dengan mengelola SDA yang merupakan milik rakyat dan hanya boleh dikelola oleh negara, sehingga menyerap tenaga kerja yang banyak.

Adapun kebutuhan pokok yang bersifat publik, seperti kesehatan, pendidikan, dan keamanan adalah tanggung jawab negara.

Sehingga ke depannya rakyat akan memperoleh pelayanan secara gratis akibat penerapan tersebut. Pendidikan dan kesehatan yang gratis akan didapatkan oleh masyarakat.

Akan tetapi semua kesejahteraan tersebut tidak dapat diterapkan di negara yang bersistem kapitalisme sekuler. Sebab, thoriqoh dan fikroh dalam mabda ini sangat berbanding terbalik dengan Islam. Sehingga hanya halusinasi mengharapkan solusi Islam diterapkan pada naungan sistem kufur saat ini.

Untuk menerapkan Islam, butuh yang namanya khilafah. Khilafah adalah daulah yang menerapkan aturan Islam kaffah di dalamnya, tanpa campur tangan dari hukum-hukum buatan manusia seperti sekularisme kapitalisme.

Melainkan murni dari Allah dan Rasulullah. Sudah menjadi tugas kita sebagai seorang muslim untuk mendakwahkan Islam kaffah ke tengah-tengah umat agar tidak ada lagi rakyat miskin karena khalifah (pemimpin dalam daulah Islam) sangat memperhatikan kondisi rakyatnya. Wallahu a’lam.(***)

Mencabut Penyakit Menular Seksual Dari Akarnya

jpn

Oleh: Andriani

Bimantika.net -Penyakit menular seksual atau HIV/AIDS ialah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh sehingga daya tahan tubuh semakin melemah dan rentan diserang berbagai penyakit. Penyakit ini telah banyak pengidapnya.

Penyebabnya adalah aktivitas seksual berganti-ganti pasangan atau hubungan seks yang dilakukan oleh kaum LGBT.

Fakta Kasus HIV/AIDS di Kota Bima, NTB

Dilansir dari Suara NTB, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi NTB, total kasus baru HIV/AIDS di daerah ini sampai dengan November 2022 sebanyak 306 kasus, dengan rincian HIV 176 dan AIDS 130.

Adapun secara akumulatif kasus HIV/AIDS sejak tahun 1992 sebanyak 2.821 kasus. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, dr. H. Lalu Hamzi Fikri MM, MARS mengatakan, penanganan kasus HIVAIDS di NTB secara garis besar meliputi promotif, preventif, early detection, prompt treatment, dan rehabilitation.

Kegiatan promotif bertujuan untuk menumbuhkan dan meningkatkan kewaspadaan tentang bahaya penularan HIV/AIDS melalui program ABAT (Aku Bangga Aku Tahu) pada anak usia sekolah terutama SMP dan SMA.

Di Kota Bima sendiri, dilansir dari lombokpost.com, Dinas Kesehatan menemukan 20 kasus HIV/AIDS baru di Kota Bima hingga Juni ini. Angka itu meningkat signifikan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang jumlahnya hanya belasan kasus saja. Dari 20 kasus baru HIV/AIDS itu, satu pasien telah dinyatakan meninggal dunia. Baru diketahui terjangkit setelah menderita AIDS stadium 4.

Kasus tersebut begitu memprihatinkan. Pasalnya, gaya hidup bebas yang digaungkan oleh sistem hari ini berdampak pada masyarakat. Apalagi penyakit menular seksual ini tidak hanya berdampak pada pengidapnya, tetapi akan menular kepada pasangan apabila telah berkeluarga.

Belum lagi yang belum berkeluarga juga bisa menularkan kepada pasangan seks bebasnya ketika melakukan hubungan intim.

Maka kesehatan individu, keluarga, bahkan masyarakat akan terkena dampaknya dan makin banyak orang yang terinfeksi virus tersebut.

Sekularisme Kapitalisme Menumbuhsuburkan HIV/AIDS

Sistem sekularisme kapitalisme yang berasaskan materi serta agama yang dipisahkan dari kehidupan telah melegalkan zina.

Asalkan suka sama suka, seks menyimpang seperti LGBT, lokalisasi PSK, semua itu dibiarkan oleh penguasa hari ini atas dasar hak asasi manusia.

Tidak heran orang yang terinfeksi HIV/AIDS kasusnya terus meningkat.

Sungguh disayangkan, sistem yang rusak dan merusak ini mengedepankan hawa nafsu sehingga masyarakatnya dijauhkan dari aturan Sang Pencipta.

Cenderung menggaungkan hak individu, sehingga tercipta lah kebebasan individu. Individu bebas melakukan apa saja yang mereka inginkan, termasuk seks bebas dan hubungan sesama jenis atau LGBT. Padahal itu semua telah sangat jelas membawa masyarakat ke dalam lembah kehancuran dan kesengsaraan.

Tidak heran jika keadaan di negeri ini semakin carut marut dari segala lini kehidupan.

Sistem yang tidak sesuai dengan fitrah manusia ini sejatinya begitu dekat dengan kemaksiatan. Saat ini, masyarakat begitu mudahnya mengakses video porno serta konten-konten yang merangsang naluri seksual.

Laki-laki dan perempuan banyak yang ‘menjajakan diri’ di media sosial. Ditambah kampanye LGBT yang begitu masif digaungkan melalui film, musik dan tempat-tempat hiburan. Sehingga menarik generasi muda hari ini untuk melakukan budaya jahiliyah kaum sodom yang terlaknat.

Inilah wajah buram sistem sekularisme kapitalisme dengan gaya hidup yang mengedepankan syahwat dan kesenangan manusia.

Sehingga penyakit menular seksual lambat laun tidak akan lagi mampu terbendung.

Sistem sekularisme kapitalisme seolah buta dengan keadaan sekitar. Padahal dengan jelas HIV/AIDS ini berkaitan langsung dengan populasi manusia, rusaknya peradaban serta penyakit sosial lainnya.

Namun apabila kita mengkaji lebih dalam terkait ideologi sekularisme kapitalisme ini, maka akan kita dapati bahwa ideologi ini memang tidak peduli dengan dampak kerusakan yang ditimbulkannya.

Akidah dari ideologi ini ialah memisahkan agama dari kehidupan, sehingga setiap individu akan dibiarkan untuk melakukan apa saja selama tidak merugikan orang lain. Kembali ke pembahasan awal, semua dibiarkan atas dasar HAM.

Back to Islam Kaffah

Berbeda dengan Islam yang bukan hanya sebagai agama ritual, tetapi Islam hadir sebagai solusi dalam hidup dan merupakan kabar gembira bagi umat manusia.

Sejatinya setiap permasalahan dalam lini kehidupan ada solusi yang terbaik yaitu ada di dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah yang pastinya bersumber dari Sang Pencipta.

Begitu pun sistem pergaulan dalam Islam, Allah telah mengatur sedemikian rupa, sehingga tercipta kedamaian dan ketenangan dalam hidup.

Peran negara lah yang sangat utama, yang mana negara sebagai perisai melindungi dan melayani masyarakat dari ancaman apapun. Nabi Muhammad SAW bersabda,

“sungguh imam atau Khalifah itu perisai bagi orang-orang yang akan berperang di belakangnya dan dia berlindung (dari musuh) dengan kekuasaannya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Dengan demikian negara wajib untuk melindungi masyarakatnya dari ancaman apapun. Sebelumnya negara telah menerapkan pendidikan berbasis Islam. Ketika negara sudah menjalankan perannya termasuk mencegah faktor timbulnya penyakit seksual yang menular, maka negara akan sesegera mungkin untuk bertindak.

Dalam Islam, LGBT dianggap sebuah penyakit yang harus disembuhkan supaya penyakit tersebut tidak menjangkiti masyarakat luas serta melarang segala bentuk apapun yang mengarah kepada LGBT dan bentuk dukungan terhadapnya.

Yaitu dengan menutup media-media yang membangkitkan naluri seksual serta sarana untuk mengampanyekan LGBT.

Selain itu, perzinaan merupakan keburukan yang harus dicegah karena pada dasarnya zina, LGBT dan seks menyimpang lainnya hukumnya haram dan dinilai sebagai tindak kejahatan atau kriminalitas yang amat keji dan harus diberikan sanksi yang tegas.

Hukuman bagi pelaku zina ialah dengan 100 kali dera dan diasingkan bagi yang belum menikah.

Sedangkan bagi yang sudah menikah hukumannya ialah dirajam. Adapun hukuman bagi pelaku seks menyimpang seperti lesbian akan dikenai hukum ta’zir yaitu hukuman yang tidak dijelaskan khusus oleh nash. Jenis dan kadarnya diserahkan kepada qadhi. Bisa dikenai hukum cambuk, penjara dan lain sebagainya.

Adapun homoseksual atau gay atau disebut liwaath, Rasulullah SAW telah bersabda,

“Allah telah mengutuk siapa saja yang berbuat seperti kaum Nabi Luth. Allah telah mengutuk siapa saja yang berbuat seperti kaum Nabi Luth. Allah telah mengutuk siapa saja yang melakukan perbuatan seperti perbuatan kaum Nabi Luth,” (HR Ahmad). Adapun hukuman bagi homoseksual adalah hukuman mati.

Dalilnya adalah sabda Nabi SAW, “siapa saja di antara kalian menjumpai orang yang melakukan perbuatan kaum Nabi Luth, maka bunuh lah keduanya.”

Adapun transgender yaitu perbuatan yang menyerupai jenis kelamin yang berbeda dari yang ditakdirkan kepadanya, baik dalam berbicara, berbusana termasuk aktivitas seksualnya, maka diharamkan.

Rasulullah SAW ber sabda, “Allah SWT mengutuk laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki.” (HR Ahmad) Adapun hukumannya adalah diasingkan.

Nabi pernah mengusir Fulan dan Umar ra. juga pernah mengisir Fulan.

Demikianlah cara Islam mencegah perzinaan serta perilaku seks menyimpang.

Selain mencegah masyarakat dari dosa besar juga mencegah penyakit menular seksual yang sejatinya hal tersebut merusak peradaban umat.

Dan pada hakikatnya hukum dalam Islam sebagai zawajir atau pencegahan dan jawabir atau penebus dosa.

Ini semua bisa terwujud bila negara menerapkan Islam secara kaffah dalam naungan khilafah.

Dengan penerapan aturan Islam secara menyeluruh, semua pihak harus bertanggung jawab dan bekerja sama guna membina umat dan generasi demi terwujudnya masyarakat yang berkepribadian Islam.Wallahu a’lam. (***)

Mobil Carry Tabrak Bus Sinar Rejeki, Kapolsek Manggelewa Sebut Sopirnya Mabuk

jpn

Bimantika.net -Jum’at (23/5/2023) malam, sekira pukul 22.00 Wita, insiden kecelakaan menimpa Mobil Carry dikendarai oleh Jaka Ranggana (29) mengakibatkan ia dan penumpangnya Suparno (30) mengalami luka serius hingga dievakuasi ke Rumah Sakit Pratama Manggelewa oleh Personil Polsek Manggelewa dibantu warga.

Mobil carry yang dikendarai pemuda asal Jawa Timur diduga dalam keadaan mabuk, lantas menabrak Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) Sinar Rejeki yang terparkir di pinggir jalan lantaran mogok saat bertolak dari Lombok.

Terkait kecelakaan, dalam keterangannya Kapolsek Manggelewa Iptu Ramli, SH., membenarkan dengan menyebutkan bahwa kendaraan carry nahas itu melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Sumbawa hendak menuju Desa Banggo.

“Keduanya merupakan pria asal Jombang, Jawa Timur,” ungkap Kapolsek.

Awalnya, kata Kapolsek, Bus Sinar Rejeki dengan Nopol EA 7313 L, tengah terparkir dan tengah diperbaiki di pinggir Jalan Lintas Sumbawa, sekitar Desa Banggo, Kecamatan Manggelewa lantaran mogok. Namun, dari arah Sumbawa menuju Dompu, tiba-tiba datang mobil Carry, Nomor Polisi DK 8927 SY dengan kecepatan tinggi dan langsung menabrak bagian belakang bus Sinar Rejeki.

“Menurut keterangan saksi, pengemudi Carry mengendarai mobil dalam keadaan dipengaruhi alcohol,” beber Kapolsek.

Akibat tabrakan tersebut, imbuh Kapolsek, bagian belakang Bus Sinar Rejeki alami kerusakan, sementara mobil carry hacur di bagian depan,. Akan tetapi, untuk sopir Pik up mangalami luka robek di bagian atas kuping kanan, kemudian untuk penumpang mobil cerri Mengalami Patah tulang kaki kiri.

“Usai kecelakaan Korban dilarikan ke RSP Manggelewa oleh anggota dibantu warga untuk menjalani perawatan medis,” lanjut Kapolsek.

Terkait Kelakaan, Kapolsek menghimbau, terutama para pengendara motor atau mobil, untuk tidak ugal-ugalan di jalanan, apalagi dalam keadaan mabuk. Di samping membahayakan diri sendiri, lebih-lebih orang lain. (***)

Makna Sholat Sebagai Do’a, Pujian dan Sanjungan Kepada Allah SWT

jpn

Bimantika.net -Mendirikan salat lima waktu adalah salah satu rukun Islam yang wajib dikerjakan setiap muslim.

Perintah salat adalah pilar agama Islam. Penjelasan mengenai kewajiban salat ini disampaikan dengan rinci, baik itu melalui nas Al-Quran maupun hadis.

Ibadah salat merupakan amalan utama dalam Islam. Berbeda dari ibadah lainnya yang disampaikan melalui wahyu Jibril, perintah salat diterima Nabi Muhammad SAW langsung dari Allah SWT.

Mengutip buku Kitab Lengkap Panduan Shalat karya M. Khalilurrahman Al-Mahfani dan Abdurrahim Hamdi, sholat berasal dari bahasa Arab dari kata shalla-yush-allii-shalaatan yang artinya doa atau pujian.

Makna sholat sebagai pujian atau sanjungan turut dijelaskan dalam firman Allah SWT berikut,

اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

Artinya: “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bersholawat lah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.” (QS Al Ahzab: 56).

Dalil Perintah Sholat dalam Al-Qur’an

  1. Surat Al Isra Ayat 78
    أَقِمِ الصَّلَاةَ لِدُلُوكِ الشَّمْسِ إِلَىٰ غَسَقِ اللَّيْلِ وَقُرْآنَ الْفَجْرِ ۖ إِنَّ قُرْآنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا

Artinya: “Dirikanlah sholat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula sholat) subuh. Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat).” (QS. Al-Isra: 78)

  1. Surat An Nisa Ayat 103
    اِنَّ الصَّلٰوةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ كِتٰبًا مَّوْقُوْتًا

Artinya: “Sungguh, sholat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (QS. An Nisa: 103).

  1. Surat Hud Ayat 114
    وَأَقِمِ الصَّلَاةَ طَرَفَيِ النَّهَارِ وَزُلَفًا مِنَ اللَّيْلِ ۚ إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ ۚ ذَٰلِكَ ذِكْرَىٰ لِلذَّاكِرِينَ

Artinya: “Dan dirikanlah sholat itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.” (QS Hud: 114)

  1. Surat Ar Rum Ayat 17-18
    فَسُبْحٰنَ اللّٰهِ حِيْنَ تُمْسُوْنَ وَحِيْنَ تُصْبِحُوْنَ – ١٧ وَلَهُ الْحَمْدُ فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَعَشِيًّا وَّحِيْنَ تُظْهِرُوْنَ

Artinya: “Maka bertasbihlah kepada Allah pada petang hari dan pada pagi hari (waktu subuh), dan segala puji bagi-Nya baik di langit, di bumi, pada malam hari dan pada waktu zuhur (tengah hari).” (QS. Ar-Rum: 17-18).

  1. Surat Al Baqarah Ayat 110
    وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ ۚ وَمَا تُقَدِّمُوا لِأَنْفُسِكُمْ مِنْ خَيْرٍ تَجِدُوهُ عِنْدَ اللَّهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

Artinya: “Dan dirikanlah sholat dan tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahala nya pada sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al Baqarah: 110)

  1. Surat Al Baqarah Ayat 43
    وَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَ وَارْكَعُوْا مَعَ الرَّاكِعِيْنَ

Artinya: “Dan laksanakanlah sholat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang yang rukuk.” (QS. Al Baqarah: 43)

  1. Surat Al Baqarah Ayat 45
    وَاسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِ ۗ وَاِنَّهَا لَكَبِيْرَةٌ اِلَّا عَلَى الْخٰشِعِيْنَۙ

Artinya: “Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan sholat. Dan (sholat) itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk,” (QS. Al Baqarah: 45).

  1. Surat Az Zariyat Ayat 56
    وَمَا خَلَقْتُ ٱلْجِنَّ وَٱلْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Artinya: “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” (QS. Az Zariyat: 56)

  1. Surat Al Bayyinah Ayat 5
    وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ەۙ حُنَفَاۤءَ وَيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوا الزَّكٰوةَ وَذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيِّمَةِۗ

Artinya: “Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama, dan juga agar melaksanakan sholat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar).” (QS. Al Bayyinah: 5).

  1. Surat Al Hajj Ayat 78
    فَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَاعْتَصِمُوا بِاللَّهِ هُوَ مَوْلَاكُمْ ۖ فَنِعْمَ الْمَوْلَىٰ وَنِعْمَ النَّصِيرُ

Artinya: “….maka dirikanlah sholat tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.” (QS. Al Hajj: 78). (***//Berbagai Sumber)

Dahsyatnya Sholawat Asyghil Dibaca Selesai Sholat

jpn

Bimantika.net -Di kalangan warga NU (Nahdliyin), shalawat asyghil merupakan salah satu shalawat yang kerap dilantunkan sebagai puji-pujian di mushala, masjid maupun majelis taklim.

Shalawat asyghil kembali menjadi perhatian banyak orang saat dilantunkan oleh 4 vokalis cilik pada puncak resepsi 1 abad Nahdlatul Ulama di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Selasa (7/2/2023) lalu.

Shalawat yang diciptakan oleh Imam Ja’far Ash-Shadiq ini berhasil menyihir jutaan pemirsa yang menyaksikan puncak resepsi 1 abad NU. Suara merdu dari 4 vokalis cilik beserta paduan suara dari UIN Sunan Ampel Surabaya makin menciptakan harmoni saat diiringi orkestra yang dipimpin maestro legendaris Indonesia, Addie MS.

Menurut Rektor Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum Peterongan, Jombang, Jawa Timur, Prof Ahmad Zahro, Imam Ja’far ash-Shadiq secara nasab merupakan cucu dari Rasulullah saw. Jalur nasabnya yaitu Jafar bin Muhammad bin Ali Zainal Abidin bin Husain bin Ali Al-Murtadlo.

“Shalawat asyghil berasal dari Ja’far ash-Shadiq (wafat 138 H). Beliau hidup di akhir masa Dinasti Umayyah dan awal era Abbasiyah yang penuh intrik dan konflik politik,” jelas Ahmad Zahro dikutip NU Online dari Azahro Official, Ahad (12/2/2023).

Dalam Jurnal Studi Hadis Nusantara (2022) halaman 134-148, Nurjaman, Deden, Lukman Zain, dan Ahmad Faqih Hasyim menjelaskan bahwa Imam Ja’far ash-Shadiq rutin membaca shalawat asyghil dengan jamaahnya saat melakukan doa qunut subuh.

Shalawat itu muncul salah satunya ketika ahlul bayt atau keturunan Nabi Muhammad saw mengalami persekusi oleh Bani Umayyah, terutama di masa kepemimpinan Yazid bin Muawiyyah. Lalu Ja’far Ash-Shadiq membuat shalawat asyghil. Dia berdoa agar orang-orang zalim itu ribut sesama mereka sendiri.

Pembacaan shalawat asyghil juga tersambung kepada salah satu wali besar al-Habib bin Umar al-Hinduan Ba’alawy. Shalawat asyghil sering dibacakan di Hadramaut daurah Masyayikh Yaman hingga sekarang.

Sebab itu, shalawat asyghil juga dikenal dengan sebutan shalawat Habib Ahmad bin Umar al-Hinduan Ba’alawy (wafat 1122 H). Sebab, shalawat ini tercantum dalam kitab kumpulan shalawat beliau, yakni al-Kawakib al-Mudhi’ah fi Dzikr al-Shalah Ala Khair al-Bariyyah.

Dikutip dari tesis Sierly Ulya Maulida berjudul KH. Ali Manshur: Biografi dan Penggagas Sholawat Badar (UIN Sunan Ampel Surabaya, 2022) menjelaskan bahwa pada zaman penjajahan Belanda, banyak ulama yang membaca shalawat, salah satunya shalawat asyghil, lafal shalawat asyhgil dengan jelas menunjukkan fungsinya untuk membentengi diri dari luar dan dalam.

Di kalangan ulama pesantren, tokoh yang dikenal memiliki sanad shalawat asyghil yaitu Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo KH M. Anwar Mansur. KH Anwar Manshur memperoleh ijazah shalawat asyghil dari KH Abdul Abbas Buntet Cirebon.

Dalil membaca shalawat Asyghil
Membaca shalawat membuktikan kecintaan kepada Nabi Muhammad. Mengenai perintah dan keutamaan ber shalawat diantaranya Al-Qur’an Q.S. Al Ahzab: 56:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bersholawat Lah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.”

Redaksi shalawat asyghil

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَي سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَأَشْغِلِ الظَّالِمِيْنَ بِالظَّالِمِيْنَ وَأَخْرِجْنَا مِنْ بَيْنِهِمْ سَالِمِيْنَ وَعَلَي الِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ

Allahumma shalli ‘alaa Sayyidinaa Muhammad

Wa asyghilidz dzoolimiina bidz-dzoolimiin

Wa akhrijnaa min baynihim saalimiin

Wa ‘alaa alihi wa shohbihii ajma’in

Artinya: “Ya Allah, berikanlah shalawat kepada pemimpin kami Nabi Muhammad, dan sibukkanlah orang-orang zhalim agar mendapat kejahatan dari orang zhalim lainnya, selamatkanlah kami dari kejahatan mereka, dan berikanlah shalawat kepada seluruh keluarga dan para sahabat beliau.”

Faedah atau keutamaan membaca shalawat asyghil

  1. Dihapus dosa oleh Allah

مَنْ صَلَّى عَلَىَّ صَلاَةً وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرَ صَلَوَاتٍ وَحَطَّ عَنْهُ عَشْرَ خَطِيئَاتٍ

“Barangsiapa bershalawat kepadaku satu kali, niscaya Allah bershalawat kepadanya sepuluh shalawat dan menghapus darinya sepuluh dosa.” (HR. Ahmad).

  1. Diangkat derajatnya oleh Allah

مَنْ صَلَّى عَلَىَّ صَلاَةً وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرَ صَلَوَاتٍ وَحُطَّتْ عَنْهُ عَشْرُ خَطِيئَاتٍ وَرُفِعَتْ لَهُ عَشْرُ دَرَجَاتٍ

“Barangsiapa bershalawat kepadaku satu kali, niscaya Allah bershalawat kepadanya sepuluh shalawat, menghapus darinya sepuluh dosa dan mengangkat derajatnya sepuluh derajat.” (HR. An Nasa’i).

  1. Dicintai Rasulullah saw

أَوْلَى النَّاسِ بِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَكْثَرُهُمْ عَلَىَّ صَلاَةً

“Manusia yang paling berhak bersamaku pada hari kiamat ialah yang paling banyak membaca shalawat kepadaku.” (HR Tirmidzi).

  1. Bisa menghindari membicarakan kejelekan orang lain
  2. Mendapat pertolongan Allah swt dalam banyak hal. (***//sumber NUonline)